Chalice07 : baiklah saatnya update yang ke 19 chapter, maaf jika agak lama, saya lagi out idea, ngetiknya susah karena keyboard saya yang huruf E rusak musti diteken dan lagi membuat fic baru tapi belum saya publish mungkin bentar lagi atau bakal lama saya publish karena fic baru saya juga out idea (?).

Chalica : umm... chalice07 –sama, siapa disclaimer?

Chalice07 : kamu disclaimer dan warningnya

Chalica : oke...

Disclaimer : GC bukan milik chalice-sama, tapi megaxus

Warning : kesalahan typo, gaje, hancur, abal, aneh, ngaco, chara megaxus dan OC chalice mungkin OOC, kebanyakan OC dan seenaknya menambah-nambah properti GC.

TFP-IS-MY-NAME

Waduh, bisa kaga ya yang kaya gitu, soalnya saya payah pelajaran bahasa indonesia walau saya orang indonesia asli, tapi bakal saya usahain TFP, thank atas sarannya.

.

Perfect Maid Haruka

Thank juga atas review dan sarannya selama ini, maaf jika belum saya turutin saran anda, soalnya saya kesusahan karena kebiasaan saya , gomenansai *membungkuk*


-happy reading-


Semuanya diam saja termasuk yuka dan xeina, bisa dibilang sesuana tempat itu menjadi tegang dan berat karena hawa membunuh mereka sangat tinggi.

"azusa, apa yang membawamu kesini?!" ujar akito dengan sinis

"hmm... karena tertarik dengan kekuatan grandchase yang katanya kuat dan saat kesini sudah ada pertarungan dan melihat para grandchase yang kalah dengan serangan mereka berdua yang payah itu, memalukan" ujarnya sambil menunjuk ke yuka dan xeina.

"dan bisa dibilang grandchase itu menyedihkan" lanjutnya lagi.

Dalam sekejap akito sudah siap mengancungin azusa dengan pedangnya

"jangan mengejek temanku, azusa!"ujar akito marah

"hmp! Ini pertama kalinya kau ngomong seperti itu" ujar azusa dengan sinisnya

Para chaser kebingungan yang mana akito asli karena dua-duanya mirip seperti cermin (?).

"Ai-chaaaan~" tiba-tiba saja muncul 1 anak perempuan berambut biru laut, warna matanya topaz dan dikuncir kesamping dengan ikatan rambut berbentuk pedang ,gadis itu mendorong azusa sampai jatuh, semuanya hanya sweatdropped termasuk akito juga.

"apa yang kau lakukan, flea!" teriak azusa kesal.

"kau bolos gak bilang-bilang yang repot aku, dasar idola sekolah" ucap flea sambil mengembungkan pipinya.

Semuanya hanya sweatdropped mendengar protes gadis itu.

"terus, apa salahku?"tanya azusa sambil berusaha bangun tapi ditahan kaki flea sehingga jatuh lagi semuanya hanya sweatdropped.

"Apa salah mu? Salah mu banyak! Dari kemarin kau bolos sekolah dan aku jadi bulan-bulanan gadis-gadis yang menanyakan kamu , mana kutahu kau kemana, wong gua bukan mama lu! Dasar gadis-gadis sekolah yang menyebalkan" protes gadis dengan kesalnya.

"jadi... sudah selesai protes mu?"tanya azusa dengan dingin

"ya"

"kalau begitu ngapain kau disini? Kau tahu aku sedang mau membunuh dia" ucapan azusa membuat semuanya kaget dan azusa mengancungin pedangnya ke akito.

"tidak butuh orang yang mirip didunia ini" lanjutnya

Semuanya yang mendengarnya kaget termasuk yuka dan xeina, kecuali akito.

"...aku setuju dengan mu, azusa" ucap akito dengan sinis dan siap-siap dengan posisi bertarung.

