"KOMET and MAID"


.

.

.

Quotes : ✿


" Percaya kata hatimu, bukan kata oranglain.

Lakukan yang menurutmu benar,

bukan yang menurut orang lain benar."


.

.

.


"KOMET and MAID CHAPTER 17"

Disclaimer : Kamichama Karin & Kamichama Karin chu © Koge Donbo

Story : Komet and Maid © Bebek L Dark Evil

Warning : Gaje, OOT, OOC, Ancur, Tak memperhatikan EYED and Etc -,-v

Selamat menikmati cerita yang di buat oleh author bebek sarap ini.


.

.

.


"YOU"


.

.

.


"Jika aku di sampingmu, aku merasa …

Ada yang hangat di hati."


Aku fikir aku bodoh karena menyatakan cintaku di saat-saat seperti itu, tapi kau tahu aku merasa kasihan dengan diriku sendiri. Tapi aku akan menganggapnya tak pernah terjadi.

Hari yang sepi, suasana yang sejuk. Awan putih menemani langkahku menuju sekolah yang sudah beberapa hati tak ku kunjungi. Dua hari berlalu semenjak pelecehan yang aku alami. Aku memutuskan menjadi diriku yang seperti biasanya agar mereka tak khawatir padaku.

Tapi karena hal itu mereka semua tahu tentang identitas asliku. Beberapa menit lagi aku akan sampai di depan gerbang sekolahku, liburan musim panas masih berlanjut tapi kebosanan ini membuatku ingin mengunjungi sekolah.

Kakiku telah berhasil sampai di halaman sekolah, hawa sepi kurasakan. Perasaan nyaman yang aneh. Aku lihat seseorang sedang memainkan gitar di bawah pohon sakura, ia menutup matanya, menikmati setiap alunan gitar yang terdengar.

Tak ada nyanyian, hanya ada alunan. Aku semakin mendekat dan mendekat. Semakin lama aku semakin mendengar jelas lagu apa yang ia mainkan. Aku mendekatinya, ku harap aku tak mengangunya. Aku hanya ingin menikmati setiap alunan gitarnya.


Hitori demo yuku yo Tatoe tsurakute mo

(Aku akan pergi sendiri, bahkan jika itu terlihat menyakitkan)


Kimi to mita yume wa Kanarazu motteku yo
(Aku akan selalu memiliki mimpiku bersamamu
)


Kimi to ga yokatta Hoka no dare mo demo nai

(Bersama denganmu begitu indah, tak ada orang lain)


Demo mezameta asa Kimi wa inain da ne
(Tapi ketika aku bangun di pagi hari, kau tak ada di sana)


"Ehh…" aku menutup mulutku, entah kenapa aku malah asik menyanyikan liriknya. Cowok itu menatapku. "Sepertinya kau bukan cewek sembarangan!" ujarnya. "Ehehehe…" aku hanya tertawa garing. Dia menatapku dengan tampang yang sedikit mengintimidasi.

"Kau Karin Hanazono itukan?" tanyanya. "Eh," aku mengaruk belakang kepalaku yang tidak gatal. "Ku dengar karirmu sudah tamat, menyamar di sekolah dan kasusmu akhir-akhir ini sepertinya membuat reputasimu hancur." Ceritanya. Aku hanya mendengarkan ocehan anak kecil di depanku, ia tersenyum sinis. Ejekannya membuatku mengingat kejadian yang membautku menangis beberapa hari lalu.

"Dan apa kau tahu, aku juga mendengar kalau sekarang kau bekerja menjadi seorang Maid." Serunya. Mataku terbelalak kaget mendengar apa yang terakhir ia katakan. "Sayonara. Tak ada gunanya juga aku membicarakan hal ini. Semoga beruntung Nee-Chan." Ia berbalik dan melambaikan tangannya padaku. Pergi meninggalkanku yang masih dalam kebingungan.

"Siapa anak itu?" pikirku. Aku melanjutkan perjalananku menuju kolam renang, cuaca sepanas ini membuatku ingin bermain air. Kini aku telah sampai di kolam renang. Sejak perjalananku melewati gerbang sekolah tadi tak ada seorang pun yang aku lihat selain anak itu. Tapi entah kenapa aku merasa di ikuti.

Aku duduk di tepi kolam. Memasukkan kedua kakiku kedalam sejuknya air. Pohon rindang di belakangku membuatku sedikit nyaman, dedaunan kering berjatuhan menghiasi jerninya air. Aku memegangi lionti kalung yang ku pakai. "Hihihi ini mengingatkanku pada Kazune." Aku tertawa sendiri walau begitu bukan berarti aku gila loh.

Pertemuan awal dengan Kazune, kejadian di kolam, kejadian waktu pentas dan kejadian kemarin. Seandainya tak ada Kazune mungkin aku masih terpuruk sekarang. Byuurrr… cipratan air kolam tiba-tiba membasahi bajuku, seseorang berambut pirang sedang asik berenang bak kecebong.

"Apa yang kau lakukuan Kazune?" teriakku kesal. Jujur saja saat dia pertama kali datang, dia membuatku kesal, sampai sekarang dia juga membuatku kesal. Dia membuyarkan lamunanku, ya lamunan bodohku tentangnya.

"Kau tadi keluar diam-diam jadi aku mengikutimu, aku khawatir kau menangis lagi." Ia menyeringai. "Moo~ aku tak akan menangis lagi, tak akan." Ucapku. Ia keluar dari kolam dan melepas kemeja putih yang ia kenakan. Kini tubuhnya basah kuyup begitu juga bajunya.

