Chalice07 : hello, minna! Kali ini side story bukan main story jadi, gomenansai~
Azusa : kupikir elu gak balik lagi.
Chalice07 : hiii! OC ku marah O_O.
Azusa : *kesal dan siap-siap menebas author sarap*
Chalice07 : MOMMMY! *kabur*
Azusa : *ngejar*
Reicy : dikarenakan author lagi sarap hari ini (saat membuat), jadi mungkin ceritanya sarap dan GaJe
Chalice07 : *sambil lari* HEI! Itu kata-kataku, reicy!
Reicy : EGP? (emang gue pikirin)
Chalice07 : *sweatdropped sambil lari* Chalica, disclaimer!
Chalica : saya disclaimer nya?
Chalice07 : iya sama notenya! dan feedback!
Chalica : note? Hmm... oh yang waktu itu *ngambil selembar kertas*
Disclaimer : GC bukan milik Chalice-sama, tapi megax...um... apa ya? oh iya... megaxus!
Warning : GaJe, sarap, kebanyakan OoC, abal, kesalahan typo, Aneh, alurnya kecepatan, gak nyambung.
Note : untuk semuanya yang membaca fic iini, saya minta maaf, waktu itu saya bilang 5 OC yang saya tambahin ternyata saya salah hitung, sebenarnya ada 8 OC pas saya hitung baik-baik, jadi Gomeeeenansai. Dan soal 8 OC itu belum saya kasih tahu kecuali Lie dan alice. Sekali lagi untuk reader terhomat, gomenansai DX.
Feed back :
Perfect Maid Haruka :
Hehehe... ini cerita mereka saat jadi hewan yang anda minta, saya gak tahu bagus atau enggak, jadi maaf kan saya dan terimakasih mau mengikutin cerita ini dan mereview *membungkuk*
-happy reading-
"Ronan! Dimana kau!" teriak elesis mencari yayangnya yang ilang.
"Aku disini ,elesis!" tiba-tiba ada suara yang mirip ronan.
"dimana?!"
"dibelakang mu!"
Elesis menoleh belakang, tidak ada siapa-siapa.
"oi, ronan. Gak lucu!, elu ada dimana sekarang?!"
"dibawah elu"
"hah?"
Elesis melihat kebawah dan menemuka seekor tikus biru.
"HEEE, tikus yang hebat, bisa suara mirip ronan" ucap elesis dan mengambil tikus itu dengan cara menarik buntutnya.
"ini beneran gua..."
"..."
"..."
"...'
"masa?"
"gua tadi dipaksa makan sama raven dan dimasukin sebuah ramuan dimakanannya dari envy"
"..."
"..."
Hening...
"kawaiiii, kelinci ini lucu banget" ucap amy sambil memeluk sebuah kelinci merah (kaya Lavi donk? ( D. grayman), hehehehe... Baka usagi *di timpuk palu*).
Kelinci merah itu atau kita bilang si jin yang disihir nenek lampir *author langsung dihajar Envy* yang lagi di peluk amy membuatnya blushing.
"KAWAAAAIIII, kelinci ini benar-benar imuuut!" teriak amy gemes dan makin mempererat pelukannya dengan sukses membuat jin gak bisa nafas.
"A,amy... gak bisa nafas..."
"eh, kok bisa bicara? Apalagi suaranya mirip jin, Hebat!" ucap amy dan makin mempererat pelukannya.
"a,aku... me...mang... ji...n..."
"EH?!" amy langsung melepaskan pelukannya. "beneran?"lanjutnya.
"huf...huf...benar, gua tadi dipaksa makan sama raven dan tidak tahu didalamnya ada ramuan envy" terang jin.
"heeee..."amy kelihatan kebingungan.
Mari kelihatan sedang meneliti sesuatu. Tiba-tiba muncul gagak hitam di samping mari.
"..." mari menatap tajam gagak itu.
"..." gagak itu berkeringat ketakutan karena ditatap tajam sama mari.
"..." mari masih menatap hewan itu.
"..." makin ketakutan gagak itu.
"Sieghart?" mari baru membuka mulut.
"EKH?! Kenapa tahu?!"
"hmm... kulihat baik-baik kau mirip sieghart, ternyata beneran kamu toh (bagaimana bisa tahu?)" terang mari "kenapa kau bisa jadi begini?'lanjutnya.
"tadi gua dipaksa makan masakan raven dan tidak tahu didalamnya terdapat ramuan Envy.
"hooo..."
