FT Island Fan Fiction

Mr. Cassanova

©MikiHyo

.

Cast : FT Island, Oh Wonbin, Kira Akegawa, Kazu Uzumi, Miki Amakura, & Other Cast

Genre : Romance

Rated : PG-15

Length : Part (On Going)

Warning : OOC tingkat Tinggi! Watak tokoh jauuuuuh beda dengan aslinya! Ceritanya makin LEBAY! Mianhae… (=..=v)

.

Ternyata alurnya masih saja lambat. Aiish…silahkan kritiknya. Yang banyak! (digaplok para Readers) Read Dozo, RnR Onegai Shimasu…Jebal~ (^_^)

.

Part 6

.

***
Miki POV

.

Akhirnya tiba, hari keberangkatan kami ke Jepang. Kami sudah sampai bandara bahkan sudah masuk pesawat. Semua murid masuk dengan tertib.

"Ah…3 kursi sudah penuh semua. Kalau begini salah satu diantara kita ada yang duduk sendiri"gerutu Yoona saat melihat semua kursi yang berjejer 3 sudah penuh.

"Disini saja cepat! Kita hanya menghalangi jalan orang"seruku sambil menghampiri salah satu kursi berjejer 2. Yoona & Soyeon-pun menghampiriku.

"Kalian saja yang duduk berdua, aku duduk dibelakang kalian"ucapku sambil menyuruh Yoona & Soyeon duduk bersama.

"He? Kau tidak apa sendiri?"ucap Soyeon.

"Aku tidak sendiri…lagipula aku duduk dibelakang sini kok. Kita masih bisa mengobrol"senyumku yang langsung menempati kursiku. Yoona & Soyeon hanya mengangguk pelan dan menduduki kursi mereka.

.

Aku melihat murid-murid dibangku lain. Hm? Ini bukannya kelas 1-F yah? Jadi kelas kami satu pesawat dengan kelas 1-F. Berarti ada Kira disini.

Aku melirik-lirik sampai kearah bangku depan. Mencari Kira. Kalau saja ketemu, biar dia yang duduk bersamaku. Tapi aku tidak melihatnya, tepatnya tidak terlihat karena semua murid sudah duduk dikursi mereka masing-masing.

Aku-pun mengambil Handphoneku dan mengirim pesan kepada Kira.

.

Kira, kau ada dipesawat N-364 kan? Aku juga ada disini. Kau di kursi sebelah mana?-Miki

Tak lama Kira-pun membalas pesanku.

He? Kau juga ada disini? Aku duduk di kursi deretan depan. Kau dimana?-Kira

.

Aku-pun melirik kearah deretan kursi depan. Tapi Kira tidak terlihat sama sekali. Baru saja mau membalas pesannya, tiba-tiba seseorang menaruh tasnya dan duduk disampingku. Aku-pun menoleh kearah orang itu.

"Eh? Kau…Amakura Miki-kan?"tanya orang itu. Rasanya aku mengenalnya. Ah, dia-kan sunbae imut waktu itu. Benar, Lee Jaejin sunbae!

"Oh…Jaejin sunbae?"ucapku. Orang itu-pun langsung duduk disampingku.

"Wah..kita bertemu lagi"senyum Jaejin sunbae.

"I..iya. Kenapa sunbae ada disini? Tidak bersama kelas 2 lain?"bingungku.

"Aku bertugas mengawasi disini. Anggota OSIS memang berpencar di tiap pesawat untuk mengawasi Hoobae-hoobaenya"jelas Jaejin sunbae.

"He? Anggota OSIS? Jaejin sunbae anggota OSIS?"kagetku.

"Hahaha..kau masih belum tahu ya? Aku ketua OSIS di sekolah"senyum Jaejin sunbae diikuti tawa kecil sambil mengacak-ngacak rambutku.

"Ha? Ya ampun…aku baru tahu hal itu"ucapku dengan mulutku yang terbuka lebar. Ternyata sunbae imut ini adalah seorang ketua OSIS. Pasti dia orang yang sangat pintar. (OAO)

.

"Hyung, kau sudah dapat tempat duduk? He? Kenapa kau ada disini?"kaget seseorang yang tiba-tiba saja datang & berdiri disamping kursi kami. Aku-pun melihat kearah orang itu.

"Choi Minhwan?"aku juga tak kalah kaget. Aku lupa, Kira memang sekelas dengan Minhwan, jelas saja kalau dia juga ada dipesawat ini. (=_=)

"Oh, kau sudah datang? Kau lama sekali, jadi aku mencari kursiku sendiri"senyum Jaejin sunbae kepada Minhwan.

"Hyung/Sunbae kenal orang ini?"tanyaku berbarengan dengan Minhwan. Kami-pun saling menatap tajam.

"Eh? Jadi kalian sudah saling kenal? Ah..tentu saja, kalian-kan sama-sama kelas satu"ucap Jaejin sunbae sambil tersenyum.

"Hyung, kenapa kau malah duduk dengan dia? Lalu aku dengan siapa?"gerutu Minhwan.

"Kau duduk denganku. Aku ikut pesawat ini"senyum seorang wanita yang sepertinya aku kenal.

"Yeonhee noona?"kaget Minhwan & Jaejin sunbae berbarengan. Oh iya, dia Yeonhee-shi, guru UKS kami.

