Title : ASTRAY
Genre : Romance, Mystery/Suspense (maybe)
Rate : T to M (for save)
Main Cast :
Junmyeon, Yixing dan beberapa nama yang tersebut didalamnya.
Desclaimer :
Cerita ini original dari hasil ngayal saya sendiri selama beberapa minggu dan mungkin beberapa pengaruh dari kisah-kisah lain, sumber-sumber internet serta mitos-mitos yang beredar.
Warning :
Boy's Love, akan ada keberadaan kisah-kisah yang (mungkin) tak masuk akal, mengandung bahasa yang bhineka tunggal ika alias campur-campur serta tidak sesuai EYD.
.
.
.
Chapter 2
.
.
.
Junmyeon sudah berada didalam lift dan pintunya hampir tertutup sebelum dia menahannya kembali lalu melongokkan kepalanya keluar, menoleh kearah dimana dia dan Baekhyun berbincang tadi dan mendapati pria penggemar eyeliner itu masih belum beranjak dari tempatnya semula.
"BAEK.." panggil Junmyeon keras
"YA?" yang dipanggil menoleh secepat kilat
"apa kau sangat sibuk hari ini?"
"mmm...entah, kenapa memangnya?"
"kalau kau cukup santai tolong keruanganku, ada yang ingin kubicarakan denganmu."
"hmm, lihat nanti saja."
Junmyeon hanya mengangguk ringan tanda mengerti dan dengan itu dia memasukkan kembali kepalanya yang tadi dia sembulkan dari dalam lift, lalu menekan tombol angka menuju lantai dimana ruang kerjanya berada.
.
.
.
Pria mapan namun single itu duduk di kursi kerjanya dengan helaan nafas berat. Sebagai orang yang baru seminggu berganti jabatan dari karyawan biasa menjadi salah satu anggota pimpinan perusahaan, dia benar-benar merasakan perubahan. Dia bak seorang raja sekarang, dia tak harus duduk dan berdiri berkali-kali hanya untuk memenuhi panggilan atau naik turun lantai hanya untuk menyerahkan sebuah dokumen. Sekarang apapun yang dia perlukan, apapun yang dia mau tinggal angkat telefon dan mereka –yang ada diposisinya dulu- akan dengan senang hati melakukkan perintahnya dan memenuhi panggilannya. Tapi bukan berarti beban kerjanya berkurang justru disini tekanannya semakin tinggi, karena percayalah seseorang yang bekerja keras dengan otak akan lebih mudah terserang penyakit daripada pekerja fisik.
Junmyeon mulai menyalakan komputernya dan membuka berkas-berkas yang harus dia kerjakan, jujur saat ini matanya terasa sangat berat dan kepalanya pening luar biasa namun meninggalkan pekerjaan begitu saja bukanlah kebiasaan Junmyeon, jadi dia berusaha sekuat tenaga untuk fokus dan konsentrasi menyelesaikan tanggung jawabnya sesuai kemampuannya saat ini.
.
Tokk...tokk...
ceklek
Junmyeon tau seorang karyawan masuk dan berdiri di depannya meskipun dia tengah fokus menatap layar komputer, dia sengaja tidak ingin berkata apapun tapi seseorang didepannya ini tak juga mengeluarkan suara.
"ada apa?" tanya Junmyeon malas sambil masih memperhatikan layar dengan bertopang dagu.
"kupikir keadaanmu sudah cukup parah."
Aktivitasnya berhenti sejenak, hanya satu orang di perusahaan ini yang Junmyeon tau punya suara secentil itu, Junmyeon menghela nafas dan menegakkan duduknya menghadap depan kearah tamunya.
"duduklah, apa pekerjaanmu sudah selesai?"
"seperti yang kau lihat. Sekarang katakan padaku, apa yang ingin kau bicarakan?" Baekhyun, teman curhat Junmyeon itu lantas duduk dengan mencondongkan badan kearah lawan bicaranya seperti mengintrogasi.
"hhh...ini berhubungan dengan keadaanku sekarang ini. Tidakkah kau pikir apa yang kualami ini aneh?"
"aneh seperti apa maksudmu?" yang ditanya mengernyit minta penjelasan lebih.
"mendapati diriku bermimpi hal yang sama secara berulang-ulang, kupikir itu bukan sekedar mimpi biasa Baek."
"err...mungkin kau lupa, tapi ini pertama kalinya kau bercerita tentang keadaanmu yang seperti ini padaku hyung. Aku tak mengerti mimpi apa yang kau maksud dan bagaimana itu terjadi."
