Raven : oi, bocah! Chalice07 belum muncul-muncul?
K : *kesal* dia masih ngambek ,nenek tua.
Raven : apa katamu? Gua masih muda bodoh! *kesal*
Luna : kemana chalice07, K?
K : dia... rahasia *menjulur kan lidah*... tapi saya bawa video dari chalice07...*menyetel video yang ia pegang*
Dzzzt...zzzt...dzzzt *layar muncul*
Chalice07 : *menari*
Reicy : kenapa tuh author? *swt*
K : mana ku tahu.. *munch*
Chalice07 : horeee! Besok hari jumat libur~ akhirnya saya bisa update nih chap.
All (kecuali K) : *sweatdropped*
Chalice07 : maaf kalau cerita nya bakalan pendek... jadi maafkan saya *melanjutkan menari gajenya*
Dzzt...zzzt... buar... *videonya rusak*
All :*sweatdropped*
K :baiklah saya disclaimernya selanjutnya...
Disclaimer : GRANDCHASE ITU MILIK MEGAXUS! BUKAN MILIK CHALICE07! INGAT! ( K benar-benar OC yang pantas jadi mafia *swt*)
Warning : bosenin , abal , gak seru , aneh , minum obat kepala dulu sebelum membacanya , GaJe.
"Death?" teriak kazusa dan kazuna bersamaan. "hmm... tadi kalian bicara dengan R ya?" ucap death dengan selidik, " emang ada apa?" balas kazusa dengan dingin. "hmp, tidak ada apa-apa... akan kukasih tahu 'itu' nanti jika waktunya tiba" ucapan death membuat kazusa dan kazuna bingung. "BTW, mana adikku yang paling manis~" tanya death dengan muka secerah matahari (?).
"dia terluka parah, cebol" ucap kazuna dengan suara mengejek, membuat death kesal dan berencana membuat kazuna mati tapi diurungkan niatnya karena dia berterimakasih telah dikasih tahu keadaan adik kesayangannya.
"hmm... begitu ya... kelihatannya mizuki menyerang nya gak tanggung-tanggung ya..." ucap death sambil bergaya ala conan edogawa ( main caracter dektetif conan ), "oke dah... here... tolong minumkan ini ke luna" kata death sambil menyerahkan 1 botol ramuan berwarna hijau dan kelihatannya kental membuat kazusa dan kazuna ragu untuk menerimannya. "apa itu?" tanya kazuna. "obat penyembuh ala death!" teriak death dan backgroundnya muncul cahaya.
"o,obat?"tanya kazuna super ragu pas mendengar nama obat itu. "nah, tolong ya~kazuna," pinta death sambil berjalan ke jendela hendak loncat. "mau kemana kau, death?"tanya kazuna sedangkan kazusa hanya diam sambil minum fanta yang entah darimana dia ambil. "tentu saja pulang" jawab death dengan polosnya padahal itu dilantai 3.
"kami punya cara agar kau dengan cepat sampai, death" ucap kazusa dengan ide jahilnya muncul lagi dan ide ini sama seperti kazuna juga jadi mereka sepikiran. "boleh" jawab death polos dan kazusa langsung menyiapkan kardus yang entah dimana ia temukan. "silakan masuk kedalam kardus ini~" ucap kazuna dengan wajah tersenyum. Entah apa atau terlalu begonya death nurut aja dan masuk kedalam kardus dengan cepat kazusa menutupnya dan menselotipnya dan kazusa menempelkan secarik kertas di kardus yang berisi
"Bagi yang beruntung, anda akan mendapatkan budak baru tapi agak bego sedikit, gratis! Gajinya? Terserah anda.
Dari pengirim tidak diketahui"
"kazusa saatnya aku lempar, ingat harus kau pukul saatku lempar lho!"perintah kazuna sambil mengakat kardus itu. "iya-iya, bawel ah"ucap kazusa kesal dan siap-siap sambil memegang pemukul baseball. Saat kardusnya dilempar kazuna dan dengan cekatan kazusa memukulnya.
DUAAAK!
Kardus itu terpukul jauh sampai berbunyi cling! Di langit
"Homerun!" teriak kazuna happy, "sudah hilangkan si iblis kecil itu?" tanya kazusa "tentu saja," teriak kazuna senang banget. "lalu obat apa ini?" terdengar suara dibelakang mereka membuat kazusa dan kazuna kaget. Dan sosok itu adalah akito sambil memegang botol potion dengan muka bingung.
"obat apa ini, kazusa, kazuna?" tanya akito. "uwaaaah! Sejak kapan kau disitu?" teriak kazuna dengan kaget, "saat kau berteriak homerun, terdengar jelas saat saya melewati ruangan ini" jelas akito "kenapa kalian sekaget itu?" "apa boleh buat aura mu tidak terasa sama kami" jawab kazusa dengan wajah dinginnya lagi."benarkah?"tanya akito membuat kazuna dan kazusa sweatdropped.
"ngomong-ngomong, obat apa ini?" pertanyaan akito belum dijawab daritadi membuat akito cape mengulang nya melulu. "obat penyembuh dari death" jawab kazusa dengan wajah dingin sedingin dingin es (?), akito langsung memperlihatkan ekspresi kagetnya. "serius? Kubilang jangan deh, bukannya sehat malah tambah buruk" ucap akito sambil menyilangkan tangannya.
