Tokk...tokk...tokk...

Baru saja Yixing hendak menjalankan kursi rodanya kearah kamar untuk beristirahat namun bunyi ketukan pintu sukses membuatnya berubah arah. Dia membawa kursi rodanya untuk berjalan kerah pintu dan membukanya.

"Hai Jun..." sapaan tamu itu terpotong dan langsung menatap kearah yang lebih rendah.

"kau siapa?"...

.

.

.

.

.

.

Title : ASTRAY

Genre : Romance, Mystery/Suspense (maybe)

Rate : T dulu :D

Main Cast :

Junmyeon, Yixing dan beberapa nama yang tersebut didalamnya.

Desclaimer :

Cerita ini original dari hasil ngayal saya sendiri selama beberapa minggu dan mungkin beberapa pengaruh dari kisah-kisah lain, sumber-sumber internet serta mitos-mitos yang beredar.

Warning :

Boy's Love, akan ada keberadaan kisah-kisah yang (mungkin) tak masuk akal, mengandung bahasa yang bhineka tunggal ika alias campur-campur serta tidak sesuai EYD.

... bacanya pelan-pelan ya, hihihi ...

.

.

.

Chapter 10

.

.

.

"kau sendiri siapa?, dimana Junmyeon hyung?"

Yixing menatap tamu yang tak dikenalinya itu dengan pandangan bertanya. "kau yang bertamu, harusnya aku yang bertanya padamu, kau siapa?"

"setauku dia tinggal sendiri. Kau bisa jawab dimana Junmyeon hyung?"

Yixing tertawa mendengus, "apa kau sedang mengabaikanku? tidak menjawab petanyaanku dan malah membaliknya lalu kau selalu bertanya dimana Junmyeon?, ada hubungan apa kau sebenarnya dengan Junmyeon?" Yixing agak dongkol dengan orang dihadapannya ini yang dia rasa kurang mengerti etika bertamu.

"kalau ku bilang aku pacarnya, lalu kau mau apa?, aku kemari karena aku akan berkencan dengannya." jawab si tamu dengan santai sambil melihati kuku-kukunya yang lentik.

Kraakkk...

Demi celana dalam ketat Junmyeon yang mencetak jelas 'anu'nya, berantakan sudah hati Yixing. "pacar dia bilang?,hmmhh..." . Hidung Yixing kembang kempis tanda kemarahannya naik sampai membakar ubun-ubun. Kenapa Yixing jadi merasa dungu disini?, dia yang terlalu percaya pada Junmyeon atau tamu kurang ajar ini yang sedang mempermainkannya.

"JUNMYEOOOOOOONNNNN..." Seumur hidup baru kali ini Yixing berteriak sekencang itu.

Dari dalam Junmyeon melempar pulpen dan berkas-berkasnya.

Gedebakk...buukk...prang...brakk...jdesss... -_|||

Tak berapa lama kemudian terlihat Junmyeon lari tunggang langgang dengan beberapa kertas yang turut berhamburan mengikuti langkah lebar dan cepatnya menuju sumber suara.

"hah..hah... ya sayang?" Junmyeon bersumpah dia butuh minum sekarang.

"SAYANG GUNDULMU BAU MENYAN. BERANI-BERANINYA KAU MEMPERMAINKANKU BEGINI,HAH?, KAU PIKIR KAU SIAPA BISA SEENAK UDELMU BILANG CINTA PADAKU SAAT KAU PUNYA KEKASIH LAIN?" sekuat tenaga yixing menarik ulur kerah kaos Junmyeon sambil memukulinya bertubi-tubi.

"aduh ampun...akh... kau ini kenapa sih?... Yixing, sakit...aduh, iya ampun ampun..." Junmyeon mencoba menyeimbangkan tubuhnya yang terhuyung-huyung.

Yixing menarik kerah Junmyeon dan wajah mereka langsung berhadapan. "ampun kau bilang?, kau hampir mematahkan pinggangku semalam dan aku menahannya karena kupikir kau benar-benar mencintaiku. jadi ini yang sebenarnya terjadi?" Yixing bicara sambil mengeratkan gigi-giginya.

"KENAPA KAU TEGA MELAKUKAN INI PADAKU, JUNMYEOON?" Yixing kembali membabi buta dan Junmyeon hanya kembali meminta ampun dan menahan nyeri. Bagaimanapun fisik Yixing adalah laki-laki, jadi ya sakit juga meski notabene kondisi Yixing masih belum sehat.

Lalu bagaimana dengan sang tamu?, rupanya nyalinya menciut saat dia melihat penganiyaan yang secara tak langsung disebabkan oleh dirinya.

