CHAPTER 3 : KATA CINTA ITU

PAIR : CHANHUN, JOONGHUN

CAST : PARK CHANYEOL, OH SEHUN, SONG JOONGKI, IM YOONA

WARN : GS, TYPO (S)

.

.

Frekuensi pertemuan Sehun dengan Chanyeol mulai bertambah. Bahkan Chanyeol mulai berani untuk diam-diam datang dan menemani Sehun di malam dia harus lembur di kantor karena pekerjaannya.

Tak lupa, Chanyeol membawa makanan atau sekedar kopi dan cemilan yang Sehun sukai untuk mengusir rasa kantuk yang wanita cantik itu alami saat harus lembur (Chanyeol yang mulai mengetahui sedikit demi sedikit hal-hal yang Sehun sukai dan tidak sukai, contohnya, Sehun sangat menyulai bubble tea dan wanita itu pasti tidak mampu menolak bubble tea rasa coklat, juga makanan manis ) dan Chanyeol yang memang berkedudukan sebagai direktur tentu bisa mengalihkan pekerjaannya pada asistennya.

Pun Chanyeol mulai terbuka pada Sehun, termasuk soal masa lalunya juga semua jerih payahnya sebelum bisa menaiki tangga kesuksesan seperti sekarang ini. Dan Sehun sendiri semakin terbuka mengenai kondisi rumah tangganya. Betapa Sehun merasa kehidupan rumah tangganya menjadi hambar karena terlalu teratur dan Joongki yang terlalu baik menjadi seorang suami.

.

.

Sehun dan Chanyeol pun semakin sering bepergian bersama. Bersama Chanyeol, mata Sehun mulai terbuka akan indahnya dunia ini. Lelaki tinggi itu sering mengajak Sehun shopping, berwisata kuliner atau ke tempat hiburan yang lain. Bahkan Chanyeol mau mengajak sehun ke taman hiburan, sebuah hal yang jarang dilakukan Joongki. Joongki sangat jarang bahkan hampir bisa dikatakan tak pernah mengajak Sehun ke taman hiburan hanya karena lelaki itu fobia dengan ketinggian dan tidak manyukai menaiki wahana-wahana yang ada di tempat hiburan, sedangkan Sehun hanya bisa menahan keinginannya untuk bepergian ke taman hiburan.

.

.

Namun meskipun begitu, Sehun tetap bersikap seperti biasa kepada Joongki, bahkan tetap membuatkan sarapan di pagi hari untuknya. Memberi pelukan dan ciuman di saat mereka bertemu di malam hari seusai pulang kerja di tempat kerja masing-masing.

Hingga suatu ketika, di suatu malam Sehun harus lembur kembali, karena deadline berita yang dikerjakan adalah besok pagi.

"Kau tidak pulang lagi, sayang ?" terdengar suara Joongki di telepon. Joongki memang tidak pernah melayangkan protes apalagi larangan akan pekerjaan yang sehun jalani, namun kadangkala pria itu cemas akan kondisi kesehatan Sehun yang sering kali melupakan makan siang atau malamnya karena deadline pekerjaan, ia tak mau istri tercintanya emnjadi semakin kurus akibat jarang makan apalagi Sehun juga mempunyai penyakit maag. Ia tidak mau Sehun jatuh sakit nantinya.

"Iya, oppa, aku harus lembur jadi mungkin aku baru akan pulang besok. Tidak apa kan ?"

Sehun berkata dengan suara khas manjanya dan bagaimana bisa seorang Joongki menolaknya, tentu saja, ia akan mengijinkan. Kebebasan penuh sudah ia berikan pada sang istri semenjak mereka menikah.

"Tentu saja, Hunnie. Tapi, kau harus makan dan beristirahatlah sebentar kalau kau capek. Minumlah kopi, dan edarkanlah pandanganmu agar matamu tak terlalu lelah ketika melihat ke layar komputer, arraseo ?"

"Arraseo, oppa "

Sehun tersenyum dan menutup sambungan telepon dengan sang suami. Suaminya begitu perhatian , tentu saja, namun apa yang telah Sehunlakukan pada kepercayaan suaminya ? Sehun akan menghancurkannya dan wanita itu nampaknya tidak merasa bersalah sama sekali.

.

.

Ia sedikit menjerit pelan ketika sesosok bayangan muncul di depannya. Namun ia menghela nafas leganya kemudian saat sadar kalau didepannya bukanlah hantu ataupun pencuri, melainkan seorang lelaki bernama Park Chanyeol.

