Gay High School

Main Cast : Oh Sehun, Kim Jongin

Pair : KaiHun, KrisHun, etc. [SEME x HUN]

Other : SM Member

Rate : T

Disc : I just owner of my story, SMTown – EXO and another characters belong to God and their family.

Genre : School Life, Romance, Drama

Warning : Typo(s), EYD, AU, Out Of Character, Freak, Yaoi bxb!

.

Jongshixun - Young Soo Present

.

Sungguh ini diluar dugaan nya, ia sepertnya punya firasat buruk dengan teman sekamarnya dan sekolah baru nya.

"Ka-kalian Gay? Menjijikan!"

.

Chapter 2!

.

Ketua Asrama O, Huang Zitao. Atau biasa dipanggil Zitao sedang melakukan latihan wushu untuk lomba minggu depan yang diadakan se Korea Selatan, Zitao merupakan siswa yang masuk ke semi final dari Genie High School. Selama ia di Korea, hanya kali ini ia lolos semi final, dan itupun membuatnya senang karena di China ia tidak pernah lolos semi final.

Zitao merupakan siswa pintar di bidang bela diri wushu di Genie High School . Ia terkenal dengan wajah yang preman, membuat para uke takut melihat tatapan nya, apalagi kantong mata yang tampak menghitam itu. Tapi jangan salah, walupun ditakuti banyak uke, ia siswa baik dan teladan dan banyak juga para uke jatuh hati dengan Zitao. Salah satu sifat memalukan Zitao adalah ia merupakan siswa penakut apalagi dengan hal-hal yang berbau mistis.

Zitao ia tengah menggerakan nunchuckynya dengan gerakan cepat, tanpa sadar seorang pemuda memperhatikannya dari belakang dengan tatapan kagum. Tiba-tiba saja nunchuckynya terlepas dari gengaman nya dan reflek ia berteriak seperti perempuan dan juga sukses mengenai jidat pemuda yang berada dibelakang Zitao.

"Aduhh" rintih pria itu sambil memegangi jidat nya yang berdenyut, sedangkan Zitao hanya menatap khawatir kepada pemuda itu sambil melotot terkejut.

Zitao tambah khawatir ternyata jidat pria itu mengeluarkan darah. "H-hei! Jidat mu berdarah!" ujar nya dengan terbata, dengan cepat ia menghampiri pemuda tersebut. Si pemuda masih saja merintih dan meraba-raba jidatnya, dengan cekatan Zitao mengambil sapu tangan di kantong baju yang tengah ia pakai, lalu ia menghapus darah yang mengalir di dahi pemuda itu.

"Ayo, aku bawa kau ke ruang kesehatan!"

"Tidak, tidak apa-apa. Terima kasih" Cegah pemuda itu yang juga merasa bersalah yang telah membuat pemuda seperti preman ini khawatir. "Besok sembuh kok" lanjut pemuda itu dengan senyuman nya yang manis, ketahuilah bahwa pemuda ini sebenarnya takut dengan si preman di depan nya saat ini.

"Seperti nya aku harus pergi ke asrama, maaf telah mengaggu latihan mu" Sebelum pemuda itu hendak berlari, Zitao langsung menahan lengan si pemuda dengan tatapan intens."Kau siswa baru ya?"

"e-eh? I-iyaa, aku siswa baru.Oh Sehun Imnida dari Asrama X" Ujar pemuda itu takut.

" Zitao Imnida. Ngomong-ngomong aku ketua Asrama O" Zitao menyunggingkan senyum nya, dalam hati ia mengumpat yang tidak-tidak 'Brengsek! Kenapa Asrama X? Beruntung sekali si Hitam itu!'. Zitao menatap aneh kearah Sehun, pasalnya Sehun seperti melihat hantu.

"Kenapa wajah mu seperti melihat hantu saja?"

"Tidak, hanya saja mata mu seperti tidak tidur berhari-hari. Apakah kau sering tidur larut ya? Atau kau sering mengalami Insomnia?" Tanya Sehun dengan menujuk-nunjuk mata nya sendiri.