Dia membalik tubuhnya dan menepuk mulutnya sendiri. "dasar mulut kurang kerjaan, mana tau aku kalau itu kekasih Junmyeon. Ya Tuhan, mudah-mudahan aku tidak di pecat." Ucapnya lirih merutuki kesalahannya sambil komat-kamit berdo'a agar dirinya selamat setelah ini.

Kembali ke JoonXing dengan tangan Yixing yang masih brutal memukuli bahu dan dada Junmyeon.

"jelaskan dulu Xing, apa maksudmu?, kekasih siapa aku bahkan sudah jomblo sejak SMA, percayalah!"

"kau masih belum mau mengaku, hah?, baiklah. Sekarang jelaskan, SIAPA LAKI-LAKI YANG BERDIRI DI DEPAN ITU?"

Junmyeon seketika menoleh kebelakang berbarengan dengan orang yang dimaksud Yixing yang juga membalikkan kembali badannya. Junmyeon terpaku sambil melotot.

"e..h..hai, h..hyung, hehe..." lelaki yang tak dikenali Yixing itu nyengir selebar yang ia bisa menutupi rasa malu dan bersalahnya.

"ooh... jadi ternyata kau suka yang jauh lebih muda darimu?, pria pesolek macam ini?" sudut bibir Yixing mulai naik turun menahan gejolak amarahnya.

"apah?, ee..b..bukan seperti itu..." yaa, sedikit tidak terima sih dibilang pria pesolek. Tapi dia lebih memikirkan karir kerjanya, bagaimana cara menjelaskan yang sebenarnya pada Junmyeon bahwa yang tadi dia hanya bercanda.

"Baekhyun... apa yang kau katakan?" air muka Junmyeon mendadak keruh dan tajam, nada suaranya pun berubah horor sampai membuat orang yang dia tanyai barusan kesusahan menelan ludah.

"tidak..tidak..tunggu, ini hanya salah paham, oke. Aku hanya bercanda,hehehe... kau tau lah hyung, aku ini kan orangnya memang suka bercanda, hehe...he...he..ekhm." Baekhyun tertawa garing melihat kedua makhluk didepannya bahkan tak merubah ekspresi sama sekali. Hening sesaat, namun yang paling merasa canggung adalah baekhyun.

"heuuu...kumohon maafkan aku...maafkan aku... aku hanya bercanda sungguh." Baekhyun secara tiba-tiba berlutut didepan Yixing sambil menangkupkan kedua tangannya, dia hanya takut nyawanya terancam. Pacar Junmyeon sepertinya pria tempramen dan Junmyeon adalah bosnya. Dia tak bisa membayangkan kalau setelah kejadian ini Junmyeon akan memecatnya dan pacarnya itu akan menghajarnya dikemudian hari karena dendam.

Yixing terkejut sebenarnya tapi wajahnya tetap cool, sedangkan Junmyeon membantu Baekhyun berdiri dan berkata agar tidak sampai seperti itu.

"sudahlah Baek, kau jangan berlebihan." Tutur Junmyeon yang membuat Yixing mendengus.

"oh, eum.. namaku Baekhyun, salah satu karyawan Junmyeon hyung. Kami satu divisi." Baekhyun berdiri dan membungkuk dalam memperkenalkan dirinya pada pria yang duduk di kursi roda.

"dan kekasih Junmyeon di perusahaan?" jawab Yixing –masih- skeptik.

"ee..tidak..tidak... kami tidak punya hubungan apa-apa. aku hanya bercanda, sungguh. Lagipula aku sudah punya kekasih. Kau ingin lihat?" dengan cepat Baekhyun merogoh saku celananya dan mengambil ponselnya lalu menunjukkan layar ponselnya yang menampilkan wallpaper foto dirinya bersama Chanyeol. "ini... kau lihat kan, ini kekasihku."

"dia berkata jujur, Xing..." Junmyeon berucap lembut sambil membelai surai Yixing.

"jujur kalau kalian adalah pasangan kekasih?" Yixing memotong telak perkataan Junmyeon, masih kesel.

"tunggu dulu, dengarkan dulu. Dia berkata jujur kalau dia hanya karyawanku dan kami tidak memiliki hubungan apa-apa. lagipula kalau aku ingin selingkuh aku juga tak akan mau dengan dia, terlalu berisik." Ralat Junmyeon sekenanya.

"APAH..?" Yixing dan Baekhyun nyembur bersamaan.

"jadi kau ingin selingkuh?" –Yixing

"jadi menurutmu aku berisik?" –Baekhyun

Gantian Junmyeon yang gelagapan. "bukan... bukan seperti itu... aduuh, sudahlah tidak usah diperpanjang lagi. Yixing, dia ini karyawanku namanya Baekhyun. Dan Baekhyun, ini kekasihku namanya Yixing. Jelas kan?"

