FT Island Fan Fiction
Mr. Cassanova
©MikiHyo
.
Cast : FT Island, Kira Akegawa, Kazu Uzumi, Miki Amakura, & Other Cast
Genre : Romance, Friendship
Length : Part
.
Part 3
.
***
Author POV
.
6 orang murid Sekolah Internasional MyeoungDam bertemu (satu sama lain) di depan sebuah klub malam yang elit. Tak ada yang bicara. Hanya melihat satu sama lain dengan mata terkejut.
"Jonghunnie…ada apa? Kenapa tidak masuk?"tanya salah satu Noona yang sedang bersama Jonghun. Noona itu membelai lembut pipi lelaki berhidung indah tersebut.
Kazu semakin membelalakan matanya melihat kejadian didepannya.
"Apa?"kaget Kazu dalam hati.
"Ah…Noona, kau masuk saja duluan. Nanti aku menyusul…"senyum Jonghun dengan ramah sambil melepaskan tangan Noona itu yang masih bermain dipipinya. Ia-pun berjalan menghampiri Kazu, dan langsung menarik tangannya.
"Ikut aku"ucap Jonghun singkat.
"Tu…Tunggu!"ucap Kazu yang terkejut. Namun Jonghun terus menarik tangannya, membawanya pergi menjauhi pintu masuk klub tersebut.
"He…Hey! Temanku mau dibawa kemana?"teriak Miki. Minhwan-pun langsung menghampirinya.
"Sudah kubilang-kan, jangan suka berteriak. Itu bisa mengganggu yang lain"ucap Minhwan sambil menatap Miki tajam. Miki hanya bisa terdiam kaget dihadapan Minhwan. Tangannya-pun langsung ditarik Minhwan pergi. Sama seperti Jonghun.
"Apa yang kalian lakukan?"Kira sejak tadi diam-pun langsung kesal saat melihat teman-temannya dibawa pergi oleh para lelaki pujaan tersebut. Kira langsung menarik jaket Minhwan. Namun tangannya ditepis oleh Hongki.
"Diam dulu nona…"ucap Hongki singkat. Minhwan-pun langsung melangkahkan kakinya lagi membawa Miki.
Seunghyun yang awalnya bingung melihat teman-temannya satu persatu dibawa pergi, langsung menghampiri Hongki yang masih berdiri dihadapannya.
"Hey! Sebenarnya kalian ini siapa? Apa maksudnya ini?"seru Seunghyun dengan nada kesal sambil menatap tajam Hongki. Hongki-pun melirik sinis kearahnya.
"Kau yang siapa?"tanyanya singkat.
"Aku tetangga mereka! Aku harus membawa mereka pulang sekarang! Cepat suruh teman-temanmu kembali!"ucap Seunghyun. Hongki hanya menatapnya sinis dan tersenyum iblis. Ia-pun langsung merangkul bahu Kira.
"Maaf ya, dia ada janji denganku sekarang. Kau pulang saja"senyum Hongki.
"A..apa? kau..!"Kira terkejut dengan tindakan Hongki. Tak banyak bicara lagi, Hongki langsung menarik Kira ikut bersamanya.
"Hey! Tunggu! Lepaskan Kira!"Seunghyun berusaha mengejar namun langkahnya terhenti saat ia ingat ketiga lelaki tersebut pergi dengan arah yang berbeda. Ia tidak tahu harus mengejar siapa sekarang. Hongki dan Kira-pun telah hilang dari pandangannya.
Tiba-tiba Handphonenya berbunyi.
"Halo?"jawabnya dengan nada agak panik.
"Seung? Ini aku Kazu"
"Ka…Kazu? Kau dimana sekarang? Apa yang dilakukannya padamu?"
"Seung, kau pulang saja duluan. Aku akan pulang secepatnya. Aku sudah temukan kunciku"
"Ta…Tapi Kazu…."
Telepon-pun ditutup. Seunghyun hanya bisa menggaruk-garuk kepalanya dan menghela nafas panjang.
.
***
Jonghun POV
.
"Tunggu! Kau mau bawa aku kemana?"gadis Jepang itu terus berteriak dan berusaha melepaskan tangannya dariku. Aku-pun berhenti dan langsung membalikkan badanku.
