Sebuah Remake dari novel karya Shanti Agatha dengan judul From The Darkest Side

.

Disclaimer

Ide cerita dan sebagian besar cerita diambil dari novel aslinya dengan penambahan dan pengurangan seperlunya.

.

Title :

From The Darkest Side

Cast :

Cho Kyuhyun as Namja

Lee Sungmin as Yeoja

Marcus Cho as Namja

And other cast

Warning :

GS, Typos, de el el

Chapter 6

Kyuhyun menatap geram pada bayangan di depannya, "Ralat kata-katamu! Kau bilang 'apa yang kita lakukan pada kakek dan nenek Sungmin?' kau yang melakukannya! Kau dengan kegilaanmu yang tak berperikemanusiaan, dan jangan seolah-olah kau menyelamatkanku! Kau hanya mencoba menyelamatkan dirimu sendiri!"

Senyum Marcus tak pudar juga meski dibentak seperti itu, malah semakin lebar, "Menyelamatkan kita berdua, ingat itu Kyuhyun, kita berdua." Gumamnya puas, membuat Kyuhyun kehabisan kata-kata. "Aku tidak berniat melakukan itu kepada kakek dan nenek Sungmin, tetapi dia mulai menyadari tentang kita dan hendak membawa Sungmin menjauh. Jadi aku harus menyingkirkannya.. mengenai nenek Sungmin… dia terlalu ingin tahu seperti Soonkyu, mengorek-ngorek informasi mengenai suaminya. Aku harus bertindak. Memangnya kau punya jalan lain?"

Kyuhyun terdiam mendengar pertanyaan Marcus, membuat tawa Marcus makin keras. "Lihat kan? Kau tidak bisa membantah… seharusnya kau berterimakasih padaku." Marcus terdiam menunggu.

Tapi Kyuhyun tak bergeming sehingga Marcus terkekeh lagi. "Ah, percuma mengharapkan terimakasih darimu." Tatapan Marcus berubah tajam ketika dia mulai berpikir. "Sekarang tanpa adanya Soonkyu, segalanya akan lebih mudah untuk mendapatkan gadisku."

"Dia bukan gadismu!" potong Kyuhyun marah.

Marcus menatap Kyuhyun penuh perhitungan, lalu tersenyum. "Cemburu Kyuhyun? Kau juga menginginkannya kan? Aku tahu itu, tak ada yang bisa kau sembunyikan dariku, aku bisa merasakannya, perasaan ingin memiliki ketika kau menatap Sungmin dari kejauhan…" tawa Marcus membahanan di ruangan itu. "Kita lihat saja nanti, akan jatuh cinta kepada siapa Sungmin. Kepadamu dengan kekakuanmu yang membosankan itu, atau kepadaku dengan segala pesonaku."

Ucapan itu bagai sebuah janji, menggema dari sudut yang gelap, janji yang menakutkan…

.

.

Ketika Sungmin terbangun, rasanya masih seperti mimpi, dia mandi, berpakaian dan berjalan seperti robot, mengernyit ketika menyadari bahwa tasnya memang benar-benar tidak ada. Dia harus pergi dari rumah ini. Segera. Selain karena sudah tidak sepantasnya berada di rumah ini lagi, kenangan itu… kenangan akan tubuh Soonkyu yang tergeletak dibawah tangga dengan mata menyiratkan ketakutan yang amat sangat itu…

Sungmin menggeleng-gelengkan kepalanya, mencoba menghilangkan pikirannya yang mulai melantur jauh. Suara gaduh di luar membuatnya tertarik, dia melangkah ke pintu dan mengintip, para pelayan tampak sibuk kesana kemari.

"Kau sudah bisa bangun rupanya."

Suara itu membuat Sungmin terlonjak kaget, dia menoleh, dan di sana, sambil bersandar di dinding lorong, dengan pakaiannya yang serba hitam, Kyuhyun berdiri dengan menatapnya geli.

Sungmin menghembuskan nafas panjang. Ah astaga, sepertinya laki-laki ini memang sangat suka membuatnya terkejut.

"Oh.. iya.. saya.."

"Hari ini pemakaman Soonkyu, karena wartawan ada banyak sekali disana, aku sarankan kau tidak usah hadir, semua sudah diurus." Sela Kyuhyun seolah tak tertarik dengan kata-kata Sungmin.

