"KOMET and MAID"


.

.

.


Quotes :

"Jika aku tak bisa mengatakan perasaanku
Sama saja seperti aku tak punya rasa suka padamu"

"Sonar Pocket – ONE-SIDED LOVE"


.

.

.


"KOMET and MAID CHAPTER 25"

Disclaimer : Kamichama Karin & Kamichama Karin chu © Koge Donbo

Story : Komet and Maid © Chun Chun Si Bebek

Warning : Gaje, OOT, OOC, Ancur, Tak memperhatikan EYED and Etc -,-v

Selamat menikmati cerita yang di buat oleh author bebek sarap ini.


.

.

.


"HANAGIRANO "


.

.

.


Aku bukanlah tipemu
Pastinya bukan pilihan idealmu
Aku ini sebenarnya seperti apa di matamu?


"Nee~ Karin Nee-chan, bagaimana perasaanmu jika aku memberi tahumu kalau aku pelaku di balik semua kasusmu? Apa kau akan mempercayainya?" pertanyaan Akira membuat kepalaku berhenti berpikir, semua hal kelam yang pernah aku rasakan, apa semua itu ulah Akira? Bagaimana bisa orang yang aku percayai menghancurkanku dengan mudahnya? Bagaimana bisa? Apa yang harus aku lakukan sekarang? Aku terduduk lemas tak bergerak, tatapan mataku terasa kosong. "Jika Akira adalah pelakunya, aku ingin Akira menjelaskan alasanmu." Pintaku ragu, ya.. aku ragu Akira akan menjawab pertanyaanku.

"Apa kau pikir kau ada di posisi yang bisa meminta hal itu, Karin Nee-chan." Akira menatapku tajam. Aku berdiri dari tempatku duduk dan melayangkan pukulanku tepat di wajahnya. Sekilas aku merasa orang-orang disekitar kami menatapku. "Karinnnn…" Aku mendengar teriakan dari orang yang tak asing bagiku. kulihat Kazune, Jin, Michi, Himeka, Miyon, Yuuki dan Kazusa berlari menghampiriku. Entah tahu dari mana mereka posisiku, tapi ini membuatku merasa sedikit tenang.

Aku senang aku punya sahabat seperti mereka. Aku memegang pergelangan tangan Akira. Sebaiknya kau tak melarikan diri dariku. Jika kau adalah pelakunya aku tak akan melepaskanmu begitu saja. Beberapa saat setelah mereka sampai, Jin dan Michi mengantikanku memegangi Akira. Kami membawa Akira ke Apartemen Kazune, tempat paling aman dan paling dekat dari posisi kami sekarang. 10 menit setelah kami sampai di tempat tujuan, kami mengikat tangan Akira dengan seutas tali. Kami menatapnya dengan tajam, mengharapkan penjelasan tentang semua masalahku dan juga masa laluku.

"Jadi, apa alasanmu mengangguku selama ini?" Aku bertanya pertanyaan yang sama pada Akira, dan aku rasa dia akan menjawabnya kali ini. "Nee~ Karin Nee-chan, apa kau tahu rasanya, jika senyum orang yang kau suka menghilang dari hadapanmu? Tentu saja kau tahu rasanyakan? Bukannya itu terasa sakit? aku yakin kau akan terus berusaha untuk mengembalikan senyum orang itu apapun alasannya, dan bagaimana pun caranya. Aku pun sama. Aku melakukan hal yang harus aku lakukan untuk mengembalikan senyum orang itu." Akira terlihat begitu depresi, suaranya terasa begitu menyiksa, dia terlihat begitu menyebalkan saat aku pertama kali bertemu dengannya, tapi sekarang wajahnya terlihat begitu – putus asa.

Kesedian yang selama ini dia tahan, terlontarkan dari bibirnya dengan pasti, tanpa kebohogan. "Apa kau ingat cowok yang kalian bunuh Kazune, Jin, dan kau juga Michi? Apa kau ingat saat-saat kematian cowok yang selalu bermain denganmu Karin? Apa kau ingat dia? Dia adalah kakak Hisako. Apa kalian tahu semenjak Hisako kehilangan Kakaknya dia tak pernah sekalipun tersenyum ceria. Apa kau tahu perasaanya yang selalu melihat kakaknya bermain dengan gadis lain sedangkan dia hanya bisa berbaring di rumah menuggu ibunya yang sedang sakit? Apa kau tahu rasanya kehilangan 2 orang yang berharga bagimu dalam waktu yang bersamaan? Hisako menanggung semua itu sendiri. Saat ulang tahunku, setelah kematian kakaknya, Hisako memintaku mengundang kalian berempat. Aku sengaja mengundang Kazune karena hal itu mungkin bisa membuatnya tersenyum lagi, tapi aku tak pernah tahu alasan Hisako mengundangmu Karin?

Kami semua mendengarkan Akira dengan seksama. Kami berdiri mengitarinya dan menatapnya dengan cermat. "Awalnya hisako selalu menceritakan tentang kakaknya yang selalu bermain dengan gadis cantik dari keluarga Hanagirano, Keluarga hisako bukanlah keluarga yang beradab, mereka hanya keluarga menenggah. Hisako penasaran gadis seperti apakah kau Karin? Tapi untukmu Kazune, setiap hari Hisako selalu memperhatikanmu, dia selalu mengawasimu di sekolah. Dia menyukaimu.

