FT Island Fan Fiction

Mr. Cassanova

©MikiHyo

.

Cast : FT Island, Oh Wonbin, Kira Akegawa, Kazu Uzumi, Miki Amakura, & Other Cast

Genre : Romance

Rated : PG-15

Length : Part (On Going)

Warning : OOC tingkat Tinggi! Watak tokoh jauuuuuh beda dengan aslinya! Ceritanya makin LEBAY! Mianhae… (=..=v)

.

Mohon Maaf karena updatenya LAMA BANGET~ Jeongmal Mianhae yo~

.

Part 8

.

Author POV

.

Study Tour hari ke-2 MyeoungDam baru saja dimulai. Waktu menunjukkan pukul 07.30. Jadwal hari ini lebih pagi dari hari sebelumnya. Kemarin murid-murid MyeoungDam hanya sampai perbatasan Kyoto. Karena itu hari ini mereka akan mengunjungi Kyoto. Tempat yang pernah menjadi Ibu Kota Jepang itu.

"Hoam…"Kira mencoba menahan kantuknya. Semalaman ia bergadang dengan Shinhye dan juga teman-temannya yang lain. Karena itu ia merasa sangat mengantuk sekarang.

Tiba-tiba seseorang-pun menaruh tas disampingnya.

"Shinhye-ah, kenapa lama seka-…"ucapan Kira terhenti saat melihat orang yang baru saja duduk disampingnya.

"Selamat pagi, kelihatannya kau masih mengantuk ya?"senyum Wonbin sambil melambaikan tangannya menyapa Kira.

"Kau duduk disini? Shinhye dimana?"bingung Kira.

"Dia bilang ada yang mau dibicarakan dengan temanmu yang dari Amerika itu. Jadi dia suruh aku duduk disini"jelas Wonbin sambil tersenyum.

"Apa? Dimana dia?"Kira beranjak dari duduknya dan melihat-lihat kursi disekelilingnya.

"Ada dikursi belakang. Cepat kau duduk, jangan berdiri seperti itu, bis sudah mau berangkat"ucap Wonbin sambil menarik tangan Kira dan menyuruhnya duduk kembali. Kira-pun menuruti ucapan Wonbin. Tak lama bis mereka-pun berangkat. Sepanjang perjalan, Kira terus mengalihkan pandangannya dari Wonbin dan tidak bicara sedikitpun.

"Kau tidur ya?"ucap Wonbin sambil mendekatkan wajahnya kearah Kira. Merasa ada yang mendekatinya, ia-pun langsung menoleh. Dilihatnya wajah Wonbin hanya berada dalam jarak kurang dari 5cm. Wajahnya-pun memerah.

"Kukira kau tidur…kenapa? Kau sakit? Kenapa wajahmu merah?"tanya Wonbin sambil meletakkan punggung tangannya diatas jidad Kira. Kira-pun spontan langsung melepaskan tangan sunbaenya itu.

"Aku tidak apa-apa"ucapnya sambil mengalihkan kembali pandangannya.

"Hm? Benarkah? Kau tidak sakit-kan?"tanya Wonbin lagi dengan nada cemas.

"Iya, aku tidak apa-apa. Aku cuma mengantuk, aku mau tidur sebentar"ucap Kira mencari alasan yang tepat untuk menghindari tatapan Wonbin sekarang.

.

Di kursi lain

Minhwan POV

.

Bis baru saja berangkat, berbarengan dengan satu pesan yang masuk ke Handphoneku. Aku-pun membukanya. Jonghun hyung?

