Chalice07 : i'm Back~
Raven : kemana saja kau author gaje?
Chalice07 : habis makan- makan sama choco dan teman-temannya.
Kazusa : makan malam dengan musuh?
Kazuna : penghianat harus mati! *mencast descruction*
Chalice07 : ampuun ndoro! *kabur*
Kazuna : sejak kapan namaku ndoro? *ngejar*
K : lalu aku?
Chalice07 : oh, thank banget ,k. Kau boleh pulang sekarang ini muffin buatan kakak mu 20 buah tadi sempat mampir disana.
K : hoo... *ngambil muffin lalu pergi*
Kazuna : jangan bilang kau juga makan-makan disana?
Chalice07 : yup, sudah 3 tempat aku makan dirumah orang lain, kurogane, si inisial , dan tempat choco dan anggotanya.
Kazuna : mati saja kau author sampah! *siap siap bunuh author*
Chalice07 : *ngacir*
Akito : lalu siapa disclaimernya?
Chalice07 : *sambil lari* choco~~
Choco : *langsung muncul* tch, oke...
Disclaimer : Grandchase bukan milik chalice07 tapi megaxus, kalau chalice07 dia hanya memiliki OC nya yang gak jelas dan aneh dan alurnya.
Warning : asal-asalan, bikin sakit kepala, OOC , Gaje, kacau , abal , ngaco, aneh , bisa bikin MutaBer (?), bisa menyebabkan kematian (?), dan berhati-hatilah dengan dampak effek lainnya.
KAZE'AZE CASTLE
"oh, kau sudah datang rupanya cynthia dan chalcie?" ucap seorang wanita cantik duduk di throne (maaf jika saya pakai bahasa inggris, karena saya lupa apa namanya yang bangku biasa didudukin raja), "telaaat~ kau telat datang, biang keladi terlambat (?)" ucap seorang gadis berambut hijau gelap dan rambut sependek pundak. "oh, rupanya kau S? Sejak kapan rambut mu dipotong?" tanya gadis berbando merah darah, "sejak 200 tahun yang lalu :p" ucap gadis berambut hijau, " maksudmu 2 tahun yang lalu, sora?" tanya gadis berantai "hei! Jangan panggil aku sora! Inisial!inisia!" teriak gadis berambut hijau dan terjadilah pertengkaran kecil diantara mereka bertiga yang membuat kaze'aze dan gadis berbando bunga sweatdropped
"Kyaaaaa! Cynthia-samaaa~" tiba-tiba aja ada yang meluk gadis berbando merah darah yang membuat semuanya kaget...
"A..."
"A..."
"A..."
"A..."
"A..."
"AT...
"AU..."
"AUT..."
"AUTO...
"AUTHO...
"AUTHOR SARAP?"teriak semuanya serempak kecuali gadis berbando merah darah dan kaze'aze "tunggu, tunggu kenapa ada author sarap disini?" tanya gadis berambut hijau sambil menyilangkan tangannya.
"mana ku tahu gadis hijau!" teriak gadis berantai yang menunjukan wajah kagetnya "Kalian bingung apa lagi aku dasar ketua skull demon dan Deathchain idiot!" keluh kesal gadis berbando merah darah "hah! Shut up your mouth (lah kok jadi inggris ya? Apa kesalahan teknis? / S : *nimpuk author pakai death scthye* author bego, ini biar keren!) , ketua death night! (aduh nama timnya kacau banget ya? Gaje kan nama tim mereka? Kalau setuju gaje review ya kalau gak juga review)" ucap kesal gadis berambut hijau,
"woah, woah jangan bertengkar, sesama teman harus berbaikan, damai oke? (muka chalice07 = (^.^)Y)" lerai chalice07
DUAAAAAAK!
Chalice07 terpental sampai mengenai kepala kaze'aze yang lagi keasikan makan (?)
PLETAK (suara kejedot)
2 mahluk gak jelas itu akhirnya langsung K.O
"oi, author sarap kenapa kau ada disini? Ini kan tempat musuh GC bukan di tempat pengetikan (?)" ucap gadis berbando merah darah sambil menginjak kepala chalice07 "Wuaaah, cynthia. Kau jangan menginjak kepala 07, nanti gegar otak gimana?" ucap gadis berambut hijau dan gadis berbando bunga panik "oke,oke" lalu gadis berbando merah darah melepaskan kakinya "ouch, cynthia kasar sekali dan lagi bersihkan bando mu yang bau darahnya menyengat!" teriak chalice07 tercinta *digampar para chara* "malas, dan warna merah darah itu kan bagus walau menyengat bagimu tapi tidak menyengat bagi kami" ucap gadis berbando merah darah sambil membalikkan badannya.