"Kau sungguh membuatku kaget. Sejak kapan kau ada di sini, hm ?" ujarnya dan lelaki tampan itu tersenyum, senyuman yang mampu menggoyahkan iman Sehun. Diam-diam wanita itu mengumpat dalam hatinya, melihat senyuman dan lesung pipi seorang Chanyeol yang mampu membangunkan ribuan kupu-kupu di dalam perutnya.

"Sejak kau menelepon suamimu " sahutnya enteng dan Sehun hanya ber-oh-ria seraya melanjutkan pekerjaannya kembali dan membuat Chanyeol cemberut.

"Kau mengabaikanku ?" tanyanya dan duduk di sofa di belakang Sehun. Sehun menggeleng.

"Tidak, kau bisa duduk di sana karena aku akan lembur hingga pekerjaanku selesai, tuan Park "

"Sejak kapan kau memanggilku begitu ? kau harusnya memanggilku sayang,panggilan itu yang harus kau tujukan padaku "

Chanyeol beranjak berdiri dan melingkarkan lengannya di bahu Sehun.

Sehun tak tahu siapa yang memulai ini semua. Dia sudah bersama orang lain, pria lain yang bukan suaminya dan ia tahu ini tidak benar. Seharusnya ia tidak menerima semua perhatian Chanyeol yang ditujukan padanya, semua hadiah mahal itu dan semua kecupan yang entah mulai kapan dan siapa yang memulai itu, tapi ia tak berdaya.

Ia tak berdaya menolak. Mungkin hatinya juga sudah tertarik baik secara fisik dan mental pada Chanyeol. Mungkin ia berpikir tentang itu dan ia hanya menerimanya dengan pasrah. Bahkan ia memberikan timbal balik yang serupa. Ia sama sekali tak berpikir kalau akan ada pihak yang tersakiti dalm sebuah hubungan cinta segi tiga atau bisa disebut sebagai perselingkuhan.

Perselingkuhan akan menyakiti dan orang yang akan tersakiti adalah Song Joongki, Joongki yang baik, Joongki yang sabar, Joongki yang terlalu percaya pada sang istri dan Sehun mulai merasa kalau ia adalah tokoh antagonis di sini namun sentuhan Chanyeol, tak bisa ia tolak.

Sehun memegang lengan kekar Chanyeol yang masih melingkari bahu ringkihnya.

Kehangatan tubuh Chanyeol dan aroma maskulin pria itu bisa ia rasakan dan ia sangat menikmatinya.

"Sehun, jika aku mau memberimu hadiah, kau mau menerimanya kan ?" " Tanya Chanyeol tiba-tiba.

" Boleh, tapi syaratnya hadiahnya harus banyak ya, tapi yang kuingat hari ini bukan ulang tahunku, ulang tahunku kan sudah lewat beberapa bulan lalu " Jawab sehun dengan nada bergurau.

"Memang dilarang ya memberi hadiah di saat orang itu tidak berulang tahun ? kurasa tak ada larangan yang menuliskan seperti itu. Tapi Aku juga mempunyai syarat. Kau harus menutup matamu saat aku memberikanmu hadiah ini, mau kan ?" Tanya Chanyeol lagi.

" Serius ? Oke kalo cuma itu syaratnya aku mau " Kata Sehun sambil memejamkan mata, dan menyunggingkan senyuman tipisnya.

" Awas jangan buka mata sampai kuberikan aba-aba.. " Kata Chanyeol lagi.

.

.

Sehun masih memejamkan matanya namun penasaran dengan hadiah apa yang akan diberikan Chanyeol tetapi pada saat mata Sehun terpejam, tiba-tiba ia merasakan ada benda yang lunak menyentuh bibirnya. Tidak hanya menyentuh, benda itu juga melumat bibirnya dengan halus. Sehun langsung tahu, Chanyeol tengah menciumnya.

Sehun pun sontak langsung membuka mata, wajah Chanyeol yang sangat dekat dengan wajahnya dan tangannya merangkul pinggang rampingnya. Tetapi Sehun sama sekali tak berusaha menghindar. Wajah Chanyeol tampak sangat tampan, dan nampak terpahat dengan sempurna dan Sehun mengagumi setiap inci lekuk wajah pria itu.

Untuk beberapa lama, Chanyeol masih melumat bibir ranum Sehun. Sejujurnya, Sehun menikmatinya.. Bahkan beberapa saat secara refleks ia juga membalas melumat bibir Chanyeol. Sampai kemudian akhirnya Sehun tersadar, lalu dengan cepat dia mendorong dada Chanyeol hingga ia jatuh kebelakang.