Gadis Jepang itu menatapku bingung. Aku-pun melepaskan tangannya. Aku meraih salah satu kantung jaketku dan mengeluarkan sesuatu.
"Ini punyamu?"ucapku sambil memperlihatkan kunci yang kutemukan tadi.
"Hah! Kunciku!"gadis itu berusaha mengambilnya, namun kutarik lagi tanganku sambil menggegam kunci itu rapat-rapat.
"Tadi…temanmu?"tanyaku.
"Eh?"bingungnya.
"Laki-laki tadi"ucapku singkat.
"Ng? Seunghyun?"
Aku menganggukan kepalaku.
"I..iya. Dia temanku, sekaligus tetangga kami…ada apa?"tanya gadis itu.
"Telpon dia sekarang. Bilang kau akan segera pulang, sebelum ia mengejar kita kesini"ucapku sambil menatapnya.
"Eh? Ke…kenapa?"
"Telpon sekarang"
Gadis itu-pun mengeluarkan Handphonenya dan berbicara dengan lelaki tadi. Tak lama pembicaraan-pun selesai. Sekarang ia menatapku.
"Kau butuh kunci ini?"tanyaku lagi.
"Tentu saja! Itu kunci rumah kami, dari tadi kami mencarinya. Kalau tidak ada itu, kami tidak bisa masuk"jelas gadis itu.
"Kau murid baru ya? Aku belum pernah melihatmu"ucapku sambil menatap gadis itu dari atas sampai bawah.
"Itu benar. Ini hari pertamaku di MyeoungDam. Aku pertukaran dari Jepang, namaku Uzumi Kazu"jawab gadis itu.
"Baiklah. Kuberikan kunci ini, asal kau janji untuk tutup mulut atas apa yang kau lihat malam ini"jelasku.
"Eh? Maksudmu…soal klub malam itu? Memang apa yang kau lakukan disana? Kenapa ada Minhwan dan juga Hongki sunbae? Kenapa para wanita-wanita itu memperlakukanmu seperti itu?"gadis itu terus bertanya tanpa jeda. Aku-pun memutar bola mataku dan menghela nafas panjang. Menatap gadis itu dengan tampang malas.
"Sudahlah. Cukup kau tutup mulut saja, kau tak perlu tahu alasannya"jelasku. Aku-pun memberikan kunci itu padanya.
"Tapi…aku ingin tahu alasannya…"ucap gadis itu lagi.
"Memangnya kau siapa? Untuk apa tahu urusanku?"ucapku dengan nada malas. Gadis itu-pun langsung terdiam kaget melihat sikapku yang berbeda ini.
"Dengar…mungkin kau pikir aku aneh malam ini. Sangat berbeda dengan yang disekolah. Tapi inilah aku, kau tidak perlu tahu lebih jauh lagi"aku mendekatkan wajahku padanya. Mataku hanya menatapnya tajam dan dingin.
"Kau…"bibir gadis itu bergetar. Tatapannya semakin aneh padaku.
"Kau tidak perlu tahu soal aku, Hongki dan juga Minan. Anggap saja kau tidak pernah bertemu kami malam ini. Dan ingat, kami mengawasimu juga teman-temanmu. Kalau kau langgar kesepakatan ini, lihat saja apa yang akan terjadi padamu juga teman-temanmu itu"ucapku sambil terus menatap matanya. Aku-pun membalikkan badanku dan pergi meninggalkannya yang masih terdiam.
***
Author POV
Apartemen
.
"Anggap saja kita tidak pernah melihat hal itu"ucap Kazu dihadapan Kira & Miki yang hanya terduduk diam. Mendengar hal itu, Kira & Miki hanya mengangguk pelan.
"Sudahlah, apa gunanya juga diingat. Tidak ada untungnya untuk kita"ucap Miki yang langsung beranjak dan berjalan kekamarnya.
"Aku mau tidur"sahut Kira yang juga langsung berjalan kekamar. Kazu hanya menatap kedua temannya sejenak.
"Pasti ada yang dikatakan oleh mereka. Kalau Jonghun saja berkata seperti itu padaku, pasti Minhwan dan Hongki sunbae juga…Pasti ada yang Kira dan Miki sembunyikan…sama sepertiku…"pikir Kazu. Ia-pun segera berlari mengikuti Kira masuk kamar mereka.
.
***
Miki POV
Flash Back
.
