Would You Be Mine?
Jaehyun x Taeyong
NCT
.
.
Tae, kau jangan pernah melupakan aku ya
Berjanjilah kau tak akan pernah melupakan aku
Tak akan pernah mencintai orang lain selain aku
Tae, berjanjilah padaku
Aku berjanji, hyung. Aku tidak akan pernah melupakanmu
Aku hanya mencintaimu, hyung.
Hyung, kau jangan pernah pergi dariku ya
Taeyong terbangun dari tidurnya. Ia bermimpi. Mimpi yang sama setiap malam. Sehun selalu hadir dalam tidurnya. Suara Sehun seperti terdengar jelas ditelinganya. Mimpi itu juga seperti nyata. Tak terasa air matanya menetes, ia menangis lagi mengingat Sehun.
.
.
"Ceritakan padaku" ucap Doyoung tiba-tiba saat Taeyong duduk dikelasnya.
"Cerita apa?" tanya Taeyong tak mengerti.
"Tentang kencanmu dengan Jaehyun kemarin" jawab Doyoung.
"Aku sudah bilang itu bukan kencan, Young" mengelak.
"Iya iya terserah, pokoknya ceritakan" ucap Doyoung penasaran.
"Kami hanya makan siang" jawab Taeyong singkat.
"Hanya makan siang?" tanya Doyoung lagi. Taeyong mengangguk. "Ah tidak seru" ucap Doyoung sedikit kecewa. Ia berharap mereka melakukan sesuatu yang lebih dari sekedar makan siang.
"Memang apa yang kau harapkan?" Taeyong balik bertanya.
"Sesuatu seperti pergi ke taman, berjalan sambil bergandengan tangan" ucap Doyoung. Sepertinya ia sedang menggoda Taeyong.
"Aku kan sudah bilang, kami tidak kencan!" ucap Taeyong sedikit kesal. "Aku tidak akan pacaran lagi, paling tidak untuk saat ini" ucap Taeyong pelan.
"Tae, kau harus move on. Kau harus bisa melupakan Sehun" ucap Doyoung kali ini serius.
Taeyong menggeleng. "Aku tidak bisa, Young" ucap Taeyong. "Aku belum bisa" ucap Taeyong lagi. Menatap Doyoung yang sedang menatapnya.
"Lalu Jaehyun?" tanya Doyoung.
"Aku hanya menganggapnya teman" jawab Taeyong.
Doyoung menggelengkan kepala tak percaya. Tak bisa berkata apa-apa lagi.
.
"Hari ini kau akan mengajak Taeyong hyung kemana, Jae?" tanya Ten pada Jaehyun saat mereka istirahat.
"Mmm, hari ini aku berencana mengajaknya makan es krim" jawab Jaehyun semangat.
"Wah Jaehyun, kau tak pernah mengajak kami makan es krim" ucap Yuta.
"Lain kali saja ya, Yut. Hari ini aku ingin berdua saja dengan Taeyong hyung" jawab Jaehyun. Membuat Yuta memajukan bibirnya. Jaehyun pun tertawa.
.
Bel berbunyi tanda sekolah berakhir, Jaehyun langsung merapihkan bukunya lalu keluar kelas setelah berpamitan dengan sahabatnya. Ia lalu sedikit berlari menuju kelas Taeyong dan melihat Taeyong baru saja keluar kelas bersama Doyoung.
"Hyung!" panggil Jaehyun.
Taeyong dan Doyoung menoleh.
"Hari ini kau pulang bareng Doyoung hyung ya?" tanya Jaehyun pada Taeyong.
"Iya, kenapa" tanya Taeyong.
"Mm aku ingin mengajakmu pulang bersamaku, hyung" ucap Jaehyun malu-malu.
Taeyong tak langsung menjawab, ia menoleh kearah Doyoung yang juga menoleh kearahnya.
"Hm maaf Jaehyun, aku tidak bisa. Aku ingin mengerjakan tugas dirumah Doyoung" ucap Taeyong membuat Doyoung membulatkan matanya. Ia pasti sudah berbohong. Apa sahabatnya ini hendak menghindari Jaehyun? batin Doyoung.
"Ooh, ya sudah tidak apa-apa hyung, lain kali saja" ucap Jaehyun kecewa. Raut wajahnya berubah sedih. "Aku pulang duluan ya, hyung" ucap Jaehyun pelan, masih kecewa. Ia berjalan lesu menuju tempat parkir mobil.
Taeyong juga langsung terdiam, ia sepertinya memikirkan sesuatu. Mereka juga berjalan menuju tempat parkir mobil, Taeil sudah menunggu mereka disana. Saat hendak masuk kedalam mobil Taeil. Taeyong melihat Jaehyun yang masih terlihat sedih, mobil Jaehyun tak jauh dari mobil Taeil.
