FT Island Fan Fiction

Mr. Cassanova

©MikiHyo

.

Cast : FT Island, Kira Akegawa, Kazu Uzumi, Miki Amakura, & Other Cast

Genre : Romance, Friendship, Hurt/Comfort

Rated : T

Length : Part (On Going)

Desclaimer : Hak Cipta dilindungi Tuhan Yang Maha Esa ^^

A/N : Maaf kalau saya menambah konflik lagi. Jadi kaya sinetron yah! Tapi ini Konflik buat penyelesaian kok, mohon dimaklumi otak amatir saya.. makanya ceritanya jadi gak jelas gini *bow

.

.

Part 24

.

.
Minhwan POV

.

"Hyung, apa kau butuh ini?"tanyaku pada Jonghun Hyung sembari menyodorkan buku tentang pribahasa.

Jonghun Hyung pun mengambil buku itu dari tanganku dan membacanya beberapa lembar.

"Hmm... bagaimana menurutmu Hong-.. ya! Dimana kau?"seru Jonghun Hyung saat menyadari kalau Hongki Hyung tidak ada bersama kami.

"Tadi dia bilang mau menyusul Kira.. mereka pergi kesebelah sana"ucap Kazu sambil menunjukkan arahnya.

"Ash.. dia itu. Kita kesana"ujar Jonghun Hyung cepat dan langsung menggandeng tangan Kazu supaya ia mengikuti langkahnya.

Aku pun hanya bisa memutar bola mata dan menghela nafas panjang. Hari ini kami memang pergi ke Toko Buku bersama-sama. Aku pun tidak tahu apa tujuannya.

Yah.. kurasa mereka hanya mencari alasan untuk berkencan. Jonghun Hyung dengan Kazu dan Hongki Hyung dengan Kira.

Dasar pasangan baru.

"Kalau begitu kenapa harus di tempat seperti ini, dan untuk apa mengajakku juga?"gumamku kesal sambil mengerucutkan bibir. Aku pun berbalik arah, memutuskan untuk mencari kesenangan sendiri.

"Ng?"kulihat dia duduk sendiri disana. Kalau Jonghun dan Hongki Hyung saja bisa mengajakku ditengah kencan mereka, maka Kazu dan Kira pun bisa mengajak Miki ikut bersama mereka.

Kudekati gadis Jepang yang terlihat sedang memilih-milih buku itu.

"Apa yang kau cari?"

"E-eh?"ia langsung terkejut saat melihatku. Lagi, ada yang aneh dengan sikapnya.

"A-ah.. kau.. kukira kau bersama dengan yang lain.."ucapnya pelan tanpa menatapku.

"Kau pikir aku mau jadi serangga pengganggu diantara mereka"balasku santai.

"Oh.. benar juga. Aku juga tidak mau, karena itu aku kesini"ucapnya dan tetap tidak menatapku seperti sedang menyembunyikan wajahnya.

Matanya pun semakin melirik kearah buku yang lebih jauh. Dan langkahnya mengikuti untuk menjauhiku. Apa anak ini sedang menghindariku?

"Tunggu"kuraih tangannya sebelum ia semakin menjauh.

Bisa kurasakan ia langsung terdiam kaku saat aku menahannya. Ia pun berbalik arah menghadapku.

Tanpa basa-basi aku semakin memperpendek jarak kami. Dilorong buku yang sepi ini, hanya ada kami berdua. Jarak antara kami pun mungkin tidak sampai 10cm.

"Mi-Minan.."wajahnya terlihat gugup.

Aku pun semakin mendekatkan wajahku kearahnya tanpa melepaskan genggaman tanganku.

"Aku…"

.

.

Kira POV

.

Walaupun kita berpisah sekarang aku bahagia.. setidaknya aku pernah memilikimu

Aku menghela nafas panjang. Kata-kata itu tetap saja melekat dalam otakku. Membuat pikiranku tidak tenang walau aku sudah mendapatkan apa yang kumau.

"Wonbin-ah.."gumamku pelan.

"Kira?"

Aku pun langsung menoleh saat mendengar suara yang kukenal memanggil namaku. Aku sedikit terkejut saat melihat Hongki berdiri menatapku dengan tatapan bingung.

