"KOMET and MAID"
.
.
.
Yuupppsss...
Bebek menyiapkan diri buat presentasi besok dan nyempetin nulis
Karena readers banyak yang nyempetin review fic saya
dan ngebuang waktu berharganya untuk membaca fic saya yang abal dan gak mutu ini :')
Sayaaaaa seeennnneeeennnnggg banget ama kalian :D
Do'ain presentasi bebek lancar ya :D
.
.
.
KK LOVERS : Maaf gak bisa update kilat -v
Ayano Arakida : Judulnya Houkiboshi ost Bleach, yang nyanyi Younha :D
Grace : iyaa.. makasih da baca dan akan saya lanjut ampek finish walau butuh waktu lama.
Ika : Makasih pengertiannya :')
liwen99 : Ittuu ya,, gak ada arti khusus kok.. hehehe... gy mana jelasinnya ya, #binggung
baca Next chapter aja ya.. tar juga tau diri..
Ayu.p: Waaahhh... saya juga gak tau :D chapter ini akan menjawab pertanyaanmu XP
Guest : Yuupppsss... tapi lom muncul romancenya.
.
.
.
"KOMET and MAID CHAPTER 3"
Disclaimer : Kamichama Karin & Kamichama Karin chu © Koge Donbo
Story : Komet and Maid © Bebek L Dark Evil
Warning : Gaje, OOT, OOC, Ancur, Tak memperhatikan EYED and Etc =_="
Selamat menikmati cerita yang di buat oleh author bebek sarap ini.
.
.
.
"HADIAH"
.
.
.
"Apa kau mau membuat kupingku tuli?" bentak Kazune.
"Benda apa ini? Jelak banget!" ia melihat setiap sisi benda bulat nan kecil di tangannya.
"Aku rasa itu 'mur' "
"Haahh, aku tak pernah mendengar itu!"
"Dasar anak manja, mur aja gak tau!" ejeknya.
"Mur?"
"Itu benda yang biasanya ada disepeda."
"Ohh..."
Kazune menatap sekelilingnya. Cuaca semakin panas dan pelajaran masih berlangsung.
"Hei, pa-," kata-kata Karin berhenti saat tiba-tiba Kazune menyeburkan dirinya kekolam.
"Hei rambut jagung, apa yang kau lakukan?" teriak Karin panik.
Kazune yang mendengarnya tak memperdulikannya dan masih tetap berenang.
Ia mengambil sesuatu tak jahu dari tempat dimana ia menemukan mur itu.
Ia meraihnya dengan cepat dan berenang menuju kearah Karin.
Karin yang duduk ditepi kolam menatap kedalam air dan pelan-pelan memasukkan kepalanya kedalam air. Ia terkejut saat sesuatu yang lembut menempel di mulutnya.
Kedua matanya membulat sempurna saat ditatapnya mata yang tak asing baginya berjarak begitu dekat.
Kazune meletakkan kedua tangannya di dinding kolam dan mendorongnya sekuat tenaga.
Aksinya itu membuat Karin terjatuh kedalam air. Dengan gerak yang cepat ia memegangi tangan Kiri Karin.
Kemudian ia mendekapnya dan membawanya kepermukaan.
Karin yang hampir kehabisan nafas lerlihat agak pucat.
"Hei kau tak apa?" tanya Kazune panik.
Pllaaakkk ...
Sebuah tamparan keras mengenai sasaran.
"Apa yang kau lakukan padaku?" wajahnya terlihat merah padam.
"Aku tak sengaja tau, salah sendiri kau memasukkan waahmu ke air saat aku akan naik."
"Kau menyebalkan!" ia membelakangi Kazune.
"Baiklah aku akan pergi."
"..."
Kazune berjalan melewati Karin.
"Tunggu!"
Cowok berambut pirang itu menghentikan langkahnya.
"Ada apa lagi?" ia tak menatap Karin.
"Apa yang kau ambil barusan."
"Hah, kau mau tahu?"
"Huh, kalau kau tak memberi tahuku juga tak apa?" Karin membuang muka.
"Ini cuma baut. Lihat!" Kazune menghadap ke Karin dan memperlihatkan benda di tangannya.
"Hemm, aku akan mengambil yang ini." Ia mengeluarkan mur disaku bajunya.
"Terserah kau saja." Kini Kazune benar-benar pergi meninggalkan Karin dan ia menyempatkan tangannya untuk mengambil bajunya.
.
.
.
-xxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxx-
.
.
.
Kelas telah berakhir sedari tadi. Kazune duduk dibangkunya menatap kearah lapangan yang luas itu.
"Apa yang sudah aku lakukan tadi? Aku menciumnya. Baaakkkaaaa..."ia mengacak-acak rambutnya.
"Hai kau." Teriak karin dari depan pintu.
"Kau itu saudaranya Himeka ya?"
"Memangnya kenapa?"
"Walau kalian saudara tapi sifatmu bertolak belakang dengannya."
"Bukan urusanmu cewek TK."
"Hei kau, aku kesini Cuma mau bilang kalau Himeka menunggumu di depan."
"Makasih." Kazune beranjak dari tempat duduknya dan berjalan menuju pintu.
