Would You Be Mine?

Jaehyun x Taeyong

NCT

.

.


Taeyong sampai di sekolah pukul 7 kurang 15 menit seperti biasanya. Saat ia hendak duduk ditempat duduknya, ia mendapatkan sepucuk surat diatas mejanya. Sepucuk surat berwarna merah muda dengan pita kecil diatasnya, bertuliskan 'To : Taeyong hyung'' dibagian depannya. Ia tidak perlu mencari tau siapa orang yang telah menaruh surat itu diatas mejanya. Karena ia tau betul siapa orangnya.

"Dapat surat cinta lagi, Tae?" tanya sahabatnya Doyoung yang tiba-tiba sudah ada didepannya. Taeyong hanya mengangguk malas. "Ini sudah yang ke 71 kali ah tidak sudah yang ke 72 kali ia mengirim surat, Tae. Dan tak ada satupun yang kau balas" ucap Doyoung sambil menggelengkan kepalanya. "Bocah itu sepertinya sangat serius denganmu, Tae" tambah Doyoung lagi.

Taeyong tak menjawab, ia hanya diam. Ia lalu membuka surat tersebut.

Dear Taeyong hyung

Hyung, ini aku lagi. Semoga kau tak bosan membaca suratku. Karena aku takkan pernah bosan menulisnya untukmu. Aku takkan pernah bosan mengatakan bahwa aku menyukaimu. Bahwa aku ingin dekat denganmu, hyung. Perasaan cinta ini semakin hari semakin besar saja, hyung. Jantung ini semakin berdebar tak karuan saat aku melihat senyum manismu. Dan aku semakin jatuh cinta padamu, hyung

Hyung, aku berharap kau akan membalas suratku ini :)

Dari orang yang sangat mencintaimu.

JUNG JAEHYUN

Baru saja Taeyong selesai membaca surat, bel masuk pun berbunyi. Taeyong lantas melipat asal surat itu lalu memasukkannya ke dalam tas.

.

.

Jaehyun duduk lemas dengan kepala diatas meja. Ia tampak sedih dan frustasi. Teman-temannya sudah tau kenapa Jaehyun seperti ini.

"Sudahlah Jaehyun, kau tak perlu seperti itu. Seperti orang kehilangan harapan hidup saja" ucap Yuta menggelengkan kepalanya. Jaehyun diam tak menjawab. Kepalanya masih diatas meja.

"Dia memang kehilangan harapan hidup, Yuta! Kau tidak kasihan, dia sudah puluhan kali mengirim surat cinta pada Taeyong hyung tapi tak satupun dibalas" ucap Ten membalas perkataan Yuta.

"Taeyong hyung itu sangat dingin, dia tidak punya perasaan. Sebaiknya kau lupakan saja dia, Jae" ucap Yuta lagi dan malah mendapatkan pukulan dikepala dari Ten. "Aku memang benar, lagian kan banyak siswa dan siswi diluar sana yang tergila-gila pada Jaehyun. Kenapa kau tak memilih salah satu dari mereka saja sih, Jae" ucap Yuta lagi sambil mengusap-usap kepalanya.

Dan baru saja Ten akan memukul kepala Yuta lagi, Jaehyun tiba-tiba bersuara, memikirkan perkataan Yuta. "Apa aku menyerah saja? Apa aku berhenti mengejar-ngejarnya?" ucap Jaehyun pelan.

"Ide bag..." ucapan Yuta terpotong.

"Kau jangan menyerah, Jae!" ucap Ten memotong perkataan Yuta.

"Tapi aku sudah mengatakan cinta puluhan kali padanya. Melalui surat ataupun langsung tapi dia selalu menolak" ucap Jaehyun lagi masih dengan suara pelan.

"Dia tidak menolakmu, Jaehyun. Ia hanya belum menjawab" ucap Ten lagi.

"Tidak memberi jawaban sama saja menolak" ucap Yuta dan langsung mendapat pukulan dikepala lagi. Yuta kembali mengusap-usap kepalanya.

"Ayolah Jae, kau harus semangat. Kau harus mencari cara agar Taeyong hyung tertarik padamu" Ten berkata memberi Jaehyun semangat.

"Cara apa lagi?" tanya Jaehyun.

"Mmm, seperti memberikan sesuatu yang ia sukai?" jawab Ten.

"Aku sudah pernah memberinya bunga, tapi tetap saja ia tidak merespon, Ten" jawab Jaehyun masih terkulai lemas.

"Mungkin ia tidak suka bunga, Jae. Sesuatu yang lain, yang sangat ia sukai" ucap Ten lagi.

