FT Island Fan Fiction
Mr. Cassanova
©MikiHyo
.
Cast : FT Island, Kira Akegawa, Kazu Uzumi, Miki Amakura, & Other Cast
Genre : Romance, Friendship
Length : Part
.
Part 4
.
Author POV
.
"Lee Jaejin…"panggil seorang guru kepada salah satu murid yang berada diruang guru tersebut. Seorang laki-laki berumur 17th itu-pun menoleh kearah gurunya saat merasa namanya dipanggil.
"Iya, guru?"sahutnya dengan senyum ramah.
"Sudah kau cek semua program untuk study tour minggu depan?"tanya guru itu.
"Iya, sudah kucek semuanya. Akan kupastikan anggota OSIS bisa membantu semua kelas 1 yang baru"jawab Jaejin.
"Lalu soal beberapa orang kelas 3 yang ikut menjadi mentor, sudah dipastikan bisa ikut?"tanya guru itu lagi.
Jaejin hanya mengangguk sambil tersenyum.
"Baiklah. Kau memang ketua OSIS teladan, kami bisa mengandalkanmu. Sekarang kau boleh pergi"senyum guru itu.
Jaejin dan seorang anggota OSIS lagi hanya membungkukan badannya dan pamit keluar.
"Jaejin, kalau begitu aku kembali ke kelasku sekarang. Dokumen-dokumen ini kau yang bawa?"tanya Hyeri, teman Jaejin sekaligus sektretaris OSIS.
"Iya. Yang ini aku saja yang bawa, kau urus program lain. Baiklah, sampai ketemu di rapat OSIS nanti sore"Jaejin-pun melambaikan tangannya saat Hyeri melangkahkan kaki menuju kelasnya.
Ia-pun berjalan di lorong sekolah menuju kelasnya. Dan dibelokan, tiba-tiba saja… Bruukkkk!
"Ah!"kaget Jaejin saat melihat seseorang jatuh dihadapannya.
"A…aaah…"rintih gadis mungil yang tergeletak didepan Jaejin. Jaejin-pun menundukkan badannya sejajar dengan gadis itu.
"Ka…kau tidak apa-apa?"panik Jaejin sambil menepuk-nepuk punggung gadis itu. Dengan cepat gadis itu mendangakan kepalanya dan membuat Jaejin terkejut.
"Ash…Cake-ku..!"keluh gadis itu sambil melirik lirih kearah potongan kecil Cake yang sudah tak berbentuk lagi tepat dihadapannya.
"A..aaaa…kau…tidak apa-apa?"tanya Jaejin lagi dengan wajah bingung. Gadis itu menoleh kearah Jaejin. Ia langsung terdiam saat melihat seorang laki-laki manis bicara dihadapannya.
"I…iya…aku tidak apa-apa"ucap gadis itu tanpa memalingkan matanya dari arah Jaejin.
"Kau…kenapa bisa jatuh?"tanya Jaejin lagi sambil membantu gadis mungil itu berdiri.
"Oh..a..aku..itu…ah! cake!"gadis itu langsung mengambil Cakenya yang ada dilantai.
"Hah..untung saja tidak kotor…"ucap gadis itu lagi.
"Cake? Ada apa dengan Cakenya? Kau berlari-lari sampai terjatuh seperti ini karena Cake?"Jaejin memiringkan kepalanya.
"I..itu…aku baru dapat ini dari temanku. Karena itu aku mau memberikannya pada temanku yang ada dikelas lain sebelum waktu istirahat habis…"jelas gadis itu dengan terbata-bata. Jaejin membelalakan matanya sejenak kemudian tertawa kecil.
"Hahaha kau lucu sekali…sampai berlari-lari seperti itu. Kenapa tidak berikan nanti saja sepulang sekolah?"tawa kecil Jaejin.
"Makanan itu kalau tidak cepat dimakan, tidak enak"jelas gadis itu sambil memajukan bibirnya. Jaejin hanya tersenyum geli melihat ekspresi lucu seorang gadis Jepang dihadapannya.
"Kau orang Jepang yah? Murid baru? Aku baru melihatmu disini"tanya Jaejin sambil tersenyum.
"I..iya! aku dari Higashi Gakuen-Jepang. Murid pertukaran yang baru seminggu disini"jelas gadis itu.
"Oh, siapa namamu? Kelas berapa?"tanya Jaejin lagi.
"Amakura Miki, kelas 1-C"jawab gadis mungil yang tak lain adalah Miki.
