My Life Is Kolor Full

Disclaimer: Character by Masashi Kishimoto.

Rate: T

type: Humor, romance, friendship

Pairing: SasuHina

Summary: Gara-gara kolor aku mengenalmu. Gara-gara kolor aku menjadi dekat denganmu. Dan gara-gara kolorlah kita bertengkar dan saling mencintai.

Inspirasi dari novel berjudul The Kolor Of My Life.

A/N: Mungkin ini adalah fic tergaring dan teraneh bagi kalin. Tapi semoga menghibur. ^^

Chapter 2: OH NO! So Fantastic.

Karena sibuk menyumpah serapahi Neji dan mengalahkannya bak seorang maling ayam yang baru saja beraksi. Akhirnya Hinata pun kena batunya. Mungkin benar kata orang tua jaman dulu yang isinya kurang lebih kayak gini ' huss gak baik ngolokin orang tua nanti bisa kena batunya'.

Tapi faktanya Hinata itu gak kena batu apa lagi batunya Neji. Ngak Hinata cuma dapet hadiah paling mengerikan yaitu bertemu seorang Uchiha Sasuke ketua osis paling aneh sedunia. Setidaknya pendapat itu muncul saat...

* flashback*

"Ku-kurenai...-sensei a-aku mau ke toilet dulu ya saya ke-kebelet buang air kecil" ujar Hinata yang bikin kurenai sweatdrop (bener gak sih tulisannya?) plus masang muka ngeri.

Bukan karena Hinata minta izin ke toilet. Itu udah biasa bagi seorang Kurenai guru paling sabar, taat dan caem se KIHS. Tapi karena wajah kawaii Hinata berubah drastis. Suwer (?). Saat Hinata kebelet BAC itu udah mirip banget sama artis komedian dengan kata-kata khasnya 'prikitew'.

"ya... Silahkan saja tap?!"

"Arigatou sensei" ujarnya seraya ngibrit keluar kelas.

"...pi hati-hati karena ditangga tadi baru aja di pel sama Kaguya-san" tapi sayangnya Hinata udah nyelonong pegi aja.

'Et dah tu bocah udah ngeluyur aja baru juga mau dibilangin dasar murid ka*pip*et entar kalo kepleset rasain lo' batin Kurenai nista.

*At Hinata*

Dengan semangat membara Hinata segera menuju tangga karena kebetulan WC toilet di lantai 2 itu rusak gara-gara di pake berenang (?) sama Chouji murid kelas XI-C. Jadi satu-satunya alternatif nya ialah toilet yang ada di lantai 1. Dan sesampainya di tangga.

"Eits. Tangga... Kau tak bisa membuatku terpleset aku tau kau habis di pel tadi ya kan?" ternyata Hinata masih mendengar wasiat terakhir Kurenai tadi. (Untunglah ~.~)

'Tuh cewek cakep-cakep ternyata sedeng. Jadi ngeri gue. Tapi kalo gak turun gimana caranya gue hadirin rapat osis masa ketua osis telat kan gak kece' batin lelaki dengan gaya rambut bebek kebanggaannya, so he is? Yang jawab Sasuke selamat anda benar anda mendapatkan sa*hempp* ( disumpel reader pake kaos kakinya flying dashmen).

"Okey Sasuke kau hanya perlu jalan hati-hati dan tenang mudah mudahan tu cewek gak bakal ngebunuh gue(?)" gumamnya menyelamat... Eh maksutnya menyemangati dirinya sendiri.

Tuk... ( tangga pertama aman)

Tuk...( kedua juga aman...)

Tuk

Tuk

Tuk ( lha dalah tangga ke 7 sepertinya Hinata kehilangan keseimbangan bung dan goollll)

Hinata sukses jatuh gelinding dari tangga dengan berbekalkan celana Sasuke di tangannya. Tapi tunggu dulu singkirkan dulu otak hentai kalian masing-masing (termasuk saya) karena...(fyuh!) Sasuke masih menggunakan kolor (kolor lho ya inget spesifikasi kita di chap kemaren) nya yang berwarna ungu bercorak lope-lope berwarna pink.

"Aduh..." erang Hinata seraya memegangi kepalanya yang lumayan sakit.

"HWAAAA... a-ap-apa i-i-ini... C-c..celana...?" ujarnya panik seraya melihat barang bekal bawaan nya tadi sekaligus barang bukti TKP.

Dengan hati penuh kengerian Hinata menoleh perlahan ke belakang dan... Munculah penampakkan horor yang lebih mengerikan hari hantu lawang sewu, kereta api manggarai, terowongan kasablangka, jeruk purut, Hiashi ngelahirin(?) ataupun hantu hantu lainnya dan pastinya ini sangatlah horor bagi seorang gadis dari klan Hyuuga.

"E-hehehehe gomen senpai ini celanamu" ujarnya dengan tampang innocent.

"..."

"Senpai kau baik baik?" ujarnya panik melihat Sasuke hanya bisa memegangi dadanya persis orang yang sedang asma.

"OMG! OMG! OMAY MAY! T-TOLONG! TOLLOONG... SASUKE-SENPAI KENA SERANGAN JANTUNG! TOLONG! TOLONG!" teriaknya meminta bantuan dan mengabaikkan fakta bahwa ialah penyebab tragedi kolor tersebut.

Alhasil seluruh warga sekolah KIHS pun segera

bergotong royong, bahu membahu membantu Sasuke untuk sebuah fakkta bahwa Sasuke hanya menggunakkan kolornya. Namun saking shock nya Sasuke tak bergeming, satu satunya hal yang bisa ia lakukan hanya memegang dadanya yang terasa sesak dengan mata melotot.

"Sasuke sadarlah, sasuke." ujar Tsunade sambil mencium cium pipi (cieeeee...mencari kesempitan dalam kesempatan cieee...) Sasuke berharap sang korban akan segera sadar. Dan dihadiahi deathglare dari para fansgirl Sasuke.

'Lumayan bisa nyium Sasuke hehehe' batin Tsunade.

"HWAA... SENPAI JANGAN MATI DULU..." ujar para fansgirl Sasuke sedih. Dan air mata berlinangan (Ohhh...).

"TEME... SADARLAH TEME AKU INI SAHABATMU UZUMAKI NARUTO... INI GAARA... INI SAI... IN?!"

'pletak' pukulan tenaga luar pun mendarat dengan indahnya di kepala kuning miliknya.

"Naruto no baka dia itu tidak amnesia" ujar Sakura dengan geram melihat kebodohan kekasih sehidup iya semati enggaknya itu.

"Awhh... Sakit bep"

" Salahmu sendiri bodoh" sahut Sakura judes.

"MINGGIR BIAR AKU SAJA YANG MENGEMBALIKAN SEMANGAT MASA MUDANYA" ujar guru dengan gaya rambut bob kebanggaan nya (pasti udah pada tau).

"Guy apa kau yakin?" tanya Tsunade ragu.

"Serahkan saja padaku Tsunade-sama" jawabnya dengan penuh percaya diri.

.

.

.

.

.

Tbc.

.

.

~SEE YOU IN THE LAST CHAP~

Madiun, 3/5/16

(Nall)