"dasar bodoh kalian berdua, kalian kan kembar jadi maklum kalau mirip" ucap flea dengan kesal

"tapi... aku kesal karena terlalu mirip dengannya, sehingga semua salah mengira termasuk orang tua kita!" ucap mereka berbarengan sambil menunjuk satu sama lain.

Para chaser, flea, yuka dan xeina hanya sweatdropped.

"tapi kalian kan kembar kenapa harus kesal karena mirip," ucap flea.

"che, aku gak pernah menganggapnya saudara" ucap mereka berbarengan sambil menunjuk satu sama lain lagi

Semuanya sweatdopped lagi (lama-lama keringatnya habis, neng, mas *dihajar*)

'xe,xeina'bisik yuka ke xeina

'apa?'balasnya

'situasi kita dalam bahaya jika ada azusa dan akito kurosaki, kekuatan kita masih dibawah mereka' bisik yuka dengan muka takut.

'lalu?'

'mumpung mereka belum lihat kita...'

'?'

"kabuuuuuur!" teriak yuka sambil menarik xeina dan menghilang.

Para chaser hanya sweatdopped melihat 2 musuh mereka ngehilang.

"ya ampun, musuhnya kok kabur" ujar jin sweatdropped

"setuju dengan mu ,jinny~" ujar amy.

"*ngelihat tempat 2 orang itu menghilang* hmp! Satu musuh pergi ya? (2 musuh, mas *sweatdropped* *dihajar azusa dan azkito*), menyedihkan sekali" ucap azusa dan akito berbarengan dan saling pandang dan muncul aliran petir yang berati bakalan muncul perkelahian nih...

"jangan ikutin kata-kata ku, dasar mahluk rendah"ucap mereka berbarengan.

Lagi-lagi mereka saling pandang dan mengeluarkan aliran listrik dan dikepalanya ada icon gambar yang menunjukan mereka kesal.

Semuanya jawdrop dan sweatdropped

'ternyata akito bisa ngomong seperti itu toh'pikir semua chaser bersamaan.

"sudahlah ayo bertarung ,akito!" azusa langsung mengambil posisi bertarung dan siap menyerang akito.

TRANG!

Akito berhasil menahan pedangnya yang menyerupai pedang azusa.

"Cih, berhasil menahannya, ya? Bagaimana dengan ini, apa kau bisa menahannya" azusa siap-siap mengeluarkan skillnya.

"kalau begitu aku juga, kutu buku" akito ikuttan siap-siap mengeluarkan skillnya

"berisik kau, tukang makan!" teriak azusa dan langsung mengeluarkan skillnya berbarengan dengan akito.

"DEATHLY SLASH (ini skill asli ciptaan saya, jadi maklum jika agak gaje)" ucap mereka berbarengan dan berbarengan menyerang.

TRING!

Mereka beradu pedang lagi.

"grrr... sampai kapan mengikut-ngikutin kata-kata ku?!" ucap mereka berbarengan lagi dan dikepalanya icon kesalnya bertambah 2 menjadi 3 icon kesal.

"kau sampai kapan mengikutin kata-kata ku , kutu buku / tukang makan!" teriak mereka berbarengan dan saling menyerang lagi.

TRING! TRANG! DUAK ! TRANG! TRING! TRANG! PLAK (?) (kok ada suara tamparan ya?)

"ouuuch, kenapa kau menampar ku?!" teriak azusa kesal sedangkan akito memegang pipinya yang ikutan jadi korban (?).

"kalau dengan kata-kata kalian gak bakalan dengar, apalagi mengetahui kamu saudara ai-chan berati kau sama sepertinya *menunjuk ke akito*, dan lagi sebenarnya ada cara lain tapi bakalan mati dan bakal mengotorin pedang kesayanganku *mengelus-elus pedangnya*, jadi cara gampang ya itu..." terang flea panjang lebar membuat para chaser, kazuna dan kazusa dan 2 kembar yang mau saling bunuh ini sweatdropped.

"ada apa? Apa kata-kata ku salah?

"benar! Kau sudah menghalangin kami!, ikan / gadis aneh" teriak mereka bersamaan dan mengancungin pedangnya ke flea.

