FT Island Fan Fiction
Mr. Cassanova
©MikiHyo
.
Cast : FT Island, Oh Wonbin, Kira Akegawa, Kazu Uzumi, Miki Amakura, & Other Cast
Genre : Romance
Rated : PG-15
Length : Part (On Going)
Warning : OOC tingkat Tinggi! Watak tokoh jauuuuuh beda dengan aslinya! Ceritanya makin LEBAY! Mianhae… (=..=v)
.
Ternyata alurnya masih saja lambat. Aiish…silahkan kritiknya. Yang banyak! (digaplok para Readers) Read Dozo, RnR Onegai Shimasu…Jebal~ (^_^)
.
Part 7
.
***
Kira POV
.
"Barusan adalah penjelasan terakhir mengenai kuil ini. Aku harap kalian sudah mencatatnya dengan baik. Sekarang kita kembali ke hotel untul makan siang"jelas Wonbin sunbae yang sedang membimbing kami didepan. Dia menjadi mentor untuk kelasku. Entah ini kebetulan atau memang sudah pekerjaannya.
Dia sunbae yang baik, dia sangat membantu kelompok kami. Sikapnya juga ramah, yah…aku merasakannya. Aku rasa bukan hanya aku yang merasakannya, yang lain juga begitu-kan?
.
"Kira! Wonbin sunbae itu baik sekali ya…"seru Shinhye yang berjalan disampingku.
"Pantas saja aku baru melihatnya. Ternyata dia juga murid pertukaran, dan dia baru pulang sekarang"ujar Mario yang berdiri disisi lain sampingku.
"Hmm…begitulah"ucapku pelan.
"Kau dekat dengannya-kan?"tiba-tiba Shinhye berdiri didepanku dan memberhentikan langkahku.
"Ah..benar juga. Bukankah kau dekat dengannya?"Mario juga ikut-ikutan berdiri menghalangi langkahku.
"Tidak juga"jawabku singkat sambil menghindar dari kedua orang itu.
"Ah…Kira…ayolah…ceritakan pada kami"gerutu Mario sambil menarik-narik tanganku.
"Beruntung sekali kau didekati oleh Wonbin sunbae, kepopulerannya di MyeounDam hampir sebanding dengan para Pujaan sekolah lho. Itu yang dibicarakan anak-anak lain baru-baru ini. Tapi tentu saja para Pujaan itu tetap nomor 1"senyum Shinhye.
Oh, dengan wajah seperti itu jelas saja kalau dia juga populer. Tapi aku tidak perduli dengan kepopuleran, apalagi berhubungan dengan para Pujaan itu. Ckckckckck
"Kenapa jalan belakangan? Yang lain sudah jauh didepan lho"tiba-tiba saja suara seseorang menganggetkan kami dari arah belakang. Kami-pun membalikkan badan serentak.
"Wonbin sunbae?"kaget Shinhye & Mario.
"Sunbae…"gumamku pelan.
"Sebaiknya kalian bergegas, jangan sampai tidak makan siang. 1 jam lagi kita melanjutkan study tour sampai jam 6 nanti, waktu istirahat sangat sedikit"ujar Wonbin sunbae seolah menasehati kami para Hoobaenya.
"Ah…iya, kami akan segera kembali kehotel! Ayo Mario!"tiba-tiba saja Shinhye langsung menarik tangan Mario dan meninggalkanku.
"He? Tunggu aku!"seruku. Tapi mereka seolah tidak dengar apa-apa dan semakin jauh meninggalkanku.
"Ayo cepat"senyum Wonbin sunbae sambil mendorong tubuhku. Aku-pun hanya mengangguk.
"Apa yang kalian bicarakan tadi? Sepertinya aku dengar namaku disebut-sebut"tanya Wonbin sunbae.
"Ha? Ah..itu, bukan apa-apa. Mereka bilang, mereka baru pertama kali melihatmu"jawabku sambil mengalihkan pandanganku, karena dia terus saja melihat kearahku.
"Oh, bagi murid-murid kelas 1, aku memang seperti orang baru. Hahaha…begitu naik kelas 3, aku langsung ditunjuk menjadi murid pertukaran, yah…walaupun hanya sebentar, itu cukup untuk menambah pengalamanku"ujar Wonbin sunbae.
"Hm…iya, aku pikir sunbae memang pantas ditunjuk sebagai murid pertukaran. Kau pintar dan ramah…"ucapku sambil terus melangkahkan kakiku.
"Ng…aku tidak suka kau memanggilku sunbae"ucapnya tiba-tiba.
"Eh?"
