Title: Cry

Author: GyuniKai7

Cast:

Huang Zi Tao

Wu Yi Fan

Zhang Yi Xing

Kim Joonmyeon

Support Cast: Another EXO Member

Disclaimer: Aku sadar kalau semua member EXO bukan punya aku T_T Tapi alur cerita ini punya-ku~

Genre: Romance, Hurt/Comfort

Rating: T

Summary: Aku mencintai-mu. Sejak dulu hingga sekarang. Tapi.. kenapa kau malah memilih orang itu? Yaoi. BL. DLDR. Mind to RnR?

Warning: Gender Switch. Don't like Gender Switch? Don't read!

-0-

"Ne, nado saranghaeyo, Joonmyeon-ie,"

Suho mencium pipi Lay singkat. Pipi Lay langsung bersemu merah karena-nya.

"Aigoo, neomu kyeopta,"puji Suho

Lay tersenyum lembut mendengar pujian Suho. Senyum favorit Suho. Suho sangat senang jika melihat Lay tersenyum seperti itu.

"Lay-ah, aku benar-benar merindukan-mu,"kata Suho

"Nado, aku juga benar-benar merindukan-mu, Joonmyeon-ie,"kata Lay "Aku sangat kehilangan ketika kau pergi begitu saja,"

"Mian…,"gumam Suho, namun dapat terdengar jelas oleh Lay "Aku.. disuruh orangtua-ku untuk belajar di Amerika, tapi, sekarang aku sudah kembali, kan?"

"Ne, aku bersyukur kau sudah kembali,"kata Lay sambil tersenyum senang

Suho dan Lay terdiam. Mereka asyik memandang satu sama lain. Sampai akhir-nya, Suho memecahkan keheningan

"Oh ya, bagaimana kabar adik-mu, Lay? Apakah ia baik-baik saja?"

"Tao? Ia sedang demam sekarang,"jawab Lay "Dan ia dirawat dirumah sakit tadi,"

"Jinja? Aigoo, aku betul-betul merindukannya! Bolehkah aku menjenguk-nya?"tanya Suho

DEG. Lay tidak siap dengan pertanyaan Suho ini. Jika Suho menjenguk Tao, sama saja ia akan melihat Kris, kan? Dan… ahh, pokok-nya Suho tidak boleh menjenguk Tao.

"Jangan! Jangan menjenguk-nya!"kata Lay "Tao sedang beristirahat, tidak boleh diganggu,"

"Tapi.. tadi kulihat ada sahabat masa kecil-nya disana,"kata Suho

Lay menggelengkan kepala-nya, "Ia memang ditugas-kan untuk menjaga Tao, tapi hanya itu saja kok,"

"Hmm, baiklah,"balas Suho akhir-nya "Yang penting sekarang aku sudah bertemu dengan-mu,"

-0-

Tao terlihat sedang asyik tertawa karena candaan Kris. Ia merebahkan kepala-nya di bantal yang sedikit ditinggi-kan oleh Kris. Keadaan-nya sudah mulai membaik.

"Kris ge~"panggil Tao

"Ne, ada apa?"

"Aku lapar,"kata Tao polos

"Mwo? Kau lapar?"tanya Kris kaget

Tao menganggukan kepala-nya polos. Kris menggeleng-gelengkan kepala-nya.

"Kau ini, nafsu makan-mu besar sekali,"kata Kris "Kau mau makan apa, eumm?"

"Apa saja,"kata Tao "Asal jangan bubur,"

Kris tertawa kecil ketika mendengar Tao menambahkan 'Asal jangan bubur' cepat-cepat. Anak ini benci sekali bubur, eoh?

Ani. Tao bukan membenci bubur. Ia bahkan mau makan bubur masakan halmeoni-nya. Tapi.. sekarang halmeoni Tao sudah tidak ada, bukan? Jadi Tao sudah tidak mau makan bubur lagi.

"Ya sudah, aku carikan makanan dulu, ne?"kata Kris sambil beranjak dari duduk-nya

"Andwae!"

Tao menggengam pergelangan tangan Kris. Seperti melarang Kris untuk pergi.