"Apa yang kau lakukan disini? Kau bicara dengan siapa tadi?"tanyanya yang kini sudah berada dihadapanku.

Aku pun menggeleng pelan. "Tidak ada"

"Hm? Oh.. kau kan memang suka menyendiri. Dasar… tapi lain kali ajaklah aku! Masa kau tega meninggalkanku melihat kemesraan Jonghun dan Kazu"gerutu Hongki sambil mengacak-ngacak rambutku.

Aku hanya diam. Orang yang kucintai ada dihadapanku, apa yang kumau ada dihadapanku. Tapi kenapa aku belum bisa tenang?

"Kalau aku mengajakmu, itu namanya bukan menyendiri, tapi mendua"sahutku ketus. Aku berusaha membuang jauh-jauh pikiran aneh itu sekarang. Mungkin saja hatiku yang belum bisa beradaptasi.

GREP

Entah kenapa tiba-tiba saja Hongki mendekapku dengan erat.

"Cara bicaramu itu.. tatapanmu itu.. terakhir kulihat kau seperti itu adalah waktu kita mengobrol berdua ditaman Hotel Kyoto.."

"Ho-Hongki.."jantungku pun memulai badai debarannya.

"Waktu itu aku hanya bisa menyukaimu dari jauh. Tapi sekarang kau benar-benar milikku. Ini buka mimpi kan?"Hongki pun semakin mempererat pelukannya.

Dan sekarang aku benar-benar merasa lemas. Darahku berdesir seiring dengan ritme Jantung yang serasa dipercepat. Hongki-ah, kau mau buat aku pingsan?

"Hongki, apa yang kau lakukan? Ini di tempat umum!"

"Ehem, maaf kalau aku mengganggu. Tapi sepertinya kita harus pulang sekarang"dan suasana canggung ini pun langsung pecah saat kudengar suara Jonghun dari arah lain. Dan benar saja, kulihat Jonghun dan Kazu sedang menatap kami berdua.

"Oh iya, tunggu sebe-.. akh!"ucapan Hongki terputus saat kalung yang kami pakai bersangkutan satu sama lain.

"Astaga, kenapa bisa begini.."gerutuku. "Hongki diam, biar aku yang melepaskanya"dan aku pun segera melepaskan lilitan kalung berantai mini halus itu.

"Mungkin kita pergi duluan saja. Kutunggu dibawah ya, ayo Kazu"Jonghun pun segera mengajak Kazu untuk meninggalkan kami.

"Hey.. sudah jangan dilepas. Biarkan seperti ini, ne?"senyum jahil Hongki.

"Kau mau lehermu terluka lagi? Diamlah"ucapku ketus yang masih berusaha melepaskan lilitan ini. Mungkin orang lain bisa jatuh dalam senyuman maut seorang Lee Hongki, tapi tidak denganku, setidaknya untuk sekarang.

Tak lama kemudian lilitan kalung itu pun terlepas. Dan aku segera menyusul langkah Jonghun dan Kazu, diikuti Hongki dibelakangku.

Sesampainya dilantai bawah pun kami kembali berkumpul dan memutuskan untuk pulang.

.

.

Wonbin POV

.

"Hnng…"aku mendesah pelan sambil menatap buku dihadapanku. Aku sedang belajar untuk test minggu depan. Sebentar lagi musim ujian akan dimulai untuk kelas 3, karena itu aku harus mempersiapkan diriku.

Tapi entah kenapa aku merasa jenuh untuk belajar sekarang. Kupijat tengkukku perlahan. Jujur saja pikiranku masih campur aduk. Aku sulit untuk berkonsentrasi kalau sudah memikirkan dia.

"Hyung!"

Panggilan itu memecah lamunanku. Aku pun menoleh dan kulihat Jaejin berjalan kearahku.

"Jaejin?"kutatap sosok lelaki manis yang kini sudah duduk dihadapanku itu.

"Kau sedang belajar Hyung? Sendiri?"tanyanya sambil melirik kearah buku yang kubaca dan juga orang-orang disekitarku.

"Iya aku sendiri. Kenapa?"tanyaku sambil tersenyum.

"Tidak bersama Kira?"

DEG.

