Sebuah Remake dari novel karya Shanti Agatha dengan judul From The Darkest Side

.

Disclaimer

Ide cerita dan sebagian besar cerita diambil dari novel aslinya dengan penambahan dan pengurangan seperlunya.

.

Title :

From The Darkest Side

Cast :

Cho Kyuhyun as Namja

Lee Sungmin as Yeoja

Marcus Cho as Namja

And other cast

Warning :

GS, Typos, de el el

Chapter 9

"Kalau kau berani menyakitinya, aku akan membuat Sungmin pergi dari rumah ini. Jauh darimu sehingga kau tidak bisa menemukannya lagi." Kyuhyun mendesis, mengancam.

Tanggapan yang dia terima dari Marcus hanyalah tawa mengejeknya yang khas, "Apakah kau berani melepaskannya Kyuhyun? Kau bahkan tidak tahan jauh -jauh darinya, aku ragu kau berani membuatnya jauh dariku, karena itu sama saja menjauhkannya darimu."

Kyuhyun terdiam, tertegun kaku. Tetapi kemudian menatap Marcus dengan pandangan menantang, "Kalau kau membahayakan Sungmin, aku akan melakukannya. Aku lebih mementingkan keselamatan Sungmin daripada kebahagiaanku. Kalau dengan menjauhkannya dari diriku dan akan membuat Sungmin bahagia dan selamat, aku akan melakukannya."

Marcus mengerutkan keningnya, mulai menyadari kebenaran dari ancaman Kyuhyun, dia menatap Kyuhyun penuh spekulasi.

"Kau tidak akan berani melakukannya,"

"Aku akan melakukannya."

"Walaupun begitu, Sungmin tidak akan lepas dariku, aku akan mencarinya kemanapun. Percuma saja Kyuhyun. Apapun yang terjadi... Sungmin akan menjadi milikku." Tawa Msrcus masih membahana di kegelapan, penuh dengan ejekan yang kejam..

.

.

"Kalau terjadi apapun kepadaku. Kau akan melakukannya kan paman?" minta Kyuhyun pada pelayan setianya -Yesung- yang sudah ia anggap seperti seorang paman.

Yesung menatap ragu ke arah Kyuhyun, tahu kalau Marcus mendengarkan di dalam sana.

"Kau tidak usah takut." Kyuhyun menghela napas, "Aku minta maaf atas insiden kecelakaan itu, yang hampir merenggut keluargamu.,,," lelaki itu mengacak rambutnya dengan frustasi, "Monster ini kadangkala sangat kuat, tetapi aku akan menahannya sekuat tenaga. Sementara itu, paman lakukan apa yang kuminta untuk kulakukan."

Monster... Yesung membatin dalam hati. Panggilan itu sangat cocok untuk Marcus, lelaki itu berjiwa kelam dan bengis, melindas siapapun yang menghalanginya tanpa ampun. Yesung takut setengah mati kepada Marcus. Tetapi kesetiaannya kepada Kyuhyun mengalahkan segelanya. Kalau memang nanti terjadi sesuatu kepada Kyuhyun, Yesung akan melaksanakan instruksinya. Melindungi Sungmin dan membawanya lari jauh-jauh dari jangkauan Marcus, meskipun nyawanya menjadi taruhannya.

.

.

"Kau masih penasaran akan kasus kematian artis itu?"

Sapaan itu membuat Kim Jungmo menoleh dan tersenyum, "Aku sedang menyelidiki kasusnya untuk artikel khusus di majalah. Kau tahu, kisah tentang anak gelap Soonkyu membuat semuanya makin menarik."

"Tetapi anak gelap Soonkyu itu tidak bisa ditemukan di mana-mana. Rumahnya ditinggalkan begitu saja. Dia mengambil cuti dari tempat kerjanya, dia seolah lenyap dan aku bahkan mulai ragu kalau dia ada." Teman wartawannya yang bernama Yunho menyahut sambil memutar bola matanya.

Jungmo tertawa, "Dia memang ada." Dibukanya berkas-berkasnya, "Aku menyelidiki ke sekolahnya dan berhasil mendapatkan fotonya waktu masih muda. Usianya pas. Sepertinya gosip itu benar, Soonkyu melahirkan anaknya ketika usianya enam belas tahun."