"Ini memang dari lahir. Kenapa? Apa aku terlihat keren jika mempunyai kantong mata seperti ini?" Ujar Zitao dengan percaya diri sambil menaik turunkan alis nya, sedangkan Sehun hanya menatap Zitao datar. "yaya, kau terlalu percaya diri Zitao"

Keheningan mulai melingkup keduanya, sampai Zitao bersuara. "Kenapa kau kemari?". Sehun hanya bisa gelaggapan, ia tertangkap basah mengamati Zitao tadi "A-anu.. tadi aku lari dari Asrama, jadinya sampai disini" jawab Sehun sambil menggaruk lehernya tidak gatal.

Zitao mengangkat alis nya heran. "Kenapa? Ada sesuatu yang terjadi?". Sesudah Zitao mengucapkan kalimat tersebut, mimik wajah Sehun berubah menjadi marah. "Kau tau? Teman asrama ku melakukan tindakan menjijikan dengan Ketua Asrama E. Ah bukan, dia bukan teman ku. Mereka Gay!" ujar Sehun mengebu-ngebu.

Zitao tampak menahan tawa nya , anak ini bodoh atau apa? Batin Zitao, tetapi ia dengan sekuat tenaga menahan tawanya. Zitao tau siswa baru pasti akan selalu mengatakan 'siswa disini ada yang Gay', ia dengan sengaja menutup mulut terlebih dahulu jika ada siswa yang mengatakan hal-hal yang beerbau gay.

Sehun kesal setengah mati, ia sudah menjelaskan kenapa ia sampai ke ruangan ini yang akhirnya ia diacuhkan oleh pemuda Zitao ini. Dengan kesal, Sehun berjalan ke luar ruangan tanpa di sadari Zitao. "Dasar! Ketua macam apa itu!"

.

Karena anak baru yang di ketahui namanya lengkapnya Oh Sehun, membuat dua anak adam yaitu Kris dan Luhan tidak jadi melakukan permainan panas di kamar Asrama Kris. Perkataan anak baru itu tergiang-giang di kepala Luhan seperti radio rusak. Sedangkan Kris hanya menahan malu dengan anak baru tadi, demi tuhan selama ini ia bermain, baru kali ini ia tertangkap basah.

"Kris, kau lihat! Wajahnya wajahnya!" Luhan berucap dengan mata berbinar dan..dan—Ah! Kris sangat jijik dengan wajah Luhan saat ini. "Yayaya, aku melihatnya tuan Lu." Ujar Kris malas lalu berdiri dan berjalan ke arah kulkas dan mengambil minuman kaleng dan melemparkan nya kepada Luhan.

"Astaga dia imutt! Kris aku bersumpah telah mencamkan anak itu menjadi selingkuhanku"

"Kau benar-benar playboy Lu, hubungan kau dengan Miseok masih berjalan bahkan tadi malam kalian tengah bermain. Tolong kau hargai sikap Minseok" Kris menasehati Luhan yang sekarang pura-pura menguap. "Kau jangan pernah menasehati ku Kris, urus saja dirimu sendiri"

Arghh! Mati sajalah kau Tuan Lu!

.

Setelah Sehun keluar dari ruangan latihan wushu, Sehun berjalan yang sedari tadi memegang jidat nya pelan-pelan, benda yang dimainkan Zitao tadi itu berbahan besi ngomong-ngomong, mungkin saja besok jidat Sehun memar. Hari pertama saja sudah mendapatkan hal yang aneh-aneh. Sehun jadi teringat apa yang terjadi di kamar asrama nya tadi, apa guru disini tidak tahu sikap menyimpang anak didik nya? Sehun hanya mengidikan bahu nya acuh.

