"KOMET and MAID"
.
.
.
Yohhooo...
Lama ni gak nulis fic hehehe :D
Sama seperti biasanya dan alasan yang sama
"Banyak Tugas dan Di Tambah Ujian Praktek"
Lanjut baca aja Okey.. baca juga balasan review dari bebek ya XP
.
.
.
Ika : Okey maaf menunggu lama u,u
Kazurin : Okey maaf ya kamu jadi nunggu lama chapter 4nya u,u
Dci min he : sepp.. da update ni chapter 4 XP
.
.
.
"KOMET and MAID CHAPTER 4"
Disclaimer : Kamichama Karin & Kamichama Karin chu © Koge Donbo
Story : Komet and Maid © Bebek L Dark Evil
Warning : Gaje, OOT, OOC, Ancur, Tak memperhatikan EYED and Etc =_="
Selamat menikmati cerita yang di buat oleh author bebek sarap ini.
.
.
.
"DARK EVIL"
.
.
.
Karin merasa terganggu dengan tingkah cowok yang ditemuinya tadi pagi itu. Suasana senja yang terasa hangat dan lembut mengawasi gerak-gerik mereka berdua.
"Braakkk..." sebuah pukulan mendarat di pipi kanan Kazune.
Kazune terpental ke samping karena pukulan tiba-tiba itu. Ia memeganggi pipinya yang terasa sakit.
Kemudian ia berdiri dan menatap sosok yang memukulnya barusan.
Karin terkejut dengan apa yang sedang terjadi. Ia berdiri terdiam dan membisu.
"Apa maumu?" tanya Kazune dengan nada mengintimidasi.
"Jangan sentuh Karin!" kata-kata singkat itu tak kalah mengintimidasi.
"Memang dia siapamu?Pacarmu?"
"Iya."
Mata keduanya saling bertatapan. Seperti srigala dan anjing yang siap bertarung satu sama lain.
"Plakk.."
Karin menampar cowok yang memukul Kazune. Kazune dan cowok berambut hitam itu terbelalak.
Karin kini mulai mendekati Kazune dan ia berdiri tepat didepannya.
"Plak..." tamparan kedua dari tangan Karin mendarat diwajah cowok berambut pirang.
Karin yang terlihat sangat kesal kini meninggalkan cowok-cowok keren itu.
"Untukmu Kazune Kujyo!" Kazune menoleh kearah Karin yang telah menjahuinya.
"Aku mau jadi Maid-mu tapi dengan 1 syarat."
Cowok berambut pirang itu mengangkat sebelah alisnya.
"Kalahkan group kami dalam pentas sekolah yang akan diadakan 2 minggu lagi. Kau harus tampil dengan group band dan dengan personil 4 orang."
Karin berbalik dan meninggalkan dua sosok yang mendapat tamparan gratis darinya.
Mereka berdua masih menatap Karin sampai akhirya tak terlihat oleh keduanya.
Kazune berbalik badan dan mengambil tasnya di dekat tempat ia terjatuh tadi. Ia berjalan meninggalkan cowok dengan gaya urak-urakan itu.
"Hei kau."
Kazune menoleh.
"Jahui Karin atau kau akan rasakan akibatnya." Tantangnya.
Kazune tak merespon dan kembali mengarahkan pandangannya kedepan. Ia kembali berjalan dengan tangan kananya berada di pipinya yang memar.
.
.
.
APARTEMEN KAZUNE
Cowok berambut pirang blasteran Jepang-Inggris itu membuka pintu apartemen barunya.
"Wow...! ternyata keren juga apartemen ini." Ia tersenyum simpul.
"Aduh...duhh.. sakit." Ia kembali memegangi pipinya.
"Sial, gara-gara dia aku terlibat banyak kasus. Hari pertama masuk sekolah sudah kena hukuman, belum lagi di tonjok itu cowok aneh." Gerutunya kesal.
Pemuda yang menginjak kedewasaan ini, kini melempar ransel hitamnya ke tempat tidur yang putih nan bersih.
Ia berjalan menuju kulkas berwarna biru di dekat jendela. Sebotol air berwara putih dingin itu diteguknya pelan-pelan.
Matahari senja menerobos masuk melewati selah-selah kaca yang transparan di samping sang pemuda berambut pirang berdiri.
"Grup Band!"
Botol yang berisi sedikit air itu kini diletakkan ditempatnya. Pintu kulkas itu pelan-pelan ter tutup.
Kaki panjang sang pemuda kini berjalan mendekati ranjangnya yang empuk.
"Kalau aku membuat Grup band, apakah Jin dan Michi mau membantu. Terus dia bilang tadi grup band yang terdiri dari 4 orang. Hemmm ... "
"Kalau aku tak bisa menemukan 1 orang lagi untuk membantuku, bisa gawat ni!"
Kasur empuk itu tertimpa tubuh pemilik kamar. Kini ia sedang tergeletak menatap langi-langit yang tak kalah putih itu.
Sebaiknya aku meminta Jin dan Michi untuk membantuku, sedangkan untuk 1 orang lagi, aku akan minta saran kepada mereka."
Mata dengan tatapan hangat kini mulai tak tampak, nafasnya terdengar teratur. Rambut pirangnya yang terurai tak melakukan banyak gerakan.
Matanya yang terpejam terlihat sangat damai. Kazune Kujyou, cowok pindahan dari Inggris kini tertidur nyenyak.
Senja tlah berganti malam. Seragam sekolahnya setia menemani sang pemilik agar tetapa hangat.
.
.
.
KEESOKAN HARINYA DI AREA KOLAM RENANG
.
.
.
Karin tertidur bawah pohon satu-satunya yang berada dikolam itu. Wajahnya terlihat damai. Auranya yang hangat memancar dengan begitu lembut.