Junmyeon mengusak wajahnya, dia ingat dia baru bekerja disini selama seminggu. Baekhyun memang orang pertama yang menyapanya dengan sangat menyenangkan seperti teman lama yang bertemu kembali, tapi kenyataannya mereka berdua baru dikatakan dekat akhir-akhir ini sejak Baekhyun berada di divisinya.
"kau benar. Oke begini kejadian awalnya, sejak aku pindah ke Seoul aku membeli rumah baru di distrik Seocho. Menurut warga sekitar rumah itu sudah ditinggal oleh pemilik pertamanya setahun yang lalu karena anaknya sakit dan baru aku yang menempatinya setelah itu. Lalu sejak pindah kerumah itu tepatnya di hari kedua aku mulai mengalami hal yang aneh, seperti ada bayangan yang mendekatiku saat aku tidur dan itu terjadi berulang berturut-turut setiap malam." Jelas Junmyeon dengan –sangat- serius.
"apa rasanya seperti kau tidak bisa menggerakkan badanmu padahal kau sudah berusaha?"
"iya seperti itu."
"itu namanya sleep paralysis hyung, aku juga kadang mengalaminya." Baekhyun menyandarkan punggungnya.
"berturut-turut?"
"tidak juga sih. Aah...atau mungkin kau lupa berdo'a."
"Sudah, bahkan aku juga selalu cuci tangan dan kaki serta sikat gigi sebelum tidur."
"mungkin dia tidak suka bau pasta gigimu." Yang lebih muda menjawab dengan entengnya.
Junmyeon hanya menampilkan wajah datarnya, tidak bisakah tanggapan Baekhyun ini lebih berbobot?
"eh tapi hyung, jika memang itu perbuatan hantu kau tidak berpikir bisa saja dia ingin berkenalan denganmu?"
"Baek-"
"tunggu..tunggu hyung, dengarkan dulu. Rumah itu kan sudah setahun tak berpenghuni jadi sudah pasti banyak makhluk halus yang menempatinya dan baru kau yang menempatinya setelah itu kan?, mereka tinggal disana lebih dulu darimu jadi mungkin mereka ingin menunjukkan padamu kalau mereka ada disana."
Teori Baekhyun mungkin ada benarnya, tapi Junmyeon ingin jawaban yang lebih realistis dari sekedar hantu yang ingin mengajak dia kenalan.
"berhenti Byun, aku ingin kau menanggapinya serius dan lebih masuk akal karena ini sudah sangat menggangguku." Yang jabatannya lebih tinggi mulai bicara dengan merapatkan gigi-giginya.
"itu sudah sangat masuk akal, tapi baiklah mungkin kau sedang dalam tahap tertekan karena kau sendiri kan yang bilang sejak diangkat menjadi direktur beban pikiranmu semakin banyak, bisa saja itu hanya ilusimu."
"tapi aku merasa tidak apa-apa."
"depresi itu gejalanya tak kasat mata hyung, bahkan orang gila pun tak akan merasa kalau dirinya sudah gila."
"kupikir aku tak separah itu." Jawab Junmyeon sedikit tak terima.
"terserah apa katamu, tapi aku punya saran yang sangat baik dan sebaiknya kau mengikuti saranku, aku punya keyakinan 90% kau pasti akan merasa lebih baik setelahnya."
Junmyeon tertarik karena setidaknya apa yang diucapkan Baekhyun barusan sungguh-sungguh meyakinkan.
"cepat beri tahu aku?"
"kau harus menghibur dirimu sendiri."
"caranya?" Junmyeon makin penasaran.
"cobalah ke klub malam, disana ada banyak wanita berdada F cup dan pria cantik dengan burung-burung mungil dibalik resleting mereka, oh..atau kau ingin yang ukurannya lebih besar dari punyamu? ,tinggal pilih dan mereka bisa menemanimu sepanjang malam dan kuyakin makhluk lain dirumahmu itu tak akan membuntutimu sampai kesana." mulut Baekhyun memang selalu terbakar jika bicara tentang kebutuhan biologis begini.
Untuk kalian ketahui saja, ada 3 hal yang bisa membuat Junmyeon gampang naik darah. Pertama jika kegerahan, kedua jika lapar, ketiga jika kurang tidur seperti sekarang ini. Lalu sekarang akan bertambah satu, mulut binal Baekhyun akan jadi hal keempat yang dapat membuat kepala Junmyeon mendidih dengan cepat.