"Kalau kau yang bilang…entah kenapa rasanya terlalu formal, aku merasa tidak nyaman"gerutu Wonbin sunbae dengan wajah cemberut.
"Lalu aku harus memanggil apa?"aku menatapnya bingung.
"Wonbin saja"senyumnya.
"Hah? Mana bisa begitu…kau lebih tua dariku"protesku dengan wajah heran.
"Ash…sudahlah, hanya padaku. Kalau kau merasa tidak enak didepan yang lain, kau boleh memanggilku sunbae. Tapi kalau hanya kita berdua seperti ini, panggil aku Wonbin saja"jelasnya.
"Ng…tidak bisa. Mana boleh begitu. Lagipula kita jarang berdua"ucapku.
"Setelah ini, aku harap kita bisa lebih sering berdua"senyumnya. Aku-pun langsung terdiam mendengar ucapannya barusan.
Apa maksudnya? Berdua? Hanya aku dan dia?
"Eh? Aku tidak mengerti maksudmu.."ucapku yang masih mencerna kata-katanya.
"Hahaha…iya sudahlah, sekarang cepat kita kembali kehotel!"ia tertawa kecil melihat ekspresi bingungku. Ia-pun langsung menggandeng tanganku dan membawaku kembali ke hotel. Entah kenapa aku tidak bisa mengelak dari dia, padahal kalau orang lain pasti langsung aku tolak. Tapi kenapa dengan Wonbin?
.
_At Hotel_
.
Aku sudah siap didepan hotel. Beberapa murid dari kelas lain juga sudah terlihat mondar-mandir sambil melihat-lihat pemandangan sekitar hotel. Study tour dimulai 15 menit lagi. Aku bosan dikamar, karena itu aku turun duluan. Shinhye, Mario, Miki & Kazu masih sibuk diatas, aku-pun turun sendiri.
"Hng…naik bis selama setengah jam, cukup jauh juga tempat berikutnya"gumamku sambil melihat jadwal study tourku. Aku-pun mengecek catatan-catatan yang sudah aku tulis dibuku study tourku.
"Serius sekali murid yang sedang study tour ini"ucap seseorang dari arah sampingku. Aku-pun menoleh.
"Hongki?"kagetku saat melihat salah satu pujaan sekolah berdiri disampingku dan tersenyum manis padaku. Yah, itulah senjata terampuh seorang Lee Hongki. Smiled-eyes
"Wah...kau memanggilku Hongki ya?"senyumnya lagi. Aku hanya diam dengan wajah malas.
"Hahaha tidak apa, aku suka kok. Jangan bilang aku ada disini ya~"ucapnya dengan nada memohon.
"Sudah kubilang-kan, aku bukan orang yang suka membeberkan masalah"gerutuku tanpa melihat kearahnya.
"Hah? Jadi kau anggap aku ini masalah? Aigoo…"kali ini raut wajahnya memelas. Aku hanya diam, berlagak tidak memperdulikannya. Mana mungkin aku mau melihat wajahnya sekarang. Wajahnya itu mau tersenyum, sedih, atau cemberut, tidak berubah. Tetap saja Cute. Aku akui itu, tapi hanya pada diriku!
"Kenapa kau ada disini?"tanyaku heran.
"Liburan-liburan, hehehe"jawabnya dengan wajah senang. Aku hanya diam dan kembali membuang muka.
"Hey…tumben kau tidak menghindariku"ucapnya.
"Aku sedang malas. Lagipula aku lelah kalau harus menghindarimu, kau pasti terus mengejarku. Aku akan study tour 15 menit lagi, aku tidak mau tenagaku terbuang percuma"jelasku sambil terus menatap pantai yang terbentang luas dihadapan kami. Hongki hanya mengangguk mendengar setiap ucapanku.
"Hmm…untung kau memilih tempat ini, aku jadi tidak harus menghindari anak-anak lain. Kau suka tempat sepi ya? Bagaimana kalau yang lain meninggalkanmu? Disini tidak banyak orang lho, mereka tidak tahu kau disini"ucap Hongki panjang lebar.
"Aku tidak suka terlalu ramai. Kalau sudah waktunya kumpul, teman-temanku akan meneleponku, aku sudah titip pesan"jawabku datar. Tiba-tiba saja Hongki tersenyum mendengar ucapanku.
"Eh? Kenapa kau senyum-senyum sendiri?"bingungku. Kali ini dengan terpaksa aku melihat kearahnya, kalau tidak mana bisa aku tahu alasan dia tersenyum seperti itu. Apa aku melakukan hal yang lucu?
