Chalice : chap ini Oc#1 ditemukan ^.^, siapakah dia? Mari kita simak berita berikut(?).

Oc#1 : lho, kok berita? Emang ini siaran berita apa?

Chalice : anggap... aja... begitu..., Oc 1...*pucat*

Sieghart : nih, author kenapa? Kok pucat?

Oc#2 : kemarin dia bergadang buat cerita chap 1 ujung ujungnya sakit.*sigh*

Sieghart : hoooh...

Oc#4 : khawatirin Author ya?

Sieghart : gak, malah gua seneng dia sakit agar gak bisa buat ini cerita.

Oc#3 : tapi hasilnya... dia masih buat nih chap *sigh*

Chalic07 : *pingsan*

Sieghart : jah... pingsan?

Oc#1 : terus siapa yang bakal buat nih chap?

Oc#2 : tenang dia udah nulis dialognya kok.

Oc#3 : baiklah sieghart kau yang jadi disclaimernya! *nunjuk ke sieghart*

Sieghart : *sigh* Grandchase dan chara grandchase bukan milik Author tapi milik kakak megaxus! Dia Cuma memiliki Chara Chara yang aneh ia buat *nunjuk Oc 1-4*.

Oc 1-4 : *ngeluarin senjata dan mengasah nya*...

Sieghart : NOOOO! Mari tolong saya! Ada Oc gila disini sama kaya pembuatnya!*lari kecepirit*

Mari : *cuek* Pesan dari chalice adalah = maaf jika GaJe, aneh, ngaco, dan susah dibaca. Saya author baru disini. Tertanda surat wasiat dari chalice07

Oc#1 :mari-chan, chalice07 belum mati! Dia hanya pingsan *nangis dengan GaJenya sambil mengelus-elus rambut Chalice07* ( roh Chalice07 : waaah! Jangan elus rambut gua! Gua bukan Yuri!)


GRAND CHASE MANSION

ESOK HARINYA JAM 10 : 00 AM

"LAMA banget tuh anggota barunya! ... ouch! Mari pelan-pelan donk! Dan ganti tuh barang dengan pencapit uban(?)" teriak sieghart kesakitan gara-gara mari mengobati luka dari elesis dan knight master menggunakan pisau(?) (roh author : aduh! Mari kasihan Sieghart gara-gara lu obatin dengan pisau(?) / Sieghart : gua setuju dengan roh author! / mari : pencapitnya hilang jadi gua pakai pisau buat ngobatin elu*santai* /author dan sieghart : *sweatdropped*)

"huh! Mana gua tahu kakek-tua-bangka yang mustinya udah mati 600tahun yang lalu- ouch! Sakit Ronan!" teriak kesakitan elesis karena ronan mengobatinnya tiba-tiba kasar. "elesis, tidak boleh kaya gitu itu kakek mu sendiri" nasihat ronan dan ronan mengobati elesis dengan lembut layaknya sedang mengelap berlian.

"hmm... perasaan mereka belum datang datang, apa mereka benar-benar tersesat dan mati gara gara tidak menemukan jalan ke sini" ujar Zero dengan santai. "hush! Tidak boleh kaya gitu, zero. Doakan saja mereka masih keadaan hidup!"ujar nina menasihatin zero agar tidak mengatakan itu agar tidak benar-benar terjadi.

"lebih baik kita cari aja deh... takut beneran terjadi yang dikatakan zero." Usul jin dan di jawab dengan anggukan teman-temannya. " kalau begitu kita bagi beberapa kelompok untu nyari 4 orang itu" teriak Elesis dan semua anggota grandchase teriak "SETUJU!" " nah , mari kita bagi dengan undian" usul nina sambil menyerah kan spidol, kertas yang bertulis nama nama mereka ditaruh di dalam kotak, dan papan tulis.

'dapat dari mana tuh semua' pikiran semua chaser sama dan memerhatikan nina dengan bingung.

Mari kita lihat perkelompokannya :

Amy dan jin = mencari di primitive island

Elesis dan ronan = mencari di forsaken barrows ( kalau gak salah nama tempatnya seperti itu , maaf)

Arme dan lass = di forggoten city.

