Disclaimer : Masashi Kishimoto

Genre : Romance, Hurt/Comfort, Friendship.

Warning : AU, OOC, typo(s), multichapter.. dan masih banyak lagi,

Sumary : Ch. 2/SakuSasuIno/ Berkorban, semua butuh pengorbanan. Jangan mengeluh tuk berkorban, karena itu pun untukmu juga. Kisah yang membingungkan membuat semua pihak sakit hati, mendorong salah seorang pihak untuk mengakhirinya..

SACRIFICE

Sakura POV

Ugh, kenapa, sih, rasanya mendekati Sasuke-kun itu seperti berbicara pada batu? Kukira dia pemuda yang baik, ramah, dan juga sopan. Tapi ternyata apa? Bicara jarang, ekspresi selalu datar, dan bahkan dia sama sekali tidak peduli denganku!

Haahhh... aku sudah kehabisan akal untuk mendekatinya sekarang.. Baru tiga hari sejak pasca aku menemaninya berkeliling KIHS (Konoha International High School), tapi aku sudah buntu ide.

End Sakura POV

Suara riuh terdengar di KIHS, tentu saja sangat ribut ini kan jam istirahat. Para murid kebanyakan mendekam di kantin untuk mengisi perut yang keroncongan atau makan bento bersama teman di taman sekolah atau di kelas.

Sakura, Ino, dan Matsuri menempati meja di pojok ruangan karena itu adalah satu-satunya meja yang tersisa saat mereka tiba di kantin. Sejak tadi mereka menyelesaikan makanan pesanan mereka, Sakura terlihat begitu lemas sangat tidak bersemangat. Sesekali juga terdengar helaan nafas putus asa dari mulutnya.

"Hei, Jidat! Kau kenapa? Kau tampak lesu dan terlihat sedang ada masalah. Cerita dong..." kata Ino menanyakan ada apa dengan Sakura dan membujuknya untuk menceritakan apa yang membebaninya.

"Ino-senpai benar! Jika Sakura-senpai punya masalah, cerita saja pada kami. Dengan senang hati akan kami dengarkan." celetuk Matsuri membenarkan ucapan Ino tadi.

Tapi sepertinya Sakura tidak berniat untuk menceritakan hal yang mengganjal hatinya. Sakura hanya membalas niat baik dua sahabatnya itu dengan senyum simpul, tanda dia sedang tidak ingin membicarankannya.

"Hahh.. terserah kau sajalah jidat, aku malas mengurusi kepalamu yang sekeras batu itu!" ujar Ino menyerah terhadap kekeras kepalaan sahabat pink-nya itu. Sedangkan Matsuri hanya menatap bosan senpai blondenya itu.

"Aku kembali kekelas, ya, Ino-senpai, Sakura-senpai. Aku ingin membicarakan tentang tugas kelompok dari Iruka-sensei dengan anggota kelompokku yang lain, jaa." Matsuri pun pamit pada Ino dan Sakura. Matsuri adalah sahabat Sakura dan Ino sejak Sakura dan Ino kelas XI. Saat ini Matsuri kelas XI, jadi Matsuri adalah adik kelas Sakura dan Ino.

"Jaa.." balas Ino kepada Matsuri agak keras, mengingat Matsuri sudah keburu pergi sebelum Ino merespon kata-katanya tadi.

"Saki, kita juga kekelas, yuk!"

"Hm? Baiklah."

.

.

Lingkungan KIHS sudah agak renggang karena sebagian besar murid sudah pulang. Tapi masih ada murid yang masih tinggal untuk mengurus masalah klub ataupun alasan yang lain.

Sakura masih sibuk berkutat dengan komputer di lab. komputer untuk menyelesaikan naskah untuk dibagikan ke anggota klub sepak bola, dikarenakan Sakura adalah salah satu penanggung jawab klub sepak bola dengan dua temannya yang lain, yaitu Tenten dan Sasame. Mereka bertigalahyang mempertanggung jawabkan klub sepak bola seperti guru pembina yang membina anak-anak klubnya. Sedangkan pelatih klub sepak bola adalah Guy-sensei.

Ketuanya adalah Sakura dan Tenten bersama Sasamelah yang membantu Sakura. Mereka bertiga juga yang mengatur jadwal klub sepak bola dan yang mempromosikannya dengan adik kelas dibantu anggota klub.

Naskah yang Sakura kerjakan sendiri berisi pengumuman tentang klub sepak bola untuk diberitahukan kepada adik kelas, berhubung tahun pembelajaran baru dimulai tiga minggu yang lalu. Jadi para murid baru junior belum mengikuti klub apapun.

Saat sedang sibuk mengetik, seseorang menepuk pelan bahu Sakura. Sakura tentu saja kaget karna tiba-tiba ada yang menepuk bahunya. Sakura pun mengalihkan perhatiannya dari layar komputer ke orang yang menepuk bahunya, rupanya itu Sasuke.