Yunho mengambil berkas Jungmo dan mengamati foto Sungmin yang terpampang di sana. "Siapa namanya? Sungmin? Hmmm dia cantik, sepertinya mewarisi kecantikan ibunya."

"Asalkan tidak mewarisi sikapnya." Jungmo tersenyum sinis. Sifat buruk Soonkyu sebagai artis memang sudah menjadi rahasia umum di kalangan artis dan wartawan.

"Bahkan kita tidak bisa menebak siapa ayah anak ini." Yunho menatap Jungmo dengan serius, "Kau sudah ada ide di mana Sungmin berada sekarang ini? Kau harus menemukannya, artikelmu tidak akan berhasil kalau kau tidak bisa menemukan Sungmin."

Jungmo mengetuk-ngetukkan pensilnya di meja sambil merenung. Sesungguhnya dia mengalami jalan buntu. Tidak ada yang tahu di mana Sungmin berada. Dia sudah menghubungi semua orang yang mungkin berhubungan dengan Sungmin, Sungmin tidak punya banyak teman dan kenalan. Tetapi semua nihil. Tidak ada yang tahu di mana Sungmin berada, gadis itu tampaknya lenyap begitu saja. Tetapi Jungmo bertekad menemukannya, dia pasti akan menemukan Sungmin.

"Dan milyuner kaya itu, pacar Soonkyu, juga tidak ada kemajuan dengannya ya?"

Jungmo mengerutkan keningnya, Cho Kyuhyun menjadi satu lagi masalah besar. Sejak kematian Soonkyu dia sangat sulit ditemui. Pintu gerbangnya selalu tertutup rapat, dia bahkan tampaknya tidak pernah keluar dari rumahnya. Penjagaan rumahnya sangat ketat, dan tidak peduli para wartawan berkemah di depan rumahnya, mereka tidak berhasil menemui Cho Kyuhyun.

"Sebenarnya kau bisa menjadikannya bahan artikelmu." Yunho mengusulkan.

Jungmo mengernyitkan keningnya, "Siapa? Cho Kyuhyun? Tetapi dia hanya milyuner kaya yang kebetulan memacari artis, banyak yang seperti dia, tidak menarik untuk dibahas... Publik akan lebih menyukai kisah anak gelap yang disembunyikan seorang artis sekian lama..."

"Tetapi dari rumor yang aku dengar, Cho Kyuhyun selalu membawa kematian di sekelilingnya."

"Apa maksudmu?" Jungmo memfokuskan pandangannya kepada Yunho, insting wartawannya mulai berdering.

"Yah kau tahu. Kedua orang tuanya meninggal karena kecelakaan pesawat, keluarga angkatnya juga meninggal begitu saja karena kecelakaan mobil... dan sekarang calon isterinya meninggal pula, di rumahnya. Mungkin pria itu menyimpan kutukan yang membunuh orang-orang terdekatnya." gumam Yunho.

Atau pria itu terlibat sesuatu yang menyebabkan kematian orang-orang terdekatnya. Jungmo menyimpulkan. Matanya menatap berkasnya yang memuat tentang Cho Kyuhyun. Well, kalau dia menggali sedikit lebih dalam, mungkin dia bisa mendapatkan sesuatu... Jungmo bertekad dalam hati, dia akan mencari tahu dan menemukan kisah yang menarik untuk diberitakannya kepada public.

.

.

"Kangin hyung sangat senang membaca buku, karena itu aku senang ketika siang itu kau memilih duduk di perpustakaan. Aku sangat senang, karena kau sangat mirip dengannya."

Mereka duduk sambil minum kopi dan kue yang disediakan di kebun belakang rumah. Kyuhyun sudah menyelesaikan pekerjaannya dan mengajak Sungmin duduk dan bercerita.

Tentu saja Sungmin tidak menolak, jantungnya berdegup kencang, menanti cerita tentang Kangin, ayah yang selama ini tidak pernah dikenalnya. Tetapi Kyuhyun mengenalnya. Dan lelaki itulah satu-satunya penghubung Sungmin dengan ayahnya.

Lelaki itu menyesap kopinya, lalu menatap Sungmin dengan alis diangkat, "Aku lupa menanyakannya. Kata Soonkyu kau bekerja di sebuah biro wisata... apakah mereka tahu kenapa kau tidak bisa masuk kerja?"

"Aku sudah menelepon mereka dan mengambil cuti besarku.. aku punya dua puluh hari cuti besar... tapi kalau lebih dari itu, tidak bisa... jadi beberapa hari lagi aku harus masuk kerja."