Lire sedang asyik bermain seluring di atas pohon dibantu sebuah burung kutilang oren.
"hmm... suara burung ini indah sekali" ucap lire dan berhenti bermain seluring.
"ngomong-ngomong, si ryan mana ya? dan kenapa burung kutilang ini warnanya aneh" ucap lire bingung.
"gua ada disini kok" ucap burung itu.
mata Lire terbelalak kaget, karena burung itu bisa bicara.
"ini burung kakatua, atau burung kutilang atau burung campuran kakatua dengan burung kutilang (?)?"tanya lire bingung.
"ini gua, ryaaaan!"
"eh, ryan?"
"iya, gua tadi dipaksa makan sama raven dan tidak tahu didalamnya ada ramuan envy" terang ryan sedih.
"heeee..."
"lass, lass,lass, dimana kau?"panggil arme.
Arme mencari lass buat kencan (cie,cie~ mau kencan nie~ *di timpuk shortwand*)
"oi, gua disini" terdengar suara dibelakangnya.
"lass~" arme menoleh belakang tapi sayangnya dibelakang tidak ada orang siapapun.
"eh... tadi perasaan ada yang ngomong"muka arme memucat.
"gua dibawah elu"
"eh?"arme melihat kebawah dan melihat kucing putih.
"kucing?, kawaiiii~" arme langsung memeluknya.
Lass langsung blushing karena dipeluk arme.
"kenapa ada disini?" tanya arme.
"gua lass, dasar bodoh"
"eh ,lass?" arme menatap kucing itu tidak percaya.
"iya! Ini beneran gua"
"kenapa bisa?"
"ini gara-gara dipaksa makanan sama raven dan tidak tahu isinya ada ramuan envy" terang lass.
"EEEEkh?!" arme langsung sadar dia memeluk lass yang ia peluk dan melepaskannya.
Arme mukanya blushing, begitu juga si lass.
reicy sedang memberi anjing hitam tulang.
"ayo makan tulang ini,akito-kun~ " ucap reicy
"Sejak kapan gua makan tulang!"omel akito.
"sejak elu jadi guk-guk" ejek reicy.
"GRRR..." geram akito kesal.
"Luna, change!" reicy langsung diganti luna.
"Eh, ada apa?" tanya luna kebingungan "kenapa kau marah,akito?"
"*sigh*... DASAR Curang! Diganti luna!, dasar gadis aneeeeh!" teriak akito kesal.
"?" luna kebingungan apalagi kepalanya dari tadi digigit kazuna (emang kucing bisa mengingit ya?) sedangkan kazusa ketawa cekikikan.
BRAK!
Pintu didobrak arme,elesis,dan lire, dan munculah arme,lire,amy, mari,dan elesis.
"LUNA, ganti dengan envy, sekarang!" teriak arme ,elesis dan lire kesal.
"eh, kenapa?"
"BERISIK! Ganti aja yang pasti!" teriak mereka kesal.
"eh, o,ok, Envy saatnya Change" ucap luna dan envy langsung muncul.
"ada apa?"tanya envy dingin.
"kenapa kau memberi mereka ramuan aneh?"teriak mereka bersamaan (kecuali amy dan mari)
"lihat si ronan , ganteng-ganteng jadi tikus!"omel elesis,
"padahal lass dan aku mau kencanl, gara-gara lass jadi kucing jadi gak bisa" tangis arme.
"kenapa si ryan jadi burung?! Nanti diburu burung gimana?! Terus dimakan gimana?!" teriak lire panik.
"aku sih gak masalahin, soalnya jin jadi imut~" amy langsung memeluk jin.
"aku juga, dengan begitu bisa memeriksa badan gagak itu seperti apa" ucap mari tenang
"terus, intinya?"
"KEMBALIKAN MEREKA!" teriak lire,elesis,dan arme.
"mereka akan kembali 10 jam lagi,"
"eh, bukannya 3 menit?"tanya akito.
"salah perkiraan" ucap envy santai.
"APAAAAA! 10 jam lagiii!" teriak mereka kaget.
Chalice07 : cape,pegel,aduh...pegel banget padahal Cuma ngetik doang.
Chalica : dari pada banyak bicara lebih baik selesain aja cepat-cepat.
Chalice07 : bener juga ya! Alice!
Alice : oke, minna-san tolong review ya ^.^
Note : BTW, kalian setuju gak tentang di chap 22?, kalau setuju bilang ya, kalau gak setuju juga, setuju bilang setuju, gak setuju bilang gak setuju, oke?
Mind to review,minna?
