FT Island Fan Fiction

Mr. Cassanova

©MikiHyo

.

Cast : FT Island, Oh Wonbin, Kira Akegawa, Kazu Uzumi, Miki Amakura, & Other Cast

Genre : Romance

Rated : T

Length : Part (On Going)

.

Part 14

.

***
Jonghun POV

.

Aku arahkan mataku pada satu tujuan. Lee Hongki.

Seharusnya malam ini kami menghabiskan waktu seperti biasanya, sekedar melepas lelah karena kegiatan disiang hari. Para Noona yang sering menemani kami-pun sudah menghibur kami sejak tadi, namun sikap Hongki tidak berubah sedikitpun. Raut wajahnya dingin dengan tatapan tidak ramah.

"Noona, maaf…bisa tinggalkan kami malam ini? Terima Kasih atas semuanya"senyumku kepada para Noona yang terlihat agak kecewa dengan ucapanku. Namun tak lama mereka-pun meninggalkan ruangan VIP kami. Aku kembali menatap Hongki dan mendengus kesal.

"Kau mau terus bad mood sampai kapan Hongki?"dia tetap tidak bergeming walaupun kutanya. Minhwan-pun hanya bisa diam sambil menghabiskan beberapa makanan. Yah, aku rasa dia-pun tak mau banyak bicara kalau hyungnya yang tertua ini sedang kesal.

"Hongki sudahlah, kau harus lupakan semuanya"sambungku lagi. Minhwan-pun langsung mendangakan kepalanya dan menoleh kearahku. "Hyung…"

"Tidak perlu kau bilang, aku-pun akan melakukannya"jawab Hongki singkat.

"Kalau begitu ubah ekspresimu. Aku hanya tidak suka kalau aku & Minan tersenyum sedangkan kau tidak"jelasku untuk mencurahkan perasaanku. Kali ini Hongki mengalihkan pandangannya kearahku.

"Tenang saja, aku akan melakukannya, tapi tidak sekarang. Aku mau pulang"tanpa bicara lagi, Hongki-pun langsung beranjak dari kursi dan keluar ruangan meninggalkan kami. Aku hanya bisa menghela nafas panjang menghadapi sikapnya.

"Hyung, kau baik-baik saja-kan?"tanya Minhwan sambil melirik kearahku.

"Iya, aku tidak apa-apa. Hyungmu yang satu itu…memang sulit ditangani kalau sudah seperti itu…"kutarik nafas dalam-dalam sambil memejamkan mataku sejenak. Tiba-tiba kudengar suara Handphoneku bergema.

"Hyung ada telepon…ng, Kazu?"Minhwan tersentak kaget. Mungkin ia melihat nama yang tertera dilayar Handphoneku.

"Angkat saja"sahutku dengan nada malas. Tanpa bertanya lebih jauh, Minhwan-pun menuruti kata-kataku.

"Halo?"sapa Minhwan.

"…"

"Ah, maaf…Jonghun hyung sedang dikamar mandi. Ini aku, Minhwan. Kau tahu-kan?"

"…"

"Iya, tidak apa-apa. Bye"Minhwan-pun menutup teleponnya. Ia langsung menatapku tajam.

"Hyung, kupikir kau juga aneh. Apa kau serius dengannya? Sepertinya kau sama sekali tidak memperdulikannya"ucap Minhwan tanpa mengalihkan tatapannya.

"Ng…entahlah. Tapi aku senang aku adalah pacarnya"sahutku singkat. Minhwan menaikkan sebelah alisnya dan menatapku heran. "Hhh…iya sudahlah"

.

***
Kazu POV

.

Semakin dingin ia memperlakukanku, aku-pun semakin penasaran dengan dirinya. Disekolah, saat bertemu hanya sekedar menyapa, itu-pun aku duluan yang memulai. Ah…sedang apa dia sekarang? Ya, Choi Jonghun! Kau benar-benar membuatku termakan oleh Cassanova-mu.