Mata Kyuhyun berkilat mendengarkan keterangan Sungmin, tetapi Sungmin tidak melihatnya. Dia sibuk dengan pikirannya sendiri, matanya menatap ke arah album foto keluarga itu dengan sangat tertarik. Kyuhyun begitu baik, dia menunjukkan album foto keluarga kepada Sungmin, di sana ada foto Kangin dan dengan rinci Kyuhyun menjelaskan masing-masing kisahnya,

"Ini foto Kangin hyung waktu wisuda..." Kyuhyun menunjukkan jarinya ke foto lelaki muda yang tampak begitu bahagia dan mengenakan toga yang terpasang rapi, senyumnya lebar, dan sangat mirip dengan Sungmin.

"Dia sangat gugup pagi itu... karena di hari yang sama dia diwawancara oleh perusahaan besar yang sudah memesannya jauh-jauh hari. Kau tahu, appamu mahasiswa jenius, jadi banyak yang mengejarnya ketika lulus. Dia memilih penghasilan terbesar meskipun dia harus bekerja keras. Lebih dari separuh gajinya dia kirimkan kepada haraboeji dan halmoenimu, untuk membantu biaya perawatanmu."

Sungmin membelalakkan matanya, "Appa melakukan itu?"

Kyuhyun menganggukkan kepalanya, "Keluarga angkatku tidak kaya dan ayah Kangin hyung tidak tahu tentang dirimu, jadi appamu harus bekerja keras demi bisa mengirimkan uang untukmu... Mereka dulunya sahabat appaku, appa Kangin hyung sempat satu sekolahan dengan appaku di London. Ketika kedua orangtuaku meninggal, appa menunjuk appa Kangin hyung sebagai waliku sampai aku berusia dua puluh satu tahun dan bisa menerima warisan sah secara hukum. Aku cukup bahagia dengan keluarga angkatku, mereka menyayangiku dan tidak pernah menganggapku sebagai orang luar. Ketika usiaku dua puluh tahun, mereka semua meninggal karena kecelakaan dan itu merupakan pukulan yang sangat besar untukku. Karena masih kurang dari usia wajibku untuk menerima warisan, Aku mengajukan gugatan ke pengadilan dan dikabulkan, dan mereka akhirnya memberikanku warisanku. Yang ternyata sangat besar, ditambah dengan bunga dan pengembangan saham selama bertahun-tahun, membuatku luar biasa kaya. Aku akhirnya mengembangkan perusahaan dan di sinilah aku." Kyuhyun tersenyum menyesal,

"Aku menyesal keluarga angkatku pergi begitu cepat karena aku belum membalas budi kepada mereka.. dan aku menyesal karena kau tidak sempat bertemu Kangin hyung.."

Sungmin mendengarkan kisah Kyuhyun dan termenung. Kisah lelaki ini hampir sama dengannya, mereka sama-sama kehilangan orangtuanya dan bertahan hidup dari kasih sayang orang lain yang mencintai mereka. Ada perasaan empati yang berkembang untuk Kyuhyun di hati Sungmin, membuat dadanya terasa hangat.

Kyuhyun menyesap kopinya dan mengalihkan pandangannya kembali ke album foto, "Mari kita bahas lagi tentang appamu, ini fotonya ketika dia merayakan ulang tahun ke dua puluh. Kau tahu apa doanya? Dia ingin waktu cepat berlalu dan kau segera berumur tujuh belas tahun..."

.

.

Sungmin membawa album foto itu ke kamarnya. Ada kekosongan besar yang dirasakannya atas kematian Soonkyu. Kekosongan itu menciptakan palung yang dalam di hatinya. Karena ibunya telah tiada. Tetapi palung itu juga menyisakan goresan menyakitkan, karena dia tahu pasti ibunya tidak pernah mencintainya dan tidak pernah menyayanginya.

Perasaannya terhadap ayahnya berbeda. Dia hanya mengenal Kangin, Appanya, dari cerita-cerita Kyuhyun dan dari foto-foto keluarga yang sekarang dibukanya di atas ranjangnya. Tetapi hatinya terasa sedih, mengetahui bahwa ayahnya mencintainya, tetapi tidak pernah bisa menemuinya. Mengetahui bahwa kecelakaan itu telah merenggut ayahnya bahkan sebelum dia sempat mengetahui bahwa dia memiliki seorang ayah yang selalu menjaganya diam-diam. Rasanya seperti sesuatu direnggut dari jantung dan dihantamkan ke tanah.

