FT Island Fan Fiction
Mr. Cassanova
©MikiHyo
.
Cast : FT Island, Oh Wonbin, Kira Akegawa, Kazu Uzumi, Miki Amakura, & Other Cast
Genre : Romance
Rated : PG-15
Length : Part (On Going)
.
Part 5
.
***
Kazu POV
.
"Hmm…apa lagi ya? Ah..! susu untuk Miki! Aku hampir lupa membelikan ini"seruku sambil mengambil 2 buah kotak susu segar di Frezzer Minimarket. Hari ini aku sedang belanja untuk keperluan study tour 4 hari lagi. Mungkin agak terlalu cepat untuk belanja, tapi selain hari Minggu kami tidak akan sempat keluar. Tapi hari ini aku memang sendiri, Kira tidak mau ikut karena kurang enak badan, sedangkan Miki membantu menyiapkan pakaian yang akan kami bawa di rumah.
Aku melihat tas belanjaanku dan mengeceknya sekali lagi. Aku-kan pelupa (=_=)
"Sepertinya lengkap. Kalau ada yang kurang, mungkin bisa kembali lagi kesini"gumamku sambil melangkahkan kaki menuju kasir dan mengantri.
"Kau temannya Kira-kan?"tiba-tiba saja seseorang menepuk pundakku pelan, dan berbicara padaku. Aku-pun menoleh.
"Ho…Hongki sunbae?"kagetku saat melihat Hongki sunbae berdiri dihadapanku. Aku juga melirik kearah laki-laki yang berdiri disampingnya. Aah…benar dia. Choi Jonghun (=_=)
Aku tidak menyapanya sama sekali. Aku hanya menyapa Hongki sunbae. Jonghun menatapku datar, ia juga tidak bilang sepatah kata-pun.
"Woah…ternyata benar temannya Kira! Oh iya, siapa namamu? Dan temanmu yang kecil itu?"tanya Hongki sunbae sambil tersenyum ramah.
"Aku Uzumi Kazu, dan temanku itu namanya Amakura Miki"jawabku.
"Oh…Kazu & Miki ya? Nama yang bagus"senyum Hongki sunbae. Aku-pun membalas senyumnya. Hongki sunbae melirik kearah tas belanjaanku.
"Kau belanja? Untuk study tour?"tanya Hongki sunbae lagi. Aku menganggukan kepalaku.
"Hey…cepat maju. Disini sudah mengantri"tiba-tiba saja Jonghun membuka mulutnya dan menatapku datar. Aku-pun membalikkan badanku. Ternyata benar, orang didepanku sudah selesai membayar. Sekarang giliranku. Tapi, apa tidak bisa nada bicaranya itu lebih ramah? Issh..dasar Cold Prince
Tak lama, aku-pun selesai membayar semua belanjaanku dikasir. Aku bersiap untuk meninggalkan Minimarket.
"Kazu, tunggu sebentar. Ada yang mau aku tanyakan!"aku kembali membalikkan badan saat Hongki sunbae memanggilku. Aku-pun menunggu kedua Pujaan sekolah itu sebentar didepan kasir. Tak lama, Hongki sunbae & Jonghun juga selesai membayar belanjaanya. Mereka menghampiriku, walaupun yang kelihatan menghampiri hanya Hongki sunbae. Mana mungkin Jonghun! (+_+)
"Iya, ada apa sunbae?"tanyaku heran.
"Kira dimana?"ucap Hongki sunbae.
"Kira? Dia…ada dirumah. Ada apa sunbae?"tanyaku lagi. Aku heran, mengapa Hongki sunbae bertanya soal Kira. Mereka kenal dekat?
"Oh tidak apa. Kalian tinggal 1 rumah-kan? Dimana?"Hongki sunbae balik bertanya. Aku semakin heran dengan sikap Hongki sunbae. Entah apa yang harus kujawab sekarang. Apa aku percaya pada Hongki sunbae? Tapi…bertanya soal Kira berarti ada sesuatu-kan?
"Hongki, kau mau apa?"Jonghun terlihat kesal dengan sikap Hongki yang terus-terusan bertanya. Mungkin dia sudah bosan berada didepanku. Huffth…
"Aku hanya bertanya kok~"jawab Hongki sunbae kepada Jonghun. Entah kenapa aku tidak bisa memanggilnya sunbae, aku sudah terbiasa dengan Jonghun.
