FT Island Fan Fiction

Mr. Cassanova

©MikiHyo

.

Cast : FT Island, Oh Wonbin, Kira Akegawa, Kazu Uzumi, Miki Amakura, & Other Cast

Genre : Romance

Rated : PG-15

Length : Part (On Going)

Warning : OOC tingkat Tinggi! Watak tokoh jauuuuuh beda dengan aslinya! Ceritanya makin LEBAY! Mianhae… (=..=v)

.

Part 16

.

***
Kira POV

.

Seharusnya sore ini hanya aku & Wonbin yang memakai ruangan ini. Jaejin juga bilang begitu. Tapi kenapa ada orang lain disini? Siapa dia? Kenapa dia memeggang tangan Wonbin seperti itu? Dan kenapa dia minta Wonbin untuk berduet dengannya?

"Wonbin… Apa yang kau lakukan?"tanyaku heran. Aku menatap aneh kedua orang itu. Dengan segera, gadis itu-pun melepaskan tangannya. Menjadi salah tingkah ketika sadar aku masih menatapnya.

"Ah.. Kau sudah datang rupanya?"Wonbin tersenyum tipis sambil beranjak dari kursinya & berjalan menghampiriku.

"Siapa dia?"tanyaku pada Wonbin sambil melirik kearah gadis yang tak kukenal itu.

"Kau Akegawa Kira-kan? Murid pertukaran dikelas 1-F"gadis itu memotong pembicaraanku dengan Wonbin. Aku-pun menoleh sepenuhnya kearah gadis itu. "Iya, kau siapa?"

"Namaku Han Eybin dari kelas 1-D. Aku juga akan mengisi acara bulan depan"jelasnya sambil tersenyum. Aku hanya diam dengan tatapan datar. Aku memang tidak suka tersenyum pada orang yang baru kukenal.

"Lalu kenapa kau ada disini?"tanyaku lagi.

"Eh? Bukankah ini kelas untuk latihan?"ia malah terlihat bingung.

"Maaf, tapi hari ini hanya aku & dia yang memakai kelas ini. Aku juga sudah minta izin dengan guru pembimbing & juga ketua OSIS"kali ini Wonbin yang memotong pembicaraanku dengan gadis bernama Han Eybin itu.

"Kau…dan dia?"Eybin mengerutkan dahinya, melirikku & Wonbin bergantian dengan tatapan aneh. Dia pasti tidak tahu hubunganku dengan Wonbin.

"Kalau kau ingin bergabung tidak apa-apa"ucapku santai. Wonbin-pun langsung menoleh horror kearahku. "Kira?"

"Oh, tidak. Tidak apa-apa, sepertinya kalian ada urusan pribadi. Maaf, aku permisi"Eybin membungkukan badan sambil tersenyum. Ia-pun segera keluar dari kelas ini.

"Wonbin, aku keluar sebentar"belum sempat kulangkahkan kakiku, Wonbin sudah menahan tanganku duluan. "Kau mau kemana?"tanyanya heran.

"Sebentar saja. Kau tunggu disini, jangan kemana-mana"ucapku tegas. Aku-pun segera melepaskan tangan Wonbin dari lenganku, & segera berlari keluar kelas.

.

Wonbin POV

.

"Sebentar saja. Kau tunggu disini, jangan kemana-mana"ucapnya dengan tegas. Ia-pun langsung melepas tanganku & berlari keluar kelas.

Aku hanya bisa diam. Menuruti semua kata-katanya. Ada urusan apa sampai dia melepaskan tanganku begitu saja? Aku… seperti tidak diperdulikan.

.

***
Author POV

.

"Han Eybin, tunggu sebentar!"seru Kira sambil berlari mengejar Eybin yang berada beberapa langkah didepannya. Merasa namanya dipanggil, Eybin-pun menoleh kebelakang.

"Iya?"sahut Eybin. Kira-pun menghentikan langkahnya & mengatur nafas selama beberapa detik. Eybin masih berdiri diam dengan raut wajah bingung.

"Kau…akan bernyanyi bulan depan?"tanya Kira setelah merasa nafasnya sudah stabil.

"Iya, aku akan tampil solo"jawab Eybin.

"Lalu kenapa tadi kau meminta Wonbin berduet denganmu?"pertanyaan Kira langsung membuat Eybin terdiam kaku. Ia mengalihkan pandangannya sebentar, kemudian kembali menatap Kira. "Kau mendengarnya?"Kira-pun menganggukan kepala.