Kedua pria manis itu mengangguk bersamaan.

"baiklah, ayo kita masuk." Junmyeon mendorong kursi roda Yixing menuju ruang tamu diikuti oleh Baekhyun.

"Junmyeon, aku sudah tidak kuat duduk." Rintih Yixing sambil membenahi posisi duduknya yang sudah tak nyaman sama sekali.

"kau mau istirahat di kamar?"

"tidak usah, berbaring disini saja. Aku tidak bermaksud mengawasi kalian, sungguh. Tapi aku juga ingin mengenal teman-teman Junmyeon." Jelas Yixing seolah-olah Junmyeon akan berpikir seperti itu. "kau, tidak keberatan kan?" tanya Yixing pada Baekhyun.

"tentu saja tidak, justru bagus kalau kita bisa berbincang bersama." Jawab Baekhyun.

Junmyeon bersyukur perdebatan tadi tidak berlanjut. Dengan itu Junmyeon menggeser single sofa di sisi kiri sofa utama kearah depan untuk menjadi tumpuan kaki Yixing agar bisa selonjoran, lalu ia menata beberapa bantal disana agar posisi pinggang Yixing bisa lebih rileks.

"sudah nyaman?" tanya Junmyeon sembari membenahi letak bantal-bantalnya.

"hmm, terima kasih." Yixing mengangguk sambil tersenyum.

Baekhyun juga ikut tersenyum simpul, dia jadi baper sendiri melihat perhatian Junmyeon yang sangat detail pada kekasihnya. Baekhyun jadi membayangkan, seandainya ia sakit apa Chanyeol akan se-perhatian itu?.

"kalian ngobrol saja dulu, aku akan buatkan minum."

"aku air putih saja ya, Myeon." Pinta Yixing.

Junmyeon mengangguk meng-iya-kan. "kau Baekhyun, mau kubuatkan sesuatu?"

"terserah, yang penting jangan air putih, dirumahku banyak."

Junmyeon sudah biasa dengan perkataan Baekhyun itu, namun Yixing diam-diam tertawa mendengarnya. "dia jujur sekali."

"maaf ya, tadi aku hanya bercanda." Baekhyun mengawali pembicaraan setelah Junmyeon berlalu ke dapur.

"sudahlah lupakan saja, itu hanya kejadian konyol." Yixing dan Baekhyun tertawa kecil. Yaa, mereka memang konyol.

"kalau aku boleh tau, sudah berapa lama kalian pacaran?, Junmyeon hyung tidak pernah cerita kalau dia sudah punya kekasih."

"aku juga tidak tau pastinya kapan, intinya sekarang kami menjalani status seperti ini." Jawab Yixing kalem.

"kalian berjalan begitu saja?, apa Junmyeon hyung tidak pernah bilang 'maukah kau jadi kekasihku' atau semacamnya padamu sebelumnya?, biasanya itu yang menjadi patokan seseorang mulai menjalani hubungan."

Yixing terdiam. Kalau dipikir-pikir apa yang dikatakan Baekhyun ada benarnya juga. "apa saling mengucapkan 'aku mencintaimu' satu sama lain bukanlah sebuah patokan jalannya suatu hubungan?"

"yaa, kalau kalian sudah saling percaya sih tidak jadi masalah. Setiap orang punya gaya pacarannya masing-masing, tapi meminta secara langsung seperti itu mungkin akan terasa lebih nyata. Menurutku."

Yixing mengangguk-anggukkan kepalanya. Mungkin setelah ini dia akan menyuruh Junmyeon mengatakannya.

Tak berapa lama kemudian Junmyeon kembali dengan 3 gelas minuman dan beberapa makanan ringan yang kemudian ia letakkan diatas meja.

"kau tidak pernah cerita sedang dekat dengan seseorang?" sindir Baekhyun bahkan sebelum pantat Junmyeon mencium sofa.

"yaa... bercerita juga perlu moment, dan sebelumnya aku belum menemukan moment yang pas untuk bercerita denganmu." Jawab Junmyeon.

"hmm.." Baekhyun hanya mengangguk-angguk lucu.

"ada apa tiba-tiba datang kemari?" tanya Junmyeon.

"tidak ada apa-apa. Chanyeol sedang sibuk dan aku tidak tau harus kemana, jadi aku kesini saja. Oh ya, bagaimana kalian bertemu untuk pertama kalinya?, karena yang kutahu sebelumnya Junmyeon hyung termasuk orang yang yaaa... tak terlalu tertarik dengan sebuah 'hubungan'." Cicit Baekhyun

"apa maksudmu dengan 'tak terlalu tertarik dengan sebuah hubungan'? ,aku hanya belum menemukan seseorang yang tepat." Jawab Junmyeon santai.