"Itu benar. Kalian duduk dibelakang kami saja"ucap Jaejin sunbae. Yeonhee-shi-pun menaruh tas dan duduk dikursinya. Sementara Minhwan masih mendelik tajam kearahku.

"Ckckck..kenapa aku harus satu pesawat denganmu. Hyung, hati-hati kau duduk dengannya. Dia suka berteriak-teriak"ucap Minhwan sambil meledekku.

"Heh? Apa aku seberisik itu?"bentakku kepada Minhwan.

"Tuh-kan…dia berteriak lagi"Minhwan membuang muka. (=_=)

"Hahahaha…sepertinya kalian saling mengenal satu sama lain yah. Kalian akrab sekali"tawa Jaejin sunbae melihat kelakuanku dan Minhwan.

"Sama sekali tidak!"sentak kami berbarengan.

"Sunbae…kenapa kau bisa kenal dengan dia? Kukira dia hanya berteman dengan para Pujaan sekolah"gerutuku.

"Kau pikir aku tidak punya teman lagi selain Hongki hyung & Jonghun hyung"ucap Minhwan sinis kepadaku.

"Iya. Kau-kan selalu mengikuti mereka, seperti anak ayam!"ledekku.

"He? Enak saja kau bilang aku anak ayam!"kesal Minhwan.

"Sudahlah…kalian jangan ribut dipesawat"lerai Jaejin sunbae. Kami hanya membuang muka satu sama lain.

"Minari…cepat duduk disini, pesawat akan Take Off"ucap Yeonhee-shii dari arah belakang. Minhwan-pun menghampiri Yeonhee-shii dan duduk dikursinya.

Aku-pun menyamankan posisi dudukku sebelum pesawat Take Off. Tak lama pesawat-pun berangkat. Aku mengambil sesuatu dari dalam tasku. Sedikit cemilan, Kue Kering ^^

"Sunbae, kau mau?"ucapku sambil menawarkannya.

"Eh? Pesawat baru saja Take Off kau sudah mau makan?"heran Jaejin sunbae.

"Kan sudah kubilang. Makanan tidak akan enak kalau tidak segera dimakan"gerutuku sambil memakan kue-kueku.

"Hihi..kau benar-benar lucu yah. Makanmu banyak tapi kenapa badanmu tidak tumbuh ya?"ledek Jaejin sunbae yang melihat proporsi tubuh mungilku.

"Sunbae jangan meledekku! Ash…kejam sekali~"gerutuku sambil memalingkan wajahku dari sunbae imut ini.

"Hahaha, anak ini benar-benar lucu...coba aku punya adik sepertimu"tawa Jaejin sunbae lagi sambil menggodaku. Haah…ternyata dimata Jaejin sunbae aku hanya sekedar anak kecil. Aku terus memasang raut wajah cemberut tanpa memandang Jaejin sunbae.

"Ah…kau marah ya?"tanya Jaejin sunbae. Aku tidak menjawab. Masih dengan wajah cemberutku.

"Hmpht…kalau marah wajahmu juga lucu…hihihi"tawa kecil Jaejin sunbae malah berlanjut sekarang. Ah…ayolah! Apa aku benar-benar seperti anak kecil?

"Sunbae! Jangan terus-terusan meledekku"ucapku kesal.

"Hahaha…haah…jangan panggil aku sunbae…rasanya terlalu formal, itu tidak cocok dengan karakter Cute-mu"senyum Jaejin sunbae.

"Hah?"aku terkejut dengan kata-katanya barusan. Cute? Dia menganggapku seperti itu?

"La…lalu aku harus memanggil apa?"bingungku. Aku memikirkan bahasa Korea untuk memanggil orang yang lebih tua.

"Oppa?"ucapku.

"He? Oppa? Hm…lucu sih…tapi rasanya biasa sekali..orang Korea sudah sering mendengarnya"gumam Jaejin sunbae.

"Hee? Lalu aku harus memanggilmu apa? Ah..sudahlah sunbae, jangan buat aku bingung!"ucapku sambil menghela nafas panjang.

"Panggilan yang hanya bisa kau lakukan…jadi hanya kau yang memanggilku seperti itu…"senyum Jaejin sunbae sambil menatapku dalam. Ia mendekatkan wajahnya. Wajah imutnya terpampang jelas dihadapanku sekarang. Jarak kami sangat dekat, baru kali ini aku sedekat ini dengan lelaki. Wajahku terasa panas. Apa wajahku sudah memerah sekarang?

"A…apa?"bingungku. Jantungku berdegup kencang melihat Jaejin sunbae.

"Pikirkan…dalam bahasa Jepang…"ucapnya lembut.

"Onii-san…?"gumamku.

"Onii-san? Apa itu? Sama dengan Oppa-yah? Terdengar lucu, baiklah! Kau panggil aku onii-san saja ya"sekarang ia menjauhkan wajahnya dan tersenyum manis padaku. Ya Tuhan…Imutnya!

"Jaejin onii-san?"gumamku lagi.

"Yah…begitu juga lucu. Jadi aku tahu, kalau ada yang memanggilku seperti itu pasti kau"senyumnya lagi.

.

Apa ini maksudnya panggilan istimewa dariku? Hanya aku yang memanggilnya seperti itu? Ah…aku rasa aku akan semakin dekat dengan Jaejin sun-..ah, Jaejin onii-san sekarang

.

Minhwan POV

.