"kau benar Baek, mungkin kita bisa bermain sebentar." Junmyeon merubah raut wajahnya menjadi bengis seketika dan dia tau Baekhyun sedang terkejut sekarang. Kepala Junmyeon boleh saja mendidih, tapi akalnya masih tetap dingin untuk bisa memberi sedikit pelajaran pada bawahannya yang berlidah erotis ini.
"kita? Bermain? Maksudmu?" nada Baekhyun mulai terdengar panik.
"kau baru saja membicarakannya dan aku mengerti apa maksudmu, lalu kenapa sekarang kau pura-pura tidak mengerti?" Junmyeon mulai beranjak perlahan sambil melepas tuxedonya, melonggarkan dasinya dan membuka 2 kancing teratas kemejanya.
"aku? Ahh, tidak-tidak kau tau aku sudah punya kekasih." Baekhyun juga ikut berdiri dan menghindari atasannya itu.
"sebentar saja sekedar membuatku melupakan masalah ini, lagipula kekasihmu itu tidak bekerja disini kan? Jadi dia tidak akan tau, kecuali kau bilang." Smirk dan satu alis Junmyeon terangkat. Baekhyun menelan ludah, dia tak menyangka kalau atasannya ternyata seksi juga jika sedang menggoda seperti ini. Dia jadi membayangkan jika saja atasannya ini menyewa teman kencan maka orang itu pasti rela tidur berkali-kali tanpa dibayar asal itu dengan Junmyeon.
Bugh...
Baekhyun mendelik, dia jatuh sedikit telentang karena sibuk berandai-andai tadi dan tidak sadar jika dia mundur mendekati sofa ruangan Junmyeon sedangkan Junmyeon yang sadar akan hal itu segera menghentakkan tubuh Baekhyun kebelakang.
"tidak..hyung..berhentilah..."
Junmyeon menegakkan duduk Baekhyun dengan mencengkeram bahunya dan menempelkan hidungnya dengan hidung Baekhyun.
"sekali lagi kau tidak serius dan membuatku makin naik darah, aku bersumpah akan benar-benar menghajar lubangmu tanpa ampun hingga kau terkapar, saat itu juga." Junmyeon melepaskan Bakhyun dan duduk di sisi yang lain. Meskipun halus dan terdengar tenang namun jika didengar lebih jelas lagi itu adalah sebuah ancaman mematikan bagi Baekhyun, bahkan lebih menakutkan daripada kata-kata 'kau dipecat'.
"oke..oke..maafkan aku, begini saja kalau kau mau aku bisa mengajakmu ke psikiatri, a..aku tidak menganggapmu gila atau apa tapi konsultasi pada ahlinya mungkin bisa lebih membantu. Bagaimana? Kau mau?"
"kau tau psikiater yang bagus?"
"aku punya kenalan psikiater di rumah sakit seoul dan setauku dia memang ahlinya."
"pulang kerja antarkan aku kesana. Sekarang kau bisa kembali keruanganmu."
"kau mengusirku pak direktur?" raut Baekhyun berubah horor dan ucapannya terdengar sangat tidak terima
"menurutmu? Ada lagi yang ingin kau sampaikan?"
"kau hampir menodai kesucianku dan kau mengusirku begitu saja?, apa kau tidak tau apa itu kata terima kasih dan minta maaf?" yess, beginilah Baekhyun saat siluman tante mengambil alih tubuhnya.
"aku bahkan tak mencolek eyelinermu sedikitpun dan kau bilang aku hampir menodai kesucianmu? Lalu apa kabar dengan kegiatan rutinmu bersama Chanyeol yang selalu kau ceritakan padaku, hah?" beberapa urat Junmyeon tercetak jelas di leher putihnya.
"bb..baiklah, aku kembali dulu ke ruanganku direktur, permisi." Baekhyun kicep, dia paham atasannya itu sedang tidak stabil dan dia memutuskan langsung pergi saja sebelum dia benar-benar tak berbentuk setelah dihajar oleh hulk bermarga Kim.
.
.
.
.
Seperti rencana, usai jam kerja Baekhyun mengantar Junmyeon ke rumah sakit seoul dengan mobilnya untuk bertemu seorang psikiater. Sepanjang perjalanan tak banyak yang mereka bicarakan, Junmyeon benar-benar terlihat kelelahan jadi dia hanya menyandarkan kepalanya sambil memejamkan mata -tapi tidak tidur-.
Sekitar hampir 30 menit perjalanan dan sampailah mereka di rumah sakit yang dimaksud, setelah memarkirkan mobilnya dan memasuki rumah sakit Baekhyun membawa Junmyeon masuk ke dalam lift dan ia menekan angka 6 yang Junmyeon yakini adalah lantai ruang psikiater itu berada.