"Aku Lee Jaejin, kelas 2-B. Dan sebagai Sunbae, aku sarankan kau tidak boleh lagi berlarian dilorong, itu akan mengganggu yang lain. Bisa saja kau menabrak orang lain, bukan hanya kau yang terjatuh sendiri"tegas Jaejin dengan senyum ramah.
"Ah, kau sunbae? i..iya, aku minta maaf. Aku juga tahu soal peraturan tidak boleh berlarian di lorong, tapi aku mengejar waktu…"ucap Miki dengan suara pelan.
"Baiklah, aku maafkan kali ini tapi jangan diulangi lagi ya. Dan sebaiknya kau ke UKS sekarang, sepertinya kakimu lecet"ucap Jaejin sambil melirik kearah lutut Miki. Miki-pun ikut melirik kearah lututnya.
"Ha? Lecet? Aku tidak merasa apa-apa, sepertinya tidak apa-apa. Tidak sakit sama sekali"senyum tipis Miki.
"Masa?"ucap Jaejin sambil menyentuh lutut Miki.
"Ah!"
"Apanya yang tidak sakit? Ckckck…walaupun hanya luka kecil, tapi harus segera diobati. Sama seperti makanan yang harus segera dimakan"senyum Jaejin yang kemudian tertawa lagi saat mengingat penjelasan aneh soal Cake oleh gadis Jepang dihadapannya. Miki hanya terdiam cemberut.
"Baiklah, aku harus kembali kekelas sekarang. Sebaiknya kau juga ke UKS, sekedar minta plester atau dibersihkan dulu lukamu itu, sebelum bel pelajaran siang dimulai"jelas Jaejin sambil mengusap-usap kepala Miki kemudian beranjak pergi. Miki hanya diam dengan wajah terkesima.
"Sunbae yang imut…"gumam Miki perlahan sambil melangkahkan kakinya yang ternyata memang menimbulkan sedikit rasa sakit dilututnya saat berjalan.
"Aah…ternyata sakit juga. Aku mau minta plester saja!, tapi Cakenya…? Sudah hancur pula, gara-gara jatuh tadi…"gerutu Miki.
"Aku akan ke UKS sebentar lalu kekelas Kira & Kazu, masih ada waktu!"seru Miki sambil melangkahkan kakinya menuju UKS.
.
***
Minhwan POV
.
"Dasar Bodoh, sudah tahu sedang lemas masih saja ikut olahraga"marah Hongki hyung sambil memukul kepalaku.
"Ah…hyung…sakit…"gerutuku. Aku pingsan saat pelajaran olahraga tadi pagi. Beberapa hari ini aku kurang tidur karena memikirkan soal program study tour, aku adalah salah satu perwakilan dari kelas 1 yang menjadi panitia, membantu para sunbae OSIS.
"Kau sudah makan?"tanya Jonghun hyung. Aku menggelengkan kepalaku. Aku bahkan belum makan apa-apa dari semalam, dan jadwal makanku memang sedang berantakan. (=_=)
"Lain kali kalau tahu sakit, tidak usah ikut pelajaran olahraga"marah Hongki hyung lagi. Aku-pun hanya bisa diam kalau Hongki hyung sudah marah seperti ini.
"Sudahlah Hongki. Lebih baik kita cari makanan untuk Minan sekarang"ucap Jonghun hyung.
"Eh? Tidak usah hyung! Sebentar lagi bel pelajaran berbunyi, kalian-kan ada kelas"ucapku sambil menarik tangan Jonghun hyung yang mau beranjak pergi.
"Sudahlah, guru-guru juga mengerti. Kami hanya keluar sebentar, kau istirahat disini"jelas Jonghun hyung.
"Benar. Kali ini dengarkan kata-kata kami, kau istirahat saja"tegas Hongki hyung yang langsung keluar dari ruang UKS.
"Jonghun hyung.."panggilku pada Jonghun hyung yang masih berdiri didepan pintu. Ia-pun membalikkan badannya.
"Ada apa dengan Hongki hyung? Aku tahu dia memang suka marah-marah, tapi sepertinya kali ini dia aneh…"tanyaku pada Jonghun hyung dengan tatapan mata serius. Jonghun hyung menghela nafas.
"Moodnya sedang buruk karena bertemu Wonbin"jelas Jonghun hyung. Aku langsung terdiam sejenak saat mendengar nama 'Wonbin'
"Wo…Wonbin hyung? Dia sudah pulang?"tanyaku lagi.
"Iya. Dia hanya murid pertukaran sebulan, sudah 2 hari ini dia kembali kesini"jawab Jonghun hyung. Aku hanya diam sambil memikirkan kata-kata Jonghun hyung.
"Baiklah, aku pergi sekarang. Kau istirahatlah"ucap Jonghun hyung yang langsung pergi.