Aku sibuk membaca majalah game yang kubawa dari rumah. Pasangan yang duduk didepanku benar-benar berisik. (Miki & Jaejin?)

Ternyata gadis itu memang suka berteriak-teriak. Haaah…entah kenapa sejak malam itu, ah bukan…hari itu. Saat aku mengejar pencuri tasnya. Kami jadi terus-terusan bertemu satu sama Satu sekolah! Ash…apa ini takdir?

Aku menoleh kearah Yeonhee noona disampingku. Ia memakai Headphonenya sambil menatap awan diluar jendela pesawat. Pantas saja dari tadi diam saja.

.

Ada celah kecil, sangat kecil namun cukup untuk melihat badan seseorang yang duduk didepanku. Dari tadi mereka benar-benar tidak bisa diam. Aku heran…sejak kapan mereka akrab seperti itu? Kalau Jaejin hyung sih memang gampang akrab dengan semua orang. Terlebih lagi dia ketua OSIS, aktif disekolah, sudah terbiasa bersosialisasi.

Tapi gadis Jepang itu? Miki? Yah…sifatnya yang seperti anak kecil itu memang bisa membuat dia akrab dengan orang-orang baru. Hah? Sejak kapan aku mengenalnya seperti ini?

.

Aku menggeleng-gelengkan kepalaku. Menatap kembali majalahku. Tapi karena suara berisik didepan, aku-pun kembali melirik kearah celah kecil itu.

.

Hah? Mataku terbelalak saat melihat Jaejin hyung mendekatkan wajahnya dengan Miki. Walaupun hanya celah kecil, tapi aku yakin Jaejin hyung sedang mendekati Miki.

Apa yang mereka lakukan? Kenapa dengan Jaejin hyung? Entah kenapa tiba-tiba kecemasan melanda pikiranku. Aku-pun bersiap untuk beranjak dari kursiku untuk menengok apa yang sebenarnya terjadi dikursi yang ada didepanku ini.

.

"Onii-san?"kudengar suara kecil Miki bicara pada Jaejin hyung. Aku-pun membatalkan rencanaku untuk mengintip mereka lebih jelas lagi. Onii-san?

Kudengar mereka bicara soal panggilan untuk Jaejin hyung. Jadi, Miki harus memanggil Jaejin hyung dengan panggilan Onii-san sekarang? Hanya dia yang memanggilnya begitu?

Aku terus menguping pembicaraan kedua orang didepanku itu.

.

"Minari? Kau sedang apa?"tanya Yeonhee noona tiba-tiba. Ia-pun melepaskan Headphonenya dan menatapku aneh. Sepertinya ia melihat gerak-gerikku.

"A..ah..tidak"ucapku terbata-bata sambil memalingkan wajahku. Yeonhee noona masih menatapku heran. Ternyata Yeonhee noona juga menyadari ada celah kecil didepan kami.

"Hmm…sepertinya mereka akrab sekali ya"gumam Yeonhee noona. Aku hanya diam.

"Yah…Miki memang anak yang lucu sih. Bisa saja Jaejin suka padanya"ucapan Yeonhee noona barusan sukses membuatku terkejut.

"Su…Suka?"aku berusaha mengecilkan volume teriakanku agar tidak membuat keributan di pesawat.

"Iya. Aku juga suka dengan Miki. Hampir setiap hari dia datang ke UKS dan meminta plester"senyum Yeonhee noona.

"Ha? Dia mau mengoleksi plester?"gumamku heran. Memang dasar (Miki) anak aneh.

"Hahaha…aku kira juga begitu. Ternyata dia anak yang ceroboh, sedikit-sedikit jatuh. Sebenarnya dia juga tidak suka memakai plester, dia sudah biasa mengacuhkan luka-lukanya. Tapi dia bilang, dia membutuhkannya selama pelajaran"jelas Yeonhee noona. Aku hanya bisa mengaga heran. Sejak aku bertemu dengannya, aku memang sudah memastikan dia anak yang aneh. Tapi…pribadinya memang lucu. Aku akui untuk yang satu itu…

"Kau kenal dengan Miki-kan?"tanya Yeonhee noona.

"Tidak!"jawabku singkat dengan raut wajah datar.

"Lalu kenapa dari tadi kau memperhatikan mereka berdua?"senyum Yeonhee noona.

"Ha? Jadi dari tadi noona melihatku?"kagetku.

"Hahahaha…gerak-gerikmu itu benar-benar terlihat tahu. Sepertinya kau penasaran sekali"tawa Yeonhee noona. Aku hanya diam dan memalingkan wajahku.

"Kenapa? Kau takut Miki merebut Hyungmu? Atau…"Yeonhee noona menggantungkan kata-katanya. Aku-pun menatapnya bingung.

"Kau takut Jaejin merebut Miki?"senyum nakal Yeonhee noona.

"Apa? Ma…mana mungkin aku seperti itu!"seruku yang terkejut mendengar lanjutan kalimat noona didepanku barusan. Yeonhee noona hanya tertawa melihat ekspresiku. Ia-pun mencubit-cubit pipiku.

"Hahaha..kau lucu sekali sih. Aku jadi semakin suka padamu~"Yeonhee noona merangkulku perlahan. Aku sudah biasa diperlakukan seperti ini olehnya. Memang banyak noona yang menyukaiku. Terutama di Klub.

"Ash…noona…jangan menggodaku sekarang"gerutu tanpa menatap wajah Yeonhee noona.

