Chalice07 : wuhuuu! Update ke 18 !

Luna : *clap,clap*

Chalice07 : tapi aku pusing dengan kelanjutannya *pundung di dapur*

Raven : lalu?

Chalice07 : cerita nya makin gaje dan abal

Raven : biasa saja, dari awal memang gaje kan?

Chalice07 : *pundung makin pundung (?)*

Akito : author? Kapan mulainya jika kau pundung melulu

Kazuna : baiklah karena author lagi singapur (singgah di dapur) kazusa yang bakal jadi disclaimernya

Kazusa : *sigh*

Disclaimer : yang pasti GC itu bukan milik chalice07, dia hanya menambah properti gak jelas, Ocnya dan alur cerita yang GaJe dan abal

Warning : kesalahan typo, GaJe, Abal, bermasalah dengan ceritanya, kaga nyambung, fic yang hancur , Keanehan meningkat, mungkin OC saya jadi OOC (?), Para chara OOC banget. Jadi fic ini tidak cocok untuk anak dibawah 1000 tahun.

-Happy reading-


GRANDCHASE MANSION

05 : 00 AM

"pagi semuanya" sapa reicy happy, "pagi reicy" balas amy yang sedang bernyanyi "kau lagi nyanyi amy? Ikutaaaan~" ucap reicy mirip anak kecil dan mereka berdua berduet membuat ruang tamu dan seisi mansion berisik karena volume speakernya mencapai 100 dan membuat telinga budeg alhasil membuat semua chaser yang sedang di alam mimpi terbangun dan marah marah (kecuali yang alim-alim ya :p)

"amy, reicy, kalau mau nyanyi volume speakernya kecilin donk! Kan tau sendiri ini masih pagi dan kita semua pada tidur!" omel elesis karena dia lagi mimpiin ronan (cie,cie mimpiin yangyangnya nih *ditebas*) "hoam, benar apa kata si merah ini" setuju sieghart sambil menguap lebar kaya kuda nil *di tebas pakai soluna* semuanya mengangguk yang artinya setuju sama elesis sedangkan jin hanya diam saja karena yang membuat ulah si amy jadi dia gak bisa setuju.

"opsie, aku pergi dulu ya amy" ucap reicy dan diganti luna "tu-tunggu, reicy!" "maaf kan reicy ya... dia memang seperti itu" ucap luna meminta maaf sambil membungkuk.

"OI, luna kau gak usah minta maaf! Yang salah kan reicy!" teriak raven gak setuju kalau luna yang meminta maaf.

"Ta-tapi, reicy yang menyuruh dia malu meminta maaf" ucap luna ketakutan karena diomelin raven.

Semuanya hanya sweatdropped melihat luna dan raven berantem walau yang marah-marah itu Cuma raven.


08 : 21 AM

"siapa yang mau cherry pai?"tanya arme sambil memegang banyak pai semuanya angkat tangan dan tentu saja lass juga karena dia suka cherry pai.

Dan arme membagikan ke semuanya.

Saat luna mau memakannya "kelihatannya enak, bagi donk luna" tiba-tiba ada suara dan mendorong luna sampai jatuh membuat semuanya kaget "Kalian..."

Death yang lagi memeluk luna dan 1 lelaki yang mirip death yang sedang duduk di jendela (?), "siapa kalian?" teriak para chaser bersamaan

"maaf kan dia..." ucap lelaki itu dan menarik death "Kami lupa memperkenalkan diri ya ^.^" ucap death happy sambil ditarik untuk melepaskan pelukan death dengan luna.

"Aku yuri kurogane dan ini yuna kurogane" ucap yuri sambil menunjuk ke arah yuna a.k.a death , mendengar kata kurogane para chaser siap siaga.

"tenang saja, kami gak menyerang kok" terang yuna "kakak yuri~" tiba-tiba reicy main meluk yuri yang lagi duduk di meja (contoh yang tidak baik , jangan ditiru)

"whoa!" dengan spontan yuri ngehindar pelukan reicy "kok, kakak. Ngehindar?"tanya reicy sambil bermuka sedih "hahahaha..." "jangan ketawa!" teriak reicy kesal "yah, apa boleh buat kan si yuri... sudah tobat gak mau dipegang cewe, kan dia genit hehehehe" yuna membuka aib yuri "sejak kapan aku genit?! Ada buktinya" teriak yuri kesal "ada buktinya kok, buktinya sering menyimbak rok death, chain, yuka, xeina, luna, raven, reicy, envy, vaine, mizuki, mizuna , rena, dean, reina dan cynlie jika di singkat saudara-saudara perempuan" terang yuna dengan muka kesal membuat semuanya sweatdropped.