"huh!" "BTW, 07 . sedang ngapain kenapa masuk kedalam fic mu sendiri?" tanya gadis berambut hijau. "Aku? Tentu saja makan di sini donk, dan kenapa aku masuk? Bosan gak ngapa-ngapain" ucap chalice07 santai dan berjalan ke meja makan dan makan lagi kelakuannya membuat semuannya sweatdropped.
"nah saatnya rapat" ucap kaze'aze dengan tenang walau dia sweatdropped melihat author gila itu.
JIN PLACE
"sial! amy! Mau kemana kau?" teriak jin memanggil amy he lovey dopey *di tabok jin karena berisik* saat jin celingak-celinguk lihat kanan kiri agar gak ketabrak kereta *di tendang*(reader : author bego! Di GC mana ada kereta! / chalice07 : iya,ya lupa / choco : apa yang bakal terjadi pada GC jika dia masih membuat fic? Semoga saja hancur *ditendang para GC*) tiba-tiba terdengar suara dan jin menoleh ke arah suara itu dan alhasil...dia...
"AMY" panggil jin saat melihat amy berjalan terus gak peduli badai atau petir yang penting harta karun *di hajar* ( reader : itu mah bajak laut! / chalice07 : iyeke? / reader : bahasa apa itu? / chalcei07 : bahasa made in chalice07 / reader : *ngehajar chalice07*)
"oi amy! Kau kenapa!" teriak jin sambil mengguncang-guncangkan badan amy "..." tidak ada tanggapan
"!"
'tatapan matanya... kosong, warna matanya yang pink yang sangat cantik menjadi hitam kehampaan' pikir jin kaget melihat tatapan kosong amy. 'jangan-jangan dia dikendalikan...' pikir jin lagi.
"PING... PONG... bingo~"
"!"
Saat jin menoleh kearah orang yang mengatakan di depannya terdapat seorang gadis warna rambutnya ungu dan poninya dijepit, yang paling mengagetkan adalah wajahnya... seperti luna dan mizuki,mizuna.
"kau..."
"hehehehe... pasti dalam pikiran mu kakak luna kan? Benar aku kakaknya ke 5, rena kurogane, salam kenal" rena memperkenalkan dirinya dan yang paling bikin jin bingung "kenapa kamu memperkenalkan dirinya memakai 'saudara ke...' 'kakak ke...' 'anak ke...'?" tanya jim sambil sweatdropped.
"dasar bodoh, kau bodoh atau gak pernah dikasih tahu kami ini 14 bersaudara dasar baka!" teriaknya kesal sedangkan jin memandangnya gak percaya...
"pasti tidak percaya kan?" ucap rena sinis, sedangkan jin angguk-angguk, "Kami semua sebagian bukan saudara kandung" ucapnya dengan ketus membuat jin kaget "Chain neesan, cynlie neesan, vaine , reina, Dean, dan ren nii-san adalah manusia setengah monster (reader : hah? Emang ada ya? / chalice07 : ada adain saja, biar keren dan beda! Itu baru laki (kok jadi kaya iklan aja? Yang... apa ya? Lupa) / reader : *sweatdropped* ini fic makin kacau dan ngaco saja)
"...Dan luna, yuna neesan , yuri niisan , mizuna , mizuki , xeina , yuka , dan aku adalah manusia setengah iblis" lanjutnya lagi.
"jadi kalian.." ucap jin tidak melanjutkan kata-katanya "sudah kubilang saudara bukan sedarah dasar idiot, "jadi mau ngapain kau disini?" tanya jin
"kau bego atau apa sih? Atau hilang ingatan? Aku disini mau membunuhmu!" teriak rena kesal dan mengeluarkan 2 pedang "bersiaplah!" teriaknya
Rena menyerang jin bertubi-tubi tanpa memberi ampun sedangkan jin menahannya dengan senjata job vajranya, "hahahaha... kenapa gak menyerang ku? Jika kau tidak mengalahkanku temanmu akan mati dibunuh 'dia'!" provokator rena membuat jin kaget, "kalau begitu aku akan serius" ucap jin dan saat dia akan mengeluarkan skillnya dengan cepat rena menyerang senjata job vajra jin sehingga telempar jauh.