"Hihi…ternyata kau kalau diajak ngobrol, bisa bicara banyak yah. Kau tidak sediam yang aku bayangkan.."senyumnya. Ia juga terlihat seperti menahan tawa.
"Apa? Kau pikir aku lucu? Jadi kau sering membayangkan yang macam-macam yah?"aku menaikkan nada bicaraku. Walaupun aku terpesona dengan wajahnya, tetap saja dia benar-benar orang yang menyebalkan!
"Tidak. Kau manis lho"ucapnya sambil tersenyum ramah dihadapanku. Aku-pun terdiam dengan ucapannya. Entah aku terpesona pada apa sekarang? Ucapannya? Senyumannya? Wajahnya? Atau dirinya?
"Cih…Cassanova…"aku-pun mengalihkan pandanganku lagi.
"Heh? Ya ampun…apa aku terlihat seperti itu dimatamu?"gerutunya.
"Memang iya-kan? Apalagi kalau bukan Cassanova, dasar penakluk wanita"ucapku sinis.
"Hah…bukan salahku-kan kalau wajahku seperti ini. Makanya banyak gadis yang takluk padaku. Wajah seorang Lee Hongki ini adalah anugerah Tuhan"senyumnya lagi. Aku-pun menghela nafas panjang sambil memutar bola mataku.
"Ash…aku harus kembali sekarang"ucapku malas sambil melangkahkan kakiku.
"Eh, tunggu…masih ada 10 menit-kan…temani aku dulu"ucapnya sambil menahan tanganku. Aku-pun membalikkan badanku.
"Memangnya mana temanmu itu?"aku menatapnya malas.
"He? Siapa? Jonghun?"aku menganggukan kepalaku.
"Dia tidur diatas. Lagipula aku tidak harus bersamanya terus-kan"jelasnya.
"Biasanya kalian sudah seperti suami istri dengan 1 anak"ledekku dengan senyum tipis.
"Ha? Aku dan Jonghun memang couple, tapi kami masih normal…tentu saja aku lebih suka wanita. Lagipula 1 anak itu siapa?"tanyanya heran.
"Siapa lagi kalau bukan Choi Minhwan? Pujaan sekolah itu hanya 3 orang-kan"jawabku.
"Minan? Hahahahaha pikiranmu lucu juga. Aku tidak menyangka kau bisa berpikir seperti itu, aku suka padamu! Hahahaha"lagi-lagi ia bilang kata-kata suka dengan mudahnya. Bukan hanya itu, dia mentertawaiku!
"Berhentilah bilang suka-suka seperti itu!"kesalku.
"Eh? Kenapa marah? Apa aku salah kalau bilang suka?"bingungnya.
"Issh…sudahlah! Aku mau kembali!"aku mencoba melangkahkan kakiku lagi. Namun lagi-lagi Hongki menahanku.
"Baiklah, baiklah. Tapi temani aku ngobrol lagi lain kali yah, aku suka bicara padamu…ah! Maaf…lagi-lagi aku bilang suka…"ucapnya sambil menutup mulutnya. Aku hanya menghela nafas dengan tampang malas.
"Aku harap kita bisa lebih dekat lagi. Jangan menghindariku lagi yah, kita ngobrol nanti!"serunya sambil melambaikan tangannya dan beranjak meninggalkanku. Aku-pun hanya bisa menatapnya heran.
Author POV (masih diwaktu yang sama)
"Cih…kenapa jadi dia yang meninggalkanku duluan?"gumam Kira.
"Ckckck…aku tidak mengerti, kenapa dia suka sekali mendekatiku? Tapi..dia lucu juga, tidak sepenuhnya Cassanova yang aku bayangkan, walaupun tetap saja Cassanova! Yah..mana ada Cassanova yang disukai banyak gadis tapi sifatnya seaneh dia"tanpa Kira sadari, senyum manis sudah terpampang diwajahnya. Entah kenapa Kira tidak mengelak dari Hongki hari ini. Walaupun hanya obrolan singkat, hal itu sudah bisa merubah pandangannya terhadap Hongki sedikit.
"Kenapa tersenyum sendiri?"bingung Wonbin yang tiba-tiba datang menghampiri Kira.
"Wo..Wonbin sunbae? Ah…Wonbin.."kaget Kira. Wonbin melihat kearah lain disekitar mereka.
"Kau bicara dengan siapa tadi? Sepertinya aku melihat seseorang"tanyanya lagi.
"Tidak…aku sendiri"jawab Kira sambil mengalihkan pandangannya. Wonbin-pun hanya tersenyum sambil mengacak-ngacak rambut Kira.