Aku-pun menekan tombol Dial untuk menghubungi Jonghun.

"…"Handphonenya diangkat!

"Halo, Jonghun-ah! Apa aku mengganggumu sekarang?"seruku begitu ia menjawab teleponnya.

"…"aku-pun terkejut saat kutahu yang mengangkat teleponku ini adalah Minhwan. Ia yang bicara padaku sejak tadi, ia bilang Jonghun sedang berada dikamar mandi.

"Ah, haha tentu saja aku tahu. Choi Minhwan~ baiklah, maaf mengganggu. Bye"

"…"aku-pun menutup teleponku. Menghela nafas panjang untuk melampiaskan kekecewaanku.

"Hah…padahal aku ingin mendengar suaranya…"keluhku pada diri sendiri. Aku-pun meyandarkan daguku pada pagar pembatas.

"Aku tidak mengerti…tiba-tiba ia begitu baik dan sekarang kembali dingin. Tapi ia memintaku untuk menjadi kekasihnya? Apa dia menyukaiku? Aku tidak pernah dengar dia bilang seperti itu. Kazu, apa kau bodoh?"gumamku sendiri.

"Ke-kekasih?"tiba-tiba kudengar suara seseorang menyahutiku dari arah lain. Aku-pun langsung menolehkan kepalaku kearah sumber suara.

"Seunghyun? Kau sudah kembali?"aku terkejut melihat Seunghyun berdiri disana. Sepulang dari study tour, kami belum sempat bertemu. Sepertinya ia kembali kerumah orang tuanya.

"Apa maksudmu dengan kekasih?"dengan tatapan mengintrogasi ia berjalan mendekatiku.

"Kau mendengarku barusan?"aku balik bertanya sambil menatapnya polos. Ia hanya mengangguk pelan.

"Ng…sebenarnya aku…"aku-pun menceritakan semuanya pada Seunghyun.

"K-kau…berpacaran dengannya sekarang?"mata Seunghyun terbelalak tak percaya. Aku-pun mengangguk pelan. Raut wajahnya langsung berubah, ia terlihat kecewa.

"Seunghyun, ada apa?"tanyaku heran. Ia mengalihkan pandangan sejenak & menggigit bibir manisnya. "Kazu, apa kau menyukainya?"tanyanya tiba-tiba

"Ng? I-iya…sebenarnya aku sudah menyukainya sejak pertama kali bertemu…"jawabku. Namun sepertinya Seunghyun memang tidak suka aku bicara soal ini, aku juga tidak tahu mengapa.

"Kau menyukainya karena ia tampan? Karena dia pujaan sekolah?"aku semakin heran dengan pertanyaan-pertanyaan Seunghyun.

"Bukan Seunghyun, aku memang menyukainya. Ada apa? Apa kau tidak suka?"tanyaku heran.

"Kazu, sebenarnya aku-…"

KLAK.

Belum sempat Seunghyun menyelesaikan kata-katanya, tiba-tiba pintu apartemenku terbuka. Miki menampakan separuh tubuhnya, memiringkan kepala dan menatapku dengan mata sayu-nya.

"Kazu~ apa yang kau lakukan? Kira sudah memanggilmu didalam, cepat masuk, aku sudah mengantuk~"runtuk Miki sambil mengusap-usap matanya dan menguap sesekali.

"Ah, tunggu sebentar. Seunghyun, kau mau bicara apa tadi?"aku alihkan lagi pandanganku kearah Seunghyun, berharap ia selesaikan kata-katanya dulu.

"Tidak, tidak ada apa-apa. Sebaiknya kau cepat masuk, ini sudah malam"ia tersenyum. Sepertinya memang ada sesuatu yang dia sembunyikan. Sebenarnya aku masih ingin menanyakannya, tapi Miki sudah menatapku tajam. Aku-pun terpaksa masuk kedalam rumah & meninggalkan Seunghyun.

.

***
Author POV

.