"apa kau mencoba mengatakan padaku kalau dia orang yang tepat?" ungkap Baekhyun sambil melirik Yixing yang pipinya mulai merona.

Junmyeon ikut melirik Yixing, "kupikir begitu."

Junmyeon dan juga Baekhyun menyadari pipi Yixing semakin merona terang.

"wiuw..wiuw... someone call the doctor, ada yang detak jantungnya tak beraturan disini, aku takut dia serangan jantung." Kelakar Baekhyun yang membuat dirinya dan Junmyeon tertawa terbahak, kecuali objek gurauan mereka yang nampaknya makin merona menahan malu –karena yang diucapkan Baekhyun adalah benar-.

"e..eum, jadi Baekhyun yang pernah Junmyeon bilang sering curhat setelah bercinta itu kau?"

"..."

"..."

Krikk...krikk...krikk...

Suasana mendadak hening dengan dua orang disebelah Yixing yang mematung dengan mulut menganga sisa tertawa barusan. Awkward?, masa bodoh. Yixing emang sengaja bilang begitu karena yang dia lihat dua orang itu belum mencoba untuk berhenti menertawainya.

"hmm?, bukan ya?, aaah, mungkin ada Baekhyun yang lain." Yixing mengangguk-angguk berlagak seperti tidak tau apa-apa.

Tengkuk Junmyeon tiba-tiba meremang, saat ia menoleh ke kiri ia baru sadar kalau Baekhyun memandangnya seperti meminta penjelasan. "apa perang akan berlanjut?, kenapa mereka bisa saling serang saat pertama kali bertemu begini sih?" Ratap Junmyeon.

Baiklah, Baekhyun memang bukan tipe orang yang bisa menyimpan rahasia dengan baik. Dia akui memang kenyataannya begitu dan teman-temannya juga tau, garis bawahi TEMAN-TEMANNYA, Yixing kan orang baru jadi ya tetap saja itu memalukan.

"eu..eumm.. silahkan diminum Baek, ee..kelihatannya es batunya sudah mencair, mau ku tambahkan lagi?" Junmyeon gelagapan.

"kalau ditambah batu es lagi nanti jadinya tidak manis, Myeon. Mungkin kau bisa tambahkan sirupnya juga." Goda Yixing dengan nada sok manis seolah dia memang tak menyadari apapun.

"tidak usah, terima kasih." Baekhyun meneguk minumnya, "emm, ini sudah manis dan masih dingin kok." Kali ini Baekhyun yang terlihat kikuk.

Diam-diam Junmyeon melirik Yixing dengan perasaan kagum. Baekhyun itu menjengkelkan dan paling bisa membalas perkataan orang lain, tapi dia bisa kicep begini hanya karena Yixing?, woah, that was an adorable moment.

Sedangkan Yixing, mengulum bibirnya dan berteriak bangga dalam hati. Karena rasa malunya telah berganti menjadi rasa sukur- "SUKURin loeh..."

"eum... ngomong-ngomong bagaimana awal kalian bertemu?" Baekhyun memberanikan diri mencairkan suasana.

"awal kami bertemu ya?, eum, jadi awalnya itu..."

Secara magis suasana mulai menghangat dengan Junmyeon dan Yixing secara bergantian mulai menceritakan setiap detail yang mereka alami dalam perjalanan pertemuan mereka kepada Baekhyun. Mulai dengan Junmyeon yang flashback mengingatkan Baekhyun tentang cerita sebelumnya yang membuat pria ber-eyeliner itu menganggapnya punya gangguan psikologis, hingga hal-hal tak masuk akal layaknya sebuah keajaiban yang perlahan-lahan mulai dialami Junmyeon semenjak ia tinggal di rumah (peninggalan) keluarga Yixing dan semenjak ia mengenal Yixing, termasuk hubungannya dengan Lay dan kekasihnya, Sehun yang merupakan rekan kerja dari kekasih Baekhyun.

"wah..." lirih baekhyun dengan ekspresi tidak percaya. "bagaimana mungkin beberapa orang yang awalnya tak saling kenal bisa berkaitan satu sama lain?, kalian berdua sungguh luar biasa. Ini benar-benar takdir, seandainya ada satu saja kisah yang terlewat mungkin kalian berdua tidak akan bertemu, dan Junmyeon hyung mungkin akan single untuk waktu yang lebih lama lagi."

Bugh...

Junmyeon melempar bantal sofa tepat kearah kepala Baekhyun, tapi entah kenapa Baekhyun sama sekali tak menunjukkan reaksi, minimal menghindar atau berkata 'aduh'pun tidak.