"Kau itu, suka sekali menyendiri. Kalau senyum-senyum sendiri seperti itu bisa dianggap orang gila, hahaha"tawa Wonbin.
"Ck…biar!"kesal Kira yang langsung beranjak meninggalkan Wonbin.
"Yah…baiklah, maaf. Jangan marah lagi"senyum Wonbin sambil mengacak-ngacak rambut Kira lagi.
"Ash…Wonbin, jangan buat rambutku berantakan"gerutu Kira. Wonbin hanya tersenyum manis. Mereka-pun kembali kerombongan bersama-sama.
***
Author POV
"Minhwan, aku bawakan ini untukmu. Kau pasti haus setelah perjalanan tadi"ucap seorang gadis sambil memberikan sebuah kaleng jus kepada Minhwan. Minhwan hanya terdiam sambil menatap gadis itu heran.
"He? Kau bawa ini untukku? Tidak usah…kau saja yang minum, kau juga pasti haus"ucap Minhwan sambil menolak pemberian gadis itu dengan sopan. Ia tahu kalau gadis itu salah satu dari Primadonnanya. Karena itu dia tidak mau terlalu baik. Ia hanya sendiri sekarang, tidak ada Jonghun & Hongki. Kalau dia seperti biasanya, dia bisa habis dengan kejaran para fans. Apalagi dia panitia study tour, terlalu sibuk untuk mengurus hal seperti itu sekarang.
"Tapi kau-kan panitia, pasti lebih lelah dari pada kami. Jadi ambil saja"bujuk gadis itu lagi. Minhwan tetap menggelengkan kepalanya sambil tersenyum.
"Minhwan! Wonbin sunbae menyuruhmu mengecek jadwal ini!"panggil Kira dari arah lain. Minhwan-pun menoleh dan tersenyum lega dalam hati.
Ah, untung saja. Ada alasan bagus untuk mengelak sekarang!
Pikir Minhwan.
"Aku harus kembali kekelompokku. Kau bawa saja ini, aku tidak apa-apa"senyumnya kemudian berlari menghampiri Kira. Gadis itu-pun hanya diam cemberut.
"Mana yang harus kuperiksa?"tanya Minhwan sambil menghampiri Kira.
"Ini. Dia bilang jamnya jangan sampai ada yang beda"ucap Kira sambil memberikan selebaran kertas jadwal kepada Minhwan. Minhwan-pun mengambil dan mencocokannya dengan agenda panitianya.
"Beres, tidak ada masalah. Dimana Wonbin sunbae?"tanya Minhwan.
"Dia sedang berkumpul dengan kelas 3 lain sebentar. Sepertinya tadi ada yang kewalahan menghadapi fansnya"ucap Kira sambil tersenyum tipis.
"Ash…kau meledekku? Tidak seterusnya jadi pujaan itu enak-kan"gerutu Minhwan sambil menghela nafas panjang. Mereka-pun duduk berdua sambil mengistirahatkan kaki sebentar.
"Tapi sepertinya salah satu hyungmu selalu menganggapnya menyenangkan"ucap Kira.
"He? Siapa?"Minhwan memandang Kira bingung.
"Hongki"jawab Kira singkat.
"Ha? Hongki hyung? Jangan-jangan kau sudah bertemu dengannya ya?"
"Ternyata benar. Pasti hanya kau yang tahu dia datang kesini"ucap Kira.
"Jadi dia sudah ada disini? Dia dimana?"tanya Minhwan penasaran.
.
Minhwan POV
.
"Jadi dia sudah disini? Dia dimana?"tanyaku kepada Kira.
"Satu hotel dengan kita. Tapi aku tidak tahu dimana kamarnya. Aku kira kau sudah tahu"bingung Kira.
"Hng..Hongki hyung belum menghubungiku. Jadi dia satu hotel dengan kita?"gumamku pelan.
Hongki hyung ada dihotel yang sama. Dia sama sekali belum menghubungiku. Kapan dia datang? Dia pasti mengikuti kemana kami pergi. Karena ada Kira disini, dan juga Wonbin hyung.
Aku tidak boleh terlalu dekat dengan Wonbin hyung sekarang, dia bisa melihatku
"Hey! Kenapa bengong?"Kira melambai-lambaikan wajahnya dihadapanku.
Aku-pun menggeleng pelan dan tersenyum tipis.
"Kau kenapa? Sepertinya jadi muram?"bingung Kira.
"Tidak…aku hanya lelah…ash…cepatlah study tour ini selesai!"seruku agar aku bisa menyembunyikan alasan sebenarnya, karena aku memang benar muram sekarang. (T_T)
Kira masih menatapku heran, namun ia langsung menganggukkan omonganku barusan.
