Cloudyo ft L for Lucius
Present
à Cause de L'Amour
YoonMin Fanfiction
Drama, Romance |Rate T +++ |BL|Typos|Missing words|Newbie| alur Kacau
Enjoy it!
Chapter 2 'The Last story'
"H-Hyuunngiieeh…" desah pelan Taehyung sambil menelusupkan kesepuluh jarinya di surai merah maroon Yoongi yang tengah menandai beberapa titik di lehernya. Sang hyung menggeram pelan saat merasakan tangan Taehyung menekan kuat kepalanya.
Kedua tangan Yoongi melukiskan hasrat yang tinggi di sepanjang kulit Taehyung yang dilewatinya. Tubuh Taehyung bergetar pelan menikmati setiap sentuhan dari Yoongi dia merasakan sesuatu berkumpulan di pusat panasnya yang sedang dimainkan oleh sang hyung, menghilangkan seluruh logikanya sampai suara pintu yang digeser terbuka kembali menyadarkannya kalau saat ini dia masih ada di ruang kelasnya dengan lembayung senja menghiasi langit di luar jendela.
"Ops! Apa aku mengganggu kegiatanmu Suga Senpai?" Tanya si pelaku pembuka pintu. Suga a.k.a Yoongi menoleh ke arahnya dengan tatapan tajam membuat si pelaku meringis. Yoongi langsung berdiri lalu memakai kemeja seragamnya yang ada di lantai dan mengambil tas punggungnya.
"Apa sudah waktunya?" Tanya Yoongi sambil mengancingkan kemejanya sementara Taehyung dengan cepat dan susah payah memakai Seragamnya yang acak-acakan dengan beberapa kancing kemeja yang lepas. Yoongi berjalan menghampiri namja yang masih berdiri di depan pintu dan memandangi Taehyung yang sedang tertunduk malu.
"Dia pacarmu Senpai?" Tanyanya membuat Taehyung langsung menajamkan pendengarannya.
"Bukan, Ayo pergi" jawab Yoongi dingin, dia berjalan keluar mendahului namja yang masih melihat ke arah Taehyung yang kini meremas kuat blazer di tangannya.
"Itu bagus, bagaimana kalau 15 menit lagi aku yang lanjutkan?" tanya si namja pada Taehyung yang masih tertunduk.
Bugh!
Sebuah tas punggung mengenai si namja itu yang langsung mengaduh kesakitan karena tas itu berat dan benar-benar sakit saat mengenai kepalanya.
"Cepat, atau kau mati!" teriak Yoongi, namja itu langsung berlari pergi mengejar Yoongi meninggalkan Taehyung yang sedang menahan sakit di dadanya.
"Tidak apa-apa, aku tidak apa-apa" gumam Taehyung sambil memakai blazernya dengan tangan yang gemetar. Dia mengeluarkan ponselnya menekan tombol 2 di keypad screennya. Setelah 3 kali nada sambung terdengar dia mendapat sapaan ceria dari seberang.
"Taaaaaaaeeeeeeeeeeee'ah! kenapa baru menelepon? Kau tidak tau betapa aku merindukanmu!" ucap si penerima telepon membuat Taehyung langsung menjauhkan ponselnya dari telinganya yang berdengung karena teriakan cempreng si penerima telepon.
"Hhe, aku terlalu sibuk sehingga melupakanmu"
"Jahat!"
Taehyung terkekeh dia mengambil tasnya dan berjalan dengan cukup pelan karena sesuatu di tubuhnya terasa sakit.
"Dan sekarang aku benar-benar merindukanmu… sangat …" lanjutnya. Lama si penerima tidak menjawab membuat Taehyung mengernyit heran lalu melihat screennya yang menunjukan panggilannya masih tersambung.
"Kau masih disana?" tanya Taehyung.
"Kau sedang dalam masalah?" tanyanya balik. Taehyung tersenyum karena dia sangat tau kalau orang yang dia telepon ini orang yang benar-benar peka dan mengenalnya luar dalam.