"Itu…tidak apa-apa. Aku hanya bertanya padanya"jawab Eybin asal. Namun jelas sekali dimata Kira, raut wajah Eybin menyatakan ketidakseriusan menjawab pertanyaannya.

"Apa kau…menyukainya?"tanya Kira menebak-nebak. Kali ini raut wajah tersentak Eybin semakin menjadi. Tak salah lagi, apa yang dipikirkan Kira memang benar.

"Apa-apaan pertanyaanmu itu… Ini tidak ada hubunganya"elak Eybin.

"Kau menyukainya-kan?"Kira mengulang pertanyaannya. Eybin-pun mendengus gusar.

"Memangnya kenapa? Ada masalah dengan itu?"cibir Eybin yang langsung menatap Kira tajam. Namun Kira tidak bergeming, raut wajahnya masih datar sama seperti sebelumnya.

"Apa kau tidak tahu kalau Wonbin sudah punya kekasih?"

DEG.

Detak Jantung Eybin bergejolak seketika. Ada satu perasaan menusuk yang menghantam hatinya.

"Kekasih?"Eybin melotot tak percaya.

"Kau tahu kenapa hanya aku & Wonbin yang latihan dikelas itu?"Eybin menggelengkan kepalanya, namun satu pikiran-pun langsung terlintas diotaknya. "Jangan-jangan kau…"

"Itu benar. Aku kekasih Oh Wonbin"jawab Kira santai. Mata Eybin-pun semakin terbelalak.

Sejenak suasana langsung berubah hening. Tak ada yang bicara, hanya menatap satu sama lain.

"Kau…kekasihnya…"akhirnya Eybin-pun membuka mulut. "Maaf aku sudah-…"

"Apa kau benar-benar menyukainya?"Eybin kembali tersentak dengan pertanyaan Kira. Ia-pun menganggukan kepala malu-malu.

"Kalau begitu…boleh aku minta bantuanmu?"tanya Kira.

"Eh? Bantuan?"Eybin mengerenyitkan alisnya.

"Buktikan kalau kau benar-benar menyukainya. Rebutlah Wonbin dariku"jelas Kira lantang.

"Apa?"Eybin terkejut tak percaya. "Merebutnya darimu? Memang kenapa? Kau tidak menyukainya?"tanya Eybin heran.

"Aku menyukainya. Sangat menyukainya"jawab Kira tegas.

"Lalu kenapa?"

"Aku menyukainya…tapi aku tidak tahu apa aku mencintainya…"Eybin kembali terdiam oleh kata-kata Kira.

"Hah…jujur saja, baru kali ini ada lelaki yang menyatakan perasaannya padaku. Dan baru kali ini juga aku merasa nyaman berada didekat lelaki, dan orang itu adalah Wonbin. 1 kesimpulan, aku menyukainya, tapi aku masih ragu…apa aku serius dengannya…"jelas Kira. Eybin-pun semakin tak percaya dengan apa yang ia dengar.

"Lalu kenapa kau menerimanya? Wonbin sunbae pasti sangat kecewa kalau ia tahu hal ini! Kau mempermainkannya?"Eybin-pun kehilangan kesabaran. Ia tak terima kalau pada akhirnya, orang yang ia sukai hanya akan tersakiti.

"Kau tidak mau-kan orang yang kau sayangi berada disamping orang sepertiku? Karena itu, rebutlah dia dariku!"jelas Kira lagi.

"Kira… Kau…"Eybin tak tahu lagi harus berkata apa. "Aku lakukan ini juga karena aku sayang padanya. Tidak seharusnya dia berikan cintanya untuk orang sepertiku. Aku juga suka padanya, karena itu aku ingin dia bahagia"Kira tak tahu lagi harus menjelaskan seperti apa.

Ia-pun tersadar, sudah cukup lama ia meninggalkan Wonbin di kelas. Ia tidak mau kekasihnya itu khawatir, lalu mengejarnya sampai sini & tahu semuanya.

"Eybin-ah, aku harap kau mau mendengarkanku. Dan jangan katakan hal ini pada siapapun"Kira-pun membungkukan badannya & meninggalkan Eybin yang masih terdiam kaku.

.

***
Wonbin POV

.

Aku menyukainya…tapi aku tidak tahu apa aku mencintainya…

Ternyata benar. Apa yang kucemaskan selama ini ternyata benar. Dia masih ragu padaku.

"Lalu kenapa kau menerimaku? Apa kau mempermainkanku?"aku menundukkan kepalaku frustasi. Kedua telapak tanganku, kubiarkan menopang berat wajahku yang tertunduk lesu.

SRAKK.