"sekarang kau tidak bisa apa-apa tanpa senjatamu"ejek rena sambil mengeluarkan lidahnya "cih"
"dragon uppercut!" teriak jin dan menyerang rena "Lambat"
"!"
Sebelum menyentuh rena seinchi pun dengan kecepatan 250 km/jam ( reader : buset ini orang atau mobil? / rena : satu hal lagi, penyakit asal author kumat... ) jin sudah terjatuh di tanah diatasnya terdapat seorang gadis berambut biru langit.
"Cih, resa. Kau menggangguku saja" keluh kesal rena "maaf... tapi kau hampir dibunuhnya tadi"ucap gadis berambut biru langit "aku hanya mencoba kekuatannya kok" ucap rena kesal "..." tidak ada tanggapan dari gadis yang dipanggil resa. Sedangkan jin tidak bisa berkutik gara-gara gadis bernama resa tersebut.
"rena , kau dipanggil ketua cynthia" ucap gadis bernama resa. "cih, lagi seru-serunya... dan aku ingin membunuhnya!"ucap rena kesal "kalau begitu biar aku yang membunuhnya" ucap gadis bernama resa dan menarik rambut jin dan melemparnya.
"Dragon uppercut!" ucap gadis bernama resa dan menyerang jin dengan bertubi-tubi 'a,apa kenapa dia bisa...'pikir jin kaget dan pingsan dengan mulut keluar darah. "ressa, kau tadi melihat jurus dan serangannya?"tanya rena.
"tentu saja, kalau tidak mana mungkin aku menggunakan skill tersebut" jawab resa dengan senyum sinis. "*sigh* kau benar-benar aneh..."keluh rena.
-RONAN PLACE-
Terlihat ronan sedang berusaha menghindar serangan gadis kecil tersebut, "hei, kau jangan menghindar terus kalau begini mana bisa membunuh mu!" teriak choco dengan kesal sambil berusaha menebas ronan. "kalau aku tidak menghindar aku bakal dibunuh!" ucap ronan kesal.
"emang dari awal aku mau mebunuh muuu!" teriak choco dan menyerang ronan karena lengah ronan kena serangan choco walau Cuma tergores.
"Ukh"
"huuuh! Cuman segores mana bisa bikin mati" ucap choco kesal dan langsung menyerang ronan dengan cepat ronan menghindarinnya. "hei kau serang donk—" sebelum choco selesai mengatakan kalimatnya pipinya tiba-tiba tergores. "hmm... kau sudah mulai serius toh" lanjutnya dan langsung menusuk ronan dikakinya "Gah!" "pertarungan seperti catur, perang butuh strategi" ucap choco dengan muka sinis dan beraura membunuh.
"saatnya waktumu tibaa!" teriak choco dan siap-siap menyerang ronan, ronan langsung menghindar tapi karena luka di kaki bekas tusukan choco membuatnya kesakitan dan jatuh, "Hahahahaha! Mati kau ronan erudon! Aku yakin 2 temanmu sudah mati!" teriak choco dan siap menebas ronan.
'aku yakin jin dan amy masih keadaan selamat' pikir ronan dan menutup matanya karena dia tidak bisa menghindar lagi.
TRANG!
Chalice07 : apa akhir chapnya menegangkan? Kalau menegangkan tolong dari review ya kalau tidak ya ikut review juga.
Elesis : jangan-jangan ronan mati?
Chalice07 : kalau soal itu terserah author dan yang maha kuasa dan highleader *angkat bahu*
Elesis : pokoknya kau harus buat dia masih baik baik saja! *siap-siap mengeluarkan pedang besarnya*
Chalice07 : kyaaaaa! *ngacir*
Elesis : *ngejar* tunggu!
Akito : kelihatannya di chap ini para chara GC pada OOC ya? *sweatdropped*
Kazusa : *makan roti* bukannya dari dulu begitu?
Akito : iya,ya *menggaruk-garuk kepala lalu lanjut makan*
Kazusa : *sweatdropped melihat porsi makan akito*
Kazuna : baiklah yang minta reviewnya sa...
Resa : *numpang lewat* saya disuruh author... tolong reviewnya ya...
Kazuna : *ngejar resa* uwaaa, kau jangan mengambil peraan ku!
Resa : *lari* si Author rela mendapatkan flame, kritik, ceramah (?), pujian , penyemangat dan lain-lain.