"Haha..baiklah"Yeonhee noona mengacak-ngacak rambutku. Ia-pun kembali memakai Headphonenya dan kembali dengan kegiatannya seperti tadi.

.

Kau takut Jaejin merebut Miki?

.

Ash…kenapa malah ingat kata-katanya barusan? Lagipula kenapa tadi aku sempat cemas? Apa yang aku cemaskan? Ah..lebih tepatnya siapa yang aku cemaskan?

Aku-pun kembali menatap majalahku. Berusaha membuang pikiran-pikiran aneh.

.

***
Author POV

.

Sore hari, akhirnya rombongan Sekolah Internasional MyeoungDam sampai di Osaka. Setelah berkumpul dibandara dan mendapat penjelasan soal hotel tempat mereka menginap. Mereka-pun bersiap untuk pergi ke hotel dan istirahat sebelum memulai kegiatan besok pagi.

.

"Kira!"Miki berlari menghampiri Kira yang sedang bersama dengan teman-temannya. Kira-pun menoleh dan langsung mendekati Miki.

"Hey…tadi kau duduk disebelah mana sih? kenapa tidak balas pesanku?"tanya Kira.

"Hah..karena ribut dengan si Pujaan sekolah, aku jadi lupa membalas pesanmu. Setelah itu-pun Handphone dimatikan-kan…"gerutu Miki.

"Hah? Pujaan sekolah? Minhwan?"bingung Kira.

"Iya siapa lagi pujaan sekolah yang satu kelas denganmu"ucap Miki dengan wajah cemberut.

"Hah…bertengkar apa lagi?"Kira hanya menghela nafas panjang sambil melipat kedua tangan diatas dada.

"Yah..ribut seperti biasa. Tadinya aku mau kau duduk bersamaku karena aku duduk sendiri. Tapi Jaejin nii-san sudah lebih dulu duduk disampingku"ucap Miki.

"Ja..Jaejin nii-san? Lee Jaejin Ketua OSIS?"bingung Kira.

"Iyaaaah~ dia bilang aku harus memanggilnya onii-san. Jadi kupanggil Jaejin nii-san"jelas Miki dengan senyum manis.

"Ha? Kau dekat dengannya?"tanya Kira lagi.

"Aku rasa sekarang kami sudah dekat, hehehe"senyum Miki.

"Kau menyukainya yah?"tanya Kira penasaran, melihat ekspresi bahagia temannya itu saat membicarakan ketua OSIS mereka.

"He? Masa sih?"

"Mana aku punya perasaan-kan kau! Kalau menurutku sih…bisa saja kau menyukainya"jelas Kira.

"Haah? Hahaha…tidak tahu. Aku hanya pikir dia imut. Kau sendiri bagaimana dengan Wonbin sunbae?"senyum nakal Miki sambil melirik kearah Kira.

"Ha? Kenapa dia? Aku tidak ada hubungan apa-apa"ucap Kira.

"Aaah…benarkah? Kelihatannya kalian dekat sekali…ah, tidak…sepertinya Wonbin sunbae yang mendekatimu.."senyum Miki. Kira hanya diam tak berani menjawab apa-apa. Ia juga merasa Wonbin yang mendekatinya. Dan dia juga 'tidak bisa bilang tidak suka'. Baru kali ini ia membiarkan seorang laki-laki mendekatinya. Tiba-tiba beberapa teman Miki memanggilnya.

"Ah? Aku dipanggil. Baiklah, aku kembali ke rombonganku yah. Sampai bertemu besok!"ucap Miki sambil berlari meninggalkan Kira dan kembali ke rombongan kelasnya.

Kira masih terdiam memikirkan kata-kata Miki barusan.

.

***
Minhwan POV

.

Waktu menunjukkan pukul 09.00 malam. Tapi aku belum juga tertidur. Bahkan masuk kamar-pun belum. Aku diganggu oleh telepon dari Hyungku yang berisik ini. (=_=)

.

"Hah? Kalian akan datang besok pagi? kenapa tidak hari terakhir saja? 2 hari kedepan kami benar-benar study tour. Tidak ada hari bebas, jadi aku tidak bisa menemani kalian hyung.."ucapku kepada Hongki hyung yang sedang meneleponku.

"Yah, siapa juga yang mau ditemani olehmu! Kau study tour saja sana~ aku bisa jalan-jalan dengan Jonghun"ucap Hongki hyung sambil meledekku.

"Hufht…ternyata memang begitu ya~ ckckck…iya sudah! Kalian jalan-jalan saja sana!"gerutuku kesal. Akhirnya pertengkaran tidak jelas kami dimulai lagi. Tapi tak lama akhirnya aku juga yang mengalah, haaah…Hongki hyung memang seperti itu. Kami-pun mengakhiri pembicaraan kami.

.

"Minan?"tiba-tiba kudengar suara seseorang yang sangat kukenal memanggil namaku. Nama panggilanku. Ya, tidak ada yang memanggilku 'Minan' selain para Hyungku. Karena itu, tidak salah lagi. Dia pasti…

"Wonbin hyung…"gumamku pelan. Tubuhku serasa kaku melihat sosoknya berdiri dihadapanku sekarang. Ia menatapku dalam dengan tatapan lembutnya. Tak ada yang berubah.