"apa boleh buat kita belum coba kan?" jawab kazuna dengan optimis langsung lari dengan kecepatan tinggi. Tentu saja akito mengejar kazuna karena takut luna diapa-apakan dengan maniak kehancuran (?).
-skip time-
5hari kemudian.
"uwaah~ segarnya" teriak arme karena dia sudah sembuh begitu pula para chaser lainnya, "ne, luna lukamu sudah sembuh?"tanya nina ke luna. "eh, sudah" jawab luna. "cih, sial 2 gadis itu! membuat kita terluka sampai 5 hari!" ucap jin kesal "tapi gadis bernama mizuki itu... kenapa dia bisa menggunakan sihir walau tanpa shortwand dan lagi kekuatan serangnya sangat tinggi" ucap arme dengan kebingungan dia merasa level mizuki dengannya sangat jauh. Semuannya hening sejenak untuk berpikir.
"ah! Lupakan saja soal itu yang pasti kita harus berlatih untuk bisa menang melawan musuh selanjutnya" teriak sieghart dengan kesal karena otaknya sudah konslet (?), dan semua chaser setuju mereka mulai berlatih untuk meningkatkan kekuatan mereka, "akito, ayo kau juga" panggil jin saat akito melihat 1 bangunan lewat jendela dengan pandangan curiga. "oke" balas akito sambil berjalan ke tempat jin. 'aneh, tadi perasaan aku melihat wujud 2 orang disana' pikir akito sambil berjalan dan tetap melihat bangunan itu lewat jendela.
DI 1 BANGUNAN DI MANSION GRANDCHASE.
Terlihat seorang gadis berbaju seksi dengan gadis poninya di jepit dengan jepitan merah sedang berdiri di atap bangunan itu. "fiuh, akito kurosaki memang tidak bisa dianggap remeh ya kan , Reina?" tanya gadis dengan jepitan merah. "saya setuju rena nee-san~" balas gadis disebelahnya. "kita biarkan mereka selama 5 hari untuk berlatih, agar nanti bertarung biar tidak bosen" ucap gadis dengan jepitan merah, sedangkan gadis berbaju seksi itu hanya menghela nafas karena rata-rata kakak nya sangat suka bertarung termasuk gadis berjepit itu. 'kakak rena, kakak death , kakak mizuki , dan kakak yuri, sama-sama suka berantem dan bertarung' pikir gadis berbaju seksi itu sambil menghela nafas dan pasrah mempunyai saudara-saudaranya yang bersifat abnormal semua.
-back to GC mansion-
Training ground
Mereka sedang berlatih agar bisa tambah kuat tapi mereka tidak sadar ada seorang gadis bermata topaz sedang memperhatikan mereka sedang berlatih. "hihihi... kelihatannya mereka kuat ya kan, Ai-chan." Ucap gadis bermata topaz itu berbicara dengan seseorang lelaki mirip akito sedang speechles karena dipanggil ai-chan sama gadis bermata topaz itu. "dan oh kelihatannya adikmu juga sedang berlatih, hmm... kenapa ya?" tanya gadis bermata topaz itu kebingungan sedangkan lelaki disebelahnya memukulnya "aow, sakit! Ai-chan no baka!" ucap gadis bermata topaz itu kesal. Suara kencang gadis bermata topaz itu kedengaran oleh jin dan dia menoleh arah suara itu tapi tidak ada siapa-siapa.
"ada apa ,jin?"tanya akito. "tidak hanya saja tadi ada suara seorang gadis disana" jawab jin dengan wajah bingung. "itu mungkin suara yang cewe-cewe kali" ucap dio santai. "mungkin... tapi suaranya berbeda dengan teman kita"ucap jin dengan wajah bingungnya lagi. "sudah lupakan soal itu dan tetap berlatih" ucapan zero kaya pelatih. Dan mereka melanjutkan latihan mereka.
SOME PLACE (UKNOWN PLACE)
2 orang lagi belari dan yang lelaki yang mirip akito kelihatan kesal. "dasar, idiot fish. Gara-gara suara mu kita hampir ketahuan!" "apa katamu! , cold boy!" ucap gadis bermata topaz itu kesal. Dan mereka akhirnya adu mulut di dalam hutan itu.
-skip time- besoknya.
"amy, jin dan ronan kalian mendapatkan misi ke primitive island" ucap knight master sambil menyerahkan sebuah kertas ke amy. "misi mencari seorang anak kecil?" tanya amy sambil membaca kertas itu "ya, seorang anak kecil dikatakan hilang disana, jadi misi kalian adalah menemukannya" jawab knight master. Dan mereka bertiga mulai berangkat ke primitive island.
Amy : Benar apa kata author benar-benar singkat dari biasanya.
K : kata chalice07 dia memang rencana buat ceritannya pendek agar chapter tamatnya bisa sampai di target di incar author itu *mengambil 1muffin di piring*
Amy : ooh *swt*
Reicy : baiklah kau yang minta reviewnya *nunjuk ke jin*
Jin : reviewnya ya, boleh kritik , penyemangat , membantu , pujian , saran , dan kesalahan chalice07.