"3 Blok dari sini, di Apartemen Sangmo"jelasku sambil melirik sekilas ke Jonghun yang masih terlihat kesal.
"Oh, kau tinggal di Apartemen itu. Ng…Kazu…kau kenal dengan Oh Wonbin?"tanya Hongki sunbae tiba-tiba.
"Eh? Siapa?"bingungku yang memang sama sekali tidak mengenal nama itu.
"Untuk apa kau menanyakan hal itu Hongki?"Jonghun juga terlihat terkejut saat Hongki sunbae menanyakan hal itu.
"Oh, jadi kau tidak kenal. Baiklah, tidak apa. Aku hanya bertanya"senyum Hongki sunbae sambil melangkahkan kakinya keluar dari minimarket. Aku-pun mengikutinya karena memang aku juga mau keluar. Tapi tiba-tiba saja…
"Aaah…hujan…"keluhku saat keluar dan melihat hujan turun cukup deras.
"Ash…baiklah"kulihat Jonghun mengeluarkan Handphonenya dan menelpon seseorang.
"Supirku akan menjemput, kita tunggu disini beberapa menit lagi"suara Jonghun cukup bisa kudengar saat ia berbicara dengan Hongki sunbae.
Supir? Hmm…ternyata selain tampan dan pintar, mereka memang anak-anak orang Kaya. Jelas saja julukannya pangeran. Tapi tetap saja…bagiku sekarang Jonghun itu hanya seorang Cold Prince
Aku melihat jam tanganku. Sudah sore & aku lupa membawa payung. Sepertinya hujan ini akan lama, aku-pun hanya bisa menghela nafas sambil menunggu didepan minimarket. Hongki sunbae melirik kearahku lagi.
"Kazu? Kau tidak bawa payung?"tanyanya. Aku menggelengkan kepalaku sambil tersenyum.
"Untuk apa kau bertanya padanya? Jangan bilang kau mau mengantarnya pulang…"gerutu Jonghun dengan wajah malas.
"He? Memang tidak boleh? Dia menumpang saja sebentar di mobil, kan kita satu arah"ucap Hongki sunbae. Jonghun hanya diam tanpa menjawab apapun. Iya sudahlah, aku juga tak berharap kau bantu. (Jonghun)
"Kazu!"tiba-tiba kudengar seseorang memanggilku dari arah lain. Aku-pun menoleh.
"Seunghyun?"kagetku saat melihat Seunghyun berlari menghampiriku sambil membawa payung.
"Kau kenapa ada disini?"tanyaku.
"Haha…tadi aku mencarimu dirumah. Tapi kata Miki kau sedang ke minimarket, dan hujan turun. Kebetulan Miki tahu kau tidak bawa payung, jadi dia menyuruhku menjemputmu"jelas Seunghyun sambil tersenyum. Ia-pun memberikan salah satu payungnya kepadaku.
"Ah…terima kasih"ucapku sambil tersenyum.
"Eh? Bukankah kalian laki-laki yang ada di klub malam waktu itu?"kaget Seunghyun sambil menunjuk-nunjuk Jonghun & Hongki sunbae dibelakangku.
"Hey…suaramu itu bisa kau pelankan sedikit tidak? Kau mencemarkan nama orang"gerutu Hongki sunbae dengan nada sinis sambil menatap Seunghyun tajam.
"Ka…kalian sedang apa disini? Jangan-jangan mengincar Kazu lagi?"tambah Seunghyun.
"Ha? Apa kau bilang? Enak saja…kau pikir kami ini Stalker…"Hongki sunbae terlihat kesal dengan ulah Seunghyun. Aku-pun mencoba menenangkan Seunghyun.
"Sudahlah. Bukan begitu, mereka Kakak kelasku disekolah. Kami kebetulan bertemu diminimarket"jelasku kepada Seunghyun. Kulihat Jonghun hanya menatapku sinis ketika aku bersama dengan Seunghyun. Tak lama sebuah mobil mewah berhenti dihadapan kami. Ternyata itu supir Jonghun yang datang menjemput. Jonghun-pun menghampiri mobilnya dan membuka pintu.
"Wah...ternyata kalian orang kaya yah…"gumam Seunghyun yang terpukau dengan mobil Jonghun.
"Seunghyun, kita pulang sekarang. Hongki sunbae, aku duluan"sapaku ramah sambil menarik tangan Seunghyun pergi. Hongki sunbae hanya mengangguk pelan.
.