Aku masih terdiam memikirkan soal Wonbin hyung.
.
Hyung…bagaimana cara memainkan kunci ini?
Hmm…seperti ini…la..la..la..la
Aaah…susahnya…tidak sama seperti main drum..
Hahaha..jelas saja beda, gitar dan drum…dari bentuknya saja berbeda jauh, tapi kau cukup berbakat memainkannya…aku rasa kau akan bisa menguasai gitar tak lama lagi
.
Aku menggeleng-gelengkan kepalaku saat ingatanku tentang Wonbin hyung kembali muncul.
"Aaah…"ternyata kepalaku masih pusing. Rasanya lemas sekali, terlebih aku belum makan apapun. Aku-pun kembali membaringkan badanku ditempat tidur.
"Ng…aku haus…malas sekali untuk turun dari tempat tidur…Yeonhee noona belum kembali yah?..."gerutuku saat mengingat Guru UKS, Lee Yeonhee noona tidak ada ditempatnya. Tiba-tiba saja kudengar suara pintu dibuka.
"Yeonhee noona?"panggilku yang masih berbaring ditempat tidur. Tak ada jawaban. Aku tetap berbaring ditempat tidur. Masih ada orang dibalik tirai putih ini, tapi aku tidak tahu siapa itu.
"Yeonhee noona? Kau-kah itu?"panggilku lagi. Seorang gadis muncul dibalik tirai putih.
"Ha? Gadis Jepang?"kagetku saat melihat gadis Jepang bertubuh kecil yang sangat kukenal. Yah…yang suka berteriak dan mengganggu orang itu(?)
"He? Choi Minhwan?"gadis itu juga terlihat kaget saat melihatku.
"Ck…kenapa harus bertemu denganmu disini…gadis Jepang yang berisik"gerutuku sambil memutar bola mataku dan memalingkan wajahku.
"Heh…aku punya nama, Amakura Miki! M-I-K-I…aku bahkan ingat namamu C-H-O-I M-I-N-H-W-A-N…kenapa sulit sekali untuk mengingat namaku?"lagi-lagi gadis itu berteriak.
"Nggg…berisik…"gumamku tanpa melihat kearah gadis Jepang.
"Ng? Kau…sakit?"tiba-tiba saja gadis itu sudah berada didepanku dengan tatapan bingung.
"Hmm…bukan urusanmu"gerutuku sambil memejamkan mataku, mencoba untuk tidur daripada harus meladeni gadis itu.
Ia mendekatkan wajahnya ke arahku. Aku-pun langsung mundur menjauhi gadis itu.
"Heh! Apa yang kau lakukan? Kau mau menciumku?"teriakku pada gadis itu.
"Kau…wajahmu pucat sekali…"ucap gadis itu sambil menatapku. Aku-pun terdiam saat melihat tatapan matanya. Baru kali ini aku lihat ia seperti itu.
"Ugh…"lagi-lagi kepalaku pusing, aku-pun menundukkan kepalaku sejenak. Gadis itu langsung menghampiriku.
"Kau tidak apa-apa? Kelihatannya kau lemas sekali…"ucap gadis itu. Kali ini raut wajahnya menunjukkan kecemasan.
"Ck…sudah kubilang bukan urusanmu-kan.."ucapku lagi.
"Ah…jangan-jangan kau belum makan!"seru gadis itu tiba-tiba. Aku hanya bisa menatapnya aneh.
"Ini! Makan ini, kau harus makan!"gadis itu memberiku sepotong Cake(?) yang sudah tak berbentuk lagi.
"Apa ini? Makanan?"tanyaku yang masih menatapnya aneh.
"Buka mulutmu!"
"Ha?"
Gadis itu langsung memasukkan Cake itu ke mulutku.
"Uffth..k..kau…"
"Ah! Ada air, aku ambilkan air untukmu"ucap gadis itu yang langsung menghampiri Dispenser yang ada di pojokkan. Tak lama, ia membawakanku segelas air. Aku-pun menelan Cakenya.
"Hey! Kenapa kau memasukkan Cake tiba-ti-…uhuk! Uhuk!"ash…aku tersedak.
"Makanya jangan langsung bicara! Minum ini!"gadis itu langsung memberikan air kepadaku. Aku-pun meminumnya dan memastikan aku sudah tidak tersedak. Aku diam sejenak, membiarkan pencernaanku berjalan. Tak lama aku-pun langsung menatapnya tajam.
"Kau itu memang sembrono yah…tiba-tiba saja memasukkan Cake kedalam mulutku…"ucapku dengan nada kesal.
