"KOMET and MAID"


.

.

.


Quotes :


"Tidak ada yang berubah kalau kau kabur.

Kau harus menghadapai kenyataan."

-Tomoya Okazaki (Clannad)


.

.

.


BALASAN REVIEW :D


Guest 1 : Iyaa… pasti aku lanjut kok.. :D lain kali kalau review di bawahnya di kasih nama panggilanmu ya, biar aku manggilnya kagak 'guest' arigatou :)

.1 : Iya lanjut kok :D

Rizki Kinanti : Oyii iya sepp.. pasti lanjut, makasih udah setia menunggu :D

Guest 2 : Ahh.. Gomen jangan marahin Kazune ya :D kan aku yang bikin dia kek gtu :p

yume sora : Hehehe… sepp… makasih.. dukung aku terus ya XP #Ngarep

jamilah : iyaa… :D sepp hehehe… aku pasti semangat nulisnya kok :D kalau untuk pertanyaanmu baca aja chapter ini okey :D

: Iya makasih :D pasti akan next terus hehehe

KK LOVERS : Yoossshhh… tapi kalau seru gak seru aku bisa tau u,u karena aku merasa fic yang aku buat biasa-biasa aja u,u kalian aja yang menilai bagus engaknya :D

athena athiya : Ahahaha… rotinya itu beneran loh resepnya, aku bikin eksperimen sendiri waktu magang eh taunya enak XP kapan-kapan di cobah deh ya :D

Andien hanazono : Iya udah update kok :D makasih udah menunggu :D

I : Ya ya ya hehe.. arigatu dan salam kenal :D

Alya : Yoosshhh.. aku yang salah sangka XP awalnya aku mikir kalau Suzune itu cewek wekwekwek habis dia moe sih XP

Jamilah : Okey sepp.. waduh ampek Review 2 kali makasih deh :D

Guest 3 : Iya udah lanjut :D kalau review lagi kasih nama panggilanmu ya :D biar aku bisa mnggil kamu :D

Siti Ragiba Fihi : Oh iya makasih :D hehehe walau aku gak berfikir fic buatanku bagus tapi aku seneng kalau ada yang suka :D karena aku sering bikin fic habis itu aku bakar :D makasih udah baca semuanya . bebek seneng :D

Anonin : Etoo… ini belum tamat kok –a statusnya aja masih 'Progress' belum 'Complite' lagian fic ini masih belum ada setengahnya. Perjalanan masih panjang :D tapi makasih reviewnya salam kenal :D


MAKASIH REVIEWNYA :D


.

.

.


"KOMET and MAID CHAPTER 12"

Disclaimer : Kamichama Karin & Kamichama Karin chu © Koge Donbo

Story : Komet and Maid © Bebek L Dark Evil

Warning : Gaje, OOT, OOC, Ancur, Tak memperhatikan EYED and Etc -,-v

Selamat menikmati cerita yang di buat oleh author bebek sarap ini.


.

.

.


"WEEKEND"


.

.

.


"Langit yang tak pernah berhenti menangis dan kota yang berselimut biru.
Suatu saat kita berdua akan saling memperhatikan."


"Hahaha…" Jin tertawa terbahak-bahak dan melepaskan pelukannya dariku. Aku yang merasa aneh dengan tingkah Jin membuka mataku. Dia menatapku dan berkata "Jika kamu habiskan waktumu untuk dia yang terus buatmu kecewa, kamu akan kehilangan kesempatan bertemu dia yg mampu membuatmu tertawa." Kemudian ia tersenyum kepadaku.

Jin menghapus air mata si sudut mataku dan tersenyum lagi, kemudian Jin mengambil Bass di sudut ruangan dan menarikku keluar dari ruang musik yang sunyi. "Kali ini izinkan aku mengiringimu bernyanyi." Semakin lama kami berjalan dan kami semakin dekat dengan keramaian.

Entah sejak kapan aku kini berdiri di atas panggung. Semua mata menatap ke arahku dan Jin. Aku menoleh ke arah Jin cukup lama untuk menanyakan maksud semua ini tapi dia malah tersenyum dan berteriak tepat di depan Mikrofon.

