FT Island Fan Fiction

Mr. Cassanova

©MikiHyo

.

Cast : FT Island, Oh Wonbin, & Other Cast

Genre : Friendship, Hurt/Comfort

Rated : T

Length : Part (On Going)

Warning : FULL OF FLASH BACK (Ini cerita masa lalu, jadi cast & Genrenya berubah)

.

Part 19

.

***
Author POV

.

Flash Back

.

Sebaiknya ruangan band itu kita pergunakan untuk hal lain, sudah tidak ada yang mau bertanggung jawab dengan klub itu

Murid-murid baru-pun sepertinya tidak tertarik dengan klub Band, lebih baik kita tiadakan saja

Baiklah, semua sudah sepakat. Klub Band Ditiadakan

.

==========================================

.

"FT ISLAND!"semua murid menyerukan nama itu ketika menyaksikan performa sebuah Band Sekolah yang akhir-akhir ini melejit namanya dilingkungan Sekolah Elit, SMP SoonKyu

I might seem young to you now
I'm different, don't see me the same
I might not seem like much
There'll come a day when you'll be surprised

Terlihat seorang guitarist muda berpapan nama 'Oh Wonbin' yang merupakan murid kelas 3, sedang menyanyikan beberapa bait lirik pembuka lagunya.

Meanings put in black writings in a dusty book
I can't get close to you, I'm so side-tracked

A flying subway, a private beach house in the sea
The rice cake that she likes, and red chocolate
Medicine that makes you forget sorrow, a forever living puppy
There's so many things i need (so many things i need)
So many things to worry about (so many things to worry about)
I'm always busy though I act like I'm suffering

Dan tiba saatnya sang Vocalist utama berpapan nama 'Lee Hongki' yang juga murid kelas 3 berduet dengan Oh Wonbin membawakan lagu itu dengan penuh kharisma seorang remaja musisi.

F-T I-S-L-A-N-D Let's Go!

Semuanya-pun berteriak serentak. Kembali menyerukan nama Band yang sedang dipuja-pujanya. Baik member maupun penontonnya, mereka menyukai FT ISLAND.

.

==========================================
.

.

"Ayolah Pak! Kau tidak serius membubarkan klub itu-kan?"lejit seorang pemuda manis berambut panjang & berkaca mata. Seorang pria paruh baya dihadapannya hanya bisa menatap pasrah kearah pemuda tersebut.

"Lee Hongki sudahlah.. apa gunanya mempertahankan kegiatan yang tak jelas siapa pengurusnya"ucap pria paruh baya tersebut.

"Aku pengurusnya! Aku & Jonghun akan menjadi pengurusnya! Kalau begitu tidak ada masalah-kan?"pemuda bernama Lee Hongki itu masih berusaha memohon kepada pria paruh baya yang tak lain adalah penanggung jawab kegiatan siswa di SMP-nya.

"Itu benar Pak, aku & Hongki akan menjadi pengurusnya"sahut seorang pemuda lagi yang tiba-tiba ikut masuk kedalam ruangan yang cukup besar itu. "Maaf aku seenaknya masuk, aku ingin membicarakan hal ini juga"tambahnya.

"Tidak apa-apa Choi Jonghun"Pria itu hanya mengangguk pelan, pertanda ia tak mempermasalahkan sikap pemuda tampan berhidung indah bernama Choi Jonghun itu.

"Kalau hanya kalian berdua.. bagaimana bisa mengaktifkan kegiatan itu? Tidak ada Band yang hanya berisikan 2 anggota saja-kan? Sekalipun ada, lalu instrumen-instrumen lainnya akan diapakan? Hanya terbengkalai begitu saja?"Pria itu masih saja meragukan keinginan Hongki & Jonghun.

"Kalau kami bisa mencari anggota baru apa Bapak akan mengizinkan kami mengurus klub itu?"ujar Hongki. Pria paruh baya itu-pun menatap Hongki penuh tanda tanya.

"Kau yakin ada yang mau? Sudah 2 tahun klub itu terbengkalai, murid baru tahun ini-pun tidak ada yang tertarik, bahkan mereka tidak tahu kalau ada kegiatan semacam itu disekolah"jelas pria itu. Hongki & Jonghun-pun saling bertukar pandang penuh arti.

"Pertama, kami akan coba memperkenalkan musik itu kepada murid-murid sekolah ini. Selanjutnya kami akan melihat respon mereka, kalau ada yang tertarik, kami akan mengajak mereka bergabung"jelas Jonghun yang kali ini angkat bicara.

"Bagaimana caranya kalian melakukan itu? Apa kalian akan membuat pertunjukan sendiri?"tanya pria paruh baya itu lagi.

"Aku sudah biasa membuat pertunjukan sendiri. Aku bisa minta bantuan dari para pembimbing musik & perusahaanku"ucap Jonghun.

"C-Choi Jonghun, jangan lakukan itu!"cegah pria paruh baya itu. Tentu saja hal itu akan sangat mempermalukan nama SMP SoonKyu kalau keluarga ternama Choi tahu. Mereka akan dianggap tidak bisa membuat pertunjukan untuk sebuah Band.

"Ba-baik, kami akan mengadakan pertunjukan untuk kalian"ujar pria paruh baya itu dengan nada pasrah.

"Tidak. Kalian tidak perlu melakukan hal itu, kami akan lakukan sendiri"jelas Hongki dengan nada santai. Pria itu semakin terkejut dengan jawaban Hongki. Jangan sampai keluarga Lee-pun tahu mengenai hal ini –batin pria tersebut-

"Lalu.. apa yang harus kami lakukan?"tanya pria itu.

"Jangan menutup klub itu sebelum kami menemukan anggota baru!"jelas Hongki dengan nada lantang.

"Bapak cukup menunggu beberapa waktu lagi. Kami akan berusaha mendapatkan anggota baru dalam waktu singkat"tambah Jonghun. Mereka berdua-pun membungkuk pamit & kemudian keluar dari ruangan.

Pria paruh baya itu hanya bisa menghela nafas panjang menghadapi keinginan keras Hongki & Jonghun. "Kalau saja mereka bukan anak dari keluarga ternama..."

.

.

"Hahaha! Dia langsung bungkam saat kau bicara seperti itu"tawa Hongki saat mengingat-ingat kejadian diruang penanggung jawab kegiatan siswa tadi.

Jonghun yang duduk disamping Hongki hanya diam memikirkan cara apa yang akan mereka gunakan untuk menambah anggota baru.

"Tapi kau tidak serius akan minta bantuan orang tuamu-kan?"tanya Hongki.

"Tentu saja tidak. Itu hanya alasan, kalau tidak begitu dia tidak akan mendengarkan omongan kita"kali ini Jonghun merespon ucapan Hongki.

"Haha, aku mengerti. Aku juga tidak suka melakukan sesuatu dengan membawa nama keluarga. Kalau seperti itu kita tidak akan berusaha"senyum Hongki. Jonghun langsung mengangguk setuju.

Walaupun anggota keluarga terpandang yang sejak kecil bahkan sampai sekarang hidup dilingkungan mewah, hal itu tidak membuat Hongki & Jonghun bermanja pada harta milik keluarganya. Semakin lama, mereka makin sadar kalau mereka harus melakukan sesuatu dengan usaha sendiri. Hongki & Jonghun bukan orang sombong yang gila harta, mereka justru tidak suka dengan kehidupan gemerlap seperti itu.

