K : hmm... author gila itu sudah mengupdatenya toh *sambil makan muffin*

Raven : dia menungak beberapa hari karena baca komik di internet dan sedang membuat fic gakuen yang belum jadi-jadi sampai ia bergadang *muka kesal*

Luna : kenapa kesal , raven?

Raven :itu karena ada dia *tunjuk ke arah gadis bertopi*

Death : kyaaaaa! Lunaa~ *meluk luna*

Luna : kyaaaa! *pucat pasi*

Kazusa : baiklah death kau yang jadi disclaimernya!

Death : okeee~

Disclaimer : Grandchase itu milik chalice07 *diketok pakai palu karena begonya gak tertolong lagi*

CUT! (?)

Disclaimer : *diatas kepalanya ada bintang bintang* Grandchase itu milik megaxus... chalice07 hanya punya alur dan Ocnya... *ambruk*

Warning : makin gak jelas , Gaje, bosenin , OCC , lebih baik siapkan obat kepala dulu , Ngaco , ada effek lebaynya (?), Aneh bin ajaib (?),gak nyambung , kebanyakan OC , dan lain-lain yang ada effek buruknya (?).


SOME PLACE LIKE SCHOOL

Morning , 08 : 00

"Pagi , ai-chan~" panggil gadis bermata topaz itu ke orang yang mirip akito. Tapi tidak disahutnya dia berjalan sambil membaca buku melewatin gadis bermata topaz tersebut. " Ai-chan! Jangan cuekkin aku donk!" bentak gadis bermata topaz tersebut karena dicuekkin "diam kau , maniak ikan" balas orang mirip akiot dengan dingin (karena saya malas ngetik panjang panjang saya buat 'akito' saja, walau orang itu bukan akito *keceplosan*) "hmp! Sudah kubilang jangan panggil aku 'maniak ikan' atau 'ikan' , dasar kepala batu" balas gadis bermata topaz dengan kesal ( saya buat jadi 'topaz' saja males ngetiknya / K : ini contoh author buruk jangan ditiru! / Chalice07 : *swt*)

" dan kau kenapa memanggilku ai-chan? Itukan nama perempuan , Baka fish!" tanya 'akito' kesal, "habis manis kalau memanggilmu ai-chan dan dari awal namamu juga kaya perempuan kan~"ucap 'topaz' santai tidak menyadari segerombolan perempuan dibelakangnya dan mendorong 'topaz'.

"Azusa, maukah kau menerima surat kami~"teriak histeris gerombolan perempuan itu di backgroundnya banyak bentuk bentuk hati "Seperti biasa ,ai-chan. Selalu popular didepan perempuan" ucap 'topaz' sambil menepuk pundak 'akito'. "Tch, aku paling benci hal seperti ini" keluh 'akito' "tampan, jenius , keren , bergaya cool , dan kuat" ucap 'topaz' "kau sedang apa , Flea?" tanya 'akito' sambil sweatdropped. "memberi tahu kenapa cewe-cewe suka pada mu" jawab 'topaz'.

Sedangkan 'akito' hanya sweatdropped dan meninggalkan 'topaz' dan rombongan gadis-gadis itu. "tunggu , ai-chan! Teganya kau meninggalkan teman masa kecilmu bicara!" teriak 'topaz' "dan mau kemana kau,ai-chan?" "membaca buku di perpustakaan" jawab 'akito' tenang, "aku heran, kau sering membaca buku tapi tidak rusak-rusak juga matamu (maksudnya pakai kacamata)"keluh 'topaz'.

