"Keiko! Berhati-hatilah, jangan ke pinggir! Nanti kau jatuh," suara keibuan itu berdengung di telinga bocah kecil bernama Keiko. Ia segera berjalan dengan kaki-kaki kecilnya untuk menghampiri Ibu dan Ayahnya.

"Kaa-chan, Tou-chan, aku senang di sini. Buatkan di rumah ya!" ujar anak itu ceria. Pipinya yang merah itu terlihat semakin merona karena kebahagiaannya.

"Ya, Keiko-chan, Tou-chan akan buatkan satu untukmu," kata pria berambut panjang―yang merupakan Ayah dari Keiko―sambil mengusap lembut pipi anak berusia tiga tahun itu. Betapa bahagianya laki-laki itu. Duduk di antara istri dan anak yang sama-sama berharganya. "Sudah sana kau main lagi, tetapi hati-hati jangan sampai ke pinggir. Tou-chan dan Kaa-chan ingin berbincang-bincang sebentar," lanjut pria itu sambil tersenyum lembut.

"Hai. Tou-chan dan Kaa-chan pacaran ya?" tanya Keiko sambil terkikik. Berikutnya ia berlari menjauhi kedua orangtuanya yang tengah duduk berdampingan sambil menggenggam tangan satu sama lain.

"Aku tak menyangka kita akan berakhir bahagia seperti ini, Suke," kata perempuan itu sambil memeluk tangan suaminya dan bersandar di pundaknya dengan mesra. Ia mengangkat tangan kanannya yang sudah berhiaskan cincin emas putih dengan permata Aquamarine―yang sangat kecil―yang menghiasinya.

"Aku benar-benar laki-laki paling bahagia di dunia ini. Memilikimu, Hime, dan juga Keiko. Akan aku lakukan apapun jika sampai terjadi sesuatu terhadap kalian," timpal laki-laki bernama Sasuke itu sambil mengecup lembut puncak kepala istrinya, Hinata.

Keluarga bahagia itu tengah menghabiskan waktu di atap Konoha gakuen yang dulu sempat menjadi tempat menimba ilmu bagi Hinata dan Sasuke. Langit senja yang mulai temaram menambah kehangatan di antara mereka. Semburat jingga yang bercampur dengan warna merah membuat hati mereka bertiga berdesir.

Sasuke mengangkat pelan kepala Hinata, memalingkannya ke arah wajahnya, dan mulai mengecup lembut bibir Hinata dalam waktu yang cukup lama. Hinata memejamkan mata, merasakan sensasi luar biasa yang ditimbulkan Sasuke untuk sekujur tubuhnya.

"Kau tahu Hime, betapa aku mencintaimu," ucap Sasuke lembut pada istrinya sambil menyandarkan kepala istrinya kembali di pundaknya.

Hinata mengangguk sekilas. Dilihatnya anaknya yang berambut sama dengannya tengah berlari-larian di seputar atap sekolah yang cukup luas untuk dirinya. Wanita berambut indigo itu menatap mata hitam anaknya yang bersinar bahagia. Kaki-kaki kecilnya melangkah tanpa beban dengan gerakkan lepas. Ia tampak seperti burung. Bebas.

'Aku berjanji akan selalu menyayangimu, Keiko.' bisik Hinata dalam hatinya ketika kenangan beberapa tahun yang lalu mulai menyerbu otaknya, membuatnya merasa sangat berharga.

Sesuatu yang berat diemban itu adalah sesuatu yang manis di kenang.


AAAAA DEEESSS! AKHIRNYA KELAR JUGA NIH FF! TRIMAKASIH, KAMI-SAMA! T^T
Makasih juga buat yang udah setia membaca dan men-support aku dengan reviews positif dari kalian.. makasiiiiihhh bangeett T^T
Yah, emang sih dari awal sampe akhir alur cerita ini amatlah sangat berantakan. Maklumin yah, aku masih pemula dan belom lebih hebat dari kakak-kakak lainnya /
Tapi, aku bakalan belajar lebih-lebiiiiihhhh lagii supaya cerita ku makin buaaaggoooooss.

Special Thanks To:

-RisufuyaYUI

-Dewi Natalia

-Sugar Princess71

-biancav312

-Diane Ungu

-Lily Purple Lily

.16718979

DAN LAIN-LAIN yang sudah membaca dan mereview ceritaku dengan baik :') Tanpa review dari kalian semua, cerita ini bakalan diskontinu sampe akhir jaman akibat tidak adanya semangat.

SEKALI LAGI, DOUMO ARIGATOU GOZAIMASU!