Jonghun POV
"Kazu!"kudengar seseorang memanggil namanya. Aku melirik sekilas kearah gadis Jepang itu dan melihat siapa yang datang. Ternyata laki-laki yang pernah bersamanya malam itu.
"Haha…tadi aku mencarimu dirumah. Tapi kata Miki kau sedang ke minimarket, dan hujan turun. Kebetulan Miki tahu kau tidak bawa payung, jadi dia menyuruhku menjemputmu"jelas laki-laki itu sambil tersenyum. Ia-pun memberikan salah satu payungnya kepada gadis Jepang itu.
"Ah…terima kasih"ucap gadis Jepang itu sambil tersenyum. Aku masih menatap kedua orang itu datar, entah kenapa mataku tidak bisa berpaling dari mereka.
"Eh? Bukankah kalian laki-laki yang ada di klub malam waktu itu?"laki-laki itu mengingat kami. Dan sekarang ia sedikit ribut dengan Hongki. Aku hanya diam tidak mau melayani lelaki bodoh itu, biarkan saja Hongki yang meladeni. Hongki memang seperti itu. Kulihat gadis Jepang itu menenangkan teman lelakinya(?) yang sedang ribut dengan Hongki.
Mereka kenal dekat ya? Kalau tidak salah waktu itu dia bilang, laki-laki itu adalah tetangganya, mereka seumuran. Ckckck…mencurigakan, apa benar hanya teman?
Tak lama supirku-pun datang. Aku menghampiri mobilku dan membuka pintu.
"Wah...ternyata kalian orang kaya yah…"gumam lelaki itu. Aku tetap diam tidak perduli. Gadis Jepang dan temannya itu-pun pergi setelah pamit, yah…hanya dengan Hongki.
"Hongki, cepat masuk. Kau mau kehujanan?"ucapku sambil memasuki mobilku. Kulihat Hongki masih menatap kearah gadis Jepang itu. Tak lama ia-pun ikut masuk ke mobil.
Mobil kami berjalan melewati kedua orang itu. Arah kami memang sama.
Kulihat mereka berdua sedang bersenda gurau sepanjang perjalanan. Aku hanya menatap mereka datar. Heh? Akrab sekali…aku rasa mereka Pacaran.
"Wah…kelihatannya mereka akrab sekali. Mereka tetangga-kan?"gumam Hongki yang juga melihat kedua pasangan itu.
"Tidak tahu"jawabku singkat.
"He? Jonghun? Kenapa tatapan matamu seperti itu?"bingung Hongki sambil menatapku aneh. Aku-pun melihat kearahnya.
"Kenapa? Ada apa dengan tatapanku?"aku bertanya balik. Hongki masih menatapku bingung.
"Aaah…tidak"kali ini dia menggelengkan kepalanya sambil tersenyum. Lagi-lagi Smiled-Eye-nya keluar.
Aku hanya bisa diam. Perjalanan kami-pun berlanjut.
.
***
Author POV
.
Sepulang dari minimarket. Seunghyun mampir ke rumah Kazu. Ada yang mau ia tanyakan kepada Kazu soal pelajaran. Yah, Kazu memang pintar. Dia selalu jadi tempat untuk bertanya oleh teman-temannya. Tapi terkadang dia juga yang banyak bertanya. (^_^)
Seunghyun & Kazu-pun belajar bersama.
"Ini sih bisa pakai cara yang lebih mudah…untuk apa kau menghapal rumus panjangnya.."gumam Kazu sambil menjelaskan cara menyelesaikan suatu soal Matematika.
"Ng? Habis aku hanya tahu cara ini…kau tahu darimana cara seperti itu?"Seunghyun menggaruk-garuk kepalanya melihat penjelasan Kazu dibukunya.
"Hah…aku lebih suka mencari cara sendiri yang lebih mudah. Daripada membuang-buang waktu, toh cara seperti ini bermanfaat saat ujian. Kita tidak perlu menghitung lama"jelas Kazu sambil tersenyum. Seunghyun hanya menatap dalam Kazu yang tersenyum dihadapannya.
"Hey! Yang harusnya kau tatap itu bukumu, bukan Kazu!"tiba-tiba saja Miki datang & menepuk kencang pundak Seunghyun. Seunghyun yang terkejut-pun, sadar dari lamunannya dan menoleh kearah Miki.
"Mi…Miki? Kau mengagetkanku!"gerutu Seunghyun sambil cemberut. Miki langsung duduk disampingnya.