Kau sudah bangun? –Jonghun hyung

Iya hyung, kami sudah berangkat. Hari ini kami ke Kyoto –Minan

Sudah berangkat? Lebih pagi dari sebelumnya ya? –Jonghun hyung

Iya hyung. Pasti Hongki hyung belum bangun ^_^ -Minan

Ah…kau tahu sendiri-kan. Aku yakin saat dia bangun, pasti langsung berisik. Tahu kalau rombongan kalian sudah berangkat =_= -Jonghun hyung

Hahaha sabar ya hyung. Setidaknya hanya kau yang bisa menanganinya ^_^ -Minan

Ckckck…oh iya, apa kau tahu SMA Korea lain yang juga study tour disini? –Jonghun hyung

SMA? SMA Yudon? –Minan

Ah iya, itu namanya. Apa mereka hari ini juga ke Kyoto? –Jonghun hyung

Aku tidak tahu hyung. Sepertinya iya, karena sejak kemarin tempat tujuannya sama. Memangnya ada apa? –Minan

Tidak. Aku hanya bertanya. Iya sudah, Bye –Jonghun hyung

Aku masih menatap layar Handphoneku heran. Ada apa dengan Jonghun hyung?

"Minari, kenapa? Pesan dari siapa?"tanya Yeonhee noona yang duduk disampingku. Ya, hari ini dia ikut rombonganku. Dan duduk disampingku. Tidak masalah bagiku, dibanding harus duduk dengan murid perempuan lain. Setidaknya aku sudah terbiasa dengan Yeonhee noona.

"Ah..tidak"jawabku sambil tersenyum. Aku harus merahasiakan kalau 2 pujaan sekolah lain juga ada disini.

"Hmm…kau bertugas dengan siapa disini?"tanya Yeonhee noona lagi.

"Dari kelas 1-F hanya aku & Shin, mentornya dari kelas 3 Wonbin hyung"jelasku. Yeonhee noona hanya mengangguk dan kembali melanjutkan kegiatannya sendiri.

Aku kembali menatap layar Handphoneku. Hongki hyung & Jonghun hyung pasti akan menyusul ke Kyoto. Kecemasan-pun kembali melanda pikiranku.

.

::Flash Back (Study Tour Hari pertama)::

.

"Minan"kudengar suaranya memanggilku. Aku-pun menoleh. Dan benar, kulihat Wonbin hyung menghampiriku. Aku hanya diam.

"Kau sudah periksa jadwal tadi? Jamnya tidak ada yang beda-kan?"tanya Wonbin hyung.

"I..iya, tidak ada masalah. Ini jadwalnya"ucapku sambil memberikan selebaran jadwal study kepada Wonbin hyung. Mataku tidak melihat kearahnya. Tapi aku melihat kesekelilingku. Berharap tidak ada orang yang kutakutkan melihatku sekarang.

"Ada apa?"tanya Wonbin hyung yang terlihat heran. Aku hanya menggelengkan kepalaku.

"Kenapa? Kau kelihatan cemas.."ucap Wonbin hyung pelan. Ia menatapku khawatir.

"Tidak apa-apa. Aku harus membantu Shin sekarang"ucapku singkat dan langsung pergi meninggalkannya.

.

::Flash Back END::

.

Berkali-kali kuhela nafas panjang sambil menatap kearah luar. Sepertinya Hongki hyung belum tahu kalau aku satu kelompok panitia dengan Wonbin hyung sekarang. Kebetulan ia ditugaskan mentoring dikelasku.

Hongki hyung tidak melihatnya-kan? Aku bicara ataupun berdekatan dengan Wonbin hyung.

Ash…sial! Aku jadi seperti orang gila sekarang. Aku merasa aku sedang diawasi dan benar-benar ketakutan.

Hyung…kenapa kalian tidak menyelesaikan masalah kalian saja? Bukankah itu lebih baik?

Inilah akhirnya! Masalahku sudah selesai! Aku tidak perlu lagi berurusan dengan orang itu!

Lagi-lagi pikiranku melayang pada masa itu. Kenapa harus ada masalah seperti itu? Padahal dulu kami bersama…

Kenapa Hongki hyung & Wonbin hyung jadi seperti ini? Ah…aku benar-benar tidak suka mengingatnya. Mengingat masalah itu.

.

***
Jonghun POV

.

"Haaaah…"aku menghela nafas panjang. Minan bilang, bisa saja sekolah itu datang ketempat yang sama hari ini. Aku duduk diam dibalkon hotel bersama dengan gitar kesayanganku.

