Sequel Story
SWEET DINNER
Main Cast : Kim Mingyu and Jeon Wonwoo (Meanie)
.
Sudah hampir empat jam Mingyu di rumah Wonwoo. Mingyu masih tertidur di sambil memeluknya, sedangkan Wonwoo sudah bangun dari tidurnya sejak lima belas menit yang lalu karena suara perutnya.
Wonwoo lapar.
Wonwoo ingin makan sesuatu sekarang. Sejak Wonwoo pingsan, Wonwoo belum makan apapun. Wonwoo ingin turun untuk mencari makanan di kulkas. Tapi pelukan erat Mingyu menghalangi niatnya.
Bisa saja sih, Wonwoo membangunkan Mingyu untuk melepaskan tangannya dari tubuhnya tapi tenaga Mingyu bukan main. Lagipula Wonwoo tidak mau membangungkan pacarnya ini. Terlihat dari wajah Mingyu, dia sedang lelah saat ini.
'KRUYUK~'
Astaga, dasar menyebalkan. 'Ayolah, Mingyu~ Bangunlah.' Batin Wonwoo sambil menatap wajah Mingyu.
Seakan Mingyu dan Wonwoo sedang bertelepati, mata Mingyu mulai bergerak tanda empunya akan segera bangun. Wonwoo yang melihat mata Mingyu sudah mulai terbuka sempurna hampir memekik, 'Aakk~ Kau ini memang peka sekali, Gyu-ie~'
Mingyu yang melihat Wonwoo sedang menutup mulutnya dengan tangan itu mengernyit, "Hei, kau kenapa sayang?"
Wonwoo yang sadar dipanggil hanya menoleh dan tersenyum manis lalu menyingkirkan tangan Mingyu dari tubuhnya,
'CUP'
"Kau memang pacarku yang paling peka, Gyu-ie!" Lalu Wonwoo melangkah riang menuju dapur bawah. Meninggalkan Mingyu yang masih bengong karena dapat ciuman-bangun-tidur dari Wonwoo.
'Tidak biasanya Wonwoo agresif' Mingyu langsung menampar mukanya karena berpikir kotor tentang kekasihnya. Mingyu berjalan ke kamar mandi kamar Wonwoo untuk membersihkan mukanya.
.
Wonwoo mengacak-acak isi kulkas dan dia merengut kesal. "Ish, kenapa semua makanan habis?!"
Wonwoo sudah tidak kuat lagi menahan laparnya, please.
Sepasang tangan melingkar di pinggang Wonwoo dan membuat Wonwoo tersentak. "Astaga, Gyu-ie. Kukira siapa."
Mingyu terkekeh, "Memang kau kira siapa? Hantu?" Wonwoo mengangguk jahil, "Iya, hantu genit dan suka gombal." Mingyu merengut dan Wonwoo hanya terkekeh kecil.
"Sedang mencari apa, sayang?" Tanya Mingyu, Wonwoo masih mengacak-acak kulkas, "Aku mencari makanan. Aku lapar." Mingyu hanya mengangguk.
Tiba-tiba Wonwoo teringat sesuatu. Mingyu kan bisa memasak, berarti-
"Kim Mingyuu~~" rajuk Wonwoo sambil mengusakkan kepalanya di dada Mingyu. Mingyu yang melihat tingkah kekasihnya mengernyit, 'Pasti ada maunya'
"Iya sayang~?" Wonwoo menatap Mingyu dengan puppy eyes nya. "Buatkan aku makanan, ne~?"
'Syukurlah bukan hal yang ekstrim' Mingyu menghela nafas dan sedikit terkekeh. Ternyata kekasihnya hanya lapar.
"Oh~ Kekasihku ini lapar, ne?" Wonwoo mengangguk lucu. Mingyu mengusak rambut Wonwoo dan mulai mendekati kulkas Wonwoo untuk mencari bahan makanan.
Hanya ada sekotak kimchi dan satu cup ramyeon.
Mingyu menoleh ke arah Wonwoo. "Sepertinya kita harus belanja dulu, Woo. Persediaan makanmu ha-" Belum selesai Mingyu bicara, Wonwoo sudah pergi ke kamarnya dan kembali ke depan Mingyu dengan jaketnya dan jaket milik Mingyu.
"Ayo! Diluar masih cukup dingin, jadi masih harus pakai jaket." Wonwoo buru-buru memakai jaketnya dan langsung melenggang ke pintu meninggalkan Mingyu yang terbengong lagi.
'Serius, Wonwoo kemasukan apa sampai semanja ini?' Mingyu buru-buru memakai jaketnya setelah mendengar teriakan Wonwoo di pintu sana dan menghampiri Wonwoo.
.