"Diam kau ,ikan. Kenapa kau makan ikan mulu tapi gak jadi ikan-ikan (?) juga?"tanya balik 'akito' yang membuat 'topaz' kesal dan terjadilah perkelahian 2 mahluk tidak diketahui dan gak jelas ini * author langsung di tendang sampai neraka ke tujuh (?)*


GRANDCHASE MANSION

MORNING, 08 : 05

"baiklah kami pergi dulu ya!" ucap amy dengan riang gembira seperti orang habis mendapatkan duit 1 juta (apa hubungannya ya?), "hati-hati amy-chan" ucap reicy sambil melambai-lambaikan tangannya. "iyaaaa~" balas amy dan melambaikan tangannya dan mereka bertiga lama-kelamaan menghilang (chalice07 : ha, hantuuuu! / amy : author bin bego (?), kita bukan setan monyong? (kyaaa amy ooc) / chalice07 : lalu apa? / amy : kuntilanak! :p / chalice07 : *ngilang* / amy : kelihatannya yang setan itu dia deh *swteatdropped*)

"semoga saja mereka tidak diserang" ucap luna "iya benar katamu ,luna~" ucap reicy.


PRIMITIVE ISLAND

10 : 09 AM

"hmm... dimana ya anak kecil itu~" tanya amy sambil melihat kanan kiri, "kalau gak salah namanya choco tamarin ( reader : emang lu pikir choklat asem jawa apa? / chalice07 : iya donk~ keren kan? / reader : *ngehajar chalice07*)" ucap ronan sambil melihat sebuah kertas yang tertempel biodata dan muka anak kecil itu "tapi muka gadis di foto ini seperti marah" ucap jin yang ikut-ikutan ngelihat dengan muka sepeti ngelihat setan (?)

"KYAAAA!"

"!"

Ronan dan Jin kaget dengan teriakkan amy dan saat dia menoleh kearah suara itu, amy pingsan dan dibawa kabur sama satu monster "AMY!" teriak jin dan mengejar monster itu alhasil monster itu saat menyadarin jin mengejarnya dia ikut ikutan lari dan ronan juga mengejar monster itu (susunan : monster-jin-ronan)


SOMEWHERE PLACE

Seorang gadis berambut hitam dan pendek dan bermuka manis sedang memeluk 1 monster "hmm... sebentar lagi mereka dalam perangkap ku , berterimakasih lah padaku ,rena" " ya aku tahu itu , nightmare" ucap gadis berambut ungu dan dijepit poninya dengan jepitan ungu. "oi... masa choco ditulis tersesat ,nightmare neesan? Choco kan gak pernah tersesat" protes anak kecil sekitar umur 6 tahun dengan mulut cemberut warna rambutnya cokelat seperti coklat batangan yang membuat orang yang melihatnya ingin makan dan matanya seperti karamel ( chalice07 : *slurp* sudah jadi coklat karamelnya~ / gadis bermata karamel : aku bukan makanan , chalice07 no baka!)

"dengan kekuatan controller ini , tidak ada siapa pun yang dapat melawan kekuatan ini" ucap gadis berambut pendek "lalu apa rencana awalmu ,rena?" "meminta mu mengedalikan gadis berkuncir 2 itu dan membuatnya saat di GC mansion untuk membunuh teman-temannya" ucap gadis bermata kosong dengan senyum menyeringai "aku gak menyangka vaine bisa mempunyai ide selicik itu" dibalik bayangan muncul sebuah sosok seorang gadis berambut pirang berbando merah darah ,matanya cokelat dan rambut sepanjang punggung "ah, cynthia. Kau jangan mengangget kan ku donk" ucap gadis berjepit itu sambil mengusap-usap dadanya "maaf jika aku selalu muncul tiba-tiba" ucap gadis berbando merah itu. "cynthia, apa maksud mu licik?" tanya gadis bermata kosong itu "hmm... walau licik tapi ide yang sangat keren pasti kaze'aze senang" jawab gadis berbando itu tersenyum tanpa ekspresi (?).

"ya, pasti gampang membunuh mereka" ucap gadis bermata caramel itu "karena gak mungkin mereka membunuh temannya sendiri benar kan ,cynthia?" "..." tidak ada jawaban dari orang yang dituju, "cynthia!" "..." masih sama saja "Cynthia si gadis otak error apa kau dengar aku atau komik-komikmu kubakar jadi debu!" teriak gadis bermata karamel dengan toa yang entah dari mana ia ambil/curi dengan akting mau membakar setumpuk komik dan 5lemari penuh komik.