Hongki belum bangun. Aku-pun tak mau membangunkannya paksa, pasti akan lebih berisik (=_=)

"Ck…ada apa denganku? Aku tidak perduli dengannya, tapi aku kesal kalau tahu ia bersama orang lain…"gumamku. Diliputi pikiran-pikiran aneh, aku-pun mulai memainkan senar gitarku. Kupetik senar-senar itu lembut, untuk menghasilkan melodi indah tapi sebisa mungkin tidak menimbulkan suara keras.

Aku tidak menyanyikan sebuah lagu. Aku hanya memainkannya. Aku suka menyanyi tapi tidak sering kulakukan. Karena aku sudah terbiasa mendengar nyanyian Hongki. Aku sudah terbiasa memainkan alat ini, juga alat-alat musik lainnya untuk mengiri suara Hongki.

Aku menciptakan beberapa lagu untuk dinyanyikan oleh Hongki. Bukan hanya Hongki, tapi…

FT Island?

"Annyeong nae sarang sarang sarang…Jalgayo nae sarang sarang sarang…"kuhentikan permainanku saat kudengar suara seseorang yang menyanyikan lirik lagu ini. Aku menoleh kearah belakang.

"Kau sudah bangun?"kagetku saat melihat Hongki duduk diatas tempat tidur sambil menatapku.

"Yah…baru saja, aku dengar suara gitarmu makanya aku bangun. Lagi-lagi kau memainkannya tanpa bernyanyi sampai bagian reff, makanya kunyanyikan saja"jelas Hongki yang masih menatapku. Aku-pun diam sejenak dan tersenyum.

"Haha tidak biasanya kau langsung sadar dari tidurmu"tawaku.

"Ash...mungkin karena aku tidak sengaja mendengarnya waktu tidur tadi, ketika bangun aku langsung tahu itu lagu Love Love Love"jelas Hongki sambil menggaruk-garuk kepalanya. Ia-pun bangkit dari tempat tidur, walaupun terlihat sekali ia memaksakan diri. Raut wajah malas dan mengantuk masih terpampang jelas diwajahnya. Ia menghampiriku.

"Jonghun, kau tidak apa-apa?"tanya Hongki sambil menatapku tajam.

"Ng? Memangnya kenapa?"tanyaku balik.

"Kau…menyukai Kazu-kan?"

DEG.

"Apa maksudmu?"senyumku tipis. Hongki masih menatapku tajam sambil melipat kedua tangannya.

"Ash…Jonghun-ah, kenapa kau tidak mau jujur? Kau pasti terpukul dengan ucapan anak itu kemarin.."gerutu Hongki. Aku diam sejenak memikirkan kata-kata Hongki. Aku-pun kembali memainkan gitarku. Tapi tidak dengan lagu tadi. Aku asal memainkannya menciptakan melodi-melodi baru.

"Kau itu baru bangun, pasti pikiranmu masih melayang-layang. Cepat mandi sana, Minan sudah berangkat dari tadi. Hari ini mereka ke Kyoto"jelasku yang masih memainkan gitarku.

"Apa? Sudah berangkat?"kaget Hongki. Sudah kuduga, seperti inilah ekspresinya.

"Hari ini mereka berangkat lebih pagi"ucapku lagi.

"Ash…aku harus segera bersiap!"Hongki langsung berlarian dikamar, mengambil baju ganti dan handuknya.

"Annyeong nae sarang sarang sarang…Jalgayo nae sarang sarang sarang…Chaorunun naye.."lagi-lagi Hongki bersenandung dengan lagu tadi. Dia memang begitu. Kalau sudah mendengar satu lagu, ia pasti akan menyanyikannya lagi tanpa sadar. Itulah kebiasaannya.

"Hongki.."panggilku. Hongki-pun menoleh.

"Jangan nyanyikan lagu itu…"ucapku pelan.

"Lagu? Oh, Love Love Love? Kenapa?"tanyanya heran.

"Tidak. Rasanya menyedihkan kalau lagu itu dinyanyikan sekarang. Seperti akan berpisah dengan cinta"ucapku dengan senyum tipis. Hongki menatapku sejenak. Tak lama ia-pun langsung masuk kekamar mandi.

Aku kembali memainkan gitarku. Menghela nafas panjang memikirkan kata-kata Hongki tadi.