Tiba-tiba saja mata kami serentak melirik kearah kelompok sebelah, saat mendengar suara seseorang yang kami kenal.
"Kenapa sejarah tentang pahlawan tadi tidak kau catat? Aigoo"kulihat Jaejin hyung bicara dengan Miki sambil memeriksa buku catatan Miki.
"Membosankan. Panjang sekali, lebih baik aku mencatat yang lain"gerutu Miki.
"Yaa..dasar anak malas~ hahahaha"Jaejin hyung mengacak-ngacak rambut Miki.
"Oniisan! Berhenti!"Miki terlihat kesal sambil memukul-mukul Jaejin hyung. Jaejin hyung hanya tersenyum dengan kelakuan Miki.
"Ternyata mereka benar-benar akrab yah"gumam Kira. Aku-pun langsung menoleh kearahnya.
"Benar mereka akrab?"tanyaku penasaran. Sekarang Kira yang menoleh kearahku dengan tatapan heran.
"Ke…kenapa? Sepertinya kau panasaran sekali?"bingung Kira. Aku-pun menutup mulutku dan mengalihkan pandanganku.
"Maksudku, aku dekat dengan Jaejin hyung, aku baru tahu kalau dia dekat dengan si pendek itu"ucapku dengan hati-hati.
"Ng? Kau dekat dengan Miki ya?"tanya Kira.
"Heh? sudah kubilang aku dekat dengan Jaejin hyung…"ucapku.
"Kenapa kau memanggilnya si pendek? Kalau kalian tidak dekat, tidak mungkin kau memanggilnya dengan panggilan akrab seperti itu-kan?"raut wajah Kira semakin bingung. Ia-pun menatapku tajam.
Mendengar ucapannya barusan, aku tak tahu lagi harus menjawab apa.
"Hah? Kesimpulan macam apa itu, terserah aku-kan mau memanggil apa? Lagipula dia memang pendek, jelas saja kalau kupanggil pendek"ucapku asal.
"Hah…kau itu juga pendek tahu"ucap Kira.
"A..Apa?"
"Miki memang pendek. Tapi kalau kau tidak dekat dengannya, jangan seenaknya panggil dia seperti itu. Kau tidak akrab dengannya, jadi kau mana tahu dibalik tubuh seperti itu dia orang yang seperti apa. Jangan lupa, kau sedang bicara dengan temannya sekarang"ucap Kira dengan tatapan tajam.
Ash…aku lupa dia temannya. Walaupun Kira bukan orang yang perduli dengan orang lain, tapi tetap saja kalau temannya diejek, dia bisa marah. Orang lain juga begitu. Aku juga begitu. (=_=)
"Ng…iya, maaf"ucapku pelan. Kira hanya menghela nafas panjang.
"Cepat bangun, para sunbae sudah kembali. Kita akan mulai study lagi"ucap Kira yang langsung beranjak dan menghampiri teman-teman yang lain.
Aku masih diam sejenak sambil melirik kearah Jaejin hyung dan Miki.
"Oniisan!"
"Miki cepat kemari!"
Mereka masih saja berisik dengan urusannya walaupun yang lain sudah mulai berkumpul. Aku-pun menghela nafas panjang dan menatap mereka dengan wajah malas. Aku melangkahkan kakiku menghampiri kelompokku untuk memulai study tour.
.
***
Jonghun POV
.
"Ash…gara-gara kau baru bangun, kita jadi ketinggalan mereka-kan"gerutu Hongki yang berjalan didepanku.
"Aku ngantuk, kau tahu sendiri aku biasa tidur siang kalau tidak sekolah"ucapku sambil terus mengikuti langkahnya.
"Ah…tapi ini liburan Jonghun, kenapa malah tidur?"ia membalikkan badannya dan menatapku tajam. Ia terlihat kesal. Tapi tetap saja cute dihadapanku. (=_=)
"Huh…aku pikir kau pasti tahu…moodku sedang tidak baik, karena itu aku mau tidur sebentar.."gumamku pelan sambil melirik Hongki. Ya itu benar, dua jam lalu moodku kembali aneh setelah mendengar percakapan kedua orang itu. Hongki-pun pasti mengingatnya. Tapi sepertinya ia masih kesal.
"Hng…maaf…maaf…"aku-pun hanya bisa minta maaf agar dia tidak terus-terusan marah.
Kami-pun melanjutkan langkah kami, tapi tiba-tiba saja seseorang menabrak kami ditikungan.