"Habisnya…kulihat kau hanya memperhatikan Kazu, bukan bukumu. Kau suka Kazu yah?"ledek Miki dengan senyum nakal sambil melirik kearah Kazu.
"A..apa? Bu…bukan begitu!"wajah Seunghyun terlihat memerah. Sementara Kazu tidak memperdulikan omongan Miki, dia masih sibuk menyelesaikan soal-soal matematika Seunghyun. Seunghyun-pun melirik kearah Kazu yang tidak ada respon apa-apa. Ia menghela nafas panjang, merasa lega(?) Kazu tidak menanggapinya.
"Miki…bukankah kau bilang ada PR yang mau kau tanyakan?"tanya Kazu sambil menoleh kearah Miki.
"Eh? Oh iya…PR Bahasa Inggris…aigoo…aku ambil dulu bukunya"ucap Miki yang langsung beranjak menuju kamarnya untuk mengambil buku PR. Miki pergi, Kira-pun datang. Ia melihat Seunghyun di ruang tamu.
"He? Kau lagi…"gerutu Kira cemberut saat melihat Seunghyun. Kira-pun duduk di sofa yang ada dibelakang Kazu.
"Kira…"Seunghyun hanya menghela nafas. (=..=)
Hubungan Kira & Seunghyun memang agak buruk. Maksudnya mereka kurang akur, entah kenapa Kira suka menjahili Seunghyun ataupun bicara datar padanya. Dan sepertinya Seunghyun takut pada Kira(?) Tapi tetap saja mereka berteman, sama seperti Kazu & Miki. Hanya cara berteman mereka berbeda. (^_^)
"Oh iya…tadi aku bertemu Hongki sunbae di minimarket, dan ia menanyaimu"ucap Kazu sambil menoleh kearah Kira.
"Ha? Menanyaiku? Untuk apa?"bingung Kira.
"Aku juga tidak tahu. Kira, apa kau ada hubungan dengan Hongki sunbae?"tanya Kazu sambil menatap Kira serius.
"Ha? Kau ini bicara apa? Aku tidak ada hubungan apa-apa dengan para Pujaan sekolah itu…"gerutu Kira.
"Lalu…untuk apa dia menanyaiku. Aku kira kalian ada sesuatu. Oh iya, dia juga bertanya soal…Oh Wonbin? Kau mengenalnya?"tanya Kazu lagi.
"Oh Wonbin? Wonbin sunbae?"
"Eh? Kau kenal? Siapa?"bingung Kazu.
"Hanya kebetulan bertemu di Lab, dan ia memberitahu namanya. Sepertinya mengajakku berkenalan. Sunbae kita, dia kelas 3"jelas Kira.
"Ha? Berkenalan? Jangan-jangan dia juga seorang Cassanova, sama saja seperti para pujaan sekolah itu…"ucap Kazu sambil menghela nafas panjang. (=A=)
"Ng…aku rasa dia bukan orang yang seperti itu. Wajahnya memang tampan, tak jauh beda dengan para Pujaan itu, tapi sepertinya dia orang baik…"gumam Kira sambil mengingat-ingat soal Wonbin. Kazu-pun langsung melirik heran kearah Kira.
"He? Kau memuji orang barusan? Laki-laki?"heran Kazu.
"Ha? Memangnya kenapa?"Kira lebih bingung. Kazu diam sejenak.
"Ah…tidak. Hanya saja kau-kan jarang memuji orang, apalagi dia laki-laki & baru kau kenal"jelas Kazu.
"Issh…apa aku sejahat itu? Ckckck"gerutu Kira sambil membaringkan badannya di sofa.
Kazu-pun melanjutkan kegiatannya bersama Seunghyun. Miki juga datang membawa buku PRnya dan ikut belajar bersama.
.
***
Kira POV
.
"Oh? Halo"senyum seorang laki-laki sipit didepanku. Kali ini tak sengaja kami bertemu di Lab Komputer.
"Oh…Hai, Wonbin sunbae"sapaku. Entah kenapa akhir-akhir ini kami jadi sering bertemu. Bukan hanya disekolah, bahkan saat pulang kerumah. Kami satu arah, jadi terkadang dia pulang bersamaku, Miki dan juga Kazu. Akhirnya kedua anak itu juga kenal dengan Wonbin sunbae.
"Pelajaranmu sudah selesai?"senyumnya ramah.
"Iya. Sepertinya sunbae senang sekali datang paling awal ya…disaat kelas 1 baru saja selesai, kau selalu datang paling pertama"ucapku.
