Sebuah Remake dari novel karya Shanti Agatha dengan judul From The Darkest Side

.

Disclaimer

Ide cerita dan sebagian besar cerita diambil dari novel aslinya dengan penambahan dan pengurangan seperlunya.

.

Title :

From The Darkest Side

Cast :

Cho Kyuhyun as Namja

Lee Sungmin as Yeoja

Marcus Cho as Namja

And other cast

Warning :

GS, Typos, de el el

Chapter 8

Kyuhyun sudah berdiri di belakang Sungmin, begitu dekat hingga napasnya berembus hangat di puncak kepala Sungmin dan dadanya hampir menyentuh punggung Sungmin. Sungmin berdiri dengan gugup menghadap pintu, masih membelakangi Kyuhyun jantungnya berdebar entah kenapa.

Lalu lelaki itu menundukkan kepalanya, berbisik dengan hembusan lembut di telinga Sungmin, membuat bulu kuduk Sungmin berdiri.

"Kenapa kau begitu buru-buru berpamitan Sungmin? Apakah kau takut kepadaku?"

Debar jantung Sungmin makin kencang. Perasaan ini sama seperti perasaan seekor tikus yang terperangkap dalam cengkeraman kucing besar. Kucing itu tidak ingin memakannya dulu, dia lebih memilih bermain-main dengan korbannya, membuatnya kaku ketakutan, sebelum menelannya bulat-bulat.

"ti… tidak, saya hanya sedikit lelah.."

"Kau sudah tidur seharian ini, tidak mungkin kau lelah." Kyuhyun berbisik pelan di telinga Sungmin.

Lalu tanpa disangka-sangka, lelaki itu menunduk makin dalam, jemarinya menyingkap leher gaun Sungmin sehingga menampakkan pundaknya yang rapuh. Dengan gerakan sensual yang mengancam, lelaki itu mengecup pundak Sungmin, ringan bagaikan kupu-kupu, tapi membuat Sungmin gemetaran,. "Kau bisa menemaniku bercakap-cakap malam ini. Aku kesepian."

Apakah lelaki ini mabuk? Sungmin bertanya-tanya. Tubuhnya gemetar ketakutan. Ingin melepaskan diri, tetapi terhimpit oleh Kyuhyun dan pintu. Dia takut lelaki ini berbuat kasar kepadanya, karena sepertinya lelaki ini dalam suasana hati yang buruk.

"Lepaskan saya Kyuhyun." Suara Sungmin pelan, dan gemetar, tetapi dia berusaha terdengar tegas.

Kyuhyun terkekeh pelan di belakang Sungmin. Tetapi lelaki itu melangkah mundur satu langkah dan melepaskan Sungmin. Membuat Sungmnin langsung menghembuskan napas lega merasakan tubuh Kyuhyun menjauh.

"Selamat beristirahat Sungmin…"

Sungmin tidak sempat mendengarkan lagi. Dia langsung membuka pintu ruang makan itu dan setengah berlari ke kamarnya. Dengan tergesa dikuncinya pintu kamarnya, lalu bersandar di pintu itu dengan ketakutan. Aura lelaki itu berbeda, ada nuansa kejam di sana. Kyuhyun yang di ruang makan tadi mirip sekali dengan Kyuhyun dalam mimpi Sungmin beberapa waktu lalu… lelaki yang mengatakan bahwa namanya adalah Marcus…

Sungmin memandang ke sekeliling ruangan. Setelah memastikan bahwa pintunya terkunci rapat, dia melangkah ke ranjang dan duduk disana dengan gelisah. Ini tidak bisa di lanjutkan. Dia tidak bisa tinggal di rumah ini. Ada sesuatu yang gelap dan misterius yang menghantui rumah ini. Membuatnya merasa di awasi, merasa tidak tenang setiap saat. Sungmin harus keluar dari rumah ini, dia mungkin bisa menemukan teman di daerah terpencil yang bisa menampungnya, jauh dari jangkauan para wartawan. Ya, sebesar apapun resikonya, Sungmin merasa dia harus segera pergi dari rumah ini.

.

.

Ketukan di pintu kamarnya membuat Sungmin terbangun dari tidur lelapnya. Dia membuka matanya dan mengerjap merasakan terpaan sinar matahari menyilaukannya. Astaga… sudah jam berapa ini?

Sepertinya karena semalam dia tidak bisa tidur, dia bangun kesiangan. Dengan gugup dia duduk di ranjangnya. Ketukan itu terdengar lagi, membuat Sungmin waspada. Dia memang sengaja mengunci pintunya, hanya sekedar berjaga-jaga atas ketakutan yang tidak bisa dijelaskannya.

