SIMPLE LOVE, GIFT, AND CHRISTMAS
Main Cast : Seventeen's DK / Lee Seokmin
Seventeen's Hoshi / Kwon Soonyoung
Pairing : Soonseok / Seoksoon
.
Bulan Desember. Bulan penuh keceriaan. Tahun yang akan berganti, liburan panjang, dan yang paling penting, Natal. Hari raya kaum Kristiani yang jatuh pada tanggal 25 Desember. Untuk kaum sang Yesus, siapa yang benci pada natal?
Jika ada yang benci pada natal, Soonyoung bersumpah akan mematahkan leher orang itu.
Ada sebagian orang yang sangat fanatik dan sangat menantikan momen Natal. Salah satunya adalah pemuda dengan surai blonde itu. Kwon Soonyoung. Ia sangat menyukai semua tentang Natal. Dari mulai kado natal sampai salju yang pasti turun saat Natal.
Ngomong-ngomong soal kado natal, Soonyoung sering sekali tertawa sendiri jika mengingat kado natal yang diberikan kekasihnya setahun yang lalu. Kekasihnya hanya memberi gelang karet dengan tulisan 'Soonseok' di dalamnya.
Jujur, Seokmin -kekasih Soonyoung- bukan pemuda dari kalangan atas yang memberi kekasihnya kado natal yang mewah. Selama ini, Seokmin hanya memberi barang-barang sederhana, paling mahal yang Seokmin beri hanya tangkai bunga mawar putih.
Tapi Soonyoung menyukai semua itu. Semua kesederhanaan yang Seokmin berikan di lingkup asmara mereka berdua membuat Soonyoung nyaman. Entahlah, lagipula Soonyoung juga tidak pernah mengharapkan kado mewah seperti mobil misalnya akan diberikan Seokmin untuknya. Terlalu hiperbolis untuk membayangkannya saja.
Bukannya meremehkan Seokmin serius. Sudah dijelaskan bukan, bahwa Soonyoung menyukai kesederhanaan?
.
Natal tinggal menghitung hari. Empat belas hari lagi. Seokmin tersenyum di sela-sela kegiatannya membersihkan meja restoran. Ya, pemuda dengan sembilan belas tahun ini memang telah bekerja di restoran milik sahabatnya. Seharusnya Seokmin sedang duduk di bangku universitas sekarang, namun ia memilih bekerja saja untuk menghidupi keluarganya.
Ayahnya telah pergi entah kemana saat Lee Chan -adik Seokmin- berusia dua tahun. Kira-kira saat itu ia berusia empat tahun. Ibunya tak pernah memberitahu dimana ayahnya saat ini. Lagipula, Seokmin juga tidak akan pernah mau tahu dimana keberadaan sosok yang seharusnya menjadi pelindung keluarganya itu.
"Seokmin-ah. Kerja bagus kembali hari ini." Seokmin hanya tersenyum menanggapi pujian dari bosnya sekaligus sahabatnya, Choi Seungcheol.
"Terima kasih, hyung." Seungcheol tersenyum lalu menatap jahil pada Seokmin.
"Eii, akhir-akhir ini kau semangat sekali bekerja? Kenapa? Ada sangkut pautnya dengan Soonyoung?" Seokmin kembali membalas Seungcheol dengan senyuman.
"Tentu saja. Aku tengah menyiapkan hal spesial untuknya." Seungcheol mengerutkan dahinya sejenak, namun ia kembali tersenyum penuh arti pada sahabat sekolah menengahnya itu.
"Baiklah, berjuanglah, Lee Seokmin!" Seungcheol mengangkat tinjunya di udara dan Seokmin tertawa.
"Tentu, hyung."
.
Soonyoung menatap keluar jendela di kamarnya. Salju belum turun lebat. Walaupun salju belum turun, namun suhu saat ini sangat dingin. Soonyoung seperti kimbap kalau mau tahu. Dua lapis jaket berbulu dan selimut tebal membungkus tubuhnya. Hidungnya mulai memerah, walau begitu, itu tak memudarkan senyum pemuda kelahiran 1996 itu.
'TING'
Soonyoung menoleh ke samping kirinya dan meraih ponselnya. Soonyoung tersenyum lebih lebar.
'Pasti kau sedang menjadi kimbap lagi, kan? Andaikan saja aku bisa disisimu :( Maafkan aku, sayang. Aku janji jika ada waktu aku akan memelukmu sepuas mungkin. Aku baru pulang bekerja. Jangan tidur malam, sayangku. Saranghae 3'
Soonyoung merona saat ini. Kekasih tampannya itu selalu membuat wajahnya panas. Dengan pipi yang masih merah, ia membalas pesan dari Seokmin.
