"KOMET and MAID"
.
.
.
✿ Quotes : ✿
"orang-orang yang memiliki kemampuan untuk mengubah sesuatu di dunia ini...
adalah mereka yang berani merelakan sesuatu yang penting bagi mereka.
Orang-orang yang tak bisa merelakan sesuatu yang penting baginya,
tak akan bisa merubah apapun"
.
.
.
"KOMET and MAID CHAPTER 18"
Disclaimer : Kamichama Karin & Kamichama Karin chu © Koge Donbo
Story : Komet and Maid © Bebek L Dark Evil
Warning : Gaje, OOT, OOC, Ancur, Tak memperhatikan EYED and Etc -,-v
Selamat menikmati cerita yang di buat oleh author bebek sarap ini.
.
.
.
"E.N.D"
.
.
.
"I don't care if i'm disliked.
I don't care if i don't have a place where i belong.
I don't mind if everybody rejects me starting tomorrow.
I will even become a devil..
for the person who is trying to protect me."
(Aku tidak peduli jika aku tidak disukai.
Aku tidak peduli jika aku tidak memiliki tempat untuk ku berada.
Aku tak keberatan jika semua orang menolakku mulai besok.
Aku bahkan akan menjadi Iblis ..
bagi orang yang mencoba untuk melindungiku.)
KOMET AND MAID PROFIL CHARACTER
Nama : Karin Hanazono (Karin Hanagirano)
Kelas : 2-B
Posisi : Vokalis Blue Devil
Usia : 17 Tahun
Tinggi : 165
Nama : Kazune Kujyou
T. Lahir : 2 Februari
Kelas : 2-B
Posisi : Vokalis Dark Evil
Usia : 17 Tahun
Tinggi : 173
Fans Club : KAZUNErs
Nama : Himeka Kujyou
Kelas : 2-C
Posisi : Keyboard Blue Devil
Usia : 17 Tahun
Tinggi : 163
Nama : Kazusa
Kelas : 2-A
Posisi : Bassis Blue Devil
Usia : 17 Tahun
Tinggi : 163
Nama : Miyon
Kelas : 2-D
Posisi : Drumer Blue Devil
Usia : 17 Tahun
Tinggi : 164
Nama : Yuuta (Karakter Tambahan)
Kelas : 2-B
Posisi : -
Usia : 17 Tahun
Tinggi : 175
Rambut : Coklat
Nama : Michiru Nishikiori
Kelas : 2-C
Posisi : Drumer Dark Evil
Usia : 18 Tahun
Tinggi : 177
Nama : Jin Kuga
Kelas : 2-A
Posisi : Bassis Dark Evil
Usia : 17 Tahun
Tinggi : 173
Nama : Yuki
Kelas : 2-A
Posisi : Keyboard Dark Evil
Usia : 17 Tahun
Tinggi : 172
Nama : Suzune
Usia : 7 Tahun
Tinggi : -
"Buka penutup matanya." Perintah orang yang duduk dengan angkuh. Cowok yang tadi mengendong Karin membuka penutup mata Karin. "Selamat sore nona Karin, bukankah ini menyenangkan?" Ia tersenyum menyeringai. "Ternyata kau lumayan manis juga Karin Hanagirano."
Sebuah nama yang sudah bertahun-tahun tak pernah ku dengar kini terngiang-ngiang di telingaku. "Siapa kalian?" tanyaku murka. Cowok yang sepertinya pemimpin mereka semua hanya bisa tersenyum puas.
"Kau ingat lambang ini?" sebuah lambang berbentuk bulan sabit yang terbalik ia perlihatkan padaku. Jujur saja lambang itu membuatku mengerti satu hal yang pasti. Tempat ini tak aman. Aku berusaha melepas ikatan tanganku.
"Karrriiinnnnn…." Sebuah suara memanggilku dengan jelas, tapi jujur saja aku merasa itu cuma imajinasiku saja, aku cuma berharap Kazune akan datang di saat-saat seperti ini.
"Duaakkk…" seseorang yang sedari tadi berdiri disampingku menendangku dengan keras, membuatku tersungkur ke lantai. Dahiku berdarah karena ulahnya. Kedaranku mulai terguncang. Aku berusaha membuka paksa mataku tapi itu sia-sia. Aku tak sadarkan diri.
Nama yang dia teriakkan aku yakin sekali, itu bukalah sebuah kebetulan. Badanku terasa lemas, wajahku terasa panas. Tapi ini terasa sedikit…nyaman. "Karin.. tersenyumlah." Mimpi tentang masa kecilku dengan cowok itu berputar lagi.