"Ng…sudah tidak tersedak? Cake itu cukup-kan?"sepertinya ia tidak mendengar kata-kataku. Ia masih menatapku dengan tatapan cemas.
"Ini…Cake-mu?"tanyaku datar.
"Tadi aku diberi sedikit oleh Soyeon, lalu mau kuberikan pada Kira & Kazu…tapi sepertinya kau belum makan apa-apa, jadi kuberikan padamu…"jelas gadis itu panjang lebar. Aku hanya bisa diam dengan raut wajah bingung. Aku mana tahu soal teman-temannya atau Cake ini. Tapi setelah kupikir baik-baik…
"Ini untuk kedua temanmu-kan? Kenapa memberikannya padaku…"ucapku.
"Iya sudah. Kau memang harus makan, lagipula makanan kalau tidak segera dimakan tidak akan enak"senyum gadis itu. Aku-pun terdiam. Jadi dia sengaja memberikan Cake itu padaku karena dia tahu aku sakit. Dia tetap berikan Cake itu, walaupun seharusnya diberikan untuk kedua temannya?
Tiba-tiba saja bel pelajaran siang berbunyi.
"Ah! Sudah masuk! Aku kemari-kan mau minta plester!"seru gadis itu sambil melirik kanan-kirinya.
"Kenapa? Kau terluka?"tanyaku sambil melihatnya dari atas sampai bawah.
"Hanya lecet, tapi aku butuh plester. Kemana guru UKS-nya?"ucap gadis itu yang masih sibuk melihat-lihat lemari obat tanpa melihatku. Aku melirik kearah lututnya yang lecet.
"Ada dilaci lemari itu. Ambil saja"ucapku.
"He?"gadis itu membalikkan badannya, menatapku bingung.
"Plesternya disana…cepat ambil, kau tidak mau masuk kelas?"gerutuku sambil menatapnya malas.
Ia-pun memeriksa laci dan mengambil plester.
"Tapi…guru UKS-nya…"
"Sudahlah, cepat masuk kelas! Nanti aku yang bilang"ucapku. Gadis itu menatapku heran sejenak dan langsung tersenyum.
"Baiklah, terima kasih. Cepat sembuh ya!"seru gadis itu yang langsung keluar dari ruang UKS.
"Cih…apa lututnya benar-benar lecet? Masih bisa bersemangat seperti itu…"aku langsung membaringkan lagi tubuhku diatas tempat tidur.
Aku merasa agak lebih baik sekarang. Apa karena aku sudah makan? Cake hancur itu?
Aku bergeliat diatas tempat tidur sambil menarik selimut menutupi badanku.
"Hmm….dasar gadis aneh…Miki…"
.
***
Author POV
.
"Hongki.."panggil Jonghun saat melihat Hongki duduk termenung disampingnya. Hongki hanya diam tanpa merubah raut wajahnya.
"Sudahlah, untuk apa kau pikirkan lagi? Bukankah kau sudah bisa melupankannya selama ini.."ucap Jonghun sambil menghela nafas.
"Hm…iya, kau benar juga"ucap Hongki singkat dengan suara pelan. Jonghun hanya bisa memutar bola matanya melihat tanggapan Hongki.
"Aku turun disini saja"ucap Hongki kepada supir Jonghun sambil memakai kembali tasnya.
"Eh? Bukankah masih setengah jalan?"bingung Jonghun.
"Tidak. Aku disini saja, terima kasih sudah mengajakku makan & mengantarku pulang. Sampai jumpa besok"senyum Hongki yang langsung keluar dari mobil dan pergi.
Jonghun hanya bisa menatap lirih sahabatnya dan menghela nafas panjang.
Hongki berjalan kaki melewati jalan-jalan kecil menuju rumahnya. Tatapan matanya tidak berubah. Banyak hal yang ia pikirkan sekarang.
.
Flash Back (2 hari yang lalu)
"Kau…sudah kembali?"kaget Hongki saat melihat seorang laki-laki yang sangat dikenalnya berdiri dihadapannya.
"Wonbin sunbae…?"bingung Kira yang berada disamping Hongki. Hongki-pun langsung menoleh kearah Kira saat mendengar nama orang itu disebutnya.
"Hongki…"gumam lelaki bernama Wonbin pelan. Ia-pun berjalan mendekati keduanya. Kira langsung melepas paksa tangannya yang masih digenggam erat Hongki. Dan Hongki hanya bisa terdiam seperti orang bodoh.
"Benar-kan? Kau Wonbin sunbae? Yang tadi di laboratorium tadi?"tanya Kira lagi kepada laki-laki yang mendekat itu.