"kau harus ceritakan secara detil dan sejujur-jujurnya masalahmu itu hyung." Nasihat Baekhyun.
"aku tau." Jawab Junmyeon tanpa minat.
Ting...
Pintu lift terbuka dan Baekhyun keluar lalu melangkah kearah kiri diikuti oleh Junmyeon dibelakangnya. Tidak lama setelah itu Baekhyun berhenti di depan sebuah pintu lalu mengetuknya.
"dokter..." panggil Baekhyun.
Cklek... pintu terbuka dan muncullah seseorang dari dalam.
"oh, Baekhyun?" sapa orang tersebut.
Junmyeon yang awalnya memperhatikan sekeliling koridor langsung membawa pandangannya menuju seseorang yang baru saja menyapa Baekhyun yang tadi di panggilnya dokter.
"CHANYEOL?" alangkah terkejutnya Junmyeon mendapati makhluk besar berjas putih, bergigi penuh dan bermata lebar berdiri di hadapannya dan Baekhyun.
"oh, hai pak direktur, apa kabar?." Ucap makhluk yang Junmyeon sebut Chanyeol itu sambil membungkuk hormat.
Junmyeon tak kuasa menjawab, matanya spontan menelusuri tubuh orang didepannya ini.
'Chanyeol?, manusia mesum dan creepy luar biasa ini adalah psikiater?apa aku benar-benar akan sembuh setelah bicara dengannya?' batin junmyeon merana.
"pak direktur, kau tidak apa-apa?" tanya Chanyeol melihat respon Junmyeon seperti orang yang baru saja kena hipnotis.
"oh,hehe...dia tidak apa-apa hanya terlalu kelelahan." Jelas Baekhyun.
"ooh begitu. Ngomong-ngomong kenapa kau bersama atasanmu kesini?, eh, tapi sebelumnya silahkan masuk dulu."
"nanti saja, tapi aku ada perlu dengan psikiater disini, apa kau bisa menunjukkan dimana ruangannya?"
Junmyeon refleks menghela nafas setelah mendengar pertanyaan Baekhyun, syukurlah ternyata dia cuma salah sangka.
"psikiater?, itu.." jawab Chanyeol dengan menunjuk pintu didepan ruangannya, secara bersamaan Baekhyun dan Junmyeon menoleh kebelakang.
"kalau begitu aku masuk sendiri saja, kau bisa tunggu bersama Chanyeol." Ujar Junmyeon
"kau yakin tak mau ku temani?" tawar Baekhyun
"tidak perlu, permisi." Pamit Junmyeon
Junmyeon mengetuk pintu yang di tunjuk Chanyeol tadi, setelah mendengar jawaban 'masuk' dari dalam Junmyeon membuka pintu dan segera mendekat ke arah meja seorang dokter yang ternyata masih muda itu dan duduk setelah di persilahkan.
"ada yang bisa saya bantu?" tanya dokter tersebut dengan suara khasnya yang berwibawa.
"begini dokter..."
Junmyeon menggantungkan kalimatnya dan mengarahkan pandangannya kearah plakat diatas meja sang dokter yang bertuliskan
Oh Sehun, Ph.D.
.
.
.
.
.
To Be Continued
Chap.2 is up yeay... Sehun disini pake gelar doktoral sistem anglo-saxon ya Doctor of Philosophy bukan Pizza H*t Delivery #plakk. Masih full of Junmyeon dan Baekhyun nih, ini proses panjang untuk gimana caranya nanti Junmyeon bisa ketemu Yixing, mungkin sudah ada yang bisa nebak-nebak nih ya... tapi semoga kalian tetap suka sama ceritanya.
WOWW...konsernya EXO sudah didepan mata nih, ada yang liat langsung konsernya? ,atau ada yang mau jadi temenku liat konser EXO'Luxion lewat Fancam aja?, Hahay...eh tapi waktu aku baca berita konser EXO di Amerika itu katanya gak boleh bawa kamera ya?, masa entar di Indonesia juga gak boleh bawa kamera penontonnya? Syedih dong eyke :'(
Iching juga semoga fix dateng ya dan semoga moment SuLay'nya banyak nanti...amin. :D
Oh ya, kalau ada yang dateng ke konsernya aku nitip salam ya buat EXO ,hehe
Terima kasih banyak buat :
OneTen
emak
demiapa
cumi-cumi
cumberbatch's
guest
Xox
Sugahoney
MinieZhang
xingmyun
viviyeer
heeriztator
yang sudah review di chap.1 kemarin...