" Chanyeol, seharusnya ini tak boleh terjadi ! "

Kata Sehun dengan nada bergetar menahan rasa malu dan sungkan yang menggumpal dihatinya. Matanya terlihat berkaca-kaca. Selama ini, memang mereka sudah sering berpelukan dan bergandengan tangan, tapi ciuman yang mereka lakukan hanya sebatas di pipi atau kening saja, bukan di bibir dengan keintensan seperti ini.

" Maaf Sehun, mungkin aku yang terlalu nekat. Seharusnya aku sadar kau sudah bersuami. Tapi inilah kenyataannya, Aku menyukaimu dan aku mencintaimu " Ujarnya lirih sambil meninggalkan Sehun sendirian.

"Hanya ingin memberikanmu ini " Di hadapan Sehun, Chanyeol memberikan seuntai kalung cantik yang simpel namun indah.

Seketika itu Sehun merasa sangat menyesal, wanita itu merasa telah mengkhianati suaminya. Digenggamnya kalung pemberian Chanyeol itu dan wanita itu menitikkan air matanya, Joongki yang ia sakiti. Apakah ia sudah menajdi wanita jahat sekarang ini ?

Tapi uniknya peristiwa seperti masih terulang beberapa kali. Chanyeol yang malam itu nampak menyesal, masih sering datang di saat Sehun lembur kerja.

Dan Sehun sendiri yang juga nampak menyesal malah lagi-lagi membiarkan Chanyeol.

Beberapa kali jika Chanyeol datang dan menemani Sehun lembur di kantornya, ia selalu memberikan "hadiah" seperti itu. Tentu itu dilakukannya jika tak ada orang yang melihat. Meskipun pada akhirnya Sehun menolaknya. Meski Sehun sebetulnya tidak pernah marah dengan tindakan chanyeol itu.

Sehun sendiri merasa bingung. Ia memang menganggap chanyeol sebagai pria yang sangat menarik perhatiannya. Sekali lagi, ia tidak tahu. bahkan dari hari kehari, ia semakin dekat dan akrab dengan Chanyeol. Ia merasa sudah sangat dekat dengannya dan mengenalnya sedalam-dalamnya.

Hubungan Sehun dan Chanyeol bagaikan kisah indah yang mereka rajut sendiri, semakin dalam dan semakin dalam dan mungkin pada akhirnya mereka akan sulit melepaskan diri dari lubang yang mereka gali sendiri itu.

.

.

"Kurasa kita benar-benar harus menyempatkandiri untuk berlibur, sayang "

Joongki memeluk istrinya dari belakang saat Sehun sedang memasak makan malam.

Menyebabkan Sehun memebeku seketika di tempatnya, bukan, bukan karena pelukan Joongki yang membuatnya gugup, namun lebih karena perasaan itu datang lagi dan menyerangnya. Perasaan bersalah itu. Dan Sehun bingung mesti mengatakan apa.

Jujur saja, sekarang ini dirinya tak ada niatan lagi untuk berlibur ataupun berbulan madu dengan Joongki. Selama lima tahun, waktu yang tidak sedikit untuk Sehun untuk berusaha menumbuhkan dan memupuk rasa cintanya pada suaminya, namun hasilnya apa ? NIHIL. Sehun tidak kunjung menemukan rasa itu.

Sehun tentu mengakui kalau suaminya adalah sosok kepala keluarga yang luar biasa namun kalau hatinya tak berkompromi, lantas ia harus bagaimana.

Terlebih sekarang , di saat ia merasa telah menemukan seseorang yang lain yang tak lain adalah Park Chanyeol yang bisa membuatnya berbunga-bunga seperti gadis SMA yang barus aja jatuh cinta, ia semakin tidak berniat berlibur atau bepergian hanya berdua dengan Joongki.

.

.

Hingga suatu ketika, Chanyeol mengajak Sehun ke kapal pesiarnya. Tempat yang sama seperti ia bertemu Chanyeol pertama kali di saat ia ditugaskan untuk melakukan sesi wawancara dengan laki-laki itu.

Sehun senang, tentu saja. Ia sedang kapan saja ia bisa berada di dekat lautan.

"Jangan-jangan di kehidupan sebelumnya kau adalah seorang putri duyung " gurau Chanyeol yang tak pernah gagal membuat senyuman di wajah manis Sehun.

Chanyeol adalah seseorang yang cukup humoris menurut sehun, sisi lain dirinya yang mungkin jarang orang lihat itu namun kapada Sehun, Chanyeol selalu sukses memunculkan senyuman di wajah cantik wanita itu.