"Hum..iya. Ternyata kau masih ingat padaku"senyum Wonbin. Hongki tetap diam saat melihat keduanya bercengkerama.
"Ada apa sunbae?"bingung Kira. Wonbin melirik sekilas kearah Hongki.
"Ah, ini…buku ini punyamu? Sepertiya tertinggal di laboratorium tadi"senyum Wonbin sambil memberikan sebuah buku tulis kepada Kira.
"Eh? Ah! Benar, buku tulisku….astaga, aku sama sekali tidak menyadarinya kalau tertinggal di Lab"ucap Kira yang langsung mengambil buku miliknya dari tangan Wonbin. Wonbin hanya tersenyum. Kira-pun melirik kearah Hongki yang tidak bicara apa-apa lagi.
"Ah,aku harus pulang sekarang. Aku duluan sunbae"ucap Kira tanpa melihat kearah Hongki dan langsung pergi meninggalkan Wonbin & Hongki.
"Kau…sejak kapan kau kembali?"tanya Hongki tanpa melihat kearah Wonbin.
"Kemarin, hari ini adalah hari pertama aku kembali kesini"jawab Wonbin. Hongki diam sejenak.
"Oh iya…bagaimana kabarmu?"senyum Wonbin.
"Gadis tadi, kau kenal dengannya?"kali ini Hongki mengangkat kepalanya, melihat kearah Wonbin sambil menatapnya serius. Seakan tak mendengar pertanyaan Wonbin barusan.
"Eh? Akegawa…Kira?"bingung Wonbin.
"Apa hubunganmu dengannya?"tanya Hongki lagi.
"Tidak…ada…kami baru bertemu tadi di Lab"jawab Wonbin. Hongki-pun memalingkan wajahnya dari Wonbin.
"Tapi…"tambah Wonbin.
"Aku rasa aku menyukainya…"ucapan Wonbin sukses membuat Hongki terkejut. Hongki langsung menoleh kearah Wonbin lagi.
"A…apa?"
"Saat melihatnya aku rasa aku langsung menyukainya…"ucap Wonbin. Hongki hanya diam dengan mata terbelalak. Wonbin melirik kearah Hongki.
"Ada apa? Dia ada hubungan denganmu?"sekarang giliran Wonbin yang bertanya.
"Tidak…"jawab Hongki singkat sambil memalingkan kembali pandangannya dari arah Wonbin.
"Kalau begitu tidak apa-kan?"
"Eh?"
"Tidak apa-kan kalau kubilang menyukainya? Itu tidak ada urusannya denganmu"ucap Wonbin. Hongki hanya terdiam sambil menggigit bibirnya.
"Baiklah. Aku pergi sekarang, sampaikan salamku kepada Minhwan & Jonghun"senyum Wonbin sambil melambaikan tangannya dan beranjak meninggalkan Hongki yang masih terdiam kaku.
Flash Back END
.
"Ck…apa-apaan dia…"Hongki menggigit bibirnya. Raut wajahnya menunjukkan kekesalan.
"Baiklah, dia tidak ada hubungannya denganku…untuk apa aku memikirkannya?"Hongki mempercepat langkah kakinya.
Kau tak lebih dari seorang Pengkhianat!
Mata Hongki terbelalak. Ia membuka mulutnya dan mengambil nafas panjang. Ingatan buruk tiba-tiba saja muncul dibenaknya. Ia terdiam beberapa menit, menundukkan kepalanya mencoba menghilangkan ingatan itu. Setelah itu ia-pun kembali melangkahkan kakinya.
.
***
Author POV
.
"Kira, kau tidak makan?"tanya Kazu yang berdiri dipintu kamar sambil melihat kearah Kira yang sedang berbaring dikasur membaca Komik.
"Hm…aku tidak lapar"jawab Kira singkat tanpa mengalihkan pandangannya. Kazu-pun menghampiri Kira.
"Ckck…kau yang masak tapi kau sendiri tidak makan…"Kazu menghela nafas. Kira tidak menjawab, matanya masih terkunci dengan komik.
"Kira…"panggil Kazu pelan.
"Hm?"Kira menoleh.
"Apa yang dikatakan Hongki sunbae?"tanya Kazu. Kira diam sejenak.
"Kenapa tiba-tiba bertanya seperti itu?"Kira bertanya balik.
"Malam itu kau bersamanya-kan? Apa yang ia katakan? Apa dia juga mengancammu?"tanya Kazu lagi.
"Mengancam?"
"Iya. Sama seperti Jonghun"
"Dia…mengancammu?"
