"KOMET and MAID"


.

.

.


Quotes :


"Kalau kau terlalu perduli pada orang lain,

kau tidak akan pernah mewujudkan impianmu!"


-Fujibayashi Kyou (Clannad)


.

.

.


BALASAN REVIEW :D


Kirei : Iyaa… udah Next kok :D Thanks udah baca ..

Katayanagi Namika : Iya lanjut kok :D itu pasti :D

Rizki Kinanti : Etoo.. menyentuh di bagian manannya ya

Xxxx : Waahhh.. aku da ada rencan untuk itu sih tapi tunggu aja nanti ya :D

Alya : Hehehe… sepp pasti aku lanjut tapi gak kilat.. mungkin paling cepet semingguan :D

KK LOVERS : iyaa… :D aku pasti semangat kok hehehe..

Andien Hanazono : Okey sepp hehehe.. ikutin terus ya cerita Bikinanku…

Athena Athiya : Waduh aku mau di petis si kembar ni.. waahh… aku kabur ahh hehehe.. Ya ikutin aja lanjutannya biar makin penasaran :p

.10 : Ahahaha.. Iya aku lanjut kok :D panggil Bebek aja ya :D makasih dan salam kenal :D

Siti Ragiba Fihi : Iya udah update kok :D makasih udah Review :D

Jamilah : Waduhh.. sedih di bangian manannya she O.O?

Yume Sora : Wahh baca aja ya udah ada jawabannya di chapter ini kok :D

Elzurin : Waahh,.. makasih atas partisipasinya :D Okey aku panggil EL ya hehe.. Ikutin lanjutannya terus ya :D

Ayu.P : Waahh.. asiknya yang masih sekolah :D Lama gak jumpa ni.. semangat ya buat sekolahnya :D Okey pasti lanjut kok :D

Ikina Ueuwashi : Kalau gak ada mistisnya gak akan seru lagian aku fikir itu ciri khasku –w- semua punya hal dan tujuan masing-masing XP makasih dukungannya :D


MAKASIH REVIEWNYA :D


.

.

.


"KOMET and MAID CHAPTER 13"

Disclaimer : Kamichama Karin & Kamichama Karin chu © Koge Donbo

Story : Komet and Maid © Bebek L Dark Evil

Warning : Gaje, OOT, OOC, Ancur, Tak memperhatikan EYED and Etc -,-v

Selamat menikmati cerita yang di buat oleh author bebek sarap ini.


.

.

.


"FRIENDS"


.

.

.


"You'll never be alone in darkness."


Aku berusaha membuka mataku, tapi semua terasa berat. Aku menggerakkan tanganku untuk membantu membuka indra penglihatanku. Otakku memutar sebuah tayangan yang menyakitkan, aku melihat Suzune dan Kazune tergeleta di lantai dengan baju yang berlumuran darah.

"Kazuneee…" Entah kenapa aku berteriak dan reflek bangun. Aku terduduk lemas dengan keringat bercucuran diseluruh badanku. Pandangan mataku terasa buram, kepalaku terasa pusing dan berat. "Karin! Ada apa memanggilku?" Kazune menatapku dari balik pintu Kamarnya.

"Darah, Kazune dan Suzune apa kalian baik-baik saja?" tanyaku panik. Aku menatap lurus dan tepat di pusat mata Kazune. Iris mata birunya sedikit menenangkanku. "Ehhh.. darah? Apa maksudmu Karin?" Entah apa yang salah dengan otaknya dia malah balik bertanya kepadaku.

"Aku melihat Kazune dan Suzune tergeletak di lantai dengan darah yang berceceran." Jelasku. Badanku gemetaran, keringat di sekujur tubuhku semakin deras. Aku benar-benar tak bisa menginggatnya. Aku tak mau kehilangan orang yang aku sayang lagi.

"Tenanglah Karin." Kazune meletakkan tangannya di bahuku. Mata beriris biru itu menenagkanku, membuatku setenang air. "Ka-Kazune!"Aku menanggis terisak-isak. Aku tak berani menatapnya karenannya aku menundukkan wajahku.

"Sebaiknya kau tidur lagi, wajahmu terlihat pucat." Kazune menggangkat sebelah alisnya. Ia mendekatiku, tangannya menyigap pony rambutku. Aku yang masih menanggis hanya bisa mengalihkan pandanganku darinya.

Dia meletakkan dahinya di dahiku. Kazune merasakan suhu badanku yang hangat, tapi apa ini, jantungku berdetak semakin cepat. Reflek otakku memutar memori saat Kazune menciumku di taman ria. Aku mendorongnya dengan sigap dan mendapati iris mata biru menatapku.