Sungmin menelan ludah gugup, kenapa laki-laki ini tampak begitu dingin? Bukankah Soonkyu adalah calon isterinya? Setidaknya bukankah seharusnya ada setitik perasaan sedih yang tersirat disana?

"Saya uhmm.. sedang berpikir untuk segera pergi dari rumah ini." Gumam Sungmin pelan, entah kenapa kehadiran Kyuhyun yang hanya berdiri disana terasa begitu mengintimidasi.

"Kenapa?" alis Kyuhyun tampak mengernyit.

"Karena saya sudah tidak sepantasnya tinggal disini. Lagipula, saya memang tidak berencana pergi terlalu lama…"

"Tidak." Suara Kyuhyun berubah, kelam dan gelap. Ekspresi wajahnya pun berubah, seolah-olah orang lain yang berdiri di situ.

"A..apa?" Sungmin mengamati wajah Kyuhyun, tiba-tiba merasa takut entah kenapa.

"Kau tidak boleh pergi dari rumah ini." Lelaki itu melangkah maju dengan pandangan mengancam.

Sungmin melangkah mundur dengan gerakan refleks, "Kenapa?"

"Karena…" lelaki itu mengerutkan keningnya, tampak berpikir, "Para wartawan masih berkeliaran mengawasi rumah ini, mereka akan memangsamu seperti piranha mengerubuti mangsanya kalau mereka tahu tentangmu."

"Tetapi.. mereka tidak tahu tentang saya, saya akan menyelinap diam-diam di malam hari, mereka mungkin akan mengira saya salah satu pelayan dirumah ini."

"Jangan merendahkan dirimu." Kyuhyun mengerutkan keningnya, tak suka ketika Sungmin menyamakan dirinya sebagai pelayan. "Ibumu sudah tidak ada, jadi tidak akan ada yang bisa merendahkanmu lagi. aku sudah memastikannya."

Sungmin menatap Kyuhyun, dan mengerutkan kening lagi. lelaki itu tampak berbeda, dia tampak menakutkan. Dan dia mirip dengan laki-laki dalam mimpinya… laki-laki yang mengatakan bahwa namanya adalah Marcus…

Tiba-tiba perasaan takut menyelimuti Sungmin, dan Kyuhyun tampaknya mengetahuinya, entah kenapa lelaki itu tampaknya bisa mengendus ketakutan dalam diri Sungmin.

"Kenapa Sungmin?" ada senyum di situ, senyum yang lembut tetapi tampak menakutkan. "Kenapa wajahmu pucat? Kau teringat sesuatu?" lelaki itu melangkah maju, mulai mendekat.

"Tidak… tidak saya hanya sedikit pusing." Itu memang benar. Semua hal ini membuat kepalanya pusing.

"Karena itulah kau tidak boleh pergi dari rumah ini dulu. Aku tidak akan mengizinkanmu." Kyuhyun berhenti mendekati Sungmin, untuk kemudian melangkah mundur, "istirahatlah."

Dan dengan tenang lelaki itu melangkah pergi. Meninggalkan aura ketakutan memancar di belakangnya.

.

.

"Kau harus menyebarkan kabar itu kepada wartawan." Kyuhyun berbicara dengan dingin kepada seseorang di seberang telepon. "Hembuskan kabar bahwa Soonkyu memiliki anak gelap."

"Apakah anda ingin semua wartawan berbondong-bondong datang ke rumah ini?" itu suara Kangin, salah satu anak buah kepercayaan Kyuhyun yang sangat setia.

"Ya. Buatlah kekacauan. Aku akan memastikan Sungmin tahu tentang itu semua."

"Saya akan menyebarkannya. Para wartawan akan berpesta pora."

"Bagus," Kyuhyun tersenyum. "Lakukan dengan baik."

Telepon ditutup dan Kyuhyun menghela napas. Dia harus mempertahankan Sungmin dulu di rumah ini. Setidaknya sampai dia bisa mengambil hati Sungmin. Sampai Sungmin tertarik kepadanya dan tidak mau pergi dengan kemauannya sendiri.

Tetapi hal itu tampaknya tidak mudah. Ketika Marcus muncul dan menguasainya, Sungmin tampak ketakutan, Kyhyun memperhatikan ketika Sungmin melangkah mundur dengan reflex untuk melindungi dirinya dari aura mengancam Marcus.