"Wonbin… Kau kenapa?"kudengar suara Kira yang baru masuk, seakan cemas dengan keadaanku. Aku-pun mengangkat kepala & menatapnya. Kulihat raut wajahnya semakin cemas, segera ia berjalan mendekatiku.

"Kau kenapa? Apa kau sakit?"tanyanya cemas sambil mengusap pundakku. Tanpa aba-aba aku-pun segera berdiri dan memeluknya dengan erat.

"Won…bin…"ia tak mengelak. Aku-pun tak berkata apa-apa. Kepererat dekapanku hingga bisa kucium wangi rambut ikalnya. Kutenggelamkan wajahku dipundaknya.

"Wonbin…"aku tahu, ia pasti semakin heran dengan tingkahku.

Sekalipun kau mempermainkanku, aku tidak bisa marah padamu…

Maaf sudah menjebakmu untuk tetap bersamaku…

Tapi kumohon… Ijinkan-lah aku tetap seperti ini untuk beberapa saat…

Aku… Belum bisa kehilanganmu…

.

***
Miki POV

.

Aku mengintip dari balik pintu kamar. Seunghyun & Kazu masih berkutat diruang tamu.

"Seunghyun…sudahlah…kau pulang saja.."Kazu menghela nafas berat. Namun Seunghyun tetap bersikeras tidak mau pulang.

"Tidak, biarkan aku yang menjelaskan semuanya pada Jonghun hyung"Seunghyun terus memohon. Kazu hanya bisa mengalihkan pandangannya dari Seunghyun.

"Aku benar-benar merasa bersalah. Jonghun hyung marah padamu karena aku…"lirih Seunghyun lagi.

"Dia memang seperti itu. Kau tidak usah mengurusnya"elak Kazu.

"Tapi-"

"Sudahlah Seungie. Kau harus menuruti kata-katanya"aku-pun keluar dari kamarku. Menghampiri dua orang itu yang masih berkutat satu sama lain. Aku duduk disamping Kazu yang sudah terlihat ingin menangis.

"Tapi Miki… Aku harus melakukan sesuatu, kalau tidak Jonghun hyung akan terus seperti itu.."Seunghyun bersikukuh dengan pendiriannya. Kazu-pun langsung menenggelamkan wajahnya dipundakku, kubiarkan air mata yang sudah terlanjur mengalir itu membasahi bajuku. Aku mendekapnya untuk menutupi wajahnya yang menangis.

"Kazu? Kau menangis? Apa kata-kataku salah?"Seunghyun-pun terkejut melihatnya.

"Tentu saja kau salah. Padahal dia sudah menyuruhmu pulang, tapi kau masih disini!"terdengar suara lain yang membentak Seunghyun dari arah samping. Aku tahu suara siapa itu.

"Kira?"Seunghyun semakin terkejut melihat Kira sudah berdiri didekatnya dengan tatapan sinis.

"Issh…kau itu, bukannya menyelesaikan masalah malah membuat temanku menangis"Kira mendengus kesal sambil terus menatap Seunghyun sinis.

"Seungie-ah, lebih baik kau pulang sekarang. Tenang saja, Kazu tidak apa-apa"ucapku sambil member isyarat kepada Seunghyun untuk segera pulang sebelum masalah bertambah rumit karena dua orang 'Tom & Jerry' sudah bertemu. Yup, Kira & Seunghyun.

Seunghyun mendengus kecewa, namun tak lama kemudian ia-pun mendengar kata-kataku & segera pulang.

"Hah…dasar si bodoh itu"Kira menghela nafas panjang. Ia-pun merebahkan tubuhnya disofa yang terletak disamping kami. Kazu masih terisak dalam dekapanku, aku-pun mengusap-usap pundaknya dengan pelan.

"Aku tidak tahu…harus menjelaskan seperti apa lagi…"lirih Kazu yang masih menenggelamkan wajahnya.

"Apa dia sama sekali tidak mendengarkanmu? Ck, sebenarnya apa maunya? Dasar Pangeran Tak Berperasaan"gerutu Kira.

"Sudahlah…mungkin Jonghun sunbae masih kesal. Biarkan saja dulu, lalu bicara lagi padanya"ucapku berusaha menenangkan temanku yang satu ini. Kazu hanya diam.

"Hhh..benar kata Miki. Biarkan saja dulu, kau menangis seperti apapun tidak akan merubah masalah"sambung Kira. Kazu-pun berusaha menghentikan tangisnya. Ia gunakan punggung tangannya untuk menghapus sisa-sisa air mata yang membasahi wajahnya.

