Chalice07 : nyaaaa~ ,Chalica. Come here

Chalica : *dateng* emang gua anjing ya?

Chalice07 : hehehe, iya~

Chalica : *menyiapkan benang baja*

Chalice07 : mak,maksudku OC penjaga ku yang termanis dan tercantik *ketakutan*

Chalica : pintar ^.^

Chalice07 : baiklah saya perkenalkan salah satu OC ku yang bakal muncul ^.^ walau cuman bentar dan belum bertemu dengan GC, sebenarnya ada 2 lagi yang bakal muncul cuman belum saya kasih tahu :P

Chalica : inisial Z

Z : hmp! *pergi*

Chalice07 : maafkan dia... dia memang seperti itu *sweatdropped* OC yang kubuat saat kelas 4, memang gaje ^.^

Z : *bali lagi dan menusuk kepala author dengan tombak mata pedang 3 (?)*

Chalice07 : *tepar*

Z : Baiklah, aku disclaimernya.

Disclaimer : grandchase bukan milik author tapi megaxus.

Warning : Gaje, sedikit ada lebayness, cacad, kaga nyambung, alurnya kecepatan, asal mode : ON, Sarap, dll (author udah cape ulang-ulang mulu)

-happy reading-


SOMEWHERE

"mother? (kok jadi english?)" teriak gadis berambut hitam pendek ah... kita sebut saja sin (sudah lupa ciri-cirinya *author di geplak reader*).

"hai, mana si cynthia?"tanya gadis diikat rambut kesamping dan ikat rambutnya kaya mata.

"ketua? Ada dia lagi baca komik, ibu" ucap sin.

"... panggil ibu, Z saja ya" ucap Z dengan muka lembut ke anaknya.

"eh, tapi... itu gak sopan..." ucap sin bingung.

"waaah, walau sin sangar tapi kau sopan ya sama ibumu sendiri" ucap gadis berambut biru langit.

"diamlah kau,resa the girl copy paste!" teriak sin kesal.

"hm...hm...hm..." malah resa pura-pura gak denger dengan cara bersenandung.

"grr..." sin merasa kesal.

Z sweatdropped melihat 2 orang itu sedang berantem.

"Ne, Z. Sedang ngapain kau disini?' tanya gadis berbando merah darah sambil membaca komik dengan cara tiduran di sofa.

"ti,tidak...,tidak... Cuma lihat-lihat saja..."

"...*grin* kau khawatir dengan anak mu ya?" ucap gadis berbando merah dengan sukses membuat Z kaget.

"tenang saja dia gak bakal terluka kok" lanjutnya.

"..." Z diam saja dan dia pergi keluar.

"mau kemana?"tanya gadis berbando merah.

"...aku ingin ketemu Chalice07 dia katanya ada di Forgotten city..." ucap Z tenang.

"ngapain ke author sarap?" tanya gadis berbando merah alias cynthia.

"hanya ingin mengancamnya agar jangan sampai anak gua mati" ucap Z tenang tapi dibelakangnya terdapat bayangan macan (?).

"hoo... silakan,silakan, bunuh saja author gaje itu sekalian" ucap gadis berbando merah santai.

"hieeee!, chalice jangan bilang seperti itu!, 07 jangan dibuat mati,Z!"teriak gadis berbando bunga nangis gaje (A : arigatou,chalcie. Kau yang selalu mendukungku setelah luna *cry* / chalcie : iya ^.^)

"iya,iya" ucap Z sambil sweatdropped.

Dan Z pada akhirnya pergi.

"eh,mama kemana?" tanya sin pas sadar mamanya ilang.

"udah pergi" jawab chalice dan cynthia dingin.

"..." sin diam saja walau diejek terus sama resa.


DEATH MANSION.

"death-sama, ini ada kiriman dari evil' ucap alice sambil menyerahkan sebuah paket ke death dan melanjutkan menyapu di mansion(kasian amat, membersih kan mansion yang besar seorang diri TT^TT)

"eh iya, makasih alice" death langsung membukanya dan menemukan sebuah surat.

"untuk adikku yang manis dan imut..." death membaca barisan pertama isi surat itu 'pasti ada maunya ini'pikir death.

"karena saya bilang kamu manis boleh donk, pinjam duit 1.000.000 GP? Buat beli BB onix ,boleh kan ;D..."death langsung meremas-remas surat itu menjadi bola dan melemparkan ke tong sampah dan hasil lemparannya adalah gol! yang berati masuk.

"dasar kakak gak modal, kenapa gak jual aja tuh mansion buat beli BB onix... itulah akibatnya beli game mulu" keluh death sambil berbicara sendiri.

"!"

Death langsung mengambil posisi siap bertarung karena merasakan aura 2 orang datang.

