Sebuah Remake dari novel karya Shanti Agatha dengan judul From The Darkest Side
.
Disclaimer
Ide cerita dan sebagian besar cerita diambil dari novel aslinya dengan penambahan dan pengurangan seperlunya.
.
Title :
From The Darkest Side
Cast :
Cho Kyuhyun as Namja
Lee Sungmin as Yeoja
Marcus Cho as Namja
And other cast
Warning :
GS, Typos, de el el
.
.
Chapter 15
"Kita akan makan malam di luar." Kyuhyun tersenyum, menyampaikan kabar itu dengan gembira. Sungmin mengangkat kepalanya, tiba-tiba merasa senang. Sudah lama sekali dia tidak keluar dari rumah Kyuhyun, meskipun segala kebutuhannya tercukupi dan hiburan yang di sediakan untuknya lebih dari cukup, pergi keluar terasa sangat menyenangkan.
"Benarkah? Kemana?"
"Ke restoran favorit ku. Disana sangat private sehingga kita tidak perlu mencemaskan wartawan. Para pengawalku akan menjaga kita dengan sangat ketat."
Itu berarti Sungmin juga di jaga supaya tidak bisa melarikan diri. Sebenarnya kesempatannya untuk bisa keluar mala mini sudah tidak penting lagi, karena dia tahu mala mini dia akan menghirup kebebasannya. Tetapi dia harus tampak bahagia, kalau tidak Kyuhyun akan curiga. Jadi dipeluknya Kyuhyun, berakting seolah bahagia.
.
.
Mereka makan malam di sebuah restaurant yang benar-benar private. Di lantai delapan sebuah hotel bintang lima. Mereka keluar dengan mobil Kyuhyun yang berkaca gelap. Sungmin melihat di belakang mereka ada setidaknya tiga mobil pengawal Kyuhyun yang mengikuti.
"Kau senang?" Kyuhyun tersenyum kepada Sungmin ketika hidangan pembuka sudah datang. Sungmin mencicipinya dan memutuskan dia menyukainya.
"Ya Kyuhyun, terima kasih."
Kyuhyun menatapnya dengan lembut dan intens, "Aku senang kalau kau bahagia Sungmin, kau tahu kebahagiaanmu adalah tujuan hidupku."
Apakah ini Kyuhyun? Sungmin menatap ragu. Marcus tidak akan mengatakan hal seperti ini kepadanya bukan? Tetapi bukankah Marcus diam-diam mengamati jauh di kedalaman jiwa Kyuhyun? Dia pasti tahu apa yang harus Kyuhyun katakan untuk membuat Sungmin terpedaya, menyamar sebagai Kyuhyun sangat mudah bagi Marcus.
"Kenapa kau sedikit kaku malam ini kepadaku sayang? Apa yang mengganggu pikiranmu?"
Suara Kyuhyun menyentakkan Sungmin yang sedang sibuk mengaduk-aduk makanannya. Oh, apakah terlihat jelas dia berbeda? Gawat. Tidak boleh begitu. Kalau yang didepannya ini Marcus, lelaki itu akan menyadari bahwa dia sudah tahu segalanya. Siapa yang tahu apa yang akan dilakukan Marcus kepadanya setelahnya? Paling aman adalah membuat Kyuhyun ataupun Marcus, siapapun yang di sana yakin bahwa Sungmin tidak tahu apa-apa.
Dengan tatapan meminta maaf, Sungmin menatap kearah Marcus, "'Maafkan aku… hari pertama haid biasanya membuatku sedikit tidak enak badan."
"Oh iya, aku lupa." Kyuhyun menatap Sungmin menyesal. "Maafkan aku, waktunya tidak tepat ya."
Sungmin menatap lembut kearah Kyuhyun. "Tidak apa-apa Kyuhyun, aku yang meminta maaf"
Sungmin merasakan jantungnya berdegup liar. Dia akan meninggalkan Kyuhyun mala mini. Melarikan diri dari Marcus. Dia tidak tahu apa yang terjadi ke depannya. Pasrah kepada rencana Yesung.
.
.
Malam itu Sungmin sudah berpakaian lengkap, dia menyiapkan sedikit bawaannya. Gaun dan pakaian paling sederhana yang dia bawa dan sepasang sepatu datar yang paling tidak mencolok. Sisanya, gaun-gaun indah dan segala perlengkapannya yang di belikan oleh Kyuhyun untuknya, dia tinggalkan tergantung di dalam lemari.