"Aku memang menyukai laut. Entah kenapa, laut bisa membuatku merasa tenang dan nyaman, dan semua beban hidupku serasa menguap ketika aku berada dekat laut. Dan kau mengajakku kemari, aku senang, Chanyeol "

Sehun tersenyum tulus dan jantung Chanyeol kembali berdetak lebih cepat dan ia bisa merasakan seperti ada ribuan kupu-kupu tengah menari di dalam perutnya dan Sehun adalah alasan semua itu. Chanyeol harus menjadikan Sehun miliknya, bagaimanapun caranya. Dan ia bersumpah harus bisa membuat Sehun bercerai dengan suaminya. Sebuah kemauan yang bisa dikatakan egois dan cenderung jahat namun di saat hasrat dan cinta melebur menjadi satu, maka Chanyeol akan menerjang bahaya dan rintangan apapun hanya untuk mendapatkan sehun. Kalau perlu ia akna menculik wanita itu.

.

.

Chanyeol bahkan mengetahui kalau Sehun mengatakan kebohongan pada suaminya agar wanita itu bisa diajaknya keluar di hari minggu. Dan laki-laki itu diam-diam merasa bangga karena ia bisa membuat Sehun berbohong pada untuk pertama kali dalam lima tahun usia pernikahannya.

Sebenarnya tentu ini bukan kebohongan pertama Sehun setelah wanita itu mengenal Chanyeol,namun untuk pertama kali Chanyeol mendengar sendiri kebohongan itu terlontar dari bibir tipis Sehun dna pria itu menyeringai diam-diam.

Ia tak peduli lagi kalau ia akan menjadi orang yang jahat karena ini. Cintanya pada Sehun telah membutakannya.

Ia tak peduli kalau orang akan memberinya cap sebagai perusak rumah tangga orang selama pada akhirnya, sehun akan meninggalkan suaminya dan memilih dirinya.

.

.

Sehun mengatakan pada Joongki kalau ia akan pergi ke rumah salah seorang rekan kerjanya untuk membahas sebuah proyek yang sangat penting. Bahkan Sehun selalu mengatakan kalau setelah urusannya selesai, dia akan mengajak Joongki berbulan madu ke Eropa.

"Wow, aku tidak menyangka kalau kau benar-benar akan berbohong dan menipu suamimu seperti itu, sayang "

Inilah Chanyeol dengan segala bahasa frontal dan keterus terangannya.

"Jadi, kau bilang kau ada urusan bisnis ?" godanya lagi dan Sehun berbalik.

"Kalau kau terus mengejekku, aku akan pulang saja " Sehun berbalik dan berniat meninggalkan Chanyeol namun pria itu dengan sigap menarik pinggang Sehun dalam dekapannya.

"Jadi, aku penipu sekarang ? aku yang bersalah disini ?" cicit Sehun dan Chanyeol tertawa.

"Aku senang kalau kau berbohong demi aku " bisiknya dan mengecup daun telinga Sehun.

Chanyeol juga ternyata mengundang salah seorang sahabatnya, Suho dan juga kekasih Suho, yakni seorang gadis manis bernama Irene Bae untuk ke kapal pesiarnya.

Kapal pesiar Chanyeol begitu luas, bahkan ada tiga kamar di dalamnya. Yang masing-masing ukuran kamarnya tidak bisa dibilang kecil. Setelah mengobrol panjang lebar selama kira-kira satu jam, Suho dan kekasihnya itu telah menghilang di balik kamar, maklum saja keduanya adalah pasangan muda yang tengah dimabuk asmara dan Sehun hanya tersenyum melihatnya.

Hari itu udaranya sejuk sekali, matahari memang memancarkan sinarnya namun tidak terik dan cenderung sejuk. Sungguh hari yang indah untuk dihabiskan di sebuah kapal pesiar.

"Aku ingin kita membuat sebuah taruhan " kata Sehun dan Chanyeol hanya tersenyum, ia memeluk pinggang Sehun dengan kedua tangannya dan membelai wajah Sehun kemudian.

"Baik...terdengar menarik. Aku selalu menyukai yang namanya taruhan , namun taruhan apa ?"

Membelai wajah Sehun sekali lagi dan Chanyeol selalu mengagumi kecantikan alami Sehun.

Sehun memindahkan tangannya ke bahu Chanyeol yang lebar.

"Setiap kali kita saling merindukan satu sama lain, kita akan menggambar sebuah garis di secarik kertas, lalu kita akan menghitung berapa banyak garis yang telah kita buat. Dari mulai bangun tidur sampai tidur lagi di malam harinya. Kemudian kita akan melihat siapa yang menggambar garis paling banyak "

"Kau akan melihat akulah yang paling banyak menggambar garis itu, Sehun. Karena aku tidak bisa menahan diri untuk tidak rindu padamu "

Dan Chanyeol mengecup pipi Sehun dengan mesranya.

.

.