"Jangaaaaaan!"teriak gadis berbando sambil memeluk gadis bermata karamel dengan muka menangis "jadi apa kau mendengarku apa kata-kata ku tadi?"tanya gadis berambut karamel dan memadamkan korek api "iya,iya aku dengar tapi jangan bakar komik ku" jawab gadis berbando dan menangis keras-keras. Semuanya hanya sweatdroped berjamaah 'saya gak nyangka cynthia yang kuat itu menangis hanya sebuah komik (setumpuk)'pikir semuanya sama.

"yah, dan kita dapat imbalan dari nona kaze'aze itu jika aku dapat membunuh semuanya aku bakal dapat 10 lemari isi penuh komik" teriak gadis berbando dengan mata berbinar-binar. 'dasar maniak komik' pikir semuanya sama sambil sweatdropped

"apa kata kalian? Maniak? Aku tidak maniak dasar!" bentak gadis berbando sambil mengancungi tombak bermata pedang 3 dan ditengahnya terdapat mata iblis ( reader : emang grandark apa? / chalice07 : ini tombak, kalau grandarkkan pedang besar. / reader : *no comment*) ke arah umm... berapa ya? Authornya lupa ada berapa yang disana... *author ditimpuk gunung (?)* membuat semuanya bergindik takut (kecuali gadis berambut pendek)

"nona cynthia, tolong jangan mengacungin tombak ke arah mereka... jika mereka mati gimana nasib nona? (kecuali gadis bermata kosong dan gadis berponi yang dijepit)" ucap seorang gadis berambut pirang dan bermata coklat seperti gadis berbando cuman bedanya gadis ini berbando banyak bunganya "chalcie?" ucap semuanya melihat gadis berbando bunga itu. "benar juga jika choco dan sin mati, gak ada yang menjagaku" ucap gadis berbando tersebut lalu menyimpan tombaknya. "baiklah aku pergi dulu , daah" ucap gadis berbando meninggalkan tempat "cynthia, mau kemana?"tanya gadis berambut pendek "meminjam komik ditaman bacaan (reader : emang ada? Komik dan tempat peminjaman komik di grandchase? / chalice07 : ada adain saja *cuek* / gadis bermata topaz : ini fic makin hancur saja *Sweatdroped*)

"tunggu ,cynthia! Jika kau pergi jangan sendiriaaan" teriak gadis berbando bunga dan mengejar gadis berbando yang sudah jauh dimata. "vaine, apa kau tahu lokasi mereka sekarang?"tanya gadis berambut pendek "mereka... sekitar 1 jam lagi sampai disini" jawab gadis bermata kosong sambil memegang sebuah bola crystal yang melayang-layang. "saat mereka sampai disini kita bunuh mereka."perintah gadis berjepit tersebut. "tapi biar seru kita beri tantangan " ucap gadis bermata caramel dengan senyum menyeringai dan menghilang. "*sigh* dia anak kecil yang gemar bertarung" keluh gadis berambut pendek "Bertarung? Aku ikuuut choco~" teriak gadis dijepit dan menghilang.

"vaine"

"ya?"

"kau sangat penting disini untuk mengetahui lokasi mereka jadi..."

"aku tahu kok , dosa"

"... ... ...walau namaku hampir sama seperti kau memanggilku dan walau kau teman timku , tapi...*acungin pedang besar* aku tidak segan membunuh orang yang memplesetin namaku ke kata 'dosa' !"

"uwaaah *lari dengan wajah tanpa ekspresi* ya, ya aku ngerti! maafkan aku ,sin-sama!"