Yixing tertawa kecil melihat ekspresi Baekhyun yang diluar dugaan, dia seperti melihat refleksi anak kecil tengah melihat sesuatu yang menarik untuk pertama kalinya pada diri Baekhyun yang seperti ini.

Drrttt...Drrtt...

Baekhyun mengedipkan matanya beberapa kali saat merasakan ponsel yang ia simpan di saku celananya bergetar.

"ne, Chanyeolie. Ada apa?" ,entah kenapa saat Baekhyun mengatakan itu moment awkward malah dirasakan oleh Junmyeon dan Yixing, sementara Baekhyun-nya kelihatan sebodo amat.

"..."

"iya, aku sedang di rumah Junmyeon hyung. Dia ternyata sudah punya pacar jadi aku memberi selamat padanya." ,kali ini moment awkward JoonXing naik lagi satu level.

"..."

"baiklah kalau begitu, aku tunggu. Hati-hati di jalan ya sayang, cinta kamuu." Tutup Baekhyun.

Junmyeon dan Yixing mencoba berpikir positif, mungkin saja setelah mereka lama pacaran sikap mereka akan sama seperti Baekhyun dan kekasihnya, meskipun ada kesan menjijikkan didalamnya tapi... yasudahlah, biarkan waktu yang menjawab.

"Chanyeol-ku akan kesini sekalian menjemputku dan mengucapkan selamat padamu." Tutur Baekhyun dengan girang.

Junmyeon berusaha terlihat antusias meskipun sebenarnya ucapan selamat yang dimaksud Baekhyun adalah hal yang memalukan, itu hanya akan membuat kesan dia baru sembuh dari penyakit single seumur hidup.

"kalau begitu aku akan buatkan minum untuk Chanyeol-mu itu." Junmyeon beranjak.

"dua ya, hyung." Pinta Baekhyun dilengkapi gestur menunjukkan dua jarinya di udara.

Junmyeon melirik gelas Baekhyun "minumanmu masih banyak." Sindir Junmyeon.

"oh, bukan untukku. Tapi Chanyeol akan datang kemari bersama Sehun, jadi tolong sekalian buatkan satu untuk Sehun juga ya,"

Junmyeon terkesiap, bukan karena Baekhyun yang memerintahnya seolah dia pembantu di rumah ini, tapi nama Sehun yang disebut Baekhyun. Sekejap ia memeriksa ekspresi Yixing namun tak ada tanda-tanda mencurigakan dari ekspresi kekasihnya itu, entah Yixing yang sudah mulai kalem atau dia hanya pandai menyembunyikan perasaannya yang berlebihan. Baiklah, terserah bagaimana Yixing nanti dan dia akan membuat dua gelas minuman lagi seperti yang diperintahkan kanjeng ratu Baekhyun.

.

Tak berselang lama setelah Junmyeon kembali ke ruang tamu dengan dua gelas minuman baru beserta cemilan tambahan, suara deru mobil terdengar dari depan rumahnya. Junmyeon hendak berdiri untuk menyambut 2 tamunya lagi itu untuk dipersilahkan masuk, namun lagi-lagi kanjeng ratu Baekhyun mendahuluinya dengan berlari kearah pintu utama, menyambut 2 pria tampan berbalut setelan kemeja rapi itu dan mempersilahkan mereka masuk seraya berkata "anggap saja rumah kalian sendiri."

Hidung Junmyeon reflek kembang kempis, Junmyeon berjanji setelah ini dia akan memberikan diktatnya saat kuliah dulu tentang Budaya Nusantara bab 'ETIKA BERTAMU' kepada Baekhyun.

"hai hyung, apa kabar?" sapa Chanyeol riang yang –dengan terpaksa- disambut sumringah oleh Junmyeon.

"Yixing?, kau kah itu?" pria lainnya yang datang bersama Chanyeol itupun langsung menghampiri orang yang dia maksud tanpa mempedulikan yang lain.

Melihat hal tersebut Junmyeon sudah ambil ancang-ancang untuk segera bergeser memeluk Yixing kalau-kalau orang yang dicintainya itu ngamuk tiba-tiba.

"nde..." jawab Yixing sambil tersenyum hangat.

Junmyeon terpana dengan yang ia lihat barusan, meski bukan ahli pembaca ekspresi namun Junmyeon tau binar mata Yixing menyiratkan ketulusan. Bahkan tanpa sadar dia ikut mengembangkan senyumnya.

"tak kusangka dia berubah secepat ini." Batin Junmyeon terharu seperti seorang ibu yang menyaksikan anaknya mulai tumbuh dewasa.