"Sasuke, ada apa? Kukira hanya aku dan teman lain sesama pengurus klub yang belum pulang." tanya Sakura kepada Sasuke, jelas Sakura heran. Untuk apa Sasuke masih ada di sekolah jam segini? Kebanyakan murid yang belum pulang kan para pengurus klub, sedang Sasuke sendiri sepertinya belum memutuskan mengikuti klub apa.

"Hn, kau ketua klub sepak bola? Aku mendaftarkan diri di klubmu. Hanya klub ini yang membuatku tertarik. Jurnal membosankan, kalau di Teater aku tidak suka akcting, aku juga tidak tertarik dengan klub Sains dan komputer." Sasuke menarik nafas karna dia kehabisan nafas setelah mengucapkan kalimat panjang tadi, sepertinya kalimat di atas merupakan kalimat terpanjang Sasuke. Sebenarnya klub di KIHS tidak hanya sepak bola, jurnal, teater, Sains dan komputer, masih ada klub musik, basket, melukis/menggambar, etc.

Sakura yang mendengar permintaan Sasuke dengan hati riang memberikan kertas pendaftaran kepadanya. Pasalnya jika Sasuke mengikuti klub sepak bola, Sakura bisa bertambah mudah untuk mengakrabkan dirinya dengan Sasuke. Sakura tidak harus susah-susah mencari topik jika ingin berbicara dengan Sasuke, 'bicarakan saja tentang sepak bola' kata Sakura dalam hati.

Setelah menerima kertas pendaftaran klub dari Sakura, Sasuke dengan cekatan langsung mengisinya dan memberikannya pada Sakura setelah selesai.

"Arigatou Sasuke, klub sepak bola biasanya diadakan setiap hari Kamis pukul tiga sampai lima sore. Minggu ini klub belum dimulai, baru akan dimulai minggu depan karena murid kelas X baru akan menentukan klub pilihannya tiga hari lagi." jelas Sakura memberitahu Sasuke, yang mungkin belum diketahui pemuda raven itu.

"Ah, satu lagi! Aku minta ukuran bajumu karna kau belum memiliki baju klub. Mungkin akan jadi minggu depan hari Selasa jika hari ini di pesan." setiap klub memang memiliki seragam klub masing-masing.

Klub sepak bola menggunakan kaos berkerah berwarna abu-abu dan warna putih untuk bagian kerah dan tiga kancing di atas. Di bagian dada kanan terdapat lambang KIHS (pikiran aja lambang hitai ate Konoha) dan di bagian punggung tertulis nama masing-masing. Bawahannya mengenakan celana pendek di atas lutut berwarna putih gading.

"Hn, ukuranku M." ujar Sasuke memberitahu Sakura ukuran bajunya dan Sakura mengangguk tanda mengerti. Sasuke pun melangkah keluar kelas dengan dua tangan dimasukkan saku celana berniat pulang.

Sakura yang pekerjaannya sudah selesai juga mengekor di belakang Sasuke selang lima menit keluarnya Sasuke dari kelas. Sakura berniat mampir ke toko baju sebentar untuk memesankan Sasuke baju klub yang akan diambil hari Selasa depan.

Keluar dari pintu utama KIHS, Sakura melangkahkan kakinya menuju tempat parkir motor. Sakura memang berangkat dan pulang ke sekolah naik motor atas permintaannya sendiri kepada orang tuanya.

.

.

Suasana pagi ini begitu cerah, matahari bersinar sangat bersemangat layaknya seorang pemuda yang pernyataan cintanya diterima sang pujaan hati. Dengan sama riangnya Sakura melangkahkan kaki jenjangnya di koridor kelas X yang sepi, dikarenakan bel tanda dimulai pembelajaran sudah berbunyi sepuluh menit yang lalu.

Sakura tidak mengikuti pelajaran seperti murid yang lain saat ini karena harus mengumumkan tentang klubnya kepada murid kelas X, jadilah dia disini akan mengumumkan ke kelas XE satu-satunya kelas yang belum dimasukinya.

Tokk..Tokk..

Sakura mengetuk pintu kelas XE terlebih dahulu sebelum masuk. Kemudian membuka pintu dan memasuki kelas itu setelah mendengar suruhan masuk dari dalam.

"Summimasen mengganggu Anko-sensei, saya ingin mengumumkan perihal klub sepak bola, barang kali ada murid kelas XE ada yang berniat." ucap Sakura dengan sopan kepada Anko sambil membungkuk dan memberitahu apa yang membuatnya mengganggu kelas fisika Anko.

"Sou ka? Silahkan kalau begitu, Haruno!" Anko pun mengijinkan Sakura mengumumkan apa yang ingin disampaikannya kepada seluruh kelas XE.