"Haha..benarkah? aku tidak sadar…mungkin karena kebetulan pelajaranku juga selesai dengan cepat. Daripada lama-lama dikelas, lebih baik aku kesini"senyumnya lagi. Kali ini diikuti sedikit tawa ramah.
"Hmm..baiklah. Kalau begitu aku duluan"ucapku sambil berjalan melewatinya. Tapi tanganku ditarik, sehingga aku tidak bisa melanjutkan langkahku. Aku-pun menoleh kearah Wonbin sunbae, orang yang telah menarik tanganku.
"Ada apa lagi sunbae?"kulihat mata sipit indahnya itu hanya menatapku dalam. Ia terus menatapku tanpa bicara, mata kami-pun saling bertemu pandang. Wajahnya memang tampan, tidak mungkin aku melewatkan kesempatan manis ini(?) untuk memandangi wajahnya.
Apa? A…apa yang aku pikirkan? Kenapa aku menikmati ini semua?
"Su…sunbae?"aku berusaha memecahkan lamunanku & juga lamunan Wonbin sunbae. Wonbin sunbae yang terkejut mendengar suaraku-pun langsung menggeleng-gelengkan kepalanya dan melepaskan tanganku.
"A..ah…ma…maaf, aku hanya mau tanya. Bagaimana persiapanmu untuk study tour besok?"tanyanya dengan senyum manis sambil membetulkan poni panjang yang menutupi wajahnya.
"Persiapanku?"
"Oh! Maksudku persiapanmu dan teman-temanmu. Ini study tour pertama kalian di MyeoungDam-kan, kalau ada yang ingin kalian tanyakan, kalian bisa tanya padaku"ucapnya sambil mengalihkan pandangannya. Entah kenapa kulihat raut wajahnya yang malu. Pipi putihnya berubah agak memerah. Wajahnya makin terlihat manis sekarang. Ah? Lagi-lagi pikiranku…
"O..oh..i..iya sunbae. Semua sudah beres, kami siap berangkat besok. Kalau besok kami butuh bantuan, kami akan bertanya padamu"ucapku. Aku ingat dia salah satu perwakilan kelas 3 yang ikut menjadi mentor. Kulihat gerombolan murid kelas 3 lain mulai datang. Aku-pun langsung pamit dan pergi meninggalkan Wonbin sunbae.
Braaakk. Aku menabrak seseorang karena berjalan menunduk. Mau bagaimana lagi? Kupikir wajahku memerah setiap bertemu dengan Wonbin sunbae. Karena itu aku menundukkan kepalaku untuk menyembunyikan wajahku. Tapi ternyata aku malah menabrak orang.
"Ki…ra?"kudengar suara nyaring seseorang yang sangat kukenal. Dengan cepat aku mendangakkan kepalaku dan menatap orang itu. Lee Hongki!
Aku mengalihkan pandanganku dan mencoba melewatinya.
"He…hey! Kenapa kau selalu menghindariku? Kau yang menabrakku, kau belum minta maaf.."ia menarik tanganku. Astaga…kenapa laki-laki senang sekali menarik tanganku saat aku menjauhi mereka! (=_=)
"A..apa? hanya ditabrak begitu saja…kau tidak sampai jatuh-kan!"gerutuku kesal sambil melepaskan tanganku.
"Ck…baiklah-baiklah. Lagipula tidak sakit sama sekali. Tapi kenapa kau selalu menghindariku?"tanyanya dengan raut wajah heran. Pikiranku kembali melayang saat mengingat kata-katanya malam itu. Aku menyukaimu.
Ash! Walaupun aku sudah tahu maksudnya hanya sebatas Sunbae & Hoobae tapi tetap saja!, jujur aku sempat berpikir jauh dengan kata-kata itu.
"Tidak ada urusannya denganmu-kan.."ucapku.
"Hee? Hyung? Ada apa dengan Kira?"bingung Minhwan yang tiba-tiba datang dan menatap kami heran.
"Ng? Minan?"kaget Hongki. Aku rasa aku tahu penyebab si magnae Pujaan ini kembali kemari.
"Kau pasti lupa bukumu"ucapku sambil mengambil salah satu buku dari tanganku dan memberikannya padanya.
"Ah..iya! aku lupa bukuku, untung kau menemukannya"ucap Minhwan sembari tersenyum dan mengambil buku itu dari tanganku.
"Ka…kalian…"Hongki menatap aneh kami berdua.