"Sudah kubilang percuma, mereka tidak akan mendengarkanmu"tiba-tiba perhatian mereka teralih oleh pembicaraan yang tak sengaja terdengar didekat mereka. Hongki & Jonghun-pun memandang seksama dua orang murid laki-laki yang sedang membicarakan sesuatu.

"Tapi Sunbae kalau kau yang menjelaskan, mungkin mereka mau dengar"ucap salah seorang murid yang berdiri membelakangi mereka.

"Hah.. maaf, aku sudah lepas tangan dengan kegiatan itu. Sekali lagi maafkan aku, permisi"murid lain yang dipanggil Sunbae itu-pun langsung pergi meninggalkan lelaki yang hanya bisa terdiam itu.

"Lagi-lagi gagal.. apa aku harus menyerah untuk bermain musik?"keluh lelaki bermata sipit yang sudah membalikkan badannya itu.

"Musik? Kau suka musik?"sahut Hongki yang entah sejak kapan sudah berdiri dihadapan lelaki sipit tersebut. Lelaki itu yang mengerenyit bingung dengan dua orang tak dikenal yang berdiri dihadapannya.

"Maaf, kalian siapa?"tanya lelaki itu.

"Aku Lee Hongki, dia Choi Jonghun. Kami murid kelas 2-A. Orang yang tadi itu bukannya Sunbae yang pernah ikut dalam kegiatan Band? Ada urusan apa denganmu?"tanya Hongki lagi.

"Itu..."lelaki sipit itu tampak memikirkan sesuatu. "Sebenarnya aku masuk SMP ini karena aku dengar SoonKyu punya Klub Band, aku berniat untuk ikut, tapi..."lelaki itu menghentikan kata-katanya.

Hongki & Jonghun langsung bertukar pandang dengan mata sumringah & Hongki-pun langsung tersenyum lebar.

"Sepertinya kita harus bekerja sama mulai sekarang"senyum Hongki yang kembali menatap lelaki sipit itu. "Eh?"lelaki itu semakin bingung dengan kata-kata Hongki.

"Maaf, sebelumnya boleh aku tahu namamu?"kali ini Jonghun yang bicara sambil tersenyum tenang.

Lelaki itu masih menatap bingung kearah Hongki & Jonghun, namun ia segera mengangguk & memperkenalkan namanya. "Oh Wonbin"

.

==========================================
.

"Sepertinya memang tidak mungkin kalau hanya kita bertiga. Pihak sekolah tidak akan mengijinkan kegiatan sekolah yang anggotanya kurang dari 5 orang"jelas Jonghun.

"Lagipula ini tidak bervariasi. Aku & Jonghun sama-sama Guitarist, kau Vocalist. Band ini tidak mungkin hanya mengandalkan suara gitar, kita butuh anggota yang bisa memainkan intsrumen lain"sahut Wonbin.

"Jonghun bisa main Piano atau Keyboard. Kita bisa ganti posisinya"sahut Hongki asal. Jonghun & Wonbin-pun saling bertukar pandang.

"Bukan itu yang jadi masalah sekarang. Kita harus segera mencari anggota lain sampai minimal bisa terkumpul 5 orang"ucap Jonghun yang sekarang menatap Hongki.

SRAKK.

"E-eh? Ada orang?"kaget seorang lelaki berwajah imut yang membuka pintu. Ia terkejut saat melihat Hongki-Jonghun & Wonbin berada diruang klub Band yang biasanya kosong.

"Jaejin-ah?"seru Wonbin yang merasa kenal dengan lelaki imut itu.

"Wonbin sunbae?"sahut pemuda bernama Jaejin itu. Ia-pun menghampiri Wonbin.

"Kau mengenalnya?"tanya Hongki kepada Wonbin sambil menatap kedua orang itu bergantian.

"Iya. Namanya Lee Jaejin, dia adik kelasku di SD. Dia ini anak yang sangat pintar"jelas Wonbin sambil memperkenalkan Jaejin.

Jaejin-pun membungkuk hormat saat ia menyadari Hongki & Jonghun juga Sunbaenya.

"Namaku Lee Jaejin, kelas 1-B"ucap Jaejin sopan.

"Kenapa kau ada disini?"tanya Jonghun bingung.

"Itu.. aku adalah anggota OSIS. Ketua OSIS menyuruhku untuk mengecek beberapa ruangan kosong untuk didata"jelas Jaejin. Hongki-pun memicingkan matanya kearah Jaejin.

"Untuk apa? Apa ruangan ini akan dipakai untuk sesuatu?"tanya Hongki.

"Aku belum tahu. Ketua OSIS hanya menyuruhku mengecek, itu-pun perintah dari penanggung jawab kegiatan siswa"jawab Jaejin.

"Aah.. Pak Tua itu tetap saja berusaha menutup klub ini"gerutu Hongki sambil merengut kesal.

"Bukankah klub ini memang akan ditutup? Sudah tidak ada yang tertarik dengan kegiatan Band-kan?"bingung Jaejin sambil menatap ketiga Sunbaenya itu dengan heran.

Wonbin-pun menepuk pundak Jaejin sambil tersenyum. "Kami tidak mau klub ini ditutup. Karena itu kami sedang berusaha untuk mencari anggota baru"jelas Wonbin.

Jaejin-pun terkejut mendengar ucapan Wonbin. "Sunbae yakin? Klub ini sudah lama tak terurus-kan?"ucap Jaejin tak percaya.

"Kami yang mengurusnya sekarang. Karena itu, tidak akan kami biarkan Pak Tua itu menutup klub ini"sahut Hongki lantang. Jaejin-pun langsung terdiam, mimik wajahnya berubah, ia terlihat memikirkan sesuatu.

"Jaejin, bukankah kau bisa bermain bass?"pertanyaan Wonbin langsung membuat Hongki & Jonghun menatap tajam kearah Jaejin.

"Bass? Kau Bassist?"tanya Jonghun sumringah. "I-itu…"Jaejin ragu untuk menjawabnya.

"Kau memang Bassist-kan? Apa kau sudah punya klub?"tanya Wonbin lagi.

"Sebenarnya.."Jaejin menggigit bibir bawahnya. "Aku akan masuk klub Jazz"jawab Jaejin cepat.

"Jazz? Ng… memang cocok sih, tapi…"Wonbin menggantungkan kata-katanya. Bagaimanapun juga, ia berharap Jaejin mau masuk klubnya tapi ia tidak boleh memaksakan kehendaknya.

"Apa kau tidak tertarik dengan Band? Kami butuh anggota yang bisa memainkan instrumen selain gitar"jelas Jonghun. Jaejin hanya diam & mengalihkan pandangannya dari Jonghun.

"Ash, kalian berdua! Langsung saja kalau memang kita membutuhkannya! Ya~ Lee Jaejin, kami membutuhkanmu di Klub ini. Bisakah kau bergabung?"tanya Hongki jelas.

"Hongki-ah, kita tidak bisa memaksakan kehendak itu"Wonbin berusaha menenangkan Hongki.