"Ah…ma..maaf"ucap orang itu sambil membungkukkan badannya. Tak lama ia-pun mengangkat kepalanya.
"Hah?"kaget kami bertiga serentak. Seunghyun?
"Ka..kalian-kan laki-laki yang diklub..!"kagetnya sambil menunjuk-nunjuk aku dan Hongki.
"Ash..kau itu memang berniat mencemarkan nama kami yah? Untung saja disini Jepang, tidak ada yang mengerti kata-katamu!"gertak Hongki.
"Kau benar-benar kesini?"tanyaku. Seunghyun dan Hongki-pun langsung menatapku heran.
"Kau tahu aku kemari?"bingung Seunghyun. Aku-pun langsung terdiam dan menutup mulutku. Sial! Aku keceplosan!
"Maksudku, kenapa kau ada disini?"tanyaku lagi.
"Ha? Tentu saja study tour!"jawabnya lantang.
"Kau juga study tour disini?"tanya Hongki pada Seunghyun. Ia hanya menganggukkan kepalanya.
"Benarkah? Lalu mana kelompok study tourmu?"bingung Hongki sambil melihat-lihat sekeliling kami. Tidak ada satupun sekolah yang terlihat sedang study tour. Karena ini memang bukan area untuk study.
"I…itu…sebenarnya…"Seunghyun mengalihkan wajahnya. Aku dan Hongki-pun menatapnya heran.
"Aku terpisah…"jawabnya pasrah.
"Hah?"aku dan Hongki hanya bisa menganga heran dan membelalakkan mata mendengar ucapannya barusan.
"Hahaha, kau bodoh sekali! Ya sudahlah, semoga tidak tersesat lebih jauh lagi"tawa Hongki sambil menarik tanganku meninggalkan Seunghyun. Tapi tiba-tiba saja Seunghyun menarik tanganku.
"Heh?"kagetku.
"Walaupun aku tidak kenal kalian, tapi setidaknya hanya kalian yang mengerti bahasaku"ujarnya sambil menatapku.
"Ha? Kau mau apa?"tanya Hongki heran.
"Tolong aku!"pinta Seunghyun. Aku dan Hongki-pun langsung terdiam.
"Handphoneku aku titip pada temanku. Dari tadi aku sudah berputar-putar mencari kelompokku tapi tidak ketemu juga. Aku tidak bisa bertanya pada orang-orang disini, aku tidak bisa bahasa jepang"jelas Seunghyun sambil memelas menatapku dan Hongki.
"Ternyata kau lebih bodoh dari yang kubayangkan"ucap Hongki tajam. (=_=)
"Ash..jangan bilang aku bodoh terus! Kejadian seperti ini bisa saja terjadi-kan! Ck..sebenarnya aku juga tidak mau minta tolong pada kalian, tapi hanya kalian yang bisa aku ajak bicara sekarang"ucapnya memohon lagi.
"Hah…ayo jalan Jonghun"Hongki menarik tanganku lagi.
"Tu..tunggu!"Seunghyun menahan tanganku lagi.
"Ash…ayo Jonghun!"Hongki tak mau kalah, ia kembali menarik tanganku.
"Ayolah! Bantu aku!"Seunghyun kembali menarik tanganku.
"Jonghun, kita pergi!"tarik Hongki lagi.
"Tunggu dulu!"tarik Seunghyun.
"Sakit! Kenapa harus aku yang ditarik?"aku-pun mulai kesal dan langsung melepaskan kedua tanganku dari mereka. Mereka berdua-pun langsung terdiam sejenak. Tapi..
"Heh! Kau mau merebut Jonghun-ku yah? Jangan tarik-tarik dia!"gertak Hongki kepada Seunghyun.
"Jo..Jonghun-mu? Aku hanya mau minta tolong kok!"Seunghyun tak mau kalah.
"Berisik! Kalian berdua hentikan ini sekarang!"kesalku lagi. Mereka berdua-pun benar-benar diam sekarang.
"Jonghuuun~ ayolah kita pergi"ucap Hongki dengan nada manja.
"Tunggu hyung! Aku mohon…"cegah Seunghyun. Aku dan Hongki terkejut dengan ucapannya barusan.
"Hyung? Heh..kenapa kau memanggil kami seperti itu? Kau pikir kau itu siapa?"sinis Hongki.
"Ash…waktu itu Kazu bilang kalian kakak kelasnya. Sudah pasti kalian lebih tua dariku, jadi aku harus lebih sopan-kan"ucap Seunghyun.