"He? Kenapa kau menatap kami seperti itu?"heran Minhwan.
"Kalian…akrab ya?"tanya Hongki.
"Ha? Kami-kan teman sekelas…bukankah ini sama seperti aku memperlakukan yang lain?"Minhwan terlihat makin heran. Hongki-pun menghela nafas panjang.
"Kau kenapa sih Hyung? Memangnya aneh kalau aku bicara dengan Kira?"Minhwan melirik kearahku. Aku-pun hanya menatapnya dengan tatapan tidak tahu apa-apa.
"Ah! Ja…jangan-jangan…"seru Minhwan tiba-tiba.
Aku dan Hongki-pun langsung mendelik tajam kearah Minhwan.
"Orang yang membuatmu senang itu Ki-…! Hmmppthh!"Hongki membungkam mulut Minhwan saat ia mencoba mengatakan sesuatu.
"Ha? Ada apa?"heranku melihat kedua pujaan didepanku ini.
"Ah…tidak ada apa-apa…Minan, sebaiknya kau kembali kekelasmu sekarang, jangan katakan apa-apa…"kulihat Hongki membisikkan sesuatu dengan Minhwan. Tak lama ia-pun melepaskan Minhwan dan melambaikan tangannya kepadaku sambil tersenyum. Kemudian pergi meninggalkan kami berdua. Minhwan hanya menggerutu kesal.
"Ckckckck…ayolah kita kembali kekelas"ucapnya datar. Aku masih berkutat dengan wajah heranku, sepertinya ada sesuatu yang berhubungan denganku. Tapi iya sudahlah…itu tidak mungkin. Aku-pun tidak mau lagi berurusan dengan para Pujaan ini. (=_=)
.
***
Kazu POV
.
"Hnnng…akhirnya besok study tour…Jepang…Jepang…sayang sekali bukan Tokyo"aku bergumam sendiri sambil menunggu kedua temanku, Kira-Miki datang. Aku duduk disalah satu bangku taman MyeoungDam yang letaknya dekat dengan Gerbang Utama.
"Ha? Ckckck…cepatlah…aku tunggu didekat Gerbang"tiba-tiba saja seseorang ikut duduk disampingku sambil berkutat dengan Handphonenya. Aku-pun melirik.
Jonghun? Mata-ku terbelalak saat melihatnya disampingku. Sadar ada orang juga disampingnya, ia-pun melirik kearahku.
"Ha? Kenapa kau ada disini?"tanyanya heran.
"Memangnya kenapa? Aku sedang menunggu temanku…"jawabku datar. Ia memalingkan pandangannya sejenak.
"Issh…kau pasti merasa terganggu.."gerutuku pelan.
"Hng…aku heran kenapa harus bertemu disini. Kalau saja aku tidak menunggu Hongki aku pasti sudah pergi sekarang…ck…tidak ada tempat lain yang nyaman untuk menunggu seseorang.."Jonghun bergumam sendiri. Ia tidak menatapku sedikit-pun. Tapi aku tahu, sindiran-sindiran itu pasti untukku. (=_=)
Aku-pun hanya diam, tidak mau meresponnya sama sekali. Rasanya tidak enak juga kalau setiap bertemu harus bertengkar, lebih baik perang dingin seperti ini-kan.
Tiba-tiba saja Handphoneku berbunyi. Aku melihat kearah layar Handphoneku, ternyata Seunghyun yang menelepon.
"Ada apa Seung?"tanyaku.
"Kazu? Kabar bagus! Aku juga akan ke Osaka!"seru Seunghyun ditelepon.
"Ha? Study tour-mu? Kau juga akan ke Osaka? Kenapa baru diumumkan sekarang?"
"Hahaha, nanti saja kuceritakan. Yang jelas kita akan bertemu di Osaka nanti!"Seunghyun-pun langsung menutup teleponnya.
"Ha..halo? Seunghyun?"aku-pun langsung menatap layar Handphoneku. Memang sudah mati.
.
Jonghun POV
Ditengah suasana dingin tanpa ada satupun yang bicara, tiba-tiba saja Handphone miliknya berdering dan memecahkan suasana.
"Ada apa Seung?"tanyanya ditelepon. Mendengar kata 'Seung' aku-pun langsung melirik kearahnya. Seung? Seunghyun? Laki-laki itu? Dia meneleponnya? Aku terus bergumam didalam hati.