"Kenapa ada disini? Kau belum tidur?"tanyanya sambil berjalan mendekatiku. Kami-pun berdiri di pinggir balkon hotel sekarang. Hanya kami berdua.

"Ah…aku…habis menereima telepon"ucapku pelan. Wonbin hyung melirik kearah Handphoneku dan tersenyum.

"Pasti Hongki…atau Jonghun…"senyumnya ramah sambil mengalihkan pandangannya dariku. Sekarang matanya menerawang jauh memandang kearah langit yang kelam.

Aku tidak menjawab.

"Hmhm…tidak berubah yah. Walaupun kalian sering bertengkar, tapi tetap saja kau sangat disayangi mereka…apalagi Hongki"sambung Wonbin hyung.

"Hyung…kapan kau kembali?"tanyaku pelan tanpa melihat kearahnya. Mataku-pun aku alihkan kesemua tempat yang bisa kulihat.

"Beberapa hari yang lalu. Kabarmu baik-kan?"senyumnya.

"Iya…aku baik. Bagaimana denganmu?"tanyaku balik.

"Yah…sama saja. Ada apa? Kau merindukanku ya?"ledek Wonbin hyung diiringi tawa kecil.

Aku hanya menundukkan kepalaku, jujur saja aku ingin bilang Iya, aku merindukanmu hyung.

"Rasanya lama sekali kita tidak mengobrol seperti ini. Karena tidak ada Hongki, kau berani mengajakku bicara ya.."ucapnya lagi.

.

DEG.

.

Jantungku berdegup kencang. Iya, karena tidak ada Hongki hyung makanya aku berani bicara padanya.

.

Kau mau terus membela Hyung kesayanganmu itu yah? Kalau begitu pergi saja bersamanya!

Hyung…bukan begitu…aku…

Pergi sana ketempatnya! Kau lebih suka bersamanya daripada denganku yang sudah bersamamu sejak kecil-kan!

Hyung…

.

Lagi-lagi kenangan buruk itu muncul dipikiranku. Aku membencinya. Aku benci kenangan itu. Kenapa harus muncul lagi sekarang? Padahal sudah lama bisa kulupakan…

Aku mohon…jangan ingat lagi…

.

Rasanya air mataku ingin mengalir tiap ingat saat itu. Ini memalukan…

Untuk apa laki-laki sepertiku menangis…seperti perempuan saja…

Aku jadi terlihat lemah sekarang…

.

"Minan? Kau baik-baik saja? Kenapa tiba-tiba wajahmu pucat?"cemas Wonbin hyung yang langsung mendekatiku. Aku menggelengkan kepalaku pelan.

"Tidak…aku tidak apa-apa…"ucapku dengan nada gemetaran. Wonbin hyung menghela nafas panjang dan mengusap-usap rambutku.

"Sebaiknya kau tidur sekarang. Besok kita harus bangun pagi"senyumnya lagi. Ia-pun berjalan pergi meninggalkanku yang masih terdiam.

.

"Hyung…maaf…"

.

***
Jonghun POV

.

Akhirnya aku sampai di Osaka pagi ini. Disampingku ada sahabat dari kecil yang sudah sangat berisik sejak saat kita masih di Seoul.

"Jonghun! Study tour hari ini mereka kemana? Ayo kita pergi! Ayooooo~"Hongki terus menarik-narik tanganku dan bergelayut manja dengan penuh semangat.

"Hongki…bisa istirahat sebentar tidak? Kita baru tiba di hotel, sudah mau pergi lagi…"gerutuku sambil menatap Hongki. Hongki-pun menunjukkan raut wajah cemberutnya. Ah…kau malah terlihat semakin manis tau!

.

"Hah…kau membosankan! Masa hanya menghabiskan waktu dihotel? Apa ini yang namanya liburan~~"kesalnya sambil melipat kedua tangannya diatas dada.

"Huuuh…kalau memang liburan, untuk apa kita mengikuti mereka study tour? Bukankah lebih baik kita cari tempat sendiri?"ucapku dengan wajah cuek.

.

Hongki POV

.

"Huuuh…kalau memang liburan, untuk apa kita mengikuti mereka study tour? Bukankah lebih baik kita cari tempat sendiri?"ucap Jonghun dengan wajah cuek.

Ash…seharusnya begitu. Tapi, mana mungkin aku bilang aku kesini karena ingin mengawasi Wonbin! Ucapannya tempo hari seperti pernyataan perang padaku.

Aku tidak mau dia merebut Kira-Hoobae-ku! Hoobae? Ah..benar, Hoobae kok.

.

"Um…aku bingung mau kemana. Dari pada membuang-buang waktu, lebih baik kita ikut mereka-kan! Diam-diam kok…supaya tidak ketahuan Primadonna lain~ biasanya tempat-tempat yang dikunjungi untuk study tour juga menarik-kan~"bohongku. Mencari alasan jelas agar Jonghun mau menemaniku.

"Ckckck..kalau bingung mau kemana. Seharusnya dirumah saja, untuk apa kesini? Kau benar-benar pergi tanpa tujuan yah…"sindir Jonghun.

"Ah…ayolah Jonghunnie~ kau sendiri kenapa terima tawaranku kemari? Kalau tidak suka kenapa mau ikut kesini?"tanyaku.

.

Jonghun POV

.

"Ah…ayolah Jonghunnie~ kau sendiri kenapa terima tawaranku kemari? Kalau tidak suka kenapa mau ikut kesini?"tanya Hongki.