Tapi malam itu, kau tak pernah datang di pesta ulang tahunku, Karin!" Kau masih ingat kan? Ulang tahunku terjadi tepat seminggu setelah Kakak Hisako tiada, jadi saat itu apa yang kau lakukan? Apa kau sedang menanggis di kamarmu? Atau kau berpikir untuk bunuh diri? Sedangkan saat itu kalian bertiga datang tanpa rasa bersalah. Bukannya ini sangat menyedihkan? Bagaimana bisa bajingan seperti kalian datang tanpa rasa bersalah padahal kalian yang membunuhnya?"

"Sialan kau?" Jin meninju wajah Akira dengan keras, mau tidak mau wajahnya menjadi sedikit lecet dan sedikit berdarah. "Memangnya apa yang kau tahu tantang kami?" Teriak Jin tepat di depan Akira. "Jin, tahan emosimu, aku masih ingin Akira melanjutkan ceritanya, jika kebenaran ini terungkap aku ingin kau berjanji padaku untuk melangkah maju, Karin." Kazune menatap Karin yang berdiri di sampingnya. Sedangkan Michi dan Himeka sibuk menjahukan Jin dari Akira. Aku tak menjawab pertanyaan Kazune, aku hanya bisa terdiam dengan semua pengakuan Akira.

"Jadi setelah semua hal itu aku melakukan pembalasan. Aku menyewa orang bayaran menculikmu untuk mengambil benda berharga dari kamarmu, tentu saja itu harus hal yang tak bisa kau lupakan. "Lambang Keluarga Hanagirano." Aku menyuruh mereka membakar rumah itu saat semua orang sedang tertidur, aku memastikan bahwa semua pintu keluar akan terbakar secara bersamaan dan memastikan seisi rumah terbakar habis. Tapi kenapa kau bisa ada disini Karin?" Tiba-tiba Akira menatapku dengan tajam. Matanya terlihat begitu kelam dan membara. Rasa balas dendam dan kekecewaan yang dalam terpancar dari sorot matanya. Setelah aku membalaskan dendam Hisako, aku menyusul kedua orang tuaku ke Jepang. Beberapa tahun setelah kejadian itu aku benar-benar terkejut melihatmu tampil di TV dengan wajah yang begitu ceria, seperti kau melupakan dan meninggalkan masa lalumu di belakang seakan itu tak pernah terjadi. Kau tahu itu seperti penghinaan bagiku. Kau tersenyum dan bernanyi seakan kau menikmati Hidupmu. Setelah melihatmu aku semakin ingin … menghancurkanmu." Akira Nampak menyeringai.

"Sialan kau! Kau orang terburuk yang pernah aku temui." Teriak Yuuki. "Lanjutkan ceritamu." Pinta Kazune. Dia terlihat benar-benar menahan emosinya. "Sepertinya kau sudah tahu kelanjutannya." Jawab Akira sinis. "Setelah itu aku mengirim wartawan untuk memata-matai Karin dan orang itu malah melakukan hal di luar dugaanku hahaha… tapi itu tak buruk juga. Dia kan memang cewek murahan hahaha…." Tawa Akira terhenti saat Himeka menamparnya. "Apa kau tahu hal bodoh apa yang sudah kau lakukan?" Himeka bertanya dengan penuh penekanan. "Ya, pengahancuran total." Jawab Akira santai. Tapi ya, kalian tahu sendiri lanjutannya. Yuuta yang mengetahui rencananku mengagalkannya. Dia begitu menyukai Karin, sedangkan Hisako begitu menyukai Kazune. Sedangkan Kazune menyukai Karin, dan Karin sendiri menyukai Kakak Hisako. Sebuah kisah cinta yang mengelikan. Hahahaha…." Akira tertawa terbahak-bahak sedangkan orang yang berdiri di depannya berusahan menahan amarahnya.

"Kau tahu Akira, setelah mendengar semua penjelasanmu, aku jadi merasa lega. Jika sekarang aku tidak mempunyai orang tua, tidak mempunyai rumah yang semewah dulu. Tidak bisa bertemu dengan Kakak Hisako. Aku bersyukur aku masih Hidup. Karena mereka yang pergi telah di gantikan oleh mereka. Sahabatku. Sekarang itu semua lebih dari cukup untukku. Terima Kasih, dengan ini aku tahu semua kebenarannya. Aku melangkah maju mendekati Akira. Aku mengeledah saku bajunya dan mengambil lambang Hanagirano darinya.


SEE YOU NEXT CHAPTER :P


.

.

.

BALASAN REVIEW

.

.

.


"Thanks for Silence Reader and Reviewer

See ya next chapter"

Nama baru bebek xp

By © CHUN CHUN SI BEBEK


.

.

.

Rika'i Ri-chan : Update lama aja ya hahaha… I don't have free time :'v

Prem's : Iyo makin runyem :'v udah mau end sih .. #terpaksa di

azahnurbandini : Thanks yak masukannya, tapi masih belum tepaqt masukin Kazune POV di chapter ini :'v

Silent Reader : Iyoi hahaha… lanjut sampek End bru update fic baru, banyak fic baru yang ane bikin tapi gak bisa update takut di timpuk reader yang nunggu fic ini :v

I was here : Okay nanti di pertimbangin lagi xp

Asharinchan : Maap saya orangnya gak perduli sekitar :v mau rame atau sepi fandom ini saya gak perduli :'v saya Cuma mau nyalurin hobi doang kok di sini. Nanti kalau bosen paling ane pindah fandom lagi xp

sakura myori : Ni reader greget treak2 mulu :v makasih semangatnya.. bikin ane senyum2 bacanya hahaha xp

savarlii : Pnggil Chun Chun kalau gak mau manggil ane Bebek xp

earlyk : Sankyuu :D

Angel10Stars : Iyoi.. hahaha makasih yak reviuwnya

R

E

V

I

E

W

.

.

.