"Panggung musik?"bingung Wonbin saat membaca beberapa lembar kertas yang berisi perihal acara Ulang Tahun MyoungDam bulan depan. Jaejin hanya mengangguk dengan senyum mendengar pertanyaan Hyungnya.

"Maksudmu aku akan ikut serta dalam acara ini?"tanya Wonbin lagi, kali ini ia menoleh kearah Jaejin.

"Kepala sekolah meminta kau & aku untuk berpartisipasi hyung. Sepertinya kita akan bergabung dengan band sekolah. Kau tahu? Gitaris & Bassist, hehe"Jaejin terkekeh kecil.

"Ah? Haha..sudah kuduga Kepala sekolah akan melakukannya"Wonbin ikut terkekeh.

"Memangnya kenapa? Apa kau tidak senang hyung? Kita ada kesempatan lagi untuk bermain dalam satu band"ucap Jaejin antusias.

"Hm…tentu saja aku senang. Akan sangat bagus kalau memang seperti itu"senyum Wonbin.

"Jadi kau mau melakukannya?"tanya Jaejin dengan penuh semangat. Wonbin hanya mengangguk.

Terlihat Kira & Miki melintas dihadapan mereka, mengalihkan pandangan Wonbin & Jaejin kearah gadis-gadis Jepang itu. "Kira!"seru Wonbin dengan wajah berbinar-binar.

Yaish, begitu melihat kekasihnya. Mimik wajah itu langsung berubah, dasar Wonbin hyung. Runtuk Jaejin dalam hati.

"Onii-san!"Miki ikut menyapa Jaejin saat melihatnya berdiri disana. Mereka berempat-pun memperpendek jarak.

"Kau mau kemana? Sudah makan siang?"tanya Wonbin kepada Kira.

"Kami baru saja mau kekantin"jawab Kira sambil membalas senyum Wonbin.

"Sunbae~ kenapa yang ditanya hanya Kiraaaa?"ledek Miki sambil mendelik tajam kearah Wonbin.

"Hha, dasar kau ini. Tidak boleh mengganggu urusan orang Miki"Jaejin terkekeh sambil menarik tangan Miki agak menjauh dari kedua pasangan itu.

"Aku hanya bertanya kok~"elak Miki. Wonbin-pun tersenyum melihat tingkah kedua Hoobaenya itu.

"Miki, panggil aku oppa mulai sekarang"pinta Wonbin. Ketiga orang lainnya-pun terkejut dengan ucapan Wonbin barusan.

"Eh? kenapa?"Miki membulatkan matanya, menatap Wonbin heran.

"Tidak, aku merasa aneh kalau terus dipanggil sunbae. Kau-kan teman dekatnya Kira, kau juga dekat dengan Jaejin, jadi tidak usah bersikap terlalu formal padaku"jelas Wonbin sambil tersenyum. Miki mengerutkan dahinya. "He? Karena itu-kah? Tapi sunbae-…"

"A-a-a, oppa Miki oppa"senyum Wonbin sambil menggoyangkan satu telunjuknya kekanan & kiri. Miki-pun melirik kearah Kira yang hanya menatapnya seolah berkata –sudah ikuti saja-

"Ah…baik. Oppa, Wonbin oppa"senyum lebar Miki. Wonbin-pun mengusap-usap kepala Miki seperti seorang Appa yang memuji tingkah baik anaknya(?), dan kemudian mengajak mereka semua makan siang bersama.

Tak jauh dari tempat mereka berkumpul, Minhwan yang kebetulan melintas ditempat itu hanya diam memperhatikan sejak tadi. Ada yang harus dia perhatikan, yakni hubungan Wonbin & Kira yang membuat hyungnya terus kecewa sampai sekarang. Namun ada hal lain yang sedikit menggusarkan pikirannya. Yaitu hubungan Jaejin & Miki, yang sepertinya makin akrab sepulang study tour. Entah kenapa dia agak terganggu dengan hal itu.