"Kenapa? Kata-nya kau mau makan?"tanya Kris, yang sejujur-nya, sekarang tengah gugup karena tangan-nya yang digenggam oleh Tao

"Aku tidak mau sendirian, takut ge,"kata Tao sambil menggembungkan pipi-nya "Nanti kalau ada hantu bagaimana? Apalagi ini rumah sakit,"

Kris menahan tawa-nya mendengar perkataan Tao. Aigoo, anak ini jago wushu dan sudah 19 tahun, tapi masih saja takut akan hantu, eoh? Benar-benar lucu.

"Aigoo, Tao, percaya pada-ku, tidak akan ada hantu disini,"kata Kris "Aku juga sekalian mau menjemput Lay, Tao-ie,"

Tao mengendurkan pegangannya pada Kris. Wajah-nya menjadi lesu (?). Benar juga. Kris kan namjachingu Lay. Tao sempat lupa sesaat tadi.

"E-eumm, baiklah, silakan pergi ge,"balas Tao pelan

Kris mengerutkan dahi-nya heran melihat Tao yang menjadi lesu seperti ini. Tapi ia tak mau bertanya. Tao pasti tak mau menceritakannya, pikir Kris

Setelah mengusap rambut Tao sekilas, Kris keluar dari ruangan Tao. Tao menatap punggung Kris yang semakin menjauh.

'Tuhan, aku sudah tidak sanggup lagi merasakan perasaan ini…,"batin Tao

Tao mengambil buku harian-nya yang memang selalu ia bawa kemana-mana. Untung buku harian-nya tidak terlalu basah. Ia lalu mengambil pulpen dan mulai menulisi-nya.

Dear Diary,

Hari ini, aku tersakiti lagi. Aku memang bodoh. Bodoh karena mencintai orang yang salah.

Aku tidak ingin seperti ini. Aku ingin perasaan ini segera hilang dari perasaan-ku. Tapi tidak bisa. Aku selalu memikirkannya, aku selalu mendengar suara-nya. Apa yang harus kulakukan?

Perasaan ini makin hari makin menyesakkan. Aku seakan ingin menghilang dari muka bumi agar tidak merasakkan perasaan ini. Bahkan aku menyesal. Menyesal sekali. Kenapa aku harus mengenal namja itu?

Sakit. Perih. Sesak. Sedih. Semua perasaan itu bercampur menjadi satu dihati-ku. Perasaan ini tidak kunjung hilang. Malah makin bertambah setiap hari-nya.

Salahkan dia yang selalu bersikap manis pada-ku. Salahkan dia yang selalu bersikap begitu peduli pada-ku. Sehingga membuat-ku terjerumus makin dalam ke perasaan yang sangat dalam ini.

Yeojachingu-nya begitu beruntung, bukan? Bisa menjadi yeojachingu dari namja yang sangat sempurna seperti dia. Yeojachingu-nya pun sempurna. Sangat jauh bila dibandngkan dengan diri-ku. Apa sih kelebihan-ku? Hanya jago wushu saja. Sedangkan dia? Cantik. Pintar masak. Banyak sekali kelebihan-nya.

Aku ingin menangis. Tapi tangisan ini selalu kutahan. Aku tidak bisa mengeluarkannya. Aku tidak mau membuat Lay jie khawatir. Aku tidak mau membuat 'dia' khawatir. Ahh. 'dia' tidak mungkin khawatir pada-ku. Aku hanya seorang teman-nya. Tidak lebih.

Aku lelah. Lelah akan perasaan yang menjemukan ini. Lelah akan perasaan yang pasti tidak akan terbalas ini.

Bolehkah aku menyerah? Tapi.. kurasa tidak segampang itu. Bahkan sampai sekarang perasaan ini tak kunjung hilang. Apa salah-ku sih? Sampai harus menanggung perasaan yang sebegini berat-nya? Aku sudah tidak kuat lagi…

Huang Zi Tao

5 November, Rumah Sakit Incheon

Tao menutup buku harian-nya. Tapi, tunggu. Ia membuka buku harian-nya lagi dan melihat kearah tanggal yang baru saja ia tulis. 5 November? Berarti.. besok ulangtahun Kris!