"Ehm…aku mengerti. Terima kasih…"Ia berusaha tersenyum. Aku & Kira-pun hanya bisa membalas senyumnya.

"Kalau begitu aku buat makan malam sekarang. Maaf pulang terlambat, tadi aku-…"

"Aku sudah tahu… Kencan dengan Wonbin oppa-kan…"aku menyeringai nakal memotong ucapan Kira. Ia hanya mengerucutkan bibirnya dihadapanku yang terkekeh geli.

"Iya sudah. Kazu, malam ini kau yang membantuku. Akan kubuat kau melupakan masalahmu dengan memasak"senyum Kira sambil menarik tangan Kazu menuju dapur.

Aku-pun hanya bisa diam disofa. Sebenarnya ada yang kupikirkan sejak tadi.

.

::Flash Back::

.

"Kau mau kuajari?"tanya Jonghun sunbae yang ada disampingku. "He? Sunbae mau mengajariku?"

"Tapi dengan syarat…"aku-pun langsung terdiam mendengar ucapannya. "Eh?"

"Bisa kau awasi Kazu tiap kau sedang bersamanya?"tanya Jonghun sunbae serius. Aku-pun mengerutkan dahi. "Mengawasi Kazu?"Jonghun sunbae mengangguk.

"Terutama saat dia bersama Seunghyun"lanjutnya. Terlihat Hongki sunbae & juga Minhwan ikut terdiam bingung mendengar ucapan Jonghun sunbae.

"Sunbae…tidak perlu sekhawatir itu. Seunghyun hanya-…"

"Dia menyukai Kazu!"Jonghun sunbae memotong ucapanku. "Suka?"ucapku tak percaya.

"Karena itu, beritahu aku apa saja yang mereka lakukan saat mereka bersama"jelas Jonghun sunbae.

"Jonghun, aku rasa kau berlebihan"cela Hongki sunbae sambil berjalan mendekati Jonghun sunbae. Aku-pun terdiam sejenak memikirkan kata-katanya.

"Hanya untuk main piano, aku harus memata-matai temanku sendiri?"cibirku pada Jonghun sunbae.

"Miki…bukan seperti itu, maksud Jonghun-…"Hongki sunbae berusaha menjelaskan, namun Jonghun sunbae memotong ucapannya. "Aku cemburu, itu hal yang wajar-kan?"balas Jonghun sunbae padaku. Aku-pun menghela nafas panjang.

"Aku tidak perduli lagi dengan piano…"aku mengambil nafas dalam-dalam. "Kau cemburu, itu artinya kau sayang padanya-kan?"tanyaku lantang.

Jonghun sunbae diam sejenak memikirkan kata-kataku. "Iya"jawabnya singkat.

"Baiklah, aku akan membantumu. Tapi aku minta bersikaplah lebih lembut pada Kazu"pintaku pada Jonghun sunbae. Kami-pun saling menatap satu sama lain beberapa saat. Dan akhirnya Jonghun sunbae menganggukan kepalanya.

.

::Flash Back END::

.

***
Jonghun POV

.

"Jonghun sunbae? Kenapa dia ada disini?"
"Kyaa! Jonghun sunbae, sedang apa dia disini?"

"Dia mencari siapa ya? Tumben sekali aku melihatnya dilingkungan kelas 1"

Terdengar bisikan-bisikan dari para murid-murid kelas 1 disepanjang lorong ini. Tentu saja aneh kalau mereka melihatku berjalan disepanjang koridor yang berisikan kelas-kelas Junior ini. –Ada apa seorang Choi Jonghun mendatangi lingkungan kelas 1?-

Kuhentikan langkahku didepan kelas berpapan 1-A. Aku menghela nafas sejenak, lalu berjalan melewati garis pintu kelas tersebut. Murid-murid yang ada didalamnya langsung menatapku sumringah & berbinar-binar.

"Bisa aku bertemu dengan Uzumi Kazu?"tanyaku datar pada beberapa murid yang masih menatapku. Seketika mereka-pun tampak bertanya-tanya, namun sesegera mungkin memanggil nama yang kutanyakan tadi.

Kulihat beberapa orang murid perempuan berkumpul dibangku belakang sambil berbincang, ada Kazu disana. Namun ia hanya diam, menatap keluar jendela seperti enggan bergabung dengan teman-temannya itu.

"Kazu!"orang itu-pun menoleh saat salah seorang teman memanggilnya. Tak lama ia-pun mengalihkan pandangannya kearahku & tampak sedikit terkejut melihatku mencarinya.

Aku hanya diam & memberinya isyarat untuk segera ikut denganku.

