"KOMET and MAID"
.
.
.
Quotes :
"Bahkan jika kau merasa jatuh cinta dengan orang yang salah,
Jangan pernah menyerah pada perasaan yang telah tumbuh di hatimu."
"Chun-Chun si Bebek"
.
.
.
"KOMET and MAID CHAPTER 26
FINAL CHAPTER"
Disclaimer : Kamichama Karin & Kamichama Karin chu © Koge Donbo
Story : Komet and Maid © Chun Chun Si Bebek
Warning : Gaje, OOT, OOC, Ancur, Tak memperhatikan EYED and Etc -,-v
Selamat menikmati cerita yang di buat oleh author bebek sarap ini.
.
.
.
"FUTURE"
.
.
.
Aku bukanlah tipemu
Pastinya bukan pilihan idealmu
Aku ini sebenarnya seperti apa di matamu?
Setelah semua pengakuan Akira, kami semua memutuskan untuk melaporkan tindak kejahatan Akira kepada Polisi. Hisako yang cukup terkejut dengan kejadian itu mengurung dirinya di kamarnya. Yuta menenangkan Hisako setiap saat tapi itu hanya dapat meredakan emosinya sementara. Kejadian itu benar-benar mengubah hidupku. Akira mengubah hidupku 2 kali. Entah di masa lalu yang tak aku ketahui atau kemarin. Semua hal akan terjadi diluar penalaran manusia. Siapa sangkah dia melakukan semua itu untuk Hisako. Aku duduk di balkon Apartemen Kazune, dia tak mengizinkanku pulang. Sahabatku yang lain juga memintaku untuk tinggal.
"Nee~ Kazune-kun, kurasa aku bisa menepati janjiku." Memoriku kembali di mana Kazune memintaku menerima semua hal yang menimpahku. Aku mendekati Suzune yang tertidur pulas di kamar Kazune. "Aku rasa akan sangat menyenangkan jika aku menjadi anak kecil." Aku mengusap lembut rambut Suzune yang semakin panjang. "Apa dia kesepian tanpaku? Sejujurnya aku merindukan Suzune, dia begitu manis dan menawan. Dia selalu membuatku tersenyum. Tangan mungilnya saat menyentuh pipiku terasa sangat lembut." Aku tersenyum simpul membayakan semua hal yang pernah Suzune lakukan padaku.
"Apa kau juga merindukanku? Apa kau merindukanku seperti kau merindukan Suzune?" Kazune yang sedari tadi bersandar di sebelah lemari bajunya mendekatiku. "Ke-kenapa tiba-tiba menanyakan hal itu?" Aku tahu dia berada di belakangku tapi aku tak berani menatapnya. Aku melihat Suzune sedikit melakukan gerakan tak nyaman, sepertinya suara kami terdengar olehnya. "Ayo kita ke balkon. Aku tak ingin membangunkan Suzune". Aku menarik paksa tangan Kazune tanpa menerima jawaban darinya.
"Nee~ Karin, tolong jawab pertanyaanku?"
"Kazune-kun tolong kecilkan suaramu, aku belum menutup pintunya!"
"Tch.."
Kazune terlihat marah, dia menutup pintu itu dengan sigap saat aku akan menutup pintunya. Dia menarik tanganku dan mendorongku ke dinding di dekat pintu. Dinding ini begitu dingin. Tapi aku mulai mengabaikan hal itu dan menatap Kazune ragu-ragu. "Tolong jangan buat aku mengulangi pertanyaanku!" Aku menatapnya, mata kami bertemu. Dia begitu dekat. Aku bahkan bisa mencium bau badannya yang khas mint itu. "Apa jawabanku akan mempengaruhimu?" Aku menanyakan itu tanpa ragu. "Tentu saja."
"Ehh…"
"Jika kau menjawab ya, sepertinya aku akan…"
Kazune mengantungkan kalimatnya seakan aku tahu dia akan berkata apa. "Terima Kasih Kazune." Aku tersenyum. Terima kasih karena selalu menemaniku dan menjagaku. Memarahiku dan semua hal yang kau lakukan aku tak akan melupakannya. Aku mendorong Kazune dengan sekuat tenagaku. Seakan tak terima dengan reaksiku dia mendorongku lagi, tak membiarkanku beranjak dari posisiku. "Sebegitu menjijikkannya kah aku dimatamu Karin? Apa karena aku pernah menciummu, atau karena kau tahu fakta tentang masa laluku yang ada di hidupmu? Aku minta maaf." Kazune melepaskan tangannya dari bahuku. "Sebaiknya kau istirahat. Kau pasti lelah. Aku akan tidur di sofa dan kau bisa tidur dengan Suzune. Setiap malam sebelum tidur, dia selalu berdo'a untukmu."
Kazune beranjak pergi meninggalkan Balkon, menjahuiku dan tak akan berbalik menatapku. "Maafkan aku." Aku berlari mengejarnya dan menarik lengan baju Kazune. "Maaf kalau aku egois." Kazune tak bergerak dia hanya diam. "Sekarang kau bisa menikmati hidupmu kan Karin? Kau bisa menghidupkan Bandmu lagi. Sejujurnya aku suka senyumanmu." Aku berjalan kedepan Kazune dan menatapnya. "Sejujurnya aku merindukanmu. Aku ingin menyentuhmu. Aku menyukaimu Kazune." Aku menatapnya dengan yakin. Aku berusaha menenangkan detak jantungku yang semakin kencang, aku mengalihkan perhatianku dari Kazune. Aku penasaran denga jawabnnya tapi aku juga merasa takut.