"Nee Minna…siang ini kita semua akan melihat penampilan Live dari vokalis Blue Devil." Teriak Jin lantang. "Eh!" aku terkejut dengan apa yang barusan ia bilang, tapi aku sudah tak bisa mundur lagi. Aku berjalan mendekati Mikrofon yang berdiri tepat di depanku.

Aku memegang body mic dan mulai menyanyi.


NB : 7! - Bye Bye (Download lagunya ya hehehe.. ini lagu favoritku yang kedua :D


yappari kimi da yo ne?
honto odoroita yo
futari yoku aruita namiki doori
ichinen-buri ni miru kare wa kami ga mijikakute
otonabite mieta


-Teryata itu benar-benar kamu..

-Aku sungguh terkejut..

-Dulu kita pernah berjalan bersama pada jalan berpohon ini..

-Setelah lama tak melihatnya dengan potongan rambut baru..

-Membuatnya terlihat tumbuh dewasa..


.

.

.


fuzakete bakari de
hanashi o kikanakute
atashi mo muki ni natte ita
kimi ga
otona ni naru no o matezu ni tooza kete itta no wa
atashi datta ne


-Dulu kamu selalu bercanda..

-Dan tidak mendengarkan kata orang lain..

-Membuatku sering marah padamu..

-Seseorang yang tak sabar menunggumu dewasa dan meninggalkanmu..

-Itu adalah aku, kan?


.

.

.


itsumo MAINASU ichido(1°C) no ame ga furu
kimi ga kureta NAMIDA
sono yasashisa made wakaranakute
zutto kono mune o shimetsuketa


-Hujan -1 derajat Celcius selalu turun kembali..

-Hujan air mata yang kamu teteskan..

-Aku masih tidak mengerti arti kebaikan itu..

-Hal itu yang terus mengunci hatiku..


.

.

.


toori o watatte
koe o kaketai na
isshun omotta kedo ashi o tomeru
majimena yokogao
kitto mou kimi no me ni
atashi wa utsuranai kara


-Aku melangkah melewati jalanan ini..

-Aku ingin memanggil dirinya..

-Pikiran itu melintasi hatiku dan aku berhenti..

-Wajahmu terlihat begitu serius..

-Aku yakin pasti kini..

-Dia tidak mengingatku lagi..


.

.

.


itsumo MAINASU ichido(1°C) no ame ga furu
tsumeta sugiru NAMIDA
hagurakasu taido ni okotteta keredo
jitsu wa sukuwarete ita n da ne


-Hujan -1 derajat Celcius selalu turun kembali..

-Hujan air mata yang begitu dingin..

-Aku kesal dengan sikapmu yang selalu menghindar..

-Namun rasanya aku terselamatkan oleh hal itu..


.

.

.

kaze ni notta kumo ga
yukkuri to ima futatsu ni
chigirete iku

-Aku melihat awan yang terbawa oleh angin..

-Yang kini kemudian terbelah menjadi dua..

.

.

.


hitori de katte ni tsuyogatte
atashi o kurushimeteta no wa
kimi ja naku watashi jishin datta ne
kimi ni deaete yokatta yo


-Aku berusaha terlihat kuat..

-Namun orang yang melukai diriku..

-Bukanlah dirimu melainkan aku sendiri..

-Aku bahagia karena telah bertemu denganmu..


.

.

.


itsumo MAINASU ichido (1°C) no ame ga furu
kiete iku NAMIDA wa
natsu no sora no shita omoide ni kawaru
kami o tabanete aruki dasou


-Hujan -1 derajat Celcius selalu turun kembali..

-Hujan air mata yang kini mulai menghilang..

-Mengubah kenangan di balik langit musim panas ini..

-Aku mengikat rambutku dan mulai melangkah..


.

.

.


kono NAMIDA o kitto wasurenai


-Aku takkan pernah melupakan air mata itu..


.

.

.

Saat lagu yang aku nyanyikan selesai aku menatap lurus kedepan kudapati Kazune berdiri menatapku sambil memeganggi tangan Suzune yang melingkar di lehernya. Suzune terlihat senang dan tersenyum lebar ke arahku.

Saat itu aku baru ingat kalau aku meninggalkan mereka berdua di belakang. Aksi panggung antara aku dan Jin mendapat sambutan tepuk tangan yang meriah dari penonton, tapi yang tak pernah terfikirkan olehku sebelumnya adalah kenapa ada panggung seperti ini di taman ria?