Aku memilih halaman belakang yang tidak terlalu ramai orang untuk bicara. Aku sudah bilang pada Hongki & juga Miki untuk merubah sikapku. Baik, akan kuusahakan. Ini baru permulaan, mungkin saja tidak terlalu banyak perubahan.

"Jonghun, ada apa?"kudengar ia bertanya dengan suara pelan yang lebih terkesan takut-takut.

Aku-pun mengangkat kepalaku & menatapnya dalam. "Aku minta maaf"bisa kulihat bola mata dibalik kacamatanya itu membulat lebar setelah mendengar kata-kataku barusan.

"E-eh? Maaf?"ia benar-benar terkejut. Aku-pun menganggukan kepalaku.

"Iya, aku minta maaf atas sikapku kemarin. Seharusnya aku mendengarkan penjelasanmu dulu"ucapku pelan. Kami diam sejenak sambil menatap satu sama lain. Ia masih tampak bingung memikirkan kata-kataku.

"A-ah…itu…tidak, tidak apa-apa. Aku juga yang salah…"ucapnya sambil tersenyum tipis.

"Salah? Kau salah apa?"aku menaikkan sebelah alisku. " Bukankah Seunghyun yang mengajakmu? Atau kalian memang janjian?"lagi-lagi cemburu ini membuatku gila.

"Eeh? Ti-tidak! Aku tidak pernah janjian dengannya! Hanya saja…Jonghun, aku & dia memang teman dekat. Sebelum ini kami juga sering pergi bersa-…"ingin rasanya kututup telinga ini rapat-rapat.

"Huh…"aku mendengus kesal. Kazu-pun kembali terdiam kaku melihatku.

Ck, lagi-lagi dia seperti itu… Aku tidak suka sikapnya yang terlalu takut padaku, aku bukan seperti kekasihnya..

Tapi.. Kurasa aku tahu kenapa dia setakut itu...

Kalau kau mencintainya, bilang padanya Jong!

Kau cemburu, itu karena kau sayang padanya-kan?

Kata-kata Hongki & Miki terlintas dibenakku. Kazu masih terdiam dihadapanku dengan wajah tertunduk lesu.

"Kazu… Aku…."ia-pun segera mengangkat wajahnya & kembali menatapku. Katakan padanya Jonghun!

"Jonghun?"ia makin terdiam bingung. Aku-pun menggeleng-gelengkan kepalaku. "Tidak. Tidak ada apa-apa"ucapku asal.

Choi Jonghun… Kau memang pria bodoh!

"Yang jelas masalah ini sudah selesai. Sebaiknya kau kembali kekelasmu sekarang"ucapku tanpa berani menatap wajahnya.

"Ng..baik. Aku permisi.."ia-pun berjalan meninggalkanku.

"Kenapa…aku tidak bisa jujur pada perasaanku sendiri?"

.

Kazu POV

.

Aku tidak menyangka ia akan bicara seperti itu. Dia minta maaf padaku? Ah…aku masih tidak mengerti dirinya…

Seharusnya aku senang karena masalah ini selesai, tapi tetap saja… Melihat sikapnya yang masih seperti itu…

Aku berjalan dengan wajah muram. Pikiran-pikiran soal Jonghun terus berputar-putar diotakku.

Apa ada yang salah dengan sikapku? Apa yang harusnya kulakukan? Apa kita tidak bisa seperti pasangan lainnya?

"Jonghun sunbae!"teriakan beberapa murid perempuan membuyarkan lamunanku. Aku menoleh kearah belakang, kulihat Jonghun sudah dikelilingi oleh gadis-gadis lain seperti biasanya. Aura Cassanova-nya memang tidak bisa ditolak begitu saja. Gadis-gadis itu-pun pasti sangat menyukainya. Sama sepertiku.

Jonghun hanya tersenyum menanggapi teriakan gadis-gadis itu.

"Sakit…"rasanya air mataku ingin mengalir lagi. "Jangan tersenyum seperti itu untuk orang lain…"aku-pun hanya bisa bicara dalam gumaman yang tidak akan pernah didengar olehnya.

Saat Jonghun adalah Kekasihmu. Jangan pernah & kubilang sekali lagi, jangan pernah berharap jika senyumnya takkan ia tunjukkan pada gadis lain kecuali kau…

Karena memang, ia selalu tersenyum & menebar pesona pada tiap gadis yang melihatnya

.

***
Author POV

.

Sudah seminggu ini, Hongki-Jonghun-Jaejin-dan juga Minhwan terus berkarya menciptakan beberapa lagu untuk performa bulan depan. Hari ini-pun untuk pertama kalinya mereka akan menguji lagu-lagu itu bersama.