Mata Sungmin terasa panas, dan tanpa tertahankan air matanya menetes jatuh, mengenai wajah ayahnya yang sedang tersenyum di foto. Diusapnya air matanya dan tangisnya semakin terisak. Tangis yang terlambat, atas kematian ayahnya, atas kesempatan untuk bertemu yang tidak pernah tersampaikan, atas penyesalannya karena tidak pernah sempat mengatakan bahwa dia juga mencintai ayahnya dan selalu memikirkannya.

"Appa..." Sungmin mengusap foto itu sambil menangis, "Appa..." Air matanya tak terbendung. Dan dia terisak-isak di kamar itu.

Di luar kamarnya, Kyuhyun berdiri membeku. Meresapi kepedihan Sungmin. Ada kepedihan yang sama di matanya. Sebuah penyesalan yang tak tertahankan.

"Maafkan aku Sungmin." Kyuhyun menggumam dalam hati dan mengusap wajahnya dengan frustasi.. Kalau saja dia bisa menjelaskan apa yang terjadi sesungguhnya, mungkin dia masih bisa mengharapkan Sungmin mengerti. Tetapi kekejaman Marcus lah yang menyebabkan Sungmin tidak bisa bertemu dengan ayahnya, dan kehilangan seluruh keluarganya, dan Marcus melakukannya dengan tangan Kyuhyun.

.

.

"Bakar biro wisata itu nanti malam." Marcus memberikan instruksi dengan dingin di telepon, "Buat seperti kecelakaan."

Suara Cangmin di sana menyahut dengan patuh, "Baik tuan. Saya akan laksanakan sebaik mungkin."

Marcus meletakkan gagang teleponnya dan tersenyum. Dia memang tak segan-segan mengotori tangannya dengan darah kalau perlu. Tetapi untuk hal-hal semacam ini, dia punya Changmin untuk melaksanakannya, pegawainya yang setia dan bersedia melakukan apapun demi dirinya.

Begitu biro wisata tempat Sungmin bekerja terbakar habis. Sungmin tidak punya alasan untuk masuk kerja karena cutinya sudah habis.

.

.

Berita di koran itu membuat mata Sungmin terbelalak. Sebuah kawasan ruko terbakar habis dilalap api, tidak ada korban jiwa, tetapi kerugian uangnya luar biasa. Ruko itu menampung banyak usaha niaga, seperti salon, bank perkreditan rakyat, toko elektronik, dan biro wisata tempat Sungmin bekerja.

Sungmin mencoba menelepon atasannya. Tetapi selalu terhubung dengan mailbox. Mungkin atasannya sedang sibuk ... siapa yang tidak sibuk kalau lahan bisnisnya terbakar habis seperti itu? Sungmin membayangkan atasannya dengan sedih, atasannya lelaki setengah baya yang baik dengan keluarga besar dan anak-anak yang baik pula. Tidak terbayangkan betapa sedihnya mereka kehilangan bisnis keluarga seperti itu. Semoga semua sudah diasuransikan, Sungmin membatin.

Dan sekarang dia harus memikirkan pekerjaan, karena sudah jelas dengan kejadian ini, dia tidak punya pekerjaan lagi.

.

.

"Kau bisa menjadi asistenku." Kyuhyunmengusulkan ketika Sungmin menceritakan kebakaran yang menimpa biro wisata tempatnya bekerja.

Sungmin mengernyitkan alisnya, "Tidak Kyuhyun... aku akan mencari pekerjaan lain, segera."

"Oh ayolah, kau bahkan belum bisa keluar dari rumah ini, Para wartawan masih berkerumun di sana, mengendus sana dan sini. Aku juga mengalami nasib sama, tidak bisa keluar, aku harus menjalankan perusahaanku dari rumah...akan sangat membantu kalau aku mempunyai asisten."

Sungmin menatap Kyuhyun ragu. Jalan keluar yang diberikan oleh Kyuhyun memang membantu mereka berdua, tetapi Sungmin merasa tidak enak, dia telah begitu banyak memanfaatkan kebaikan hati Kyuhyun. Dan sekarang bahkan lelaki itu memberinya pekerjaan.