?
Taehyung menghirup dalam-dalam udara di taman itu, senyuman tipis terukir di bibirnya karena tubuhnya terasa lebih segar, tangan kirinya menghalangi silau matahari yang menelusup masuk melalui celah-celah dahan pohon dimana dia berbaring di bawahnya. Asap tipis mengepul dari gelas plastik berisi kopi americano yang baru dia beli sebelum memasuki area taman itu. Seseorang duduk disampingnya tanpa dia sadari karena saat ini pikirannya sedang benar-benar kosong.
"Membolos, huh?" tanya orang itu sambil tersenyum mengeluarkan aura angelicnya,.
" Jinnie hyung, Aawh!" kagetnya yang langsung bangun dan membuat kopinya tumpah sedikit ke tangannya. Seokjin menggelengkan kepalanya lalu mengeluarkan saputangan dari pocket tas punggungnya.
"Sekaget itu melihatku?" ucapnya sambil membersihkan cairan kopi dari tangan Taehyung yang langsung memerah.
"Untung tidak melepuh, dasar ceroboh" ucapnya lagi sambil menyentil dahi Taehyung yang malah menunjukan cengiran kotaknya.
"Kenapa Hyung ada disini?"
"Aku yang harusnya bertanya begitu, kenapa kau ada disini? Seharusnya kau sekolahkan"
"Aku sedang tidak ingin sekolah"
"Memangnya sekolah tempat main apa?. Kau tidak ingin melihat Hoseok untuk yang terakhir kali?"
Taehyung terdiam dia menatap sisa kopinya yang tinggal sedikit.
"Itu tidak akan menyelesaikan masalah rumit kalian"
Seokjin kembali mengelus puncak kepala Taehyung.
"Memaafkan adalah hal yang paling ampuh untuk mengobati rasa sakit hati" ucap Seokjin membuat Taehyung menoleh kearahnya dan tersenyum tipis lalu menggeleng pelan.
?
Hoseok berjalan menyusuri koridor sekolah yang sudah sepi dengan langkah yang terburu-buru. Sampai suara rintihan minta tolong terdengar dari salah satu kelas di koridor itu. Dengan cepat Hoseok membuka pintu kelas itu dan mata sipitnya melebar saat melihat keadaan Taehyung yang terikat di meja dengan tanpa pakaian sehelaipun dan beberapa luka sayatan yang menghiasi beberapa bagian tubuhnya lalu sebuah handycam yang terpasang di depannya. Kedua tangan Hoseok mengepal kuat lalu dia menghampiri orang-orang yang ada disana dan menghajar mereka tanpa ampun.
"Tidak apa-apa Tae, aku ada disini. Aku sudah ada disini" bisiknya menenangkan sambil membuka semua ikatan yang ada di tubuh Taehyung dengan tangan yang gemetar. dia berhasil menghajar semua orang-orang gila di ruangan kelas itu dan membuat salah satu dari mereka mengeluarkan darah yang banyak dari kepalanya. Hoseok langsung memeluk tubuh Taehyung yang begetar hebat dan isakan lirih dan serak keluar dari mulut kering Taehyung.
"Ayo kita ke rumah sakit"
"Ta-Tapi Yoongi hyung … dia … belum datang .. dia…"
"Si brengsek itu tidak akan datang Tae!" Hoseok membentak Taehyung yang langsung terdiam dan mata sembabnya menatap Hoseok kaget. Hoseok langsung menggendong Taehyung dipunggungnya. Ada sedikit perlawanan dari Taehyung dan mulutnya tidak berhenti mengatakan kalau dia sudah berjanji menemui Yoongi hyung disana.
"Diam atau akan aku hajar sampai mati Yoongi hyungmu itu" desis Hoseok yang sudah sangat kesal. Taehyung langsung menutup mulutnya rapat sepanjang perjalanan mereka ke rumah sakit.