Ash…mana mungkin aku bilang padamu aku ikut karena mau mengawasi seseorang. Aku tidak tahu kenapa aku melakukan ini. Mendengar orang itu, Seunghyun juga akan ke Osaka. Pasti mereka akan bersama nanti. Ah…aku juga tidak mengerti diriku sekarang!

"Hah…aku takut kau marah kalau aku tidak menurutimu. Kau kalau sudah marah benar-benar menyebalkan.."bohongku pada Hongki.

"Ck…kau itu…kau yang meyebalkan"gerutu Hongki. Benar-kan. Baru saja di bicarakan, dia sudah marah. Kalau begini kita benar-benar seperti orang pacaran! Bertengkar tidak jelas seperti ini.

"Ash…baiklah. Ayo kita pergi"aku-pun berusaha mengangkat tubuhku dari atas sofa. Hah…rasanya malas sekali.

"Hnn…oh iya, Seunghyun itu bukannya tetangga para gadis Jepang itu? Laki-laki berisik waktu di klub dan minimarket itu-kan…"ucapan Hongki ini sukses membuatku terkejut.

Seunghyun? Baru saja aku memikirkannya kenapa Hongki juga membicarakannya?

"Ha? Aku tidak mengerti…kenapa kau membicarakan dia sekarang?"heranku.

"Seharusnya aku yang heran. Kau terus menyebut-nyebut namanya dipesawat tadi…Kazu…Seunghyun…Kazu…Seunghyun…"jelas Hongki sambil menatapku aneh.

"Apa? Aku tidak merasa menyebut nama mereka! Bukankah dari tadi aku tidur?"

"Iya. Kau menggigau tahu…kau menyebut-nyebut nama itu terus. Sebenarnya ada apa? Kau ada hubungan dengan mereka berdua?"tatapan Hongki sekarang seolah sedang menginterogasiku.

Astaga…separah itu-kah aku? Sampai menyebut-nyebut mereka dalam mimpiku? Sebenarnya aku memimpikan apa tadi? Aku bahkan tidak ingat sama sekali…

Pantas saja rasanya Moodku aneh sejak turun dari pesawat…

"Hah? Mungkin aku kelelahan…Kita berangkat pagi sekali dari Seoul, jelas saja kalau aku menggigau…aku ngantuk sekali…"ucapku sambil mengalihkan pandanganku dari tatapan Hongki.

"Tapi kenapa harus nama mereka? Tidak mungkin-kan tahu-tahu kau memimpikan mereka…pasti ada yang kau pikirkan.."Hongki melanjutkan interogasinya.

"Ash..sudahlah! Kau mau pergi apa tidak? Aku mau telepon Minan sekarang"ucapku.

.

Hongki POV

.

Hmm…ada yang aneh dengannya. Kalau tidak salah Jonghun memang kenal lebih dulu dengan Kazu. Gadis yang dia tolong waktu jatuh dari tangga itu Kazu. Gadis yang meninggalkan kuncinya pada Jonghun juga Kazu. Karena itu kami bertemu didepan klub, dan mereka tahu rahasia kami. Waktu itu Jonghun juga menarik tangan Kazu, berarti dia memang kenal dengan Kazu-kan? Pasti ada sesuatu yang ia sembunyikan.

.

Jonghun itu dari luar memang terlihat dingin. Tapi itulah sikap bodohnya! Dia dingin karena tidak mau jujur ada yang sedang ia pikirkan. Berlagak Cool tapi sebenarnya banyak pikiran.

Choi Jonghun, aku sudah tahu sifatmu itu. Aku pasti akan mencari kebenarannya darimu!

.

"Baiklah-Baiklah~ kita pergi sekarang"seruku yang langsung menarik Jonghun keluar dari kamar hotel.

.

***
Kazu POV

.

Kami memulai study tour kami di kuil-kuil bersejarah sejak pukul 08.00 tadi pagi. Hampir tiga jam kami mengelilingi tempat ini sambil mempelajari banyak sejarah dan tradisi daerah ini. MyeoungDam memang bukan hanya sebuah nama. Sekolah Internasional ini memang ketat dalam pembelajaran. Jelas saja kalau sekolah ini sangat terkenal & banyak lulusan-lulusannya yang punya masa depan cemerlang.

Tidak jauh beda dengan Higashi Gakuen. Aku bangga dan senang sekali bisa masuk kedua sekolah itu.

.

Jam 11.00 lewat. Mendekati waktu makan siang. Para sunbae OSIS terlihat sibuk menyiapkan acara setelah ini. Kami-pun diberi istirahat 15 menit sebelum akhirnya meneruskan kegiatan kami & makan siang.

.

"Kazu! Kemari, tolong aku!"seru Xia Mei memanggil-manggilku didekat kios-kios makanan & minuman. Aku-pun menghampirinya.

"Ada apa?"

"Aku mau beli minuman. Kau yang bilang ya. Aku pesan 2"pinta Xia Mei sambil memberikan beberapa lembar uangnya. Xia Mei memang paling tidak bisa bahasa Jepang. Aku-pun mengambil uangnya kemudian membelikannya 2 buah minuman dingin.

"Yang itu untukmu"senyum Xia Mei sambil mengambil salah satu gelas dari tanganku.

"He? Untukku? Bukankah kau yang pesan 2?"tanyaku bingung.