"Saya Haruno Sakura, ketua dari klubsepak bola KIHS ingin memberitahukan mengenai klub sepak bola kepada adik-adik. Bagi adik-adik yang tertarik dengan klub sepak bola bisa datang saat pelatihan sepak bola setiap hari Kamis pukul tiga sore yang akan selesai pukul lima sore. Klub ini berlaku bagi siswa maupun siswi. Siswa akan dilatih oleh Guy-sensei supaya bisa bermain sepak bola dengan baik dan siswi akan dibina supaya bisa mengatur strategi bermain maupun memimpin dan menjadi pengurus klub kelak saat kelas XII. Yang akan membina para siswi adalah saya sendiri bersama rekan saya Tenten dari kelas XIIC dan Sasame Fuuma dari kelas XIID. Sebelumnya dimohon bagi yang berniat untuk mengisi kertas pendaftaran yang bisa diambil dan dikumpulkan di Sasame Fuuma paling lambat Senin besok.

Atas perhatian dan minat adik-adik, saya ketua klub sepak bola mengucapkan terima kasih." pengumumanSakura pun diikuti dengan anggukan beberapa murid tanda mengerti dan tatapan antusias beberapa siswa laki-laki yang sepertinya tertarik.

"Hontou ni arigatou atas waktunya Anko-sensei. Saya permisi dulu." ujar Sakura berterima kasih pada Anko atas waktu yang ia berikan pada Sakura dan kemudian permisi karna Sakura juga harus segera kembali ke kelasnya untuk mengikuti pelajaran pertama.

.

.

"PIG! Kau tahu? Sasuke mengikuti klub sepak bola!" dengan keras dan semangat yang menggebu-gebu, Sakura memberitahu Ino tentang Sasuke yang mengikuti klub sepak bola, tidak hanya Ino yang diberitahu melainkan Matsuri juga.

"Nani? Jidat, ini kesempatan yang bagus untukmu!" tak kalah riang dan semangat Ino membalas pernyataan Sakura tadi yang diikuti anggukan antusias Matsuri.

Matsuri sudah tahu jika Sakura menyukai Sasuke dari Ino malam tadi lewat e-mail, jadi Matsuri tidak kebingungan jika Sakura sangat semangat jika membicarakan Sasuke.

Saat ini ketiga insan ber-gender perempuan tadi sedang berjalan menuju halte bus yang ada di persimpangan jalan dekat sekolah mereka. Tujuan ketiganya adalah mall, mereka ingin melepas penat karena sekolah sejenak dengan bersenang-senang dengan sahabat.

"Ya, ya, ya. Aku tahu itu dan aku akan berusaha untuk mencairan pangeran es itu."

Dan karena tidak ingin dicap sebagai sahabat yang buruk, Matsuri dan Ino memberikan semangat dan dorongan kepada Sakura. Jika sang sahabat senang, maka mereka berdua pun akan ikut senang pula.

"Ganbatte ne, Sakura-senpai!"

"Banzai na, Forehead! Semoga Kami-sama memberimu kesabaran!"

"Arigatou, kalian benar-benar sahabat terbaikku." Senyum tulus terpatri indah di wajah cantik Sakura, tentu saja Sakura bersyukur memiliki sahabat yang baik seperti Ino dan Matsuri. Ino menanggapinya dengan senyuman lebar, sedangkan Matsuri mengangguk dengan semburat merah tipis di pipinya.

Persahabatan yang tulus memang tak bisa dibeli dengan materi. Butuh ketulusan hati untuk mendapatkannya, kepercayaan pun dibutuhkan. Merekalah yang akan disisimu selalu dan menjadi pegangan saat dibutuhkan, merekalah.. sahabatmu.

Sakura, Ino, dan Matsuri menikmati sisa hari itu dengan canda tawa sebagai melodi dan kehangatan sebagai pelengkap suasana. Mereka tak peduli jika orang-orang sekitar melihat mereka dengan tatapan terganggu dikarenakan tawa terbahak mereka. Tapi mereka tak peduli, anggap saja angin lewat maka semua selesai.

'Nikmatilah selagi bisa, free your soul!' itulah moto yang menjadi alasan mereka terikat dalam benang takdir dan hubungan persahabatan.

.

.

TBC

Chap. 2 update! Hontou ni gomenasai untuk yang chap.1. Fic ini asli milik Yue, tapi awal membuat menggunakan chara'nya Yue sendiri. Jika masih ada nama yang belum Yue ganti, Yue mohon maaf. Yue memang sangat ceroboh disaat-saat tertentu, jadi gomen ne.

Untuk fic 'Sacrifice', mungkin Yue akan update 1-2 minggu sekali. Tidak seperti fic 'Which One Will I Choose' yang Yue usahakan update kilat. Yue lebih mementingkan fic WOWIC dari pada fic ini, karena sepertinya reader lebih tertarik dengan fic WOWIC.

Untuk yang tidak punya akun, author akan balas reviewnya disini.

Zefa : ne, arigatou reviewnya. Konflik akan mucul masih agak lama, sabar, yaa.. Ditunggu reviewnya, ne.

Arin : ya, ya, aku tahu. (reader jangan salah paham, ya. Arin ini temen sekolahku, jadi mohon dimaklumi jika Yue 'sedikit' tidak sopan sama dia)

Special thanks untuk Jian Jiun, arigatou untuk masukan-masukannya, itu sangat membantu.

Special thanks juga untuk silent reader.

Oke, minna auhtor minta reviewnya, yaa.. ;)