Nina dan zero = di tempat black fairy queen. (gak tau nama tempatnya ,maaf 5x)

Ley dan dio = kerie beach

Ryan dan lire = di tempat paprion (gak tahu nama tempat nya, maaf 1000x)

Sieghart dan mari = di trial forest

(author : lho kok pasangannya sama pacar sih? Apa ini disengajakan ? / Chaser : emang iya. / Author : pantesan =.=)

Pencarian dimulai...


FORSAKEN BARROWS

"aduh... kenapa kita harus... nyari nya di...ku, kuburan..., ronan?"tanya elesis dengan takut. (author : maklum elesis kan takut s-e-t-a-n~ / elesis : apa katamu author? Lu juga sama kan? Sendiri aja di ruangan gelap padahal banyak orang udah ngacir entah kemana!)

" apa boleh buat. Pembagiannya begitu sih.. apalagi ini rencana gila dari author sarap itu." Ujar santai ronan membuat elesis ingin mengulitin author error itu (author : ampunnn, saya masih sakit jangan kulitin saya! Saya juga masih mau hidup)

"uwaaah! Zombieee! Mama!"

"!"

"tadi kau dengar teriakan seseorang ,elesis?" tanya ronan. "'i,iya... ta,tadi teriak zo,zombie" jawab elesis dengan suara ketakutan. "ayo kita lihat!" "tu,tunggu, ronan!" elesis mengejar ronan dengan kecepatan tinggi.

"w-waah! Orc Zombie(kalau gak salah namanya kaya gitu)" teriak ketakutan elesis ngeliat zombie lagi jalan ke dia dan menyerangnya.

"elesis awas! Fire blaster!" teriak ronan menyerang orc zombie agar orc zombie itu tdk melukain elesis. (author : romantis nya~~ menyelamatkan yayang dari serangan zombie itu~~~*meleleh* / ronan dan elesis : ini gara gara siapa hah? / author : ampunin saya *lari kecepirit entah kemana*)

"apa kau baik baik saja?" tanya ronan memerhatikan elesis. "terimakasih ,ronan. Saya baik baik saja kok" jawab elesis "ya udah ayo kita cari sumber suara itu" "ok!"

"kalau gak salah nama nama anggota barunya Luna Versilion, Akito Kurosaki(emang bleach apa? Pakai nama kurosaki!), sikembar kazuna dan kazusa kazeki." Tanya elesis ke ronan "iya". "hmm... uwaaah! Lich!" teriak elesis melihat lich dan...

Disebelah lich ada gadis tdk berdaya melawan lich mungkin karena ketakutan.

"hiks... aduh... ada setan lagi, ta,takut...to,tolong" tangis gadis itu

"saatnya makan~" kata lich itu sambil berkata selamat makan.

"huwaaa!" teriak gadis itu sambil lari menghindar dari hantu yang mirip magecian

"fire blaster!" "mega slash!" tiba tiba ada serangan yang membuat lich itu langsung K.O (author : cepat amat!). "apa kau baik baik saja?" tanya elesis ke gadis itu. "i-iya terimakasih" jawab gadis itu. "ngomong-ngomong siapa namamu?" tanya ronan agar dia bisa memastikan gadis itu anggota baru atau tidak.

"Lu, Luna versilion" jawab gadis itu dengan malu-malu.

"!"

"ronan, apa kau yakin gadis lemah itu luna versilion, anggota baru kita yang nyasar itu?" bisik elesis ke ronan . "aku juga gak tahu." Bisik ronan ke elesis

"KALIAN BERPIKIR AKU LEMAH YA?" tiba tiba gadis bernama luna itu membentak elesis dan ronan. spotan aja itu membuat mereka kaget.

"ASAL KALIAN TAU AJA! AKU TIDAK BISA MENYERANG MEREKA KARENA KEKUATAN KU HILANG KARENA TAKUT TAU,BAKA!"teriak luna. Membuat elesis dan ronan sweatdropped. "gadis ini kok sifatnya berubah 180 derajat?" bisik elesis ke ronan "tidak tahu" balas ronan.

"te-he-he maaf kan raven ya~~ dia memang suka keluar tiba tiba" tiba tiba luna berubah 180 derajat dan suaranya sok akrab. membuat Ronan dan elesis sweatdropped.