Itukah yang terjadi padaku?

Mencintainya?

Kenapa?...

.

***
Kazu POV

.

"Ugh…"keluhku dalam hati. Sejak tadi aku hanya bisa mengeluh sendiri tanpa menceritakannya pada siapapun. Sebenarnya alergiku kambuh dari tadi pagi (=_=)

Alergi dingin. Aneh memang, padahal ini musim panas. Tapi dingin tetaplah dingin. 2 Malam sudah aku lewati satu kamar dengan beberapa teman sekelasku. Mungkin karena ini musim panas, makanya AC hotel sangat dingin. Walaupun bukan cuaca, tapi dingin tetaplah dingin.

Alergiku kambuh sekarang. Rasanya seluruh tubuhku ini ingin sekali kugaruk. Gatal! Dan bukan hanya itu. Ini kadang-kadang terjadi, tapi kenapa harus terjadi sekarang? Ugh…rasanya mual sekali. Alergi benar-benar tidak enak (=_=)

"Kazu, kau tidak kepanasan? Lepas saja jaketmu"ujar Hyunmi yang sejak tadi memang memandangku dengan aneh. Jelas saja. Musim panas tapi aku memakai jaket.

"Ah…tidak. Aku mau melindungi kulitku dari terik matahari"bohongku sambil tersenyum tipis. Aku tidak mau sakit di study tour ini. Ini study tour terakhir, tidak akan kulewatkan begitu saja. Apalagi besok hari bebas, kalau aku ketahuan sakit aku tidak akan ikut acara bebas. Karena itu, hari ini kegiatan diluar dan musim panas. Mudah-mudahan alergiku bisa sembuh.

"Kau sakit ya?"tanya Hyunmi dengan raut wajah cemas.

"Tidak. Apa tampang seperti ini seperti orang sakit?"senyumku lebar. Berusaha meyakinkan temanku ini. Hyunmi menatapku sejenak, tak lama ia-pun mengangguk pelan dan kembali dengan kegiatannya. Aku menghela nafas lega dan kembali mengalihkan pandanganku kejendela. Bis kami terus melaju. Tak lama kemudian kami-pun tiba di Kyoto.

Study tour dimulai. Kami kembali mendengarkan cerita tentang sejarah maupun tradisi daerah ini. Para pembimbing asli dari Kyoto, maupun para sunbae ikut membantu dalam kegiatan ini.

"Ukh…"sial lagi-lagi mual. Ash…kepalaku juga pusing. Padahal sudah tidak dingin, tapi kenapa aku masih alergi?

Aku berusaha menahannya. Aku kembali fokus pada penjelasan-penjelasan yang diberikan.

.

***
Author POV

.

"Dimana mereka yah?"gumam Hongki sambil melihat sekeliling tempatnya berjalan sekarang. Jonghun hanya diam mengikuti sahabatnya itu dari belakang. Tiba-tiba mata Jonghun tertuju pada rombongan dengan seragam yang ia kenal.

"Mereka disana"ujar Jonghun sambil menunjuk arah yang dimaksud. Hongki-pun mengikuti arah telunjuk Jonghun. Mereka berdua diam-diam mendekati rombongan tersebut.

"Ash…ini bukan kelasnya Kira…"gerutu Hongki yang kembali melihat-lihat sekeliling tempat itu. Jonghun memperhatikan kelas junior yang ada dihadapannya sekarang. Terlihat mereka sedang istirahat sejenak ditengah-tengah kegiatan.

"Itu Kazu-kan? Kenapa dia sendiri?"seru Hongki tiba-tiba saat melihat Kazu sedang duduk disalah satu bangku yang ada dibawah pohon. Agak terpisah dengan rombongannya.

.

Jonghun POV

.

Kudekati gadis itu sendirian. Hongki menyuruhku untuk mendekatinya. Ia sendiri pergi mencari kelas gadis yang diincarnya. Kulihat Kazu masih duduk diam dibawah pohon itu. Sekarang aku sudah ada disampingnya. Tertutup semak yang memang menjadi benteng persembunyianku dari murid lain.