"Apa?" ucap Jaehyun kali ini mengangkat kepalanya menatap Ten.

"Aku juga tidak tau apa kesukaannya, Jae" jawab Ten membuat Jaehyun menaruh kepala diatas meja lagi.

"Tanyakan saja pada adiknya, Mark" tiba-tiba Yuta menjawab. Jaehyun kembali mengangkat kepalanya. Ide Yuta cemerlang, mungkin saja bisa membantu.

"Ah iya benar, adiknya Mark. Dia sekolah di SMP SOPA. Aku sering melihat Taeyong menjemputnya" ucap Ten lagi.

SMP SOPA tidak jauh dari sekolah mereka. Hanya beberapa blok saja. Bisa jalan kali kalau ingin kesana. Ide ini memberi Jaehyun sedikit harapan. Ia seperti mendapatkan harapan hidupnya kembali.

.

.

Keesokan harinya setelah pulang sekolah, Jaehyun mampir ke SMP SOPA, tentu saja untuk menemui Mark, adik Taeyong. Tak perlu menunggu lama ia melihat Mark keluar gerbang sekolahnya.

"Mark Lee" ucap Jaehyun menyapa Mark.

"Iyaa, kau siapa?" tanya Mark menatap Jaehyun yang tampak asing dimatanya.

"Aku Jaehyun. Jung Jaehyun teman kakakmu, Taeyong hyung" jawab Jaehyun tersenyum.

"Oh teman Taeyong hyung. Mmm ada apa? Ada perlu denganku?" tanya Mark lagi

"Iyaa, bisa kita mengobrol sebentar?" tanya Jaehyun. Lama ia menunggu jawaban Mark yang sepertinya ragu-ragu mengiyakan ajakannya. "Kita ngobrol disana" ucap Jaehyun menunjuk ke sebuah mini market yang tak jauh dari tempat mereka berdiri. Mark pun langsung tersenyum mengangguk.

Sesampainya di mini market Jaehyun lalu menyuruh Mark mengambil apa saja yang ia mau. Jaehyun yang akan membayarnya. Dan kesempatan ini tidak disia-siakan oleh Mark. Ia pun mengambil apa saja yang ia mau. Mulai dari es krim, coklat, permen, chips dan lain-lain yang sangat ia suka. Wajahnya sangat senang sekali ketika mengambil semua makanan favoritnya. Setelah Mark selesai mengambil makanan-makanan tersebut, Jaehyun langsung membayarnya. Dan mereka pun duduk di kursi yang ada di mini market tersebut. Mark lalu mengeluarkan es krim dari kantong plastik dan mulai memakannya.

"Kau mau?" tanya Mark pada Jaehyun. Mulutnya sudah penuh es krim.

"Tidak, kau makan saja" jawab Jaehyun sambil tersenyum melihat mulut Mark yang belepotan es krim.

Mark begitu asiknya memakan es krim sampai ia melupakan sesuatu. "Oh iya kau mau bicara apa tadi, Jae hyung?" tanya Mark ketika ingat Jaehyun ingin bicara dengannya.

"Mmm... Begini Mark. Aku teman kakakmu. Tapi belum benar-benar berteman" ucap Jaehyun tampak bingung menjelaskan.

"Maksudmu?" tanya Mark yang juga bingung

"Maksudku.. Aku menyukai kakakmu. Tapi kakakmu sepertinya tidak merespon pernyataan cintaku" ucap Jaehyun akhirnya.

"Oh begitu.." Mark mengerti. "Lalu?" tanya Mark lagi yang sudah mengeluarkan es krim kedua dari kantong plastik

"Aku ingin menanyakan sesuatu padamu. Apa yang kakakmu sukai dan yang tidak ia sukai. Kau tau, agar ia jatuh hati padaku" ucap Jaehyun sedikit malu-malu.

"Ah ya ya ya. Agar kau bisa memberinya sesuatu yang kakakku sukai lalu ia akan jatuh cinta padamu begitu?" ucap Mark.

"Iya benar" jawab Jaehyun antusias.

"Tapi Taeyong hyung itu sangat cuek. Ia sepertinya tidak tertarik untuk pacaran. Kau tau tidak hyung, sudah puluhan pria yang mengajaknya pacaran tapi semuanya ia tolak" ucap Mark yang membuat Jaehyun sedikit patah semangat. "Tapi kau tenang saja, Jae hyung. Aku akan menbantumu. Kau sepertinya orang baik dan kau sangat tampan. Aku setuju jika kau jadi pacar kakakku" tambah Mark yang membuat Jaehyun melayang saking senangnya. Mendapatkan dukungan dari calon adik iparnya. Jaehyun tak berhenti tersenyum.

