FT Island Fan Fiction
Mr. Cassanova
©MikiHyo
.
Cast : FT Island, Oh Wonbin, Kira Akegawa, Kazu Uzumi, Miki Amakura, Other Cast
Genre : Romance
Rated : T
Length : Part (On Going)
A/N : YOUR IMAJINATION IS FREE IN THIS FIC! ^^ anggep aja tokoh cewek yg jdi pasangan bias masing-masing adalah diri sndiri, smoga gk ada kcmburuan sosial. Author jg gk enak klo kya gitu, anggep aja ini crita cinta chingu smua~ ^^
.
Part 20
.
***
Author POV
.
Spanduk besar sudah terpajang rapih hampir diseluruh sudut tempat SMA MyoungDam. Wajah-wajah asing yang setiap hari banyak terlihat kini makin bertambah berkat adanya perwakilan-perwakilan dari banyak sekolah luar negeri yang menitipkan anak murid mereka di MyoungDam.
Baik pihak sekolah maupun murid semuanya ikut terlibat dalam acara meriah ini. Hiruk pikuk kesibukan dalam menyiapkan acara semakin terasa dibalik layar. Tak terkecuali dengan para murid yang akan tampil untuk mengisi acara.
"Banyak sekali. Kenapa yang datang banyak sekali?"gumam Kira yang sedang duduk menyendiri diruang kelas tempat ia biasa latihan dengan Wonbin. Penampilannya-pun sudah rapi. Karena ia akan berduet dengan salah satu murid berbakat MyoungDam, Kira-pun didandani layaknya diva. Dress panjang hitam kelam yang elegant Nampak melekat indah menyatu dengan tiap inci molek tubuhnya. Rambut ikalnya disanggul acak agar ia terlihat berani namun tetap cantik berwibawa.
SRAKK.
Tiba-tiba pintu terbuka dan masuklah sesosok lelaki tampan berjas hitam sepasang dengan dress milik Kira. Mata sipit nan tajamnya kali ini terlihat dengan jelas karena poni panjang yang biasa menutupi wajahnya sudah dirapikan oleh pihak penata rias. Oh Wonbin, nama lelaki itu, kini terlihat semakin tampan dan elegant bak Divo.
"Kira?"panggil Wonbin lembut kepada kekasih tercintanya yang hanya diam duduk dan bergumam sesuatu.
"Bagaimana ini? Aku tidak pernah tampil didepan umum. Bagaimana kalau aku melakukan kesalahan? Apa yang akan dikatakan Direktur Higashi Gakuen nanti?"Kira kembali meracau tak karuan. Ia sama sekali tidak menyadari kedatangan kekasihnya yang sudah menyapanya lembut sejak tadi.
"Bagaimana kalau-.."
TUK.
Kira terperanjat kaku. Tiba-tiba saja ia merasakan kening seseorang menyentuh kening miliknya. Bukan hanya itu, sepasang tangan besar yang hangat kini menutupi kedua telinganya.
"Kalau seperti ini, tidak terdengar apapun-kan?"ucap suara nan lembut itu. Kira-pun menyadari siapa yang sedang bicara dengannya sekarang, namun debaran jantung yang bergejolak membuat ia enggan menolak dan menghentikan apa yang sedang dilakukan kekasihnya itu.
"Anggap saja semuanya tidak ada. Tenang.. seperti ini. Hanya ada suaraku dan suaramu"ucapnya lagi. Kira-pun mengangguk pelan.
Tak lama kemudian, Wonbin mulai mengangkat wajah kekasihnya itu dengan perlahan. Terlihat jelas semburat merah diwajah Kira yang merona dan Wonbin-pun tersenyum. "Kau cantik sekali"
Kira kembali terdiam. Perasaannya kepada Wonbin semakin menjadi. Ia benar-benar suka saat Wonbin memperlakukannya seperti ini. Ia benar-benar suka saat Wonbin bisa menenangkan dirinya disaat ia gugup. Dan ia benar-benar suka karena yang ada dihadapannya saat ini adalah Wonbin.
Tapi…
Mungkin aku akan menyerah.. Aku akan berusaha melupakanmu..
"Wonbin.."Kira mendorong tubuh Wonbin menjauh secara perlahan. "Aku sudah tidak apa-apa. Sebaiknya kita ke aula sekarang"ucap Kira sambil memaksakan senyumnya. Pikirannya masih bergeming dengan Hongki. Bagaimana jika Hongki benar-benar melupakannya? Ia tidak mau hal itu terjadi. Karena itu perasaannya dengan Wonbin-pun sudah jelas, bagaimanapun Wonbin memperlakukannya, ia hanya mencintai Hongki.