"Hyung, Young. Aku pulang bareng Jaehyun saja ya" ucap Taeyong tiba-tiba. Doyoung dan Taeil mengangguk, dan saling memandang satu sama lain. Taeyong langsung berlari menuju mobil Jaehyun. Jaehyun sudah berada dimobilnya dan sudah menyalakan mesin mobil saat Taeyong membuka pintu mobil dan langsung duduk disamping Jaehyun.
"Hyung?!" ucap Jaehyun terkejut, Taeyong tiba-tiba masuk kedalam mobilnya.
"Aku pulang barengmu ya, Jaehyun. Mengerjakan tugasnya besok saja" ucap Taeyong sambil tersenyum kecil pada Jaehyun.
Jaehyun mengangguk tersenyum. Ia tentu saja senang. Raut wajahnya langsung berubah.
"Hyung, kau tidak sedang buru-buru pulang kan?" tanya Jaehyun.
"Tidak, kenapa?" Taeyong balik bertanya.
"Aku ingin mengajakmu makan es krim, aku tau toko es krim yang paling enak, hyung" jawab Jaehyun.
"Baiklah" ucap Taeyong. Tau dari mana lagi Jaehyun, aku suka es krim? tanya Taeyong dalam hati.
.
.
Mereka sampai di toko es krim dan kue yang dimaksud Jaehyun. Toko tersebut bagai surga bagi Taeyong. Terdapat banyak sekali macam-macam varian es krim. Dan puluhan bentuk dan rasa kue yang ditawarkan, semua terlihat sangat enak.
"Kau boleh pesan apa saja yang kau mau, hyung. Aku yang traktir" ucap Jaehyun tersenyum saat melihat Taeyong memandang kue mini berbentuk Spongebob. Lucu sekali dan kelihatannya sangat enak, batin Taeyong.
"Benarkah, Jaehyun. Kau yang traktir?" tanya Taeyong. Jaehyun mengangguk masih tersenyum.
Taeyong merasa tidak enak. Baru juga kemarin Jaehyun mentraktirnya makan mie ramen, hari ini kue dan es krim. Es krim dan kue disini pasti sangat mahal.
"Ayo dipilih saja, hyung" ucap Jaehyun saat melihat Taeyong tampak ragu-ragu.
"Aku pesan itu, Jaehyun" ucap Taeyong menunjuk kue mini berbentuk Spongebob.
Jaehyun lalu memesan kue tersebut pada pelayan toko. "Lalu es krimnya mau yang mana, hyung?" tanya Jaehyun lagi.
"Tidak usah Jaehyun, itu saja cukup" jawab Taeyong tak enak hati.
"Kau juga harus coba es krimnya, hyung. Ya sudah aku yang . Kau duduk saja, hyung" ucap Jaehyun dan menyuruh Taeyong duduk.
Taeyong lalu duduk sambil menunggu Jaehyun yang sedang memilih es krim. Tak lama kemudian Jaehyun datang membawa mangkuk besar es krim yogurt rasa strawberry dengan berbagai macam toping diatasnya. Jaehyun juga membawa sepiring kecil kue rasa coklat.
"Jaehyun, besar sekali?" ucap Taeyong saat melihat mangkuk besar berisi es krim.
"Kau habiskan ya, hyung" ucap Jaehyun tertawa kecil.
Strawberry yogurt, batin Taeyong saat mencoba es krimnya.
"Bagaimana hyung, kau suka? Enak sekali kan?" tanya Jaehyun yang juga memakan es krimnya.
Taeyong mengangguk, sambil terus memakan es krimnya.
"Kuenya, hyung" ucap Jaehyun saat melihat Taeyong tak berhenti makan es krim.
"Kuenya dibawa pulang saja ya, Jaehyun" ucap Taeyong pelan. Ia sangat malu mengatakannya.
"Ya sudah nanti dibungkus saja. Ini, kau makan kueku saja" ucap Jaehyun tersenyum melihat Taeyong yang tampak malu. Ia menyodorkan piringnya yang berisi kue coklat.
"Buatku juga? Lalu kau bagaimana?" tanya Taeyong.
"Tidak apa-apa kau makan saja, sini aku suapi" ucap Jaehyun sambil mengambil sendok, memotong kue lalu menyuapi Taeyong.
Taeyong sedikit terkejut, namun ia tetap membuka mulut saat Jaehyun menyuapinya kue coklat.
"Aku makan sendiri saja" ucap Taeyong kikuk, mengambil sendok dari tangan Jaehyun. Dan makan sendiri kuenya. Tanpa melihat Jaehyun.
Jaehyun tertawa kecil melihat gelagat Taeyong yang kikuk. "Bagaimana kuenya, hyung?" tanya Jaehyun. Taeyong udah menghabiskan setengah kue tanpa bicara. Ia masih salah tingkah.
"Enak.. Enak sekali, aku suka" jawab Taeyong kali ini menatap Jaehyun.
Jaehyun tersenyum saat melihat bibir Taeyong sedikit belepotan krim coklat. Ia pun langsung mengusap bibir Taeyong dengan ibu jarinya. Lalu menghisap ibu jarinya, membersihkannya dari krim coklat.