"Ha? Study tour-mu? Kau juga akan ke Osaka? Kenapa baru diumumkan sekarang?"
Kali ini mereka membicarakan soal Study Tour. Apa maksudnya Osaka? Laki-laki itu juga akan ke Osaka? Aku masih mencuri lirikan kearahnya. Tak lama ia mengakhiri teleponnya. Tiba-tiba saja ia melirik kearahku, mata kami-pun bertemu pandang.
Namun dengan cepat kami mengalihkan pandangan. Ah…apa-apaan dia, tiba-tiba melirik seperti itu?. Pikiranku sempat kacau.
.
Kazu POV
Kenapa dia melirikku? Dari tadi dia melirikku? Ah…kenapa juga aku selalu melirik kearahnya?, seakan-akan tidak mau melewatkan sedetikpun kesempatan untuk melihat Cold Prince tampan ini. (=_=)
Ah…tidak. Lagi-lagi berpikir seperti ini…aku ini kenapa sih? Padahal hubungan kami buruk, dia juga selalu menyindirku, tapi aku merasa tidak apa-apa. Aigoo…
"Tadi itu…laki-laki yang sering bersamamu?"tiba-tiba saja kudengar suara seorang Choi Jonghun berbicara padaku. Aku-pun langsung menoleh kaget kearahnya.
"Ke…kenapa?"heran Jonghun sambil menatapku aneh. Justru aku yang harus merasa aneh. Ini benar? Jonghun sedang mengajakku bicara sekarang? Sulit dipercaya. Ada apa ini? Jangan-jangan dia mau melakukan sesuatu.
"Si…siapa maksudmu?"tanyaku dengan nada hati-hati.
"Ya laki-laki yang sering bersamamu itu!…yang kau bilang tetangga rumahmu!"wajahnya terlihat agak kesal. Aku juga tidak tahu kenapa.
"Seunghyun?"
"Yah…"
"I..iya, tadi Seunghyun. Ada apa?"
"Dia…juga akan ke Osaka?"Jonghun bertanya sambil mengalihkan pandangannya.
"He? Kau menguping ya?"seruku sambil menunjuk-nunjuk Jonghun.
"Apa? Enak saja! Siapa suruh bicara disampingku? Suaramu itu berisik tahu, bagaimana bisa aku tidak dengar"ucapnya dengan nada kesal. Ia-pun membuang muka.
"Kazu!"tiba-tiba kudengar suara Miki memanggil. Aku-pun menoleh. Kulihat Kira & Miki sedang berjalan kearahku.
"He? Kenapa kau bersama dengan Jonghun sunbae?"bingung Miki saat melihat Jonghun ada disampingku. Jonghun tidak menjawab. Ia masih diam entah dengan wajah dingin atau kesalnya itu.
"Jonghun! Ternyata kau disini!"Hongki sunbae-pun muncul dari arah berlawanan. Ia-pun tak kalah kaget saat melihatku bersama dengan Jonghun.
"Eh? Kenapa ramai sekali? Ada kalian juga…"ucap Hongki sunbae. Kulihat Hongki sunbae melirik kearah Kira & tersenyum. Namun Kira membuang muka dan tidak menghiraukan Hongki sunbae.
"Oh iya, mulai besok kalian study tour-kan? Pasti senang sekali bisa kembali ke Jepang selama beberapa hari"senyum Hongki sunbae.
"Ah..haha, tidak juga sunbae. Kami berasal dari Tokyo, Osaka itu jauh dari Tokyo"senyum Miki.
"Oh begitu…haha, ternyata tetap saja tempatnya berbeda yah. Tapi kalian tetap orang Jepang-kan, jadi tidak perlu merasa asing mengunjungi Osaka. Teman-teman kalian pasti mengandalkan kalian untuk komunikasi disana"ucap Hongki sunbae ditambah dengan Smiled-Eye-nya. Aku & juga Miki hanya bisa tersenyum mengangguk. Tentu saja mata kami tak bisa berpaling dari Sunbae cantik ini.
.
Jonghun POV
Lagi-lagi Hongki seenaknya mengobrol dengan para gadis Jepang itu. Aku heran, kenapa ia selalu bisa dengan mudah mendekati orang-orang? Apa karena sifatnya itu?
"Haah…mau orang Jepang atau bukan, tetap saja kalau tidak pernah ke Osaka pasti merasa asing"ucapku dingin sambil beranjak dari dudukku. Apa? Apa yang aku ucapkan barusan?