Chanyeol mengajak Sehun masuk ke kamarnya sendiri dan Sehun tak menolak. Penasaran dengan semua sudut kapal mewah itu.

Entah apa yang ada di benak Sehun, yang jelas sekarang wanita itu tidak bisa lepas dari pesona Chanyeol dan Chanyeol sendiri ? lelaki itu tak peduli lagi kalau ia telah melakukan dosa besar,ia akan menukar nyawanya untuk Sehun. Ia tidak akan melepaskan sang putri untuk kali ini, karena ia (yang merasa kalau dirinya seorang pangeran dalam novel itu) tidak akan menyerah begitu saja.

Lubang perselingkuhan menarik Sehun dan chanyeol semakin dalam dan mereka seperti tidak bisa lepas darinya.

Perselingkuhan yang mereka lakukan terasa benar dan tidak ada yang bisa mundur.

.

.

"Apakah kita telah bersalah, Chanyeol ?"

"Huh ? apa yang kau katakan Sehun ?" Sehun menyandarkan kepalanya di dada Chanyeol dan menikmati detak jantung teratur pria itu.

"Apa kita bersalah telah berselingkuh ?" Sehun berkata dalam nada yang rendah.

"Tidak, tidak...Ini bukan perselingkuhan,Sehun. Jangan menyebutnya seperti itu di saat kita berdua saling mencintai dan membutuhkan. Aku akan memberikan apapun yang kau minta. Kau tinggal bilang dan aku akan memberikannya. Hanya, jangan tinggalkan aku "

Chanyeol berkata dengan sehun yang masih dipeluknya erat. Dan Chanyeol mengeratkan pelukannya di pinggang ramping sehun, merasa terlalu mabuk cinta pada wanita luar biasa yang ada di dekapannya saat ini.

Sehun POV :

Chanyeol dan aku mengobrol tertawa pelan membicarakan sahabat chanyeol dan Irene dikamar sebelah. Apalagi, Suho dan pacarnya itu sengaja mendesah-desah hingga kedengaran di telinga kami.

Sejujurnya aku canggung juga mendengar desahan dari kamar sebelah yang mirip suara orang terengah-engah itu. Entah kenapa dadaku semakin berdegup kencang ketika aku mendengar desahan itu dan membayangkan apa yang sedang mereka lakukan dikamar sebelah. Untuk beberapa saat, aku dan Chanyeol hanya diam terpaku. Suasana menjadi canggung dan beberapa kali aku mellihat Chanyeol mengusap tengkuknya guna menghilangkan rasa kikuk.

Aku bangun dari dekapan Chanyeol karen asuasana kikuk yang makin menyelimuti kami. Kurasa mereka berdua sengaja mendesah untuk menggoda kami.

Tiba-tiba Chanyeol menarik tanganku sehingga aku yang tadinya akan menjauh kini terduduk dipangkuannya yang saat itu sedang duduk ditepi tempat tidur. Tanpa berkata apa-apa dia langsung mencium bibirku.

Aku tidak sempat menghindar, bahkan aku juga membiarkan ketika bibir Chanyeol menempel kebibirku hingga beberapa saat.

Dadaku semakin berdegup kencang ketika kurasakan bibir kenyalnya melumat mulutku. Lidah Chanyeol menelusup kecelah bibirku dan menggelitik hampir semua rongga mulutku. Mendapat serangan mendadak itu darahku seperti berdesir, sementara bulu tengkukku merinding.

Namun tiba-tiba timbul kesadaranku. Kudorong dadanya supaya ia melepaskan pelukannya pada diriku.

EnD Sehun's POV

"Jangan, Yeol ! kita tak pantas melakukan ini! " kata sehun terbata-bata dan merapikan rambutnya. Wanita itu sadar kalau tindakan ini terlalu jauh.

Chanyeol memang melepas ciumannya dibibir Sehun, tetapi kedua tangannya yang kuat masih tetap memeluk pinggang ramping Sehun denagn erat. Pun sehun juga masih terduduk dipangkuannya.

" Memang tidak pantas Hunnie, toh kau tidak pernah benar-benar mencintai suamimu kan ? aku akan mencintaimu dengan tulus " Ujar Chanyeol yang lebih terdengar seperti desahan di telinga Sehun. Suara beratnya justru terdengar semakin berat.

"Aku bukan tidak mencintainya, Yeol "

Sehun masih merasa canggung dan Chanyeol hanya tersenyum. Senyum yang cenderung mencibir.

"Tapi, kau akan mencintaiku lebih dari suamimu, sayang " bisiknya di telinga sehun dan menghembuskan nafas hangatnya yang menggelitik telinga wanita itu.