"Iya enak sekali, manis" ucap Jaehyun tersenyum membuat jantung Taeyong berdebar kencang karena perlakuan Jaehyun barusan. Taeyong semakin salah tingkah.
Merekapun menghasiskan es krim dan kue sambil sedikit berbincang-bincang. Namun Taeyong lebih banyak menunduk, memakan kue dan es krimnya. Sedangkan Jaehyun hanya memandangi Taeyong. Saat Taeyong sudah menghabiskan semuanya, Jaehyun lalu berdiri dan mengatakan akan meminta pelayan toko untuk membungkus kue Spongebob untuk Taeyong bawa pulang.
"Ini hyung" ucap Jaehyun memberi bungkusan pada Taeyong. Namun ada dua bungkusan. "Yang ini buat persediaanmu makan dirumah" ucap Jaehyun saat melihat Taeyong yang sedikit ragu menerima bungkusannya.
"Tidak perlu, Jaehyun. Kau sudah mentraktirku banyak tadi" ucap Taeyong merasa tidak enak.
"Tidak apa-apa, hyung" ucap Jaehyun sambil tersenyum. "Ayo kita pulang" ucap Jaehyun lagi.
Merekapun meninggalkan toko kue dan Jaehyun mengantarkan Taeyong pulang.
.
"Terima kasih ya , Jaehyun." ucap Taeyong saat mereka sudah dirumah Taeyong.
"Sama-sama, hyung" ucap Jaehyun. "Aku pulang ya, hyung" ucap Jaehyun lagi. Dan Taeyong mengangguk sambil tersenyum kecil pada Jaehyun. Lalu mobil Jaehyun melaju meninggalkan Taeyong yang terus memandangi mobil Jaehyun. Sampai mobil itu menghilang dari pandangannya.
Taeyong tak menyadari jika Mark sudah berdiri dibelakangnya. Ia pun terkejut saat ia membalikkan badan hendak masuk kedalam rumah.
"Mark! Kau mengagetkan saja!" ucap Taeyong kesal.
"Hyung yang sangat serius memandangi mobil Jae hyung, sampai tak tau aku ada disini dari tadi" ucap Mark membela diri.
Taeyong lalu masuk kedalam rumah, Mark mengikutinya dibelakang. "Hyung, apa itu?" tanya Mark saat melihat bungkusan yang dibawa Taeyong.
"Ini" Taeyong menyerahkan bungkusan itu pada Mark. Mark lalu membukanya.
"Waah kue coklat" ucap Mark saat membuka bungkusannya. "Boleh aku minta ya, hyung?" tanya Mark. Taeyong hanya mengangguk membuat Mark senang lalu membawa bungkusan itu ke dapur. Untuk memotong kuenya. "Enak sekali" ucap Mark saat ia sudah memakan kuenya. "Apa ini dari, Jae hyung?" tanya Mark mulutnya penuh kue coklat. Lagi-lagi Taeyong hanya mengangguk. "Jae hyung baik sekali ya, hyung" ucap Mark lagi. Mulutnya masih penuh kue coklat. "Jae hyung sangat cocok untuk dijadikan pacar, hyung. Baik hati dan juga sangat tampan" ucap Mark lagi. Ia sudah menghabiskan potongan kue pertama dan hendak mengambil potongan kue kedua.
Taeyong memandang Mark mendengar perkataan adiknya itu. Apa maksud perkataan Mark?
"Kau suka padanya kan, hyung?" tanya Mark. Taeyong tak menjawab. Ia hanya mengernyitkan keningnya. "Jujur saja hyung. Kau suka pada Jae hyung kan?" tanya Mark lagi. Ia sedang menggoda hyungnya.
"Bukan urusanmu" jawab Taeyong sambil pergi kekamarnya. Ia membawa bungkusan kue Spongebob. Wajahnya tiba-tiba memanas. Mark lalu menertawainya. Sambil terus memakan kue coklat pemberian Jaehyun.
.
.
Kau suka padanya kan, hyung?
Kau suka pada Jae hyung kan?
Jujur saja, hyung
Kata-kata Mark terus saja terngiang-ngiang dikepalanya. Membuat Taeyong tak bisa tidur. Apalagi saat ia mengingat lagi perlakuan Jaehyun tadi siang. Jantung Taeyong berdebar kencang lagi.
Ya Tuhan apa benar ia sudah jatuh cinta? Jatuh cinta pada Jaehyun?
.
.
.
TBC
Haaii,, aku datang lagi... \^^/ Aku buat Taeyong galau nih gara-gara Jaehyun. Authornya sendiri aja dibikin galau ama Jaehyun. Gantengnya ga nahan.. Duh.. Hahahhaha.. ;D
Yang belum review ditunggu ya reviewnya. Terus yang udah kasih review, Gomawo ^^
See you next chapter~~~ \^^/