"Siapa?"

"Ini Yesung." Suara Yesung sang kepala pelayan terdengar di luar. "tuan Kyuhyun meminta saya memastikan anda baik-baik saja, karena anda tidak turun untuk sarapan."

"Saya… saya baik-baik saja." Sungmin merapikan rambutnya dan memastikan piyamanya rapi, lalu melangkah turun dari ranjang dan membuka kunci pintu. Yesung tampak berdiri disana dengan ekspresi datarnya.

"saya bangun kesiangan, mungkin karena pengaruh obat dari dokter, maafkan saya tidak turun untuk sarapan." Sungmin tersenyum meminta maaf kepada Yesung.

Ada seulas senyum kecil yang muncul di wajah Yesung yang datar. Tetapi hanya sekerjapan mata dan menghilang. Hingga Sungmin sendiri tak yakin dengan penglihatannya. "Tidak apa-apa nona Sungmin. Saya senang anda baik-baik saja. Oh ya, kalau anda sudah siap, Tuan Kyuhyun ingin bertemu di ruang kerjanya." Yesung sedikit membungkukkan badannya, "Kalau begitu saya permisi dulu."

Sungmin termangu. Kenapa Kyuhyun ingin bertemu dengannya? Dibayangkannya suasana makan malam kemarin yang menakutkan, membuatnya merasa enggan.

Sementara itu, langkah Yesung tampak meragu, kemudian dia berhenti melangkah dan berputar, menatap Sungmin yang masih berdiri di ambang pintu. " Anda mengunci pintu kamar anda." Yesung menatap Sungmin dengan tatapan tajam.

"Eh,, iya.." sungmin mengalihkan pandangannya gugup, tidak tahan dipandang setajam itu, benaknya berputar mencari alasan. "Saya terbiasa mengunci pintu kamar di rumah, maafkan saya membawa kebiasaan itu di sini."

"Tidak apa-apa." Yesung menggelengkan kepalanya. "Saya harap anda melakukannya terus."

"Melakukan apa?" sungmin menatap Yesung dengan bingung

"Mengunci pintu kamar anda setiap malam." Yesung berucap misterius, lalu membalikkan badannya dan melangkah meninggalkan Sungmin yang masih terpaku bingung di ambang pintu, memikirkan arti kata-kata Yesung. Lelaki itu menyuruhnya mengunci pintu kamar setiap malam. Seakan-akan ada bahaya yang mengintainya kalau dia tidak mengunci pintu kamar. Tiba-tiba Sungmin merasakan bulu kuduknya berdiri.

Ada bahaya apa yang mengintainya di rumah ini?

.

.

"Maafkan aku memanggilmu kemari." Lelaki itu sedang menghadap berkas-berkas yang tampaknya rumit di meja kerjanya. Ketika dia melihat Sungmin melirik berkas-berkas itu, Kyuhyun tersenyum, "Oh.. aku sedang memeriksa beberapa pekerjaan, kau tahu wartawan-wartawan di depan itu membuatku tidak bisa keluar rumah, jadi aku melakukan pekerjaanku dari dalam rumah. Untunglah teknologi sudah cukup maju sekarang ini, jadi perusahaanku tetap aman dan terkendali. Duduklah Sungmin, aku ingin membicarakan sesuatu."

Sungmin mengikuti permintaan Kyuhyun dan duduk di kursi di depan meja kerja Kyuhyun, mengamati ketika lelaki itu merenung dengan kedua tangan di tumpangkan di dagu. Lalu lelaki itu menghela napas.

"Mungkin apa yang akan kukatakan ini akan sangat mengejutkanmu." Tatapannya berubah lembut, penuh permintaan maaf, "Sebelumnya aku minta maaf atas tingkahku saat makan malam kemarin, aku tahu itu keterlaluan dan tidak dapat di maafkan. Tetapi semoga kau mengerti, mungkin malam itu aku sedang mabuk, aku bahkan tidak begitu ingat apa yang kulakukan dan kukatakan, tapi aku tahu itu buruk, dan aku menyesal."

Ini Kyuhyun yang biasa. Sungmin menyimpulkan dalam hatinya, lelaki ini kembali menjadi Kyuhyun yang berwibawa dengan auranya yang tulus. Tidak menakutkan seperti semalam, Sugnmin masih begidik mengingat kejadian semalam… dan Kyuhyun mengatakan dia mabuk, mungkin jauh di dalam hatinya lelaki itu masih bersedih atas kematian ibunya. Bagaimanapun mereka sepasang kekasih bukan? mungkin kelakuan menakutkan Kyuhyun yang kemarin masih bisa di maklumi.