"Kau bisa masuk angin nanti." Ujarku. "Tak akan, walaupun aku masuk angin aku tak akan menangis sejelek kau kemarin." Ujarnya menyindir. "Yayaya… maaf saja kalau aku hanya bisa menangis." Sebuah perempatan nyangkut di jidatku, seakan-akan aku ingin memukulnya. Tapi mengingat usahanya menenangkanku kemarin, aku mengurungkan niatku.

"Akan aku ambilkan baju, kau disini saja." Perintaku cuek. "Sebaiknya kau tak perlu memikirkan apa yang bocah itu katakan, kau cukup melakukan apa yang kau inginkan." Entah kenapa Kazune tiba-tiba mengatakan hal seperti itu, sebelum menyeburkan dirinya ke kolam lagi.

Aku berjalan meninggalkannya. Kini aku sampai di lokerku, aku mengambil baju olah raga yang sudah lama tak terpakai. "Kazune, apa boleh aku mengatakan suka kepadamu sekali lagi?" Aku menangis terseduh-seduh, mungkin ini hanya perasaan nyaman sesaat karena dia selalu membantuku dan selalu ada untukku. Mungkin aku tak benar-benar menyukainya. Bisakah aku menepis perasaan ini tuhan.

Aku mengusap air mataku, menutup lokerku dan berjalan menuju kolam, di tepi kolam Kazune terduduk menikmati awan biru yang begitu tenang. Ia menyambutku dengan senyuman saat aku memasuki area kolam.

"Nee~ Kazune apa kau punya seorang pacar?" tanyaku tiba-tiba. "Punya." Jawabnya singkat. "Eh." Aku meremas baju olah raga yang sedari tadi aku gengam. "Hahaha tentu saja cowok sekeren dirimu pasti punya 1 atau 2 pacarkan?" ujarku. Aku tak tahu, ini sakit. Tepat di hatiku ini terasa sakit. Aku melemparkan baju olah ragaku kepada Kazune.

"Maaf aku harus pergi, ada sesuatu yang harus ku lakukan." Aku berbalik meninggalkannya. Aku tak mau melihatnya, senyum yang ia tunjukkan saat ia menceritakan kalau ia punya pacar. Ini sakit Kazune. Kenapa kau membuatku binggung, aku baru saja meyakinkan diriku sendiri kalau ini hanya perasaan sementara. Tapi kenapa ini begitu sakit.

Walaupun tadi ku bilang aku tak akan menangis , tapi air mata kini mulai menetes. Aku memasuki ruang perpustakaan membiarkan pintunya tetap terbuka. Aku bersembunyi di pojok ruangan, bersandar di antara buku-buku kuno yang tertata rapi. Tangisanku pecah, menyakitkan. Kenapa perasaanku menjadi tidak karuan seperti ini.

Harusnya aku senang saat dia bahagia, tapi kenapa denganku, aku merasa bimbang. Aku memeluk kedua lututku, menangis sendirian. Aku masih terisak-isak. Entah sejak kapan mataku mulai terpejam, mimpi saat aku masih kecil tiba-tiba terulang lagi. Aku tak bisa melihat wajahnya hanya senyumnya saja. Walau begitu aku merasa tenang. "Karinn…" aku mendengar seseorang memangilku.

Aku tak menghiraukan orang itu, aku ingin melihat anak kecil di depanku sedikit lebih lama. Tapi kini semua menjadi gelap. Dia menghilang, aku memejamkan mataku. Aku merasa tubuhku terangkat. "Hahahaha.. cewek sepertimu sepertinya menarik untuk di permainkan." Aku mendengar seseorang tertawa, ia begitu dekat.

Perasaan apa ini, aku berusaha membuka mataku tapi kenapa aku tak bisa, dan suara siapa ini? Aku tak pernah mendengar suara ini sebelumnya.

"Aku sudah membawakan cewek yang kau pesan bos!" ujarnya. Tanganku tak bisa bergerak, aku takut, Kazune tolong aku. Aku menangis dengan mata terpejam. Walau aku tak tahu jelas, tapi aku merasa aku kini berada dalam bahaya. "Siapapun tolong aku!" do'aku dalam hati.


Akankah tangisan Karin tersampaikan untuk Kazune?

Akankah ada yang menolong Karin dalam kekacauan kali ini?

Masih banyak misteri lainnya yang belum terpecahkan tapi cukup sampai di sini chapter 17 Hehehe XP


.

.

.


BALASAN REVIEW


.

.

.

Reo Toa Hikari dan Hikaru : Iya makasih

andien hanazono : Thanks Andien

white's : Maaf gak bisa update kilat

Himitsu dayo : Oh iya makasih atas dukungannya

Guest : Oh iya makasih.. tapi maaf gak bisa cepet2 update next chapternya

Asyarota Aina : Sebenernya saya juga penasaran kenapa saya males amat lanjutinnya hahaha #Di tabok

dhldr : Ok aku lanjutin

AuliaRamadhina : Iya masih inget kok din,

anjani : Iya udah lanjut kok .. dan pasti lanjut

Melyani Bunny : Apanya?

dcee : Sipp

: Gak bisa kilat, lagi sibuk

Aikawa Fuyuki : Hahahaha... ok lanjut kok

VicaVia-chan : Iya makasih atas dukungannya

dhldr : Gomen XP

KK LOVERS : Ok hahaha... aku juga sibuk ngurusin kampus XP

ai miyano : Iya makasih

Lyn kuromuno : WEekwekweek mau punya pacar kyk Kazune ya ? XP

KK LOVERS : Ok makasih

Yumi Tiffani : Makasih atas dukungannya


Tanpa basa basi..

Maaf hahaha.. #Kabur XP

U,u

By © BEBEK L DARK EVIL


.

.

.

R

E

V

I

E

W

.

.

.