Sehun menggenggam kedua tangan Yixing sambil sesekali membelai rambut hingga pipinya, mengekspresikan betapa bahagianya Sehun karena Yixing telah kembali.

Berbeda dengan Junmyeon yang terus-terusan menggumam "jauhkan tanganmu, sialan" dalam kepalanya.

"nampaknya kau lebih tampan sejak terakhir kali aku melihatmu."

Junmyeon menoleh horor kearah Yixing, dia rutin periksa THT selama ini jadi tidak mungkin telinganya salah menangkap suara.

Sehun tertawa ringan, "kau juga terlihat lebih baik sejak terakhir kali aku melihatmu di rumah sakit." ,dia memandang Yixing dalam dan penuh perhatian.

HUAACHOOOOOO...

Seketika bumi gonjang-ganjing dan keempat orang yang berada di TKP serentak menoleh heboh pada satu-satunya tersangka yang diketahui berinisial KJM.

"maaf, itu hanya bersin dan aku tidak sengaja." Jelas Junmyeon sok swag, padahal tanpa sepengetahuan pasangan HunXing yang tengah melepas rindu dan pasangan ChanBaek yang tengah saling menggombal, Junmyeon diam-diam sengaja menggelitiki hidungnya dengan lintingan dari cuilan kertas yang ia temukan dibawah meja.

"Lay tadi juga kemari dan pulang belum lama, kau tidak bertemu dengannya di jalan?" Junmyeon bertanya sambil mengorek-orek lubang hidungnya yang masih gatal dengan cuek, padahal sih kalau dihitung-hitung Lay sudah pulang daritadi sebelum Baekhyun datang.

"benarkah?, mungkin dia sudah keburu masuk restorannya dan aku baru datang." Jawab Sehun ramah.

"hmm.." Jawab Junmyeon sambil membersihkan kototan hidung yang nyempil di kukunya.

"oh iya, Yixing eonnie, kenalkan ini kekasihku namanya Chanyeol."

Air muka Yixing berubah drastis. "eonnie dia bilang?" ,wajah Yixing pucat pasi, daripada terkejut dan protes karena tidak terima dipanggil eonnie oleh Baekhyun, dia lebih memilih kembali mencoba bunuh diri dan menjadi astray seumur hidup. Setidaknya dunia disana terasa lebih 'normal'.

"wah, hyung. Jadi ini kekasihmu?" tanya Chanyeol.

"nde?" ,bukan Junmyeon, tapi ini Sehun yang seolah meminta penjelasan. "ka..kalian berdua... benarkah?"

Kesempatan untuk Junmyeon, dengan merangkul Yixing posesif ia berkata, "ya, aku dan Yixing sudah resmi berpacaran sejak ia keluar dari rumah sakit dan sejak kita telah melakukan thi..."

Pletakk

"awhh..." Junmyeon memegangi jidatnya yang tak lagi mulus akibat serangan jurus 'jitak tjintah' dari Yixing.

"melakukan apa?" Sehun masih penasaran, sementara pasangan ChanBaek yang sudah pakarnya dan mengerti maksud Junmyeon hanya cekikikan sambil menutupi mulut mereka.

"bukan apa-apa, pada jam-jam seperti ini Junmyeon memang sering berdelusi." Ralat Yixing dengan wajah super kalem yang seketika membuat cekikikan ChanBaek berubah menjadi ledakan tawa namun masih tetap mereka tahan sampai membuat wajah mereka memerah.

"ooh, begitu." Dasarnya Sehun seorang psikiatri jadi dia hanya tersenyum maklum dengan berpikir bahwa Junmyeon harus sering-sering terapi, karena dia percaya yang diucapkan Yixing itu benar. Poor Junmyeon.

"eum, hyung kalau begitu kami pamit sekarang saja. Setelah ini aku dan Chanyeol ada acara, jadi kami harus segera pulang." Ijin Baekhyun pada Junmyeon yang akhirnya dianggap sebagai pemilik rumah yang sah.

"kok buru-buru, kalian berdua bahkan belum minum sama sekali, silahkan di habiskan dulu minumannya. Kasihan Junmyeon sudah membuatkannya untuk kalian." Pinta Yixing yang langsung dituruti oleh ketiga tamunya itu dengan langsung menghabiskannya.

"terimakasih Junmyeon-ssi maaf merepotkanmu." Ucap Sehun setelah ia menghabiskan minumannya.

"aah, kupikir kita bisa berteman, jadi cukup panggil hyung saja, kau seumuran dengan Yixing kan?"

"iya, baiklah."

"Junmyeon hyung, Yixing hyung, kami pamit ya. Semoga Yixing hyung lekas sembuh dan kalian cepat punya momongan." Junmyeon, Yixing dan Sehun menoleh kaget kepada Baekhyun sementara Chanyeol hanya senyam senyum.