"Aku bilang berhenti!"teriakku sambil menarik tanganku yang masih digenggam erat oleh lelaki yang pernah hampir menolongku dari pencuri. Laki-laki itu-pun membalikkan badannya dan menatapku.
"Lagi-lagi berteriak seperti itu. Orang-orang bisa berpikir aku berbuat sesuatu padamu!"laki-laki itu kelihatan kesal. Ia-pun melepaskan tangannya.
"Memang! Untuk apa kau bawa aku kesini?"tanyaku lantang.
"Ck…kau itu yah…Jonghun hyung pasti sedang berbicara dengan temanmu. Karena itu kalian harus dipisahkan. Kalau tidak, kalian pasti hanya akan berteriak-teriak heboh seperti Ibu-Ibu rumah tangga yang sedang bergosip"jelas lelaki itu dengan wajah malas. Aku-pun menatapnya sinis.
"Aku memang masih tidak mengerti…tapi aku yakin…kalian pasti punya maksud tersendiri datang ke klub seperti itu"ucapku sambil menatap matanya.
"Apa urusanmu? Kau cukup tutup mulut saja untuk kejadian ini. Jangan pernah bahas masalah ini disekolah, anggap saja kita tidak pernah bertemu. Mengerti?"laki-laki itu menatapku tajam.
"Ng…namamu Choi Minhwan?"tanyaku.
"Hah? Kenapa malah menanyakan namaku? Benar, aku Minhwan. Kenapa?"
"Issh…bisakah nada bicaramu itu lebih ramah lagi?"gerutuku.
"Ck…anak ini banyak maunya…"Minhwan memutar bola matanya.
"Kau sekelas dengan Kira?"
"Iya"
"Aah…ternyata kita benar-benar seumuran. Kalau begitu aku kenalkan diriku, namaku Amakura Miki. Murid pertukaran dari Higashi Gakuen Jepang. Salam kenal, Minhwan"senyumku sambil mengulurkan tanganku berharap jabatan tangan.
"Hah? Kau itu benar-benar aneh yah…sekarang malah memperkenalkan diri"wajah Minhwan terlihat heran. Ia tidak mau berjabat tangan. Aku-pun menarik kembali tanganku.
"Ya…aku rasa kita memang harus berkenalan. Bagaimana-pun juga waktu itu kau sudah berniat menolongku, dan sekarang kebetulan kita satu sekolah. Mungkin kita bisa jadi teman"senyumku lagi. Minhwan diam sejenak sambil terus menatapku aneh.
"Teman? Aku jadi temanmu? Hahahaha"kali ini Minhwan tertawa kencang mendengar ucapanku.
"Hee? Kenapa? Tidak boleh?"tanyaku heran.
"Dengar ya gadis Jepang. Kalau kau bisa jadi temanku, lalu kita berdekatan, mengobrol bersama disekolah. Itu artinya gadis-gadis lain juga bisa jadi temanku segampang itu, kau bisa bicara semudah ini karena kau tidak tahu rasanya dikejar-kejar! Mana bisa aku tenang disekolah kalau begitu!"jelas Minhwan.
"Aah…itu benar juga…kau adalah Pujaan mereka…."
Tiba-tiba Handphone Minhwan berbunyi. Ia-pun melihat pesan yang baru masuk di Handphonenya.
"Sebaiknya kau kembali bersama teman-temanmu sekarang. Ingat, kejadian malam ini kalau sampai ada yang tahu selain kalian, lihat saja apa yang terjadi…"ucap Minhwan sambil menatapku lagi. Ia-pun berjalan meninggalkanku tanpa bicara apa-apa lagi.
Flash Back END
.
Aku bergeliat diatas tempat tidur. Meremas bantal-bantalku tanpa alasan.
"Ash…apa-apaan si pendek itu. Ck…kenapa dia malah mengancamku dan juga teman-temanku…grrr…menyebalkan! Iya sudahlah, untuk apa juga kami membahas masalah kalian dan klub malam itu. Kami tidak ada waktu mengurus urusan orang lain!"aku-pun memutar badanku dan menutupi seluruh tubuhku dengan selimut, bersiap untuk tidur.
.
***
Author POV
.
"Hongki, kau yakin mereka tidak akan cerita apa-apa?"tanya Jonghun dengan suara berbisik kepada Hongki yang duduk disampingnya. Mereka sedang menyendiri di taman sekolah yang tidak terlalu ramai orang.