"Iya. Masa aku minta tolong padamu tanpa memberi apa-apa? Lagipula mana mungkin aku minum 2 gelas Kazu.."tawa Xia Mei.

"Oh..haha, terima kasih"senyumku.

.

"Kazu? Ah…akhirnya bertemu juga!"seseorang yang tiba-tiba menepuk pundakku. Aku-pun menoleh saat mendengar suara yang sangat kukenal.

"Seunghyun?"kagetku. Seunghyun hanya tersenyum padaku.

"Temanmu?"tanya Xia Mei sambil menatap Seunghyun bingung.

"Ah, Xia Mei kenalkan ini temanku Song Seunghyun. Dia dari SMA Yudon, SMAnya juga sedang study tour disini. Seung, kenalkan ini temanku Xia Mei"ucapku sambil memperkenalkan mereka berdua. Mereka-pun saling berjabat tangan dan tersenyum.

"Tempat studymu hari ini juga disini?"tanyaku pada Seunghyun.

"Iya. Dan sepertinya tempat study kita akan terus sama, karena biasanya tempat-tempat ini yang jadi tujuan study tour murid-murid sekolah"jelas Seunghyun.

"Kazu, aku kembali duluan ya. Istirahat 10 menit lagi, kau juga harus segera kembali"ujar Xia Mei yang langsung pergi meninggalkan kami berdua.

.

Seunghyun POV

.

Akhirnya aku bisa bertemu Kazu. Ini seperti keajaiban. Sekolahku satu tujuan dengan MyeoungDam. Ah…ingin sekali cepat-cepat hari bebas sehingga aku bisa berjalan-jalan dengannya. (^_^)

.

"Seung, study tourmu berapa hari?"tanya Kazu.

"Besok hari terakhirku. Sabtu pagi aku sudah pulang.."jawabku.

"He? Kau pulang hari Sabtu? Aku Minggu pagi baru pulang…"ucapannya ini sukses membuatku terkejut.

"Minggu? La..lalu hari bebasmu kapan?"tanyaku lagi. Ash…jangan bilang kita tidak akan bisa jalan bersama?

"Hari Sabtu aku baru bebas…tapi kau sudah pulang…"lirih Kazu dengan raut wajah kecewa.

"Hah…besok kau tidak boleh pergi?"tanyaku dengan penuh harap.

"Maaf…sekolahku ketat sekali. Waktunya belajar tetap belajar…kami baru boleh bebas saat hari bebas.."jelasnya sembari minta maaf. Aku langsung tertunduk lemas mendengar jawabannya.

Hancur sudah harapanku…padahal mumpung kita sedang ada di Jepang. Aku ingin pergi bersamamu mengitari Osaka. Kalau bisa akan kukatakan hal itu padamu juga…

Kazu…

Ash….Song Seunghyun! Kau itu pengecut sekali sih! Mengatakan hal seperti itu saja tidak bisa!

Kazu…Aku menyukaimu!

"Memangnya kau pulang jam berapa?"tanya Kazu. Aku-pun mendangakkan kepalaku dan menatap Kazu murung.

"Jam…10…"gumamku pelan.

"Hah…sudahlah jangan murung begitu…kita pergi bersama saja paginya, sekitar jam 07.00 atau jam 08.00. Kau masih ada waktu-kan?"senyum Kazu sambil menepuk-nepuk pundakku yang lemas. Dia menyemangatiku sekarang.

"Jam 07.00? Kau…tidak apa menemaniku sepagi itu?"tanyaku.

"Tidak apa. Habis kelihatannya kau ingin sekali pergi bersama…jadi aku sempatkan waktuku. Lagipula kita sudah bertemu disini, kita tidak akan tahu kapan kita kesini lagi"ucap Kazu sambil tersenyum lebar. Aku-pun merasa tenang melihatnya sekarang. Dia sampai menyempatkan waktunya untukku. Bahkan dia tahu aku benar-benar ingin pergi bersamanya. (=w=)

.

"Akan kubilang pada Kira & Miki juga!"seru Kazu. Aku-pun tersadar dari lamunanku.

"Ha? Kira & Miki? Tidak usah! Kau saja!"ucapku lantang.

"He? Kenapa? Bukankah kau mau pergi bersama kami?"Kazu menatapku bingung.

"Bu..bukan begitu…kali ini aku hanya ingin pergi denganmu…"ucapku terbata-bata.

"Kenapa?"tanyanya lagi.

"I..itu karena…"aku memalingkan pandanganku. Mencari alasan yang baik atau mungkin berniat mengakuinya.

"Karena apa?"tanyanya semakin bingung.

"Itu…aku…."aku berusaha mengeluarkan kata-kataku.

"Seung?"ia mulai menekan nada bicaranya.

"Ada yang mau ku-….."

"Kazu!"tiba-tiba saja teriakan teman-temannya dari arah lain membuyarkan pembicaraan kami. Kazu-pun menoleh kearah teman-teman yang memanggilnya.

.

"Ah…waktu istirahatnya habis! Aku harus segera kembali!"ucap Kazu yang bersiap untuk pergi. Aku-pun menahan tangannya sebelum ia benar-benar pergi. Ia menoleh dengan tatapan bingung.

"Seung? Kenapa? jam 07.00 hari Sabtu pagi…"ucapnya.

"Tapi hanya kau sendiri…"gumamku pelan. Ia menatapku sejenak.