"Tidak apa-apa. Saya mengerti…"

Kyuhyun tersenyum lalu matanya berubah serius. "Well, ini mengenai apa yang akan ku ungkapkan kepadamu Sungmin… aku minta maaf kalau aku tidak menghubungimu sebelumnya. Aku hanya ingin memastikannya sebelum mengatakannya kepadamu…" lelaki itu mengambil album foto yang pernah dilihat Sungmin sebelumnya, disitu ada foto kedua orang tua angkat Kyuhyun dan kakak Kyuhyun yang lebih tua.

"Kau lihat, ini kedua orang tua angkat dan kakak angkatku, namanya Kangin hyung." Mata Kyuhyun tampak sedih. "Mereka meninggal karena kecelakaan. Mereka semua meninggal di tempat begitupun Kangin hyung. Tetapi jauh, lama sebelum Kangin hyung meninggal dia menitipkan sebuah rahasia kepadaku..."

Sungmin menatap foto Kangin di sana. Lelaki yang tampan. Dengan senyumnya yang hangat, sayang sekali dia harus meninggal di usia muda.

"Kangin hyung pernah mengatakan kepadaku, di masa mudanya dia pernah melakukan perbuatan tidak bertanggung jawab, dia menghamili kekasih masa SMUnya, tetapi hubungan mereka tidak berjalan baik sehingga dia memberikan uang kepada kekasihnya untuk menggugurkan kandungannya dan kemudian dia pergi dan meninggalkan kekasihnya..." Kyuhyun menatap Sungmin dalam- dalam."Tetapi kemudian, dia menyadari bahwa ternyata kekasihnya di masa lalunya itu tidak pernah mengugurkan kandungannya, dia ternyata mempunyai seorang putri yang waktu itu sudah berumur satu tahun."

Sungmin mulai menangkap sinyal- sinyal itu. Benaknya menarik kesimpulan, tetapi pikiran logisnya tidak mau percaya... apakah itu benar? Mungkinkah itu? Bagaimana mungkin semua bisa begitu kebetulan?

"Ya Sungmin... putri Kangin hyung adalah dirimu." Kyuhyun melemparkan jawaban itu, menghapuskan semua keraguan di pikiran Sungmin, "Tidakkah kau lihat foto itu? Dia sangat mirip denganmu."

Sungmin menatap foto itu, kali ini tangannya gemetar, begitupun hatinya, ikut tergetar. Oh astaga, lelaki ini, yang sedang membalas senyumnya di foto ini adalah appanya? Ayahnya yang selama ini dia anggap tidak pernah ada? Ayahnya yang selama ini tidak dia ketahui di mana dia berada, tidak berani ditanyakannya, meski hatinya bertanya- tanya? Sungmin mengakui mereka mirip, warna kulit itu, warna rambut yang pekat, bentuk alis dan bibir mereka. Sisanya adalah warisan dari Soonkyu... tetapi Sungmin menyadari dia percaya kepada Kyuhyun, Kangin adalah appanya.

Tetapi.. ayahnya sudah mengetahui tentang dirinya sejak dia berumur satu tahun, kenapa ayahnya tidak pernah menemuinya? Apakah ayahnya juga menolaknya seperti ibunya? Menganggapnya seperti aib di masa lalu yang harus dienyahkan? Sungmin mendongakkan kepalanya dari foto itu, menatap Kyuhyun dengan tatapan ragu dan takut, ragu akan jawaban yang diberikan oleh Kyuhyun, "Apakah appa saya... dia juga menolak saya?"

"Jangan menggunakan kata 'saya' Sungmin, itu terlalu formal." Kyuhyun menggelengkan kepalanya, "Dan astaga, tidak Sungmin, appamu mencintaimu..dia langsung menemui haraboeji dan halmoeni mu ketika dia tahu bahwa Soonkyu membuangmu. Tetapi haraboeji dan halmoenimu begitu ketakutan bahwa Kangin hyung akan merenggutmu dari mereka, mereka mengancam Kangin hyung kalau dia berani menemuimu, mereka akan menuntut Kangin hyung karena telah memperkosa Soonkyu. Ancaman yang bodoh... tetapi Kangin hyung begitu mencintaimu sehingga takut pertikaian itu akan mempengaruhimu, karena itu dia menerima kesepakatan dengan haraboeji dan halmoeni mu."

"Kesepakatan apa?"