"Dia bilang kita harus merahasiakan hal itu, kalau tidak mereka akan melakukan sesuatu terhadap kita"jelas Kazu. Kira diam sejenak memikirkan kata-kata Kazu.
"Hah…dasar aneh. Maksudnya dia mau mem-Bully-ing kita? Aku juga tidak mau mengurus orang-orang seperti mereka"gerutu Kira dengan nada kesal. Ia mengembalikkan pandangan matanya kearah komik.
"Jadi…apa Hongki sunbae juga bilang sesuatu?"lagi-lagi Kazu bertanya.
"Ng…tidak…"ucap Kira tanpa melihat kearah Kazu. Kazu hanya menghela nafas melihat sikap Kira.
"Baiklah, aku mau makan. Sebaiknya kau juga makan, sebelum masakanmu dihabiskan aku & Miki! Hahaha"seru Kazu sambil mencubit pipi Kira & langsung berlari keluar kamar.
"Issh…dasar tukang makan…"Kira hanya menggerutu kesal. Ia menutup komiknya dan menenggelamkan wajahnya ke bantal.
.
Flash Back
Kira melepas paksa tangannya yang sejak tadi ditarik Hongki. Ia-pun membalikkan badannya, pergi menjauhi Hongki. Tapi lagi-lagi tangannya ditarik.
"Lepas! Kau itu apa-apaan sih?"kesal Kira. Hongki menatapnya dalam.
"Tunggu sebentar…aku tidak akan melakukan apa-apa, aku hanya memisahkan kalian.."ucap Hongki.
"Kalau begitu cepat suruh teman-temanmu melepaskan teman-temanku! Kami harus pulang sekarang!"Kira mencoba melepaskan tangannya lagi. Kali ini Hongki membiarkannya.
"Baiklah nona..kita bicara baik-baik"senyum Hongki.
"Cih.."Kira hanya menatap Hongki kesal.
"Oh iya…tadi aku dengar laki-laki itu memanggilmu Kira? Itu namamu?"tanya Hongki.
"Memangnya kenapa?"sinis Kira.
"Kalau begitu aku tidak perlu lagi memanggilmu nona. Cukup Kira, boleh-kan?"senyum Hongki lagi. Kira hanya membuang muka.
"Ng…maaf soal perlakuanku dan teman-temanku. Kami hanya mau kalian menjaga rahasia ini"ucap Hongki.
"Tak usah kalian beritahu juga kami akan melakukannya. Kau pikir kami orang yang suka membeberkan masalah?"kesal Kira.
"Aah…sudah kuduga..dari awal aku melihatmu, Aku rasa kau bukan orang yang suka bergosip"tawa kecil Hongki.
"Memang bukan! Enak saja kau menyebutku seperti itu!"Kira menatap tajam Hongki.
"Baiklah baiklah, aku percaya padamu"senyum Hongki. Tiba-tiba Handphone Hongki berbunyi, Hongki-pun melihat pesan yang masuk.
"Teman-temanmu sudah kembali ketempat tadi. Kau juga boleh kembali sekarang"ucap Hongki. Tanpa melihat Hongki, Kira-pun langsung melangkahkan kakinya menjauhi Hongki.
"Ah! Tunggu dulu!"Hongki berlari mendahului Kira & mencegatnya.
"Apa lagi?"sinis Kira.
"Ng…kau sudah tahu namaku? Kau murid baru-kan? Aku Lee Hongki, kelas 3-D"senyum Hongki sambil mengulurkan tangannya.
"Kau mengajakku berkenalan? Ternyata memang seorang Cassanova…"gerutu Kira.
"Hey…aku-kan hanya mengajak berkenalan..jujur saja, aku suka padamu"senyum Hongki. Kira langsung terkejut saat mendengar pernyataan Hongki.
"Sejak pertama kali melihatmu, aku suka kepribadianmu. Aku pikir kita orang yang cocok. Hahaha…aku harap kita bisa jadi Sunbae & Hoobae yang baik, ah..tidak! bagaimana kalau teman?"ucap Hongki sambil tersenyum lebar. Kira langsung menghela nafas panjang saat mendengar ucapan Hongki berikutnya, ini hanya sebatas hubungan Sunbae & Hoobae, mungkin teman. Hongki bukan 'Menyukainya'.
"Aku harus pulang sekarang"ucap Kira datar sambil berjalan melewati Hongki.
"Apa? Hey…aku-kan bukan orang asing…aku masih sunbae-mu disekolah.."
"Akegawa Kira, 1-F!"teriak Kira yang langsung pergi meninggalkan Hongki.
Flash Back END
.
"Suka…walaupun hanya kata-kata seperti itu, tetap saja aku kepikiran…"gumam Kira yang masih menutupi wajahnya dengan bantal.