Malam ini adalah malam pelariannya..
Sungmin merasa sangat gugup. Gugup dan takut. Takut rencana Yesung gagal. Takut dia harus bertahan di rumah ini, bersama Marcus yang telah mengalahkan Kyuhyun.
Ah… Kyuhyun. Tiba-tiba matanya terasa panas dan ingin menangis. Kenangannya bersama Kyuhyun adalah kenangan yang indah. Sungmin sungguh-sungguh mencintai Kyuhyun, kebersamaan mereka memang singkat. Tetapi sepenuh hatinya, dia tidak akan merasakan itu kepada lelaki lain. Tidak akan pernah bisa sedalam yang Sungmin rasakan kepada Kyuhyun.
Ketukan di pintunya begitu pelan, tetapi dalam keheningan itu membuat Sungmin melonjak kaget. Dia termangu sejenak. Itu Yesung atau Kyuhyun?
Dengan hati-hati dia membuka kunci pintu, berdoa supaya Yesung yang ada di depan pintunya. Dan Syukurlah doanya di kabulkan. Yesung yang ada disana, membawa bungkusan warna hitam.
"Pakailah baju ini. Cepat." Suaranya berbisik pelan, penuh kehati-hatian.
Sungmin masuk kembali ke kamar dan buru-buru mengenakan pakaian itu. Itu pakaian pelayan pria. Sungmin mengikat rambutnya dengan karet yang di sediakan, lalu memasukan rambutnya ke dalam jaket pelayannya. Sekilas dia melirik ke kaca. Penampilannya mirip seperti anak lelaki yang masih remaja.
Dia segera keluar dan menemui Yesung yang masih menunggu di depan pintu dengan gelisah, dibawanya tas kecil miliknya yang berisi pakaian seadanya. Yesung lalu mengajaknya melangkah pelan menuju tangga. Jantung Sungmin berdebar kencang seperti mau pecah ketika melangkah melewati pintu kamar Kyuhyun. Dia sempat melirik ke arah bawah pintu Kyuhyun dan menyadari kalau kamar itu gelap dan hening. Sepertinya Kyuhyun sedang tertidur, syukurlah.
Mereka melangkah menuruni tangga dengan hati-hati. Yesung mengajak Sungmin keluar, banyak pengawal Kyuhyun yang berkeliling di sekitaran taman. Yesung mengambil sebuah drum sampah besar dan dengan susah payah mengangkatnya ke sebuah gerobak kecil yang di sandarkan di pinggiran gudang. Dia menyuruh Sungmin mengikutinya ke arah sebuah pintu kecil di samping rumah.
Mereka berpapasan dengan salah satu penjaga keamanan yang berrpatroli, Sungmin bersikap gugup tetapi Yesung tersenyum dan menyapa penjaga keamanan itu dengan santai.
"Halo Shindong, malam yang dingin ya."
Lelaki yang dipanggil Shindong itu tersenyum, Sungmin bergidik ngeri melihat apa yang terselip di pinggang lelaki itu. Itu sudah pasti sebuah pistol, sebuah pistol yang sangat mengerikan.
"Hai Yesung. Malam membuang sampah? Sepertinya kau kemalaman? Dan kenapa tak menyuruh salah satu anak pelayan melakukannya?"
Yesung terkekeh. "Aku tertidur dan lupa kalau sampah harus di keluarkan setiap hari Jumat. Dan anak pelayan ini baru jadi aku harus membimbingnya."
Shindong tertawa, "menyabalakan memang. Tapi setelah ini kau bisa tidur, sementara aku harus berjaga semalaman."
"Tapi kau kan sudah tidur seharian tadi sementara aku berkeliaran mengurusi rumah." Yesung menyahut dengan sebal. Kedua lelaki itu tertawa bersama, sementara Sungmin berdiri dengan gugup di tepi gerobak. Kemudian Shindong menepuk pundak Yesung dan berpamitan pergi.
Yesung sangat gugup, di balik sikapnya yang tenang, Sungmin melihatnya berkeringat, padahal malam ini sangat dingin. Lelaki itu mengajak Sungminberhati-hati berjalan-jalan menuju kearah pintu samping. Mereka berdiri disana dan Yesung membuka grendel pintu samping itu. Dan dalam sekejap pintu itu terbuka.