Kaki nya kini membawa Sehun ke taman yang terdapat air pancuran yang dihiasi pahatan lambang sekolah Genie, Sehun duduk di pinggir-pinggir pancuran sambil memainkan air menggunakan tangan nya. Ia mengedarkan pandangan sekitar, hanya ada beberapa siswa yang berlalu lalang dan itupun hanya beberapa. Matanya menangkap pemuda tinggi dengan rambut hitam legamnya yang kini berjalan menuju ke arah Sehun.

"Hai Sehun" Sapanya dengan seyum yang menampakkan deretan gigi yang rapi dan melambaikan tangan nya pelan. "Annyeonghaseyo" balas Sehun sopan, pasalnya Sehun belum mengenal orang yang berada di hadapan nya kini. "Maaf, Anyeonghaseyo Park Chanyeol" Sehun ulang menyapa pemuda itu sambil membaca name tag di dada sebelah kiri blazer.

Pemuda itu menggaruk tengkuknya malu-malu, lalu mengulurkan tangan nya "Kita belum berkenalan dengan resmi. Aku Park Chanyeol dari asrama X, kita satu asrama Sehun" ucap Chanyeol. Sehun tersenyum simpul lalu membalas uluran tangan Chanyeol "Aku Oh Sehun, siswa pindahan dari SOPA. Iya kita satu gedung asrama. Sepertinya kau lebih tua dari ku, jadi aku panggil Hyung ya"

Chanyeol menahan senyumnya di depan Sehun. Astagah! wajahnya benar-benar imut jika dilihat dari dekat seperti ini! Astagaa sebentar lagi aku terkena serangan jantung! Kira-kira itu kata-kata dibenak nya saat ini. Chanyeol duduk di samping Sehun sambil mengeluarkan permen tangkai dari saku blazer nya.

"Mau?" tawar Chanyeol sambil menyodorkan permen ChupaChup rasa Cola kepada Sehun. Dengan mata berbinar, Sehun mau tidak mau mengambil permen yang di tawar Chanyeol, tetapi wajanya merengut kesal. "Terima kasih, tapi... Aku tidak suka rasa Cola, aku suka rasa Strawberry"

"Yah..tapi aku hanya punya yang Cola, aku tidak suka strawberry." Ujar Chanyeol dengan wajah murung. Sehun menolak permen nya. Permen saja di tolak, apalagi perasaan Chanyeol yang suka sama Sehun sejak pertama berjumpa? Chanyeol bertambah murung ketika Sehun berkata—

"Yasudah. Ini aku kembalikan, maaf ya Hyung" tuh kan ditolak Sehun permen nya. Sehun mengembalikan permen nya ke tangan Chanyeol. Chanyeol menaruh kembali permen nya ke tangan Sehun "Terima saja Sehun, yang ini tidak boleh ditolak. Itu permen kesukaankku, dan dengan sengaja aku simpan untuk mu. Aku tidak menerima penolakkan. Jangan dibuang ya walaupun kau tak sukaa. Yasudah aku pergi dulu"

Dan mata Chanyeol berhenti di satu titik di kepala Sehun yang tertutup poni yang mulai memanjang—jidat, dan itupun menghentikan Chanyeol yang katanya ingin segera pergi. Jari-jari Chanyeol mulai menggeser poni Sehun.

"Aigoo, dahi mu memar. Kenapa bisa?" Chanyeol meringis sendiri melihatnya dan mengambil plaster yang selalu ia bawa kemana-mana, ia itu kan pemain basket jadi jaga-jaga untuk ada yang luka, ia sering membawa nya. Diam-diam Chanyeol mencium plesternya tanpa sepengetahuan Sehun dan dengan telaten ia menempelkan plaster bening itu ke jidat Sehun.

"Ini kena alat wushu Zitao, ketua Asrama O. Ia tidak sengaja melepas alat itu dari tangan nya dan terlempar lalu mengenai dahi ku."

Ahh Zitao si muka preman tapi nyalinya ciut kalau udah parno? "Ahh Zitao si anak di bela diri wushu. Well, kalau begitu aku duluan ya Sehun. Aku ada sedikit urusan dengan Osis."