"huh, sebenarnya aku mau membunuh kalian sekarang karena mengejekku tapi sekarang ada yang lebih penting adalah menyembuhkan mereka" ujar flea dan menggendong amy.

"dimana kamarnya?"tanya flea sambil menunjuk ke amy yang terluka.

"kau mau apakan dia?"tanya jin dan mendeathglarekan flea yang membawa pacarnya.

"aku hanya membawanya kekamarnya untuk menyembuhkan" jawab flea.

"Oi, 2 kembar gila, cepat bantu aku!" perintah flea ke akito dan azusa.

"heh, membantu gadis aneh seperti mu? Kau mau kubunuh ya?"jawab mereka bersamaan dengan death glare nya.

"heeee, ai-chan sudah berani melawan ku ya, kau tahu bakal ku apakan? Mau dipakai baju cosplay lagi atau baju maid?atau ku pakaikan baju perempuan? Dan kembaran mu ai-chan , axito juga sama, mau ku pakaikan baju perempuan"tanya flea dengan death glarenya.

Azusa hanya diam saja seribu bahasa dan membantu mengingat dia pernah dijahilin teman masa kecilnya dan sampai sekarang, bisa dibilang trauma.

"heh, aku gak tahu kau pakai cara apa untuk membuat si kutu buku bisa memakai baju perempuan, tapi kukasih tahu namaku Akito! Bukan Axito!" protes akito.

"hahahaha, cara? Itu rahasia"jawab flea sambil menjulurkan lidahnya.

"dan apa kalian mau membantu ku?"tanya flea dengan sadistic smilenya.

Tanpa aba-aba lagi, azusa membantu flea membawa orang-orang terluka ke kamarnya dengan gerakan kaku alias gugup karena dia selama ini tidak pernah membantu orang.

"Hahahaha, dasar kutu buku, kenapa takut sama gadis aneh seperti itu" ejek akito.

"diam kau, tukang makan! Kau bakal tahu akibatnya jika membuat dia marah"ujar azusa sambil menunjuk ke flea yang sudah mengeluarkan aura membunuhnya.

"eh?" akito kebingungan tanpa sadar di belakangnya sudah ada flea.

"GYAAAAA" teriak akito sampai terdengar sebenua (author lebay ^.^)


"Wha- apa!?, apa yang terjadi dengan baju ku?!' teriak panik akito sambil memakai baju ala princess.

"hahahaha, kau cocok dengan baju itu, tukang makan" ejek azusa sambil mengakat lass yang sudah sekarat.

"kenapa bisa?!" teriak akito tidak percaya.

"bisa dibilang flea bisa hipnotis, dan kau dihipnotisnya untuk memakai baju itu, tapi ketakutan sesungguhnya sebentar lagi" azusa menunjuk ke flea yang sedang menfoto akito.

JEPRET.

"!"

JEPRET

"?!"

"hahaha, bagus untuk di masukin ke bulletin sekolah, apalagi mengingat kalian kembar, pasti pada heboh" tawa flea dan memasukin kameranya.

Sedangkan nasib akito, dia membatu.

"apa kau mau membantu ku?"tanya flea lagi dengan sadistic smilenya

Akito pada akhirnya menurut dan membantu sedangkan azusa melihat akito langsung nurut, dia tersenyum mengejek.

"Apa? Kau pasti mau mengejekku kan , kutu buku?!" tanya akito dengan muka kesal.

"iya"

"GRR!" geram akito

Akito langsung menyerang azusa dengan pedangnya, dengan cekatan azusa menghindar.

"Cuma segitu kekuatan mu, akito?"tanya azusa dan langsung mengeluarkan pedangnnya.

BLETAK!

Duo kembar ini yang sedang berkelahi di pukul flea menggunakan tiang (?)

"kalian... masih sempet-sempetnya bertarung, lihat masih ada yang terluka!" omel flea sambil menunjuk ke arah sisa-sisa chaser yang sekarat.