Aku membuka paksa mataku seakan-akan aku tak mau melihat kejadian mengerikan itu lagi. "Kau sudah bangun Karin?" Tanya Kazune polos. Aku mengalihkan pandangan mataku ke sumber suara. "Sepertinya aku merepotkanmu lagi ya!" aku menunduk menyesal. "Tak apa." Dia tersenyum tulus.
Wajahnya terlihat sedikit memar, seperti terkena pukulan. "Apa kau menolongku lagi? Bagaimana dengan cowok itu?" tanyaku beruntun. "Cowok itu di bawah ke kantor polisi, Yuuta yang menolongmu." Jelas Kazune. "Ehh…" mataku terbelalak tak percaya. "Tapi kenapa wajahmu memar?"
"Yuuta memukulku, tapi itu bukan sesuatu yang penting jadi lupakan saja." Aku mengangguk tanda mengerti, walau hal ini sangat rumit untuk di pahami tapi aku merasa aku hanya perlu percaya kepada Yuuta dan Kazune.
"Karin, Yuuta menitipkan buku ini untukmu." Kazune menyerahkan sebuah buku usang kepadaku. "Sepertinya itu bukan hanya mimpi, aku rasa aku sudah tidak bisa menghindar lagi." Gumamku lirih. Aku menerima buku itu dari Kazune. Kazune meletakkan tangannya di atas kepalaku, membelai lembut rambutku, "Kau tak perlu memaksakan diri Karin, walau kau menghindari masalahmu sekarang aku yakin suatu hari kau akan mampu menyelesaikannya, semuanya hanya butuh waktu yang tepat." Ujar Kazune. Dia berjalan meninggalkanku dengan buku misterius di tanganku.
Aku membuka halaman pertama buku pemberian Yuuta, di sana tertulis sebuah kalimat yang menyesakkan. "Bunga Ini Untukmu." Aku tak sangup menahan air mataku, satu kalimat itu membuatku kembali ke masa lalu.
FLASH BACK KARIN POV
Pagi 8 tahun yang lalu saat usiaku 9 tahun aku selalu bermain bersama seorang cowok yang manis, dia tetanggaku. Aku tak tahu siapa nama anak itu, tapi kami selalu bermain setiap hari, selalu bersama. Pada suatu hari kami berdua bermain di bukit kota, dia memetiikan beberapa tangkai bunga untukku.
Dia sangat ceria, aku tak pernah melihatnya sedih. Dia sibuk memetiku bunga saat aku asyik berbaring menatap langit. Saat aku memanggil anak itu dia tak menjawabku. Aku beranjak dari posisiku dan mencarinya, kini kedua mataku terbelalak. Dia di tepi bukit…
Sekumpulan anak laki-laki lain menjahilinnya. Dia tersudut di antara anak-anak itu dan pagar pembatas. Seorang anak yang terlihat sangan senang dengan acara bullinya mendorong temanku tepat ke pagar pembatas. Pagar pembatas yang rapuh tak mampu menahannya, sampai akhirnya dia jatuh dengan 7 tangkai bunga di tangannya.
Selama ini aku hanya menganggapnya sebuah mimpi, berharap semua itu tak pernah terjadi, berharap agar itu hanya mimpi buruk dan akan hilang suatu hari nanti, tapi nyatanya aku membunuhnya, aku tak bisa menolongnya tak bisa menyelamatkannya.
END OF FLASH BACK
.
.
.
Kini air mataku menetes tanpa arti, aku mengutuk diriku sendiri karena aku tak mampu menyelamatkannya. Tapi dari mana Yuuta tahu tentang buku ini. Aku menuruni ranjangku dengan terburu-buru. "Kazune maaf aku harus pergi." Aku berlari meninggalkan Apartemen milik majikanku. Aku harus mencari tahu ini semua dan mengakhirinya. Menanyakan kebenaran itu semua dari Yuuta dan dari mana penculik itu tahu nama asliku. Aku bukan Karin Haruno, ataupun Karin Hanazono aku adalah Karin Hanagirano.
Saat aku meninggalkan tempat tinggal Kazune aku tak melihatnya di manapun tapi aku rasa itu lebih baik, karena aku yakin saat dia tahu aku kabur dia akan memarahiku habis-habisa. Aku berlari menuju rumah Yuuta yang tak jahu dari rumahku. Aku terus saja berlari, tanpa alas kaki aku memaksa kakiku untuk terus melangkah. Banyak hal yang tak aku mengerti.