Setelah itu Chanyeol kembali mendaratkan ciuman. Ia menjilati dan menciumi seluruh wajah mungil Sehun, lalu merambat keleher dan telinganya

Mulanya, Sehun memang pasif dan diam, namun perlahan tapi pasti nafsu birahi semakin kuat menguasai tubuh Sehun. Wanita itu mengakui, chanyeol sangat pandai mengobarkan birahinya. Ciuman intens Chanyeol membuat Sehun serasa terbang ke awang-awang. Sehun mau tak mau mengakui kalau Chanyeol adalah seorang pencium yang hebat.

Jilatan demi jilatan lidahnya keleher mulus sehun benar-benar telah membuat Sehun terbakar dalam kenikmatan. Bahkan dengan suaminya sekalipun belum pernah ia merasakan rangsangan sehebat ini .

Chanyeol sendiri tampaknya juga mulai terangsang. Sehun dapat merasakan napasnya mulai terengah-engah. Sementara Sehun sendiri semakin tak kuat untuk menahan desahan dari mulutnya. Maka ia pun mendesis-desis untuk menahan kenikmatan yang mulai membakar kesadarannya.

Setelah itu tiba-tiba tangan nakal Chanyeol itu membuka kancing baju merah yang sehun kenakan. Tak ayal lagi, buah dada Sehun yang masih terbungkus bra berwarna hitam itu tersaji di depan wajah refleks Sehun masih coba memberontak.

" Cukup yeol-ah! Jangan sampai kesitu aku takut.." Kata sehun sambil meronta dari pelukan lelaki itu.

" Takut dengan siapa sayang? Toh tidak ada yang akan tahu, percayalah padaku. Aku akan membuatmu merasa bahagia" Jawab Chanyeol dengan napas memburu.

"Aku akan membuatmu bahagia, kau harus percaya, tinggalkanlah lelaki itu"

Seperti tidak perduli dengan protes yang Sehun lancarkan, Chanyeol yang telah melepas baju Sehun, kini ganti sibuk melepas baju dalam yang masih melekat di tubuh Sehun. Meskipun sehun berusaha meronta, namun tidak berguna sama sekali. Sebab tubuh Chanyeol mendekapnya dengan sangat erat.

Kini, dipelukan chanyeol, buah dada sehun terbuka tanpa tertutup sehelai kainpun. Sehun masih berusaha menutupi dengan mendekapkan lengannya didadanya, tetapi dengan cepat tangan Chanyeol memegangi lengan Sehun dan merentangkannya.

Setelah itu Chanyeol mengangkat dan merebahkan tubuh Sehun ditempat tidur. Tanpa membuang waktu, bibirnya melumat salah satu buah dada sehun sementara salah satu tangannya juga langsung meremas-remas buah dada yang lainnya. Bagaikan seekor singa buas ia menjilati dan meremas buah dada Sehun yang kenyal itu.

Kini sehun tidak bisa berbuat apa-apa lagi selain mendesah karena kenikmatan yang mencengkeramnya. Ia menggeliat-geliat seperti cacing kepanasan karena rasa geli dan nikmat ketika bibir dan lidah Chanyeol menjilat dan melumat dadanya.

Kemudian Chanyeol juga menciumi perut dan pusar Sehun. Dengan lidahnya, ia pandai sekali menggelitik buah dada hingga perut sehun. Sekali lagi sehun hanya mendesis-desis mendapat rangsangan yang menggelora itu.

Kemudian tanpa Sehun bisa duga, Dengan cepat Chanyeol melepas celana dan celana dalam Sehun dalam sekali tarikan. Lagi-lagi Sehun berusaha melawan, tetapi semua itu sia-sia.

Sekarang tubuh sehun yang ramping dan putih itu benar-benar telanjang total dihadapan chanyeol.

Sehun belum pernah sekalipun telanjang di depan pria lain selain suaminya. Dan kini ia telanjang di hadapan chanyeol.

"Yeol-ahh, untuk yang satu ini jangan. Aku tidak ingin merusak keutuhan pernikahanku ..! kumohon..."

Pinta Sehun sambil meringkuk diatas tempat tidur, untuk melindungi buah dada dan miliknya yang kini tanpa penutup.

" sayang..apa.. kamu.. tak kasihan padaku.. , aku sudah terlanjur seperti ini , aku tak kuat lagi sayang, please aku.. mohon "

Kata Chanyeol masih dengan terbata-bata dan wajah yang memelas.

