Chalice07 : yes! Chap 23 update! *acungin 2 jari bertanda Victory*
Chalica : *minum teh* slurp! Hmm... kurang gula *pergi ke dapur*
Soul : oi, author! Kau sudah membuatku kaya penjahat saja!
Chalice07 : heh? Masalah buat kamu?
Soul : iya!
Chalica : *melerai dengan cara jalan ditengah-tengah mereka* chalice07-sama, ini teh *menyerahkan teh herbal*
Chalice07 : *meminumnya lalu dilempar*
PRANG!
Chalica : ...
Chalice07 : kau benar-benar ngajak ribut, soul! *ngeluarin laptop ajaib chalice07*
Soul : hah? Laptop? Emang bisa bunuh gua?
Chalice07 : *ngetik soul tepar di lantai dengan mulut berbusa*
Soul : heeee?! Kau tadi ngetik ap- *langsung tepar dengan mulut berbusa*
Chalice07 : rasain!
Chalica : nah para reader, maafkan innerself chalice07-sama, dia sudah gregetan sama OC nya sendiri jadi...
Chalice07 : *melambai-lambaikan tangan* chalica~ kau disclaimernya~
Chalica : ... biarkan aku saja yang membunuh author gaje itu *mengeluarkan benang baja yang cukup panjang dan banyak*
Chalice07 : hiiii *kabur dan menghindar*
Chalica : *dengan muka datar masih menyerang authornya sendiri*
Reicy : karena chalica sudah geregetan sama chalice07 jadi doakan keselamatannya ya minna-san, jadi saya disclaimernya.
Disclaimer : grandchase bukan milik chalice07 tapi megaxus dan KOG
Warning : GaJe sudah stadium lanjut (?), aburadul, bikin sakit kepala, kaga nyambung, keanehan sudah stadium lanjut (?), kesalahan typo, para chara GC menjadi OOC begitu juga my OC, kebanyakan OC, OC kebanyakan villain, dan yang paling menyedihkan diantara fic yang lain, hanya boleh dibaca anak berumur 5000tahun keatas dan sudah tidak menarik lagi.
Perfect Maid Haruka :
Thanks atas reviewnya, hmm... soal nasib azusa *grin* nanti juga tahu,tapi intinya terimakasih sudah mau membaca cerita gaje saya
To all reader :
Terimakasih sudah mau membaca cerita gaje saya.
NOTE from author : untuk para reader terhomat, maaf kan saya tidak menepati janji *membungkuk*, karena saya bakalan membuat 5 OC lagi *cry* karena OC ini saya butuh banget buat chapter kedepan*cry* jadi mohon maafkan saya *membungkuk*
-happy reading-
"AZUSAAAAA!" flea berteriak keras menatap apa yang ia lihat.
"umm... maaf... aku tidak bermaksud... aku bertarung dengannya karena dia memprovokator... maaf ..." ucap death terbata-bata mukanya pucat pasi.
"sudahlah, kak yuna" ucap soul sambil menepuk pundak death.
"..." muka death berubah tidak menjadi pucat lagi.
"manusia pasti mati" ucap soul dengan evil grin.
"umm... kelihatannya innerselfku yang membunuhnya deh" ucapan death kaga nyambung dengan soul membuat semuanya sweatdropped.
"nee-san... kau congek atau budeg atau tulalit, atau bolot, atau otakmu ada masalah dikit?"tanya soul dengan nada suara mengejek.
"aku? Lagi error" ucap death sambil menaruh telunjuknya di kepalanya.
"...pantes, masih error" ucap soul dan pergi.
Death menatap flea yang masih menangis sambil menaruh kepala azusa di pangkuannya, kelihatannya yuna dengan nama niknamenya adalah death, ikut-ikutan sedih...
"maaf ya, hakame..." ucap yuna dan pergi.
"... *sob*" flea masih diam saja.
"aku lebih baik menghealnya" ucap flea dan menghapus airmatanya.
Saat hendak flea membuka baju azusa (jangan pikir macem-macem, ini buat ngeheal dan memeriksa lukanya), betapa kaget nya, luka azusa... lama-lama menghilang...
"apa? Apa yang terjadi?"tanya flea kebingungan.
"hei, maniac ikan. Tidak bagus membuka baju lelaki" terdengar suara yang familiar di telinganya walau pelan.
"Azusa!" teriak kaget flea melihat azusa masih hidup.
"ouch..., gak nyangka bakal hampir mati seperti tadi" ucap azusa sambil berusaha bangun.
"kenapa bisa?"tanya flea.
"?"