Chanyeol berjalan cepat ke gedung sekolahnya, berjalan secepat jantungnya yang berdetak tak karauan. Betapa senangnya ia bisa berbicara dengan pujaan hati dan merasa sedih ketika Sehun menolak permennya. 'Ayolah Chanyeol, ini baru permulaan' batinnya untuk membuat semangatnya kembali.

Chanyeol merupakan salah satu anggota Osis di Genie High School, membuat hari-harinya semakin padat karena ia adalah salah satu Osis di bidang olahraga dan juga kapten basket. Chanyeol terkenal dengan happy virus nya dan banyak orang menganggap Chanyeol itu kelebihan tertawa dan tersenyum. Masa bodoh sama haters nya. Chanyeol juga banyak fans uke di Genie, setiap sudah latihan basket, ia pasti langsung di kejar oleh fans uke nya untuk memberikan hadiah kepadanya. Chanyeol sih senang-senang saja kalau dikasih, apalagi yang gratis.

Sedangkan Sehun masih menatap permen di tangannya, ia tidak menyadari ada fans Chanyeol yang memperhatikannya dari jauh. Tiba-tiba datang segerombolan pria mendekati Sehun dan salah satu dari mereka membentak Sehun "Ya! Apa yang kau gunakan sehingga Chanyeol ingin dekat-dekat dengan mu hah? Murid baru juga" pria itu mengambil nafasnya kembali dan melihat tangan Sehun yang mengenggam permen. "Astaga! Itu permen kesukaan pangeran kita!". Sehun dari tadi memasang wajah cengo nya dan memandang segerombolan pria itu membuat Sehun lebih imut dalam kategori uke.

"Kalian ingin permen ini?" ucap Sehun akhirnya dan itu membuat segerombolon pria itu memekik anatara kesenangan, kekecewan dan kemarahan. Sehun yang memang tidak suka menghabiskan waktu untuk pekerjaan yang tidak penting, segera ia melempar permen itu ke segerombolan pria itu. Dan setelahnya Sehun mendengar teriakan-teriakan alay dari segerombolan pria tadi,ia bergedik ngeri saat para pria itu berusaha mengambil permen yang ia lempar tadi.

"Astaga mereka seperti fans gay saja. Atau mereka semua gay? Kenapa Chanyeol Hyung mempunyai fans pria? Astaga aku tidak ingin memikirkan hal-hal aneh hari ini"

..

Kris mendonggakan wajahnya ketika pintu kamar asramanya terbuka dengan Sehun yang berjalan masuk ketika ia sudah menutup pintunya. Kris hanya diam, ia masih malu atas kejadian siang tadi, dengan diam ia kembali melakukan push up disebelah tempat tidurnya yang bercorak abstrak. Sehun sudah di lantai atas ngomong-ngomong, well seharusnya Kris meminta maaf karena ketikdak sopanan nya kepada anak baru itu. Tapi melihat wajah Sehun, mungkin besok atau besoknya lagi ia meminta maaf.

Kris merebahkan badan nya dilantai, badanya berpeluh dan rambutnya ikutan basah. Ia menutup matanya dan mengatur detak jantungnya ketika selesai melakukan push up. Ketika ia membuka mata, ia kaget. Iya kaget, terkejut karena Sehun menatap nya dari atas ranjang nya yang berada di lantai atas. Duh kan, kenapa ia yang jadi salah tingkah?

"Hi Yifan Hyung" sapanya dari atas. Oh iya, Yifan itu nama asli Kris, biar keren aja di sekolah ia mengganti nama panggil nya menjadi Kris. Kris masih terlentang di atas lantai yang bercorak kayu garis-garis—kecapek-an. "Hi juga, Sehun" balas Kris dengan berdiri sambil meregangkan otot lengan nya.

"Sepertinya kau sering melakukan olahraga rutin" Kris menghentikan kegiatanya barusan, lalu melihat Sehun dengan mengambil air meneral yang berada di nakas tempat tidurnya. "Tidak juga, aku hanya ke gym sekolah dua kali seminggu. Apakah itu termasuk rutin?" ucap Kris. Kris mencoba mengalihkan perhatian Sehun dari kejadian tadi siang.