"Orang pujaan sepertimu bilang suka? Apapun kepribadianku, aku tetap wanita. Mana bisa aku mengabaikan kata-kata itu begitu saja…Dasar Kira bodoh! Untuk apa ada 'harapan' walaupun sedikit! Assh…aku mau tidur!"kesal Kira yang langsung menarik selimutnya mencoba untuk tidur.
.
***
Author POV
.
"Wah…study tour ke Osaka-Jepang, 3 hari 4 malam?"seru Kazu saat melihat selebaran tentang Study Tour pertamanya di MyeoungDam.
"Berarti kau dan teman-temanmu bisa kembali ke Jepang, senangnya~"senyum Xia Mei yang duduk disamping Kazu. Kazu-pun menoleh.
"Hehe…tapi tetap saja jauh. Aku dan teman-temanku-kan berasal dari Tokyo"senyum tipis Kazu.
"Apa kau pernah ke Osaka?"tanya Suhee yang langsung ikut dalam perbicaraan.
"Hmm…pernah waktu kecil, tapi aku tidak begitu ingat"jelas Kazu.
"Haha..setidaknya kita punya orang yang bisa berbahasa Jepang disini. Saat kita punya waktu bebas disana, kita tidak perlu kesulitan dalam bicara"Hyunmi juga ikut dalam pembicaraan.
"Hey…kalau hanya bahasa nasional aku bisa, tapi Osaka itu punya logat. Kalau pakai logat, tetap saja aku tidak bisa. Aku bukan orang Osaka"tawa kecil Kazu.
"Yah…tidak mungkin-kan semua orang Osaka pakai logat. Pasti ada yang mengerti bahasa nasional, pokoknya saat waktu bebas kau harus menemani kami jalan-jalan"ucap Hyunmi sambil mencubit-cubit pipi Kazu. Kazu melihat selebarannya lagi.
"Hari pertama & kedua study tour, hari terakhir waktu bebas…hmm, baiklah. Tapi maaf..aku tidak bisa menemani kalian sepanjang hari, aku juga mau membagi waktu bersama teman-temanku"jelas Kazu sambil tersenyum.
"Ok, kami mengerti. Atur saja…mungkin pagi kau bisa pergi bersama kami, atau siang…kita gantian saja. Kita gilir waktunya"senyum Xia Mei.
Kazu dan yang lainnya hanya mengangguk setuju.
.
***
Jonghun POV
Kelas 3-D
.
"Selama kelas 1 menjalani study tour di Jepang. Semua murid kelas 3 akan belajar dirumah, kecuali yang nilainya masih kurang pada ujian sebelumnya, diwajibkan datang kesekolah untuk mengikuti pelajaran tambahan"jelas wali kelas 3-D.
"Aaah…jadi kita dirumah selama 3 hari…hmm…sepertinya aku akan bosan…"gerutu Hongki yang moodnya sudah mulai membaik. Ia-pun melirik kearah Jonghun yang duduk dibelakangnya.
"Jonghuuun~ selama 3 hari itu kau mau apa?"tanya Hongki dengan raut wajah malas.
"Belajar?"jawab Jonghun singkat.
"Apa? Ash…aku tahu kau pasti belajar, tapi kau tidak mungkin menggunakan 3 hari penuh itu untuk belajar. Aku tahu sifatmu…"gerutu Hongki dengan nada meremehkan.
"Tentu saja tidak! Aku bisa mabuk buku kalau 3 hari terus belajar!"ucap Jonghun.
"Bagaimana kalau ke klub?"ucap Hongki sambil berbisik.
"Itu pada malam hari ya, lalu bagaimana paginya? Hanya dirumah?"tanya Jonghun.
"Hnng…kalau kita jalan-jalan…tidak seru kalau tidak ada Minan…ke klub juga…tidak ada Minan…pasti para noona Minan bertanya yang macam-macam"gerutu Hongki sambil menghela nafas panjang.
"Ckckck…padahal selalu bertengkar, tapi kalau orangnya tidak ada, kau juga-kan yang merindukkannya…"senyum licik Jonghun.
"Ash…aku bosan kalau tidak ada yang aku jahili"gumam Hongki.
"Pak, aku dengar akan ada beberapa orang kelas 3 yang jadi mentor. Apa dari kelas kita ada yang ditunjuk?"tanya ketua kelas 3-D kepada wali kelasnya. Hongki & Jonghun langsung melirik kearah wali kelas.