"Apa? Kira?"bingung Hongki.
"Ha? Siapa Kira? Maksudku ketiga gadis Jepang itu"jelas Jonghun.
"Oh…aku rasa tidak. Sepertinya mereka sudah melupakannya, yah…mudah-mudahan. Oh iya, Kira itu salah satu dari mereka. Yang paling tinggi dan rambutnya ikal"senyum Hongki sambil menatap Jonghun berbunga-bunga. Jonghun terlihat heran dengan sikap Hongki, ia-pun melambai-lambaikan tangannya didepan wajah Hongki, mencoba mencari responnya. Apa Hongki masih hidup didunia ini?
"Hey! Kenapa wajahmu aneh begitu? Aku mana tahu dia, untuk apa aku tahu soal gadis-gadis Jepang itu!"kesal Jonghun.
"Jonghun, kalau kau tidak kenal mereka bagaimana bisa mengincar mereka?"
"Hah…jadi kau tahu rencanaku…lagipula aku tidak akan mengincar mereka kalau mereka tutup mulut kok…"ucap Jonghun sambil memalingkan wajahnya. Matanya terbelalak saat tiba-tiba saja Minhwan berdiri didepannya.
"Minan! Kau mengagetkanku!"kesal Jonghun. Minhwan hanya memiringkan kepalanya dengan tatapan bingung.
"Sebegitu seram-kah aku?"bingung Minhwan yang langsung duduk diantara kedua Hyungnya itu.
"Ash! Kau bikin sempit! Badanmu itu besar tahu!"Hongki mencubit-cubit badan Minhwan.
"Sakit Hyung! Lagipula yang gendut itu kau!"balas Minhwan sambil menjulurkan lidahnya.
"Heh! Aku tidak bilang kau gendut tapi kau malah mengataiku! Kenapa juga kau duduk diantara kami?"Hongki & Minhwan semakin ribut. Jonghun yang sejak tadi mencoba sabar mendengar pertengkaran kedua temannya-pun akhirnya angkat bicara sambil menghela nafas panjang.
"Berisik! Kalian kenapa bisa santai begini sih?"Jonghun melipat kedua tangannya diatas dada sambil menatap sinis Hongki dan Minhwan.
"Hyung kenapa dari tadi aneh begitu sih?"bingung Minhwan.
"Dia khawatir gadis-gadis Jepang itu membocorkan rahasia kita"jelas Hongki.
"Hee? Ya ampun hyung…tenang saja, aku juga sudah bilang pada mereka, kalau ada yang membocorkannya mereka akan menerima balasannya"ujar Minhwan.
"Apa? Jadi kau juga mengancam mereka?"tanya Hongki yang langsung memeggang bahu Minhwan. Minhwan hanya mengangguk.
"Kalian ini…kenapa tidak bersikap sedikit lebih baik? Biasanya kalian selalu baik pada semua wanita"Hongki menghela nafas panjang.
"Ke…kenapa sekarang jadi Hongki hyung yang aneh?"heran Minhwan yang langsung melirik kearah Jonghun, berharap ada penjelasan.
"Aku rasa dia jatuh cinta dengan salah satu gadis Jepang itu"ucap Jonghun datar sambil menatap tajam kearah Hongki.
"Apa? Hongki hyung? Kau…bagaimana bisa hyung?"Minhwan mendorong-dorong badan Hongki sekuat tenaga. Bahkan sampai Hongki jatuh dari kursi.
"Oops! Maaf hyung!"seru Minhwan yang langsung membantu Hongki berdiri.
Jonghun hanya bisa memutar bola matanya dan menghela nafas melihat tingkah konyol kedua orang dihadapannya.
"Kau benar-benar menyebalkan hari ini!"Hongki-pun menjitak kepala Minhwan.
"Habisnya…bagaimana bisa kau jatuh cinta dengan mereka? Siapa?"bingung Minhwan sambil mengusap-usap kepalanya.
"Siapa bilang aku jatuh cinta? Aku tidak bilang begitu, aku hanya merasa senang…"lagi-lagi senyuman berbunga Hongki keluar.
"Itu namanya jatuh cinta bodoh"ujar Jonghun dalam hati.