"Ng… Kira…"

"Ah, Wonbin Hyung kalau sudah serius belajar seperti robot tak berperasaan. Pasti Kira bosan menemanimu kan~ haha, dasar Wonbin Hyung"ledek Jaejin sambil terkekeh pelan menatapku.

Aku pun hanya bisa tersenyum tipis. "Tidak, bukan begitu. Kau sendiri ada apa kemari? Apa tidak ada kegiatan dengan anggota OSIS yang lain?"tanyaku balik.

"Kebetulan aku melihatmu disini waktu mengembalikan buku. Aku bosan terus-terusan rapat, jadi kutinggal saja"ucap Jaejin santai sambil membaca halaman demi halaman buku yang tadi kubaca.

"Hahaha, kau itu. Dasar Ketua OSIS tak bertanggung jawab"aku pun balas meledeknya.

"Kalau mengobrol bersamamu diperpustakaan seperti ini, aku jadi ingat saat kita masih SMP Hyung.."ucapnya tiba-tiba dengan nada sendu.

Aku pun terdiam begitu mendengar kata-katanya.

"Dulu.. kita sering belajar bersama kan. Ah tidak, itu bukan belajar bersama. Aku dan Minan saja yang selalu kalian paksa untuk ikut bersama kalian, hah.. kalian itu memang Hyung yang manja"gerutu Jaejin sambil memainkan senyumnya.

Aku pun tersenyum tipis. "Hhm, kalau tidak begitu.. pasti akan susah menyuruh kalian datang latihan"ucapku pelan.

"Benar juga. Karena sejak awal berlima, maka saat latihan pun harus berlima. Tapi sekarang hanya ada kita berdua, maka.. setelah ini pun akan tetap berdua.."

Jaejin menopang wajahnya yang tertunduk dengan tangan kanannya. Ia menatap kosong buku bacaan yang terpampang dihadapannya.

"Aku merindukan saat-saat itu Hyung.."

DEG

"Jaejin-ah.."aku pun hanya bisa diam tak tahu harus berkata apa.

"Latihan yang kulewatkan bersama Hongki Hyung, Jonghun Hyung dan Minan kemarin benar-benar menyenangkan. Aku pun dekat dengan anggota baru mereka, Seunghyun. Tapi.. kesenangan itu justru membuat kenangan lama kita bangkit dalam pikiranku Hyung.."

Aku masih saja terdiam. Wajahku ikut tertunduk. Sama denganmu, kenangan itu pun selalu melekat dalam pikiranku.

"Selalu saja aku berpikir… seandainya Wonbin Hyung juga ada disana.."

"Jaejin-ah.. maafkan aku"ucapku pelan.

"Hyung, tidak bisakah kita perbaiki semuanya?"Jaejin pun mengangkat wajahnya dan menatapku.

"Jaejin sudahlah"aku berusaha mengalihkan pembicaraan.

"Sebentar lagi kalian lulus dan mungkin saja kita semua benar-benar berpisah. Apa tidak bisa kita perbaiki semuanya? Kau mau selamanya tidak bertegur sapa dengan yang lain? Hyung.. bukankah kau menyayangi mereka semua?..."ucapan Jaejin benar-benar menyayat hatiku.

Tentu saja aku menyayangi kalian semua. Batinku pun sakit kalau aku tidak bisa bersama kalian. Tapi.. apa yang bisa kulakukan sekarang?

"Hyung.. aku akan membantumu bicara dengan Hongki Hyung. Kumohon.. aku benar-benar tidak ingin melihat hubungan kalian rusak seperti ini.."Jaejin terus meminta kepadaku.

Aku pun mengalihkan pandanganku kearah lain. Dan tanpa sengaja aku melihat Kira sedang menatapku tak jauh dari tempat kami bicara.

"Aku harus kembali ke kelas sekarang. Maaf, aku duluan"ucapku singkat dan langsung membereskan buku-bukuku, kemudian melangkah pergi meninggalkan Jaejin yang masih berusaha memanggilku.

Kalau aku bisa, akan kuperbaiki semuanya. Tapi.. masalahku dengannya sudah bertambah sekarang. Aku.. pernah mengambil gadis yang ia sukai. Dan sekarang ia benar-benar membenciku.

"Ugh… kepalaku berat.."kutopang wajahku yang tertunduk. Dan kembali melanjutkan langkahku perlahan.

.

.

