Sebuah Remake dari novel karya Shanti Agatha dengan judul From The Darkest Side

.

Disclaimer

Ide cerita dan sebagian besar cerita diambil dari novel aslinya dengan penambahan dan pengurangan seperlunya.

.

Title :

From The Darkest Side

Cast :

Cho Kyuhyun as Namja

Lee Sungmin as Yeoja

Marcus Cho as Namja

And other cast

Warning :

GS, Typos, de el el

.

.

Chapter 16

"Lebih baik bunuh saya sekarang."

Marcus tersenyum, "Terserah. Dengan atau tanpa bantuanmu, aku akan menemukan Sungmin." Dia menekan tangan Yesung yang ditelikungnya di belakang punggung laki-laki itu. Dan kemudian menekannya hingga suara patah terdengar keras. Jeritan Yesung membahana ke seluruh ruangan membuat beberapa pelayan tergopoh-gopoh berlarian keluar dari ruangan mereka. Semuanya tertegun melihat tuan mereka melepaskan tubuh Yesung yang langsung terjatuh ke lantai. Mereka memandang ngeri tangan Yesung yang lunglai dalam posisi aneh. Tuan mereka telah mematahkan kedua tangan Yesung!

Marcus menatap Yesung tanpa belas kasihan, lalu dia memerintahkan kepada salah seorang pelayannya. "Bawa dia ke rumah sakit" diliriknya para pengawalnya yang berdatangan. "Dan jaga dia dalam pengawalan ketat, dia tidak boleh berbicara dengan siapapun selama di rumah sakit."

Lalu Marcus membalikkan badan dan menaiki tangga, terdengar suaranya memasuki kamarnya dan pintu kamarnya di banting dengan keras. Sementara beberapa pelayan langsung berusaha mengangkat Yesung dan memapahnya untuk dibawa ke rumah sakit.

.

.

Mobil itu menunggu di sudut yang gelap. Dan setengah berlari Sungmin menghampirinya dengan ragu. Jungmo yang sudah menunggu dibalik kemudi melongkkan kepalanya,

"Sungmin?"

Sungmin langsung menganggukkan kepalanya mendengar pertanyaan Jungmo.

"Masuklah." Lelaki itu membukakan kunci pintu penumpang untuk Sungmin. Mobil langsung melaju kencang menembus kegelapan malam.

"Pria tua itu… Yesung… dia tidak ikut?" jungmo menjalankan kemudi sambil melirik kearah Sungmin yang masih gemetaran.

Sungmin menggelengkan kepalanya dan menggenggam erat amplop cokelatyang diberikan oleh Yesung.

Benaknya kalut memikirkan apa yang akan terjadi pada lelaki tua yang baik hati itu. Apakah Marcus akan membunuhnya? Sungmin berharap yang tadi itu benar-benar Kyuhyun. Kyuhyun akan menghargai usaha Yesung melepaskan Sungmin, dan itu berarti Yesung akan selamat. Tetapi kalau yang tadi itu Marcus, maka… Sungmin memejamkan matanya, tidak berani membayangkan. Semoga Tuhan melindungi Yesung di sana.

Mobil berhenti di sebuah kawasan apartemen di pinggiran kota. Jungmo memasukkan mobilnya keparkiran di basement apartemen dan mengajak Sungmin keluar, "Ayo, malam ini kita menginap di apartemenku dulu. Besok akan kuantar kau kepada temanku yang akan membantu pelarianmu ke luar negeri."

Keluar negeri? Sungmin membelalakkan matanya. Terkejut dengan kata-kata Jungmo. Sementara itu Jungmo terkekeh melihat reaksi Sungmin.

"Lelaki tua itu tidak mengatakan kepadamu ya?" Jungmo melangkah ke area lift di basement dan mengajak Sungmin. Pintu lift terbuka beberapa saat dan mereka masuk, lift pun bergerak keatas, "Yesung menyuruhku membantumu melarikan diri ke luar negeri. Dia bilang Cho Kyuhyun sedang mengejarmu karena dia gila dan terobsesi menjadiokanmu pengganti Soonkyu. "Jungmo menatap Sungmin, mencoba mencari informasi tetapi ekspresi Sungmin tetap datar meski wajahnya pucat pasi.