"Memangnya siapa?"tanya Minhwan lagi. Hongki-pun menatap Minhwan sambil tersenyum, ekspresi yang sangat berbeda dengan saat mereka bertengkar.
"Haha…dia…"
.
***
Kira POV
.
"Ash…apa-apaan kata-katanya itu! Dasar menyebalkan!"aku memukul-mukul mejaku sambil bergumam kesal.
"Kenapa aku terus ingat malam itu? Ck….menyebalkan sekali kalau ingat orang itu!"kali ini satu pukulan keras tertanda di meja laboratorium itu.
"Maaf...apa bisa tidak buat keributan?"tiba-tiba saja terdengar suara seseorang berbicara denganku. Aku-pun menoleh.
"A..aaah…ma..maaf…"ucapku sembari minta maaf. Lelaki tinggi bermata sipit itu hanya menatapku bingung.
"Ng..kau murid kelas 1 ya?"tanyanya.
"Eh? Iya, aku kelas 1"
Lelaki itu melirik kearah kanan-kiri.
"Bukankah kelasmu sudah selesai? Sekarang kelas 3 yang akan memakai laboratorium"senyum lelaki itu. Aku-pun melirik kanan-kiriku. Tidak ada orang.
Ya ampun…aku sampai tidak sadar. Sejak tadi aku memang tidak konsentrasi gara-gara laki-laki itu! (Baca : Hongki?)
"Ma..maaf sunbae…aku akan segera pergi"aku-pun mengambil tas dan buku-bukuku yang masih berserakan diatas meja. Namun kakiku tersandung meja karena terburu-buru. Aku hampir terjatuh kalau saja laki-laki itu tidak menolongku. Sekarang aku berada dalam rangkulan lelaki itu. Aku-pun langsung melepaskan tubuhku dan membereskan buku-bukuku yang sudah jatuh lebih dulu.
"Kau tidak apa-apa? Hati-hati…"ucap lelaki itu. Ia juga membantuku membereskan bukuku.
"Tidak apa sunbae"ucapku. Aku-pun langsung beranjak, namun laki-laki itu menarik tanganku.
"Tunggu sebentar. Kau murid baru ya?"tanya lelaki itu.
"Iya. Aku dari Higashi Gakuen Jepang"
"Oh, kalau begitu kenalkan. Aku Oh Wonbin"senyum lelaki yang bernama Wonbin itu sambil mengulurkan tangannya. Aku masih terdiam bingung sambil menatapnya.
"A…kegawa Kira"singkatku sambil menjabat tangannya. Tiba-tiba saja terdengar suara segerombolan orang menuju laboratorium. Mungkin kelas 3 yang lain. Aku-pun langsung beranjak meninggalkan Wonbin sunbae yang kelihatannya masih menatapku sambil tersenyum.
.
***
Miki POV
.
Choi Jonghun. Anak tunggal pemilik perusahaan besar di Korea Selatan. Punya sisi pangeran sejak kecil. Bakatnya hebat dalam memainkan alat musik. Pernah memenangkan beberapa kontes Piano saat masih kecil. Orang-orang percaya ia bisa menjadi Pianist hebat. Sangat menyukai Margarine, Butter, Cheese. Sifatnya elegant dan serius, walau kadang bertingkah konyol. Julukannya Sexy Prince Jonghun.
Lee Hongki. Pewaris restoran elit di Korea. Dia juga pintar memasak, dan seorang yang jenius dalam menciptakan resep baru. Bakatnya dalam menyanyi-pun tak diragukan lagi. Dia punya suara emas yang tidak akan bisa orang lain tiru. Sangat menyukai hal-hal berbau Skull (Tengkorak). Sifatnya tidak menentu, tergantung moodnya. Ia lebih sering terlihat seperti anak kecil walaupun yang tertua diantara para Pujaan sekolah. Julukannya Cute Rebellion.
Choi Minhwan. Ayahnya adalah direktur perusahaan industri terbesar di Korea. Ia sendiri sudah dipastikan akan menjadi pewaris Ayahnya. Minhwan juga mempunyai ketertarikan besar pada dunia Industri. Ia-pun punya bakat memainkan alat musik, dan paling menyukai Drum. Minhwan sangat suka 'Ayam' (Makanan). Dia adalah termuda diantara para Pujaan sekolah. Sifatnya polos, seperti anak kecil, kadang bisa bersikap dewasa & serius. Julukannya Baby Minari.