Kira POV

.

Aku mendengar semuanya. Pembicaraannya dengan Jaejin. Mungkin hal itulah yang masih membebani pikiranku.

Hubungan Hongki dan Wonbin belum membaik.

Pantas saja kalau aku memikirkannya. Keduanya adalah orang yang kusayangi. Aku tidak bisa membiarkan mereka berdua terus-terusan perang dingin seperti itu.

"Jaejin-ah.."kutepuk pelan pundak Jaejin dari arah belakang.

Ia pun langsung menoleh kearahku. "Kira?"

Aku pun duduk dihadapannya.

"Kelihatannya kau lesu sekali. Bukankah tadi kau bicara dengan Wonbin.. apa ada yang salah?"tanyaku pelan, berpura-pura untuk tidak tahu.

Pada awalnya Jaejin tidak mau menceritakan apa-apa. Namun beberapa saat kemudian ia pun membuka mulut dan membicarakan semuanya.

"Aku sudah tahu.."ucapku pelan.

"A-apa? Kau.. tahu masalah diantara mereka?"kaget Jaejin. Aku pun mengangguk.

"Wonbin yang mengatakannya sendiri kepadaku. Dan satu lagi.. kelihatannya kau belum tahu tentang hal ini. Hubunganku dengan Wonbin… sudah berakhir"

"Apa? K-Kau.. bagaimana bisa?"Jaejin semakin terkejut dengan ucapanku.

"Sekarang aku.. berhubungan dengan Hongki"ucapku sepelan mungkin. Aku tidak mau ditempat umum seperti ini, siswi-siswi lain mendengar ucapanku tentang Pujaan mereka.

Jaejin pun terdiam menatapku beberapa saat. Kelihatannya ia benar-benar terkejut.

"Kau dan Hongki Hyung? Apa.. Hongki Hyung juga menyukaimu?"tanyanya. Aku pun mengangguk pelan.

"Kau.. Hongki Hyung dan Wonbin Hyung.. ash, bagaimana bisa-"Jaejin mengacak-ngacak rambutnya frustasi. Sepertinya ia sudah mengerti, ini artinya masalah antara Hongki dan Wonbin menjadi semakin rumit.

"Aku akan lakukan sesuatu"Jaejin pun kembali mengangkat wajahnya dan menatapku intens begitu mendengar ucapanku barusan.

"Kau? Maksudmu?"

"Aku akan lakukan sesuatu agar hubungan mereka kembali membaik"ucapku lebih tegas dari sebelumnya. Jaejin pun semakin menatapku bingung.

"Bagaimana caranya? Apa kau bisa? Aku takut hal ini justru memperburuk keadaan, apalagi kau adalah orang yang sama-sama mereka sukai. Jangan libatkan dirimu dalam hal ini Kira"jelas Jaejin seakan mencegahku melakukan sesuatu.

"Aku sama sepertimu. Aku juga tidak bisa melihat mereka terus-terusan seperti itu, aku terlanjur tahu masalahnya. Aku tidak bisa diam saja"ucapku lagi.

"Kira…"

"Akan kupikirkan lagi. Semoga saja hubungan mereka bisa kembali membaik"

Jaejin tak menyahutiku lagi. Ia hanya bisa diam dengan wajah tak yakin. Aku memang akan terlibat dalam masalah mereka, tapi kalau hal itu bisa membuat hubungan mereka kembali membaik, aku akan melakukannya.

Demi Hongki dan juga Wonbin

.

.

Miki POV

.

"Miki! Lagi-lagi kau tidak mendengarkanku!"

Lamunanku pecah saat mendengar teriakan Kazu. Mataku pun kembali fokus kearahnya dan kulihat ia sudah menatapku dengan kesal.

"Kau memintaku untuk mengajarimu tapi kau malah melamun"gerutu Kazu sambil menatapku tajam.

Aku pun mengalihkan pandanganku kearah buku yang ada dihadapan kami. Bahasa Inggris, astaga.. kenapa aku bisa lupa kalau sekarang aku sedang belajar bersama Kazu?

"Maaf, lanjutkan besok saja. Aku mengantuk.."ucapku santai dan menutup buku berbahasa Inggris itu dan beranjak meninggalkan Kazu.