"Iya. Aku bahkan jarang olahraga Hyung" diam-diam Kris menghela nafasnya lega ketika Sehun tidak menanyakkan kejadian tadi. Detik berikutnya ia tersedak akibat ucapan Sehun—

-"Apa yang kau lakukan tadi dengan Ketua Asrama E? Apa kalian yah—Gay?" Sehun menggaruk tengkuknya, takut salah paham dan membuat Kris yang mirip naga itu marah. Tapi ia yakin sekali kalau diantara Kris dan Ketua E,Luhan mempunyai hubungan terlarang—Gay. Sehun menunggu jawaban Kris dan melihat Kris yang masih tersedak akibat air yang masuk ke saluran pernafasnya—Kaget.

Kris mengatur nafasnya yang belum netral, dan berkata dengan hati-hati. Diawal Kris tertawa garing "HAHA...Kau ini Hun. Aku tak mungkin seorang Gay seperti yang apa kau pikirkan. Kau tahu, aku dan Luhan itu teman dekat dan kami tadi sedang bermain Truth or Dare. Jadi dia kalah, dan..dan.." Kris berhenti dan mencari alasan logis yang masuk akal, ia tahu kalau ia tidak pandai membuat kata-kata seperti ini. Ia itu anak yang jujur.

"—dan dan ia memilih Dare. Asal kau tahu, Luhan itu sangat penggeli jika badanya sudah di gelitik seperti itu. Makanya aku menggelitik sampai-sampai dia mendesah seperti tadi."

Tolong katakan itu alasan Logis dan Sehun tidak akan menanyakan kejadian tadi. Kris memasang wajah penuh harap dengan Sehun. Ia harap Sehun akan berkata Ooh begitu atau berkata jadi aku salah paham. Tapi jawaban Sehun melenceng kearah sana, seperti nya Sehun suka sekali main hakim.

"Tapi kenapa bibir kalian saling melumat?"

Tok Tok Tok

.

Jongin dan dua ketua Asrama lainnya yakni Luhan dan Tao tengah berkumpul di ruangan kemanan. Kini mereka berhadapan dengan guru keamanan, Cho Kyuhyun Songsenim. Ini merupakan kegiatan rutin setiap harinya, berkumpul di ruangan Guru Cho pada malam hari dan mendengar ceramah dari guru yang sudah berkepala tiga itu.

"Kalian sudah tahu bukan apa yang akan kalian lakukan setelah keluar dari ruangan ini?" itu adalah pertanyaan yang setiap hari Guru Cho lontarkan kepada ketua Asrama E,X, dan O.

"Ne Songsaenim, mengecek situasi Asrama dan mengabsen siswa di kamar Asrama" jawab sang Ketua Asrama serempak. Dan itu membuat guru Cho menyunggingkan senyumnya.

"Bagus. Sebelum kalian keluar, aku akan berbicara pada Jongin sebentar. Kudengar di sekolah Genie ada siswa baru dan masuk di Asrama X, siapa namanya Jongin?"

"Oh Sehun namanya songsaenim, ia sekamar dengan Wu Yifan kelas 2.B yang benomor 126" jawab Jongin dengan tegas sekaligus berdebar di dalam hati. Guru Cho pun mengganguk mengerti "Ketika kau mengecek kamar Asrama Sehun, tolong bawakan formulir ekskul dan suruh Sehun menetapkan ekskul pilihan nya. Kalian boleh keluar sekarang."

Jongin mengambil formulir ekskul di rak buku ruangan kemanan lalu membungkuk hormat dan keluar dari ruangan yang disusul oleh Luhan dan Tao. Sebelum Jongin melangkahkan kakinya ke koridor kanan, Luhan dan Tao menepuk pundak Jongin.