Kira-pun pergi meninggalkan ruangan itu duluan.
Wonbin berusaha bersikap wajar walau ia sudah tahu apa yang membuat kekasihnya itu tidak bisa mencintainya dengan serius seperti ia mencintainya. Ia terus tersenyum karena ia tahu, setidaknya hanya hal itu yang bisa membuat kekasihnya itu tenang dan tetap berada disampingnya, 'mungkin untuk sementara ini'
.
***
Hongki POV
.
Leaving only a small dream inside my heart that loved you
I won't be able to love anyone else ever again
Aku menundukkan kepalaku perlahan. Bait-bait lirik yang akan kunyanyikan nanti membuatku tidak bisa melupakannya. Ya benar.
Aku sudah berusaha melupakannya tapi aku tidak bisa. Ada apa denganku? Apa aku sudah terlalu mencintainya? Aku tidak bisa menghilangkan bayang-bayangnya dari pikiranku.
"Kau baik-baik saja-kan?"pertanyaan Jonghun membuyarkan lamunanku. Aku-pun langsung menoleh dan tersenyum. "Iya, tidak apa-apa"
"Aku khawatir, padahal sebelumnya kau baik-baik saja. Tapi kenapa sekarang kau murung lagi? Ada sesuatu?"tanyanya lagi. Jonghun memang paling mengerti keadaanku. Ia sudah bersamaku sejak kecil, mungkin kami lebih pantas terlihat seperti saudara kandung daripada sahabat.
"Tidak apa-apa. Aku hanya gugup"ucapku sambil terkekeh pelan.
"Sejak kapan seorang Lee Hongki yang selalu percaya diri bisa gugup? Haha kau mencoba membohongiku ya?~"balas Jonghun sambil mengacak-acak rambutku.
"Ya! Riasanku sudah rapi! Jangan dirusak!"protesku sambil menangkis tangan Jonghun. Ia hanya terkekeh dan berhenti mengacak-acak rambutku.
"Oh iya, mana Kazu? Dia akan melihat performamu-kan?"tanyaku sambil melihat sekeliling kami, mencari sosok kekasih Jonghun itu.
"Aku sudah memintanya untuk melihatku"ucapan Jonghun membuatku terkejut. "K-kau bicara begitu padanya? Serius?"tanyaku tak percaya. Senyum sumringah-pun tersungging dibibirku.
"Kau sendiri yang menyuruhku untuk merubah sifatku, tapi kulakukan ini bukan dengan terpaksa. Sudah kuputuskan, aku akan coba untuk jujur kepada perasaanku sendiri"jelas Jonghun tanpa menatap wajahku. Sudah kuduga, ia pasti malu sekarang. Tak kusangka, hati si Ice Pinochio ini akhirnya luluh. Aku-pun hanya bisa tersenyum lega.
"Tapi.. mana dia? Aku tidak melihatnya.."ucapku sambil kembali menerawang satu persatu wajah para siswi yang duduk dibelakang kami. Jonghun hanya tertunduk diam. "Aku tidak tahu"
.
***
Kazu POV
.
-Flash Back-
.
"Kau akan datang-kan?"aku terkesiap saat menjawab telepon dari Jonghun di malam selarut ini. Jarang sekali ia menelponku seperti ini duluan.
"E-eh? Datang kemana?"tanyaku balik. Aku masih tidak mengerti apa maksudnya. Kudengar ia menghela nafas diseberang sana, apa aku membuat kesalahan lagi?
"Ulang tahun MyoungDam. Kau tahu aku akan tampil-kan?"aku kembali terkesiap. Aku benar-benar lupa hal itu, tentu saja aku tahu ia akan tampil. Tapi karena pikiranku sedang kalut dengan Seunghyun, aku lupa kalau Jonghun juga akan tampil. Justru karena Band milik Jonghun tampil, Seunghyun-pun bisa ikut tampil. Ah~ bagaimana bisa aku melupakannya?
"I-iya. Aku pasti datang melihatmu"jawabku cepat. Jonghun-pun tak bicara, kami hanya diam lebih dari 1 menit.
"Baik. Aku harap kau bisa datang..."kata-katanya menggantung. Apa ia ingin mengatakan hal lain? Ah~ aku bodoh, padahal kalau dengan yang lain aku bisa bicara banyak, tapi kenapa aku tidak bisa bicara banyak dengan Jonghun? Padahal jarang sekali ia menelpon seperti ini.