"Berapa lagu yang akan kita bawakan?"tanya Jonghun selaku Leader grup itu. Jaejin & Minhwan hanya memandang satu sama lain, tidak masalah dengan jumlah lagu yang akan dibawakan.

"Dua saja. Aku tidak mau bernyanyi terlalu banyak"sahut Hongki sambil membenarkan posisi mic-nya. Jonghun-pun mengangguk setuju diikuti dengan kedua magnaenya.

"Aku mau… I Believe Myself & Heartache…"gumam Hongki sambil melihat lembaran kertas lirik yang ada ditangannya.

"Hmm…baik. Semuanya sudah siap?"tanya Jonghun sambil melirik kearah Jaejin & Minhwan yang masih menyiapkan Instrumen masing-masing. Tak lama kemudian mereka berdua-pun mengangguk siap.

Latihan-pun dimulai. Alunan gitar-bass milik Jonghun & Jaejin serasa menyatu bagai suatu system yang mengatur jalannya lagu. Suara drum Minhwan yang menggelegar-pun tak kalah menjadi background pengiring alunan kedua alat musik petik itu. Dan suara Hongki menjadi elemen penting yang menyempurnakan lagu tersebut.

"Sejauh ini bagus… tidak ada yang melakukan kesalahan-kan?"tanya Jonghun begitu lagu selesai. Ia menoleh kearah anggotanya satu persatu.

"Kenapa? Sepertinya wajah kalian tidak menunjukkan kepuasan?"heran Jonghun saat melihat raut wajah aneh dari masing-masing anggotanya.

"Bagus sih… Tapi kenapa aku rasa ada yang kurang"gumam Hongki sambil melihat kembali kertas-kertas liriknya. Jaejin-pun kembali bermain dengan bassnya, memainkan semua bagiannya. Kemudian ia menghela nafas panjang dengan raut wajah lesu.

"Ng…benar kata Hongki hyung. Aku tidak merasa salah memainkan musik, tapi kenapa ada yang kurang ya?"Jaejin ikut berwajah seperti Hongki.

"Hyung, coba kita main sekali lagi"seru Minhwan yang masih duduk dibelakang drumnya. Mereka semua-pun mengangguk setuju. Sekali lagi mereka memainkan lagu berdurasi 5 menit itu.

"Aku juga merasa ada yang kurang. Padahal suara drumku sudah sangat kencang, kenapa sepertinya ada satu instrument yang hilang.."gumam Minhwan sambil mengetuk-ngetuk pinggiran drum dengan stick drumnya.

"Apa karena…"Jaejin mengecilkan volume suaranya. "Kita biasa bermain berlima, dan sekarang hanya berempat.."ucap Jaejin pelan.

Hongki-Jonghun-dan Minhwan-pun langsung terdiam begitu mereka menyadari arti ucapan Jaejin.

"Hyung…"lirih Minhwan sambil melirik Jaejin tertunduk lesu sambil memetik senar-senar bassnya dengan pelan.

"Aku bisa menambah bagianku kalau memang kalian merasa ada yang kurang. Aku akan menutupinya"ucap Jonghun berusaha mencairkan suasana. Karena ia tahu 'bagian' apa yang dimaksud oleh Jaejin.

"Hyung, bukan begitu maksudku.."Jaejin merasa bersalah dengan maksud ucapannya.

"Itu benar. Kau tidak perlu memaksakan diri kalau memang bagian 'gitar'nya kurang"ucapan Hongki langsung membuat semua diam seketika. "Ho-Hongki…"Jonghun membelalak tak percaya.

"Ya~ tanganmu itu hanya dua. Mana bisa memainkan bagian untuk 'dua' guitarist.."cibir Hongki yang menekan nada bicaranya sambil melirik tajam kearah Jonghun. Minhwan & Jaejin masih terdiam kaku tak percaya dengan apa yang baru saja dikatakan Hyung tertuanya itu.

"Lagipula aku tidak mau jarimu itu putus karena main gitar tanpa henti.."gerutu Hongki lagi yang kali ini memalingkan wajahnya dari Jonghun.

"Kau berlebihan. Jariku tidak akan putus hanya karena gitar"Jonghun tersenyum tipis menanggapi ucapan Hongki. Mereka-pun kembali terdiam memikirkan sesuatu.

"Apa itu artinya…kita membutuhkan guitarist baru?"tanya Minhwan sok polos.

