Sebuah Remake dari novel karya Shanti Agatha dengan judul From The Darkest Side
.
Disclaimer
Ide cerita dan sebagian besar cerita diambil dari novel aslinya dengan penambahan dan pengurangan seperlunya.
.
Title :
From The Darkest Side
Cast :
Cho Kyuhyun as Namja
Lee Sungmin as Yeoja
Marcus Cho as Namja
And other cast
Warning :
GS, Typos, de el el
Chapter 7
Marcus menunduk dan mengecup bibir Sungmin yang sedang tertidur pulas. Bersyukur atas obat penenang yang diberikan oleh dokter itu sehingga Sungmin tidak akan sadar kalau dia bertindak sedikit lebih jauh. Jemarinya membuka kancing kemeja Sungmin, menyentuh buah dadanya, dan meremasnya lembut. Gairahnya naik, seperti biasanya. Kalau berhubungan dengan perempuan, Marcus hanya mengetahui satu hal yaitu nafsu. Dia tidak pernah tahu cara lain untuk menggambarkan perasaannya kepada perempuan.
Bibirnya turun ke leher Sungmin, meresapi harumnya perempuan itu yang menggoda seluruh saraf tubuhnya. Dan Marcus mengecupnya, mencecap setiap rasanya. Ketika bibirnya sampai ke bagian paling atas payudara Sungmin yang ranum dan menggoda, Marcus mengecup lebih dalam, melumat kulit halus itu, sehingga meninggalkan tanda kemerahan disana, membuat Sungmin sedikit menggeliat dan mengerutkan kening dalam tidur pulasnya. Dia menegakkan tubuh dan tersenyum puas melihat hasilnya. Ini sama seperti seorang pejantan yang memberi tanda kepada betinanya.
Dengan tenang dia mengancingkan kembali piyama Sungmin, dan merapikan kembali selimutnya. Dalam senyuman dia mengecup bibir Sungmin untuk terakhir kalinya, sebelum meninggalkan gadis itu terbaring lelap di ranjang.
Sekarang belum saatnya memiliki Sungmin. Nanti, kalau waktunya sudah tepat Marcus akan mengambil Sungmin, menguasainya dan mempermainkannya sesukanya, sampai dia bosan.
.
.
Ketika Sungmin terbangun keesokan harinya, hujan turun dengan derasnya di pagi hari yang muram itu. Menghantamkan air ke jendela kaca kamarnya, membuat suasana makin gelap dan murung. Sungmin melangkah turun dari ranjang. Pelayan biasanya sudah datang dan menyiapkan peralatan mandinya, tetapi kali ini tidak ada yang datang. Sungmin berpikir mungkin Kyuhyun memerintahkan mereka untuk tidak mengganggu tidurnya.
Dengan gontai, masih setengah mengantuk Sungmin melangkah ke dalam kamar mandinya. Dia melepaskan piyamanya dan berdiri telanjang di bawah pancuran air hangat. Dia sedang tidak ingin berlama-lama di kamar mandi, karena itu dia sama sekali tidak melirik ke arah bathtub. Selesai mandi dan merasa segar akibat siraman air hangat ke tubuhnya, Sungmin berdiri di depan cermin dan mengambil sikat gigi dari tepi wastafel. Dia mulai menyikat giginya dan tertegun.
Sungmin tertegun melihat bayangan yang terpantul di kaca kamar mandinya. Di bagian atas payudaranya, ada tanda merah yang sedikit membiru. Dengan bingung digosoknya tanda itu, tidak sakit. Apakah bekas gigitan serangga? Kenapa tidak terasa gatal dan sakit?
Lama Sungmin mengerutkan keningnya sambil memandang tanda itu. Tetapi kemudian dia menarik napas dan melanjutkan menggosok giginya. Mungkin memang hanya ruam di kulitnya yang sekarang sudah sembuh, pikirnya dalam hati.
.
.
Kyuhyun memintanya datang keruang keluarga setelah sarapan, jadi Sungmin menurutinya meski sedikit enggan, berduaan dengan lelaki itu terasa sedikit mengintimidasinya. Tetapi tentu saja Sungmin tidak bisa menolaknya.
"Kemarilah." Lelaki itu duduk di sofa dan menepuk tempat di sebelahnya dengan ramah, membuat Sungmin mau tak mau mengambil tempat duduk di sebelah Kyuhyun.
Di depan mereka ada sebuah televisi besar yang di nyalakan. Menayangkan berita gossip.
"Lihatlah berita itu." Gumam Kyuhyun datar.
Sungmin melihat berita itu. Para wartawan sedang berdiri di depan tempat yang dia kenal. Tempat itu… tempat itu adalah rumahnya! Rumah tempat tinggalnya dengan kakek dan neneknya. Kenapa para wartawan berdiri didepan rumahnya?
"mereka entah darimana mendapatkan kabar bahwa Soonkyu memounyai seorang putrid yang dirahasiakan." Kyuhyun bergumam sambil mengamati berita televisi itu, "Dan sekarang mereka menyerbu ke rumah mu, mencari tahu. Untung saja rumah itu kosong karena kau ada di sini, kalau tidak mereka akan menyerbumu."