"Bahwa appa mu tidak boleh menemuimu. Tidak boleh berinteraksi denganmu, setidaknya sampai kau berusia tujuh belas tahun dan sudah dewasa dan bisa menerima penjelasan. Sebagai gantinya, haraboeji dan halmoenimu akan mengirimkan laporan perkembanganmu dan mengabari keadaanmu." Kyuhyun mengeluarkan dua album foto besar dari laci meja kerjanya, "Haraboeji dan halmoeni mu mengirim foto perkembanganmu kepada Kangin hyung secara berkala, dan appa mu menyimpannya di sini." Kyuhyun mendorong album foto itu kepada Sungmin.

Di dalamnya berisi foto- foto masa kecil Sungmin. Tentu saja Kyuhyun tidak mengatakan bahwa dia memiliki enam album besar lain yang berisi foto- foto Sungmin ketika dewasa, yang dikirim oleh para anak buahnya yang mengikuti Sungmin secara diam -diam dan mengambil fotonya secara rahasia setiap saat.

Sungmin membuka album- album foto itu. Kyuhyun benar. Isinya adalah fotonya dari bayi sampai kanak kanak. Jadi selama ini ayahnya mengawasinya dari kejauhan, mencintainya diam -diam...matanya terasa panas, mulai berkaca -kaca.

"Dia sangat menyayangimu. Dia hanya menceritakan tentangmu kepadaku karena aku adik laki- laki yang dipercayainya. Meskipun aku hanya adik angkat, kami sangat dekat dan bersahabat..." Mata Kyuhyun melembut, "Dia selalu menunjukkan foto -fotomu dengan bangga, menyimpannya dengan hati- hati... dan berkata dia tak sabar untuk menunggu usiamu tujuh belas tahun dan menemuimu, mengatakan siapa sebenarnya dirinya..." Kyuhyun menghela napas panjang, "Sayangnya dia tidak bisa mencapai saat itu... sebelum usiamu tujuh belas, dia sudah terenggut karena kecelakaan tragis itu."

Air mata Sungmin menetes di pipinya tanpa disadarinya. Ayahnya ternyata begitu menyayanginya. Dia ternyata bukan putri yang ditolak dan ditinggalkan oleh kedua orang tuanya, setidaknya ayahnya menyayanginya. Album foto itu basah oleh air matanya yang menetes. Dengan tangan gemetar diusapnya air matanya, dan dipeluknya album foto itu seakan itu harta yang paling berharga baginya, "Album foto ini... bolehkah aku membawanya ke kamar? Aku ingin melihat- lihatnya..." Sungmin ingin membuka setiap lembar album ini sambil membayangkan bagaimana ayahnya membuka album ini dulu ketika dia masih hidup. Album ini menyimpan kenangan, kenangan berharga akan ayahnya yang tak sempat dikenalnya.

Kyuhyun menganggukkan kepalanya, "Tentu saja Sungmin.. itu milikmu." Dia menatap Sungmin dengan serius, "Kau pasti bertanya- tanya kenapa aku begitu kuat melarangmu keluar dari rumah ini... selain karena wartawan -wartawan itu... ini alasannya, sebelum meninggal, Kangin hyung memintaku menjagamu. Kangin hyung meninggal ketika usiamu delapan tahun. Aku berusia dua puluh tahun ketika itu. Dia memintaku menjagamu.. karena itulah aku berusaha mencarimu. Tetapi sama seperti yang dilakukan haraboeji dan halmoenimu kepada appamu, mereka melarangku mendekatimu... apalagi aku tidak ada hubungan apa- apa denganmu, jadi mereka melarangku mendekatimu sampai kapanpun, dan melarangku memberitahukan yang sebenarnya kepadamu, karena saat itu karier Soonkyu sedang sangat menanjak... mereka takut akan ada skandal yang mempengaruhi karier Soonkyu.. jadi aku mundur dan menunggu."

Tiba- tiba pikiran itu terasa menggelitik Sungmin sehingga dia tidak bisa menahan diri untuk bertanya, "Apakah kau mendekati ibuku karena..."

"Ya, aku mendekati ibumu karena mencari jalan untuk menemuimu. Tetapi jangan salah paham, aku memang tertarik pada Soonkyu, dia cantik dan menyenangkan dan aku serius untuk memperistrinya, dengan begitu aku bisa mendapatkan istri yang cantik, sekaligus bisa menunaikan janjiku kepada Kangin hyung, untuk menjagamu sebagai putriku." Kyuhyun mengernyit mendengar kebohongannya sendiri. Dia sama sekali tidak tertarik kepada Soonkyu, apalagi memperisteri perempuan yang palsu di segala hal itu, dan daripada menjadikan Sungmin puterinya, Kyuhyun lebih tertarik menjadikan Sungmin istrinya..