"Jadi si imut itu satu Asrama dengan kau, beruntung sekali kau hitam." Luhan tersenyum bengis ke arah Jongin, Luhan dan Jongin itu tidak berteman baik dari dulu karena masalah sepele, misalnya Jongin yang selalu mendapatkan siswa yang seme keren dan uke cantik. Sedangkan Tao hanya sekedar teman biasa dengan Jongin, ya teman biasa seperti saling menyapa satu sama lain dan saling bertukar informasi. Intinya Ketua E, Luhan dan Ketua O, Zitao sangat iri dengan Jongin.

Jongin merupakan ketua Asrama X yang egois apa yang telah ia camkan sebagai miliknya, ia merupakan siswa playboy setelah Luhan. Tetapi se-Playboy nya Jongin, ia tidak pernah menyakiti hati pria uke atau wanita yang di kencani nya, Jongin itu anak baik dan penurut, sayang otaknya sangat mesum. Jongin itu tampan, sangaattt tampan dan juga sexy dengan kulit hitam dan bibir tebal nan menggoda miliknya. Walupun Jongin tidak mempunyai banyak fans seperti Chanyeol, tetapi ia merupakan tipe ideal dan suami idaman pria uke dan wanita mananapun. Sejujurnya Jongin itu sangat cocok jadi model majalah Hollywood, berlebihan memang tetapi ini kenyataan.

Jongin memandang Luhan dengan tatapan tajam nya "Ow... Maafkan aku Kim Jongin yang terhormat, tetapi aku akan mengawasi mu jika kau berinterkasi dengan Sehun" lalu Luhan berlalu dan dengan sengaja menyenggol pundak Jongin kuat.

Sial umpat Jongin dalam hati. kini Zitao menatap nya diam tumben anak ini tidak mengikuti Luhan, biasanya kalau sedang meronda Asrama, pasti Zitao akan membuntuti Luhan dari belakang, masih ingatkan Zitao itu parno. Zitao tampak menatap punggung Luhan lalu mendengus pelan. "Setidaknya aku akan mendapatkan Sehun lebih dulu daripada Luhan. Untung saja kau tidak menyukai Sehun Jongin-ah." Tampaknya parno Zitao hilang malam ini karena ia berjalan sendiri ke arah koridor kiri.

Jongin terperangah sendirian di tempat, baru sehari Sehun berada di Genie High School ia telah banyak di sukai para seme keren si Genie ya termasuk dirinya. Kini ia harus lebih berhati-hati dan harus lebih unggul dengan Luhan, Zitao dan Chanyeol, oh ia mengabaikan teman asrama Sehun si Wu Yifan. Jongin yakin pasti si tiang bergigi Yifan itu menyukai Sehun. Tetapi untung saja Luhan, Zitao, Yifan dan Chanyeol tidak tahu kalau ia menyukai Sehun, jadi mulai dari sekarang ia harus bermain diam-diam.

Jongin berjalan ke gedung Asrama X yang di depan nya terdapat bendera kebanggaan Asrama X bewarna merah terang dengan gambar Wolf itu. Sambil menatap bendera itu ia tersenyum menyeringai dan bergumam."Aku sang ketua Asrama X yang melambangkan Wolf yang mempunyai makna egois dan berhati licik layaknya seringala. Lihat saja, aku pasti menang di antara kalian."

.

Jongin tersenyum saat melihat kamar Asrama bernomor 126 tersebut, dan dengan hati gembira ia mengetuk pelan pintu kamar asrama 126 itu.

Tok Tok Tok

Tak lama kemudian pintu asrama 126 itupun terbuka dan nampaklah Sehun yang memakai celana pendek bewarna hitam di atas lutut dan atasannya memakai sweater Asrama X bewarna merah dan di sudut kanan atas terdapat lambang Wolf bertulisan X. Astaga Sehun tampak cantik dengan sweater itu.

"Selamat malam Sehun. Aku sekarang tengah meronda asrama dan mengabsen siswa di kamar. Apakah Wu Yifan ada di dalam?"