"Dia membutuhkan perawatan khusus, banyak sekali cedera di tubuhnya dan beberapa luka dalam. Sebaiknya anda menghubungi pihak keluarganya" ucap dokter yang keluar dari ruangan dimana Taehyung tadi masuk. Hoseok mengangguk dan membiarkan sang dokter kembali memasuki ruangan itu.
"Jangan biarkan orang tuaku tau kejadian sebenarnya hyung, berjanjilah atau aku akan membenimu selamanya"
Hoseok memukul dinding rumah sakit saat kata-kata Taehyung tadi kembali terngiang.
"Ini salahmu Yoongi" desisnya.
?
Hoseok menarik kopernya menuju pintu keberangkatan, sekali lagi dia menoleh ke belakang hanya untuk melihat orang-orang lalu lalang dengan cepat. Bolehkah dia berharap seseorang datang untuk memberikan pelukan perpisahan untuknya. Tapi, dia sadar orang jahat sepertinya tidak pantas mendapatkan pelukan seperti itu. Hoseok kembali berbalik dan melanjutkan langkahnya tapi sebuah tarikan di tangan kirinya membuatnya kembali berbalik dan mendapati Jimin yang langsung memeluknya.
"J-Jimin" Kaget Hoseok. Tentu saja dia kaget bagaimana bisa Jimin ada disini padahal dia tidak tau Hoseok akan pergi.
"Maafkan aku hyung dan selamat tinggal. Semoga kau mendapatkan kebahagiaan setiap hembusan nafasmu" ucapnya. Lalu dengan cepat dia melepaskan pelukannya dan berbalik kemudian berlari meninggalkan Hoseok yang masih mematung disaan menatap Jimin yang berlari menghampiri seorang namja lain yang tengah mengakat tangannya memberi salam perpisahan untuknya.
"Ah" Hoseok mengangguk mengerti ternyata Namjoon yang memberitahu Jimin. Hoseok tersenyum tipis setidaknya Jimin masih mau memberinya salam perpisahan setelah apa yang dia lakukan. Hoseok meraih ponselnya yang ada disaku coatnya hanya untuk mengirim pesan pada Jimin yang tadi tidak menunggu Hoseok bicara.
/Yoongi hyung selalu mencintaimu dan akan selalu mencintaimu. jangan menyerah . terakhir maafkan aku ini bukan salahmu tapi salahku. Annyeong/
Hoseok menekan tombol power di ponselnya tapi dengan cepat dia lepas kembali saat satu pesan masuk ke ponselnya. Sebuah pesan audio. Hoseok menekan icon speaker di pesan itu dan suara berat yang serak terdengar.
'Selesaikan project bagianmu. Aku tunggu'
Hoseok terdiam menatap nama pengirim pesan itu 'SwaggerMan". Apa seorang Min Yoongi memaafkannya?.
"Kau tidak ingin membalasnya. Kau tau aku harus menghabiskan 2 jam untuk mengirimimu pesan itu" ucap Yoongi yang sekarang ada dihadapannya. Hoseok tersentak kaget. Sungguh dia kaget karena Yoongi tiba-tiba ada dihadapannya. Wajah Yoongi masih terdapat beberapa luka. Begitupun dengan dirinya.
"Hyung.."
"Apa? Kau kira aku tidak akan mengantar kepergian partner brengsekku?"
"Hyung aku.."
Yoongi langsung memeluk Hoseok lalu menepuk punggungnya pelan.
"Kita lupakan saja semuanya"
Hoseok masih terdiam, dia tidak tau harus berbuat apa atau berkata apa.
"Cepat pergi sana atau kau akan tertinggal pesawat" ucap Yoongi yang langsung mendorong Hoseok menuju pintu masuk.
"Sampai jumpa, jaga dirimu baik-baik. aku tunggu mixtapemu" ucapnya sebelum berbalik pergi setelah memberinya senyuman lebarnya.