"Kau tahu... kenapa aku meneleponmu malam-malam begini?"lamunanku langsung buyar saat kudengar suaranya bicara kembali.
"Aku tidak bisa tidur..."ucapnya lembut diseberang sana, jauh berbeda dengan nada datar yang biasa ia ucapkan saat kami bertemu.
"Kenapa? Apa ada yang mengganggu pikiranmu?"aku berusaha membalas ucapannya.
"Tidak tahu.. hanya tidak bisa tidur.."jawabnya. Tapi aku bisa mendengar dari nada suaranya, sepertinya ia bukan tidak bisa tidur.
"Biasanya.. hal ini-kan yang dilakukan seseorang di malam hari saat ia tidak bisa tidur? Menelepon kekasihnya..."diakhir kalimat ia semakin mengecilkan volume suaranya.
"Jonghun.. apa kau sengaja meneleponku?"balasku dengan nada ragu-ragu. Ya, dari nada suaranya aku tahu, ia pasti sudah mengantuk. Tapi mendengar ucapannya barusan, apa benar ia menahan kantuknya untuk bicara denganku?
"Hng.. lupakan apa yang kukatakan tadi. Kau tidak tidur?"sepertinya ia terkesiap dengan pertanyaanku. Aku-pun tersenyum tipis.
"Aku sudah tidur, tapi karena ada telepon darimu, aku bangun lagi"ucapku pelan.
"Ah.. maaf sudah mengganggumu. Kalau begitu tidurlah"balasnya singkat. Aku-pun membalasnya dan bilang selamat malam.
.
-Flash Back END-
.
Walaupun sudah bicara seperti itu, entah kenapa aku masih tak bisa bersikap wajar kalau berhadapan dengannya. Aku mencintainya juga menyayanginya, namun aku tidak bisa jujur padanya.
Mungkin karena aku terbiasa dengan sikap dinginnya, terbiasa takut dengan semua sikap-sikapnya. Aku jadi tidak bisa berpikir untuk bisa menjadi kekasih yang sesungguhnya.
.
-Author POV-
.
Kazu & Miki menghampiri Kira yang baru keluar ruang latihan. "Kira, bagaimana persiapanmu?"seru Miki sambil berlari menghampiri Kira, diikuti Kazu dari belakang.
"Kenapa kau murung?"heran Miki saat menyadari wajah lesu Kira. "Tidak apa-apa"ucap Kira pelan.
Miki-pun mengerucutkan bibirnya. "Kalian berdua ini sebenarnya ada apa sih? Rasanya akhir-akhir ini tidak punya semangat"ketus Miki sambil melirik tajam kedua sahabatnya itu.
Raut wajah Kazu tak jauh beda dengan Kira. Mereka-pun mencuri pandang satu sama lain.
"Ada masalah ya? Kenapa tidak cerita padaku?"gerutu Miki yang masih menatap Kira & Kazu.
"Tidak apa-apa. Serius. Mungkin Kira hanya gugup karena akan tampil, kalau aku.. ya, kau tahu diriku-kan? Mood-ku memang sering berubah"senyum tipis Kazu. Ia sudah sepakat dengan Kira untuk tidak menceritakan hal itu kepada Miki, karena merasa masalah itu harus mereka selesaikan sendiri. Lagipula mereka tidak mau membebani pikiran sahabat innocent(?)-nya itu dengan masalah yang tak ada hubungannya dengannya. *Miki nge-fly*
Karena mereka tahu betul bagaimana sikap Miki kalau sudah mencampuri urusan orang lain, apalagi sahabatnya sendiri. *Miki sok ribet*
"Huh.. iya sudah, ayo kita ke aula sekarang. Kalau tidak kita bisa kehabisan tempat"ucap Miki penuh semangat. Ia-pun membalikkan badannya & melangkahkan kakinya duluan.
Kazu & Kira masih berwajah lesu mengikuti Miki dari belakang.
"Nanti kita jadi pergi-kan?"bisik Kira. Kazu-pun mengangguk pelan. "Acara ini selesai, kita langsung pergi. Sebaiknya kita tidak berangkat bersama kalau tidak mau ketahuan Miki"balas Kazu dengan berbisik juga.
Kira hanya mengangguk setuju. Sampailah mereka diaula utama SMA MyoungDam. Mereka berjalan di jalur tengah yang ramai orang yang juga sedang mencari tempat duduk.
"Aa! Jaejin-niisan!"seru Miki saat melihat Jaejin melambaik kearahnya. Mereka bertiga-pun langsung menghampiri group band Pujaan Sekolah itu.