Sungmin masih tertegun. Tiba-tiba merasa takut, para wartawan itu sama persis yang di katakan Kyuhyun, mereka seperti piranha yang kelaparan, berusaha mengerubuti dan mengejar mangsa mereka. Hidupnya dulu tenang, dan Sungmin nyaman berada di dalamnya, kenapa hidupnya bisa berubah seperti ini?
Kyuhyun menoleh menatap Sungmin yang masih terdiam, "mereka juga berusaha mengejarku, tetapi mereka tidak bisa menembus pagar rumahku. Kalau kau mengintip jauh keluar sana, kau pasti bisa melihat beberapa mobil parkir disana, mengintip dan berusaha mendapatkan informasi sekecil apapun." Kyuhyun menarik napas panjang. "Mereka tidak tahu kau ada di rumah ni, jadi kau bisa berlindung di rumah ini sementara, sampai para wartawan itu tenang."
Sungmin menghela napas panjang. Dia bersungguh-sungguh ingin pergi. Perasaannya tidak enak dan dia merasa tidak pantas berada di rumah ini. Kyuhyun bukan siapa-siapanya, dan tinggal di sini terasa mengganggu pikirannya. Tetapi kalau situasinya berubah seperti ini, dia tidak bisa menolak bantuan Kyuhyun bukan?
Sungmin menhelanapas lagi, berusaha mencari cara untuk menghindar, di tatapnya Kyuhyun dengan ragu.
"Mungkin saya bisa mencari teman yang bersedia menampung saya untuk sementara waktu?"
Kyuhyun terkekeh, "Aku yakin teman-temanmu tidak mempunyai pagar yang kokoh dan tidak tertembus seperti pagarku. Apakah kau ingin mengganggu kehidupan mereka dangan serbuan wartawan itu? Wartawan itu tidak akan berhenti Sungmin, kau adalah berita panas yang mereka kejar, dan mereka tidak akan berhenti sampai mereka mendapatkanmu."
Sungmin mengernyitkan dahinya, "Tapi… saya merasa tidak pantas tinggal di rumah ini. Saya bukan siapa-siapa anda dan…"
"Anggaplah aku temanmu, oke? Rumah ini besar dan bisa menampungmu. Kau akan aman di sini. Tidak ada yang tahu kau di sini. Aku tidak meraa direpotkan olhmu, dank au bebas pergi setelah keadaan aman. " Kyuhyun tersenyum lembut. "AKu akan menjagamu Sungmin."
Dan entah kenapa Sungmin menyadari ada kejujuran yang tulus di balik kata-kata Kyuhyun.
.
.
Tetapi Kyuhyun yang sekarang makan malam dengan Sungmin sangat berbeda. Lelaki itu berubah, menyebarkan aura ketakutan yang sama seperti yang di rasakan Sungmin beberapa waktu lalu. Lelaki itu diam sepanjang makan malam yang hening. Hanya melirik Sungmin dengan tatapan tajam yang sedikit menakutkan beberapa kali. Membuat Sungmin merasa tidak nyaman.
Kyuhyun tidak berusaha memulai percakapan, karena itu Sungmin juga diam saja. Membiarkan para pelayan melayani mereka dari sajian pembuka, sampai penutup. Ketika sajian penutup sudah selesai di hidangkan, Sungmin menatap Kyuhyun yang mulai menuangkan anggur ke gelasnya dengan gugup,
"Saya rasa… saya akan kembali ke kamar dan beristirahat."
Lelaki itu diam saja menyesap anggurnya dan menatap Sungmin dari atas gelasnya. Semakin lama aura lelaki itu terasa semakin menyesakkan dadanya.
Sungmin meletakkan serbetnya dengan hati-hati, lalu menganggukkan kepalanya kepada Kyuhyun dan dengan langkah cepat keluar dari ruang makan itu, berusaha secepat mungkin keluar dari sana, membebaskan diri dari suasana yang menyesakkan dadanya.
Dia sudah membuka pintu ruang makan itu sedikit, ketika tangan Kyuhyun yang ramping dan kuat terulur begitu saja di belakangnya. Telapak tangannya mendorong pintu itu supaya menutup lagi.
Kyuhyun sudah berdiri di belakang Sungmin, begitu dekat hingga napasnya berembus hangat di puncak kepala Sungmin dan dadanya hampir menyentuh punggung Sungmin. Sungmin berdiri dengan gugup menghadap pintu, masih membelakangi Kyuhyun jantungnya berdebar entah kenapa.
Lelu lelaki itu menundukkan kepalanya, berbisik dengan hembusan lembut di telinga Sungmin, membuat bulu kuduk Sungmin berdiri.
"Kenapa kau begitu buru-buru berpamitan Sungmin? Apakah kau takut kepadaku?"
TBC
.
.
.
Selama masih Februari itu artinya masih ulang tahun Kyuhyun kan?
Selamat ulang tahun Kyuhyun… hope this year brings you lost of happiness and good health…
Pay pay
Kim Ah Reum