"Oh iya, Bapak sampai lupa dengan masalah itu. Dari kelas 3-D, hanya satu orang. Shin Minjoo kau akan menjadi perwakilan mentor dari kelas 3-D"ucap wali kelas sambil menunjuk ketua kelas bernama Minjoo itu.
"Hm…jadi kelas 3 juga ada yang ikut kesana…"gumam Hongki.
"Sama seperti tahun-tahun sebelumnya-kan.."tambah Jonghun sambil memalingkan wajahnya kearah jendela, mencari pemandangan yang tidak membosankan.
"Minjoo, sepulang sekolah datanglah keruang guru untuk membahas masalah ini, kau bersama dengan 4 orang kelas 3 lain yang juga ditunjuk. Hm…kalau tidak salah, Kim Hanul dari 3-A, Han Junho 3-C, Jennifer Ann 3-E, dan Oh Wonbin 3-E"jelas wali kelas.
"Oh Wonbin?"Hongki langsung terkejut mendengar nama itu.
"Dia jadi mentor tahun ini…"gumam Jonghun. Ia melirik kearah Hongki didepannya yang terdiam kaku.
.
Hongki POV
"…Kim Hanul dari 3-A, Han Junho 3-C, Jennifer Ann 3-E, dan Oh Wonbin 3-E…"
"Oh Wonbin?"aku langsung terkejut begitu mendengar nama itu. Jadi…Wonbin akan ikut ke Jepang bersama kelas 1?
"Dia jadi mentor tahun ini…"Jonghun hanya bergumam. Aku langsung membalikkan badannku kearah Jonghun yang ternyata sedang melihat kerahku.
"Jonghun, kita ke Jepang.."ucapku dengan nada bersemangat.
"Apa?"kaget Jonghun.
"Dari pada 3 hari itu kita hanya berdiam diri dirumah, lebih baik kita juga ke Jepang. Kita berangkat sendiri, kita liburan sendiri, toh disana bisa bertemu Minan…hari terakhir pasti hari bebas…"ucapku sambil membolak-balikan kata, mencoba mencari alasan yang tepat agar Jonghun menerima ideku. (.)
"Ada apa denganmu? Bisa saja disana kau malah bertemu Wonbin.."heran Jonghun.
"Ha? Siapa bilang aku mau bertemu dengannya, sudah kubilang kita berlibur-kan…"gerutuku sambil menarik-narik tangan Jonghun.
"Haaah…sepertinya guru menyuruh kita untuk belajar dirumah, bukan liburan"Jonghun menghela nafas dan memalingkan wajahnya dariku.
"Aaaah…sudahlah. Kau dan aku sudah pintar! Hanya 3 hari ini…"aku terus merayu Jonghun. Aku memeggang kedua pipinya dan mengarahkan wajahnya kehadapanku.
"Ayolah~ Jonghunnieeee~"
"Ash! Jauhkan wajahmu! Menjijikan!"Jonghun melepas kedua tanganku. Aku-pun memasang raut wajah memelas.
"Hahaha..lagi-lagi kalian bertengkar seperti itu. Kalian lucu sekali"senyum Kim Heechul, orang yang duduk disamping kami. Ia tertawa kecil melihat tingkah kami.
"Ash…kalau begini kita bisa disangka pacaran?"kesal Jonghun sambil berbisik pelan.
"Kau memang suka padaku-kan…kita ini memang couple…ingat? JongKi couple…kau yang bilang kau suka padaku~"gerutuku sambil mencucukan bibirku.
"Itu saat kita masih kecil. Kalau kita tidak bersama sejak kecil juga, aku tidak akan bilang begitu. Aku sudah dewasa sekarang…tentu saja aku lebih memilih wanita daripada kau.."Jonghun menunjukkan wajah cemberutnya.
"Aaaah…iya-iya…aku mengerti, aku juga lebih suka wanita (.) tapi…bagaimana? Ayo kita ke Jepang…"aku terus merayu Jonghun. Kali ini Jonghun yang memeggang kedua pipiku, tapi ia memutar kepalaku menghadap kedepan kelas.
"Akan kupikirkan nanti. Sekarang kau menghadap ke depan, siapkan bukumu, pelajaran akan segera dimulai"jelas Jonghun dengan nada datar. Yah…memang, kulihat wali kelasku sekaligus guru Bahasa sedang bersiap memulai pelajaran.
"Aaah..baiklah, aku tunggu jawabanmu"ucapku tanpa melihat kearah Jonghun.
Aku rasa aku menyukainya…
Tidak apa-kan kalau kubilang menyukainya? Itu tidak ada urusannya denganmu
Wonbin…apa yang akan kau lakukan nanti?
.
To Be Continued (^_^)
Now Playing : FT Island – Mirai
.