Dan terjadilah kejar-kejaran 2 mahluk gak jelas asal-usulnya *dihajar*


PRIMITIVE ISLAND

"AMY!" teriak jin yang masih mengejar monster tersebut sedangkan ronan mengejar jin yang sudah jauh dari dia (karena kecepatan jin dan monster itu sangat cepat (reader : sejak kapan ada monster berkecepatan tinggi? / chalice07 : buat aja begitu, gak usah repot-repot amat *cuek mode on* / Mizuki : *nunjuk ke author* jangan ditiru kelakuan cuek,keras kepala, tukang asal, masa bodo, malas dan sarap dari author error ini yang membuat fanfic yang gaje ini)

Dan saat jarak tinggal sedikit lagi jin langsung menggunakan skillnya "Dragon uppercut!" dan dalam sekejap monsternya knockdown (?) eh salah K.O! dan monster itu terjatuh menjatuhkan. "AMY!" teriak jin sambil mengucang-gucangkan tubuh amy "apa... dia ...tidak apa-apa... ,jin?"tanya ronan yang sudah sampai dengan nafas terengah-engah "dia baik-baik saja" ucap jin saat memeriksa keadaan amy

KRASAK...KRUSUK...

Terdengar suara yang membuat jin dan ronan dalam posisi guard dibalik semak-semak muncul seorang anak kecil warna rambut cokelat seperti coklat batangan dan bermata karamel "siapa kalian? Apa kalian monster?"tanya gadis itu "kami grandchase, katanya kau tersesat" ucap ronan sambil mengulurkan tangannya "..." gadis itu diam "kami akan membawa mu pulang kok jangan takut , choco" ucap jin yang sedang menggendong amy ala bridal style "bagaimana kau tahu namaku?"tanya choco "dari biodata mu" ucap ronan sambil memperlihatkan sebuah kertas 'kurang ajar kau ,sin. Memberi tahu namaku+fotoku kemereka!' pikir choco geram Tiba-tiba amy bangun dan pergi meninggalkan mereka bertiga (jin,ronan dan choco).

"amy! Mau kemana kau!" teriak jin dan mengejar amy yang pergi meninggalkan mereka "aku bawa gadis ini ke rumahnya ya!" panggil ronan dan jin membalas dengan anggukan dan pergi.

"ayo kita keluar dari pulau ini—" ucapan ronan terputus karena choco menyerangnya dengan sebuah katana "apa?" teriak ronan kaget sambil menghindarin serangan choco "apa yang kau lakukan?" tanya ronan "satu persatu kalian bakal mati disini!" kata choco sambil siap-siap menyerang ronan

"!"


Chalice07 : *plok* kita akhirin ini sebentar *fiuh* cape banget bikin ini cerita... hampir saja ini cerita saya hiatus kan karena gak ada ide, tapi sejak aku bikin chara baru hiatus nya tidak jadi! Arigatou gozimasu my new OC!

Choco : tapi akhirnya OC di fic ini jadi banyak author-sarap-gak-tertolong-lagi!

Chalice07 : *sob* choco... walau muka mu imut tapi hatimu... dingin seperti gurun es(?) *sob*

Choco : diam kau gadis error!

Chalice07 : yang error bukan saya saja kok! *menjetikkan jari*

3 gadis berbando (merah darah, merah, dan berbunga) : apa yang kau katakan tadi? E..er...error! kamu mau mengejek kami ya?

Choco : *ngilang*

Chalice07 : karena sudah ada disini err... kalian bertiga harus...

Gadis berbando merah darah : merepotkan! Oi, chalcie cepat kau saja!

Gadis berbando bunga : kenapa gak cha—

Gadis berbando merah : *death glare* kau mau melawan kakak mu?

Gadis berbando bunga : *sigh* tolong reviewnya minna...

Chalice07 : dan mohon maafkan saya karena kebanyakan OC.

Gadis berbando merah darah : si author rela dia menerima flame asalkan jangan merobohkan tapi membangun (emang rumah apa?), pujian , nasehat, ajaran (?), penyemangat , dan... saya baca komik dulu, belum selesai bacanya *ngacir*

Gadis berbando bunga+merah : kakak! Tunggu! *ngacir*