Chalice07 : hmmm... kelihatannya OC ku makin banyak ya *bingung*

Chalica : padahal sudah kau buang beberapa yang gak penting.

Chalice07 : sebenarnya saya gak rela *cry* tapi apaboleh buat, saya juga sama lupa-lupa ingat dengan OC saya sendiri.

Chalica : ...*membaca* dan semuanya penjahat semua ya...

Chalice07 : soalnya saya lupa dengan musuh-musuh grandchase yang kuingat Cuma kaze'aze dan elena (curhat Mode : ON)

Chalica : *swt*

Soul : jadi siapa disclaimernya?

Chalice07 : *meluk soul* tentu saja soul~

Soul : *nendang author sampai sejauh 4km (Lebay mode : ON)* *sigh* apa boleh buat...

Disclaimer(suara soul) : GC bukan milik chalice07 si cebol (siapa yang ceboool?!) tapi megaxus, chalice07 hanya mempunyai Oc , alurnya dan seenaknya menambah sedikit properti.

Warning : Gaje , aneh, ngaco, kaga nyambung, kebanyakan OC, bikin kepala sakit, OOC (termasuk Oc ku), seenaknya menambah properti baru.

-happy reading-


GRANDCHASE MANSION

At 06 : 00 AM

Pagi hari terlihat azusa dan flea entah mau kemana yang pasti mereka mau pergi keluar, pacaran mungkin *author di tebas azusa*

"mau kemana kalian?" tanya jin melihat mereka mau pergi.

"jangan-jangan mau kencan ya?"ucap amy sambil tersenyum jahil.

"eh? Enggak kok, kami mau kesekolah" ucap mereka berbarengan.

"sekolah?"tanya jin dan amy.

"iya, emang kenapa?"tanya flea.

"kupikir kalian gak sekolah" ucap jin.

"enggaklah, kita harus belajar demi mencapai cita-cita~" ucap flea sambil tertawa kecil.

"emang cita-cita kalian apa?"tanya amy.

"aku menjadi dokter, ya mungkin ini agak aneh ya, " ucap flea.

"waaaah, walau kau kuat (sejak kapan tahu?) ternyata kau ingin jadi dokter ya~" ucap amy.

"kalau kau ,azusa?"tanya jin

"..." azusa diam saja membuat semuanya sweatdropped.

"hei, ai-chan?"tanya flea sambil melambai-lambai tangannya kedepan muka azusa.

"apa?"

"kau gak punya cita-cita?"

"gak ada"

"kalau begitu kenapa sekolah?, kau kan jenius dan hebat, kau kan ahli pedang jadi kau mending jadi royal guard atau knight saja" ucapan flea membuat azusa mendeath glarenya, tapi kali ini death glarenya lebih berbahaya yang membuat flea ketakutan.

"alasan ku di sekolah serdin adalah karena ada 'mereka', bisa dibilang aku memata-matain 'mereka', karena aku curiga dengan mereka mantan pembunuh tiba-tiba menjadi baik" ucap azusa sambil berjalan keluar mansion

"eh? 'mereka'?"tanya flea kebingungan.

"kau masih lupa 'mereka'? aku gak tahu rencana mereka apa" ucap azusa sambil tetap berjalan dan sudah jauh dimata.

"Akh!" kelihatannya flea sudah mengetahuinya.

Jin dan amy kebingungan dengan reaksi flea saat mengingatnya.

"hahaha... jangan bercanda ,azusa. Mereka kelihatannya sudah berubah jadi gak usah khawatir" ucap flea sambil mengejar azusa.

Dan mereka berdua sudah jauh dimata sedangkan amy dan jin kebingungan dengan bahasa kode azusa dengan flea.


IN SERDIN SCHOOL

At 09 : 00 AM

Azusa dan flea saatnya sedang jam makan.

"hei cepat, ai-chan~. Nanti kantin keburu penuh" ucap flea dengan girang sambil berlari menuju kantin.

"*sigh* kau benar-benar terlalu energetic , maniac pedang" azusa menghela nafas sambil menggaruk kepalanya yang tidak gatal.

"!"

Azusa kaget dengan orang yang berjalan di sampingnya.

"hallo , kurosaki" ucap orang itu sambil berjalan dan menatap azusa sesaat.

Dengan sigap azusa mengeluarkan senjatanya dan sayangnya orang itu menghilang.

"cih, dia hilang" ucap azusa kesal "tapi... semoga saja 'mereka' tidak menyerang grandchase..." ucap azusa dan menyimpan senjatanya "tapi kalau itu maunya 'tapi kemunculan 'soul' tadi mungkin memprovokatorku untuk... mengikutin hawa membunuh nya" ucap azusa sambil deathglare dan berlari menuju hawa membunuh tersebut.


DI SEBUAH TEMPAT YANG PASTI DI SEKOLAH.