"Ck, kali ini ia punya panggilan khusus untuk Wonbin hyung. Padahal kekasihnya sendiri saja tidak memanggilnya oppa"gumam Minhwan sambil mengerucutkan bibir tebalnya. "Miki….ah, dasar Childy Cassanova"

.

***
Hongki POV

.

Bukankah kau bilang aku harus selalu memakainya? Ini couple necklace-kan?

Kata-katanya masih terngiang dipikiranku. Kusentuh benda yang melingkar dileherku. Kalung skull lamaku, kalung berharga yang selalu terlilit disana tanpa pernah kulepaskan. Kecuali saat itu, saat ia memutuskannya. Aku sempat melupakan benda ini karena couple necklace itu.

"Kenapa? Lehermu sakit lagi?"pertanyaan Jonghun membuyarkan lamunanku. Aku-pun menoleh kearahnya. "Tidak…"

"Kenapa kau memeggangi kalungmu? Apa benda itu rusak lagi?"Jonghun kembali bertanya.

"Tidak. Tidak ada apa-apa"balasku singkat.

"Hongki…aku tahu kau sangat terpukul sekarang, namun kalau kau seperti ini terus, aku-pun sebagai sahabatmu tidak tahu lagi harus berbuat apa…"aku tergugah dengan ucapan Jonghun. Aku menolehkan kepalaku, menatapnya. Ya, benar. Dia menatapku dengan cemas, aku pasti sudah menyusahkannya beberapa hari ini.

"Hhm..tidak ada yang harus kau perbuat. Aku tidak apa-apa kok"kuusahakan senyum tersungging dibibirku. Apapun, asal bisa menenangkan perasaan Jonghun walaupun hanya sedikit.

Sejujurnya aku-pun tahu, aku sangat BODOH.

Mungkin sudah waktunya untuk melupakan semuanya. Bagaimana-pun juga 'dia'sudah mendapatkan couple-nya. Tak ada gunanya aku terus seperti ini, terlebih lagi couple-nya itu adalah orang yang punya problem past denganku. Aku tidak mau memperpanjang masalah. Aku benci masalah.

"Bagaimana kalau kita ke studio?"ajak Jonghun tiba-tiba. "Eh?"aku menatapnya bingung.

"Sudah lama kita tidak kesana-kan? Sejak naik kelas 3. Aku ingin memainkan gitar kesayanganku, Ah! Aku lupa, aku menciptakan lagu baru, ayo! Kau harus segera latihan juga"seru Jonghun dengan nada antusias. Ia tersenyum lebar sambil menarik-narik lenganku dengan semangat. Aku-pun hanya bisa tersenyum melihat tingkah sahabatku ini.

Didepan orang lain, dia terkenal dengan julukan cold prince. Tapi hal itu tidak berlaku dihadapanku. Jonghun bertingkah seperti apapun asal itu dihadapanku.

"Baik-baik, aku penasaran seperti apa lagu itu. Ingat! Kau harus membuat lagu yang cocok untuk suaraku"ledekku sambil terkekeh kecil.

"Suaramu itu cocok untuk lagu apapun! Ayolah! Aku akan menelepon Minan"aku kembali tersenyum mendengar ucapan Jonghun. Kami-pun segera beranjak & pergi bersama menuju studio.

.

***
Jaejin POV

.

"Apa? Solo performance?"aku tersentak kaget begitu mendengar pernyataan kepala sekolah soal solo performance untuk Wonbin hyung. Bagaimana tidak? Kukira aku akan tampil bersamanya di band milik sekolah, ternyata bukan itu maksud kepala sekolah.

"Itu benar, kemampuan bermain gitar Wonbin sangat bagus, aku-pun suka dengan suaranya. Bukankah dia juga sering tampil solo untuk mengisi beberapa acara?"Kepala sekolah terlihat sangat yakin dengan keputusannya.

"Tapi…bagaimana denganku? Bukankah Bapak memintaku untuk bergabung dengan band sekolah?"tanyaku lanjut.