Kazu hanya diam sambil menundukkan kepalanya. Sepertinya ada yang aneh. Kenapa ia memakai jaket dicuaca panas seperti ini? Dan kelihatannya…dia lemas sekali.

.

Kazu POV

.

Aah…benar-benar…ck…aku terganggu sekali saat sakit seperti ini. Untung saja ada sedikit waktu istirahat. Aku mau menenangkan diriku sejenak disini sendiri.

Tiba-tiba saja kurasakan seseorang menarik pelan tanganku. Ia menarikku kebalik semak-semak. Mataku terbelalak saat melihat siapa orang yang berdiri dihadapanku sekarang.

"Jo…Jonghun…"mulutku bergetar tak percaya dengan apa yang kulihat. Jonghun menatapku sejenak dari atas sampai bawah. Tapi bukan tatapan datar seperti yang biasa ia lakukan. Tatapannya kali ini…cemas?

"Kau kenapa?"tanyanya. Aku masih diam tak menjawab. Lidahku masih terasa kaku melihatnya ada dihadapanku.

"Kenapa kau pakai jaket? Tidak panas?"tanyanya lagi. Benar-benar tidak biasanya ia memulai pembicaraan. Benarkah ini Jonghun?

"Ini…"gumamku pelan. Aku mengalihkan pandanganku untuk mencari alasan yang tepat. Jonghun masih memperhatikanku. Tiba-tiba jemari-jemari panjangnya itu menyentuh pipiku kemudian turun kedagu, mengalihkan wajahku kehadapannya.

"Ternyata benar pucat…kau sakit?"tanyanya lagi. Kali ini jelas sudah raut wajah cemasnya. Cold Prince ini mencemaskanku?

Kini punggung tangan kanannya menyentuh jidadku. Seketika raut wajahnya langsung berubah.

"Kau benar-benar sakit ya? Badanmu panas!"panik Jonghun. Aku masih diam menatapnya heran.

Ada apa ini?

Benarkah dia Jonghun? Si Cold Prince yang kukenal itu?

Pujaan semua gadis disekolah yang selalu bicara kasar dan menatapku datar setiap hari?

Ada apa dengannya hari ini? Tiba-tiba ia muncul dan mencemaskanku sekarang…

"Kau kenapa ada disini?"aku mengalihkan pembicaraan. Aku berusaha mencari tahu 'ada apa dengan dirinya?'. Tidak mungkin tiba-tiba ia begitu baik padaku.

"Aku…pokoknya rahasiakan kalau aku ada disini"jelas Jonghun dengan tatapan tajamnya. Sama seperti waktu ia mengancamku sebelumnya.

"Rahasia lagi…"aku tersenyum heran. Ia hanya diam dan masih memperhatikanku.

"Kau kenapa?"tanyaku lantang.

"Apa?"wajahnya terlihat bingung.

"Kenapa tiba-tiba kau baik seperti ini? Ada yang kau rencanakan yah?"ucapku asal yang penting aku berusaha bertanya pada Point-nya.

"Ha? Apa maksud ucapanmu itu? Kau pikir aku ada niat tersembunyi?"ia kelihatan tersinggung.

"Ck…kau benar-benar mengawasi kami sampai seperti ini ya? Sudah kubilang kami tidak akan membeberkan rahasia kalian, kami tidak mau ikut campur"kutinggikan nada bicaraku. Jonghun kelihatan kesal sekarang. Tatapan mata dingin dan tajamnya itu benar-benar menusuk.

"Hah…aku harus kembali sekarang, bye"ucapku singkat dan langsung pergi meninggalkannya.

.

Jonghun POV

.

Huh? Dia anggap aku kesini karena masalah itu? Dia menganggap aku punya maksud tersembunyi dibalik rasa cemasku ini, hah?

Ash…kenapa? Kenapa aku secemas ini? Padahal aku juga kesal dengan kata-katanya barusan

.

***
Hongki POV

.

"Dimana dia? Kalau sudah ramai begini bisa-bisa aku ketahuan oleh yang lain…"aku-pun mengambil Handphoneku dan menelpon Jonghun. Panggilan anda sedang dialihkan, cobalah beberapa saat lagi.