"hmm... kau sudah datang toh, kurosaki" ucap seseorang lelaki berambut biru tua, berbaju sekolah dan memakai topi mirip yuna tapi bedanya iconnya adalah bergambar 'jiwa'.

"apa mau mu?"tanya azusa dengan death glare.

"hmm...apa mauku ya?"tanya soul sambil berpose berpikir.

"jawab!" teriak azusa.

"mauku adalah... menghancurkan semuanya dan menampilkan kembali BLOOD DEVIL di dunia ini" ucap soul sambil menenkankan kata menghancurkan dan blood devil dan hawa membunuhnya membuat azusa kaget dan siap siaga bertarung.

"kau..." geram azusa.

"hei, kau serius dengan kata-katamu tadi, soul?"tiba-tiba ada sebuah suara perempuan.

"cih, death. Jangan ganggu acara bercanda ku" ucap kesal soul

"jadi itu Cuma... bercanda?"tanya azusa sambil sweatdropped.

"tentu saja, sejak kapan aku serius" ucap soul mengejek.

"aku tahu itu, soul kan gak pernah serius~" ucap death sambil memeluk soul.

"death, jangan seenaknya kau meluk-meluk!" teriak soul kesal sambil menendang death untuk melepaskan pelukannya.

"hehehe... maaf, dan azusa..." ucap death sambil membalikkan badannya kearah azusa.

"jangan khawatir, 'devil' tidak melakukan apa-apa kok" ucap death dengan angelic smilenya.

"tapi melihat wajah senyummu yang penuh hawa iblis itu membuat ku tidak yakin dengan kata-kata mu ..." ucap azusa sambil mengambil posisi battle.

"hmm... jadi kau mau mengajak bertarung ya baiklah aku terima" ucap death sambil mengambil battle position.

"hmm... lalu aku? Masa aku cuman nonton" ucap soul sambil menunjuk dirinya.

"kau nonton saja" ucap death dan azusa berbarengan.

"hmp! Pelit!" ucap soul dan loncat ke atap sekolah dan duduk sambil makan popcorn (dapat dari mana tuh?)

"baiklah kita bertarung, aku gak yakin lho kau bakal hidup setelah selesai bertarung dengan ku" ejek death.

"oh ya?, kita lihat saja nanti" ucap azusa yakin

Death tersenyum iblis dan mulai menyerang azusa.

"AZUSA VS DEATH!" teriak soul pakai toa (hasil curian mesjid sebelah (?)) sambil makan popcorn dan minum cola (dapat darimana juga tuh *swt*)


GRANDCHASE MANSION

"selamat pagi semua" ucap kazuna dengan riang girang.

"pagi kazuna-chan" ucap luna sambil memegang masakannya.

"EEEEK, luna masaaaak!" teriak kazuna kaget dan ketakutan.

"dan apalagi kelinci percobaannya lebih banyak sekarang" ucap kazusa tenang sambil menunjuk yang jadi korban kelinci percobaan.

Mari kita lihat nasib yang jadi korban :

Zero : pingsan err... kelihatannya yang paling naas itu grandark deh, soalnya mulutnya (?) berbusa... (R : whaat?! Sejak kapan grandark ada mulut? / A : udah, ada-adain saja, dia kan hidup kasian gak makan cuman gara-gara gak ada mulut, kan kasian gak makan terus kelaparan , masa makannya di mata kan gak lucu *nangis gaje*)

Sieghart : menjadi burung gagak.

Akito : mati *di tebas* maksudku menjadi anjing hitam mirip husky(?).

Ronan : jangan tanya dia sudah menjadi tikus * author dihajar fanclub ronan* err... kelihatannya beberapa masakan luna ada ilmu gaibnya sehingga ronan jadi tikus *di hajar raven*

Ryan : umm... ryan sama kaya ronan cuman dia jadi burung kutilang berbunyi~ (kok jadi nyanyi?)

jin : jadi kelinci merah (?).

lass : jadi kucing

Note : semuanya dipaksa dan diancam raven dan di sumpelin mulutnya sama masakannya luna dan yang paling beruntung adalah gran dan zero tidak menjadi hewan.

"hahaha... kok ryan,ronan,lass dan jin jadi hewan (kok tahu ya?)"tanya kazuna.

"ini experiment magic ku, jadi kumasukin sedikit magic kemakanan mereka, tenang saja effeknya cuman 5menit kok" ucap envy tenang.

Kazusa dan kazuna sweatdropped.

" baiklah apa kalian mau juga?"tanya reicy ke duo kembar ini.

"baiklah" ucap kazusa dan mengambil masakan luna.

"tumben banget kau ma—" sebelum menyelesaikan kata-katanya kazuna disumpelin masakan luna dan langsung menjadi kucing.

"Meow!mewwr! (kurang ajar kau, lelaki dingin!)" teriak kazuna kesal.