Ini semua membuatku gila. Aku tahu aku sering kali mengungkapkan perasaan sukaku kepada Kazune tapi selalu penolakan yang aku dapat, aku tahu Yuuta menyukaiku tapi kenapa hatiku tak mau terbuka untuknya?. Aku tahu aku punya sahabat yang baik tapi kenapa aku tak pernah menceritakan masalahku pada mereka dan memutuskan semuanya sendiri.
Kenapa aku selalu bersikap egois, hanya memikirkan diriku sendiri, selalu merepotkan Yuuta, Kazune Himeka dan yang lainnya. Aku juga ingin kebahagiaan tuhan. Bahkan sampai sekarang aku selalu memakai nama samaran. Saat aku mengetahui identitas cowok itu aku janji aku akan mencari cara agar aku bisa memaafkan diriku sendiri.
Aku ingin bisa menjadi diriku sendiri. Saat semua ini berakhir aku hanya akan menganggap Kazune sebagai teman sekelasku, kembali bermain Band bersama teman-temanku dan menikmati masa sekolahku dengan diriku yang baru. Ya … akan aku lakukan.
Dengan nafas terengah-engah aku kini sampai di depan gerbang rumah Yuuta, belum selesai aku mengatur nafasaku aku mendengar sebuah obrolan dari balik gerbang, aku mendekati asal suara itu dan mendengarkannya dengan seksama.
"Harusnya aku tak memberikan buku itu padanya!" itu terdengar seperti suara Yuuta. "Memang apa masalahmu…kau selalu membelanya. Dia sudah membunuh kakakku, dan aku disini untuk menghancurkan semua yang dia miliki." "Cewek, itu suara cewek. Dengan siapa Yuuta bicara?. Dan apa itu ada hubungannya dengan cowok itu." Gumamku. Aku menelan ludah, sepertinya pengorbananku tak sia-sia.
"Kenapa kau mencoba memaafkan Karin, semua ini terjadi bukan karena kesalahannya." Seru Yuuta. "Tapi seandainya dia berlari dan menolong kakakku saat itu semua tak akan begini." Jelas cewek itu lagi. " Hisako, sudah cukup. Kau keterlaluan." Bentak Yuuta. "Okey, aku mengerti. Dari dulu kau selalu menyukai Karin, tak perduli di Inggris atau pun disini kau selalu menyukainya. Tak heran jika kau selalu membelanya." Jelas Hisako.
Plakkk…. Terdengar suara pukulan yang sangat keras. "Harusnya kau menyalahkan Kazune karena masalah Kakakmu bukannya Karin." Ujar Yuuta. Degg… seketika itu juga jantungku seakan berhenti berdetak. "Apa.. apa hubungannya Kazune dengan kematian cowok itu?" fikirku panik. "Ohh… aku mengerti, Kau tak mau menyakitinya karena kau menyukainyakan?" Tanya Yuuta. "Bukannya kita impas Hisako?" tanyanya lagi.
"Karin…"Seseorang memanggil namaku membuatku panik seketika. "Yu-Yuuta.." Aku hanya bisa menatap cowok itu dengan tatapan miris. Dia tahu masalaluku, tapi siapa sebenarnya Yuuta itu? Dan apa hubungan Kazune dengan masa laluku? Apa aku pernah bertemu dengannya sebelumnya? Hisako adalah adik cowok itu, aku merasa ini semua semakin jelas. Yang pasti cowok itu telah tiada.
Dan orang-orang di sekitarku terlibat dengan semua masalah ini. Yuuta, Hisako, dan Kazune.
.
.
.
BALASAN REVIEW
Melyani Bunny : Thanks :p
Guest : Yupsss...
white's : Thanks
alfina : Okeyy...
rezahz : Emm... rahasia XP
Saitou Yumi19 : Ok thanks
grace : Thanks yak ... kamu pembaca setia XP
:Ahahaha
KK LOVERS : Saya aja yang bikin kagak tau endingnya XP
BlueStar2604 : Makasih XP
Riri Itha Ithy : Hiatus XP
dhldr : Makasih...
lyn kuromuno : Wekwekwek XP
Kushiminamikaze : -_- #no comment
Yuliana270601 : Lanjut kok
.
.
.
Hiatus super laaaaammmmmaaaa…
Tapi akhirnya UPDATE juga XP
Yang mau REVIEW MASALAH TYPO KELAUT AJA YE :V
Kalau kagak suka baca yang banyak typonya…
JANGAN BACA FIC BIKINAN BEBEK,
KARENA FICKU BANYAK TYPONYA -_-
By © BEBEK L DARK EVIL
.
.
.
R
E
V
I
E
W
.
.
.