"Ha? Sudah? Tadi kan kau sendiri yang bilang mau belajar, ckckck"Kazu terlihat heran dengan sikapku yang moody.

"Ng.. aku mau tanya satu hal"ucapku yang kembali berbalik arah menghadap Kazu. Kazu pun menatapku bingung.

"Bagaimana caranya kita tahu kalau kita sedang menyukai orang lain?"tanyaku pada Kazu.

"Suka? Kenapa bertanya padaku?"Kazu malah balik bertanya.

"Kau kan sedang dimabuk cinta dengan Jonghun sunbae. Jangan pura-pura! Beritahu saja!"ucapku sambil mengerucutkan bibir.

"Kau benar-benar jadi Moody ya. Apa kau sedang jatuh cinta? Dengan siapa? Jaejin sunbae?"tanya Kazu bertubi-tubi.

"Issh, beritahu saja! Bagaimana bisa kau sadar kalau kau menyukai Jonghun sunbae?"tanyaku lagi. Kazu pun berhenti menatapku dan memikirkan jawabannya.

"Ya.. saat bertemu dengannya jantungku berdebar-debar.."

DEG

"Pikiranku pun tidak bisa lepas darinya.."

DEG

"Dan.. sulit untuk bersikap wajar kalau sudah berhadapan dengannya"

DEG DEG DEG

"Miki?"

Bukankah aku juga seperti itu? Jantungku berdebar tak karuan, aku terus memikirkannya, dan tidak bisa bersikap wajar kalau sudah berada dihadapannya. (O_O)

"Miki?"

"E-eh?"lamunanku kembali pecah.

Kazu pun berjalan mendekat dan menatapku tajam.

"Ada apa? Apa kau benar-benar…"

"Tidak! Aku tidak jatuh cinta!"segera saja kulangkahkan kakiku kembali menuju kamar dan langsung menutup pintu rapat-rapat.

Jantungku kembali berdebar. Tepat sekali apa yang dikatakan Kazu. Pikiranku kembali melayang padanya, apalagi saat itu…

.

:: Flash Back ::

.

DEG DEG DEG

Ada apa dengannya? Kenapa dia menatapku seperti itu? Dan lagi.. kenapa tangannya tetap menggenggam tanganku?

"Mi-Minan.."

Tanpa kusadari panggilan itu pun terlontar dari mulutku. Padahal hanya Hyung-hyungnya yang memanggil seperti itu, kenapa aku..

DEG DEG DEG

Kenapa ia malah berjalan mendekatiku?

"Aku…"

Kututup mataku saat wajahnya semakin mendekat. Detak jantungku semakin tak beraturan. Wajahku terasa panas.

"Ternyata benar"

"Eh?"aku pun membuka mata sesaat kemudian.

Minhwan sudah kembali pada posisinya semula, ia pun sudah melepas genggamannya. Kini ia menatapku tajam sambil menaikkan sebelah alisnya.

"Kenapa kau jadi aneh kalau berada didekatku?"tanyanya.

"Apa? Aku? Eum…"aku tidak bisa menjawab apa-apa. Ternyata dia menyadarinya. Jadi tadi itu dia hanya mengetesku.

"Terutama kalau aku mendekat dan menyentuhmu seperti ini…"

Dan ia pun kembali menggenggam tanganku. Namun segera saja kulepas tanganku dengan paksa.

"Apa-apaan kau.."aku pun mengalihkan wajahku darinya.

"Justru aku yang seharusnya bertanya seperti itu. Kau bersikap aneh dan seolah menghindariku. Ada apa? Apa aku melakukan sesuatu?"tanyanya dengan nada yang lebih tegas.

Aku tetap tidak menjawab. Aku masih menghindari tatapannya, bukan karena aku tidak berani melihatnya. Aku hanya takut ia menyadari kalau rona wajahku sudah berubah sekarang, dan itu gara-gara dia!

"Lebih baik sekarang kita cari yang lain. Mungkin saja mereka juga sedang mencari kita, ini sudah sore"ucapku mengalihkan pembicaraan. Dan aku pun berjalan melewatinya begitu saja.

.

:: Flash Back End ::

.

.

Minhwan POV

.