Entah karena tidak tega atau karena sehun sendiri juga telah terlanjur terbakar birahi, wanita itu diam saja ketika Chanyeol kembali menindih tubuhnya. Bibir dan salah satu tangannya bekerja di kedua buah dadanya, semenatar tangan yang satunya lagi mengusap-usap paha dan selangkangannya. Mata sehun benar-benar terpejam merasakan kenikmatan itu. Sementara napasnya juga semakin terengah-engah.

Tiba-tiba Chanyeol beranjak dan denagn cepat melepas semua pakaian yang menempel ditubuhnya. Kini ia sama dengan Sehun, telanjang bulat.

Tetapi yang membuat dada sehun berdegup lebih keras adalah benda diselangkangan Chanyeol. Benda yang besarnya hampir sama denagn lengannya itu berwarna putih..

Kini tubuh telanjang Chanyeol mendekap Luhan. Darah Sehun seperti terkesiap ketika merasakan dada bidang chanyeol menempel erat ke dadanya. Ada sensasi hebat yang melanda sehun, ketika dada itu merapat dengan tubuhnya.

Sehun baru merasakan dekapan laki-laki lain selain Joongki.

Ia masih menciumi sekujur tubuh Sehun, sementara tangannya juga tidak kenal lelah meremas-remas buah dada Sehun yang semakin kenyal. Sekali lagi, sebelumnya tidak pernah Sehun merasakan sensasi dan rangsangan sedahsyat ini.

.

.

Sehun tersentak ketika merasakan ada benda yang masuk dan menggelitik lubang miliknya. Ternyata chanyeol nekat memasukkan jari tangannya kecelah lubang memutar-mutar telunjuknya didalam lubang sehun, sehingga Sehun benar-benar hampir tidak kuat lagi menahan kenikmatan yang menderanya.

Mendapat serangan yang luar biasa nikmat itu, secara refleks Sehun memutar-mutarkan pantatnya. Mmebuat Chanyeol refleks meremas pantat Sehun yang seksi itu.

"Yeol , jangan sampai dimasukkan jarimu, cukup diluar saja..Kumohon, untuk kali ini, jangan...! " Pinta Sehun.

Tetapi lagi-lagi Chanyeol tidak menggubrisnya. Selanjutnya ia menelusupkan kepalanya di selangkangan Sehun, lalu bibir dan lidahnya melumat habis milik sehun.

Sehun tergetar hebat mendapatkan rangsangan ini. Tidak kuat lagi menahan kenikmatan itu, tanpa sadar tangannya menjambak rambut chanyeol yang masih terengah-engah di selangkangannya. Kini sehun telah benar-benar tenggelam dalam birahi.

Ketika kenikmatan birahi benar-benar menguasainya, dengan tiba-tiba, chanyeol melepaskan Sehun dan berdiri di tepi tempat tidur..

" Sudah hampir setengah jam, dari tadi aku terus yang aktif, capek nih. Sekarang aku juga butuh perhatian " Kata Chanyeol dengan manja.

"Tennag saja, kau minta aku tidka memasukkannya, tidak akan kumasukkan. Aku menepati janjiku " janjinya

" Tunggu apa, Hunnie, kau bisa memanjakannya " Ujar Chanyeol sambil menyodorkan juniornya kehadapan sehun.

Dengan agak ragu Sehun memegang junior itu. Tangan lentiknya mulai memegang junior Chanyeol. Sejenak Sehun sempat membayangkan bagaimana nikmatnya jika junior Chanyeol dimasukkan ke lubangnya, namun buru-buru ditepisnya pikiran ngawur itu.

" Lebih besar mana dengan milik suamimu ? " Goda Chanyeol dan tidak sehun jawab karena wanita itu masih kikuk.

" Mau diapakan ini, Yeol ?" Kata Sehun berbohong sambil memegang junior Chanyeol. Berusaha menghindari pertanyaan Chanyeol tentang 'besar' yang membuat pipinya merona.

" Oke, biar mudah, kocoklah saja, bisa kan..? " Jawab Chanyeol dengan nada lembut.

Dengan dada berdegup kencang, Sehun mulai mengocok perlahan-lahan junior milik Chanyeol. Ada sensasi tersendiri ketika ia mulai mengocok junior Chanyeol.

Sehun masih berharap dengan mengocok juniornya, sperma Chanyeol cepat keluar, sehingga ia tidak berbuat lebih jauh kepada dirinya. Chanyeol yang kini telentang disamping Sehun memejamkan matanya ketika tangan sehun mulai naik turun bekerja di juniornya.