"ne, sampai jumpa Junmyeon hyung, Yixing hyung..." pamit Chanyeol yang disusul oleh berlalunya ketiga tamu JunXing tersebut, meninggalkan kediaman Junmyeon –sekarang bersama Yixing- dengan menyisakan perasaan campur aduk sang pemilik rumah.

.

"Myeon," panggil Yixing lembut.

"ya?" junmyeon menghampiri Yixing dan duduk disebelahnya.

"kau tidak ingin istirahat?, kurasa ini sudah masuk jam tidur siang." Dengan intens Yixing membelai rahang Junmyeon.

Junmyeon membuat interaksi mereka semakin intim dengan sengaja menempelkan hidungnya ke hidung Yixing dari samping "maksudmu, kau ingin kita tidur bersama?" ,dengan menekan kata 'tidur'.

"kau ingin benar-benar meremukkan pinggangku, sayang?" Yixing memeluk erat leher Junmyeon bermaksud bercanda.

Yang lebih tua menanggapinya dengan tawa, "kau tidak ingin mewujudkan harapan Baekhyun?" goda Junmyeon dan Yixing hanya mendorong pelan pundak Junmyeon sebagai tanda penolakan.

Setelah mengecup pipi Yixing yang mulai lebih berisi beberapa kali, Junmyeon menggendong Yixing ala pengantin menuju kamar mereka. Junmyeon merebahkan Yixing dengan perlahan dan mencarikan posisi yang nyaman untuk Yixing, setelahnya ia ikut berbaring dengan menarik selimut tebal yang menutupi hingga sebatas leher mereka.

Yixing sementara ini hanya bisa tidur terlentang jadi Junmyeon yang berbaring menyamping sambil mendekap Yixing dengan hangatnya.

"kau tidak membereskan kekacauan di ruang tamu?" Yixing memainkan jemari sang kekasih yang mendekap perutnya.

"nanti saja." ,Junmyeon bergelung seperti kucing sambil berusaha melesakkan wajahnya di ceruk leher Yixing.

"Junmyeon,"

"ya, Yixing,"

"ada yang ingin kutanyakan padamu."

"hmm, tanyakan saja." Jujur mata Junmyeon sudah ingin terpejam, tapi ia berusaha terjaga.

"menurutmu, pada tanggal berapa kita resmi menjadi sepasang kekasih?"

"eum.. apa kau ingat tanggal berapa kita berbuat 'itu'?" suara Junmyeon mulai parau

"ish... aku serius." Yixing mencubit pelan lengan Junmyeon.

"memangnya kenapa?" Junmyeon bangkit dengan menyangga kepalanya sehingga ia bisa dengan jelas melihat raut wajah Yixing.

"tadi saat aku bicara berdua dengan Baekhyun, dia bertanya sudah berapa lama kita menjadi sepasang kekasih." Yixing memandang Junmyeon

"lalu?"

"aku tidak bisa menjawab sejak kapan dan sudah berapa lama. Aku hanya bilang kalau saat ini kita menjalani hubungan yang lebih spesial." Yixing diam sejenak untuk berpikir dan Junmyeon masih setia menunggu tanpa berkata apapun.

"aku ingin kita punya hubungan yang lebih jelas. Mungkin seperti Baekhyun yang mengerti pada tanggal berapa dia dan kekasihnya resmi berpacaran? ,setidaknya saat ada lagi yang bertanya sejak kapan aku berpacaran denganmu, aku bisa menjawabnya lebih detail."

Junmyeon tak bisa menahan senyumnya. Yixing benar-benar orang yang tak bisa ditebak kepribadiannya.

Dia ingat betul betapa dinginnya Yixing saat mereka pertama kali bertatap mata satu sama lain, betapa emosionalnya Yixing saat mendengar nama lay kembali di hari ia sadar, betapa keras kepalanya Yixing untuk tidak memaafkan Lay dan Sehun meski pada akhirnya dia bisa melunak, betapa mengagumkannya saat Yixing menghadapi kelakuan Baekhyun tadi dan sekarang, betapa manisnya Yixing yang menginginkan tanggal pacaran mereka di resmikan.

"ABG sekali..." pikir Junmyeon gemas.

"Junmyeon, kenapa hanya senyam senyum? ,apa aku yang terlalu percaya diri ya?, apa sebenarnya kau tidak serius dengan hubungan kita?"

Junmyeon terpana untuk kesekian kalinya, "yaoloh, kenapa dia jadi imut begini?" ,iman Junmyeon di bulan Ramadhan ini terombang-ambing hanya karena Yixing. Gak di serang sayang, di serang takut dosa.