"Jo..Jonghun?"heran Hongki. Kulihat para gadis Jepang itu hanya menatapku tajam dan heran. Terutama Kazu. Entah kenapa aku jadi ingat namanya.
"Kalian ini jangan merasa istimewa hanya karena kalian murid asing. Lihat sekeliling kalian, ini sekolah Internasional, murid asing bukan hanya kalian"lagi-lagi ucapan tajam keluar dari mulutku. Aku juga tidak tahu apa yang membuatku bicara seperti ini. Entah kenapa aku merasa kesal sekarang.
"A…apa? Kami tidak berpikir begitu!"kesal Kazu sambil menatapku kesal.
"Hah…kau juga. Sepertinya kau jadi besar kepala dan terlalu senang hanya karena Hongki sering mengajakmu bicara"ucapku lagi. Membalas tatapan anehnya itu.
"Apa?"ia terlihat kesal.
"Jonghun? Kenapa sih?"Hongki-pun tak kalah heran dengan sifatku ini.
"Hongki, kita pulang sekarang. Kau sudah membuatku menunggu tadi, jangan membuatku menunggu lagi sekarang"aku-pun melangkahkan kakiku meninggalkan para gadis Jepang itu.
"Jonghun? Tunggu!"Hongki-pun mengejarku.
Aku tidak tahu apa yang para gadis Jepang itu pikirkan sekarang. Terutama Kazu. Ia pasti sangat kesal dengan kata-kataku. Tapi, aku juga tidak tahu apa yang membuatku berkata sekejam itu. Aku hanya merasa kesal setiap kali ingat 'Laki-laki' itu.
"Jonghun…kau kenapa sih? kata-katamu barusan kejam sekali"ucap Hongki sambil melirikku aneh.
"Hongki, kau suka dengan temannya itu-kan? Gadis Jepang yang bernama Kira…tapi kau lihat sendiri sifatnya tadi!. Ia bahkan tidak memperdulikanmu sedikitpun walaupun kau seorang pujaan sekolah"ucapku asal.
"Ha? Apa maksudmu? Ini tidak ada hubungannya-kan…lagipula aku bukan menyukainya. Aku hanya tertarik padanya"ucap Hongki sambil tersenyum meremehkan kata-kataku.
"Hongki! Kau menyukainya! Suka!"ucapku lantang dengan setengah membentak. Hongki-pun terdiam heran melihat sikap anehku. Aku juga heran kenapa aku harus marah-marah seperti ini. Aku-pun memalingkan pandanganku dari arah Hongki yang masih menatapku heran.
"Sudahlah, itu urusanku"senyum tipis Hongki. Aku hanya diam.
"Jonghun…kau sedang Bad Mood yah? Atau ada masalah?"tanya Hongki dengan nada cemas.
"Hongki…kita pergi ke Jepang besok"ucapku singkat tanpa melihat kearahnya.
"Hah? Jepang? Jadi kau menyetujui permintaanku?"seru Hongki sambil mengejarku yang sudah berjalan meninggalkannya.
"Kau sudah dengar tadi-kan"gerutuku.
"Ah…jadi serius kita akan ke Jepang? Hahaha! Aku tahu kau tidak akan menolakku Jonghunnie~~~"Hongki memelukku manja. Ash…ini memang sifatnya. Aku tidak bisa mengelak.
"Sepertinya kau memang Bad Mood makanya tiba-tiba ingin liburan…"senyum nakal Hongki.
Liburan? Begitukah? Aku hanya agak cemas kalau 'Laki-laki' itu benar-benar ke Osaka & pergi bersama Kazu. Ha? Apa? Apa yang kukatakan barusan? Ash! Kenapa aku jadi ingat pasangan itu?
"Kau benar. Kau harus menemaniku liburan!"seruku berusaha menghilangkan pikiran-pikiran anehku.
"Ok Yeobo!"senyum iblis Hongki sambil mempererat pelukannya.
"Jangan panggil aku seperti itu! Kita benar-benar terlihat seperti orang pacaran!"
"Hahaha padahal dulu kau yang selalu memanggilku seperti itu. Yeah! JongKi couple akan ke Jepang besok!"serunya.
Kami-pun memasuki mobil yang sudah menjemput kami.
.
To Be Continued… (^_^)
Now Playing : Oh Wonbin – Always
.
seungwon: haha sebenarnya itu cuma nama sih, tapi klo dianggep yoona juga gapapa :) aku kehabisan nama korea soalnya, hehehe