"kaukan kena bagian vital, kenapa masih hidup?"
"hmm... tadi sih awalnya sekarat, tapi karena kekuatan rengernasi ku cepat, jadi bisa sembuh" ucap azusa sambil mengambil bajunya yang tergeletak di sebelah flea.
"rengernasi? Manusia biasa tidak mempunyai kekuatan rengernasi secepat kau milikin, kau benar-benar mirip monster, ai-chan" sindir flea.
"bisa dibilang begitu, aku dan akito mirip sebuah monster karena mempunyai rengernasi yang diatas manusia biasa" ucap azusa dengan tenang.
"karena itu kalian dibuang saat masih kecil dan hebatnya di pungut keluarga kurosaki" ucap flea sambil loncat keatap sekolah.
"!" azusa kaget, karena flea mengetahuinya juga.
"hehehe, masa kau lupa dengan teman masa kecilmu yang tahu segalanya, :P" ejek flea sambil menjulur lidahnya
"ya,ya" ucap azusa acuh tak acuh dan masuk ke gedung sekolah.
"hehehe" flea tersenyum kecil dan turun ke bawah dan belari masuk ke gedung sekolah (kurang kerjaan *di tabok flea*)
GC MANSION
"GUK!GUK!" tiba-tiba ada sebuah anjing hitam menyalak ke azusa.
Spontan saja azusa bingung dengan anjing itu, main nyalak dan main muncul di GC mansion.
"hmm... anjing ini... entah kenapa jika melihat anjing ini membuatku ingin membunuhnya" ucap azusa sambil mengakat anjing itu dengan cara menarik telinganya.
"AAAAAW, sakit tau, kutu buku" tiba-tiba anjing itu langsung berteriak dan berbicara bahasa manusia (ya iyalah emang setan ? ).
"..."azusa menatap anjing hitam itu dengan tatapan tidak percaya.
"..." flea juga sama..
"..."flea dan azusa saling menatap dan mengangguk.
Flea dan azusa langsung membakar anjing tersebut...
"AAAAA! Panas! Panas!," teriak anjing tersebut dan langsung lari ketempat yang ada airnya(?)
Azusa dan flea mengikutin anjing itu yang langsung nyemplung ke ember (?).
"dasar kalian sarap, beraninya membakar ku!" ucap anjing itu geram.
"..."
"..."
"..."
"akito?" ucap flea dan azusa berbarengan.
"ya! Ini gua! Sialan gua dibakar dengan seenaknya jidat (?)?!" teriak akito marah yang sudah stadium lanjut (?).
"bagus donk, kenapa gak mati terbakar saja?" ucap azusa dingin.
"Grrrr" geram akito.
Flea hanya sweatdropped melihat si kembar yang gak pernah akur.
"ngomong-ngomong , kutu buku"
"apa , tukang makan?"
"*grin* tadi kau mati ya?"ucapan akito membuat azusa kaget
"!"
"kau pasti berkata 'kenapa kau tahu', tentu saja karena kita saudara yang mirip cermin, dan lagi kau juga mengambil kekuatan rengernasiku sesaat( gimana caranya tuh, ngambil dengan jarak beberapa kilometer?), makanya aku tahu apa yang terjadi, baka kutu buku" ucap akito panjang lebar.
"..." azusa hanya melirik ke flea.
Flea kebingungan, sedangkan akito tahu apa maksudnya (lama-lama mirip amy dan reicy nih *swt*)
"hahaha, flea kabar baik" ucap akito sambil menepuk punggung flea.
"?"
"si azusa s—" sebelum menyelesaikan kata-katanya, akito di tendang azusa sampai sejauh 100M (asal mode : ON)
"ada apa?"
"gak ada apa-apa" ucap azusa sambil mengibas-ngibas tangannya yang berati bukan-bukan, sambil blushing (*nyanyi gaje* ketahuan suka~ *di tebas azusa*)
"kenapa mukamu memerah, ai-chan?"
"hmm... soalnya disini panas" ucap azusa sambil meengibas-ngibas tangannya.
"disini gak panas"
"masa ? panas kok" sangkal azusa.
"?"
Akito yang melihat saudaranya salah tingkah hanya tertawa kecil, dan berjalan kearah azusa dan flea.
"ngomong-ngomong, kenapa kau jadi anjing hitam?"tanya azusa dan flea bersamaan
"bukan hanya aku saja, sieghart, ryan,lass, kazuna, dan jin juga berubah menjadi hewan, huh, si envy ternyata salah perkiraan, katanya bakal kembali 10jam, menyebalkan" ucap akito kesal.