'Iya, kenapa suhu di luar sangat dingin sekali~~? TaT Tidak apa, sayang. Walaupun kau tidak ada disini, aku selalu hangat jika sedang bertukar pesan denganmu. Aku merindukan pelukanmu TT Kau juga istirahat ya. Nado saranghae, Seokkie :*'
Baru saja Soonyoung akan meletakkan kembali ponselnya, ponselnya berdering lagi. Kali ini telepon. Seokmin yang menelepon.
'Annyeong chagiya.' Soonyoung langsung tersenyum saat mendengar suara yang sangat ia rindukan ini.
"Annyeong, Seokkie. Bagaimana harimu? Menyenangkan?"
'Pasti, Soonie. Hariku menyenangkan karena di setiap detikku, aku memikirkanmu terus.' Soonyoung sedikit merona dibuatnya.
"Yah! Berhenti membuatku merona, bodoh!" Terdengar suara tertawa di ujung sana.
'Yah, ini caraku untuk membuatmu tetap hangat, sayang. Sebagai pengganti pelukan dan ciuman.' Soonyoung makin panas.
"Berhenti, tidak?" Seokmin dan Soonyoung tertawa.
Sederhana, kan?
.
"Sayang, besok aku akan tunggu di Hangang Park jam 10 malam, oke?" Soonyoung tersenyum lalu mengangguk. Seokmin dan Soonyoung baru saja kencan di sekitar Lotte World.
"Arraseo, kapten!" Seokmin terkekeh dan mengusak rambut Soonyoung. Seokmin menundukkan badannya dan-
'CUP'
"Tunggu kejutan esok, ne?" Seokmin mengedipkan sebelah matanya lalu berjalan pulang ke rumahnya. Meninggalkan Soonyoung yang terdiam dengan mata membola. Tak lama kemudian Soonyoung merasa pipinya panas lagi. Soonyoung lari masuk ke rumahnya.
Ngomong-ngomong, tadi Seokmin bicara ada kejutan. Kejutan apa? Ah, Soonyoung jadi semakin excited untuk esok. Setelah membersihkan diri, ia langsung naik ke tempat tidur dan tidur dengan bibir membentuk garis lengkung. Senyuman.
.
Seoul, 25 Desember 2015, 7.00 AM KST
Hari natal tiba. Soonyoung mengambil ponsel di meja nakasnya untuk mengecek pesan dari Seokmin.
Loh.
Tumben tidak ada pesan.
Biasanya, dua tahun ini, setiap natal Seokmin pasti akan mengucapkan selamat natal tepat pukul 12 malam tanggal 24. Namun ini sama sekali tidak ada.
Soonyoung tiba-tiba merasa tidak enak. Apa jangan-jangan kejutannya.. Ah tidak tidak. Positive thinking, Kwon Soonyoung.
Soonyoung akhirnya bangkit dari tempat tidur untuk membersihkan dirinya.
'Semoga Seokmin baik-baik saja, Tuhan.' Batinnya dalam hati.
.
9.00 PM KST
Soonyoung sudah mengacak-ngacak lemarinya untuk menemukan baju yang sesuai selama 3 jam. Soonyoung mengerang frustasi.
"Astaga! Kenapa tidak ada satupun baju yang sesuai?!" Soonyoung frustasi. Ia sangat gugup entah kenapa. Mana Seokmin seharian ini belum menghubunginya lagi. Soonyoung sangat sangat memikirkan Seokmin saat ini.
Soonyoung menghela nafas kemudian ia mengambil kaos putih polos lalu jaket hitam, dan mantel bulu coklatnya. Hah, Soonyoung sudah terlanjur lelah mencari baju lagi.
'Satu jam lagi. Lebih baik disana duluan saja.' Soonyoung mengambil sepatu kets nya dan pergi ke taman. Sebelum membuka pintu apartemen, ia memperbaiki ekspresi mukanya agar terlihat cerah. 'Positive thinking, hwaiting!'
.
Soonyoung telah sampai di taman. Ia melihat banyak pasangan sedang berpelukan dan bercanda ria. Soonyoung tersenyum, Natal adalah saat yang menyenangkan.
'Baiklah, kalau begitu, aku harus tersenyum! Seokmin akan baik-baik saja!'
Soonyoung kembali melihat-lihat pemandangan taman ini. Ketika tiba-tiba seorang anak laki-laki menghampirinya. Ia membawa balon berwarna putih. Warna kesukaannya. Anak itu tersenyum kepadanya lalu menyapanya.
"Hmm, hyung bernama Kwon Soonyoung, bukan?" Soonyoung sempat tersentak. Darimana anak ini tahu namanya? Namun ia tidak ingin membuat anak itu ketakutan, jadi ia tersenyum.
"Ne. Namaku Kwon Soonyoung. Darimana kau tahu, dan siapa namamu?" Bukannnya menjawab, anak itu malah tersenyum dan mengulurkan tangannya ke arah Soonyoung.
Soonyoung menatap bingung namun ia menempatkan tangannya di tangan anak laki-laki itu. Tiba-tiba anak itu menarik Soonyoung berlari ke suatu tempat. Tempat dimana terdapat pohon-pohon kecil di sekelilingnya dan banyak balon putih juga...mawar putih.