Ketiga orang itu-pun diam sejenak sambil menatap Jaejin yang sejak tadi juga diam & terlihat memikirkan sesuatu.

"Sunbae… bukankah akan lebih mudah kalau minta bantuan dari orang tua kalian? Kenapa harus susah-susah seperti ini?"akhirnya Jaejin membuka mulutnya. Kali ini ia memberanikan diri menatap ketiga Sunbaenya itu.

"Karena kami ingin berusaha sendiri"jawaban Hongki membuat Jaejin terperanjat.

"Tidak mungkin kami terus bergantung dengan harta itu sekalipun hal itu mungkin tidak akan habis. Tapi kami akan berusaha semampu kami untuk mengutamakan kemampuan kami sendiri"jelas Jonghun.

"Kau-pun tahu sendiri, aku tidak suka dikaitkan dengan nama Keluargaku. Karena itu aku senang bertemu dengan Hongki & Jonghun yang sependapat denganku. Kami akan berusaha mewujudkan impian kami sendiri"senyum Wonbin.

Jaejin terperangah mendengar jawaban dari ketiga Sunbae dihadapannya. Ia tak menyangka ada orang yang masih mau berusaha walaupun kebutuhannya sudah terpenuhi. Selama ini ia-pun hidup dilingkungan mewah, dimana orang-orang berlomba memamerkan kekayaannya.

Namun mereka berbeda, Hongki-Jonghun & Wonbin berbeda. Harta mereka yang teramat banyak bahkan tak mampu membutakan hati ketiga orang itu. Jaejin benar-benar menganggumi ketiganya.

"Sunbae… bisakah kalian ajari aku untuk berusaha seperti itu?"ucap Jaejin pelan. Hongki-Jonghun & Wonbin saling bertukar pandang dengan raut wajah bingung mendengar ucapan Jaejin.

"Maksudmu?"tanya Hongki pada Jaejin. Jaejin-pun mengangkat wajahnya & menatap Hongki.

"Apa aku juga bisa mengandalkan kemampuanku sendiri dalam melakukan sesuatu? Kalau iya, aku ingin…"ucap Jaejin pelan. Wonbin yang sudah mengerti maksud Jaejin-pun langsung tersenyum lebar.

"Tentu saja, kau berhak menentukan yang kau mau"senyum Wonbin. Jaejin kembali terperangah, tak lama ia kembali membungkuk hormat kepada 3 Sunbaenya itu.

"Itu berarti kau akan bersama kami-kan?"Hongki yang juga sudah mengerti maksud Jaejin ikut tersenyum.

Jaejin mengangguk pelan. "Mohon bantuannya Sunbae"

Hari itu anggota bertambah lagi. Kini sudah ada seorang Vocalist & Bassist juga 2 orang Guitarist. Satu langkah maju menuju impian mereka-pun semakin terlihat.

.

==========================================

Sejak saat itu, Hongki-Jonghun-Wonbin & Jaejin tetap berusaha mempertahankan keberadaan klub Band. Beberapa kali mereka mengadakan pertunjukan sendiri untuk menarik perhatian yang lain, walaupun tak semudah yang mereka bayangkan. Sulit untuk mengajak orang-orang yang memang tidak tertarik dengan dunia musik apalagi aliran Band sedikit-pun. Penanggung jawab kegiatan siswa di Sekolah hanya bisa mewanti-wanti kegiatan mereka, mereka-pun tidak bisa seenaknya melarang keempat orang itu untuk berhenti karena status keluarga mereka.

Setahun-pun terlewati tanpa ada hasil yang pasti, keberadaan klub itu masih belum diakui, namun terkadang tak sedikit juga ada yang ingin melihat performa mereka lagi.

Sampai akhirnya Minhwan resmi menjadi murid SMP Soonkyu. Kedatangannya sangat ditunggu-tunggu oleh Hongki & Jonghun. Itu karena Minhwan bisa bermain drum & bersedia untuk bergabung kedalam klubnya. Minhwan-pun dikenalkan kepada Wonbin & Jaejin.

Hubungan terjalin satu sama lain. Sejak mereka berlima resmi jadi anggota Band, mereka-pun membuat nama untuk Band mereka. FT ISLAND (Five Treasure Island)

Tak disangka, murid-murid seangkatan Minhwan banyak yang menyukai musik, berbeda jauh dengan tahun-tahun sebelumnya. Karena itu semakin hari keberadaan klub mereka semakin diakui, baik oleh murid-murid baru maupun lama.

Hal ini membuat pihak Sekolah mencabut keputusannya untuk menutup klub itu. Murid-murid Soonkyu sangat menyukai keberadaan FT ISLAND, karena itu pihak Sekolah-pun mengijinkan 5 pemuda itu untuk bertanggung jawab atas FT ISLAND.

.

.

==========================================
.

"Sukses besar lagi! Yahoo!"seru Hongki sambil melompat girang distudio latihan Bandnya, FT ISLAND.

"Hongki-ah! Jangan loncat-loncat! Nanti instrumennya roboh!"omel sang Leader tampan berhidung indah, Choi Jonghun.
"Haha cepat duduk Hongki, kita bisa repot kalau instrumen-instrumen ini berantakan lagi"sahut pemuda sipit yang duduk disamping Jonghun, Oh Wonbin.

Hongki-pun menuruti kata-kata kedua teman sebayanya itu. Walaupun mulutnya mengerucut tak jelas karena sedikit 'ngambek', namun hal itu tidak menghilangkan nilai tinggi wajah manisnya.

"Aku-kan hanya senang karena performa kita sukses lagi, apa aku tidak boleh loncat-loncat?"gerutu Hongki dengan wajah aegyo. Jonghun hanya menghela nafas, sedangkan Wonbin terkekeh geli.

"Padahal tertua, tapi tingkahmu paling kanak-kanak disini Hongki"tawa Wonbin. Hongki yang tak terima diejek, langsung saja menyerbu Wonbin, mencubitnya berkali-kali.

"Kami datang!"seru dua orang member lain yang merupakan termuda dari grup. Ya, Lee Jaejin & Choi Minhwan. Disaat ketiga Hyungnya sudah berkumpul untuk latihan, duo magnae itu memang sering datang terlambat karena jadwal kelas mereka yang berbeda.

Hongki-Jonghun-& Wonbin adalah murid kelas 3 yang sudah tidak terlalu padat pelajarannya karena harus mempersiapkan untuk ujian. Sedangkan Jaejin kelas 2 & Minhwan kelas 1, masih banyak pelajaran yang harus mereka ikuti. Mereka berlima-pun segera bersiap untuk latihan.

.

.

"Hyung, akan diadakan audisi untuk Band!"seru Jaejin sambil berlari menghampiri ketiga Hyungnya yang sedang makan siang bersama dikantin. Jaejin langsung menyodorkan pamflet yang berisi keterangan audisi tersebut. Dengan seksama Hongki-Jonghun-& Wonbin ikut membaca isi pamflet tersebut.

"Band yang terpilih akan ditrainee & didebutkan oleh pihak manajemen?"baca Jonghun dengan rasa tak percaya. Didebutkan? Satu kata yang sangat dinanti oleh orang-orang yang tertarik dengan dunia Entertain seperti mereka.