"Kalian duduk disini, aku sudah menyiapkannya"senyum Jaejin sambil menunjukkan beberapa kursi kosong tepat dibelakang mereka. Miki & Kazu-pun segera bersiap menempati kursi kosong tersebut, namun..
"Kira"mereka-pun ikut menoleh saat mendengar seseorang memanggil nama Kira. "Kira, tempat kita disana"ucap lelaki sipit yang tak lain adalah Wonbin dengan nada lembut. Mereka-pun saling menatap satu sama lain. Minhwan & Jaejin hanya bisa diam mencuri pandang kearah Jonghun & Hongki yang masih menatap Wonbin. Sementara Seunghyun yang tidak tahu apa-apa hanya bisa diam sambil terus memainkan gitarnya.
Wonbin-pun sama-sama menatap kelima orang itu juga ketiga gadis Jepang dihadapannya. Namun tatapan sepenuhnya hanya tertuju kepada Hongki, begitu juga sebaliknya.
Hongki & Wonbin hanya diam & saling menatap tajam satu sama lain, seolah mereka berbicara sesuatu dibalik tatapan itu.
Kira-pun begitu, hanya bisa menatap lirih kedua lelaki dihadapannya itu. Ia sudah tahu masalahnya, karena itu dia mengerti betul kenapa mereka berdua hanya saling menatap dingin seperti itu.
Miki yang juga tahu masa lalu itu, lebih memilih untuk memperhatikan Minhwan. Ia tahu semuanya dari Minhwan, karena itu hanya perasaan Minhwan yang ia coba mengerti. Ia memang selalu memikirkan Minhwan akhir-akhir ini, terlebih lagi saat ia tahu bahwa Minhwan sebagai termuda diantara mereka berlima, menyimpan rahasia batin yang harus dipendamnya sendiri.
Para tamu undangan beserta para murid diharapkan untuk segera menempati kursi masing-masing karena acara akan segera dimulai.
Terdengar suara operator yang telah memberitahukan bahwa acara akan segera dimulai. Wonbin-pun seolah dengan sengaja langsung menggandeng tangan Kira dihadapan Hongki.
"Ayo kita kesana"senyum Wonbin kepada Kira. Kira hanya bisa terdiam dalam perasaan gusar, ia masih mencuri pandang kearah Hongki.
"I-iya"ucap Kira pelan. Ia-pun mengikuti langkah Wonbin & tetap membiarkan tangannya berada dalam genggaman hangat kekasihnya itu.
Miki hanya bisa menatap diam kearah Kira, ia merasa janggal karena seperti berada di dua tempat yang dipisahkan oleh suatu masalah.
"Hyung…"lirih Minhwan pelan saat melihat raut wajah Hongki yang kembali masam namun terlihat jelas perasaan pedihnya. Jonghun yang paling mengerti Hongki langsung memberikan kode untuk Minhwan supaya dia membiarkan Hongki sementara ini. Minhwan-pun menurut & tertunduk lesu. Miki yang duduk dibelakangnya langsung menatapnya cemas. Entah kenapa ia tidak suka melihat Minhwan memendam tekanan batin sendirian seperti itu.
Sementara Kazu yang duduk dibelakang Seunghyun & sama sekali tidak tahu menahu masalah Hongki & Wonbin juga ikut menatap secara diam-diam keara Seunghyun. Padahal Jonghun juga duduk didepanny, namun perhatiannya teralih kepada Seunghyun, karena ia tahu Jonghun pasti lebih memilih untuk bicara dengan rekan-rekan bandnya dibandingkan dengannya. Hatinya ingin sekali memberikan dukungan sepenuhnya kepada Jonghun, namun reaksi tubuhnya berbeda. Ia lebih ingin melihat kearah Seunghyun.
.
-Kazu POV-
.
"Kazu"aku-pun menoleh saat Miki memanggilku. "Ada apa?"
"Kau... tidak ada hubungan dengan Seunghyun-kan?"Miki memicingkan matanya kearahku.
"Hubungan? Hubungan apa maksudmu?"aku mengerenyit heran.
"Ah, tidak-tidak. Lupakan"dengan segera Miki langsung memalingkan wajahnya dariku. Akhir-akhir ini sikapnya memang aneh, entah kenapa aku merasa dia sedang mengawasiku dengan Seunghyun. Dia juga sering bicara dengan Jonghun, entah apa yang mereka bicarakan, aku harap tidak ada yang salah diantara kami.
.
***
Author POV
.
Serangkaian acara pembuka telah dilaksanakan bersama dengan penampilan murid-murid MyoungDam yang telah ditunjuk untuk mengisi acara.