Jadi informasi itu yang diberikan Yesung kepada penolongnya ini. Yesung pasti punya alasan sendiri merahasiakan informasi kepada lelaki di depannya, dan Sungmin memutuskan akan mengikuti arus.

Jungmo mengawasi sungmin, dia seorang wartawan dan dia tergelitik untuk bertanya," aku penasaran kepada kepala pelayan Kyuhyun yang sangat serius untuk membantumu melepaskan diri."

Sungmin tergagap, tapi langsung menjawab sekenanya, "Dia sahabat kakekku."

Jungmo rupanya bisa menerima jawaban Sungmin. Pada saat itu pintu lift terbuka di lantai dua puluh tujuh. Jungmo mengajak Sungmin keluar dari lift dan menuju kamar apartemennya di tempat paling ujung.

"Sebelumnya aku minta maaf kalau kamarku berantakan." Lelaki itu memutar bola matanya dan membuka kunci pintunya, "Oke silahkan masuk."

Sungmin memasuki ruangan apartemen yang cukup luas itu. Sebenarnya kondisinya tidak seburuk yang dikatakan Jungmo. Apartemen itu cukup rapi untuk ukuran penghuni lelaki.

"Ada dua kamar disini. Kau bisa memakai kamar kecil di sebelah sana itu. Kamar itu kosong, dan semoga nyaman, besok kita akan berkendara lama, jadi beristirahatlah." Jungmo mempersilahkan. Sebenarnya dia sudah gatal ingin mewawancarai Sungmin. Wawancara langsung dengan Sungmin pasti akan menjadi berita eksklusif baginya. Karena tidak ada yang bisa melakukannya selain dirinya. Jungmo membayangkan betapa para wartawan lain akan iri dengannya.

Sungmin mengucapkan terima kasih dengan gugup. Lalu memasuki kamar kecil itu. Sementara Jungmo termenung sambil menatap pintu kamar Sungmin yang tertutup.

Yesung telah menjanjikan berita eksklusif untuknya, berita tentang ayah kandung Sungmin. Tetapi Jungmo memiliki berita itu sendiri di rumahnya. Seorang wartawan akan sangat bodoh kalau melewatkan kesempatan ini.

Dia berjalan mondar-mandir di kamarnya. Cho kyuhyun tampaknya punya segalanya. Dan kalau pelayannya saja bisa memberikan uang yang begitu banyak untuk kerjasamanya, bayangkan apa yang bisa diberikan oleh Cho Kyuhyun sendiri kepadanya. Jungmo terdiam, menimbang-nimbang. Kalau dia menyerahkan sungmin kepada Cho Kyuhyun, lelaki itu pasti akan memberikan imbalan yang banyak. Dan Jungmo akan bisa memuat berita tentang itu… tentang skandal Cho Kyuhyun yang menahan Sungmin dan berusaha menjadikannya pengganti Soonkyu, dia bisa menggunakannya untuk mengancam Cho Kyuhyun, dan kemudian dia pasti akan menerima uang tutup mulut yang banyak.

Jungmo tergoda, sungguh-sungguh tergoda. Tetapi pikirannya masih dipenuhi oleh pertanyaan tentang siapa ayah kandung Sungmin. Dia menghela napas panjang. Kalau Yesung yang seorang pelayan Cho Kyuhyun bisa mengetahui informasi itu, itu berarti Cho Kyuhyun mungkin juga tahu. Jungmo tersenyum. Dia harus bisa membujuk Cho Kyuhyun untuk bekerjasama dengannya.

Jungmo tahu nama perusahaan Cho Kyuhyun… dia berusaha menelpon kantor itu. Tetapi tidak ada yang mengangkayt. Dia tersambung dengan mesin perekam pesan kantor.

Lelaki itu menarik napas, sambil melirik kea rah kamar Sungmin.

Well, maafkan aku Sungmin. Aku bagaikan ikan hiu yang diberi umpan. Tentu saja aku akan memilih umpan yang lebih besar.