"Bukan band sekolah yang akan tampil Jaejin. Direktur, khusus memintaku untuk menampilkan band milik Jonghun-Hongki-dan juga Minhwan"mataku membelalak lebar. "Hah?"mulutku terbuka, mengucapkan huruf 'H' dengan antusias.

Setelah kupikir-pikir, direktur sekolah ini adalah kerabat Jonghun hyung. Mungkinkah dia tahu kalau Jonghun hyung mempunyai sebuah band?

"Jadi Wonbin akan tetap tampil solo, sedangkan kau bergabung bersama mereka"aku semakin tercekat.

"Aku? Bergabung dengan Jonghun sunbae? Hongki sunbae & Minhwan?"tanyaku tak percaya. Kepala sekolah mengangguk mantap.

"Aku rasa itu ide yang bagus"tiba-tiba saja seseorang ikut masuk dalam pembicaraan kami. Aku-pun menolehkan kepalaku karena aku sangat kenal suara siapa itu.

"Maaf aku masuk seenaknya, Kepala Sekolah"kulihat Wonbin hyung tersenyum sambil membungkukan badannya dihadapan kelapa sekolah.

"Ah, tidak apa-apa. Kau datang disaat yang tepat, kami sedang membahas performance-mu"Kepala Sekolah-pun mempersilahkan Wonbin hyung duduk disampingku.

"Jadi kau bisa-kan tampil solo lagi? Jaejin akan bergabung bersama dengan Jonghun & Hongki"Kepala Sekolah mengulangi kata-katanya.

"Tentu saja, aku sudah biasa melakukannya. Aku sangat setuju Jaejin bergabung dengan mereka, kemampuan Jaejin bermain Bass tidak boleh dibiarkan"Wonbin hyung hanya tersenyum.

.

***
Author POV

.

"Hyung! Kau serius?"Jaejin menghentakkan nada bicaranya. Menuntut kebenaran dari ucapan Wonbin di ruang Kepsek tadi.

"Kenapa? Bukankah kau senang? Kau bisa bermain bass lagi"tak ada yang berubah, Wonbin tetap menanggapi setiap ucapan dengan senyuman.

"Tapi hyung…itu berarti aku akan kembali kesana…dan kau sendiri…"sahut Jaejin lagi.

"Kau keluar dari sana-pun bukan karena mengikutiku-kan? Kau yang buat keputusanmu sendiri. Kenapa? Apa kau merasa tidak enak padaku karena meninggalkanku sendirian?"kali ini giliran Wonbin yang bertanya. Ia menaikkan alisnya menatap Jaejin.

"Hng…"Jaejin tidak tahu lagi harus berkata apa. Wonbin-pun kembali tersenyum.

"Sudahlah. Lagipula kau tidak ada masalah dengan mereka, mereka-pun pasti senang kau kembali"ucap Wonbin sambil menepuk-nepuk pundak Jaejin.

"Kau akan kembali?"tiba-tiba saja suara seseorang ikut menyahuti pembicaraan mereka. Serentak Wonbin & Jaejin-pun langsung menolehkan kepala kearah orang itu.

"Jo-Jonghun hyung?"kaget Jaejin saat melihat Jonghun berdiri disana. Menatap mereka dengan raut wajah terkejut. Jonghun-pun mendekati kedua orang itu.

"Seperti yang kau dengar sendiri, dia akan bergabung lagi dengan kalian"ucap Wonbin sambil tersenyum ramah pada temannya itu. Jonghun menatap heran Wonbin sejenak. Namun ia langsung mengalihkan pandangannya kearah Jaejin.

"Benarkah itu?"tanyanya pada Jaejin. Jaejin hanya mengangguk pelan dan menundukkan kepalanya.

"Band kalian akan tampil saat acara ulang tahun MyeoungDam bulan depan. Masih ada waktu untuk latihan & bernostalgia"ucap Wonbin lagi. Jonghun-pun kembali menolehkan wajahnya kearah Wonbin.