"Hmp! Kau jangan memerintah, kau kan bukan orang tua kami" omel akito dan azusa bersamaan.

"apa? Kalian bilang apa?" flea langsung mendeath glarekan mereka berdua dengan sadistic smile juga.

Dengan berat hati mereka langsung membawa para chaser yang sedang terluka.

"oh iya, kalian juga tolong bantuin donk" ujar flea ke kazusa dan kazuna.

Kazusa dan kazuna yang sedang main catur (?) (chalice07 : tumben damai / kazusa &kazuna : ya iyalah, masa bertarung terus? Sekali-kali akur lah, kita juga gak mau seperti mereka *menunjuk ke akito VS azusa* / chalice07 : *sweatdropped* iya,ya...)

"baiklah, ayo kazusa, kita membantu" ucap kazuna sambil berjalan dan mengakat arme.

"ingat jangan mengatakan "descruction" kalau gak si arme jadi debu lho" peringatan kazusa membuat kazuna keringat dingin.

"gak bakalan" ucap kazuna dan mmbawa arme ke kamarnya.

"..." kazusa mengakat ronan yang sudah terluka berat

"maaf ya, kazusa"

"diam saja kau, rambut panjang"

"hahaha..."


LIVING ROOM

Flea masuk ke ruang tamu dengan muka kecapean, tentu saja mengheal banyak orang dan luka yang cukup dalam itu membutuhkan energi yang cukup banyak.

"fiuh , selesai juga mengheal mereka, Ai-chan bisa kah kamu memasak makanan untukku? Kalau bisa masakkin ikan bandeng presto ya" perintah flea sambil melambai-lambai tangannya ke azusa yang sedang duduk disofa sambil membaca bukunya

"hah?! Kenapa aku?"protes azusa

"alah, gak usah menyembunyikan sifat mu, selain membaca kau juga suka masak kan?, aduh selain pintar si ai-chan bisa masak" ucapan flea yang membuat azusa geram.

"dasar bodoh! Kenapa gak dia saja? Dia juga sama,bisa memasak, ini kan keahlian sejak lahir selain dark magic dan pedang" protes azusa sambil menunjuk kearah akito yang sedang makan kue coklat (dapat dari mana tuh coklat ya)

"hah? Hehauha hahu? (terjemahan : hah? Kenapa aku?)" protes akito sambil makan.

"Aoi-chan sedang makan, jadi tinggal kau ,ai-chan!" ucap flea sambil menunjuk ke azusa

"ap,apa, ao,aoi?! Aoi-chan? Apa maksud mu?! Namaku akito! Dasar gadis aneh!" protes akito

"aku juga sama, kenapa aku di panggil ai-chan?" protes azusa juga.

"kalau ai-chan dari singkatan nama a[zusa kurosak]i ditambah – chan, jadi deh ai-chan, dan akito dari singkatan nama A[kit]o [kurosak]i, ditambah –chan, jadi deh aoi-chan, bagaimana simple kan?" tanya flea sambil mengedipkan matanya.

Akito dan azusa menghela nafas pasrah.

"nah,azusa ayo masak! Atau kau mau foto memalukan mu selama ini di publish di sekolah atau kujual di penggemar mu yang fanatik atau fansclub mu?"tanya flea sambil tersenyum iblis.

Dengan berat hati dia pergi kedapur, sedangkan akito di dalam ngakak keras.


"akito, sudah lama gak melihat mu" ucap flea ke akito.

"sudah 12 tahun kan? Aku tidak peduli karena sejak kecil kau membulan-bulanin kami karena kau bisa mengedalikan pedang dengan jarak jauh" ucap akito dengan dingin

"ayolah ini reuni teman masa kecil" ucap flea sambil tertawa.

"jadi bagaimana, perasaan mu dengan kutu buku itu?"tanya akito dengan senyum jahil "apa ada perkembangan?"

Wuuush... flea langsung memanas dan mukanya langsung merah padam.