"Kau mau makan apa, Wonie?" Wonwoo melihat-lihat bahan makanan di supermarket. Wonwoo memandang daging-daging itu tidak selera.
"Sepertinya aku ingin makan makanan ringan saja, Gyu." Mingyu mengangguk mengerti dan mengajak Wonwoo ke stand makanan ringan.
"Seperti ini?" Wonwoo menatap lama makanan-makanan itu dan setelahnya ia menggeleng.
"Tidak, Gyu. Kurasa semacam yogurt atau ice cream." Mingyu mengangguk lagi dan mengajak Wonwoo kembali ke stand makanan beku. Wonwoo berbinar menatap jajaran yogurt.
"Ambil saja sesukamu, Wonie. Aku yang bayar." Wonwoo semakin berbinar mendengar pernyataan Mingyu. "Benarkah?! Aaa~ Kau ini memang pacar terbaikku~" Wonwoo mencubit gemas kedua pipi Mingyu dan membuat Mingyu kesakitan.
"Aakkh~ Wonie sakit!" Wonwoo melepaskan pipi Mingyu dan tersenyum lebar, dan membuat Mingyu mencubit sekilas pipi Wonwoo.
Setelah mengambil beberapa bahan makanan dan cemilan, mereka melenggang ke kasir untuk membayar belanjaannya.
.
Sesampainya di rumah, Wonwoo langsung menyambar satu cup yogurt dan membawanya duduk di sofa sambil menonton televisi. Mingyu yang melihatnya hanya geleng-geleng kepala dan menaruh belanjaannya di dapur Wonwoo.
Mingyu menghampiri Wonwoo dan duduk disamping pemuda kurus itu. Mingyu baru ingat, Wonwoo belum makan sejak Wonwoo pingsan. Dan, well, dia juga lapar sebenarnya. Tapi Wonwoo itu sudah kurus, Wonwooo harus banyak makan.
"Wonie, kau tidak lapar?" Wonwoo menatap Mingyu dan mengangkat cup yogurtnya.
"Ini aku sedang makan." Mingyu menggeleng.
"Tidak, maksudku, kau tidak mau makan makanan berat?" Wonwoo bingung sebentar, namun akhirnya Wonwoo tersenyum tulus ke arah Mingyu.
"Kau juga lapar ya?" Mingyu mengangguk kekanakan dan membuat Wonwoo tertawa kecil. "Ya sudah, ayo kita buat makanan!" Wonwoo hendak berdiri tapi duduk lagi karena tarikan tangan Mingyu.
Mingyu menatap mata Wonwoo intens dan lembut, "Tapi kau janji harus makan juga, ya?" Wonwoo menahan nafasnya dan menatap Mingyu gugup.
"Tapi, Gyu, aku kan sudah makan ini?" Mingyu menggeleng, "Tidak, kau harus tetap makan. Kau kapan gemuknya jika makan ini saja, sayangku?" Wonwoo merona dan akhirnya mengalah untuk mengangguk.
Mingyu tersenyum cerah dan menarik tangan Wonwoo ke dapur.
.
"Mau masak apa, Gyu-ie?" Mingyu melihat-lihat belanjaannya, "Ah, sepertinya masak bulgogi saja." Wonwoo mengangguk saja karena bagaimanapun Wonwoo juga tidak akan bisa membantu memasak. Jika Wonwoo memegang kompor saja, mungkin dapur milik ibunya akan hangus terbakar.
"Wonie, bantu aku memasak, ne?" Wonwoo membulatkan matanya. "Gyu, kau tidak lupa kan kalau aku ini bodoh dalam hal memasak?"
Mingyu tertawa, "Aku tidak akan pernah melupakannya, Won. Lagipula kau tidak akan berurusan dengan api, kok." Wonwoo mengangguk saja.
Mereka mulai memasak bulgogi. Mingyu menyibukkan diri dengan membersihkan daging dan Wonwoo menyiapkan bumbu untuk bulgogi.
Wonwoo menyuruh Mingyu untuk mencicipi bumbunya, "Bagaimana? Sudah pas?" Mingyu berpikir sejenak, "Coba kau tambahkan gula, Woo."
Wonwoo mengambil toples gula dan mengambil sesendok gula, "Segini?" Mingyu mendekati dan mengambil kedua tangan Wonwoo dengan posisi seperti Mingyu memeluk Wonwoo dari belakang, "Kebanyakan, Wonie. Segini yang benar."
Wonwoo sudah mengumpat dalam hati karena perlakuan Mingyu. Walaupun Mingyu memang tidak memeluknya, tapi tetap saja Wonwoo nervous. Mingyu tertawa setan di dalam hati karena dia memang modus ingin memeluk Wonwoo.
Akhirnya setelah 2 jam memasak, mereka selesai memasak daging khas Korea itu. Mereka berjalan ke meja makan sambil membawa panci berisi bulgogi.