Dia menatap ke arah cermin dan melihat bayangannya. Bayangan yang dalam benaknya kini tampak tersenyum mengejek dan jahat, senyum Marcus.

"Dia tidak menyukaimu. Kalau kau tidak mau membuatnya kabur dan lari ketakutan, kau harus menyingkir."

Marcus tersenyum sinis, "Dan kau pikir dia lebih menyukaimu?"

"Dia lebih tenang kalau aku yang ada di depannya." Kyuhyun menatap Marcus tajam, "Aku sedang berusaha membuatnya bertahan di tempat ini. Jangan mengacaukannya!"

Marcus terkekeh mendengar perkataan Kyuhyun. "AKu tidak janji." Lalu bayangan lelaki itu menghilang dalam kegelapan, dan Kyuhyun menatap kembali wajahnya sendiri di cermin. Menghembuskan napasnya dengan kesal.

.

.

Kyuhyun tidak memiliki Marcus di dalam dirinya sejak lahir. Dulu dia anak yang normal dan biasa-biasa saja. Kemudian ketika usianya enam tahun, di saat kedua orang tua kandungnya masih hidup, Kyuhyun mulai merasakannya. Ada sesuatu yang gelap dan menakutkan tumbuh di dalam dirinya. Sesuatu yang kejam dan mengerikan.

Dia pernah tersadar ketika memegang seekor kelinci yang telah dimutilasi dangan kejam. Kelinci itu masih utuh, tetapi tangan dan kakinya di potong, dan mata serta organ dalam tubuhnya dikeluarkan, berceceran di tanah. Kyuhyun yang masih berumur tujuh tahun tersentak dan membuang kelinci itu ke tanah, berlari ketakutan.

Rupanya itulah saat pertama Marcus bisa muncul dan menguasai tubuhnya.

Kejadian-kejadian lain tak kalah mengerikannya. Marcus selalu membawa aura kemarahan dan kebencian. Dan selalu muncul disaat-saat yang tidak terduga.

Di masa sekolah dasarnya, Kyuhyun selalu di skors di sekolah untuk hal-hal kejam yang dia tidak tahu, memukul teman sekelasnya dengan penggaris logam, menggores pipi teman perempuannya dengan pisau cutter, membunuh anjing peliharaan penjaga sekolah yang selalu menggonggonginya.. dan semua hal itu, bahkan Kyuhyun tidak merasa pernah melakukannya.

Kyuhyun kebingungan, merasa difitnah dan diperlakukan kejam oleh orang-orang di sekelilingnya, semua orang takut kepadanya. Bahkan ibunya sendiri mulai takut kepadanya dan menjauhinya, bersikap gugup kalau Kyuhyun ada didekatnya. Begitu juga ayahnya, yang memang sejak semula bersikap dingin dan menjauh. Meskipun ada perubahan besar dalam diri ayahnya, ayahnya sangat kejam dan tegas, dan tidak segan-segan memukul Kyuhyun kalau Kyuhyun melakukan sesuatu yang menurunya salah dan tidak sesuai dengan standarnya, tetapi sepertinya ayahnya sudah berhenti memukulnya.

Pertama kali Marcus berkomunikasi padanya adalah suatu malam di usianya yang kesepuluh. Kyuhyun melihat bayangan di depannya bisa membalas perkataannya dan memperkenalkan diri.

"Aku Marcus." Katanya waktu itu. "Bisa dikatakan kita berbagi rumah yang sama."

Lalu semuanya jelas bagi Kyuhyun. Marcus-lah yang melakukan semua kekejaman itu. Marcus adalah sisi lain dirinya, alter egonya yang sangat kejam dan tidak berperikemanusiaan. Lelaki itulah yang dirasakannya menyelinap bagai bayangan gelap dan menakutkan bertahun lalu, seakan menunggu saat untuk meledak dan menguasainya.