"Aku rasa kita memang butuh guitarist baru. Jonghun hyung tidak mungkin memainkan 2 bagian.."sahut Jaejin tak kalah dengan nada polos. Hongki hanya mengangguk pelan berlagak tak begitu perduli dengan masalah itu.

Jonghun masih berkutat dengan pikirannya. "Tapi…dimana kita bisa menemukan guitarist baru?"

.

***
Seunghyun POV

.

You're just too good to be true.
Can't take my eyes off of you.
You'd be like heaven to touch.
I wanna hold you so much.
At long last love has arrived.
And I thank God I'm alive.
You're just too good to be true.
Can't take my eyes off of you.

Pardon the way that I stare.
There's nothing else to compare.
The sight of you leaves me weak.
There are no words left to speak.
And if you feel like I feel.
Please let me know that it's real.
You're just too good to be true.
Can't take my eyes off of you.

I love you baby, and if it's quite all right,
I need you baby to warm a lonely night.
I love you baby.
Trust in me when I say
Oh pretty baby, don't let me down
I pray.
Oh pretty baby, now that I found you, stay.
And let me love you, oh baby let me love you, oh baby...

(Seunghyun – Can't Take My Eyes off You)

Kuhentikan permainan gitarku sambil menghela nafas panjang. "Huuuh…."kutiup poni panjang yang menutupi wajahku ini.

"Kazu sampai menangis seperti itu…"gumamku pelan sambil mengingat kejadian beberapa hari lalu. Setelah malam itu, aku-pun belum bisa bertemu lagi dengannya. Apa masalahnya dengan Jonghun hyung sudah selesai? Atau jangan-jangan Jonghun hyung masih marah dengannya?

"Yaish! Song Seunghyun! Kenapa kau itu bodoh sekali? Kau membuat orang yang kau sukai menangis!"teriakku frustasi sambil mengacak-ngacak rambutku tidak jelas. Aku-pun kembali menunduk lesu.

"Ck…kenapa juga dia harus jadian dengan Jonghun hyung yang dingin? Aku harap mereka putus!"cibirku kesal.

PLAK.

Aku-pun langsung menampar wajahku sendiri setelah mengucapkan kalimat itu. *Seunghyun stress* (=_=)

"Ya! Kenapa tega sekali aku bicara seperti itu? Kalau Kazu tahu, dia akan semakin sedih…Yaish~"lagi-lagi aku frustasi. Kuambil gitarku kembali & mulai memainkannya.

Sebenarnya sejak aku tahu ia berpacaran dengan Jonghun hyung, aku sangat kecewa. Malam itu ingin sekali kukatakan perasaanku yang sebenarnya, tapi aku bisa lihat dimata Kazu. Dia benar-benar mencintai Jonghun hyung.

Sepertinya aku memang harus mengalah…

"Ah….rasanya sakit sekali…"aku menundukkan wajahku.

"Kau sakit?"tiba-tiba kudengar suara seseorang didekatku. Aku-pun mengangkat wajahku. "Hyunjung?"bingungku saat melihat teman sekelasku itu sedang berdiri tak jauh disampingku.

"Ya~ kau sakit?"tanyanya lagi dengan raut wajah cemas. Ah…dia pasti dengar ucapanku barusan.

"Tidak, aku tidak apa-apa. Kau kenapa ada disini? Tidak takut dimarahi guru?"tanyaku polos.

PLETAK(?)

Satu jitakan kencang mendarat dikepalaku. Aku-pun meringis kesakitan. "Aww…"

"Ya! Kenapa kau malah menjitakku?"protesku pada Hyunjung. Ia malah menunjukkan wajah malas & mengerucutkan bibirnya.

"Seharusnya kau yang takut dimarahi guru karena membolos dari tadi. Pelajaran sudah selesai tahu"cibir Hyunjung sambil melipat kedua tangannya.

"HAH? Sudah selesai?"aku-pun segera melihat jam tanganku. Dan benar, pelajaran sudah selesai dari tadi. Astaga! Aku tidak sadar sama sekali.

"Ckckck…lagi-lagi kau bermain gitar ditempat ini"ucap Hyunjung sambil melirik gitar akustikku. Aku terkekeh menanggapi ucapannya.

"Hehe, kau tahu sendiri hobiku-kan, Ketua Kelas~"senyumku lebar. Hyunjung hanya menghela nafas. Ia-pun duduk disampingku.

"Sepertinya kau lesu sekali tadi. Ada apa?"tanya Hyunjung.

"Ah..tidak. Urusan pribadi, kekeke"aku terkekeh lagi. Aku sedang tidak mau membicarakan masalahku dengan orang lain. Raut wajah Hyunjung-pun terlihat kecewa..