"Terimalah. Dan jangan merasa tidak enak. Aku keluargamu bukan? Keluarga saling membantu." Lelaki itu mengedipkan sebelah matanya dan tersenyum.

Bagaimana Sungmin bisa menolak kalau menerima penawaran seperti itu?

.

.

Hari berlalu begitu cepat, tidak terasa sudah hampir satu bulan Sungmin tinggal di rumah itu. Hubungannya dengan Kyuhyun berlangsung dengan baik karena mereka berinteraksi dengan intens hampir setiap hari.

Secara aktual. Hanya Kyuhyun yang ditemui oleh Sungmin setiap harinya, hanya Kyuhyun teman bicara dan berbaginya, dan hanya Kyuhyun satu-satunya orang yang bisa diajaknya berkomunikasi.

Menjadi asisten Kyuhyun sangat rumit dan Sungmin harus belajar banyak. Mengerjakan pekerjaan di perusahaan internasional tentu saja berbeda dengan mengerjakan pekerjaan administrasi di sebuah biro wisata. Tetapi Kyuhyun dengan sabar membantu dan membimbingnya sehingga dia lancar mengerjakan semua pekerjaannya.

Dan perasaan Sungmin berkembang kepada Kyuhyun. Oh ya, lelaki itu sangat tampan bagaikan dewa Yunani di kisah-kisah para dewa. Dengan warna rambut cokelat keemasannya, mata cokelat gelapnya yang dalam dan garis wajahnya yang keras. Penampilan fisik lelaki itu pastilah bisa menaklukkan wanita manapun, termasuk Sungmin. Tetapi bukan itu yang utama, sikap Kyuhyun yang lembut dan perhatian kepadanyalah yang membuatnya terpesona. Kyuhyun selalu membantunya, menjadi teman bicaranya yang baik, lelaki itu mendengarkannya dan bersedia memberikan solusi yang baik. Sungmin merasa nyaman bersama Kyuhyun, dan mulai merindukan lelaki itu ketika mereka tidak bersama.

Apakah dia mulai mencintai Cho Kyuhyun?

Pipi Sungmin memerah. Oh Astaga, dia tidak boleh menumbuhkan perasaan itu. Lagipula Kyuhyun pasti tidak punya perasaan apapun kepadanya. Lelaki itu baik kepadanya karena dia adalah putri Kangin. Bahkan lelaki itu pernah mengatakan bahwa Sungmin boleh menganggapnya sebagai pamannya, sebagai keluarganya. Sungmin sangat bodoh jika mengharapkan lebih. Apalagi usia mereka terpaut jauh, dua belas tahun. Sungmin yakin Kyuhyun akan mencari wanita berpengalaman seperti Soonkyu daripada melirik perempuan ingusan seperti dirinya.

Dengan tegas Sungmin berusaha mematikan perasaan cinta yang mulai bertumbuh itu.

.

.

Marcus merasa bosan. Sangat bosan. Dia menuruti permintaan Kyuhyun, diam dan menunggu di sudut gelap dan mengamati. Seperti yang biasa dia lakukan. Dia bersedia menunggu bukan karena ingin menuruti permintaan Kyuhyun, tetapi lebih karena dia melihat bahwa usaha Kyuhyun dengan sikap halus dan lembutnya berhasil menahan Sungmin di sini.

Tetapi lama kelamaan dia merasa gemas dan tak sabar. Kyuhyun terlalu lambat. Dia bersikap seperti keluarga, memperlakukan Sungmin dengan penuh kasih sayang. Dan tak segera bertindak.

Kalau dia bisa keluar, dia akan segera memiliki Sungmin, menguasai tubuh mungil itu dan menjadikannya miliknya. Marcus tidak sabar menanti semua itu terjadi.

Tetapi dia memang harus bersabar. Kyuhyun sedang kuat dan lelaki itu bisa menahan kemunculannya. Marcus hanya tinggal menunggu Kyuhyun lengah, lalu dia akan muncul dan bertindak.

Dengan rasa haus yang amat sangat untuk menguasai Sungmin, lelaki itu menjilat bibirnya.

Tunggu Sungmin, kau akan sangat menikmati ketika aku memilikimu..

.

.