"lalu aku harus bagaimana?"

Demi industri hape Cina yang makin berkembang pesat, setelah sekian banyak yang Yixing katakan Junmyeon malah balik bertanya padanya?

"lupakan saja. Ayo kita tidur." Yixing sedikit membenahi letak tidurnya dan memejamkan matanya diiringi perasaan 'ingin membunuh Junmyeon' yang membara, tapi karena ini bulan puasa jadi dia berusaha untuk tidak melakukannya. Berkah Ramadhan.

Lagi-lagi Junmyeon tersenyum ganteng –meski Yixing tak melihatnya-, dengan perlahan ia kembali merebahkan kepalanya begitu dekat dengan kepala Yixing sambil sesekali menggesekkan ujung hidungnya di sekitar wajah Yixing.

"Zhang Yixing, saranghae. Maukah kau jadi kekasihku?" bisik Junmyeon dengan lembut dan mesra.

Yixing syok, sejujurnya dia masih ingin pura-pura marah dengan tidak menunjukkan reaksi. Tapi perasaannya yang membuncah disusul oleh belaian-belaian lembut Junmyeon di sekitar wajahnya membuat ia tak tahan untuk membuka mata dan segera merengkuh Junmyeon.

"akh.."

"hati-hati sayang, jangan bergerak tiba-tiba."

Yaa, saking gemas dan senangnya Yixing pada Junmyeon dia sampai reflek hampir memutar tubuhnya dengan tiba-tiba.

"kau tau, kau adalah hal yang paling kubenci saat ini lebih dari apapun." Ungkap Yixing masih memeluk leher Junmyeon.

"kenapa?"

"karena aku belum pernah bertingkah se-random ini hanya karena seseorang, bahkan dengan Sehun sekalipun."

"oh ya?, kupikir kau mencoba bunuh diri karena Sehun menolakmu." Goda Junmyeon yang langsung mendapat pukulan ringan oleh Yixing di punggungnya.

Yixing menyudahi rengkuhannya kepada Junmyeon dan membiarkan Junmyeon kembali berbaring di posisinya semula.

"mulai sekarang tutup buku lamamu dan simpan yang rapi, karena kau harus mengisi buku barumu yang lebih baik. Aku berjanji, buku barumu ini akan penuh dengan kisah yang indah. Aku akan membuatmu bahagia sampai kau tak pernah bisa hidup sedetik saja tanpa Kim Junmyeon yang tampan ini."

Yixing tersenyum geli. "tidak perlu menunggu nanti, sekarang pun kurasa aku tak bisa kalau harus hidup tanpa tuan Kim Junmyeon yang mempesona ini."

Junmyeon meraih kedua pipi Yixing dan membawanya pada ciuman hangat yang memabukkan. Saling mendominasi satu sama lain sebagai bukti jika mereka saling membutuhkan.

"jadi, apa Jawabanmu?" Junmyeon ingat kalau Yixing bahkan belum menjawab permintaannya

Yixing tersenyum simpul, "tentu saja aku mau menjadi kekasihmu. Aku mencintaimu, Kim Junmyeon."

Junmyeon balas tersenyum, "aku juga mencintaimu, Kim Yixing."

Dan merekapun melanjutkan kembali ciuman hangat di siang hari mereka dengan penuh kebahagiaan, tanpa menyadari planchette dari papan ouija milik Junmyeon yang masih ia simpan diatas lemari bergerak dengan sendirinya kearah kata...

.

.

.

'Bye'.

.

.

.

.

.

.

END

Yoosshhh... it's end of the story. Kriikk...krikkk... banget deh ini kayaknya ya,

Maaf ya kalau tiba-tiba update nya telaaaaat banget. Tugas kuliah bener-bener gak bisa diabaikan guys #yaiyalah. Saya gak bisa ngomong –ngetik maksudnya- banyak dan panjang lebar kali ini karena harus balik ngelanjutin tugas lagi. Pokoknya saya ngucapin TERIMA KASIH BANYAK buat readers, reviewers, follower dan Favoriters yang sudah setia dengan cerita cinta ala kadarnya dari Junmyeon dan Yixing disini. Jeongmal, jeongmal kamsahamnida. Dan maaf kalo adegan Hawt'nya cuma sekali doang, bahkan endingnya pun biasa aja, maklum kan ini edisi ramadhan ya, hahaha #ketawagaring.

Akhirul kata, Alisa Jang, Kim Junmyeon, Zhang Yixing, Byun Baekhyun, Park Chanyeol, Oh Sehun, Kim Min Seok dan Kim Jong Dae mengucapkan "Selamat Menunaikan Ibadah Puasa bagi yang menjalankan."