Sehun mengganguk lucu. "Ya, sekarang Yifan Hyung sedang melakukan push up ketua Jongin." Jongin tertawa oleh perkataan Sehun, betapa menggemaskan Sehun saat mengucapkan ketua Jongin tadi. "Oh, aku sampai lupa. Ini adalah formulir ekskul yang wajib diikuti siswa Genie, kau dapat memilih di eksul di bidang apa." Sehun menatap formulir itu dengan seksama san bibir yang mengerucut lucu,

Tanpa sadar Jongin bergumam"Sehun berhentilah bersikap imut jika tidak dengan ku, cukup kau bersikap imut di depan ku saja", Sehun menatap Jongin "Apa yang kau katakan Jongin?". Demi tuhan ia takut kalau Sehun marah, Sehun itu anti sekali di panggil imut dan cantik. "Tidak-tidak. Aku hanya bernyanyi"

"Ehm, kau punya pulpen?" tanya Sehun dan Jongin menggeleng. "Yasudah, tunggu sebentar aku mengambil pulpen. Tidak lama kok" dengan cepat Sehun berlari ke dalam lalu mencari pulpen di dalam tas nya. "Yifan Hyung, kau punya pulpen tidak?" teriak Sehun dan dapat di dengar oleh Jongin di depan kamar Asrama 126. "Ambil saja di meja. Astaga kau tak perlu berteriak!" balas Yifan tak kalah besar oleh teriakan Sehun. Dan Sehun berlari ke arah Jongin sambil memegang pulpen di tangannya, tiba-tiba Sehun kehilangan keseimbangan nya saat di depan Jongin dan-

-BRUK

DEG DEG DEG

Jongin dan Sehun sama-sama terjatuh dengan Jongin di bawah dan Sehun yang berada di atas, dan itu membuat pipi Sehun bersemu merah dengan bodohnya, dan jangan lupakan detak jantung nya berdentum dengan sangat keras. Sehun dapat merasakan nafas Sehun, ini terlalu intim!

"Pipimu bersemu merah Sayang"

.

.

TBC or DISCONTINUE?

.

.

Alohaaaaaaa. Ada yang masih ingat sama cerita nya? Ada yang masih ingat sama alur nya? Setelah 5 bulan aku abaikan ff-ff ku yang belum lanjut dengan alasan mau fokus UN SMP kemaren ini. Maaf bangettt ya readers. Aku tahu ini ff tambah gak jelas, garing, pasaran. Tulisannya amburadul gimanaaa, huhu maafkan aku . Demi tuhan! Aku gak pandai lagi nulis kayak dulu semenjak fokus belajar dan belajar. Sebenanya aku rencana nya mau DISCONTINUE semua FF ku karena takut gak pandai lagi nulis ff. Dan itu tergantung readers lagi, kalau masih berminat, masih banyak yang review aku akan lanjutkan. Kalau ini gak minat lagi, mending aku DISCONTINUE. Karena kalian penyemangat ku readers-nim.

Dan mohon maaf karena aku gak balas review kalian bukannya aku sombong tetapi aku sibuk banget, tetapi itu review aku baca berulang-ulang dan Big thanks for readers yang udah Review.

BIG THANKS TO:

[anaknya kaihun][Silent Readers][hunnie][sehun semoq][Gadis manis][kaishixun][jonging], [nyohssehun][gyusatan][ ][Kim Hun Rie][Nearo O'nealy][hunhips][sehunskai][milkteamilk][xxkaihunxx][choi fai fai][afra191199][kireimozaku][tudaskai][Guest][winter park chanchan][ ][ ][ ][HunTaoKaiSoo][izzsweetcity][youngchanbiased][EXO 12-XLKSLBCCDTKS][ohhhrika][Titiiinurrr][Viyomi][Sehun Pesek][Zelobysehuna][scarletshad1230][Odult Maniac][MaknaEXO][levy95][Zing1002][Kaihunyeollie][daddykaimommysehun][Nagisa Kitagawa][miszhanty05]

Mind to Review again baby?

Jongshixun – Young Soo

150512