"Lalu bagaimana denganmu? Kau ikut?"tanya Wonbin.

"Tidak. Aku akan tampil solo seperti biasanya. Lagipula tidak mungkin-kan aku kembali"Wonbin terkekeh kecil dengan senyum tipis, menekan nada bicaranya saat berkata 'tidak'. Jonghun yang melihatnya hanya bisa menghela nafas panjang. Teringat jelas dibenakknya, problem past yang membuat mereka saling menatap janggal satu sama lain.

"Ehm, aku mengerti. Jaejin-ah, mulai hari ini sepulang sekolah kau ikut kami ke studio. Kita akan berlatih"jelas Jonghun sambil menepuk pundak Jaejin.

"Ha? Mu-mulai hari ini?"Jaejin terkejut dengan keputusan hyungnya barusan.

"Iya. Aku butuh bantuanmu untuk mengcompose lagu-lagu baru. Aku rasa…aku tidak mau memainkan lagu-lagu lama"ujar Jonghun sambil menatap Wonbin tajam. Tanpa basa-basi lagi, Jonghun-pun meninggalkan mereka berdua.

"Ah…sudah kuduga akan jadi seperti ini…"Jaejin menghela nafas panjang memikirkan masalah lama yang mau tidak mau ikut terhubung dengan masalahnya sekarang.

"Sudahlah…tidak apa-apa"ujar Wonbin berusaha menenangkan Jaejin.

"Bukan begitu hyung…aku hanya khawatir. Itu artinya, disatu panggung nanti…kita akan bersaing. Kau dan…Hongki hyung…"Jaejin tak berani melanjutkan kata-katanya. Terlalu berat untuk mengingat problem past itu lebih jauh lagi.

"Hmm…"Wonbin-pun hanya tersenyum menanggapi ucapan Jaejin.

.

***
Miki POV

.

May I love you now?

This is my first time, I don't want to miss it,

Love has arrived, I will do the very best.

It looks familiar,

My heart is beating, You have taken my heart.

There were so many cries and tears,

But I finally met you,

May I love you now?

This is my first time,

(YunJae TVXQ – Can I Love You?)

"Hmm…Hm…Hm…"aku bersenandung ria. Menyanyikan lagu berbahasa Korea tadi dengan sebaik-baiknya. Ya, termaksuk hobiku untuk bernyanyi. Apalagi kalau lagu itu sudah kusuka, tak perduli apapun bahasanya. Aku akan terbiasa menyanyikannya. Terutama disaat bosan karena menunggu seperti ini.

"Haaah…lagu yang bagus…"pikiranku-pun mulai melayang.

jangan panggil aku sunbae…rasanya terlalu formal, itu tidak cocok dengan karakter Cute-mu

Kau panggil aku onii-san saja ya. Jadi aku tahu, kalau ada yang memanggilku seperti itu pasti kau

"Lee Jaejin…"aku mendengus pelan. Semakin hari bayangan Jaejin-niisan semakin melekat dipikiranku. Sepertinya aku memang menyukainya, seperti apa kata Yoona & Soyeon.

"Jaejin-niisan…aku suka padamu…"

"Orangnya dengar lho"

DEG!

Aku langsung menolehkan kepalaku begitu mendengar kata-kata barusan. Aku terdiam kaku dengan mata membulat lebar. Rasanya wajahku ini sudah berubah warna saking malunya. Jaejin-niisan berdiri tepat dihadapanku!
"Kau dengar hyung? Dia menyukaimu…"sambung Minhwan, si pemilik suara yang membuatku menoleh spontan tadi. Ia sedang bersama Jaejin-niisan.

Ya Ampun…bicara apa aku tadi? Kenapa disaat orang itu tepat dihadapanku? Yaish!

Aku benar-benar malu sekarang. Jaejin-niisan hanya diam menatapku agak terkejut.