"Setelah ini giliranku"ucap Wonbin yang sudah siap disamping panggung.
"Kau gugup?"tanya Kira yang ada disampingnya, ia ikut menemani Wonbin sejak Wonbin sudah mulai bersiap untuk penampilan solonya. "Tenang saja"senyum Wonbin lembut kepada kekasihnya itu.
Kira-pun terdiam dan menunduk pelan. "Sebaiknya kau kembali ke kursi peserta. Lihat performaku. Aku harap kau tidak gugup saat kita berdua tampil nanti"ucap Wonbin lagi. Duet mereka akan menjadi acara penutup.
Kira-pun mengangguk menuruti kata-kata Wonbin.
Penampilan Wonbin sangat memukau bagi para penonton. Direktur MyoungDam-pun tak lupa mempromosikan salah satu murid berbakatnya itu kepada rekan-rekannya. Banyak pihak yang mengaggumi Wonbin.
Dari atas panggung, Wonbin terus menunjukkan kemampuannya dihadapan semua orang. Namun hanya ada 1 orang yang paling ia inginkan untuk melihatnya, Kira. Dari kursi peserta Kira hanya tersenyum tipis sebagai penyemangat untuk penampilan Wonbin. Ingin sekali ia memberikan semangat layaknya kekasih yang sesungguhnya, namun ia tidak bisa. Bagaimanapun juga perasaannya tidak ada pada Wonbin.
Wonbin-pun mulai terbiasa dengan itu semua, ia tahu Kira tidak memperhatikannya sepenuhnya. Ia tahu pikiran Kira pasti sedang kalut, terlebih lagi ia sudah tahu masa lalunya dengan Hongki.
Performa Wonbin selesai dan langsung dilanjutkan oleh murid-murid lainnya. Wonbin-pun kembali ke kursi peserta dan duduk bersama Kira. Mereka hanya diam, tak ada yang bicara. Pikiran Kira tak terfokus dengan penampilan teman-temannya dan Wonbin mencoba mengerti.
Sampai tiba saatnya band Hongki dan Jonghun untuk tampil. Spontan Kira-pun langsung mendangakkan kepalanya kearah panggung. Matanya bertemu pandang dengan Hongki yang juga sedang menatapnya. Wonbin yang ada disamping Kira hanya bisa diam, bertingkah seolah ia tidak tahu segalanya. Hanya bisa tersenyum pahit mengetahui kenyataan cintanya.
Jonghun-Jaejin-Seunghyun & Minhwan-pun mulai memainkan instrumennya masing-masing. Menciptakan melodi sendu yang indah & menyatu kesetiap perasaan orang-orang yang mendengarnya.
I can in your heart, why don't you know?
Don't tell my mind
Dan Hongki menyempurnakan performa itu saat ia mulai melantunkan suara emasnya.
Leaving is only a small dream inside my heart that loved you
Why you so easily left me
I'm going to try to understand you now
Entah kenapa pikiran Kira berputar kembali mengingat saat-saat yang pernah ia jalani bersama bersama Hongki. Ia terhenyak mendengar suara Hongki yang terdengar lirih. Seolah ia bisa merasakan bagaimana perasaan Hongki sekarang.
I won't be able to love anyone else ever again
I'm locked inside this sadness that i'm getting used to
Maybe someday we'll see each other
Before our memories fade away within sadness
No words of promise saying "i'll wait for you"
Will ever comfort my heart, my days that are so painful
"Ng…kau sudah tahu namaku? Kau murid baru-kan? Aku Lee Hongki, kelas 3-D"
"Hihi…ternyata kau kalau diajak ngobrol, bisa bicara banyak yah. Kau tidak sediam yang aku bayangkan.."
"Pakai ini. Mulai sekarang…kalungmu dan kalungku adalah Couple"
"Lepaskan kalung pemberianku. Kau sudah punya yang lebih bagus-kan, untuk apa kalung murahan seperti itu masih kau pakai?"
"Kau mau tahu alasannya aku membuang Kalung itu? Itu karena… Aku menyukaimu…"
Do i have to let you go like this?
I try to forget about you at a wordless beach, but
Inside my what was once a pure dream
You're countlessly painted
Until the day my breath stops and my life ends
I'll forever keep you inside my heart
FT Island – Heartache
Tepuk tangan meriah langsung menghujani seisi aula. Para siswi tak henti-hentinya berteriak girang melihat pujaan mereka berada diatas panggung. Hongki dan yang lainnya-pun turun dari panggung begitu mengucapkan terima kasih.