"aaah, hebat sekali yuna kurogane ini" tiba-tiba muncul seseorang lelaki berambut pirang dan bermata biru laut.

"benar, bisa merasakan aura kita" tiba-tiba muncul seseorang gadis disamping lelaki itu, mukanya mirip dengan lelaki itu, mulai dari warna rambut,warna mata dan muka.

"hmm... suruhan si chalice07 ya..., aoki dan aoi ya?" ucap death sambil devil grin.

"yap benar, sang kakak kembar, aoi" ucap yang gadis.

"dan sang adik kembar ,aoki" ucap yang lelaki tenang.

"kenapa kalian disini?"tanya death.

"hehehe" mereka berdua saling bertatapan dan tersenyum iblis.

"kami disuruh nona chalice07 untuk mengirim paket ini :P" ucap mereka berdua sambil menyerahkan sebuah paket untuk death.

"eh, dari chalice07?"

"iya, dan dadah, kami musti ke tempat terakhir,ketua death knight, cynthia" ucap mereka dan lompat dari jendela.

"..." death diam saja memandang paket itu.

"oh ya!" tiba-tiba mereka muncul lagi dari jendela dengan sukses membuat death kaget.

"sementara waktu kami akan menjadi teman para GC" ucap 2 anak kembar itu yang sekitar berumur 14 tahun.

"...emang gua pikirin? Gua gak nanya kok" ucap death sewot.

"tidak, kami hanya disuruh memberi informasi ini ke berbagai tim yang dimuncul kan disini" ucap mereka berbarengan dan pergi lagi melalui loncat dari jendela.

"...*sweatdropped*" 'kelihatannya seru nih, jika anak buah chalice07 menjadi musuh' pikir death dengan evil grinnya

"hooam, ohayou,death-sama." Tiba-tiba muncul lie dengan baju piyamanya.

"pagi? Ini udah sore jam 4... kau koma ya?" ejek death.

"iya... koma sesaat" ucap lie cuek bebek lalu dia keluar rumah untuk berlatih dengan cara membunuh monster.

Death hanya sweadropped.


GC MANSION

"teman-teman lihat ini" teriak flea sambil lari.

"ada apa?"tanya para chaser.

"ini brosur, di dekat sini ada sirkus, kita kesana yuk" ajak flea.

"boleh juga, lumayan buat rekreasi" ucap para chaser setuju,

Kecuali lass yang setuju, dia melihat brosur itu teringat di nightmare sirkus, mulai dari tenda nya dan ringmaster itu membuatnya mendapat feeling gak enak.

"lebih baik jangan..." ucap lass pelan

"hah?" semuanya bingung dan menatap lass.

Badannya gemeteran dan mukanya pucat.

"ada apa lass?" tanya arme dan memegang tangan lass, dingin.

"gak... gak ada apa-apa, aku cuman punya feeling tidak enak kesana" ucap lass pelan.

"kalau kau gak mau juga gak apa-apa kok ,lass. Kau di mansion aja ya" ucap arme lembut.

"tidak...tidak apa... aku bisa kok, pergi bersama kalian... jadi kapan perginya?"tanya lass.

"besok, jam 8 pagi" ucap flea happy.

"bukannya kalian berdua sekolah besok?"tanya arme.

"hahaha, bisa diatur, yaitu bolos XD" ucap flea sambil merangkul azusa yang lagi membaca buku.

'contoh murid yang tidak pantas dicontoh' pikir semuanya sama sambil sweatdropped (kecuali mari dan zero)

Para chaser yang sedang asyik berbicara tidak menyadari 3 orang menatap mereka dibalik bayangan gelap.

"apa kau dengar itu,aoi nee-chan?"

"iya, mereka dalam bahaya bagaimana ini, chalice07-sama?"

"hehehe... biarkan saja, kita lihat kekuatan mereka (wuih, saya jadi mirip antagonis aja 0_0)" ucap chalice07 sambil evil grin.

Dan 3 mahluk itu menghilang di kegelapan (emang udah ada di kegelapan kan?)

Lass langsung dengan cepat menatap tempat 3 mahluk itu berada, tapi tidak ada apa-apa, lass cuman merasakan aura sesaat saja jadi dia belum yakin apa itu tadi.


Chalice07 : nghhhh...pegel... *memijit pundak*

Aoi : Chalice07-samaaaa~ *meluk chalice07*

Aoki : kalau aoi juga, berati aoki jugaaaa~ chalice07-sama~ *meluk chalice07*

Chalice07 : *diam aja dalam keadaan dipeluk 2 Ocnya*

Chalica : *cuek bebek* baiklah tolong reviewnya ya...

Aoi & aoki : tolong reviewnya yaaaa~ *melambai tangannya seperti arti dadah*