Wonwoo hendak menarik kursi untuknya duduk tapi tertahan oleh tangan Mingyu yang menarik kursinya duluan, "Silahkan duduk princess Kim." Wonwoo memukul Mingyu karena tingkah cheesy Mingyu.
"Aku pria, tuan Kim. Dan margaku Jeon, bukan Kim." Mingyu tertawa, "Kan sebentar lagi juga margamu jadi Kim." Wonwoo memukul Mingyu lagi, "Diam, ayo makan!"
Mingyu menarik kursi di sebelah kursi Wonwoo untuk dia tempati, dan setelahnya mereka makan bersama. Mingyu sesekali melirik ke arah Wonwoo yang makan dengan santainya. Tiba-tiba Mingyu meletakkan sumpitnya dan melipat tangannya di meja sambil menatap wajah pemuda asal Changwon itu.
Wonwoo yang merasa diperhatikan menoleh ke arah kekasih jangkungnya itu. "Kenapa kau memperhatikanku? Kok makannya berhenti?"
Mingyu tertawa, "Melihatmu juga sudah membuatku kenyang, kok."
"Keparat kau," umpat Wonwoo dengan pipi merona. Dengan tiba-tiba Mingyu memajukan wajahnya dan mengecup bibir Wonwoo sekilas, "Hush, pemuda semanis dirimu tidak boleh berkata kasar,"
Wonwoo mendelik, "Suka-sukaku, dong." Mingyu cemberut tapi kemudian dia mengusak rambut Wonwoo.
.
"Mingyu, aku masih lapar." Mingyu membulatkan matanya,
"Serius, Wonwoo. Kau baru menghabiskan tiga perempat bulgogi! Malah kau menghabiskan punyaku." Wonwoo mendelik sambil cemberut,
"Tapi aku lapar Mingyu~" Ampun, Wonwoo kalau sedang lapar manjanya keterlaluan. Padahal tadi Wonwoo bilang dia hanya ingin makan-minum tepatnya yogurt saja. Taunya.
Mingyu menghela nafas, dia tidak mau mengambil resiko didiami Wonwoo. "Baiklah, kau mau makan apalagi, sayang?"
Wonwoo tak kunjung memberikan jawaban, melainkan hanya menunduk. Mingyu yang melihat Wonwoo diam saja meraih dagu pemuda emo itu.
"Hey, kenapa diam saja?" Wonwoo meraih tengkuk Mingyu dan mencium bibir si pemuda Kim. Wonwoo melepaskan ciumannya di detik kelima dan menatap Mingyu yang menatapnya terkejut.
Wonwoo terkekeh kecil lalu membisikkan kata-kata di telinga Mingyu, "If you know what I mean, Kim Mingyu."
Seakan tersengat listrik, Mingyu kembali sadar dan menatap Wonwoo jahil, "Aw, tampaknya ada yang sedang merindukanku?" Wonwoo meletakkan jarinya di bibir Mingyu dan berkata, "Go ahead, Gyu-ie."
Dan kata-kata itu cukup untuk membuat Mingyu mengangkat Wonwoo di punggungnya menuju kamar si Jeon. Ya, berdoa saja semoga ibu Wonwoo pulang larut dari hangout bersama teman-teman ibunya.
.
OMAKE
"Jungah-ya, kau belum pulang? Sudah larut, loh." Jungah-ibu Wonwoo hanya tersenyum penuh arti menanggapi perkataan teman selama SMA-nya itu.
"Tidak apa-apa, lagipula Wonwoo sudah selamat ditangan Mingyu." Raina-ibu Mingyu hanya tertawa kecil,
"Ah, seandainya saja Mingyu dan Wonwoo sudah lulus kuliah, sudah ku nikahkan mereka." Jungah tertawa menanggapi calon besannya,
"Hush, tunggu saja, Raina-ya. Aku juga sudah gregetan melihat mereka berdua," Kedua wanita cantik itu tertawa bersama.
Selamat, Mingyu dan Wonwoo. Pelaminan kalian sudah di depan mata.
.
FIN
Aaa, ga jelas banget astagaㅠㅠ Maaf kalo mengecewakan sequel nyaa, mana ga nyambung lagi:( Jujur, ideku sekarang lagi ngambang, maksudnya, ga selalu datang di tiap aku bikin ff. Ga stuck juga sih (untungnya), cuman yaa gitu deh.
Btw, ga papa kan kalo ini ga diapdet cepet? TO menungguku, eomma:" Inipun alhamdulilah bisa selesai, makanya endingnya geje banget:" Maaf reader sekalian:"
Next update tergantung isi otak aja, pengennya sih Seoksoon, tapi ya, let's see:)
Review?