"Eh? kenapa jadi kau yang lesu sekarang?"heranku sambil mendekatkan wajahku kearahnya. Matanya membelalak lebar begitu wajahku sudah berada tepat dihadapannya. Bisa kulihat,wajahnya memerah.

BUG.

"Ya! Jauh-jauh sana!"ia mendorong wajahku kuat-kuat hingga membuatku sedikit terjerambab(?)

"Yaish…kau itu senang sekali menyakitiku!"teriakku frustasi (lagi?).

"E-eh..ma-maaf…habis wajahmu…"ia tertunduk malu-malu. Ada apa dengan ketua kelasku ini?

"Ckckck, lebih baik aku pulang sekarang sebelum wajahku babak belur"ledekku sambil menyeringai nakal. Aku-pun melangkahkan kakiku meninggalkannya.

"Ya! Seunghyun! Kau lupa gitarmu!"seru Hyunjung yang sukses menghentikan langkahku. Astaga gitarku!

"Ah, aku lupa. Terima kasih ya Ketua kelas~"senyumku sambil meraih gitarku yang terletak disampingnya. Aku-pun kembali melanjutkan langkahku meninggalkan Hyunjung yang sepertinya masih memperhatikanku.

Aku berjalan kaki sendiri menuju rumah. Letaknya dengan sekolah memang tidak jauh, karena itu aku terbiasa jalan kaki. Ditengah perjalanan kuhentikan langkahku didepan sebuah gedung yang cukup besar & terlihat elit. Gedung yang sebenarnya adalah sebuah studio musik.

"Hmm…kapan aku bisa latihan didalam sana…"mataku menerawang iri pada orang-orang kaya yang keluar masuk gedung itu.

Aku-pun melanjutkan langkahku, namun saat ditikungan..

BRUGH.

Yaish, aku menabrak orang. Gitarku jatuh pula. Aigoo.

"Ma-maaf…"aku-pun mengambil barang orang itu yang ikut terjatuh. Eh? Ini-kan?

Stick Drum?

"Iya tidak apa-apa"aku-pun mengangkat kepalaku untuk melihat siapa orang yang kutabrak.

Ia menatapku, aku-pun menatapnya. Kami memandang satu sama lain beberapa menit.

"Rasanya aku pernah melihatmu…"gumamku sambil mengerutkan dahi menatap lelaki yang sepertinya seumuran denganku itu.

"Ng…kau…bukannya yang datang waktu itu? Kau yang membuat Jonghun hyung cemburu-kan?"mataku terbelalak lebar saat kudengar ia menyebut nama Jonghun hyung. Kulihat seragam yang dikenakannya.

"Kau murid MyeoungDam!"seruku heboh sambil menunjuk-nunjuk seragamnya.

"Ah..ternyata benar. Kalau tidak salah namamu…Song Seunghyun-kan?"tanya orang itu.

DUGH.

"Ya! Gitarmu menghalangi jalan! Cepat ambil!"marah seorang bapak-bapak yang baru saja melintas dan menendang gitarku. Gitarku ditendang! Ash…aku lupa gitarku masih tergeletak dijalanan. Aku-pun segera mengambilnya.

"Ah..tidak..jangan sampai lecet…"aku mengusap-ngusap gitarku, khawatir ada bagian yang lecet. Orang dihadapanku masih memandangku dengan heran.

"Kau…bisa bermain gitar?"tanyanya membuat pikiranku beralih. "Eh? Ma-maaf..aku mengacuhkanmu. Iya, namaku Song Seunghyun"aku malah menjawab pertanyaannya yang sebelumnya.

"Oh, iya. Apa kau bisa bermain gitar?"orang itu mengulangi pertanyaanya.

"Iya, aku bisa. Memangnya kenapa?"belum sempat orang itu menjawab pertanyaanku, tiba-tiba saja.. "Minan! Kenapa kau lama sekali?"kudengar suara yang sangat familiar berteriak dibelakangku.

Aku-pun menoleh kearahnya. Mataku langsung terbelalak begitu kulihat sosok lelaki yang kukenal. Ia-pun tak kalah terkejut melihatku. "Jonghun hyung?"

.

To Be Continued..

Now Playing : FT Island – Don Quixote

.

Aigoo… belum tamat juga…. \(=[]=)/ *author frustasi*

Mulai besok udah saya udah masuk kuliah, Mianhae kalau updatenya telat lagi. Mohon dimaklumi, saya gak bisa bagi waktu. Jadi FF sering terlantar, Mianhae.