"Bisa kita bicara?"Hongki-pun menoleh saat merasa seseorang sedang memanggilnya setelah ia turun dari panggung. Matanya membulat sempurna saat melihat lelaki yang berdiri dihadapannya itu. "Wonbin?"
.
***
Kira POV
.
Sial, pikiranku masih saja belum fokus. Ayolah Kira~ kau tampil setelah ini. Penampilanmu akan menjadi penutup, kau harus melakukan yang terbaik!
Jantungku berdegup tak karuan, entah karena gugup atau karena aku masih memikirkan Hongki tadi. GOD, lagi-lagi pikiranku melenceng dari performa!
"Kira, bersiaplah"aku langsung terdiam kaku saat diberi aba-aba. Aku menoleh kesekelilingku.
Pertama aku akan beryanyi solo, setelah itu Wonbin naik ke atas panggung dari sisi yang berlawanan.
Dia sudah siap disebelah sana-kan? Sekarang perasaan gugup yang mendomisili pikiranku.
Akhirnya tibalah acara penutup. Panitia-pun menyuruhku naik keatas panggung. Aku mengambil nafas dalam-dalam dan langsung menaiki panggung. Ternyata ini rasanya berdiri diatas panggung & ditatap oleh ribuan mata. Bahkan aku bisa melihat dengan jelas Direktur dan staff perwakilan dari Higashi Gakuen. Aku tidak boleh tampil memalukan.
Musik-pun mulai dimainkan. Kumantapkan hatiku sekali lagi, mencoba menampilkan yang terbaik.
With one last goodbye, I send you with my love
Still my love fails a bit
I cannot hold you
Now even though I haven't met you in a long time,
During that time, with the love I gave you,
You can remember
Tears formed whenever I think of that painful time
Being with you for a moment, waiting for my future life extremely is
A present
Aku menutup mataku. Seperti saat latihan, seolah menunggu pasanganku yang akan datang dan bernyanyi bersamaku. Ia akan datang setelah ini dari arah lain.
My love I yell, I shout, my love I cannot see
Someday the way which holds difficulty will come, I pray
Aku tersentak. Suara ini?
My love, just hearing your name I cry, my love
Wherever you are, until I come back be happy
Hongki...
Aku terdiam saat membuka mata & melihatnya berdiri disampingku. Masih dalam posisi diam, aku tak bisa memalingkan wajahku darinya.
I'm happy
My important memories are with me
I could never change those memories with something else
My needs for relief, I will always protect you
I love you
Dia… benar-benar Hongki-kan? Kenapa?
Once in a while that love brings me tears but
For you I'll laugh and act and live continuously
Ia menoleh kearahku. Tersenyum. Senyum manis yang biasa ia tunjukkan padaku dulu.
Bahkan ia mengedipkan sebelah matanya, ah tidak! Itu maksudnya, setelah ini bagianku bernyanyi bersamanya!
My love, I throw it away, even though I throw it all away, my love which I cannot rebuild
Without end, even when the longing stops, I'll remember
My love, even if I live a lifetime, my only love
Even if the day comes when I close my eyes, I love you
Kami-pun saling mendekat dan kini berhadapan.
My love I yell, I shout, my love I cannot see
Someday the way which holds difficulty will come, I pray
Ia menggenggam tanganku erat.
My love, just hearing your name I cry, my love
Wherever you are, until I come back be happy
FT Island – I'm Happy
Dan performa kami-pun selesai. Semua orang diaula ini langsung memberikan tepuk tangan yang meriah. Begitu juga Kazu & Miki. Bisa kulihat mereka juga terkejut melihat penampilanku dengan Hongki. Benar, Hongki.
Aku melirik kearahnya. Dia benar-benar Hongki. Kenapa dia yang berada disini? Dimana Wonbin?
"Kenapa menatapku terus? Kau juga harus memberi hormat kepada semuanya"bisiknya pelan disela-sela senyumnya yang membalas teriakan siswa-siswi lain.
Aku hanya tersenyum dan menuruti kata-katanya. Aku ikut membungkuk mengucapkan terima kasih bersamanya.
Rasanya aku ingin waktu berhenti saja sekarang. Hongki masih menggenggam tanganku. Jantungku bergejolak namun aku senang. Kami-pun segera berjalan menuruni panggung.
.
***
Author POV
.
Selepas turun dari panggung, tiba-tiba saja Hongki langsung melepaskan genggamannya dari tangan Kira. "Hongki?"kaget Kira.