"Kalau menang kita bisa debut? Benarkah?"Hongki juga tak kalah berseru senang. Wonbin-pun menatap sambil tersenyum kearah Hongki. "Kau serius mau jadi penyanyi?"tanya Wonbin.

Hongki-pun mengangguk mantap. "Tentu saja! Bukan hanya penyanyi, aku ingin Band kita bisa diakui oleh orang-orang selain SMP SoonKyu"

"Tapi…bukankah ini sulit? Mendengar kata debut seperti ini, pasti banyak Band-band lain yang lebih hebat dari kita juga ingin ikut serta"Jonghun agak kurang yakin. Ia masih membaca pamflet tersebut dengan serius.

"Ayolah Jong~ Kau lihat? Kita populer disini, kita pasti bisa!"ujar Hongki sambil menatap kearah Jonghun dengan penuh harap semoga Leader-nya itu mengijinkan Band mereka untuk ikut serta.

Jonghun-pun balik menatap Hongki dengan tatapan serius. "Justru itu, kita boleh terkenal disini. Tapi kita tidak tahu dunia luar. Di Negara ini sangat sulit untuk mendapatkan kata 'Debut', bahkan orang-orang hebat diluar sana masih harus bersusah payah bersaing tanpa henti dengan yang lainnya. Lagipula kita masih SMP Hongki, bagaimana kalau lawan kita nanti adalah murid-murid SMA atau anak-anak Kuliah?"Jonghun masih menolak keinginan Hongki sembari menjelaskan semuanya dengan hati-hati.

Hongki diam & segera membuang muka dari hadapan Jonghun. Raut wajahnya sungguh terlihat kesal, ia tak menyangka sahabat kecilnya tidak mau mendukung keinginannya.

"Su-sudahlah Jonghun Hyung… Hongki Hyung… ini-kan hanya audisi, kalau tidak bisa ikut.. iya sudah, tidak apa-apa"sahut Jaejin pelan untuk meredakan suasana tegang ini. Ia merasa bersalah karena menunjukkan pamflet perlombaan tersebut & sekarang kedua Hyung yang biasanya sangat akrab-pun sampai perang dingin gara-gara hal itu.

"Ck, aku mau kembali kekelas!"gerutu Hongki yang langsung beranjak dari kursi & meninggalkan ketiga orang itu. Jonghun-pun menghela nafas panjang dengan raut wajah frustasi.

"Dia itu.. selalu saja begitu. Ah~ aku lelah menghadapinya"keluh Jonghun sambil menopang wajah dengan kedua tangannya. Wonbin-pun langsung menepuk-nepuk pundak Jonghun dengan pelan & lembut.

"Sudahlah. Jangan terlalu kau pikirkan, Hongki memang seperti itu-kan"ucap Wonbin berusaha tersenyum.

"Dia itu kekanak-kanakan Wonbin. Kau-pun tahu sendiri, akan sulit membuatnya baik kalau sudah seperti itu"gerutu Jonghun lagi.

"Hyung, maaf ya.. Gara-gara aku…"Jaejin yang disitu sebagai termuda merasa sangat bersalah atas pertengkaran kedua Hyungnya. Jonghun tidak menjawab, ia masih tertunduk frustasi. Namun bukan berarti ia menyalahkan Jaejin, ia hanya tidak mau membahas masalah itu lagi.

"Kau tidak salah apa-apa. Aku tahu maksudmu baik"senyum Wonbin yang kini gantian mengusap-usap pundak Jaejin. Mereka bertiga-pun kembali diam memikirkan satu sama lain.

"Kali ini biar aku yang bicara dengan Hongki. Kalian berdua cobalah tenang"ujar Wonbin sambil beranjak dari kursinya. Jonghun mengangguk pelan & Jaejin hanya diam. Kebetulan Wonbin & Hongki sekelas, Hongki juga biasa ditenangkan oleh Wonbin kalau sudah marah. Yah, walaupun lebih sering dengan Jonghun karena memang mereka adalah sahabat sejak kecil.

Wonbin-pun beranjak meninggalkan kantin untuk menyusul Hongki. Kini hanya tinggal Jonghun & Jaejin yang masih berhadapan satu sama lain.

"Jaejin.."panggil Jonghun pelan. Jaejin-pun langsung menoleh kearah Jonghun. "I-Iya Hyung?"

"Pamfletnya… biar kubawa"ucap Jonghun sambil mengambil pamflet yang masih tergeletak diatas meja itu. Jaejin mengerenyit heran "Tapi Hyung-"

"Akan kupikirkan kembali"Jaejin tersentak dengan jawaban Jonghun. Perlahan-lahan senyum-pun tersungging dibibir manisnya, sebenarnya ia juga berharap Leadernya itu mengijinkan Band mereka untuk ikut lomba karena Jaejin-pun menginginkannya, sama seperti Hongki.

Bel tanda masuk kelas-pun berbunyi, Jaejin & Jonghun segera beranjak dari tempat duduk masing-masing & kembali kekelas.

.

=========================================

"Hongki-ah!"panggil Wonbin saat melihat Hongki duduk sendiri dibangku taman. Sejak dikelas, Hongki yang sedang bermood buruk sama sekali tidak meghiraukan panggilannya.

Wonbin-pun memutuskan untuk mengikuti Hongki kemana dia pergi & mereka sampai di taman ini.

Lagi-lagi Hongki tak menghiraukan Wonbin, ia tetap berlagak cuek sambil berpura-pura sibuk dengan I-Phonenya.

"Hongki.."panggil Wonbin lagi. Kali ini dengan nada memelas berharap Hongki mau sedikit saja menoleh kearahnya.

"Kenapa kau ada disini? Kau mengikutiku ya?"ucap Hongki dengan ketus. Matanya tak berpaling dari layar I-Phonenya.

Wonbin-pun dengan sengaja duduk disamping Hongki. Ia tak perduli kalau-kalau Hongki marah padanya karena memaksa untuk mendekatinya.

"Yaish~ pergi sana! Aku mau sendiri!"kali ini Hongki menoleh kearah Wonbin sambil memukul-mukul pundak Wonbin. Bukannya pergi, Wonbin malah terkekeh geli melihat sikap Hongki yang benar-benar seperti anak kecil. Ia sudah biasa menghadapi Hongki yang seperti ini.

"Ck, dasar Silly! Berhenti menertawakanku!"kesal Hongki sambil menyebut nama julukan Silly yang ia berikan untuk Wonbin.

"Ya~ siapa suruh kau buat aku tertawa & satu lagi, aku tidak Silly!"Wonbin ikut mengerucutkan bibir saat Hongki meledeknya.

"Memang Silly~ Untuk apa kau kesini? Aku tidak terima omongan yang tidak mempercayai impianku"gerutu Hongki. "Seperti Pinochio narsis itu!"tambahnya disaat pikirannya kembali melayang kepada Jonghun.

Wonbin kembali terkekeh, mengingat lelaki manis itu sebenarnya tidak kalah narsis dengan Leader yang baru saja disebutnya. Namun ia berusaha keras untuk menahan tawanya kali ini, ia harus bersikap serius & melakukan sesuatu agar hubungan mereka kembali baik.