"... tapi dia bagian dari luna kan? Kenapa kau kesal, kalau kau kesal sama envy berati kau kesal juga sama luna" ucap flea dan azusa to the point.
"iya,ya" balas akito dan amarahnya langsung meredup.
"Baka" ucap azusa dan flea berbarengan yang membuat akito down.
Di suatu tempat yang pasti di primitive island dan sebuah mansion yang besar.
Di suatu ruangan yang penuh barang-barang aneh,terlihat gadis berambut hitam pekat dan mmakai topi, dibelakangnya ada 2 orang yang diam saja.
"nona death, kenapa kau terlihat depressi?"tanya salah satu gadis itu dan dia memakai baju maid , berambut panjang sepinggang, warna rambutnya biru tua dan memakai bando maid.
"benar, apa kata alice. Kenapa kau depressi banget?"tanya salah satu gadi berambut pendek seleher, warna rambutnya karamel, memakai baju sperti taekwondo (kalau gak salah)
"tidak ada apa-apa, alice, Lie" ucap death sambil mengambil buku eksperimen dan membacanya.
"jangan bilang mau ber eksperimen lagi, death/nona death" ucap dua orang itu sambil sweatdropped.
"EKH?! Gak boleh ya?"tanya death.
"gak boleh, kau sudah mengorbankan banyak mahluk hidup hanya demi eksprimen" ucapan mereka berdua membuat death down sambil pundung di pojokkan.
cuman satu ucapan yang diucapkan death yaitu "kejam".
Lie dan Alice hanya sweatdropped-ria.
di dekat furnance hell terdapat sebuah mansion yang megah.
Di sebuah ruangan yang penuh game (?) dan tivi, terlihat seseorang yang mirip death cuman dia lelaki dibelakangnya terdapat soul , satu orang gadis dan satu orang lelaki.
"oi, devil. Kau jangan main mulu"
"knapa, soul?" tanya devil sambil main ps 2(?) tanpa meperdulikan soul.
"dengar kata-kataku dulu!"
"males" balas devil dengan acuh tak acuh.
Soul sweatdroppeed, begitu juga dua orang itu.
"kalian semua keluar dari ruangan ku, aku mau main game dengan tenang" usir devil dan mereka bertiga keluar ruangan dengan muka kesal.
"cih, bilang aja males dengerin, baka onii-chan!" ungkap kesal soul.
"hahaha, biarkan saja" ucap lelaki berambut pirang dan bermata warna jade.
"benar, biarkan saja. Dia memang suka seperti itu" ucap gadis berambut violet dan warna mata crimson.
"what ever" ungkap pasrah soul
Dua orang itu hanya sweatdropped mendengar ungkap pasrah soul.
Back to GC mansion
"jadi..." ucap sieghart sambil bermuka pucat dan tubuhnya sudah kembali.
Semuanya juga ikut-ikutan pucat.
"hmm?" luna kebingungan dan memiringkan kepalanya sambil tersenyum.
"kita harus makan ini, sebagai makan malam" lanjut sieghart sambil menunjuk 4 makanan buatan luna,envy, reicy dan raven.
"tentu saja, ada masalah?"tanya raven.
"ti-tidak"
Semuanya hanya bermuka pucat dan diam saja.
Ck...ck... kasihan kalian para chaser, nyawa kalian sebentar lagi hilang *di all out attacking*
Chalice07 : haaaah, selesai juga, fufufu.
Flea : untung aja azusa gak mati *bersyukur*
Chalcie07 : tentu saja kaga, saya kan gak tega membunuh OC saya sendiri tapi kalau original chara saya mah tega-tega aja *di hajar chaser*
Chaser : enak saja kami yang bakal mati, ntar megaxus dan fan chaser marah lho!
Chalice07 : hiiii, ampun mbak, mas!
Chaser : apa katamu?! Kami belum mas-mas/ kami belum mbak-mbak *menyiapkan senjata*
Chalice07 : cara aman adalah... kabuuuuuuur! *kabur*
Chaser : berhenti! *ngejar*
Flea : baiklah, para reader terhomat, tolong review ya...
Akito : maaf jika azusa nya tidak dalam nasib yang kalian inginkan, *sigh* aku juga berharap dia mati
Azusa : apa katamu ,tukang makan?
Akito : aku berharap kamu mati , kutu buku
AZUSA VS AKITO
Flea : *swt*
NOTE : BTW, yang saya maksud di chapter sebelumnya pada setuju kaga, reader terhomat? jika setuju bilang setuju dan yang gak setuju juga sama bilang gak setuju lewat review , bakal saya masukin ke profil saya, :D