"Lari…" Yesung berbisik, "Ada mobil yang menunggu anda di ujung sana. Dia orang baik. Dia akan menjaga anda. Ini uang untuk pegangan anda, ini dari tabunga investasi tuan Kyuhyun atas sebuah peternakan yang diberikan kepada saya. Saya sudah menyiapkan uang itu untuk anda, saya harap uang itu cukup." Yesung meletakkan amplop tebal berisi uang ke tangan Sungmin.
"Paman sendiri… bagaimana dengan paman?" sungmin kaget, tidak menyangka bahwa Yesung tidak akan ikut lari bersamanya. Lelaki itu menggelengkan kepalanya dan menatap Sungmin dengan menyesal.
"Saya tidak bisa ikut bersama anda. Saya akan memperlambat anda. Dan tuan Marcus akan bisa melacak saya." Yesung menatap Sungmin dengan sedih. "Lari. Dan berhati-hatilah."
Sungmin menatap Yesung dengan mata berkaca-kaca, "Terima kasih," dia berbisik pelan, lalu membalikkan badan. Berlari dan tidak menoleh kebelakang lagi."
.
.
Yesung melangkah hati-hati, memasuki pintu rumah Cho Kyuhyun yang mewah itu. Lobby sangat gelap ketika malam. Berusaha tanpa menimbulkan suara sedikitpun, Yesung menutup pintu itu.
"Senang Yesung karena berhasil membodohi tuanmu?"
Suara itu datang dari kegelapan, dan membuat Yesung terperanjat. Dia melihat ke atas dan seketika itu gemetar.
Tuan Kyuhyun… oh tidak! Itu tuan Marcus berdiri di ujung atas tangga, dengan jubah tidur hitam. Lelaki itu tampak seperti hantu yang muncul dari kegelapan malam, dengan pakaian hitam-hitam dan aura gelap menakutkan yangmenyelubunginya. Seakan-akan ingin mempermainkan ketakutan Yesung, dia melangkah pelan-pelan menuruni tangga.
"Kau pikir aku tidak tahu?" Marcus tersenyum kepada Yesung, senyum membunuh yang kejam. "Aku berpura-pura sebagai Kyuhyun malam ini. Dan Sungmin bertingkah ketakutan. Dia bilang, dia sedang haid untuk menolakku. Tetapi tentu saja aku tahu dia bohong. Ketika kalian mengendap-endap melewati kamarku, aku hampir tidak bisa menahan diri untuk tertawa. Dan aku mengawasimu sampai kau melepaskan Sungmin lewat pintu samping…"
"Ke.. kenapa anda tidak mencegah kami kalau anda sudah tahu ?" suara Yesung tertelan ludahnya, dia sangat ketakutan. Ini sangat tidak di sangka, dia pikir semuanya sudah teratur dan sangat rapi. Sama sekali tidak di sangkanya kalau tuan Marcus sudah mengetahui semua rencananya.
"Karena aku ingin melihat sejauh mana kau mengkhianatiku." Marcus masih mempertahankan suara tenangnya yang penuh senyum. "dan ternyata kau tidak berpikir panjang untuk mengkhianatiku." Lelaki itu sudah berdiri di ujung tangga dan sekarang melangkah mendekati Yesung, pelan-pelan sampai kemudian berdiri di dekatnya, menjulang tinggi dan begitu mengintimidasi. "Apa yang di berikan tuanmu Kyuhyun itu sehingga kau begitu setia padanya?"
"An.. anda bisa membunuh saya sekarang," Yesung bergumam, pasrah mungkin memang sudah saatnya dia mati.
Tetapi Marcus malah tertawa terbahak-bahak mendengar katak-kata Yesugn. "Membunuhmu? Setelah pengkhianatan yang kau lakukan? Tidak Yesung, aku tidak sebaik itu padamu. Kalau kau mati, kau tidak akan menderita." Marcus mengarahkan tangannya keleher Yesung dan mencengkeramnya. Yesung memejamkan matanya ketakutan, lelaki ini akan mencekiknya dan meremukkan lehernya, "Walaupun aku sangat ingin mencekikmu, tetapi tidak akan ku lakukan. Itu terlalu mudah untukmu." Marcus melepaskan tangannya di leher Yesung. Lalu melangkah mundur member Yeung ruang untuk bernapas, sebelum menjatuhkan bom mengerikan itu kepada Yesung. "Apakah kau ingat ancamanku Yesung? Bahwa aku tidak akan melepaskan anak, menantu dan cucumu, kalau kau mengkhianatiku?"
Wajah Yesung pucat pasi, dia langsung panic. Lucas bisa menemukan anak cucunya? Bagaimana mungkin? Sudah jauh-jauh hari dia menyuruh mereka pergi secara hati-hati dan rahasia… seharusnya mereka tidak akan pernah terlacak!