"Jonghun tidak bermaksud begitu. Justru dia mengkhawatirkanmu"ucap Wonbin yang sudah bisa bersikap serius. Hongki hanya berdecak kesal mendengar nama Jonghun.

"Dia itu sahabatmu sejak kecil, karenanya dia pasti tahu jalan mana yang terbaik untukmu. Jonghun tidak mau melihatmu kecewa kalau-kalau apa yang dia katakan itu benar. Bagaimana kalau Band kita kalah? Kau pasti kecewa-kan?"senyum tipis Wonbin.

"Bagaimana kita tahu kalau tidak dicoba, Pinochio itu saja yang miris impian!"Hongki masih berusaha mengelak, walau ia-pun tahu kalau kata-kata Wonbin memang benar. Wonbin-pun menghela nafas panjang menanggapi sikap Hongki yang masih ketus.
"Kalau dia memang mengerti aku, kenapa dia tidak percaya dengan impianku?"Hongki mencengkram I-Phonenya dengan kuat. Dengan segera, Wonbin-pun menggenggam hangat tangan yang penuh amarah itu.

"Dia percaya padamu. Dia pasti sangat percaya padamu, aku saja yang baru mengenalmu 1 tahun ini bisa percaya padamu"senyum Wonbin sambil menatap Hongki dalam. Hongki-pun terhenyak dengan kata-kata Wonbin.

"Kau.. percaya padaku?"tanya Hongki dengan suara gemetar. Wonbin-pun mengangguk sambil tersenyum. "Tentu saja. Impian yang dipelihara oleh manusia dengan sebaik-baiknya pasti akan terwujud dengan sebaik-baiknya juga"

"Wonbin-ah…"Hongki terperangah. "Berbaikanlah dengan Jonghun. Kau & dia punya impian yang sama, kita punya impian yang sama. Kalau bertengkar seperti ini, bagaimana bisa impian itu terwujud?"ucap Wonbin lagi.

Hongki diam sejenak sambil memikirkan kata-kata Wonbin. Ia-pun merasa bersalah atas sikapnya yang kekanak-kanakan yang sudah membuat Jonghun kewalahan menghadapinya.

"Baik. Aku akan bicara dengan Jonghun nanti"ucap Hongki dengan suara pelan. Wonbin-pun tersenyum lega sambil menepuk-nepuk punggung Hongki. "Baguslah kalau begitu~"

"Ya~ kau sendiri bagaimana?"tanya Hongki sambil menoleh cepat kearah Wonbin. "He? Bagaimana apanya?"bingung Wonbin.

"Audisi itu.. Apa kau mau ikut? Kau sendiri juga ingin jadi entertain-kan?"tanya Hongki lagi. Wonbin-pun memutar bola matanya, nampak berpikir.

"Tentu saja. Aku ingin sekali ikut, tapi aku bisa mengendalikan perasaanku saat Jonghun menolaknya, tidak sepertimu anak kecil~"lagi-lagi Wonbin meledek Hongki.

"Ya! Kenapa malah meledekku lagi? Yaish~ Enyah kau dari sini!"gerutu Hongki sambil menendang-nendang kaki Wonbin.

"Hahaha, iya-iya, aku minta maaf. Habis wajahmu lucu sekali kalau sudah bicara serius, haha"Wonbin tak bisa menahan tawanya kali ini. Hongki-pun menghentikan penyiksaan(?)nya karena merasa jengah dengan sikap Wonbin yang tak henti-henti meledeknya.

"Kau dan aku juga lebih tua aku, dasar tidak sopan!"decak Hongki sambil mengerucutkan bibirnya. Wonbin kembali tersenyum. "Kita hanya beda 23 hari~"ucap Wonbin sambil menjulurkan lidahnya.

"Ish~ Ayo bicara serius lagi! Kau mau ikut audisi itu?"Hongki-pun tak tahan kalau harus meladeni candaan Wonbin terus.

"Baik-baik, kita serius sekarang. Iya aku serius, keren sekali-kan kalau nama FT ISLAND bisa dikenal di seluruh Korea"senyum Wonbin.

"Haha ternyata ada juga 'Pemimpi' yang sama sepertiku"kali ini malah Hongki yang tertawa.

"Ya~ Memangnya kenapa kalau pemimpi? Justru orang yang tidak punya impian, itu yang bahaya"jelas Wonbin.

"Iya-iya aku mengerti. Kalau begitu kita bisa bekerja sama-kan? Meraih impian kita?"senyum lebar Hongki. Wonbin-pun mengangguk yakin menanggapi ucapan. "Dari awal kita memang sudah bersama-kan? Tentu saja!"

.

==========================================

Malamnya, Hongki-pun mendatangi rumah Jonghun untuk minta maaf. Jonghun mengerti & juga ikut minta maaf. Ia-pun berkata pada Hongki bahwa ia akan mengikutkan FT ISLAND kedalam perlombaan itu.

Sebenarnya Jonghun masih tidak yakin dengan keputusannya, namun ia percaya dengan kemampuan teman-temannya.

Keesokannya mereka berkumpul lagi untuk membahas masalahnya lebih lanjut & akhirnya FT ISLAND memutuskan untuk ikut audisi. Dan sekali lagi mereka memutuskan untuk tidak membawa nama keluarga & juga nama SMP Soonkyu yang sudah terkenal sebagai SMP unggulan untuk kalangan atas. Kali ini-pun mereka akan berusaha dengan kemampuan mereka sendiri.

"Sesuai dugaanku, lawan kita berat"gumam Jonghun saat melihat beberapa kelompok Band SMA & Mahasiswa disekelilingnya.

"Tenang saja Hyung. Aku yakin kemampuan kita tak kalah bagus"senyum Minhwan sambil menepuk pundak Jonghun, mencoba menenangkan kemampuan Hyungnya itu.

"Tapi.. aku khawatir dengan Hongki Hyung.."ucap Jaejin lirih sambil melihat kearah Hongki & Wonbin yang duduk agak jauh dari mereka. Jonghun-Jaejin & Minhwan sedang mengurus pendaftaran, sementara Wonbin menemani Hongki untuk istirahat sejenak sebelum perform.

Karena terlalu banyak latihan, kondisi tubuh Hongki sempat Drop, bahkan ada masalah dengan tenggorokannya. Dokter menyuruh Hongki untuk istirahat, namun Hongki tetap bersikeras untuk menyelesaikan audisi ini terlebih dahulu.

"Uhuk.. ah, suaraku tidak terlalu parah-kan?"lirih Hongki sambil berusaha mengatur suaranya yang terdengar agak serak.

"Kau yakin tidak apa-apa? Aku mencemaskanmu"ucap Wonbin sambil menatap Hongki dalam. Hongki-pun tersenyum kepada Wonbin.

"Tidak apa-apa. Kita sudah berusaha sejauh ini, harus diselesaikan"jelas Hongki.

"Tapi kondisimu…"gumam Wonbin. "Tenang saja, aku-kan tidak sepenuhnya menyanyi. Ada bagianmu juga, kau benar-benar membantuku"senyum Hongki lagi.