"itu kan gak sengaja"ucap yuri sambil berkeringat dingin.

"ada lagi , saat death lagi mandi, kak yuri ngintip! Padahal itu kan dikamar death" ucap death dengan lantang membuat semua yang mendengarnya (cowo) nosebleed "eh, salah sendiri gak ditutup pintu kamar mandinya! Kan kakak gak tahu pas masuk kamarmu!" bela yuri.

"itukan gara-gara death ketakutan , makanya death gak tutup pintunya!" bela yuna a.k.a death.

"berati salah mu!" ucap yuri kesal.

"tapi mustinya kakak tahu donk death penakut dan saat masuk kamar death harus di ketuk dulu!" ucap yuna gak kalah kesalnya.

"dan kakak pernah melorotkan rok luna , raven, dan yuka dengan alasan terpleset!" teriak yuna sambil menunjuk ke yuri membuat yuri berkeringat dingin "emang benar kan?!" belanya . Semua cowo-cowo yang disitu semakin nosebleed. 'laki-laki ini mesum' pikir semuanya sama

Dalam sekejap atmosfer semakin berat alias aura membunuh semakin berat.

"laki-laki ini musuh wanita" teriak para chaser wanita sedangkan yang cowo-cowo hanya nosebleed dan akito? Jangan tanya lagi aura membunuhnya sangat berat dan luna? Ah bukan luna tapi raven yang sedang mengamuk karena ingat masa lalunya itu.

"aku ingat! Kamu pernah menyimbak rok ku!" teriak raven sambil menyerang dengan solunannya dengan cekatan yuri menahan serangan raven.

PRANG!

Muncul gadis berambut putih dan menyerang yuri mukanya menunjukkan kesal.

"YA! Aku juga ingat! Kamu pernah merolotin rok ku! Dan menyimbak rokku!" teriak gadis itu dan menyerang yuri dengan panah.

"WAAAA, ampuuun! Tobat! Kakak sudah tooobat!" teriak yuri dan kabur

"jangan kabuuur!" teriak raven dan gadis yang memanah yuri sambil mengejar yuri yang sedang kabur.

"hahahaha... kelihatannya saya juga pergi nih, dadah~" ucap death sambil kissbye yang membuat bulu kuduk merinding *di tebas*.

Semuanya hanya sweatdroped sedangkan akito ikutan mengejar yuri dengan muka kesal.

"kelihatannya yuka pergi, jadi tinggaal aku nih yang membunuh kalian" sebuah suara yang tenang membuat para chaser kaget.

"hallo, saya xeina , aku dan yuka datang kesini dengan tujuan berbeda dengan kak yuri dan kak yuna, aku dan yuka datang kesini untuk membunuh kalian" ucapan xeina membuat semua chaser siap siaga.

Semua chaser menyerang xeina dengan cekatan xeina menghindar.

"Cih, walau ini gadis kelihatan kutu buku tapi kecepatannya..." keluh elesis kesal karena gagal melulu menyerang xeina.

"siapa yang kau bilang kutu bukuuu!" teriak xeina walau nadanya tenang dengan cepat menyerang elesis dengan palu besarnya.

"ELESIS!" teriak semuanya bebarengan "guaahk!" elesis K.O *ditebas* eh salah pingsan. "masih hidup toh" xeina siap-siap memukul elesis yang tergeletak lemah dilantai dengan palunya lagi tapi ditahan Kazuna "Descruction!" teriak kazuna dan mengenai palu xeina, dalam sekejap palu xeina menjadi abu.

"kau sekarng gak bisa menyerang lagi!" ucap kazuna sambil tersenyum licik *di hajar* "hmp! Yukaaaa! Kau sampai kapan menyerang kak yuri?! Cepetan kesini dan bunuh mereka sebelum kita dihukum kak chaiin!" teriak xeina membuat semuanya menutup telinga mereka.