"Suka?"gumam Jaejin-niisan. Aku harus bilang apa? –batinku-

"Hm, aku juga suka padamu"ucap Jaejin-niisan lembut.

SIIING.

"He?"aku menatap heran orang yang barusan bicara seperti itu.

"Hyu-hyung? Kau serius?"Minhwan-pun tak kalah kaget. Namun Jaejin-niisan justru menatap Minhwan bingung sekarang.

"Memangnya kenapa? Jelas saja aku suka padanya, aku tidak membencinya"jelas Jaejin-niisan.

"Hah? Ja-jadi itu maksudnya…"aku menganga tak percaya. Kali ini Jaejin-niisan menoleh kearahku.

"Ah…haha! Hahahahaha! Hyung, kau membuatku terkejut! Kupikir kau serius menyukainya…"Minhwan tertawa terbahak-bahak. Ia mendelik jahil kearahku dengan kedua mata sipitnya. Jelas sekali, ia sedang meledekku sekarang.

"Hm? Apa ada yang salah dengan kata-kataku?"Jaejin-niisan terlihat bingung. Aku-pun menghela nafas panjang.

"Hah…tidak niisan. Kau benar, aku suka padamu karena aku tidak membencimu"senyumku tipis. Sejujurnya ada sedikit rasa kecewa disana. Orang ini polos sekali –batinku-

Tak lama orang-orang yang kutunggu-pun datang. Kazu & Kira.

"He? Kenapa kau tertawa geli seperti itu?"heran Kira saat melihat Minhwan masih terkekeh.

"Miki, kenapa wajahmu? Kusut sekali…"Kazu ikut heran dan menatap wajahku yang merengut. Jelas saja aku kesal. Jaejin-niisan salah pengertian & aku ditertawakan oleh anak ayam itu.

"Tidak apa-apa, ayo kita pulang"ajakku masih dengan raut wajah cemberut.

.

Author POV

.

"Tunggu dulu, aku mau tanya. Diantara kalian apa ada yang ingin ikut meramaikan acara ulang tahun MyoungDam?"tiba-tiba saja Jaejin bertanya dan membuat 3 gadis Jepang itu mengurungkan niat untuk pulang.

"Ulang tahun?"bingung Kazu sambil menatap Jaejin.

"Iya, ulang tahun MyeoungDam bulan depan. Tahun ini pihak sekolah ingin murid-murid pertukaran banyak yang ikut serta. Mereka juga akan mengundang pimpinan dari masing-masing sekolah"jelas Jaejin. Kazu-Kira-dan Miki-pun membelalakan mata, terkejut tak percaya.

"Maksudnya orang-orang Higashi Gakuen akan kemari?"kaget Kazu.

"Benar. Semua sekolah dari murid pertukaran akan diundang kemari. Karena itu, aku harap kalian mau ikut berpartisipasi. Ah, Miki! Tadi kau menyanyi-kan? Kenapa tidak membawakan lagu saja?"tanya Jaejin antusias, matanya mengarah pada Miki.

"Ah? Menyanyi? Haha..tidak bisa..itu hanya hobi sampingan"jelas Miki sambil terkekeh. Kazu & Kira-pun tampak memikirkan sesuatu.

"Tapi…kalau orang-orang Higashi Gakuen akan kesini…berarti salah satu dari kita harus tampil-kan? Untuk membanggakan Higashi Gakuen…"gumam Kira sambil mengerutkan dahinya. Tiba-tiba Kazu menepuk kencang pundak Kira dan berseru "Ah! Kau saja! Kau yang menyanyi!"

Kira-pun langsung menatap horror kearah Kazu, namun sepertinya Kazu tidak memperdulikannya.