Setelah mereka selesai bicara, Jaehyun mengantar Mark pulang dengan motor sportnya. Sesampaianya didepan rumah, Mark lalu bicara "Kau sudah tau rumahku ya, Jae hyung?" tanya Mark.

"Aku kan pernah mengikuti kakakmu pulang" jawab Jaehyun cengar-cengir merasa malu telah mengikuti Taeyong. "Tapi bukan bermaksud apa-apa, hanya ingin tau rumah Taeyong hyung saja" jawab Jaehyun lagi.

Mark hanya mengangguk-angguk. Dan saat ia hendak melangkah masuk ia lalu berkata lagi pada Jaehyun. "Taeyong hyung, tidak suka dibonceng motor hyung" ucap Mark memandang motor Jaehyun.

"Oh, baiklah" jawab Jaehyun mengerti. Lalu ia kembali melajukan motornya.

.

.

Setibanya dirumah, Jaehyun langsung masuk kamar. Melempar tasnya sembarang lalu berbaring dikasur besarnya. Mengeluarkan handphonenya dari kantong jaketnya. Ia melihat-lihat catatan dihandphonenya. Catatan apa-apa saja yang Taeyong sukai dan tidak Taeyong sukai.

Pertama,

Taeyong suka sekali makanan yang manis. Seperti es krim, coklat dan kue. Ingatkan Jaehyun untuk membawa coklat setiap hari.

Taeyong suka sekali mendengarkan musik,

Taeyong suka membaca buku.

Taeyong suka dengan tokoh kartun Spongebob. Walaupun Jaehyun sama sekali tidak suka tokoh kartun itu. Tapi ia pasti akan membelikan boneka Spongebob yang banyak untuk Taeyong.

Warna favorit Taeyong adalah biru. Mungkin besok-besok Jaehyun akan memberi Taeyong bunga berwarna biru bukan merah seperti sebelumnya.

Taeyong lebih suka makan mie daripada nasi.

Taeyong juga suka buah melon dan yogurt terutama yang rasa strawberry.

Selain yang disukai Taeyong, Jaehyun juga mencatat beberapa yang tidak disukai Taeyong seperti Taeyong tidak suka dengan kotor.

Taeyong tidak suka makan sayur.

Taeyong takut gelap.

Taeyong benci kecoa.

Taeyong juga tak suka keramaian, ia lebih suka menyendiri.

Jaehyun terus saja membaca catatan dihandphonenya. Ia sedikit menghapalnya. Dan sepertinya ia akan lebih hapal catatan tentang Taeyong ketimbang pelajarannya.

.

.

"Tumben sekali kau sudah datang, Jae. Dan apa itu coklat? Banyak sekali. Boleh aku minta?" tanya Yuta ketika melihat Jaehyun sudah duduk dibangkunya dengan sebox coklat didepannya.

"Enak saja! Ini semua buat Taeyong hyung tau!" jawab Jaehyun.

"Tapi itu banyak sekali, Jae. Masa kau berikan Taeyong hyung semua, berikan aku satu" pinta Yuta memelas. Ia sangat ingin coklat yang ada dihadapan Jaehyun yang jumlahnya cukup banyak. Dan ya Tuhan itu coklat mahal, batin Yuta.

"Satu saja yaa" ucap Jaehyun baik hati, ia memberikan satu coklat untuk Yuta.

"Untukku mana?" tanya Ten tiba-tiba muncul.

Jaehyun jadi terpaksa memberi satu coklat lagi untuk Ten. Dan ia langsung menyimpan coklatnya, takut mereka minta lagi.

"Jadi bagaimana, Jae. Apa kau sudah bertemu dengan adiknya Taeyong hyung?" tanya Yuta dengan penuh coklat dimulutnya.

"Sudah, ini" jawab Jaehyun. Ia menunjukan catatan dihandphonenya.

"Wah kau hebat, Jae" sahut Ten yang juga sudah memakan coklatnya. "Semoga kau berhasil" tambah Ten lagi. Yuta ikut mengangguk-angguk. Jaehyun senang mendapat dukungan dari sahabat-sahabatnya. Semoga dengan cara ini ia akan berhasil mendekati Taeyong. Namja manis yang sudah mencuri hatinya sejak enam bulan yang lalu.

Jaehyun berdo'a dalam hati. Semoga Taeyong mau menerima cintanya kali ini.

.

.

.

.

TBC


Haaiiii ketemu lagi. Masih di Jaeyong's Love Story.. Hihi.. \^^/

Dan untuk meramaikan #ANightWithJaeyong Event, semoga kalian suka ^^

See you next chapter.. Bye~~~~