Wonbin-pun menghela nafas. "Baiklah. Kalau kau tidak kuat, beri aku kode, biar aku yang menggantikan bagianmu"jelas Wonbin. Hongki-pun mengangguk dengan senyum lebar.

Setelah beberapa jam menunggu, akhirnya tiba giliran FT ISLAND untuk perform. Mereka tidak tampil dihadapan banyak orang, hanya ada 3-4 orang juri yang melihat performa mereka.

Hal tersebut tentu membuat kelima orang itu benar-benar gugup, namun sebisa mungkin mereka memberanikan diri. Semuanya-pun sudah siap dengan instrumennya masing-masing, performa dimulai.

Walaupun berjalan baik, namun telinga juri tidak bisa dibohongi oleh suara Hongki yang terdengar serak seperti orang sakit. Hongki-pun sebisa mungkin menjaga nada suaranya agar tetap teratur, Wonbin selaku guitarist & second vocal-pun selalu siaga untuk membantu Hongki kalau-kalau ia tidak bisa melanjutkan.

Selang 6 menit, performa mereka-pun selesai. Keempat juri itu mulai mendiskusikan satu sama lain karena hasilnya akan diberitahu saat itu juga.

"Umur kalian berapa?"tanya salah seorang juri. "Kami bertiga 16 tahun, mereka 15 & 14 tahun"jawab Jonghun cepat sambil menunjuk masing-masing membernya. Keempat juri itu menatap mereka berlima satu persatu.

"Kalian masih muda sekali. Sudah berapa lama membentuk Band?"tanyanya lagi.

"2 tahun!"kali ini Hongki yang menyahut. Ia biarkan mulutnya berbohong kalau mereka sudah bersama sejak 2 tahun, padahal mereka baru membentuk FT ISLAND hampir 1 tahun.

"Apa kau sakit?"pertanyaan juri itu membuat Hongki terkesiap. "Suaramu bagus. Tapi aku bisa mendengar ada yang aneh"jelas juri itu. Hongki-pun hanya bisa diam, yang lainnya juga sama.

"Baik, kita lanjutkan. Aku tidak menyangka, padahal baru 2 tahun, tapi kemampuan kalian sudah sebagus ini"respon positif juri itu membuat hati kelima member FT ISLAND yang tadinya tegang menjadi sedikit tenang. "Be-benarkah?"tanya Jonghun sumringah.

"Benar, aku serius. Kemampuan kalian sangat bagus"ucap juri itu lagi. Mereka berlima-pun langsung membungkuk serempak & mengucapkan terima kasih.

"Tapi…"kata-kata juri itu seketika membuat senyum diwajah mereka sirna, hatinya kembali tak tenang. "Band kalian bagus, tapi tidak untuk sekarang"kelima member FT ISLAND-pun langsung terdiam kaku. "Ma-maksud anda?"Jonghun mengerenyit tak mengerti.

"Kemampuan kalian bagus hanya untuk umur kalian. Kalian mengerti? Maksudku, kalau yang menonton seusia kalian mereka pasti akan senang. Tapi tidak dengan semua orang, mereka akan bosan dengan musik seperti ini. Intinya.. musik kalian masih kekanakan"

DEG.

Pernyataan tajam juri itu benar-benar menusuk hati Hongki-Jonghun-Wonbin-Jaejin & Minhwan.

"Aku rasa kalian masih harus latihan lagi. Maaf, kalian kami nyatakan tidak lulus tahap ini"seketika tubuh mereka berlima langsung lemas. Ternyata memang begini akhirnya.

"Oh iya, aku akan berikan rekomendasi"ucap juri itu tiba-tiba. "Rekomendasi?"bingung Hongki.

Juri itu-pun menunjuk kearah Wonbin. "Eh?"Wonbin terbelalak kaget.

"Aku suka dengan performamu. Suaramu terdengar khas, cocok untuk semua lagu. Walaupun masih 18 tahun, tapi kulihat kau yang punya kharisma paling dewasa dibanding yang lain. 1 pengecualian untukmu, aku pribadi berniat untuk merekrutmu masuk ke agensi"ucapan juri itu sukses membuat Wonbin terkejut. Keempat member yang lain juga tak percaya dengan apa yang baru saja mereka dengar.

"A-aku? Aku sendiri?"tanya Wonbin gugup. "Benar, kau sendiri. Aku berikan kau kesempatan untuk menjalani Trainee. Ini kartu namaku, aku beri kau waktu 3 hari untuk memikirkannya"jelas juri itu sambil memberikan kartu namanya kepada Wonbin.

"Nah, kalian boleh keluar sekarang, karena kami masih harus melihat performa Band lain"sahut juri yang lain. Dengan segera mereka berlima-pun keluar dari ruang audisi.

.

==========================================

"Aku tidak percaya… hanya ini hasilnya? Padahal kita sudah latihan keras!"gerutu Minhwan frustasi.

"Ternyata seperti itu rasanya ikut audisi. Komentar juri-juri itu benar-benar tajam"sahut Jonghun yang masih tak percaya kalau mereka tidak lolos.

"Anak-anak? Apa karena usiaku yang masih 14 tahun, mereka menyebut kita anak-anak?"Minhwan-pun mulai geram.

"Sudahlah, bukan begitu. Mungkin kita memang harus latihan lagi, lagipula kita belum genap 1 tahun membentuk FT ISLAND, kita memang kurang pengalaman"ujar Jaejin sambil berusaha menenangkan Minhwan.

Ketiga Hyung tertuanya hanya diam tak mau menanggapi apapun. Marah-pun percuma karena mereka juga tidak bisa mempersalahkan juri-juri itu. Mereka hanya bisa menelan kekecewaan.

"Oh iya, bulan depan akan didakan audisi lagi, kali ini dengan agensi yang berbeda. Bagaimana kalau kita ikut lagi Hyung?"seru Minhwan kepada semua Hyungnya.

"Audisi lagi? Kalau 1 bulan.. berarti kita masih ada waktu latihan"Jaejin-pun masih tampak berpikir.

"Itu benar. Kalau bulan depan, Hongki Hyung juga masih bisa istirahat untuk memulihkan kondisinya. Juri-juri tadi hanya belum tahu bagaimana suara Hongki Hyung yang sebenarnya, kalau mereka tahu, mereka pasti merekrutmu Hyung!"seru Minhwan sambil tersenyum lebar kearah Hongki. Namun Hongki & Jonghun langsung menatapnya tajam, Minhwan-pun tersadar kalau ucapannya (mungkin) kelewatan. Ia lupa kalau Wonbin yang direkrut, padahal hanya second vocal.

"Ma-maaf Wonbin Hyung.. aku tidak bermaksud.."belum sempat Minhwan menyelesaikan kalimatnya, Wonbin sudah menoleh & tersenyum kepadanya, seolah berkata 'Tidak apa-apa'

"Kalau begitu ayo kita ikut lomba bulan depan Hyung! Kita coba lagi!"Jaejin berusaha mencairkan suasana.

"Bulan depan yah.. mungkin bisa.."gumam Jonghun yang masih berpikir.

"Jangan!"seru Wonbin tiba-tiba. Member lain-pun langung menoleh bingung kearahnya.