Aku dan Jin turun dari panggung. "Maaf karena sudah merepotkanmu dan terima kasih untuk semuanya, aku mau pergi. Aku ada melupakan sesuatu jadi aku minta maaf dan terima kasih." Aku tersenyum dan berlari meninggalkan Jin tanpa mengizinkan dia membalas kata-kataku.


KAZUNE POV


Aku terkejut saat tanpa sengaja aku mencium Karin, jantungku berdetak keras, dan aku takut dia mendengarnya. Aku melepaskan ciumanku darinya dan bergeser menjahuinya. Saat aku merasakan kincir ria berhenti berputar.

Dengan sigap Karin membuka pintunya dan berlari meninggalkanku dan Suzune. Di sampingku Suzune menahan tangisnya, aku melihat sedikit darah keluar dari siku kirinya. "Seorang laki-laki tak boleh menangis karena luka kecil seperti ini Suzune." Aku tersenyum ke arahnya dan meraih tangan mungil Suzune.

Suzune mengangguk mendengar nasehatku. Aku turun dan berjalan meninggalkan permainan berputar itu. Aku menghibur Suzune dengan mengendongnya di atas bahuku. Aku memutuskan mencari Karin dan meminta plester luka untuk Suzune. Kami berdua berjalan dan terus berjalan.

Semakin lama kami berjalan pada akhirnya kami sampai pada ujung taman ria. Aku terkejut saat mendengar keributan dan sorak sorakan penonton. Orang-orang berkumpul dan berlari mengelilingi panggung.

"Hei cepat cepat, vokalis Blue Devil sedang mengadakan live konser." Teriak seorang gadis yang tengah berlari dengan temannya, menuju arah panggung yang meriah. "Vokali Blue Devil." Gumamku.

"Papa, itu Mama!" seru Suzune. Aku menatap lurus ke arah panggung dan mendapati Karin tengah berlanyanyi dengan semangatnya. Tapi ada pemandangan yang mengejutkan yang tak pernah aku bayangkan sebelumnya, sahabatku Jin tengah mengiringi nyanyian Karin.

Aku mendekat ke arah panggung, aku memegangi tangan Suzune yang ia lingkarkan di leherku agar tidak jatuh. Karin memang gadis yang hebat, walau tampil sendiri (tanpa personil Blue Devil lainnya) tapi ia bisa memukau banyak orang.

Jin yang memainkan Bass di sampingnya terlihat sangat menikmatinya, tapi entah kenapa perasaanku jadi kesal melihat mereka berdua bersama, dan begitu dekat.


Aku berusaha terlihat kuat..

Namun orang yang melukai diriku..

Bukanlah dirimu melainkan aku sendiri..

Aku bahagia karena telah bertemu denganmu..


Aku terkejut dengan lagu yang ia bawakan. Kenapa ia memilih lagu ini? Apa karena lagu yang Karin nyanyikan menceritakan tentang perasaannya sekarang? Pertanyaan itu tiba-tiba terbesit di otakku.

Tak lama kemudian ia selelai menyanyikan lagunya. Semua penonton memberikan tepuk tangan yang meriah. Mereka terlihat puas dengan aksi panggung Karin. Karin masih berdiri di sana, menikmati pujian tak langsung dari pada pengemarnya.

Aku merasa Karin melihatku, aku menoleh ke atas dan mendapati Suzune tersenyum lebar ke arah panggung. Sepertinya ia kagum dengan penampilan Karin.


END KAZUNE POV


.

.

.

Aku berlari menjahui panggung menuju toilet, sesampainya di sana cepat-cepat aku mengambil ponselku dan mengirim sebuah pesan untuk Himeka. Tak lama kemudian sebuah pesan balasan telah sampai kepadaku.

Sebuah nomer ponsel nampak di e-mail balasan dari Himeka. Aku menekan Call tak lama kemudian telfonku tersambung. "Moshi Moshi." Sebuah jawaban terdengar di telingaku.