"Sudah selesai. Aku harus kembali keteman-temanku sekarang"nada bicara Hongki kembali dingin. Kira makin membelalak tak percaya. Baru sesaat ia merasakan diri Hongki yang dulu kembali, namun perubahan itu pergi secepat ia datang.
"Tunggu, aku mau tanya dulu. Bagaimana bisa kau yang naik keatas panggung? Kemana Wonbin?"cegah Kira yang berusaha menghentikan langkah Hongki.
"Kau tidak suka?"tanya Hongki balik sambil menatap kearah Kira. "Kau tidak suka aku yang berduet denganmu?"
"Hongki bukan itu maksud-"
"Kalau begitu maaf. Tentu saja kau ingin berduet dengan kekasihmu itu"dengan segera Hongki-pun melangkahkan kaki pergi meninggalkan Kira.
Kira hanya terdiam lemas oleh sikap dingin Hongki. Semenjak ia tahu permasalahan diantara Hongki & Wonbin, pikirannya makin kalut. "Hongki.. apa yang harus kulakukan?"
.
-Di tempat lain-
.
"Kazu?"panggil Seunghyun saat mendapati Kazu berdiri diam menunggunya dihalaman belakang gedung sekolah. Kazu-pun langsung tersenyum saat melihat seseorang yang ia tunggu datang.
"Bagaimana penampilanku? Keren-kan? Walaupun hanya anggota pelengkap tapi saat mendengar tepukan tangan semua orang, hatiku benar-benar puas!"girang Seunghyun sambil berjalan penuh semangat menghampiri Kazu.
"Hha, kau ini. Aku yang memanggilmu kenapa malah kau yang mulai bicara?"Kazu terkekeh melihat tingkah Seunghyun yang masih terbawa suasana perform.
"Oh iya, maaf. Aku terlalu senang! Band Jonghun hyung memang hebat, semuanya hebat! Beruntung sekali aku bisa diterima disana!"senyum puas Seunghyun.
"Ehm, baguslah. Kemampuanmu juga hebat kok"Kazu-pun membalas senyumnya.
"Oh iya, ada apa memanggilku kesini?"tanya Seunghyun. "Tidak apa-apa. Aku hanya ingin memberi ucapan selamat atas performa pertamamu diatas panggung"senyum Kazu
Seunghyun-pun tersentak. Ia tak menyangka Kazu memanggilnya hanya untuk memberikan selamat. Jantungnya kembali bergejolak. Walaupun ia tahu Kazu sudah menjadi kekasih orang lain namun tak bisa dipungkiri, sampai sekarang ia masih menyukai Kazu.
Miki tak sengaja lewat dilorong luar gedung sekolah yang berhadapan langsung dengan halaman belakang. Ia-pun melihat Kazu & Seunghyun yang sedang membicarakan sesuatu berdua dihalaman belakang.
"A-apa yang mereka lakukan? Tidak..."kecemasan kembali melanda pikirannya.
"Apa aku harus memberitahu Jonghun sunbae? Tidak, aku tidak bisa. Jonghun sunbae tidak boleh tahu hal ini"
"Miki?"Miki-pun terkejut saat mendengar seseorang memanggil namanya. Ia-pun segera menoleh & mata bulatnya membelalak lebar saat melihat orang yang memanggilnya adalah Jonghun.
"Su-Sunbae..."Miki terdiam kaku. "Kenapa sikapmu aneh? Aku mau tanya dimana Kazu?"ucap Jonghun.
"Kazu….ng… memangnya ada apa?"tanya Miki pelan.
"Sudah kuputuskan, mulai sekarang aku akan jujur terhadap perasaanku. Kata-katamu & Hongki memang benar"senyum Jonghun. Miki kembali tersentak dihadapan Jonghun.
"Kazu..."panggil Seunghyun pelan. Kazu-pun menyahut dengan senyum.
"Aku tahu.. aku terlambat mengatakannya..."Kazu mengerenyit heran mendengar kata-kata Seunghyun yang tidak ia mengerti.
"Maksudmu apa?"tanya Kazu. Raut wajah Seunghyun berubah gusar, dengan segera ia langsung menarik Kazu kedalam dekapannya. Membuat Kazu terperangah diam tak percaya dengan apa yang dilakukan Seunghyun.
"Tadi kau bersamanya-kan? Dimana dia?"tanya Jonghun lagi yang tak kunjung mendapat jawaban dari Miki.
"Sunbae... Kazu..."Miki tak berani mengatakan hal yang sesungguhnya. Jonghun semakin bingung dengan tingkah Miki. Tiba-tiba Ia mendengar suara Kazu tak jauh dari tempat mereka berdiri, segera saja Jonghun menghampiri asal suara.