"Kenapa Hyung?"Minhwan mengerenyit heran. Wonbin mengalihkan pandangannya sejenak, raut wajahnya terlihat gusar, ia-pun menggigit bibir bawahnya.

"Sebaiknya kita jangan ikut audisi-audisi seperti itu lagi. Kita fokus untuk latihan"ucap Wonbin.

"Hyung, apa kau memikirkan kata-kata juri itu? Kita dibilang kekanakan olehnya, hanya dia. Kita tidak tahu apa kata juri lain-kan? Jadi kita coba saja Hyung"ujar Jaejin berusaha meyakinkan Wonbin.

"Bukan begitu. Juri itu profesional, aku yakin semua juri juga punya pikiran yang sama. Mungkin kita memang masih kekanakan, karena itu kita harus latihan lagi. Kalau kita hanya memikirkan audisi, mungkin kita akan…"Wonbin menghela nafasnya. "Gagal"

BRAKK.

Kali ini perhatian teralih kearah Hongki yang tiba-tiba memukul meja dengan keras. Raut wajahnya terlihat sangat masam. Ia menatap Wonbin tajam.

"Jadi kau tidak percaya dengan kami semua, hah?"bentak Hongki kepada Wonbin. Ketiga member lain-pun langsung terdiam kaku melihat sikap Hongki, bahkan Jonghun baru kali ini melihat Hongki semarah ini.

"Hongki.."Wonbin sama terkejutnya dengan yang lain, terlebih lagi sasaran Hongki adalah dirinya.

Hongki-pun tersenyum sinis. "Kau bilang juri itu profesional? Dia menyebut kita kekanakan, berarti memang kita kekanakan? Itu pikirmu? Kau pasti sudah sangat yakin dengan kata-kata seseorang yang terang-terangan memilihmu. Tentu saja kau tidak mau mengungkirinya"ucap Hongki.

"Hongki, bukan seperti itu maksudku. Ini tidak ada hubungannya dengan perekrutanku!"Wonbin ikut berdiri & meninggikan nada bicaranya.

"H-Hyung…"Minhwan hanya bisa terdiam cemas melihat pertengkaran kedua Hyungnya.

"Aku tidak mau dengar alasanmu! Aku benar-benar kecewa, kecewa dengan semuanya! Terlebih lagi kau! Ternyata hanya seperti itu kepercayaanmu terhadap teman-temanmu!"lanjut Hongki. Wonbin menggelengkan kepala. "Hongki, ak-.."

"Kau lebih membela ucapan tajam juri itu dari pada usaha keras teman-temanmu! Kau benar-benar membuatku kecewa Oh Wonbin!"Hongki semakin termakan emosinya.

"Hongki sudah! Jangan berteriak-teriak seperti ini, ingat kondisimu!"Jonghun berusaha melerai, ia mencoba menenangkan Hongki. Namun percuma, Hongki sudah sulut termakan rasa kecewa.

"Kau lihat sendiri-kan bagaimana yang lainnya berusaha? Susah payah membagi waktu antara Sekolah & latihan, bahkan Jonghun berusaha yakin dengan keputusannya untuk ikut audisi. Tapi kau malah tidak menghargai usaha-usaha itu!"bentak Hongki lagi.

"Hyung, kita semua latihan bersama. Wonbin Hyung juga berusaha keras"Minhwan-pun ikut berusaha mencairkan suasana.

"Diam Kau!"Minhwan terkesiap saat Hongki balik menatapnya tajam. "Aku tahu kau dekat dengannya. Sekarang kau juga ingin membela Hyung kesayanganmu itu, hah?"

"H-Hyung…"Minhwan benar-benar kaget mendengar ucapan Hongki. Ia tak menyangka Hongki berpikir seperti itu.

Wonbin-pun segera mendekati Hongki-Jonghun & Minhwan. "Hongki, jangan seperti itu. Jangan memarahi Mina-"

PLAK.

Hongki langsung menangkis tangan Wonbin saat ia berusaha menyentuh pundaknya.

DUK.

"H-Hyung!"teriak Minhwan histeris saat melihat Wonbin dipukul keras oleh Hongki.

"Hongki berhenti!"Jonghun berusaha menahan pukulan Hongki yang kedua kalinya.

"JANGAN BICARA PADAKU LAGI WONBIN! KAU SUDAH MENGECEWAKANKU!"geram Hongki sambil terus membentak-bentak Wonbin yang tak bergeming akibat pukulannya.

"Kau mau menghasut Minhwan juga supaya percaya padamu? Tahu apa kau tentang dia? Bahkan belum setahun kalian kenal!"gertak Hongki lagi.

"Hyung.. sudahlah…"Jaejin ikut melerai karena ia juga prihatin melihat Minhwan yang sepertinya shock dengan pertengkaran kedua Hyung terdekatnya.

Wonbin masih tertunduk sambil memeggangi pipinya yang dipukul Hongki. Tak lama kemudian, ia-pun mengangkat wajahnya. Terlihat sudut bibirnya mengeluarkan darah.

"Baiklah, aku mengerti"ucap Wonbin sambil menatap Hongki tajam. "Sepertinya aku sudah tidak dibutuhkan di grup ini lagi"

Kata-kata Wonbin membuat Jonghun-Jaejin & Minhwan membelalak tak percaya.

"Wonbin.. apa maksudmu?"Jonghun mengerenyit.

"Aku akan keluar"jelas Wonbin.

Mereka bertiga-pun semakin terdiam kaku mendengar pernyataan Wonbin. "Hyung, jangan seperti ini. Kita masih bisa bicara.."ujar Jaejin lirih.

"Tidak ada yang bisa dibicarakan lagi"ucap Wonbin cepat. "Aku keluar dari grup ini. Permisi"Wonbin-pun langsung mengambil tas & keluar dari studio meninggalkan mereka berempat.

"Pengkhianat…"decak Hongki kesal.

"Hongki!"bentak Jonghun. Namun telinga Hongki seakan tidak mendengarnya. "Pengkhianat! Pengkhianat! Dasar Pengkhianat!"teriak Hongki lagi.

"Hyung! Kenapa kau seperti ini? Apa tidak bisa kita bicarakan baik-baik?"tanya Minhwan lirih. Hongki-pun kembali menatapnya tajam.

"Apa? Kau juga mau ikut bersamanya? Sana pergi! Pergi ketempat Hyung kesayanganmu itu! Aku yang sudah bersama denganmu sejak kecil ini hanya Hyung yang kekanak-kanakan-kan? Pergi saja ketempat Hyung Dewasa-mu itu!"Hongki kembali membentak Minhwan.

Namun tiba-tiba Hongki kehilangan kesadarannya. Ia langsung ambruk dari dekapan Jonghun.

Suhu tubuh Hongki naik, yang lain-pun segera melakukan sesuatu untuk Hongki.

.

========================================

Minhwan POV

Sejak hari itu kami benar-benar pecah. Jaejin Hyung juga memutuskan keluar dari Grup. Bukan untuk mengikuti Wonbin Hyung, melainkan itu memang keputusannya. Ia merasa tidak bisa melanjutkan impiannya di Grup yang sudah pecah. Aku & Jonghun Hyung-pun bisa mengerti perasaannya, karena itu kami biarkan dia pergi.