"Ini pernyataan cintamu yang kedua kalinya kan? Maaf karena aku tak pernah menjawabnya dengan benar di depanmu. Tapi apa kau tau Karin sebenarnya aku lebih dulu menyatakan perasaanku padamu." Penjelasan Kazune membuatku menggali memori di masa laluku. "Aku rasa aku tak benar-benar mengiggatnya, tapi aku rasa aku menggingat kalau kau penah menciumku, atau itu hanya imajinasiku saja ya. Aku sedikit meragukan memoriku." Aku menaruh tangaku di bawah daguku, aku berusaha dengan keras memikirkan semua kenangan manis yang aku lupakan.
Kulihat wajah Kazune sikit memerah. Kami berdua saling bertatapan. "Karin maafkan aku aku tak bisa menjawab pertanyaanmu, tapi aku ingin bertanya satu hal padamu. Maukah kau menjadi kekasihku?" Blusshh… wajahku memerah padam, aku sungguh ingin melompat kedalam pelukan Kazune tapi aku menahannya karena Kazune dengan lembut menyentuh Bibir bawahku, mendekatkan wajahnya tepat di depanku. 2 milimeter lagi tak aka nada jarak di antara kami. Aku menutup mataku, badanku terasa sangat tegang. Aku tak terbiasa dengan jarak yang sedekat ini.
Dengan sangat lembut bibir kami berdua bersatu, jantungku berdegup semakin cepat. Aku memeluk Kazune untuk menyeimbangkan badanku yang akan jatuh ke lantai karena lemas. Beberapa detik kemudian bibir kami berpisah, aku teduduk lemas di lantai. Kedua tanganku meremas bahu Kazune. Nafasku tak beraturan. Aku berusaha mengatur nafasku yang serasa sangat berat, tapi momen itu tak di lewatkan Kazune, dia menyerangku. Kali ini dia menciumku dan memasukkan lidahnya kedalam mulutku. Perutku terasa panas, aku menutup mataku, aku mencoba mengalihkan ciuman Kazune pada hal lain tapi perasaan ini seperti magnet yang kuat. Dia menarikku dengan kuat, hanya untuk focus padanya.
Kazune memelukku, lidahnya mengabsen setiap gigiku, aku bisa merasakan rasa dari makanan yang dia makan beberapa saat yang lalu. Beberapa saat kemudian dia melepaskan ciumannya. Lagi-lagi aku tak bisa mengontrol nafasku. Dia memelukku dan berbisik di telingaku. "Syukurlah, semua bebanmu telah pergi Karin. Syukurlah." Dia memelukku semakin erat, aku sedikit mendengar isakan dari balik bahuku, dan aku hanya bisa tersenyum kemudian membalas pelukan Kazune.
.
.
.
7 tahun setelah semua hal itu, kami berdua menikah. Kami mengadopsi Suzune secara resmi setelah mencari tau latar belakang keluarga Suzune. Orang tua Suzune sudah meninggal dunia dalam sebuah kecelakaan di hari kami berdua menemukan Suzune, dia sendirian mengunggu di taman dan berharap kedua orang tuanya kembali. Sampai akhirnya kami yang menmukannya. Dia sekarang menjadi cowok yang keren, dia popular di kalangan gadis-gadis karena ke tampanannya dan bakatnya dalam bermusik dan kepandaiannya. Kazune bekerja di sebuah rumah sakit milik keluarga Kujyou sedangkan aku sendiri sibuk dengan karir bermusikku.
Aku bekerja sebagai penulis lagu. Kazusa dan Jin mereka berdua sudah bertunangan, begitu juga dengan Miyon dan Yuuki. Mereka berdua bahkan sudah di hadiahi 2 orang anak. Laki-laki dan perempuan. Sedangkan untuk Himekan dan Michi mereka menjadi guru tk dan bersenang-senang setiap hari dengan anak-anak. Aku dengan dari Kazune kalau Michi di tolak Himeka tapi sepertinya Michi tak pernah menyerah. Hehehe….
-END-
Terima Kasih karena telah setia mengikuti Fic ini dari awal sampai akhir, dan maaf kalau sering Hiatus hahaha…. Walau jarang update author sering cek favorit story ataupun favorit author, beberapa hari yang lalu favorit story ataupun favorit author sama2 49 tapi sepertinya sekarang menurun tapi ya sudahlah, hehehe… tapi ini pertama kalinya terjadi hehehe….
Setelah ini aku akan berhenti menulis di fandom ini, aku gak tau sampai kapan tapi kalau ane balik kayaknya mau lanjutin yang Love and Rivalry. Maaf ya, author sibuk dengan ujian dan lagi sibuk mempersiapkan bahan skripsi juga rencana masa depan hahaha… yang jelas senang rasanya menerima reviuw dari kalian dan reader seperti kalian hehehe….
-CHUN CHUN SI BEBEK-
Review :
Asharinchan : Ahahaha... gak akan ane lupakin kok
Lia : Iya lanjut .. ini final chapter
Momo : Hahaha permintaan di kabulkan
azahnurbandini : Okey selamat membaca.