Dengan tenang, Jungmo meninggalkan pesan di mesin perekam pesan kantor Cho Kyuhyun itu, "Hai, Cho Kyuhyun. Saya wartawan tabloid terkenal yang ingin meliput anda. Kalau anda menyetujui kerjasama untuk wawancara eksklusif, saya akan memberikan informasi tentang seseorang bernama Sungmin kepada anda. Saya yakin nama itu punya arti buat anda."

Lalu Jungmo mematikan ponselnya dan menunggu. Senyumnya mengembang, uang besar akan datang kepadanya, tidak disangkanya dia seberuntung itu.

.

.

Pagi harinya Marcus mendengarkan pesan itu, yang diantarkan langsung oleh Max Changmin. Orang kepercayaannya yang sangat setia kepadanya. Max bertubuh tinggi dan ramping, tetapi lelaki itu memiliki keahlian membunuh yang sangat hebat.

Marcus pernah menyelamatkannya dalam satu insiden dan lelaki itu mengabdikan kesetiaannya kepada Marcus. Kepada Marcus, bukan kepada Kyuhyun. Kalaupun dia melaksanakan perintah Kyuhyun, itu karena dia tahu Marcus ada didalam diri Kyuhyun. Max adalah salah satu dari sedikit orang yang tahu bahwa Cho Kyuhyun memiliki kepribadian ganda.

"Apakah kau sudah tahu di mana wartawan bodoh bernama Jungmo itu tinggal?"

"Saya sudah tahu."

"Bagus. Kau dapat nomor kontaknya?"

Max mengangguk dan tanpa kata meletakkan sebuah kertas bertuliskan nomor ke meja Marcus.

Marcus menelpon nomor itu. Suara Jungmo terdengar ragu menjawab di telepon itu.

"Ya?"

"Ini Cho Kyuhyun." Suara Marcus dingin dan tenang. "Katakan penawaranmu."

"Sebentar saya keluar dulu." Jungmo tampak keluar dengan hati-hati, membuat Marcus langsung tahu, Sungmin ada disitu, bersamanya. Senyumnya langsung mengembang.

"Aku menerima tawaranmu untuk wawancara eksklusif itu. Info apa yang kau punya tentang Sungmin?"

Jungmo begitu senang hingga tidak menyadari nada kejam dari suara Marcus. "Baiklah. Jam berapa saya harus siap kerumah anda? Oke." Dia mencatat dalam hatinya, besok jam Sembilan pagi di rumah Cho Kyuhyun. Dia akan mewawancarai lelaki itu secara eksklusif. Dan malam ini dia punya kesempatan mewawancarai Sungmin. Betapa beruntungnya dirinya.

"Saya tahu dimana Sungmin berada."

"Di mana?"

"Maaf tidak bisa saya katakana. Saya harus mewawancarai anda dulu, setelah saya mendapatkan berita baru saya beritahukan informasi itu."

"Dan bagaimana aku tahu kau tidak membohongiku?"

Suara lelaki ini, meskipun lewat telepon begitu mengintimidasi. Pantas Yesung tampak ketakutan kepadanya, Jungmo mengerutkan kening, "Yesung…" gumamnya, "Anda mengenal kepala pelayan anda kan? Jadi anda tahu saya tidak berbohong."

Hening yang lama dan menyeramkan. Lalu Marcus bersuara.

"Besok jam Sembilan." Dan telepon pun ditutup.

Marcus masih merenung dalam senyuman sinis sambil menetap telepon itu ketika Max bertanya, "Anda akan menerima permintaan wawancara itu?"

Marcus mengangkat wajahnya dan menatap Max, tatapan membunuh ada disana, meskipun bibirnya tersenyum, "Tentu saja tidak. Lelaki bernama Jungmo itu bertindak bodoh dengan mengira bisa mempermainkanku. Dia tidak akan hidup sampai besok jam Sembilan untuk mewawancaraiku." Marcus terkekeh. "Malam ini kita akan memberikan kunjungan kejutan untuknya."

TBC

.

.

.

Akhirnyaaaaaaa….

Maaf untuk keterlambatannya yang amat sangat keterlaluan T,T

Pay.. pay