"Kalau begitu bersikaplah sopan dari tadi. Kenapa kau terus melawanku?"kesal Hongki. Aku-pun menghalangi Hongki yang kelihatan ingin menghajar Seunghyun.
"Sudahlah, aku tidak suka kalau berisik"ucapku singkat.
"Jonghun…"Hongki hanya menatapku heran.
"Kau mau apa?"tanyaku datar kepada Seunghyun.
"A..ah…teman kalian yang satu lagi itu, sekelas dengan Kira-temannya Kazu-kan? Tempat study tourku sama dengan sekolah kalian, bisa-kah kalian hubungi teman kalian itu dan tanya dia sedang ada dimana? Aku yakin rombonganku juga ada ditempat yang sama"jelasnya.
Aku-pun diam sejenak sambil menatapnya dalam.
Haruskah aku membantunya? Untuk apa aku membantunya? Tapi kenapa juga aku tidak membantunya? Kalau aku membiarkannya, bisa-bisa dia tidak akan kembali kekelompoknya. Aku tidak sekejam itu. Walaupun aku ada 'sesuatu' yang tidak langsung berhubungan dengannya(?)
"Baiklah, aku akan menghubungi Minan"ucapku sambil mengeluarkan Handphoneku dan menelepon Minan.
"Jo..Jonghun?"kaget Hongki. Aku-pun berbicara dengan Minan beberapa saat.
"Mereka ada diperbatasan Kyoto. Tidak jauh dari sini. Sekarang kita kesana"jelasku sambil melangkahkan Kakiku.
"Jo..Jonghun? kenapa...?"Hongki menghampiriku dengan tatapan bingung.
"Sudahlah. Kita juga mau kesana-kan? Mana mungkin kita membiarkannya tersesat disini, kau mau dianggap kejam"ucapku pada Hongki. Hongki hanya mengangguk pelan.
"Te…terima kasih Hyung!"seru Seunghyun dari arah belakang sambil mengikuti kami.
"Hey! Namamu Seunghyun-kan? Kau minta tolong kepada kami, tapi tidak memberitahu identitasmu. Kami jadi seperti menolong orang asing"ucap Hongki sinis.
"Ah..iya, aku Song Seunghyun, murid kelas 1 SMA Yudon. Tetangga gadis-gadis Jepang itu"jelasnya.
Song Seunghyun? Ternyata dia masih kelas 1, dia seumuran dengan Minan. Dia benar tetangga Kazu dan juga teman-temannya. Kalau begitu, hubungan mereka sangat dekat?
"Kalau kau adalah tetangga mereka, berarti hubungan kalian dekat?"tanya Hongki. Persis dengan apa yang kupikirkan barusan.
"Yah tentu saja!"senyum bangga Seunghyun. Aku-pun terdiam.
"Kau juga dekat dengan Kira?"tanya Hongki sinis.
"He? Kira…um…kalau dia…"Seunghyun tidak meneruskan kata-katanya. Wajahnya terlihat bingung sekarang.
"Jangan-jangan kau paling dekat dengannya?"sinis Hongki lagi. Kali ini ia menatap tajam Seunghyun.
"Ash…bukan begitu! Aku dan Kira tidak pernah bicara banyak. Entah kenapa dia selalu menatapku sinis dan datar. Ya sepertimu itu!"gerutu Seunghyun sambil menunjuk Hongki.
"Apa? Kau terang-terangan sekali menunjukku. Tapi benar Kira seperti itu? Hahahaha tentu saja dia tidak suka orang bodoh sepertimu. Ternyata pikiran kita memang sama"ledek Hongki sambil tertawa.
"Ck…"Seunghyun menggigit bibirnya. Ia terlihat kesal.
"Oh iya, kau pasti belum tahu nama kami-kan? Ingat baik-baik nama orang yang telah membantumu sekarang, aku Lee Hongki dan dia Choi Jonghun"jelas Hongki sambil memberitahukan nama kami. Seunghyun hanya mengangguk pelan.
"Hm…sebenarnya apa yang kalian lakukan diklub malam itu?"tanya Seunghyun yang langsung membuatku dan Hongki menatapnya tajam. Deathglare (O_O)
"Ah, baik. Anggap aku tidak tanya"ucap Seunghyun sambil menundukkan kepalanya. Kami-pun melanjutkan perjalanan.
"Ng…kalian dekat dengan Kazu-Miki-Kira ya?"Seunghyun bertanya lagi.
"Memangnya kenapa?"tanya Hongki balik.
"Malam itu kalian membawa mereka pergi satu persatu. Pasti kalian kenal dekat dengan mereka-kan.."ucap Seunghyun dengan tatapan penasaran. Aku dan Hongki melirik satu sama lain.