"pasti kalian bingung tiba tiba sifat berubah-rubah" tanya 'luna' suaranya berubah menjadi tenang dan dingin

Elesis dan ronan angguk-angguk (author : angguk~angguk~ geleng~geleng *nyanyi dengan gajenya* *ditebas sama elesis dan ronan*)

" didalam tubuh ini ada 4 jiwa, mengerti" jawab luna. "hah?" teriak elesis dan ronan bersamaan. "BERISIK!"teriak luna kembali sifat galaknya. "sudah sudah raven maklum mereka bingung" ucap luna yang membuat pikiran elesis dan ronan berkata 'gadis ini gila'.

"MAAF AJA YA! GUA GAK GILA!"teriak luna lagi.

"fufufu~~ kalian pasti bisa bedain kami semua~" ujar luna tiba tiba sifatnya jadi akrab.

"kau yakin Reicy? Gua bilang imposible deh" "*sigh* kita kenalan aja sama mereka dan tanya di mana mansion Grand Chase itu dimana" "alright" gadis yang bernama luna itu bicara sendiri yang membuat dua pasangan itu sweatdropped.

"a,aku luna versilion. Kalian,pas-pasti bisa bedain a-aku dari 3 jiwa ku ka,karena sifat ku ya,yang pemalu , rambut ku tergerai tanpa ikatan rambut, dan mataku hijau dan bajuku baju sailor"ujar luna dengan malu. Disampingnya berjejer 3 roh yang mukanya mirip luna tapi gaya rambut,baju,warna matanya beda-beda semua.

"kyaaa! Setan!" teriak elesis ketakutan ngeliat 3 roh didepannya. "SIAPA YANG ELU SEBUT SETAN!HAH!"teriak salah satu roh disamping luna. "sudah,sudah raven kasihan gadis berambut merah itu elu bentakin" ujar disamping roh yang tadi bentakin elesis. "*sigh* kita harus cepat cepat memperkenalkan diri agar tidak dianggap kita gila..." ujar disamping roh yang menasehatin roh yang membentakin elesis.

"huh! Saya raven versilion. Baju ku terdapat gembok, rambutku diikat kebelakang(rambutnya kaya Roxis di manakhemia 1), mataku merah seperti darah... , APA KALIAN MENGERTI ,HAH? JIKA KALIAN MASIH BELUM BEDAIN AKU DENGAN SI PEMALU ITU MAKA KU KULITIN KALIAN SATU PERSATU!"teriak gadis yang bernama raven yang tadi bentakin elesis. "ka,kami mengerti"ujar elesis dan ronan persamaan dan dalam hati mereka sama 'galak amat tuh gadis..*sweatdropped*'

"fufufufu~~~ aku reicy~ bajuku penuh dengan bunga~ ada yang putih ada yang merah...( author : lho?kok lagu lihat kebun ku sih?), rambut ku ikat 2 apa kalian lihat?~~, Mataku berwarna Shappire~~ cantik bukan?~~" ujar gadis disamping raven atau disebut reicy. "i,iya" ujar ronan dan elesis sweatdropped 'ini anak agak error dan agak sarap nih*sweatdropped*'.

"aku...Envy bajuku ada jubahnya(bajunya kaya baju vayne di manakhemia 1.),rambut ku diikat 1 kesamping , mataku berbeda beda kanan perak, kiri merah darah*santai*" ujar disamping reicy, sifatnya lebih santai dibanding yang lainnya. "apa kalian mengerti?"lanjut envy.

"ok kami mengerti umm... envy-chan" ujar elesis bingung melihat mereka semuanya sama walau perbedaannya banyak. "SUDAH NGERTI? BAGUS! SEKARANG KAMI MAU TANYA! DIMANA GRANDCHASE MANSION?" tanya raven dengan nada membentak. 'nih anak mau nanya atau bentak*sweatdropped*' pikir ronan.

"kebetulan kami grandchase. Biar kami antar kalian kesana" ujar ronan santai

"a,arigatou...umm..." "saya ronan erudon dan yang berambut merah itu elesis sieghart" jawab ronan karena tau gadis itu kebingungan.

"hehehe- te,terimakasih... ronan...elesis" ucap luna malu-malu.

"AWAS KALAU KAU BOHONG!" ancam raven dan 3 jiwa itu hilang. "hahaha... kemana 'mereka', luna*sweatdropped*" tanya ronan ke luna.