Soonyoung tersentak saat seseorang memeluknya dari belakang. Soonyoung hendak protes namun membeku saat mendengar bisikan dari orang yang di belakangnya saat ini.
"Selamat Natal, Soonyoungie." Suara ini..
"LEE SEOKMIN?!" Seokmin tersenyum tanpa dosa. Soonyoung menatap Seokmin, namun tiga detik setelahnya ia memeluk Seokmin dan menangis. Seokmin yang menyadari Soonyoung menangis tersentak.
"H-hei, chagiya. Kau kenapa menangis?" Soonyoung melepas pelukannya dan menatap Seokmin dengan matanya yang basah.
"Kau kemana saja seharian ini? Kenapa tidak ada kabar? Aku mengkhawatirkanmu. Kukira kau terkena masalah. Kau tidak apa-apa, kan, Seokkie?" Seokmin mengerjap.
"Maafkan aku, sayang. Ponselku tertinggal di restoran, baterainya habis, jadi belum sempat aku charge, hehe." Soonyoung merengut.
"Kau tidak tahu bagaimana khawatirnya aku!" Soonyoung memukul-mukul tubuh Seokmin. Seokmin mengaduh dan menahan tangan Soonyoung lalu menarik Soonyoung ke pelukannya.
"Maafkan aku, sayang. Aku ceroboh." Soonyoung menggeleng lalu menghapus air matanya. Soonyoung menatap Seokmin.
"Seokkie, kau bilang kau punya kejutan? Apa kejutannya?" Seokmin tersenyum.
"Ah iya, berbaliklah dulu." Soonyoung berbalik.
"Mulai!" Seokmin berteriak ke entah siapa. Musik mulai mengalun. Seokmin berjalan ke depan Soonyoung. Soonyoung tersentak melihat Seokmin ada di depannya. Seokmin tersenyum tulus sembari menatap mata kucing Soonyoung.
"Soonyoung-ah, maafkan aku jika selama ini aku bukan kekasih yang baik, aku selalu bekerja tanpa menyisihkan waktuku bersamamu. Aku tak pernah ada di saat kau membutuhkanku. Aku hanya memberikan kado kecil yang tak ada harganya. Aku-" Ucapan Seokmin terhenti karena Soonyoung mengecup bibirnya. Soonyoung membiarkan bibirnya disana selama lima detik. Setelah merasa Seokmin tenang, ia melepaskannya. Soonyoung menatap mata Seokmin dalam.
"Berhenti mengatakan kau adalah kekasih yang buruk, Seokmin. Aku mencintai dirimu apa adanya. Aku menyukai kesederhanaanmu. Aku menyukai semua yang ada pada dirimu. Jadi berhenti, karena kau adalah kekasih terbaik yang ada di hidupku." Mata Seokmin dan Soonyoung sama-sama berkaca-kaca. Seokmin tersenyum lalu merendahkan badannya. Soonyoung tersentak melihat Seokmin berlutut.
"Selama ini, kado natalku tak pernah berguna, tahun ini aku mencurahkan segala tenagaku untuk memiliki benda yang akan menjadi kado natalku tahun ini untukmu." Seokmin merogoh sakunya dan mata Soonyoung sukses terbelalak.
"Kwon Soonyoung, would you marry me?" Dua buah cincin warna perak. Soonyoung menutup mulutnya dan menatap Seokmin tak percaya. Seokmin menatap mata Soonyoung dan tersenyum tulus.
"S-seokmin.." Soonyoung menerjang Seokmin dengan pelukan lebih erat. Seokmin tersenyum dan memejamkan matanya. Ia tahu, ia berhasil.
Walaupun Soonyoung mengatakan bahwa ia menyukai kesederhanaan Seokmin, namun Seokmin juga ingin memberikan sesuatu yang berharga untuk sang pujaan hatinya.
"Aku mencintaimu dan, yes, I would, Seokmin." Kecupan penuh cinta di malam Natal yang bersejarah bagi Seokmin maupun Soonyoung.
Soonyoung rasa ia akan lebih mencintai Natal dari sebelumnya. Apalagi hari ini, 25 Desember 2015. Terima kasih, Tuhan.
.
Maaf untuk keterlambatan publish TT Terkadang nyari plot susah didapat, dan saya ga menyangka sama sekali banyak yang suka sama Soonseok! Saya kira cuman saya doang yang suka TT Terima kasih untuk review nya, saya ga menyangka sama sekali bakal banyak yang suka :D Soal sequel Meanie, saya ga janji loh ya, saya masih utang 3 cerita, tapi Insya Allah saya usahakan :)
Big thanks for riani98, Naega Hoshi, guest, rockers, bizzleSTarxo, Bbangssang, eunkim, youju, JonginDO, dan parkcheonsafujoshi :)
Keep RnR!
Fin