"Ash.. gadis itu benar-benar membuatku kepikiran! Ada apa dengannya?"gerutuku sambil mengetuk-ngetukkan kedua jariku diatas meja. Kutiup poniku pelan untuk mengusir rasa gusarku ini.

"Minhwan, apa kau baik-baik saja?"tanya seseorang dari arah samping. Aku pun menoleh.

Kulihat beberapa murid perempuan, teman sekelasku sedang menatapku dengan cemas.

"Oh, tidak. Aku tidak apa-apa"senyumku seperti biasanya.

"Apa kau tidak mau makan siang?"tanya mereka lagi.

Aku pun diam sejenak. Biasanya diwaktu makan siang seperti ini aku bersama Hongki dan Jonghun Hyung. Tapi karena mereka ada pelajaran tambahan, aku jadi tidak bisa menghampiri mereka. Akhir-akhir ini mereka mulai sibuk untuk mempersiapkan ujian. Dan aku pun sering sendirian.

Pandanganku pun teralih saat kulihat Miki ada diberanda lain yang terjamak oleh jendela kelasku. Gadis itu sudah membuatku kepikiran seperti ini, aku jadi semakin penasaran dengannya.

"Kalian benar juga. Mungkin aku harus mencari makan siang sekarang"senyumku kepada gadis-gadis itu dan beranjak dari tempat dudukku.

"Kau mau kemana?"tanya mereka dengan nada yang terdengar kecewa.

"Ehm.. menemui seseorang"senyumku lagi dan kembali meninggalkan kelas.

.

.

Author POV

.

"Sunbae, pelajaranmu sudah selesai?"tanya Eybin yang langsung menghampiri Wonbin begitu melihatnya keluar dari gedung sekolah.

Wonbin pun menoleh saat mendengar seseorang memanggilnya. "Eybin-ah?"

"Bagaimana dengan lagunya?"tanya Eybin dengan penuh semangat.

"Lagu?"Wonbin mengerenyitkan dahi karena ia belum bisa mengerti maksud Eybin.

"Ya~ apa kau lupa? Kemarin kau bilang kau menciptakan sebuah lagu, aku ingin mendengarnya"rujuk Eybin.

Wonbin diam sejenak dan memikirkan lagu yang dimaksud oleh Eybin. Ia pun menghela nafas panjang saat ingat lagu tersebut. Lagu yang ia buat seiring dengan perasaannya belakangan ini.

"Kira?"lamunan Wonbin pun pecah saat mendengar Eybin menyebut nama seseorang. Dengan segera ia pun ikut menoleh kearah yang Eybin liat.

Kira yang merasa namanya dipanggil pun ikut menoleh. Dan ia ikut terkejut saat melihat Wonbin dan Eybin ada dihadapannya.

Wonbin hanya bisa tersenyum tipis kearah Kira dan mengalihkan pendangannya. Kira pun tidak bisa berbuat banyak sekarang, walau sebenarnya ia ingin bicara dengan Wonbin.

Tak lama kemudian Hongki ikut keluar dari dalam gedung sekolah bersama Jonghun. Tanpa sengaja mereka pun berpapasan, namun Hongki sama sekali tidak memperdulikannya. Ia terus melanjutkan langkahnya menghampiri Kira.

Sementara Jonghun hanya bisa menatap sendu kearah Wonbin. Tak lama kemudian ia pun menyusul langkah Hongki. Wonbin hanya bisa terdiam melihat kebersamaan diantara Kira dan Hongki.

"Sunbae.."Eybin menyadari ada yang salah dengan pujaannya itu. Ia tak bisa membayangkan seberapa sakit hati Wonbin saat melihat Kira.

"Apa kau mau mendengarnya? Laguku?"tanya Wonbin tiba-tiba dengan senyum tipis.

Eybin hanya bisa diam dan mengangguk. Wonbin pun kembali tersenyum dan mengajak Eybin meninggalkan tempat itu.

When I'm missing you like this
When I'm so frustrated like this
I deceived my own heart like a fool

.

To Be Continued..

.

Now Playing : Oh Wonbin – Not Only Friends

.

A/N : Banyak perubahan karakter ya! Aku bikin seiring konflik sih, kalau dpt masalah wajar kan karakternya berubah. Tapi yang jelas aku usahain yang terbaik untuk FF ku.

Thank You for ALL Readers~ *deep bow*