Disclaimer: Character by Masashi Kishimoto.

Rate: T

type : Humor, romance, friendship

Pairing: SasuHina

Summary: Gara-gara kolor aku mengenalmu. Gara-gara kolor aku menjadi dekat denganmu. Dan gara-gara kolorlah kita bertengkar dan saling mencintai.

Chapter 3: OMG!

Perlahan kedua mata sang korban mulai terbuka. Menampakkan sepasang mata berwarna hitam plus tampang polos bak seorang anak kecil yang baru saja terbangun dari tidurnya.

"Wah teme selamat ya kau sudah sadar. Tidak sia sia ternyata Guy sensei menciummu" ujar si durian kuning dengan lancarnya tanpa beban dosa sedikit pun.

"APA!?" Satu persatu ia tatap semua orang yang ada disana. Namun nihil. Orang-orang hanya menatapnya seakan akan mengatakan 'Kami hanya melihat. Suwer'

OH NO! Demi kolor ajaib. SEKARANG DIRINYA SUDAH TIDAK SUCI LAGI!

"Ekhm... Karena Uchiha Sasuke sudah sadar. Semuanya bisa kembali ke kelasnya masing-masing" suruh Tsunade. Dan praktis semua murid pun mulai mengundurkan diri satu persatu.

Dengan langkah santai sang gadis indigo itu pun mulai membalikkan badan. Berniat untuk kembali ke kelas dan menyambung hari dengan berbagai tetek bengek mata pelajaran yang banyaknya gak ketulungan.

Tangan kekar menahan pergelangan tangan kanannya. Membuat langkahnya mau tidak mau terhenti sudah. Masih terdiam di posisi gadis itu perlahan menoleh perlahan kebelakang. Dan binggo! Sepasang manik kelam menatapnya nyalang membuat nyalinya menciut.

"Kau harus bertanggung jawab Hyuuga" air liur terlihat jelas di sudut bibir pemuda bebek itu. Salahkan saja ingatannya akan dirinya yang berciuman dengan si indigo ini muncul kembali. Membuatnya mau tidak mau ingin merasakan bagaimana rasanya mencium bibir ranum sang gadis indigo ini.

"A..." oh bagus bahkan disaat saat seperti ini otaknya menjadi sangat tumpul untuk sekedar mencari alasan untuk kabur.

Gadis indigo itu makin terdesak tatkala sepasang lengan kokoh itu sengaja menjajah kedua lengannya dengan amat kuat.

Lima senti...

Tiga senti...

Perlahan dengan gerakan bak dalam sinetron Sasuke mulai mendekatkan bibirnya dengan sang gadis sampai...

'Cup...'

'Bugh...'

'Bugh...' hajaran maut yang membabi buta langsung ia dapatkan setelah berhasil melancarkan aksinya.

"Beraninya kau menciumnya" iris lavender sang pemuda Hyuuga itu menatap tajam si pemuda bebek.

"Neji nii..." Di pemuda itu lantas menarik sang adik untuk menjauh meninggalkan sang pemuda bebek yang tengah terkulai lemas tak berdaya. Namun samar samar sebuah senyum tipis terlihat menghiasi wajahnya.

"Kau harus bertanggung jawab atas semua ini Hyuuga Hinata"

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

END

A/n: Maaf bagi yang gak suka dengan ending nya. tapi mungkin saya bakal buat fic lagi yang merupakan kelanjutannya. Dan karena sebentar lagi bulan ramadhan saya sekalian mau minta maaf kalo saya punya salah. Terima kasih juga atas Repiuw nya. *A* Dan akhir kata saya ucapkan terimakasih. Jaaaaa! ^.^¥