Sementara itu Sungmin berpikir dan menelaah semua hal. Pantas di saat pertemuan pertama mereka dulu, Kyuhyun begitu ngotot agar mereka menjadi satu keluarga dan agar Sungmin tinggal bersamanya kalau dia dan Soonkyu menikah nanti. Ternyata ini alasannya. Dan ternyata ini pula alasan kuat kenapa Kyuhyun menahannya di rumah ini.

"Ternyata semua tak berjalan sesuai rencana... Soonkyu meninggal dan..." Kyuhyun menghela napas panjang, "Maafkan aku, aku berencana memberitahukan kepadamu pelan -pelan. Tetapi aku tidak mau kau salah paham dan bingung karena aku menahanmu di sini. Aku...meski tidak berhubungan darah, aku sama saja seperti samchonmu. Appamu menitipkanmu kepadaku untuk kujaga, dan aku ingin melakukan janjiku kepadanya. Karena itu, kumohon kau mau mempertimbangkan untuk tinggal di sini bersamaku."

Sungmin tertegun, teringat akan tekadnya semalam untuk segera pergi dari rumah ini. Tetapi waktu itu dia ketakutan atas tingkah Kyuhyun yang aneh dan dia tidak tahu tentang kenyataan ini. Apakah dia harus mempertimbangkan lagi?

"Ada banyak kisah tentang Kangin hyung yang ingin kubagi denganmu, kalau kau tertarik ingin mendengar tentang appamu.." Kyuhyun melemparkan tawaran yang sangat menarik bagi Sungmin, membuat Sungmin tidak bisa menolak.

"Baiklah Kyuhyun, aku... aku akan tinggal di rumah ini, aku akan senang sekali kalau kau mau berbagi cerita tentang appaku kepadaku."

.

.

"Aku salah mengatakan kau kurang cerdik.. kau ternyata cerdik." Bayangan di kegelapan itu melemparkan senyum jahatnya kepada Kyuhyun, "Kau berhasil menahannya di rumah ini."

"Diam Marcus!" Kyuhyun menggeram marah, "Kau hampir membuatnya kabur semalam, dan aku yang harus membereskan kerusakan yang kau buat."

"Aku tidak tahan kalau dia ada di dekatku. Rasanya aku ingin melahapnya bulat- bulat..."

"Kalau kau berani menyakitinya, aku akan membuat Sungmin pergi dari rumah ini. Jauh darimu sehingga kau tidak bisa menemukannya lagi." Kyuhyun mendesis, mengancam.

Tanggapan yang dia terima dari Marcus hanyalah tawa mengejeknya yang khas, "Apakah kau berani melepaskannya Kyuhyun? Kau bahkan tidak tahan jauh -jauh darinya, aku ragu kau berani membuatnya jauh dariku, karena itu sama saja menjauhkannya darimu."

Kyuhyun terdiam, tertegun kaku. Tetapi kemudian menatap Marcus dengan pandangan menantang, "Kalau kau membahayakan Sungmin, aku akan melakukannya. Aku lebih mementingkan keselamatan Sungmin daripada kebahagiaanku. Kalau dengan menjauhkannya dari diriku dan akan membuat Sungmin bahagia dan selamat, aku akan melakukannya."

Marcus mengerutkan keningnya, mulai menyadari kebenaran dari ancaman Kyuhyun, dia menatap Kyuhyun penuh spekulasi.

"Kau tidak akan berani melakukannya,"

"Aku akan melakukannya."

"Walaupun begitu, Sungmin tidak akan lepas dariku, aku akan mencarinya kemanapun. Percuma saja Kyyuhyun. Apapun yang terjadi... Sungmin akan menjadi milikku." Tawa Msrcus masih membahana di kegelapan, penuh dengan ejekan yang kejam..

.

.

Sesuai permintaan, chapter ini lumayan panjangkan? Karena menurut yang saya baca di kotak review, kebanyakan readers mengomentari soal pendeknya cerita yang saya post. Sekarang saya akan memberi pilihan. Saya akan update chapter secara rutin dengan cerita yang pendek atau saya hanya sesekali update tapi dengan cerita yang panjang?

Sekarang penuhi permintaan saya untuk meninggalkan jejak di kotak review…

Oh ya, saya punya –kalau tidak salah- dua fanfiction yang saya anggurkan. Hanya sekedar bertanya apakah ff itu pantas dilanjutkan atau saya hapus saja dan focus dengan satu ff ini saja?

Maafkan untuk typo(s) yang masih berserakan.

Pay.. pay..

Kim Ah Reum