"BABY?"aku membelalakan mataku dihadapan layar komputer. Membuka situs tersendiri untuk para pujaan sekolah. Dan hebatnya situs itu dibuat oleh Sekolah, bahkan para guru ikut berpartisipasi.
"Ada apa? Kenapa ekspresimu seperti itu?"bingung Yoona yang duduk disampingku. Ia memiringkan kepalanya sambil menatapku bingung.
"Dia? Choi Minhwan? Baby?"aku menunjuk-nunjuk foto Minhwan sambil menatapnya aneh. Yoona hanya mengangguk pelan.
Ya ampun…benarkah dia sepolos itu sampai disebut Baby? Laki-laki kasar bermulut tajam seperti itu? Aku hanya bisa menggerutu dan menunjukkan wajah kesal.
"Memangnya ada apa? Kenapa kau terlihat kesal?"tanya Yoona lagi.
Aku menggeleng-gelengkan kepalaku sambil membuka roti kismis yang kubawa. Aku-pun memakannya dengan lahap sambil membolak-balikkan kursor.
"Miki, kau mulai tertarik dengan mereka? Sepertinya kau semangat sekali melihat situs itu"senyum polos Yoona.
"Apa? Tidak…aku hanya ingin tahu sedikit, ini termaksuk pengenalan terhadap sekolah baruku-kan…ng, tapi kenapa rata-rata mereka punya bakat dalam bermain musik?"bingungku
"Oh, mereka sudah bersama sejak kecil. Ada rumor waktu SMP, mereka punya sebuah Band. Tapi berhenti ditengah jalan karena ada masalah"jelas Yoona.
"Band?"ucapku sambil melihat kearah layar komputer hanya mengangguk.
"Oh iya, mana Soyeon?"tanyaku.
"Dia masih dikantin. Aku rasa masih berebut roti…"Yoona hanya menghela nafas. (=_=)
"Haha…sudah kuduga. Kenapa tidak bareng denganku saja tadi, kalau aku yang berebut roti, pasti aku yang dapat!"seruku sambil tersenyum lebar.
"Aigoo…itu karena kau memang lapar Miki~"ucap Yoona dengan wajah malas.
"Hey! Kalian membicarakanku?"teriak Soyeon yang tiba-tiba datang dan langsung mendorong tubuhku. Kepalaku-pun sukses menabrak layar komputer.
"Ash…Soyeon!"kesalku sambil mengusap-usap kepalaku.
"He? Hehe…maaf…siapa suruh kalian membicarakanku?"cemberut Soyeon.
"Issh…siapa yang membicarakanmu? Ckckck"gerutuku sambil memutar kembali kepalaku kehadapan layar komputer.
"He? Kau sedang buka situs Island Boy? Situs para pujaan sekolah?"tanya Soyeon penasaran sambil melirik ke layar komputerku.
"Dia suruh aku membukanya. Katanya ia ingin tahu"sambung Yoona sambil menunjuk kearah Miki.
"Wah…jangan-jangan kau mulai menyukai mereka? Hayoo…siapa yang kau suka?"ledek Soyeon sambil mencubit pipiku dengan kencang.
"Ash…siapa bilang aku menyukai mereka? Aku hanya ingin tahu…lagipula aku tidak mengerti…kenapa nama situsnya Island Boy? Mereka itu 'Boy' dari pulau apa sih?"ucapku sambil menjulurkan lidah.
"Tentu saja dari pulau Korea"senyum Soyeon.
"Ha? Mereka Cuma pangeran di MyeoungDam-kan? Tidak sampai Korea…lagipula Korea bukan pulau"ucapku sambil mencucukan bibirku.
"Yah…tapi-kan orang tua mereka rata-rata 'menguasai' Korea. Mereka semua juga pewaris, bisa saja mereka jadi pangeran Korea nanti. Tak apa walau Korea bukan pulau, para Primadonna menjuluki mereka seperti itu"senyum Soyeon.
"Pri…Pri- apa?"tanyaku heran.