"apa katamu? Aku tidak mengerti?"tanya kazusa dengan senyum iblisnya.

"Meeeeewwrrr-(iblis-)" ungkap ksal kazuna.

"apa katamu, penghancur?"tanya kazusa dengan senyum iblis nya dan mengakat kazuna dengan cara tidak sopan alias menarik bulunya.

Dan terjadilah kembali pertengkaran antar saudara.


KEMBALI KE AZUSA

azusa sudah banyak luka dengan serangan death, sedangkan death tidak ada luka sama sekali (ajaib *kagum* / death : tentu saja *bangga*)

"dark needle!" teriak azusa dan sebuah bayangan gelap yang mengumpal di langit dan langsung berbentuk jarum.

"ATTACK!" perintah azusa dan dalam sekejap jarum-jarum hitam tersebut menyerang death.

"hmm... lumayan juga" ucap death sambil menjilat darahnya yang menguncur deras di kepalanya.

"Cih, bagaimana dengan ini?" tanya azusa dan mengeluarkan bayangannya dan bayangannya langsung menjadi seperti azusa.

"hoo.. keren kaya di film naruto saja" ucap death sambil tepuk tangan ( bukannya khawatir sama luka nya yang banyak malahan tepuk tangan, sarap *di hajar death*).

"tapi bayangan itu bisa hilang jika ada cahaya yang sangat terang bukan?"tanya death dengan muka senyum iblisnya.

"apa?"

SIIING!

Dalam sekejap tempat itu menjadi super terang.

"hehehe... terimakasih, soul. atas Lampu sorotnya (dapat dari mana tuh?)" ucap death.

"yeah-yeah terserah, sekarang cepetin pertarungannya, aku bosan... nee-san" ucap soul sambil bergaya bos (?).

"hahaha... seperti biasa kau suka memerintah, soul. kakak tidak suka hal seperti itu" ucap death sambil tertawa sinis.

"!,... ya ya ya... soul minta maaf" ucap soul sambil membungkuk walau dia di atas genteng (ajaibnya dia gak jatuh *dihajar soul*).

"hmm... kelihatannya bayangan mu hilang" ucap death happy.

"cih" azusa kesal karena selain menggunakan bayangan, dark magicnya juga gak bisa dipakai seterang ini.

"hmm... ini saatnya akhirmu sekarang , azusa kurosaki" ucap soul dengan muka sadistic smile.

"apa?" azusa kaget dengan perkataan soul.

"THE END" ucap death dan menusuk jantung azusa dengan death scthyenya.

"ugh-!"

"ai-chan, kau disini ru..." flea langsung muncul dan flea melihat adegan yang membuatnya kaget setengah mati.

Flea melihat azusa jatuh kelantai dengan darah yang cukup banyak di dadanya, flea memegang kepalanya dan menggelengkan kepalanya menandakan tidak percaya apa yang ia lihat...

"AZUSAAAAAA!" teriak flea.

Sedangkan death dan soul menutup telinganya karena takut berdarah akibat teriakan flea.


Chalice07 : hiks,hiks, jahat banget kau flea... masa membunuh chara ku yang tampan ini *nangis gaje*

Death : hiiii, ampun chalice07-sama, apa boleh buat dia ngajak berantem siiih TT^TT

Chalice07 : tapi jangan membunuhnyaaa! *memukul kepala death dengan tongkat sun golok *di hajar sun gokong*

Sun gokong : balikin tongkat ku!

Chalice07 : ampuuun... *balikin*

Flea : huhuhu... aku kaga percaya azusa dengan cepat matiii...

Akito : dengan adegan naas lagi *smirk*

Chalice07 : kau jangan seperti itu ,akito! Dia itu saudara mu! Nanti kualat lho!

Akito : kaga mungkin *pergi*

Flea : jadi *hiks*siapa yang minta review?

Chalice07 : hmm... Oc yang jarang muncul, Kazusa dan kazuna!

Kazusa dan kazuna : *sigh* tolong reviewnya...

Chalice07 : oh ya, saya mau menampilkan bentuk-bentuk OC saya seperti apa, siapa yang setuju? Yang setuju review, dan yang gak setuju juga review /hehe/, baiklah yang pertama adalah , gambar luna,death, chalica dan chalice07 tentu nya /hehe/, saya akan mengupdate gambarnya seminggu sekali ^.^. jadi tolong reviewnya dan habis selanjutnya luna,death ,chalica, dan chalice07 siapa yang mau saya tampilkan di profil saya? Silakan review akan saya tampilkan cuman bisa ada 2 syarat, satu , cuman bisa saya tampilkan 4 chara doank dan kedua, ini asli gambar saya jadi maklum jelek :P /hehe/, jadi para reader terhomat tolong review dan mintain OC mana yang saya tampilkan jadi reviewkan ya~.