Dalam sekejap gadis berambut putih muncul "huh! Aku mengerti xeina kau cepetan mebuat palu mu lagi!" ucap yuka sambil menyerang kazuna "Kah—" "Kazuna" kazusa kaget melihat saudaranya ditebas kazuna dan keadaannya kritis.

Dengan cekatan kazusa menyerang yuka dan ditahan "hmm? Hebat juga kau, aku bisa merasakan kekuatan mu Cuma hanya beradu pedang saja" ucap yuka sambil menahan serangan pedang kazusa.

"tapi masih dibawah ku~" dengan cepat yuka menghilang dan muncul dibelakang kazusa dan menusuk perutnya.

"GaAAH!" "Kazusa!" teriak para chaser

"arme dibelakang mu!" teriak lass saat melihat muncul yuka dan siap siaga menyerang arme. "ARME!" teriak lass dan mendorong arme menggantikan dirinya di serang yuka "LASS!" "Guakh!"

"xeina, aku cape, cepetan bantuin!" keluh yuka. "iya, ini sudah selesai" ucap xeina dan memegang palu peraknya dan menuju ketempat chaser.

"Earthquake!" teriak xeina dan memukul lantai membuat lantai bergetar hebat dan dalam sekejap lantai 2 roboh (hah? Sejak kapan dilantai dua?) membuat semua chaser jatuh.

"KYAAAAA!"
"GYAAAAA!"

BRUAK!

Para chaser tertindih batu-batu besar (bekas-bekas lantai 2 roboh)

Semua chahser termasuk yang diserang 2 gadis ini sekarat, "baiklah ini, serangan terakhir untuk membunuh kalian" ucap yuka dengan muka sinis "ayo, xeina!" "oke"

Dan mereka mulai mencast skill (?), "ini akhir hidup kalian!" teriak mereka bersamaan sambil berpegangan tangan dan menyerang para chaser (me,mereka lesbi, pegangan tangan *panik* / yuka&xeina : *ngehajar author*)

Semua chaser tidak berdaya untuk menghindar atau apa... dan pikiran mereka Cuma 1 yaitu 'apa kami akan mati disini?' "DEATH BLOW" mereka menyerang para chaser dan banyak serangan ke para chaser.

TRANG!

"!"

Semua chaser kaget melihat orang yang menahan serangan 2 gadis aneh itu dan Cuma 1 kata yang mereka ucapkan saat melihat orang yang menolongnya

"AKITO!?"

"Dark magic!" para chaser terikat bayangan gelap dan membuat mereka susah nafas.

"a..apa yang...kau la..ku..kan... akito..." tanya sieghart sambil berusaha bernafas.

"Aku bukan akito! Jangan samakan aku dengannya!" ucap orang itu dengan sinis.

Persamaan dan panjang umur untuk akito karena dia dateng ke mansion pas merasakan getaran kuat kearah mansion dan mendengar suara keras di mansion.

"Kalian gak apa-ap-" ucapan akito terpotong melihat orang yang didepannya yang mirip akito.

Semua chaser hanya melongo melihat 2 orang itu berhadapan seperti cermin karena mereka mirip.

"Azusa..." ucap akito sambil deathglare

"akito, lama gak jumpa..." ucap orang yang disebut azusa dengan sinis.


Chalice07 : wuhuuuu! Selesai , aduh badan pegel banget... chalica pijitin

Chalica ( OC ku yang masih dalam perencanaan, mau dimasukin dalam cerita atau di omake saja) : baik ,nona chalice07

Chalice07 : baiklah kita akhirin sekarang... chalica minta reviewnya.

Chalica : oke, tolong reviewnya ya , tolong reviewnya ingat atau kalian ku bunuh.

Chalice07 : *ngetok kepala chalica* jangan memaksa! Tidak sopan!

Chalica : ta, tapi... kalau gak di gituin pasti pada gak mau review...

Chalcie07 : tapi itu gak sopan!

Chalica : ok,okee... *pasrah*

Chalice07 : mari kita ulang lagi minta reviewnya! Cepetan chalica ini bagus untuk mu latihan

Chalica : okee, tolong reviewnya ,minna...