"Maafkan aku, aku baru sadar, apakah kau merasa bosan? Kau hampir tidak pernah keluar dari rumah ini. Aku menyesal." Kyuhyun meletakkan serbet makannya dan menatap Sungmin penuh permintaan maaf, "Wartawan-wartawan itu sudah tidak berkumpul di depan, tetapi mereka menyebarkan mata-mata untuk mengawasi diam-diam... Aku baru sadar kalau kita tidak pernah keluar dari rumah ini."

"Tidak apa-apa Kyuhyun, aku cukup sibuk di rumah ini." Sungmin tersenyum, berusaha meredakan rasa bersalah yang ada di mata Kyuhyun, "Aku bekerja, aku membaca koleksi bukumu yang luar biasa, aku menonton televisi dan aku mendengarkan musik."

Kyuhyun terkekeh, "Sungguh Sungmin, aku harus mengajakmu keluar dari rumah ini kapan-kapan." Lelaki itu mengangkat alisnya, "Omong-omong tentang musik, kita bisa berdansa." Lelaki itu berdiri lalu mendekati pemutar musik di rak samping meja makan. Setelah musik berputar, dia berdiri di dekat Sungmin, mengulurkan tangan sambil setengah membungkuk elegan,

"Lady, maukah anda memberi kehormatan kepada saya untuk mengajak anda berdansa?"

Sungmin terkekeh dan membalas uluran tangan Kyuhyun,

Kyuhyun melangkah mundur, mengajak Sungmin ke area kosong di ruang makan yang besar itu. Diletakkannya sebelah tangan Sungmin di pundaknya dan yang satunya lagi di genggamannya, dibimbingnya Sungmin mengikuti langkah dansanya.

Sungmin terkekeh lagi sambil dengan susah payah mengikuti gerakan kaki Kyuhyun, "Aku akan menginjak kakimu, aku tidak pernah berdansa sebelumnya."

Kyuhyun ikut terkekeh dan mereka tertawa bersama-sama. Lalu tiba-tiba saja mata mereka bertatapan dengan dalam, dan sesuatu terjadi begitu saja. Suasana penuh canda berubah menjadi sensual.

Dan ketika Kyuhyun menundukkan kepala untuk mencium bibir Sungmin. Sungmin memejamkan mata.

.

.

Bibir itu mulanya terasa dingin, menyentuh bibir Sungmin yang lembut. Mengecupnya dengan lembut. Lalu sisi bibirnya mulai membuka bibir Sungmin, dan memagut bibir bawah Sungmin. Kyuhyun menyesapnya dengan lembut, menikmati kemanisan yang ada di sana. Setelah yakin Sungmin menerimanya, lelaki itu menggerakkan tangannya dan membimbing lengan Sungmin supaya merangkul lehernya, lalu memeluk Sungmin erat-erat dan melumat bibirnya.

Ciuman Kyuhyun sangat luar biasa, semula dingin lalu panas membakar. Lelaki itu melumat bibir Sungmin dengan kehausan, mencecap seluruh sudutnya dengan bibirnya. Ketika bibir Sungmin membuka, lidahnya menelusup masuk, mulanya hati-hati kemudian masuk semakin dalam, bertemu dengan lidah Sungmin dan berjalinan di sana, mulut mereka berpadu dan tubuh mereka menjadi semakin rapat.

Ketika Kyuhyun melepaskan kepalanya, matanya yang dalam bertatapan dengan mata Sungmin, penuh gairah,

"Aku ingin memilikimu, Sungmin." Bisiknya dengan suara parau, membuktikan kalau lelaki itu sedang terbawa gairahnya.

Dan bagaimana mungkin Sungmin menolak ajakan sensual itu? Mata Kyuhyun begitu dalam, menghipnotisnya, dan Sungmin seolah tenggelam di sana, kehilangan daya dalam jebakan sensual yang luar biasa panas.

Kyuhyun mengangkat tubuh Sungmin seolah gadis itu sangat ringan, lalu membawanya menaiki tangga menuju kamarnya.

TBC

.

.

.

smirk

Maaf untuk update yang lama dan tebece yang tidak tahu tempat *bow*

Semoga termaafkan dengan cerita yang sudah cukup panjang. Dan maaf juga untuk typo yang masih bertebaran.

Saya sedang krisis hati.. trimester pertama 2015 ini penuh kejutan yang bikin saya cuma bisa hela napas..

Jadi kalau pengan ff ini update cepet jangan lupa tinggalin jejak yang banyak. Okey?

Pay Pay

Kim Ah Reum