"Aku.. aku harus memberi Kris-ge hadiah,"

-0-

Kris sedang berjalan menuju café yang berada tepat didepan Rumah Sakit tempat Tao dirawat. Kris dengar, Tao memfavorit-kan salah satu makanan yang ada disitu. Dan Kris hafal betul nama makanan-nya. Kris tersenyum senang dengan fikiran-nya itu.

"Tao pasti sangat senang~"gumam Kris

Ketika Kris memasuki café, sekilas, ia melihat seorang yeoja yang mirip Lay sedang asyik mengobrol dengan seorang namja. Mengobrol-nya.. mesra sekali. Entahlah. Itu yang dipikirkan oleh Kris.

Kris mengedikkan bahu-nya. Tidak mungkin kan, Lay-nya bermesraan dengan namja lain selain diri-nya? Lay adalah tipe yeoja yang sangat setia.

Kris berjalan menuju kasir dan memesan makanan favorit Tao untuk dibawa ke Rumah Sakit. Kris tidak mempedulikan yeoja yang mirip dengan Lay itu. Padahal..

Itu benar-benar Lay.

Dan Lay, melihat Kris.

-0-

Lay yang melihat Kris berada didekat kasir, langsung ketakutan dibuat-nya. Bagaimana kalau Kris melihat-nya? Kris pasti marah besar. Ia pasti merasa telah dikhianati oleh Lay. Lay menjadi sangat takut.

"Jo-Joonmyeon-ie, aku, aku keluar duluan, ne? Kau bayarlah duluan di kasir,"kata Lay

"Eumm, baiklah, tapi tunggu aku, ne?"

"Ne, aku akan menunggu-mu,"kata Lay

Lay langsung buru-buru pergi meninggalkan café. Ia berdiri menunggu Suho didepan café, tapi disisi yang tidak akan terlihat oleh Kris.

Setelah beberapa saat menunggu, Kris keluar dari café. Lay langsung berbalik memunggungi Kris. Dan Lay bernafas lega ketika akhir-nya Kris pergi.

"Xing Xing-ah?"panggil Suho

"A-Ahh, ne?"

"Kenapa melamun?"

"Ani, aku tidak melamun kok,"balas Lay sambil berusaha tersenyum

"Ohh, ya sudah, ayo, kita mau kemana lagi?"

"Eumm, Joonmyeon-ie, aku, mau kembali ke Tao,"kata Lay pelan

"Kembali? Ya sudah. Boleh aku ikut?"tanya Suho

"Jangan! Kau sebaik-nya beristirahat saja, Joonmyeon-ie, biar besok kita bisa pergi lagi,"kata Lay "Atau besok kau mau kerumah-ku?"

"Kerumah-mu? Hmm, baiklah,"

-0-

Tao terlihat senang memakan makanan yang Kris bawakan. Kris membawakan makanan favorit-nya. Karena itulah Tao begitu senang.

"Xie xie, ge! Gege sudah membawakan makanan favorit-ku,"kata Tao sambil tersenyum senang

"Ne, sudah sana, cepat habiskan makanan-mu,"kata Kris sambil tersenyum sayang

"Ne, hmm, mashita~"

Saat Kris sedang memperhatikan Tao makan, tiba-tiba Lay masuk keruangan mereka. Kris langsung melihat kearah Lay.

"Ahh, Lay-ah, kau darimana saja?"tanya Kris khawatir

"Aku tadi hanya habis makan dengan teman-ku, ge,"kata Lay sambil tersenyum kaku

"Jinja? Bawa oleh-oleh tidak?"

"Te-Tentu saja tidak, ge! Mana mungkin aku membawa oleh-oleh,"kata Lay sambil mempoutkan bibir-nya

Tao menunduk. Melihat kearah makanan-nya. Ia malas melihat adegan mesra antara Kris dan Lay. Atau lebih tepat-nya, ia cemburu.

-TBC-

Jangan protes x_x Aku tau part ini pendek, so, mianhae u,u Maafkan aku *bow*Aku lagi ada masalah jadi otak-ku rada ga konek -,-

Gomawo buat EXO Fujoshi, blackwhite28, glassesgull, Numpangbaca, Song HyoRa137, sama Halliypanda yang udah review. Gomawo *bow* Mian ga bisa bales review kalian.

Last, mind to review?