"Hem, baiklah"ia-pun tersenyum kepadaku. Aku melepaskan tangannya dan dia benar-benar pergi.

.

***
Jonghun POV

.

Akhirnya kedua pasangan itu kembali ketempatnya masing-masing. Aku mendengarnya. Mendengar semuanya dengan sangat jelas.

.

"Heh…sepertinya mereka akan kencan pagi itu…"ucap Hongki sambil membuka kacamata hitamnya & menutup majalah yang sejak tadi pura-pura ia baca. Aku masih diam dengan tetap memeggang Koran ditanganku. Koran yang aku sendiri tidak tahu tulisan apa. Tentu saja Jepang, tapi apa yang aku mengerti dari tulisan-tulisan ini? Ash…lagi-lagi mood-ku berubah jelek! Berubah dengan gampang & drastis.

.

"Jonghun…ada apa denganmu? Kenapa masih diam mematung begitu? Mereka sudah pergi tahu…"ucap Hongki sambil menatapku dengan tatapan banyak arti.

Sejak tadi kami memang duduk dimeja ini. Meja yang terletak dibelakang mereka. Kazu & Seunghyun. Aku & Hongki sedang berbincang disini sampai akhirnya Kazu datang dan malah bertemu dengan Seunghyun di depan kios ini. Tidak ada diantara mereka yang menyadari keberadaan kami. Entah apa juga yang membuatku menyuruh Hongki agar kami tidak ketahuan oleh mereka.

.

"Jonghun…kau itu benar-benar bodoh yah"tiba-tiba saja nada bicara Hongki seperti meremehkanku sekarang.

"Apa? Apa maksudmu?"tanyaku heran.

"Ah…aku sudah tahu sifatmu itu. Mana mungkin tiba-tiba kau menggiggau soal mereka berdua…ternyata kau memang sedang memikirkan mereka-kan…"jelas Hongki sambil menatapku tajam.

"Hongki? aku tidak mengerti ucapanmu…"aku berusaha mengelak. Mungkinkah Hongki sudah tahu semua yang kupikirkan?

"Mana mungkin kau tidak mengerti apa yang sedang kau pikirkan"ucapnya bertele-tele.

"Hongki…aku…"

"Jonghun…kau memikirkan Kazu-kan"ucapan Hongki langsung menusuk hatiku. Sangat tepat apa yang dikatakannya. Ternyata dia sudah tahu semuanya. Aku memang tidak bisa membohonginya.

"Aku memang tidak mengerti…"gumamku.

"Jonghun?"

"Aku tidak mengerti kenapa tiba-tiba aku jadi seperti ini…"lanjutku.

"Jonghun…kau…kenapa tidak ceritakan padaku? Kau membuatku terlihat seperti orang asing tahu…"gerutu Hongki dengan wajah cemberutnya.

Aku hanya diam, tidak menjawab apapun.

"Aku juga kesal melihatmu mood-mu yang gampang berubah itu tahu…kenapa tidak ceritakan padaku…"gerutunya lagi.

"Kalau begitu, kenapa kau juga tidak cerita padaku?"tanyaku lantang. Sekarang aku sudah mengangkat kepalaku dan menatap Hongki tajam.

.

Hongki POV

.

"Kalau begitu, kenapa kau juga tidak cerita padaku?"tiba-tiba saja Jonghun mengangkat kepalanya dan menatapku tajam,

"Ce..cerita? cerita apa?"kagetku saat mendengar suara lantang Jonghun.

"Kau juga sama-kan…Hongki, aku juga tahu sifatmu…"kali ini dialah yang bersikap sepertiku tadi. Dia membalasku?

"Aku tidak mengerti maksudmu…"aku memalingkan pandanganku.

"Mana mungkin kau tidak mengerti apa yang kau pikirkan…"jelasnya.

"Jonghun! Jangan tiru kata-kataku!"seruku sambil menatap Jonghun.

"Aku tidak meniru…memang benar begitu-kan.."ucapnya lagi.

"Ck…apa yang mau kau katakan?"tanyaku.

"Tidak mungkin tiba-tiba kau mau datang kesini. Jelas-jelas bisa saja kau bertemu Wonbin. Kau selalu bilang kau tertarik dengan Kira, gadis Jepang itu. Kulihat…sepertinya Wonbin & Kira punya hubungan dekat. Kau ikut kemari karena memikirkannya-kan?"jelas Jonghun.

DEG.

Ucapannya benar. Ternyata aku juga tidak bisa berbohong darinya. Hubungan kami sudah terlalu dekat sejak kecil. Masing-masing pasti sudah mengenali sifat satu sama lain.

"Kau sudah tahu. Iya sudah…kalau begitu kita sama-sama punya tujuan-kan"ucapku masih menatap Jonghun.

Jonghun hanya menghela nafas panjang kemudian menghabiskan minumannya.

.

Kami sudah tahu masalah kami masing-masing. Sekarang kami hanya bisa mengikuti naluri kami, apa yang mau kami lakukan? Itu masalah kami selanjutnya.

Kenapa kami seperti ini? Entah kami memang tidak tahu atau tidak mau tahu. Kalau begitu untuk apa kami memikirkan gadis-gadis itu?

Ash…aku rasa ini akan jadi masalah yang rumit. Apa yang akan terjadi selanjutnya ya?

.

.

To Be Continued (^_^)

Now Playing : FT Island – Haruka