"Sunbae, Kira saja! Dia bisa bernyanyi, suaranya bagus"senyum lebar Kazu kepada Jaejin. Jaejin-pun melirik kearah Kira, dan Kira langsung mengalihkan pandangannya. Ia kembali menatap tajam kearah Kazu. Yaish! Apa yang kau katakan? –batin Kira kepada Kazu-

"Kazu benar. Kira memang bisa menyanyi, kau ikut saja"sahut Miki yang ikut-ikut tersenyum polos kepada Kira. Wajah Kira semakin masam. Apa-apaan kalian ini? –runtuk Kira dalam hati-

"Hmm…baik, aku setuju. Kira, kau aku daftarkan kau untuk mengisi acara"ucap Jaejin sambil melipat kedua tangannya.

"Tidak bisa! Aku tidak bisa! Aku tidak mau menyanyi diatas panggung sendirian"tolak Kira mentah-mentah. Wajahnya-pun semakin merenggut.

"Tidak,kau tidak bernyanyi sendiri. Sudah kupikirkan, kau akan duet"ucapan Jaejin langsung membuat ketiga gadis Jepang itu terdiam.

SIIING.

Suasana hening sejenak.

"Eh? Du-duet? Dengan siapa?"bingung Kira sambil menatap Jaejin dengan kedua bola matanya yang membulat sempurna.

"Wonbin hyung"jawab Jaejin singkat.

DEG.

"Wonbin?"Kira makin tak percaya dengan apa yang ia dengar. Miki & Kazu-pun ikut terkejut dengan jawaban Jaejin barusan. Terutama Minhwan, ia mengerti Jaejin tidak tahu masalah antara Hongki & Wonbin yang berhubungan dengan Kira, tapi memasangkan kedua pasangan itu…kalau sampai Hongki tahu…

Jaejin menganggukan kepalanya. "Wonbin hyung setiap tahun selalu tampil solo. Dia pasti senang sekali kalau bisa berduet denganmu. Kau mau-kan?"tawar Jaejin dengan senyum manisnya. Kira masih terdiam memikirkan kata-kata Jaejin.

Namun tiba-tiba, Minhwan yang sejak tadi diam disamping Jaejin, mendadak salah tingkah saat ia menyadari kehadiran seseorang. "Hyu-hyung…!"kaget Minhwan saat melihat Hongki & Jonghun berdiri diam didekat mereka.

Kira-Kazu-Miki-dan Jaejin-pun ikut menoleh. Kira tak kalah terkejutnya dengan Minhwan. "Hongki…"kaget Kira.

"Duet?"ucap Hongki dengan nada heran.

"Hyung! Kau sudah disini? Ayo…sebaiknya kita ke studio sekarang…"Minhwan berusaha mengalihkan pembicaraan karena ia mengerti betul kondisi Hyungnya.

"Kazu!"tiba-tiba saja suara seseorang memecahkan suasana diantara para pujaan & gadis jepang itu. Serentak mereka-pun menoleh kesumber suara. Dan kali ini giliran mata Jonghun yang membelalak tidak percaya.

"Seunghyun?"Kazu terkejut setengah mati. Orang yang dipanggil namanya hanya tersenyum polos dan menghampiri Kazu dengan santai. Hati Jonghun mulai panas, wajahnya sama sekali tidak tersenyum sekarang.

"K-kau? Kenapa ada disini?"tanya Kazu dengan nada agak panik. Ia tahu Jonghun ada disana, dan ia sudah mengerti siapa orang yang paling harus dijauhinya sekarang, terutama didepan kekasihnya itu.

"Kenapa? Apa aku tidak boleh menjemputmu? Aku mau mengajakmu makan ramen~"senyum lebar Seunghyun.

"Apa maksudnya ini?"suara tajam Jonghun-pun memutuskan pembicaraan mereka berdua. Kazu langsung terdiam kaku. Aaah…tidak…jangan sampai dia salah paham –batin Kazu-

. Seunghyun-pun ikut menoleh kearah sumber suara karena merasa mengenal suara itu. Matanya-pun ikut terbelalak.

"Jonghun hyung…?"

.

To Be Continued..

Now Playing : CN Blue – I'm a Loner