"apa, apa ti,tidak kok! Aku tidak suka ai-chan!" flea langsung menyangkal dan tangannya melambai-lambai yang artinya bukan,bukan .

"tapi kudengar kau suka dengan luna kurogane kan?"tanya flea dengan senyum jahil.

Blush, akito langsung blushing hebat.

"hahaha, pantas saja kau sudah berubah, ternyata ada gadis itu toh kau berubah" ucap flea sambil ketawa.

"diam" ucap akito sambil tetap blushing

" sifat mu dengan ai-chan tidak jauh berbeda tapi sebenarnya ada perbedaan" ucap flea sambil nyengir

"hobinya dan raut wajah kalian saat membunuh monster " ucap flea sambil tersenyum jahil " raut wajah kalian ada yang berbeda, kau sebenarnya orang yang suka tersenyum kejam kan kalau membunuh monster sedangkan ai-chan tidak dia hanya dia sambil death glare, itu lah perbedaan kalian!" ucap flea sambil menunjuk kearah akito yang sambil makan.

"haah, kau gak pernah berubah ya" ucap flea sambil menghela nafas "masih suka makan"

"hehang hahu hehuhi? (artinya : memang aku peduli?)" ucap akito sambil tetap makan

"*sigh*" flea hanya menghela nafas panjang.

BRAK!

"?!"


DI DEKAT PINTU MASUK

"APA YANG TERJADI?! KENAPA MANSION GRANDCHASE HANCUR?!"teriak raven gak percaya (reader : lho? Gimana caranya masak dan di ruang tamu plus ruang atas?/ chalice07 : sebagian hancur, sebagian enggak/reader : pantes =.= )

"aku juga kaga tahu dan yang lebih penting, matiin capslock lu, raven" ucap reicy sambil sweatdropped.

"ayo masuk dulu lebih penting, kita lihat keadaan teman-teman" saran envy.

"waaah, envy sudah menganggap para chaser teman loh, bagaimana dengan kamu ,raven? Apa sudah menggagap chaser teman?"tanya reicy ke raven.

"mana kutahu" balasnya dingin

"yang penting kita lihat keadaan mereka, semoga mereka baik-baik saja"ucap luna khawatir.

"ayo kita masuk" ucap raven dan lari masuk kedalam mansion.


DAPUR ATAU BAHASA KERENNYA KITCHEN (keren kan? *ancungkan jempol dan menunjukan gigi pepsodentnya* / reader : itu sama saja *nimpuk author pakai palu besar*)

BRAK!

Raven membuka pintu dengan keras, melihat azusa lagi masak.

"oi, akito, kau tahu apa yang terjadi pada mansion?!" tanya raven dengan sangat, sangat, sangat, sangat, sangat, sangat, sangat (reader : kelamaaan! / chalice07 : iya, iya ) sangat tidak sopan menanyai orang dengan cara membentaknya

Sedangkan azusa hanya diam saja sambil memegang ikan presto untuk dimasak (entah nemu dimana tuh ikan, nyuri kali *di tebas*)

"raven, tidak baik menanyakan orang dengan cara membentak—" sebelum luna menyelesaikan kata-katanya dia ditendang sama azusa sampai terpental 5 meter (?).

DHUAK...

Luna tebujur terluka karena tendangan azusa sangat kuat.

"ap-apa? Kenapa kau menendangku , akito?!" teriak raven kesal dan langsung bangun.

"aku bukan akito, gadis idiot. Orang yang kau cari ada di ruang tamu..." balas azusa dengan tatapan dingin.

"eh?"

"ada apa, kutu buku? Tadi kudengar suara teriakan raven" akito masuk kedalam dapur

"eh? Raven/luna/reicy/envy" ucap akito melihat raven disitu

Sedangkan raven hanya diam membatu tentu saja luna,reicy, dan envy juga sama, raven melihat mereka, seperti cermin, mirip banget, tentu saja raven bingung yang mana akito asli.

"luna, change! Aku pusing!?"perintah raven diganti luna.