"Gomen! Sebaiknya kau istirahat kau sedang demam." Kazune meletakkan tangan kanannya ke dalam saku celana. Ia berlalu pergi tanpa menoleh ke belakang. Pintu kamarnya di tertutup rapat. Aku membaringkan tubuhku, merileksasikannya.

"Kenapa denganku?" aku memeganggi bibir mungilku. Merasakan setiap sentuhan lembut bibir Kazune. Jantungku seakan mau copot. Nafasnya yang menderu dengan lembut dan juga mata yang menenagkan itu membuatku lumpuh. Perasaanku tak menentu.

Saat dia menempelkan dahinya di dahiku aku seakan merinduka suasana itu. Tenang dan.. ah aku lupa. Entah kenapa aku tak bisa mengingatnya. Mataku terpejam, entah sampai kapan.

.

.

.


KAZUNE POV


Aku membuka pintu Apartemenku seperti biasanya. Karin mengendong Suzune yang nampak kelelaha. Karena kami semuah sedikit basa Karin memutuskan untuk mengambil pakaian ganti untuk Suzune. Suzune tergeletak di lantai dan entak sejak kapan ia tertidur. "Kecepatan tidur yang luar bisa." Gumamku.

Melihatnya yang tertidur pulas aku merasa nyaman tapi rasa haus mulai menerjangku. Aku mengambil Jus tomat yang cukup segar dan dingin di Kulkas. Aku duduk di dekat Suzune yang tertidur dan meminumnya. Saat aku akan berdiri untuk mengambil cemilan tanpa sengaja Suzune berguling ke kaki.

Aku menghindarinya agar tak menginjak cowok kecil itu tapi aku kehilangan keseimbangan dan terjatuh. Benturan itu tepat mengenai bagian kepalaku yang pernah si oprasi saat di inggris. Tahu-tahu saat aku tersadar Karin tertidur lemas di sampingku.

Aku mengendongnya di depan bbdannya. Dia tertidur pulas. Suhu bandannya terasa dingin. Badannya terasa berat."Walau dia cewek sepertinya dia tak pernah perduli terhadap apa yang ia makan. Menarik!" gumamku. Aku tersenyum jail.

Aku membaringkannya di ranjang. Matanya tertutup rapat. Nafasnya berhembus secara beraturan. Wajahnya terlihat menenagkan. Aku tak ingin mengakuinya tapi aku juga tak ingin menyembunyikan ini, sepertinya aku pernah melihatnya dan perasaan ini semakin meluap.

Ia mengembang seperti balon bersinar seperti mentari dan harum seperti mawar. Tapi apa perasaain ini akan sampai. "Aku menyukaimu, Karin." Aku berbisik di telinganya. Tapi Karin tak meresponnya. Aku seperti kehilangan otakku. Aku menyatakan cinta pada orang yeng tertidur. Walau begitu aku senang. Aku tersenyum ke arah sang putri tidur kemudian berlalu.

Aku berjalan ke arah Suzune yang duduk di dekat meja dengan cairan kental seperti darah yang menodai bajunya. Aku mendekati Suzune dan mengajaknya mandi.

15 menit setelah kami selesai mandi dan ganti baju. Aku memutuskan untuk membersihkan tumpah jus yang berserakan di lantai. 5 menit aku membersihkan ini sendiri aku mendengar Karin berteriak memanggilku.

Aku bergegas membuka pintu dan menatap Karin dengan seksama. Dia seperti habis mimpi buruk. Aku berjalan mendekatinya kemudian dia menceritakan hal yang tak aku mengerti. Darah dan sebagainya. Aku meletakkan tanganku di bahunya untuk menenagkan Karin.

Tapi tiba-tiba Karin menanggis. Entah apa alasannya tapi aku tak tega melihatnya. Wajahnya juga terlihat pucat. Dia terlihat seperti orang yang terkenan demam. "Demam." Fikirku. Untuk memastikan kesimpulanku aku ingin mengecek suhu badannya.

Aku menyigap pony Karin aku menempelkan dahi pada dahi Karin tapi beberapa detik saat dahi kami saling menempel Karin mendorongku. Aku tergeser beberapa langkah seperti melakukan hal yang tak pantas pada Karin jadi aku minta maaf kepadanya kemudian berlalu.


END OF KAZUNE POV


.

.

.

Saat aku membuka mataku, aku mencium bau masakan yang enak. Aku menoleh ke samping dan mendapati sebuah mangkuk yang terdapat uap yang mengepul-ngepul. Aku bangun dari tidurku dan beranjak dari tempat tidur.

Aku duduk di meja belajar Kazune yang cukup rapi –untuk ukuran cowok- dan mengambil sebuah kertas yang terletak di bawah mangkuk. Aku membacanya dengan seksama dan itu membuatku kesal.


"Oi cewek menyusahkan makan bubur ini.

Hari ini kau tak perlu masuk sekolah. Aku akan mengizinkanmu pada guru.