"Apa? Dialihkan? Kenapa lagi dia?"rasanya emosiku mulai naik karena Jonghun. Lagi-lagi dia seperti itu, pasti moodnya sedang berubah sekarang. Ash…ada apa lagi sih?

Aku mengintip sedikit dari balik pohon agar tidak ketahuan murid lain. Aku masih mencari-cari kelas Kira. Aku-pun kembali menyembunyikan diri saat terlihat beberapa murid lain menoleh-noleh kearahku.

"Hah…sial, aku hanya sendiri…dimana Jonghun?"teriakku pelan. Aku menghela nafas panjang dan berniat mengintip kembali. Namun seseorang berdiri tepat dihadapanku saat aku kembali mengintip dari balik pohon.

"Ho…Ho…!"aku-pun langsung membekap dan menarik gadis itu bersembunyi bersamaku. Dia Miki, temannya Kira.

"Ssst…jangan sampai ketahuan yang lain aku ada disini.."ucapku sambil menatap Miki.

"Ta…tapi…kenapa sunbae ada disini?"heran Miki.

"Hongki…hyung…?"tiba-tiba saja kudengar suara seseorang memanggil dari arah lain. Aku dan Miki-pun menoleh.

"Jaejin…"gumamku pelan. Mataku terbelalak saat melihat dia yang ada dihadapanku.

.

Author POV

.

"Hongki hyung.."ucap Jaejin pelan. Hongki terdiam menatapnya sejenak. Tak lama ia ikut menarik tangan Jaejin agar ia juga tidak terlihat yang lainnya.

"Kalian berdua jangan bilang aku & Jonghun ada disini ya"ucap Hongki.

"Jo..Jonghun sunbae juga?"kaget Miki.

"Ssst..pelankan suaramu"pinta Hongki pada Miki. Miki-pun langsung mengangguk.

"Hyung…"panggil Jaejin pelan. Hongki-pun melirik kearah Jaejin, dan menatapnya sejenak.

"Ah..kau..kenapa tiba-tiba ada disini?"tanya Hongki sambil tersenyum tipis.

"Aku…sedang mengawasi anak ini, jadi aku mengikutinya. Aku tidak menyangka Hyung ada disini.."ucap Jaejin. Hongki hanya diam. Miki-pun menyadari ada yang aneh diantara mereka berdua.

"Ah…kami harus kembali sekarang. Miki, ayo. Hyung, kami duluan"senyum tipis Jaejin sambil menarik tangan Miki. Hongki tetap diam walaupun mereka berdua sudah beranjak pergi.

"Onii-san…ada apa?"tanya Miki sambil menatap Jaejin dalam. Jaejin-pun menoleh kearah Hoobae disampingnya.

"Eh? Kenapa?"senyum Jaejin.

"Ada yang aneh…dengan kau dan Hongki sunbae. Ada apa?"tanya Miki lagi. Jaejin diam tanpa melihat kearah Miki.

"Miki!"tiba-tiba teriakan Yoona membuyarkan suasana. Terlihat Yoona & Soyeon berlari mendekati Miki. Soyeon-pun langsung memukul kepala Miki pelan.

"Ash…sakit tahu"ucap Miki sambil mengusap-usap kepalanya.

"Bodoh! Darimana saja kau? Hampir saja ketinggalan rombongan"gerutu Soyeon.

"Kau membuat kami khawatir! Kau cepat sekali hilang!"sambung Yoona.

"Ash…kalian pikir aku seperti anak kecil yang sering hilang ya?"gerutu Miki. Jaejin yang berdiri disamping gadis-gadis itu hanya bisa terkekeh geli.

"Hihihi…kalian benar, anak ini ditinggal sebentar pasti hilang. Karena itu aku terus mengawasinya"tawa Jaejin sambil melirik Yoona & Soyeon.

"Onii-san..!"kesal Miki.

"Ah…kami minta maaf sunbae, dia sudah merepotkanmu. Padahal kau juga sibuk disini"ucap Yoona.

"Haha lain kali kalian harus lebih mengawasinya lagi. Repot kalau kehilangan teman sekelompok"senyum Jaejin.