Kyuhyun tidak mau Marcus lepas dan tak terkendali, lalu merusak hidupnya. Kyuhyun lalu dengan sekuat tenaga berusaha menekan Marcus dalam-dalam, mengendalikannya, membuatnya tertidur jauh di dalam dirinya. Sampai kemudian kedua orang tuanya tewas dalam kecelakaan pesawat itu dan Kyuhyun di ambil oleh keluarga angkatnya, sebagai wali Kyuhyun sampai dia berusia 21 tahun dan boleh menerima warisan keluarga secara hukum, yang ditunjuk oleh ayah Kyuhyun, mereka adalah sahabat ayah Kyuhyun. Dan mereka memberikan suasana keluarga yang hangat dan menyenangkan bagi Kyuhyun, jauh dari suasana dingin dan kaku yang ada di rumah Kyuhyun sebelumnya.

Bahkan Marcus pun sepertinya menyadari kebaikan keluarga angkat itu, karena dia jarang memberontak muncul dan mengganggu. Semua tampak berjalan lancar, sampai entah kenapa Kyuhyun lengah dan Marcus berhasil menguasai tubuhnya. Lalu menciptakan sebuah kejadian yang membuat mereka sama-sama terobsesi kepada Sungmin.

Obsesi itu yang membuat Marcus semakin lama semakin kuat dan bisa muncul kapanpun sesuai kemauannya sendiri. Keinginan Marcus memiliki Sungmin begitu kuat sehingga Kyuhyun sendiri tidak mampu membuatnya tertidur lama-lama.

.

.

Marcus memasuki kamar Sungmin, dengan langkah tenang dan tidak terlihat, seperti yang biasanya dilakukannya kalau dia menyelinap kekamar perempuan itu.

Sungmin tertidur dengan lelap, mungkin obat penenang dari dokter itu mumbuatnya tenggelam dalam mimpi yang dalam. Bagus. Itu berarti Marcus bisa leluasa.

Lelaki itu duduk di pinggiran ranjang dan menyentuhkan jemarinya menelusuri pipi Sungmin. Benarkah perempuan ini takut kepadanya? Kenapa Sungmin takut kepadanya? Dalam benak Marcus. Sungmin adalah perempuian satu-satunya yang melihatnya apa adanya. Mata polos itu dulu pernah menatapnya, menatapnya dengan perhatian ketika dia telah membunuh orang dengan mengerikan.

Bahkan Sungmin waktu itu menawakan plester untuk lukanya. Marcus saat itu sudah siap membunuh Sungmin. Baginya tidak masalah membunuh anak kecil yang merupakan saksi mata. Tetapi dia mengurungkan niatnya karena anak kecil itu menawarkannya plester untuk menyembuhkan lukanya. Sebuah tindakan yang konyol… tetapi menyentuh hati Marcus yang gelap. Dan hari itu, Marcus menyadari bahwa dia harus bisa memiliki sungmin. Gadis itu memberinya kekuatan. Semakin lama semakin kuat. Hingga mungkin dia bisa menyingkirkan Kyuhyun dari tubuh ini, dan menguasainya sepenuhnya.

Marcus menunduk dan mengecup bibir Sungmin yang sedang tertidur pulas. Bersyukur atas obat penenang yang diberikan oleh dokter itu sehingga Sungmin tidak akan sadar kalau dia bertindak sedikit lebih jauh. Jemarinya membuka kancing kemeja Sungmin, menyentuh buah dadanya, dan meremasnya lembut. Gairahnya naik, seperti biasanya. Kalau berhubungan dengan perempuan, Marcus hanya mengetahui satu hal yaitu nafsu. Dia tidak pernah tahu cara lain untuk menggambarkan perasaannya kepada perempuan.

Bibirnya turun ke leher Sungmin, meresapi harumnya perempuan itu yang menggoda seluruh saraf tubuhnya. Dan Marcus mengecupnya, mencecap setiap rasanya. Ketika bibirnya sampai ke bagian paling atas payudara Sungmin yang ranum dan menggoda, Marcus mengecup lebih dalam, melumat kulit halus itu, sehingga meninggalkan tanda kemerahan disana, membuat Sungmin sedikit menggeliat dan mengerutkan kening dalam tidur pulasnya.

TBC

.

.

.

Belum ada seminggu kan ya?

Kali ini saya benar-benar menepati janji kan?

Kalau begitu beri saya penghargaan dengan meninggalkan jejak meski hanya dengan satu alphabet.

Maaf untuk typo(s) yang masih berceceran..

Pay.. pay..

Kim Ah Reum