"Aku tahu kau pasti bertanya-tanya kenapa aku bisa menemukan keluargamu, yang telah kau coba sembunyikan dengan begitu ahli," Marcus terkekeh, "Seperti yang kulakukan kepada kakek dan nenek Sungmin, aku menempatkan pegawaiku untuk menyamar sebagai babby sitter keluarga. Dan dia melaporkan lepadaku, ketika keluargamu berusaha pindah dengan terburu-buru. Kau tak menyangka itu bukan?"
Yesung sungguh tak menyangka. Bukankah seharusnya tuan Kyuhyun memperingatkannya kalau itu terjadi?
"Kau tak mengerti ya?" marcus menggeleng-gelengkan kepalanya, menatap Yesung seolah-olah lelaki itu orang bodoh, "aku lebih kuat dari Kyuhyun. Kalau Kyuhyun sadar, aku bisa berdiri di sudut dan mengamati semuanya. Tetapi kalau aku sadar. Kyuhyun tertidur. Jadi aku bisa melakukan apapun sesukaku dan Kyuhyun tidak akan ingat apapun, tetapi ketika Kyuhyun melakukan sesuatu, aku akan tahu." Tatapan Marcus berubah kejam dan marah. Senyumnya menghilang. "Dan ketika aku tahu keluargamu akan pergi. Aku mengutus salah satu pegawai setiaku untuk mencegat mereka dan menahan mereka di sebuah gudang tua di pinggir kota…" matanya bersinar, tampak puas, "Dan sekarang gudang itu sedang terbakar habis di lalap api karena kau sudah berani mengkhianatiku…"
"tidak! Tidaaaakkkkk!: yesung menjerit, tidak percaya akan semuanya, tidak percaya akan kekejaman Marcus.
Marcus tertawa pelan, tawa yang kejam. Aku menyuruh mereka membakar gudang itu sementara mereka terikat hidup-hidup di dalam sana…"
"Tidaaaaakk…. Tidaaaaakkkk kau iblis! Kau iblis yang kejam! Aku akan membunuhmu!" dengan histeris Yesung mencoba menyerang Marcus, tetapi tentu saja lelaki itu bukan tandingannya. Marcus muda dan prima dan penuhi insting membunuh, dengan mudah Marcus menelikung Yesung dan mengunci kedua tangannya kebelakang.
"Tuan Kyuhyunmu yang kau puja itu sudah tidak dapat menolongmu." Marcus mendesis lirih." Katakan kepadaku kau menyuruh Sungmin kabur kemana… dan siapa yang membantumu di luar sana?"
Yesung menangis, bercucuran air mata. Karena kesalahannya, anak, menantu, dan cucunya menjadi korban. Sekarang hidupnya tidak ada artinya lagi, dia tidak akan memberikan kepuasan kepada iblis jahat ini untuk menelan korban lagi.
"Lebih baik bunuh saya sekarang."
Marcus tersenyum, "Terserah. Dengan atau tanpa bantuanmu, aku akan menemukan Sungmin." Dia menekan tangan Yesung yang ditelikungnya di belakang punggung laki-laki itu. Dan kemudian menekannya hingga suara patah terdengar keras. Jeritan Yesung membahana ke seluruh ruangan membuat beberapa pelayan tergopoh-gopoh berlarian keluar dari ruangan mereka. Semuanya tertegun melihat tuan mereka melepaskan tubuh Yesung yang langsung terjatuh ke lantai. Mereka memandang ngeri tangan Yesung yang lunglai dalam posisi aneh. Tuan mereka telah mematahkan kedua tangan Yesung!
Marcus menatap Yesung tanpa belas kasihan, lalu dia memerintahkan kepada salah seorang pelayannya. "Bawa dia ke rumah sakit" diliriknya para pengawalnya yang berdatangan. "Dan jaga dia dalam pengawalan ketat, dia tidak boleh berbicara dengan siapapun selama di rumah sakit."
Lalu Marcus membalikkan badan dan menaiki tangga, terdengar suaranya memasuki kamarnya dan pintu kamarnya di banting dengan keras. Sementara beberapa pelayan langsung berusaha mengangkat Yesung dan memapahnya untuk dibawa ke rumah sakit.
TBC
.
.
.
Lumayan panjangkan?
Sekian dulu ya… saya masih dikejar deadline..
Pay.. pay…