"Nee Kazune, gomen!" aku menunduk menyesal. "Maaf telah meninggalkanmu." Lanjutku. "Sudahlah tak apa, datanglah ke depan gerbang taman ria, aku akan menunggumu di sana." Setelah mendengar perintah singkat dari majikanku aku hanya bunyi 'Tutt..Tuutt…' yang terdengar di telingaku.

Tanpa bosa-basi aku memasukkan ponselku dan berlari menuju gerbang. aku lihat dua cowok yang aku kenal berdiri saling berhadapan, anak kecil yang di depannya tersenyum riang. Entah alas an apa yang membuat cowok seusiaku itu ikut tersenyum, tapi senyum keduanya benar-benar membuatku bahagia.

Sebuah senyuman dapat terjadi secepat kilat, namun kenangannya mampu bertahan seumur hidup. Karin menghampiri Suzune dan Kazune. "Mama." Teriak Sambil berhambur ke pelukan Karin. Karin mengendong Suzune dan memeluknya.

Orang-orang berjalan berlalu lalang, melihat pemandangan itu Kazune meraih pergelangan tangan Karin kemudian berlari sekuat tenaga. Karin hanya pasrah di tarik seperti itu, tapi malah Suzune terlihat menikmatinya.

"Ka-kazune." Panggilnya. Mendengar panggilan Karin, Kazune menghantikan langkah kakinya. "Ke-kenapa kita berlari?" tanyannya tersengal-sengal.

"Kalau ada orang lain yang melihat kita berdua bagaimana dengan karirmu, hah?" bentak Kazune kesal.

"Gomen." Aku menunduk tanda menyesal. 'Huhh memangnya siapa yang mengajak ketemuan di depan gerbang?' gerutuku dalam hati.

"Kau tunggu disini saja dan obati luka Suzune." Perintahnya. kemudia ia berlari meinggalkan kami berdua. Kazune menyeretku di sebuah gang buntu yang sepi, sebuah gang yang tak terlalu jahu dari taman ria.

Aku mengambil sebuah plaster luka dan menempelkannya di luka Suzune. 7 menit kemudian Kazune kembali dengan sebuah kantung plastik mengantung di tangannya.

"Pakai ini." Serunya. Ia memberikan sebuah topi berwarna hitam legat dengan sebuah inisial 'K' di bagian depan topi. "Masukkan rambutmu kedalam topi agar tak seorangpun mengenalimu." Lanjutnya. "Umm.." jawabku singkat.

"Sekarang ayo ke stasiun." Kazune berjalan didepan, ia memimpin Aku dan Suzune.

.

.

.

Kami berdua terlah berada di sebuah gerbong kereta, kereta ini tak begitu ramai. Hanya ada beberapa orang yang satu gerbong dengan kami. Kazune menatap keluar jendela, sedangkan Suzune tertidur di pangkuan Kazune.

Wajah Suzune yang damai seperti itu membuatku tersenyum. Tak lama kemudian kereta berhenti, Aku dan Kazune berjalan beriringan dengan santai. Tapi saat kami sampai di dekat taman tiba-tiba sang awan menanggis layaknya bayi yang kesepian.

Walau hanya gerimis tapi aku dan Kazune berlari menjahuinya. 6 menit kemudian kami sampai di apartemen, Suzune masih tertidur dan badannya sedikit basah. Kazune membuka pintu apatermen dan menyalakan lampunya.

"Aku akan menganti baju Suzune." Seruku. Aku berjalan mendekati lemari baju dan mengambil baju yang sekiranya dapat menghangatkan tubuh cowok mungil itu. Aku berjalan mendekati Kazune dan Suzune tapi betapa terkejutnya aku saat mendapati Kazune dan Suzune berlumuran darah.

"Ka-kazuneee..kenapa denganmu?" teriakku panik. Aku berlari mendekati Kazune dan mengoyang-goyangkan tubuhnya tapi tak ada jawaban. "Suzune bangunlah!" pintaku memohon. Aku menanggis terisak-isak. Badanku tak mampu bergerak, aku seperti tak punya tenaga untuk bergerak, dan semua menjadi gelap.


Sebenarnya apa yang terjadi dengan Kazune dan Suzune?

SEE YOU NEXT CHAPTER


.

.

.


Thanks for Readers and Reviewer :D


By © BEBEK L DARK EVIL


.

.

.

R

E

V

I

E

W

.

.

.