Hoseok masih terdiam disana menatap punggung Yoongi yang berjalan menjauh dan hilang dibalik kerumunan orang-orang yang berlalu lalang. Hoseokpun tersenyum lebar dan menghela nafas lega, dia berbalik setelah mematikan ponselnya. Tapi, saat tangannya masuk ke saku coat yang dia pakai ada sesuatu didalamnya yang seingatnya kosong. Dia mengeluarkan benda itu yang ternyata sebuah MP4 hijau muda dengan stiker Singa memenuhi cash belakangnya. Dia ingat itu milik siapa. Tapi kapan benda itu ada di saku coatnya. Apa Yoongi hyung yang memasukannya saat memeluknya tadi. Sebuah pemberitahuan keberangkatan terdengar dan membuat Hoseok mengurungkan niatnya untuk menekan tombol play. Diapun berlari memasuki pintu gateway tanpa menyadari seseorang yang sejak tadi menatapnya dari kejauhan.
"Keputusan bagus Tae" ucap Yoongi yang merangkul bahu Taehyung dan menariknya merapat padanya. Taehyung tersenyum lalu menganggukan kepalanya.
"Hyung, bisakah kau berhenti memeluknya itu membuatku gerah" ujar Jungkook sambil menarik Taehyung ke dekatnya.
"Kiddo"
Jungkook mendelik tidak suka pada Yoongi yang tengah menertawakannya membuat Taehyung menarik pipinya gemas.
"Kau lucu sekali Kookie" ucapnya gemas.
"Kita kembali sekarang" ajak Seokjin yang ada disana juga bersama Namjoon dan Jimin.
Yoongi menatap kearah Jimin yang memilih memandangi lantai bandara. Jungkook menyikut lengan Yoongi pelan membuat yang disikut menoleh. Jungkook memberi isyarat untuk menghampiri Jimin dengan dagunya tapi Yoongi berbalik pergi meninggalkan mereka semua. Jimin menatapnya sedih, ya walaupun Yoongi sudah tidak menghindarinya tapi dia masih belum mau berbicara dengannya. Kenapa Yoongi bisa memaafkan Hoseok dengan mudah tapi tidak dengannya? Itu yang terus terpikirkan oleh Jimin seminggu ini. Tapi, tidak ada jawaban selain Yoongi memang membencinya jauh lebih besar dibanding dengan Hoseok yang terpikirkan oleh Jimin.
"Semua akan baik-baik saja, hanya perlu bersabar" ucap Taehyung sambil merangkul bahu Jimin lalu mengajaknya berjalan bersama yang lain menyusul Yoongi menuju mobil vans Namjoon.
"Sepertinya Yoongi hyung sedang melancarkan kejutannya" ucap namjoon membuat Seokjin menoleh.
"jadi dia melanjutkannya?"
"Kau pikir dia akan benar-benar melupakannya?"
Seokjin tersenyum lalu menghampiri Jimin dan ikut merangkul bahunya.
?
Jimin melihat kertas-kertas berhamburan di ruang tamunya pagi itu saat dia terbangun karena patelepon Taehyung yang menyuruhnya untuk ke rumahnya. Kaget. Tentu saja dia kaget, seingatnya ruang tamu apartemennya ini rapi saat dia pergi tidur semalam tapi kenapa tiba-tiba berantakan seperti ini. Dengan langkah malas dia mulai memunguti kertas kertas itu dalam hati dia merutuk dan menuduh taehyunglah pelakunya karena hanya dia yang keluar masuk dengan bebas di apartemennya. Dia melihat ada sebuah ponsel putih dengan screen yang menampilkan mp3 player dan sebuah lagu tengah dalam mode pause di atas meja, ini milik Taehyungkah? seingatnya Taehyung memang memiliki ponsel berwarna putih tapi ada Stiker singa di belakang cashnya. Karena penasaran dia menekan tombol play dan lagu itu kembali terputar. an Jimin melanjutkan memunguti kertas-kertas itu.