Tidak ada yang marah dengan keputusan Jaejin Hyung. Bahkan Hongki Hyung yang masih dirawat dirumah sakit. Ia hanya marah kepada Wonbin Hyung.

Aku-pun tak bisa meninggalkannya. Hongki Hyung sudah bersama denganku sejak aku kecil. Aku sudah menganggap Hongki Hyung & Jonghun Hyung adalah Hyung kandungku sendiri. Kami sangat dekat.

Namun aku juga dekat dengan Wonbin Hyung. Sejak aku kenal dengannya, entah kenapa aku merasa nyaman berada didekatnya. Wonbin Hyung adalah anak tunggal, karena itu ia juga sangat menyayangiku. Semua Hyungku… Hongki Hyung, Jonghun Hyung, Wonbin Hyung, Jaejin Hyung.. aku juga sangat menyayangi mereka semua. Tapi kenapa jadi seperti ini?

"Minan?"kaget Wonbin Hyung saat melihatku berdiri didepan rumahnya. Aku-pun berusaha tersenyum. "Malam Hyung"

Malam ini, sengaja aku datang kerumah Wonbin Hyung. Kalau para Hyungku tidak ada yang bisa bicara, kalau begitu aku saja. Aku akan berusaha bicara padanya agar ia mau kembali, supaya kami bersama lagi.

"Minan ini sudah malam. Untuk apa kau kesini?"senyum Wonbin Hyung sambil mengusap-usap kepalaku.

"Hyung.. tidak bisakah?"Wonbin Hyung mengerenyit mendengar pertanyaanku. "Tidak bisakah kau kembali? Aku mohon.. berbaikanlah dengan Hongki Hyung.."ucapku lirih.

Wonbin Hyung tersenyum. "Sudahlah. Jangan susahkan dirimu untuk masalah ini. Semuanya sudah selesai"

"Tapi Hyung! Bagaimana bisa seperti ini? Bukankah kita punya impian yang sama? Kenapa kita tidak bisa melanjutkannya?"

"Minan.. Impian itu bisa kau wujudkan. Kau masih punya Hongki, Jonghun, bahkan Jaejin.. tidak usah perdulikan aku lagi"senyumnya lagi.

"Hyung…"entah kenapa rasanya air mataku serasa ingin mengalir. Sungguh memalukan anak laki-laki menangis, tapi aku tidak bisa menahannya. Perlahan butiran-butiran kecil air mata jatuh membasahi pipiku.

"Minan, kau kenapa?"tanya Wonbin Hyung cemas sambil mengusap air mataku.

"Kau bukan orang seperti itu-kan Hyung.. aku tahu kau percaya dengan kemampuan kami.. pasti ada alasan mengapa kau tidak mengijinkan kami ikut audisi lagi.."lirihku.

Wonbin Hyung diam sejenak. Ia tampak memikirkan sesuatu. "Berjanjilah hanya kau yang tahu"ucap Wonbin Hyung lembut.

"Aku hanya tidak ingin kalian dipermainkan"aku tersentak mendengar ucapannya. "Apa maksudmu Hyung?"

"Juri profesional seperti itu-pun, mungkin tidak akan mengerti bagaimana usaha kita"ucap Wonbin Hyung. Aku-pun hanya diam.

"Jelas sekali, dia hanya memandang FT ISLAND sebelah mata"raut wajah Wonbin Hyung berubah. "Saat itu suara Hongki sedang tidak bagus. Kalian-pun sangat gugup. Sebenarnya aku-pun gugup, tapi aku berusaha sebaik mungkin untuk menyanyi, hal itu kulakukan karena aku mengkhawatirkan Hongki. Kalau Hongki tidak bisa, berarti aku harus lebih baik"

"Hyung…"aku terperangah mendengar ucapannya.

"Karena itu dia memilihku. Sejak awal dia hanya melihatku, bukan kalian. Dia hanya melihat mana yang bagus, dia tidak mau memperhatikan permainan yang lain yang dianggapnya tidak bagus. Aku tahu itu!"ucap Wonbin Hyung yakin.

"Karena itu.."Wonbin Hyung kembali menoleh kearahku. "Aku tidak mau kalian bertemu dengan orang-orang seperti itu lagi. Pikiran mereka pasti sama, kita masih anak-anak. Menurutku lebih baik berlatih setahun-dua tahun lagi agar musik kita berkembang & tidak lagi dianggap anak-anak"

Aku terdiam memikirkan kata-katanya. Benar apa yang dikatakan Wonbin Hyung, kemampuan kami sekarang masih pas-pasan, tak heran para juri berkomentar seperti itu. Mungkin kami justru beruntung karena tidak lulus audisi itu, karena kalau tidak, kami pasti hanya akan dipermainkan atau justru tidak akan didebutkan sama sekali karena dianggap masih kekanakan.

"Hyung, kalau Hongki Hyung tahu alasan ini, dia tidak akan marah"ucapku sambil menatap Wonbin Hyung dalam. "Minan..."sementara Wonbin Hyung balik menatapku lirih.

"Aku mohon Hyung... berbaikanlah dengan Hongki Hyung, kembalilah kepada kami. Kita berlatih bersama lagi.."aku berusaha meminta.

"Minan dengar.."Wonbin Hyung tersenyum padaku. "Bukannya aku tidak mau berbaikan dengannya. Tapi aku mengerti perasaannya, dia pasti sudah sangat kecewa padaku. Memang lebih baik kita berpisah"jelas Wonbin Hyung.

"Tapi Hyung-..!"aku berusaha mengelak. "Sudahlah. Justru karena aku tidak mau menyusahkannya lagi, Hongki terlanjur kecewa padaku. Biarkan saja, biarkan aku yang menanggungnya"ucap Wonbin Hyung memutus ucapanku.

"Hyung... haruskah seperti ini?"air mataku kembali mengalir.

"Kau sudah berjanji padaku hanya kau yang tahu hal ini. Mungkin lebih baik kau lupakan saja. Tetaplah bersama Hongki & Jonghun juga Jaejin, mereka menyayangimu"senyum Wonbin Hyung.

Malam itulah terakhir kalinya aku bicara empat mata dengan Wonbin Hyung. Aku tetap bersama Jonghun Hyung & Hongki Hyung. Aku-pun mulai menjaga jarak dari Wonbin Hyung lantaran aku takut Hongki Hyung melihatku & mungkin akan ada masalah baru.

Kurasa hanya itu yang bisa kulakukan, walaupun aku tahu hal itu sangat menyiksa batinku. Aku benar-benar menyayangi Wonbin Hyung, aku-pun sayang dengan semua Hyungku, yang kumau adalah kami bersama lagi. Tapi... mungkin takdir kami memang lain. Inilah akhirnya.

FT ISLAND... bubar sejak saat itu.

Flash Back END

.

To Be Continued..

Now Playing : FT Island – Hopeful

.

A/N : Bagaimana masa lalunya? Apa cukup memuaskan hasrat(?) Readers yang penasaran ma hubungan Hongki & Wonbin? Juga yang lainnya?

Mudah-mudahan puas, hhe (Klo gk puas bisa tanya langsung ke author)

Thanks A Lot For My Dear Readers! *Big HUG For You ^^