Istirahalah yang benar. Untuk masalah Suzune aku menitipkannya kepada pelayan di rumahku.

Setelah aku pulang ada yang mau aku bicarakan padamu.

Tugasmu hari ini cuma tidur saja.

INI PERITAH MAJIKANMU."


"Huhh…" aku mendengus kesal dan melahap bubur hangan di depanku dengan sigap. "Apa-apaan dia menyebalkan." Gerutuku kesal.

"Kalau difikir-fikir aku sudah 3 hari berada disini dan aku tak pernah menghubungi Miyon atau yang lainnya. Aku akan menghubunginya lewat telfon saja, aku tak mau mereka khawatir karena aku tak masuk sekolah." Gumamku.

Aku mengambil ponselku di dalam tas sekolah yang tergeletak di atas tumpukan buku-buku pelajaran. Aku mengetik beberapa kalimat kemudian aku mengirimnya kepada Himeka, Miyon dan Kazusa.


"Aku baik-baik saja kalian tak perlu khawatir.

Aku hanya terkena demam karena kemarin kehujanan."


Tak lama kemudian sebuah E-mail masuk ke Inbox-ku secara berturut-turut.


Dari : Himeka Blue Devil


"Aku dengar dari kakak kalau Karin sakit,

setelah pulang sekolah aku akan ke Apartemen kakak.

Karin istirahat aja."


Aku hanya tersenyum setelah membaca E-mail singkat dari Himeka. Aku menekan tombol Back lalu mengeser kursor ke atas.


Dari : Kazusa Blue Devil


"Hallo Karin..

Aku menunggumu di sekolah hehehe..

Semoga cepat sembuh ya Karin."


Lagi-lagi aku hanya bisa tersenyum. Aku melakukan hal yang sama seperti saat setelah aku membaca pesan Himeka. "Selanjutnya pesan dari Miyon."


Dari : Miyon Blue Devil


"Aku merasa kehilangan dan kesepian tanpamu Karin.

Cepatlah masuk Karin aku menunggumu."


Aku menutup ponselku kemudianku lempar ke tempat tidur King Size. Aku merasa bosan. Suzune tak ada di sini rasanya membosankan. Aku membuka pintu Kamar Kazune, aku berjalan ke ruang tamu dan betapa terkejutnya aku sosok yang tak aku harapkan sedang asik bermain Game.

"Kazune." Panggilku. Aku berjalan mendekatinya. Kazune sama sekali tak memperdulikanku, ia sibuk dengan Game Advance yang sedang ia mainkan. Aku paling benci di cuekin tapi aku suka cuekin orang. Aku berjalan ke depan TV dan berbalik menatap Kazune.

Mata kami saling bertatapn. Seperti biasanya saat aku melakukan hal aneh dia hanya mengangkat sebelah alisnya. "Kau mengganggu, pergilah." Perintahnya mengintimidasi. "Tak akan." Aku tersenyum jahil di hadapan majikanku.

"Oi cewek aneh menyingkir dari hadapanku." Perintah Kazune –lagi-. "Tak akan. Kenapa kau tak sekolah?"Tanyaku to the point. Itu bukan urusanmu." Jawabnya sinis.

"Huhh.." aku mendengus kesal, tingkah Kazune selalu menyebalkan. Aku membalikkan badanku yang kini sukses berhadapan dengan TV. Aku menekan tombol power, otomatis TV itu kini mati. "Apa yang kau lakukan Karin?" Bentak Kazune kesal.

Aku berbalik lagi ke arahnya. "Kenapa kau tak sekolah?" tanyaku lagi. Ia bukannya menjawabnya tapi malah mengalihkan padangannya. "Sepertinya kau sangat ingin tahu alasannya. Baiklah akan aku beri tahu tapi ada syaratnya." Kazune tersenyum. Senyum yang mengerikan teruj=kir jelas di wajahnya.

Gleekkk… aku menelan ludah saat melihat senyumnya. "Ba-baiklah." Jawabku pasrah.


Pemainan apa yang akan di mainkan Karin dan Kazune?


SEE YOU NEXT CHAPTER


.

.

.

Thanks for Readers and Reviewer :D


Tolong di jawab di review :D


1. Kalau kalian udah baca fic aku yang "I LOVE KAZUNE-KUN" apa kalian ingin kalau fic itu di buat Multhichap?

2. Lagu apa yang udah kalian download yang ada di fic Bebek? Dan apa pendapat kalian tentang lagu itu?

3. Apa pendapat kalian tentang fic ini?


Kalau yang ini pemberitahuan dari bebek :


Fic LOVE and RIVALRY akan aku lanjutin setelah fic ini tamat :D maaf mengecewakan.


By © BEBEK L DARK EVIL


.

.

.

R

E

V

I

E

W

.

.

.