Matanya yang terpejam membuatnya tampak begitu manis dan damai. Bibir mungilnya yang lembut dengan lipglos warna pink yang lembut itu mempercantik wajahnya yang rupawan.
Sebuah kalung unik mengantung di leher putihnya. Benda bulat itu tergantung disana dengan cantiknya. Tali yang terlihat sederhana itu memperindah tampilan kalung unik milik vocalis blue devil.
Kazune memasuki area kolam dan mencari sosok yang pertama ia temui saat datang kesekolah ini.
"Dimana dia?" kakinya terus melangkah.
Langkahnya terhenti saat kedua bola matanya menatap gadis yang tertidur lelap di bawah pohon. Tiba-tiba ia tersenyum simpul.
Kakinya kembali melangkah mendekati sang gadis. Tak lama kemudian ia berdiri dan memperhatikan wajah mungil nan cantik itu.
Sebuah ponsel biru langit ia keluarkan dari sakunya. Sebuah tombol ia tekan dan dengan cepat ia mengarahkan ponter pada menu kamera.
Menu kamera telah siap untuk memfoto wajah targetnya. Diangkatnya sedikit ponsel itu agar obyeknya terlihat semua.
Kriikk... bunyi ponsel itu. Lagi-lagi ia tersenyum.
Ia mendekatkan dirinya disebelah sang gadis. Karin yang menyandarkan kepalanya di batang pohon terlihat sangat kelelahan.
Kazune meluruskan kedua kakinya dan mengangkat kepala Karin pelan-pelan.
"Heemm..." Karin bergumam pelan.
Kazune meletakkan kepala Karin di pahanya dan sontak wajah mereka berdua kini berhadapan.
Ia kini mengarahkan ponselnya sedikit keatas badannya dan mengambil foto dirinya dengan Karin. Ia cukup puas dengan hasilnya.
Kazune menatap gadis di pangkuannya untuk bebererapa saat. Ponsel birunya ia masukkan kembali kesaku atas seragamnya.
Tangan kanannya pelan tapi pasti bergerak kearah wajah sang putri tidur. Ia membelai rambut coklat Karin yang lembut. Kini ia tersenyum lagi.
Setelah cukup puas memperhatikan gadis di pangkuannya, ia menyandarkan kepalanya di batang pohon yang sedari tadi menyangahnya.
Ia merelaksasikan seluruh syaraf-syaraf di badannya. Matanya pelan-pelan ikut terpejam menyusul Karin yang tertidur sedari tadi.
.
.
.
2 JAM KEMUDIAN
.
.
.
"Emm..." Karin bergumam dan merelaksasikan kedua tangannya.
"Hooaaammm..." ia menguap dan membuka matanya pelan-pelan.
"Kyyyaaaaa..." tiba-tiba ia berteriak sangat keras saat dirinya menyadari dengan siapa ia tertidur.
Kazune yang terkejut dengan teriakan Karin ikut membuka matanya.
"Bisakah kau diam. Kita masih disekolah tau." Perintanya.
"Ke-kenapa aku ada di pangkuanmu. Dasar cowok mesum." Karin memukuli dada Kazune yang bidang.
Kazune yang merasa terganggu dengan tingkah Karin menarik tangan vokalis Blue Devil itu. Kini jarak antara Karin dan Kazune hanya tinggal beberapa centi lagi.
"Ma-mau apa kau cowok mesum." Wajah Karin terlihat memerah.
Kazune tersenyum jail.
"Tidurmu pulas sekali, apa kau tak takut aku melakukan sesuatu padamu, gadis manis." Seringan jail di wajahnya membuat wajah Karin memerah padam.
"A-apa yang kau lakukan padakuuuu?" teriaknya.
"Kau mau aku tuli ya?" bentak Kazune.
Karin terdiam karena dibentak dengan jarak sedekat itu. Wajanya terlihat sedih dan takut.
Kazune mencoba berdiri dan menarik tangan Karin pelan. kini keduanya saling berhadapan, Karin memandangi Kazune dalam-dalam. Kazune yang merasa malu di padang seperti itu membuang pandangannya.
"Hihihihi..." Karin tertawa kecil.
"Ke-kenapa tertawa." Wajahnya kini memerah. Ia memberanikan diri menatap Karin.
"Ternyata kau lucu juga ya Kazune." Senyum simpul kini menghiasi wajahnya yang rupawan.
"Huhh..." Kazune menengadakan kepalanya ke atas menatap sang awan.
"Bagaimana, apa kau sudah menemukan personil group bandmu?"
"Ya tentu saja." Kini ia menatap wajah Karin dengan lembut.
"Apa nama bandnya?"
"DARK EVIL." Ia menyeringai lembut.
"A-apa?"
"Hahaha, kalau kau BLUE DEVIL, group kami DARK EVIL. Bukankah kita rival sekarang." Senyum menawan kini diperlihatkannya kepada siswi yang pertama ia kenal di Sakura Gaoka High School itu.
"Aku terima tantanganmu Kazune Kujyou, tapi kalau aku yang menang, aku minta sesuatu kepadamu." Aura evilnya tak kalah menyeramkan dari aura Kazune.
Kazune bergidik ngeri, ia menelan ludahnya.
"Ba-baiklah." Jawabnya ragu-ragu.
Wah wah.. apa yang bakalan di minta Karin ke Kazune ya XP
.
.
.
Yosshh... gak tau kenapa pengen update yang ini dulu XP
Khukhukhu... untuk ficku yang lain sabar ya.. u,u
Lagi ulangan ni O.O/
Bagi readers yang juga lagi ulangan semangat ya XP
By © BEBEK L DARK EVIL
.
.
.
R
E
V
I
E
W
.
.
.