"Iya sunbae, kami benar-benar minta maaf. Sunbae tidak perlu repot-repot mengawasinya lagi"tambah Soyeon.

"Hmm..tidak apa-apa, aku suka berada disampingnya. Aku jadi tidak merasa bosan"senyum Jaejin. Miki-Yoona-Soyeon langsung terdiam mendengar ucapan sunbaenya barusan.

"Baiklah, aku kembali ke panitia yang lain. Nanti aku akan kesini lagi, Miki aku akan memeriksa catatanmu berikutnya"senyum Jaejin sambil melirik tajam kearah buku catatan Miki. Tak lama, ia-pun meninggalkan gadis-gadis itu.

"Miki…kau itu benar-benar dekat dengan Jaejin sunbae ya?"tanya Soyeon penasaran.

"Hmm…kau lihat saja hubunganku seperti apa…"jawab Miki.

"Sepertinya Jaejin sunbae suka padamu"ucapan Yoona sukses membuat Miki & Soyeon terkejut.

"Ha? Dia suka Miki? Tapi…benar juga sih, buktinya dia mau kau memanggilnya dengan panggilan khusus…"gumam Soyeon.

"Ash..pikiran kalian terlalu fiksi"gerutu Miki. (=_=)

"Hey..bukannya kau juga suka padanya? Kau bilang kau senang berada disampingnya"ucap Yoona.

"Ah..kau juga bilang selalu deg-degan kalau bersama Jaejin sunbae, kau sering ingat padanya…itu berarti kau suka padanya tahu!"seru Soyeon sambil memukul kepala Miki lagi.

"Ash..jangan pukul lagi! Tapi benarkah kalau seperti itu aku suka padanya?"tanya Miki penasaran.

"Ya ampun…dasar anak kecil, jangan-jangan Jaejin sunbae adalah cinta pertamamu?"ucap Soyeon sambil melirik tajam.

"Eh? Cinta pertama?"bingung Miki.

"Kau belum pernah menyukai laki-laki sebelumnya ya? Sepertinya ini memang pertama kalinya bagimu.."gumam Yoona.

"Jaejin sunbae adalah cinta pertamaku…"gumam Miki. Yoona & Soyeon-pun hanya bisa menghela nafas melihat temannya itu.

"Tapi beruntung sekali kalau Jaejin sunbae juga menyukaimu, dia sunbae yang imut, pintar, ketua OSIS, dan dia juga cukup populer dikalangan murid-murid perempuan. Dia baik padamu-kan? Sepertinya dia memang menyukaimu"jelas Yoona.

"Benarkah? Bukankah dia baik pada semua orang? Dia-kan ketua OSIS"ucap Miki.

"Ya..tapi karena dia ketua OSIS, terkadang dia sangat tegas dengan Hoobae-hoobaenya"ucap Yoona.

"Tapi ada gossip tentang Jaejin sunbae…"tiba-tiba Soyeon membuat suasana menjadi hening dengan ucapannya. Yoona & Miki-pun langsung mendelik tajam kearah Soyeon.

"Kudengar dia berpacaran dengan Lee Yeonhee songsaenim, guru UKS kita"jelas Soyeon.

"Oh iya, aku juga tahu soal itu. Hubungan mereka memang sangat dekat, Yeonhee songsaenim & Jaejin sunbae juga sering terlihat bersama disekolah"sambung Yoona. Miki-pun langsung mengalihkan pandangannya kearah dua orang guru & murid yang sedang berbicara tak jauh didepannya.

"Yeonhee-shii dengan Jaejin sunbae…?"cemberut Miki.

"Kenapa? Kau cemburu ya?"ledek Soyeon.

"Ck….sudahlah, ayo cepat kembali ke kelompok! Aku harus selesaikan catatanku sebelum orang itu kembali"gerutu Miki yang langsung berjalan mendekati kelompok yang lain. Yoona & Soyeon-pun mengikuti dari belakang.

.

To Be Continued (^_^)

Now Playing : FT Island – Treasure

.

Jeongma Gomawo-yo buat yang udah review! Mohon reviewnya lagi readers-san! d(^_^)b