"eh?eh?"luna kebingungan harus ngapain apalagi melihat yang mana akito asli.

"dia berkepribadian ganda ya?"tanya azusa dengan sinis

"iya" balas akito dengan dingin

"jarang ada orang yang mempunyai kepribadian ganda" ucap azusa sambil memegang dagunya.

"Jangan bilang kau menjadikannya eksperimen!" teriak akito marah

"hmm... tidak mungkin, aku tidak suka memegang perempuan" jawab azusa dingin

"oh ya? Lalu , si flea? diakan perempuan kenapa kalian bisa sedekat itu?"tanya akito dengan senyum iblisnya

"hahaha..."tawa kecil azusa diganti hawa membunuhnya "dia kuanggap cowo kok, diakan tomboy"

DZZZT...

Lagi-lagi muncul aliran listrik yang menandakan pertarungan.

Sedangkan luna hanya kebingungan.


ESOKNYA.

"kalian bakal pergi? Kupikir bisa menjadi teman" ucap amy, arme dan reicy bersamaan.

Flea dan azusa yang sedang duduk sadar dan bangun (kecuali azusa, dia masih membaca buku)

"benar juga, terimakasih atas heal mu,flea" ucap sieghart.

"heh, aku tidak butuh terimakasih, aku kesini hanya men test kalian, ayo flea" ucap azusa dan bangun dari sofa dan memegang gagang pintu.

Flea langsung menarik azusa dari dekat pintu ke tempat para chaser berdiri.

"Tentu saja tidak, kita bakalan disini. Ijinkanlah kami menjadi anggota!" ucap flea dengan mata berbinar-binar

"Ap—apa?!" teriak akito dan azusa tidak percaya.

"kenapa kalian berdua?"tanya semuanya kebingungan.

"aku tidak suka berteman dengan orang lemah" ucap azusa dan melepaskan tangannya dari genggaman flea yang keras itu.

"dan lagi mana mau aku masuk karena ada dia!" ucap azusa sambil menunjuk ke akito.

"aku juga sama ,kutu buku" ucap akito dengan muka kesal

"dasar tukang makan"

DZZZT...

Aliran listrik muncul lagi... *sweatdropped*

"a~z~u~s~a~, kau harus masuk atau kau ku tahu akibatnya atau mau ku hipnotis agar mau masuk ke GC?"tanya flea dengan sadistic smilenya yang sudah di update yang membuat bulu kuduk merinding.

"*sigh* oke..." ucap azusa pasrah.

"Kalau begitu ayo kita pesta penyambutan teman baru" teriak amy dan diikutin koor para chaser (kecuali mari, zero, lass, dan akito)


Chalice07 : selesai juga, huft... *menghebus nafas*

Chalica : mau teh, nona? *memberi teh herbal*

Chalice07 : boleh *mengambil teh dari chalica*

Azusa : woi! Author!

Chalice07 : apa?

Azusa : kenapa aku harus berteman dengan dia?! *menunjuk ke akito yang lagi makan*

Akito : hehang hu haha? Hahu huha hama hahee, hahar huhu huku (artinya : memang lu aja? Aku juga sama kalee, dasar kutu buku)

Azusa : apa kata mu, tukang makan?

Akito : aku malas mengulanginnya lagi , kutu buku!

DZZZT...

Chalice07 : *Sweatdroped* kita tinggalkan duo orang itu, sekarang azusa, akito review!

Azusa : cih, tolong reviewnya.

Akito : mind to review , every one? *Sadistic smile (?)*

Chalice07 : hahahaha... kelihatannya akito mulai menunjukan topeng aslinya

Akito : sejak kapan gua pakai topeng?!

Chalice07 : *takut* bu,bukan itu maksudku...

Chalica: *menarik chalice07 untuk kabur agar tidak dibunuh akito*

Akito : tunggu!

Azusa : kita ulangin lagi reviewnya...

Azusa : mind to review? *sadistic smile and death glare (?)*