Ia melirik kearah Karin dan matanya tak lepas dari benda bulat yang melekat dibadan Karin.
"Kreatif juga kau." Ia lagi-lagi meninggalkan Karin sendiri.
"Menyebalkan." Karin mengembungkan kedua pipinya.
"Dasar cowok sok cakep." Teriaknya pada Kazune yang telah jahu meninggalkannya.
"Tapi dia memang cakep sih." Wajah Karin memerah.
"Ahh.. apa yang aku katakan." Ia menepuk-nepuk wajahnya.
DI LUAR SEKOLAH
"Kazuneee..." Himeka melambaikan tangannya.
"Oh iya." Kazune berlari kecil untuk sampai ke tempat Himeka.
"Ayo pulang."
"Iya, aku ambil sepeda dulu."
"Oh ya Himeka, bukannya nama vokalis bandmu itu Karin Hanazono ya, kenapa dikelas tadi sensei memanggilya Karin Haruno?"
"Oh itu, kami menyamar. Tapi aku, Miyon dan Kazusa penyamaran kamu sudah terbongkar. Tinggal Karin aja yang belum."
"Heemm, kenapa begitu?"
"Dia pandai mengelak dan juga pandai menyembunyikan sesuatu hehehe..."
"Okey makasih infonya. Kau pulang saja dulu. Aku lupa mengambil tasku."
"Iya baiklah." Himeka memasuki mobil pribadinya.
Mobil hitam itu melaju dengan cepat meninggalkan Kazune yang masih berdiri dengan senyuman yang membuat merinding.
"Aku punya ide untuk mengerjainya KEKEKE..." entah sejak kapan cowok pindahan dari Inggris ini bisa menirukan tawa woodywoodpecker.
#ditodong Bazoka ama Hiruma Yoichi.
"Kazune berlari menuju kelas yang ia tinggalkan tadi."
Ia terus berlari menaiki tangga dan melihat sosok yang sudah ia nanti-nantikan.
"Ketemu." Ia menyeringai lebar.
"Karin Hanazono." Teriaknya.
Karin menoleh keasal suara yang akhir-akhir ini selalu ia dengar.
"Apa?"
"Aku akan membongkar identitasmu." Ia menyerigai lagi.
"Haahhh..." Karin menangapinya dengan cuek.
"Akan kusebarkan identitasmu keseluruh sekolah agar kau dikerumuni oleh para fansmu."
"Aku tak perduli apa yang kau katakan."
"Dan kau tak bisa belajar dengan tenang."
Karin men-Dead glear Kazune.
"Kena kau!" ujarnya dalam hati.
"Apa maumu?"
"Emm, turuti satu permintaanku."
"Aku gak mau."
"Baiklah, akan kuketik sebuah status di FB agar semua orang mengetahuinya."
"Tak akan ada orang yang mempercayaimu."
"Yang mereka tahu Karin Haruno itu adalah gadis yang cuek dan kutu buku!"
"Kau pandai mengelak ternyata."
"Jangan remehkan vokalis blue devil."
"Yuppsss... aku sudah merekamnya."
Karin terkejut dengan perkataan Kazune.
"Aku sudah merekam pengakuanmu. Jadi saat semua orang mendengar ini mereka akan tahu siapa kau sebenarnya."
"Ah kau memang menyebalkan." Karin mengacak-acak rambutnya.
"Aku tak akana menyebarkan ini kalau kau mau menjadi Maid (Pelayan)-ku."
"Apppaaa..."
"Apa maunya ni cowok rambut jagung?" pikirnya.
"Bagaimana dengan tawaranku?"
"Akan kujawab besok pagi dikolam renang."
"Baiklah. Kutunggu kau saat jam pelajaran pertama dimulai."
Karin meninggalkan Kazune yang menyeringai karena rencananya berhasil.
"Ku dapatkan dia." Ucapnya lirih.
Karin terus mengerutu dan berjalan tanpa memperhatikan jalan didepannya.
"Awaasss.." Kazune berteriak dan berlari mendekati Karin.
Karin yang tak mendengar teriakan Kazune masih terus berjalan.
"Ahhh..." Karin tiba-tiba rubuh kebelakang.
Blleeekkk... tangan yang tak begitu kekar dan putih itu menyangah tubuh Karin.
"Dasar cewek manja ceroboh." Kazune menasehari Karin tepat di atas kepala Karin.
"A-apa katamu!"
"Aku sudah menyelamatkanmu, harusnya kau berterimah kasih padaku."
"Aku tak mau."
"Kalau aku tak menangkapmu kau tak bisa ikut tampil dalam konser berikutnya."
"Bukan urusanmu."
"Kalau kau tak mau mengucapkannya bagaimana kalau aku," Kazune mengantungkan kalimatnya.
Ia melangkah kesamping dan menatap mata gadis di depannya dengan lekat.
"Apa yang mau kau lakukan rambut jagung?"
"Kau pasti sudah tau apa mauku?" ia menyeringai.
.
.
.
Apa yang akan terjadi selanjutnya?
Saya gak tau, saya mau tidur dulu..
Oyasumi :D
By © BEBEK L DARK EVIL
.
.
.
R
E
V
I
E
W
.
.
.