"Su-sunbae, jangan kesana!"cegah Miki, namun terlambat. Jonghun sudah menemukan Kazu.
"Seunghyun... kenapa?"tanya Kazu bingung saat ia berada di dalam dekapan Seunghyun. Seunghyun-pun menghela nafas panjang agar bisa menenangkan pikirannya.
"Sebenarnya aku... menyukaimu.."
"Jonghun?"mata Kazu terbelalak lebar saat ia menyadari Jonghun berdiri dibelakang Seunghyun. Seunghyun-pun ikut terkejut dan langsung membalikkan badannya. "H-Hyung..."dengan segera ia melepaskan pelukannya sementara Jonghun masih terdiam menatap mereka berdua.
"Oh... maaf aku mengganggu"ucap Jonghun singkat sambil memalingkan wajahnya, ia-pun langsung membalikkan badannya dan pergi meninggalkan Kazu & Seunghyun.
"J-Jonghun!"Kazu benar-benar merasa bersalah sekarang. Ia tak bisa membayangkan perasaan seseorang yang melihat kekasihnya berpelukan dengan orang lain dihadapannya sendiri.
"Ash.. biar aku yang menjelaskannya kepada Jonghun Hyung!"ujar Seunghyun cepat.
"Jangan!"Kazu-pun segera mencegahnya. "Kenapa? Kalau begini dia bisa salah paham lagi Kazu"
"Biarkan aku sendiri yang bicara padanya"jelas Kazu.
"Tapi-"
"Seunghyun, maaf!"Seunghyun-pun tersentak mendengar kata-kata Kazu. "Maaf?"
"Maafkan aku. Aku... hanya mencintai Jonghun..."Seunghyun terdiam menatap Kazu yang tidak berbalik menatapnya.
"Maaf, aku harus pergi sekarang!"tanpa basa-basi lagi Kazu-pun langsung berlari mengejar Jonghun, meninggalkan Seunghyun yang masih terdiam pasrah dengan semua kenyataan dihadapannya.
"Su-Sunbae!"Miki langsung menghampiri Jonghun begitu melihat ia kembali.
"Mereka itu sepasang kekasih ya?"tanya Jonghun dingin. Miki-pun terhenyak. "Sunbae, Kazu tidak seperti itu, dia-"
"Sudahlah!"tanpa mau mendengar penjelasan Miki, Jonghun-pun kembali melangkahkan kakinya pergi.
"Miki?"Miki-pun langsung membalikkan badannya saat mendengar suara familiar yang memanggilnya. "Kazu..."lirih Miki.
Kazu-pun langsung berjalan menghampiri Miki. "Ternyata benar..."ucap Kazu pelan.
Miki terdiam tak mengerti. "Sikapmu aneh akhir-akhir ini. Ternyata kau memang mengawasiku ya?"Kazu memicingkan matanya menatap Miki.
"Bukan begitu..."Miki berusaha menjelaskan. "Aku tidak-"
"Kau-kan yang memberitahu Jonghun kalau aku ada disini!"Miki tersentak mendengar oleh bentakan Kazu.
"Tidak Kazu. Tadi Jonghun sunbae-.."
"Aku tak menyangka kau seperti ini. Kau tidak percaya padaku? Kau memata-matai temanmu sendiri..."Miki semakin tersentak. Ia-pun merasa bersalah, ia hanya bisa diam tak tahu harus bicara apa. Kazu-pun sekarang sudah menatapnya lirih, jelas sekali raut wajah kecewanya.
"Mulai sekarang, jangan ikut campur masalahku lagi"ucap Kazu dengan nada dingin. "Kazu?"Miki terkejut tak percaya.
"Miki... Aku kecewa padamu..."jelas Kazu yang kembali berlari mengejar Jonghun. Miki-pun terdiam kaku melihat sikap Kazu, baru kali ini ia melihat Kazu semarah itu dengannya.
Miki-pun mengacak-ngacak rambutnya frustasi, pikirannya makin kalut. "Bagaimana ini?"
.
To Be Continued..
.
Maaf kalau bahasanya aneh, aku lagi gak bisa ngatur dialog. Gak tau kenapa -_-
Yang penting aku usahain ini lanjut krna ada readers yg baca, skali lagi maaf klo kata-kata & dialognya aneh *bow
JEONGMAL GOMAWOOOO!
balesan review : gomawo udah baca ya chingu! ^^ aku akan usahakan lanjut smpe tamat ^^