"P-R-I-M-A-D-O-N-N-A…itu adalah julukan bagi fans mereka"jelas Yoona sambil tersenyum manis padaku. Entah senyum manis untukku atau untuk Island Boy itu. (=_=)
"Ha? Bahkan mereka punya fansclub? Hahaha..lucu sekali. Seperti Idol saja. Hey! Hey! Mereka tidak ada hubungan darah dengan kerajaan Korea, tidak mungkin jadi pangeran!"aku melanjutkan melahap rotiku dengan raut wajah kesal.
"Miki, kalau tidak salah kau pernah bilang…Minhwan…orang yang kemarin? Maksudnya apa?"tanya Yoona penasaran.
"Ah! Benar, aku juga tidak mengerti. Maksudnya apa?"sambung Soyeon dengan penuh semangat.
"Oh, waktu baru datang kemari, tasku sempat dicuri. Lalu dia yang mengejar pencuri itu, walaupun tasku bisa aku ambil sendiri"jelasku dengan wajah malas.
"Apa? Jadi kau sudah pernah bertemu dengannya?"kaget Yoona & Soyeon serempak.
"Ya, karena itu aku kaget waktu tahu dia juga sekolah disini. Ternyata kami seumuran…"ucapku.
Tiba-tiba saja seseorang yang sedang dibicarakan masuk kedalam Lab Komputer.
"Ah! Minhwan?"kaget Soyeon sambil melirik kearah orang yang baru datang itu. Aku-pun ikut menoleh. Minhwan melirik kearahku sekilas, dan ia langsung membuang muka.
Hemm…dasar sombong. Imej seperti itu yang di sebut Baby? Sekolah ini benar-benar aneh. (=_=)
.
***
Author POV
.
Kazu melangkahkan kakinya perlahan di lorong sekolah. Ia telihat seperti orang yang tidak berniat untuk jalan(?)
Memangnya kau siapa? Untuk apa tahu urusanku?
Kata-kata Jonghun malam itu terus terngiang dibenaknya. Ia-pun menghentikan langkahnya dan menghela nafas panjang.
"Haah…kejam sekali kata-katanya…"gerutu Kazu sambil menundukkan kepalanya lemas.
"Tapi…memang benar sih, aku bukan siapa-siapanya…kenapa waktu itu aku ingin tahu alasannya yah?"tiba-tiba saja ingatan (manis?) saat ditolong Jonghun ditangga, membuat wajah Kazu memerah.
"Ah! Kenapa malah ingat waktu itu? Ya ampun…hampir seminggu sejak kejadian itu, tapi tetap saja teringat setiap hari…aah…ini seperti rutinitas mengingat orang itu"Kazu menggeleng-gelengkan kepalanya.
"Kau seperti orang gila"tiba-tiba suara seseorang mengagetkanya. Kazu-pun membalikan badannya.
"Jonghun?"wajahnya semakin memerah saat orang yang sejak tadi ia ingat berdiri dihadapannya.
"Bicara sendiri seperti itu seperti orang gila"ucap Jonghun datar sambil melipat kedua tangan diatas dadanya.
"Ha? Memangnya kenapa? Bukan urusanmu-kan…"gerutu Kazu.
"Tentu saja jadi urusan. Karena bicara seperti itu, kau jadi menghalangi jalanku"ucap Jonghun tanpa senyum sedikitpun.
"Ha?"heran Kazu. Sesaat, beberapa siswa-siswi berjalan melewati mereka berdua. Mereka menyapa Jonghun seperti biasanya. Jonghun-pun membalas dengan senyuman ramah. Tak lama setelah siswa-siswi itu pergi, wajah dinginnya kembali muncul.
Ha? Ternyata hanya padaku ia bersikap kasar. Sepertinya Miki & Kira juga. Apa mereka benar-benar menganggap kami musuh? Hanya karena melihat hal tidak penting malam itu. Pikir Kazu dalam hati.
"Ck…jalan ini-kan masih lebar. Kenapa harus menungguku?"ucap Kazu datar sambil menatap Jonghun sinis.
"Hah…rasanya tidak enak kalau berjalan melewati orang yang sedang berbicara sendiri…aneh…"ucap Jonghun sambil berjalan melewatiku.
"Jonghun!"Kazu-pun meneriakkan namanya. Beruntung di lorong ini hanya ada mereka berdua, kalau tidak, Kazu pasti sudah diburu oleh ribuan mata karena terlihat seperti mendekati salah satu Pujaan sekolah. Jonghun-pun membalikkan badannya dan menatap Kazu datar.