Napasnya tersengal, tanda kalau nafsunya sudah meningkat lagi. Sehun sendiri juga terangsang melihat tubuh Chnayeol dihadapannya seperti tidak berdaya dikuasai rasa nikmat. Tiba-tiba ia memutar tubuhnya, sehingga kepalanya kini tepat berada di selangkangannya sebaliknya kepala sehun juga tepat menghadap selangkangan Chanyeol. Lelaki itu kembali melumat lubang milik sehun

Lidahnya menjilat-jilat tanpa henti di rongga milik Sehun. Sementara sehun masih terus mengocok junior Chanyeol dengan tangannya.

Kini mereka berdua berkelenjotan, sementara napas mereka juga saling memburu. Setelah itu Chanyeol beranjak dan dengan cepat ia menindih sehun. Dari kaca lemari yang terletak disebelah samping tempat tidur Chnayeol, Sehun bisa melihat tubuh rampingnya seperti tenggelam dikasur ketika tubuh chanyeol yang tinggi mulai menindihnya. Dada sehun berdegup melihat adegan mereka melalui kaca lemari itu.

Chanyeol kembali melumat bibir sehun. kali ini teramat lembut. Membuat Sehun tanpa malu lagi membalas ciumannya. Lidah sehun menjulur untuk menggelitik rongga mulut Chnayeol. Mata Chanyeol terpejam merasakan serangan Sehun sementara tangan kekarnya masih erat memeluk Sehun, seperti tidak akan dilepas lagi.

Bermenit-menit mereka terus berpagutan saling memompa birahi masing-masing. Peluh mereka telah mengucur deras dan berbaur ditubuh mereka .

Dalam posisi itu tiba-tiba Sehun bisa merasakan ada benda yang kenyal mengganjal diatas perut ratanya. Wanita itu semakin terangsang luar biasa ketika menyaadari benda yang mengganjal itu adalah junior Chanyeol

Tiba-tiba ia merasakan junior itu mengganjal tepat dibibir lubang miliknya . Rupanya Chanyeol nekat berusaha memasukkan batang juniornya ke lubang sehun.

Tentu saja Sehun segera tersentak.

"Yeol.. jangan dimasukkan..! " Katanya sambil tersengal-sengal menahan nikmat.

Sehun sendiri tidak tahu apakah permintaanya itu tulus , sebab disisi hatinya yang lain sejujurnya ia juga ingin merasakan betapa nikmatnya junior chanyeol itu masuk kelubang miliknya.

" Oke.. kalau tidak boleh diamasukkan, kugesek-gesekkan dibibirnya saja ya..? " Jawab Chanyeol juga dengan napas yang terengah-engah.

Kemudian Chanyeol kembali memasang ujung juniornya tepat dicelah milik sehun.

Sehun merasa deg-degan luar biasa ketika merasakan kepala junior Chanyeol itu menyentuh bibir kemaluannya.

Seperti janji Chanyeol, juniornya hanya digesek-gesekan dibibir kewanitaan milik sehun saja.

Meskipun hanya begitu, kenikamatan yang sehun rasakan betul-betul membuatnya hampir berteriak histeris..

Chanyeol terus menerus memaju-mundurkan junior sebatas dibibir kewanitaan sehun. Keringat mereka berdua semakin deras mengalir, sementara mulut mereka masih terus berpagutan.

"sayang, bagaimana rasanya..? " Kata chanyeol seraya tersengal-sengal.

Lelaki itu berupaya mati-matian untuk menahan hasratnya agar tidak memasuki Sehun. Tidak ingin mengecewakan wanita yang ia cintai tersebut.

"Aku...mencintaimu, Oh Sehun...Jangan tinggalkan aku " Chanyeol memeluk tubuh telanjang Sehun dan mengusap punggung mulusnya yang bermandikan peluh, rambut hitam panjangnya yang penuh keringat pula dengan sayang.

Ia yakin akan mendapatkan sehun sepenuhnya untuk lain waktu dan ia tak ingin memaksa Sehun.

TBC

Rated M Scene this chapter.

Thanks for :

Nanana, Ollasuke, izz, chuapExo31,relks88,liekloss,Xiao Yuna,MinieWW, chanhun's daughter,pratomoony.

Mau kasi sedikit penjelasan : kenapa Song Joongki yang menjadi sumainya Sehunnie ? bukan karena aku nggak bisa move on dari DOTS, tapi karena aku merasa image Joongki yang cucok jadi suami sehun yang nyaris sempurna dan kenapa Im Yoona, dan bukan member EXO, karena aku nggak mau GS selain karakternya Hunnie. Jadi yang terlintas untuk si cantik yang misterius adalah Yoona SNSD. Karakternya belum muncul di chap ini.

Dan mungkin aja...akan muncul member Exo lain sebagai cameo, kayak Suho di chap ini, juga si cute Irene RV.

Jadi harap maklum ya ^^

Don't like Don't Read dan review ya guys .. Saranghae ^^