"mereka kembali ketubuh ini... ronan" jawab luna. "SUDAH LAH, LUNA. HEI KAU! CEPETAN TUNJUKIN TUH TEMPAT! SAYA SUDAH BOSAN DI KUBURAN INI!"tiba tiba raven mengalihkan tubuh dan membentak ronan dan elesis.

"tunggu, saya mau telepon teman teman dulu" tahan ronan dan membuat raven bergumam. "ngapain sih nelepon teman. Kan bisa kalau udah sampai!" "kami kasih tahu dulu bahwa kami sudah menemukan kamu"jawab elesis karena dia mendengar raven bergumam.

"hallo, semuanya bisa dengar aku?" tanya ronan ke teleponnya yang langsung bisa bicara dengan teman temannya. "sudah ada apa?"tanya jin di dalam telepon itu. " kami sudah menemukan luna versilion" jawab ronan. "tapi..." lanjutnya lagi. "tapi apa?"tanya arme penasaran.

"gadis itu wataknya aneh... dan punya 4 jiwa dalam 1 tubuh" "keren! Jarang ada nih 1tubuh 4 jiwa!" kagum amy mendengarnya. " hahaha... kalian semua udah menemukan sisanya?" "belum"jawab para chaser persamaan. "*sweatdropped* ya udah, saya antar nih anak ke mansion ya" "okee"jawab semua chaser persamaan(again?).

Saat ronan membalikan badannya dia mendapatkan death glare dari umm... raven sambil ngoceh-ngoceh dengan GaJenya *di tebas sama raven*

"LAMA! AYO CEPAT KE MANSION ITU ATAU GAK SAYA KULITIN KALIAN *mengeluarkan big sword*" ancam raven.

"iya..iya" jawab elesis dan ronan sweatdropped.


Chalice07 : *sekarat* se-selesai juga... nih cerita... maaf sebe...sar...bes..ar..nya... jika...cerita ini...ngaco...dan..GaJe...saya...membuatnya...spontan...*pingsan*

Luna : uwaah! Author sadar lah! Jangan mati! Siapa donk yang bakal lanjutin nih cerita * nangis dengan GaJenya*

Raven : dia mati? Yeeiiiy!

Reicy : author mati kok "yeiiy" sih~~?

Raven : biar nih cerita gak di lanjutin lagi!

Envy : dia masih bernafas kok.*santai*

Raven : cih! Padahal saya berharap tuh!*ninggalin tempat*

Luna : Ini dari author *nyerahin sebuah kertas ke envy*kau bacain ya envy saya urusin sebentar nih orang.

Raven : *langsung nongol* apa isinya? Surat wasiat? Apa?apa?

Reicy : raven semangat amat kalau soal beginian*sweatdropped*

Envy : kubacakan ya..

"Maaf jika ini cerita agak gaje, aneh, ngaco, dan banyak kesalahan. Saya juga minta maaf karena chara saya buat agak gila dan aneh. Saya membuat ini cerita spontan dan otak saya keluar asap(?), maklum kan saja karena saya masih sakit...dan saya author baru disini.

Tertanda dari author

Chalice07"

Envy : *membakar kertas itu*...

Luna : *nangis dengan gajenya* saya gak nyanka author berkata demikian ke chara kesukaannya yang ke3...

Raven : *siap-siap menebas author yang lagi pingsan* grrr...

Reicy : *nangis dengan gajenya* uwaaah... masa cantik-cantik begini dibilang gila dan aneh ( roh author : narsis amat*sweatdropped*)

Luna : *sob* hiks...hiks... teman teman tolong review nya ya...*sob*

Envy : Terimakasih banyak sudah membaca cerita yang Gaje dan aneh ini.*santai*

Raven : hmm...keliatannya nih author bingung buat cerita selanjutnya*devil grins*

Reicy : chap selanjutnya Oc#2 dan Oc#3 di temukan ^.^ siapa kah dia? Tunggu saja chap selanjutnya ^.^

Envy : ada pesan terakhir dari author

Luna :apa itu?

Envy : "...maaf jika ada yang seperti soal baju, rambut musti dicontohkan ke MK1 karena saya susah jelas kan mohon maaf sebesar-besarnya"

Envy : tamat...*membakar sisa kertas di tangannya*.

Luna : *sweatdropped* tolong review nya ya ^.^

Raven : perasaan tadi udah kamu kasih tau deh.

Luna : lupa :p