"Yah…bisa dianggap begitu"jawab Hongki asal.
"Ah, Jonghun hyung! Malam itu kau yang membawa Kazu, kau dekat dengannya?"tanya Seunghyun kepadaku.
"Apa aku harus jawab?"sinisku.
"Ti…tidak. Aku hanya mau tanya, apa dia dekat dengan laki-laki lain disekolah?"tanya Seunghyun lagi. Jantungku langsung berdetak kencang mendengar ucapannya barusan.
Laki-laki? Ada apa dia menanyakan hal itu?
"Mana aku tahu kehidupannya yang seperti itu"jawabku singkat. Jujur saja, aku agak terganggu dengan pertanyaan itu.
"Memangnya kenapa kau menanyakannya?"tanya Hongki kepada Seunghyun.
"Hng...aku menyukai Kazu"jawab Seunghyun.
DEG.
Aku langsung terdiam kaku mendengarnya. Detak jantungku serasa lebih cepat sekarang. Aku benar-benar terkejut.
"Ha? Kau menyukai Kazu?"tanya Hongki lagi.
"Iya. Karena itu, syukurlah kalau dia tidak dekat dengan laki-laki lain. Sepertinya aku tidak punya saingan"ucap Seunghyun dengan enteng.
Aku masih terdiam. Tak menatapnya sama sekali. Hongki menatapku, mungkin ia ingat dengan pembicaraan kami sebelumnya.
"Kenapa kau katakan hal itu pada kami?"tanya Hongki lagi kepada Seunghyun.
"Bukankah Hongki hyung yang tanya alasannya tadi?"bingung Seunghyun.
"Ash..kau ini benar-benar polos sekali…entah polos atau memang bodoh. Itu termaksuk hal privasimu tahu, apa kau tidak memikirkannya"ucap Hongki.
"Tapi jangan terus-terusan bilang aku bodoh hyung"gerutu Seunghyun.
"Kau memang bodoh! Bodoh! Bodoh!"balas Hongki.
"Kita sudah sampai!"aku meninggikan nada bicaraku. Mereka berdua-pun menghentikan pertengkarannya.
"Ah! Itu guruku!"seru Seunghyun yang langsung berlari menghampiri rombongannya. Namun ia menghentikan langkahnya dan membalikkan badannya kearah kami. Sepertinya ia akan berterima kasih.
"Hyung terima ka-…"
Aku membalikkan badanku dan melangkah menjauhinya. Aku tidak mau melihat kebelakang dan mendengar ucapannya lagi. Mungkin Seunghyun heran dengan sikapku ini.
"Cepat kembali kerombonganmu bodoh! Kau mau hilang lagi?"teriak Hongki yang masih melihat kearah Seunghyun.
"Hyung! Terima kasih ya!"teriak Seunghyun lagi yang tadi sempat terhenti. Aku tetap melanjutkan langkahku dan tidak memperdulikannya.
"Jonghun, kau tidak apa-apa?"tanya Hongki.
"Iya"jawabku singkat. Kami-pun melanjutkan perjalanan kami.
Aku menyukai Kazu
Karena itu, syukurlah kalau dia tidak dekat dengan laki-laki lain. Sepertinya aku tidak punya saingan
Aku terus menatap tajam kedepan. Hatiku gelisah? Karena ucapannya itu…
Kenapa? Hatiku gelisah dan sakit, mendengar ucapannya itu…
Kenapa? Apa aku…
.
***
Kazu POV
.
"Hmm…sejarahnya lumayan menarik. Terakhir kesini hanya untuk berlibur, sama sekali tidak tahu tentang sejarah tempat ini"gumamku sambil membaca ulang buku catatanku.
Aku-pun melihat tempat-tempat sekelilingku. Tapi tiba-tiba saja mataku terkunci saat melihat seseorang sedang berjalan di tempat yang agak jauh dari tempatku berdiri.
"Jonghun?"kagetku. Aku berusaha memperjelas penglihatanku. Mataku minus, aku tidak bisa melihat kearah jauh, bisa saja aku salah orang. Tapi entah kenapa aku yakin dia Jonghun.
"Kazu! Kau sedang apa? Ayo cepat berkumpul disana"seru Hyunmi sambil menepuk pundakku.
"Ah…tidak. Baiklah, aku kita kesana"ucapku sambil tersenyum. Aku-pun melangkahkan kakiku bersama Hyunmi, Suhee, dan Xia Mei.
.
To Be Continued (^_^)
Now Playing : FT Island - Someday