Today the moon shines brighter
on the blank spot in my memories
It swallowed me, this lunatic,
please save me tonight
(Please save me tonight,
please save me tonight)
Within this childish madness
you will save me tonight
I knew that your salvation
Is a part of my life
and the only helping hand that will embrase my pain
The best of me,
you're the only thing I have
Please raise your voice
so that I can laugh again
Play on
Listen to my heartbeat,
it calls you whenever it wants to
Because within this pitch black darkness,
you are shining so brightly
Jimin menghentikan kegiatan memunguti kertas-kertas itu saat mengenal suara si penyanyi. Serak, berat, dan gaya rap seperti orang mabuk. Jimin mengalihkan pandangannya pada kertas ditangannya dan mata sipitnya melebar seiring matanya menatap tulisan tangan khas seorang Min Yoongi disana dengan penggalan lirik yang sebagian tercoret-coret.
"Give me your hand save me save me
I need your love before I fall, fall
Give me your hand save me save me
I need your love before I fall, fall "
Jimin membalikan badannya saat mendengar suara nyanyian Yoongi di belakangnya.
"Hyung!"
Yoongi tersenyum sambil membuka tangannya siap menerima pelukan dari Jimin yang dengan cepat berlari dan menubruk tubuh Yoongi membenamkan wajahnya di leher sang hyung dan memeluk pinggangnya erat takut jilka ini hanya mimpinya saja.
"katakan ini bukan mimpi" ucapnya
"Ini bukan Mimpi" jawab Yoongi
"katakan kalau kau nyata"
"Aku nyata"
"Katakan kalau aku ini lebih tampan darimu"
"Bodoh"
Jimin memberi jarak sedikit dengan mendorong dada Yoongi lalu menarik tengkuk Yoongi dan menyatukan bibirnya dengan bibir tipis sang hyung yang sangat dia rindukan, menyalurkan semua perasaannya dan penyesalannya pada sang hyung.
Memaafkan adalah obat terbaik untuk sakit hati
Memaafkan diri sendiri,
Memaafkan orang lain,
Memaafkan cinta yang telah memberikan warna dalam hidupmu.
Tidak perlu menyalahkan, membenci atau membalas apa yang telah terjadi padamu karena tuhan selalu menyelipkan kebahagiaan dibalik yang menimpamu.
-Cloudyo Arya-
End
Hore akhirnya nyampe end juga fic ini. Aku benar-benar bahagia karena ini ff pertamaku yang tamat yang end yang dengan susah payah aku jalani sendiri ceritanya walaupun idenya punya kang cloudy hheehhe.
ceritanya ga nyambung ya , maaf kalau terlihat terburu-buru. memang terburu-buru sih hhe. aku lagi bikin sekuelnya bukan aku sih tapi Swag JeonJun. dia tiba-tiba menggangguku saat sedang menyelesaikan fic ini dan minta ceritanya dibikin ga jelas biar nanti di jelasin sekuelnya. semoga kalain tidak kecewa. karena aku memang ga bisa membuat fic yang bagus.
Terima kasih untuk kalian semua yang masih mau membaca kelanjutan ff ini, yang mereview ff ini, dan yang memfol/fav ff ini.
1 juta cinta untuk kalian semua.
Kang cloudy udah ngasih ide cerita baru rencana aku garap nanti malam tapi ga tau kapan bisa di postnya semoga kalian masih mau membaca ffku nanti. Ah, aku juga mau minta saran. ide cerita kang cloudy itu ada crack pairnya trus ngemasukin boygroup lain, enaknya boygroup mana yang bagus jadi pendamping cerita bts nanti, terus siapa yang dibikin crack pairnya. Semoga kalian mau memberi masukan untukku. Yang terakhir see you next fic.
Salam L for Lucius
Bbuiiing Bbuuing