"Aku tidak tahu, apa kau benar menganggap kami ini sebagai musuh karena sudah melihat hal itu. Tapi, aku tidak suka gaya kasarmu itu kepadaku"jelas Kazu dengan suara lantang.
"Oh, jadi kau juga mau diperlakukan baik seperti siswa-siswi tadi?"senyum tipis Jonghun.
"Apa? Aku hanya minta sifat sewajarnya kok"jelas Kazu.
"Hahaha..kalau kalian benar-benar merahasiakan hal itu, mungkin akan kami pertimbangkan. Ingat saja, ancaman kami masih berlaku selama kalian bersekolah disini"jelas Jonghun.
"Jadi kau masih tidak percaya pada kami? Kami juga tidak mau membahas masalah orang lain, kami bukan orang yang seperti itu!"Kazu terlihat kesal.
"Aku bahkan baru melihat kalian beberapa hari. Aku sama sekali tidak mengenali kalian. Apa aku bisa percaya?"balas Jonghun. Kazu-pun terdiam.
"Oh iya, satu lagi. Bisakah kau lebih sopan terhadapku? Kau bisa memanggil Hongki dengan sebutan sunbae, tapi kau hanya memanggilku Jonghun. Ingat, aku juga sunbaemu"ucap Jonghun sambil beranjak meninggalkan Kazu.
Kazu-pun hanya bisa diam dengan wajah kesal.
.
***
Hongki POV
.
"Apa? Kau sudah dirumah? Tega sekali meninggalkanku~"gerutuku terhadap orang yang sedang berbicara denganku di telepon.
"Ah…iya sudahlah. Aku pulang sendiri"aku-pun menutup teleponku.
"Ck…dasar si mancung itu, hanya gara-gara bad mood dia jadi bolos pelajaran terakhir dan pulang duluan…meninggalkanku…"aku hanya bisa menghela nafas. Aku melihat jam tanganku.
"Masih sore…aku bosan kalau langsung pulang. Ah! Telpon Minan!"aku langsung mengambil kembali Handphoneku dan menelpon Minhwan.
"Minan? Kau dimana? Jonghun meninggalkanku, kau mau temani aku makan? Nanti aku yang traktir"seruku di telepon.
"Hyung, aku sedang sibuk sekarang. Murid-murid kelas 1 harus menyiapkan program untuk study tour minggu depan. Maaf aku tidak bisa"jelas Minhwan ditelepon. Aku-pun menunjukkan raut wajah kecewa.
"Iya sudahlah. Bye"aku-pun menutup teleponku dan menghela nafas panjang. Aku berjalan menuju gerbang sekolah. Dan tiba-tiba saja…Brakkk!
Seseorang menabrakku dari arah belakang.
"Ah maaf…aku sedang terburu-buru…hee?"gadis jepang dihadapanku terkejut saat melihat aku-lah yang ditabraknya.
"Oh, hai Kira~"senyumku sambil melambaikan tanganku. Ia langsung menatapku tajam dan aneh. Tidak ada senyum sedikitpun. Sebuah ide-pun terlintas dibenakku. Aku langsung menggenggam erat kedua tangannya.
"Kau mau temani aku makan?"tanyaku dengan penuh semangat. Kira hanya membelalakan matanya tanpa bicara sedikitpun.
"Kira!"terdengar suara seseorang dari arah lain. Aku dan Kira-pun menoleh.
Mata kami bertemu satu sama lain. Laki-laki dihadapanku & Kira adalah laki-laki yang sangat kukenal. Matanya-pun terbelalak saat melihatku dan juga tanganku yang masih menggenggam tangan Kira. Nada bicaraku-pun terasa kaku saat melihat orang itu.
"Kau…sudah kembali?"ucapku bergetar masih menatapnya.
"Wonbin…sunbae?"Kira terdengar menyebut namanya.
"Hongki…"ucap lelaki itu pelan.
Kami hanya berdiri mematung satu sama lain.
.
To Be Continued (^_^)
Now Playing : FT Triple – Try To Pinching Me
.
MaxAberu : Mianhae update lama (banget). Jeongmal gomawo udah (sabar) ngikutin cerita ini ^_^
haha silahkan klo mau jadi fave, gomawo yo ^_^
