Chalice07 : yuhuuu! Saya update lagi XD.
Luna : hasil dari polling adalah...
JENG! JENG!
Luna : hasilnya adalah..
JENG! JENG
Luna : hasilnya adalah...
Reicy : kelamaan! *ngerebut kertas yang dipenggang luna (caranya?)*
Luna : akh!
Akito : *death glare ke reicy*
Reicy : apa? Mau complain.
Akito : iya, *ngeluarin dark sword*
Chalice07 : huwaaaa! Semuanya tolongin agar akito gak over rage cuman gara-gara Luna doank *nahan akito*
Luna : ?
Sieghart : *numpang lewat*
Chalice : ah! Best timing! Tolong tahanin over ragenya akito,ASAP! (ngemeng-ngemeng apa itu ya ASAP? #gaploked)
Sieghart : *sehubung dia gak mau di bunuh chalice yang bakal over rage karena gak bantuin akhirnya dia mau menurut*
Akito : lepaskan! *dark rage (?)*
Chalice07 : Luna, tenangin tuh orang dengan cara elus kepalanya *nunjuk akito*
Luna : oke *ketempat akito* akito, Jangan marah... *elus kepala akito*
Akito : *blushing dan langsung menurut*
All (except luna) : *sweadropped*
Chalice07 : nah hasil pollingnya adalah masih sama dengan chapter sebelumnya.
Azusa : Cih! Kenapa dia yang menang sih!
Chalice07 : mana kutahu, only god knows.
Flea : *mengelus kepala Azusa* cup...cup... jangan nangis ,Ai-chan...
Azusa : apa maksudmu dengan "nangis"?! seumur hidup ku gak pernah nangis!
Flea & chalcie07 : masa... =3=
Flea : kalau begitu, saat masih bayi gak pernah nangis donk =3=
Chalice07 : bener... wah hebatnya azusa kurosaki ini ^o^
Azusa : *siap menebas 2 mahluk itu*
Lass : oi, author. Kau jangan bilang arme bakal mati!?
Akito :iya,ya, baru ingat.
Azusa : /no comment/
Azusa,akito & lass : *siap menebas author* jangan buat dia mati! / azusa : /no comment/
Chalice07 : hiii! Ampun DX.
Amy : apa ini hanya perasaan ku atau memang perasaan ku saja...
All : ?
Amy : kenapa azusa juga ikut-ikuttan mau menebas author soal mereka bertiga mati atau enggak
All (except azusa) : *melirik azusa*
Flea : *sambil blushing berat dan memegang pipinya*
Azusa : *salting* eh,ah, oh... yah, kalau si flea mati... dia gak bisa jadi kamuflase ku untuk menghindarin fansgirlku yang gila itu disekolah nanti *santai dan dingin*
All (except azusa) : *down* 'dikira suka... ternyata soal itu donk'
Flea : *sad* 'jadi aku hanya kamuflase ya... bukan teman atau apa...
Chalice07 : udahlah kebanyakan chit-chat ntar gak mulai-mulai, lets to begin!
Disclaimer (suara Aoi) : GC bukan milik chalice07, dia hanya mempunyai OC yang menumpuk , dan tentu saja alur cerita yang Gaje ini~
Chalice07 : AOI! *over rage*
Aoi : hiiiii! AOKI, help your older twins DX *bersembunyi dibelakang aoki*
Aoki : *death glare ke chalice07*
Chalice07 : *membeku*
Warning (suara Aoki) : gaje, cacad, kaga nyambung, gak seru 100%, kesalahan typo tersebar di fic ini, bin ajaib aneh, dll.
Feedback (suara Chalica) :
to Darkmelt :
Makasih atas reviewnya XD, dan juga atas favenya, saya juga suka cerita anda, btw, kapan updatenya tuh? Saya mau lihat pertemuan Ruffy-chan dan Lassie-chan *author di hajar lass dan rufus* XD.
to Perfect Maid Haruka :
lass marah besar? Hmmm... gimana ya... dan akito over rage...hm... saya pikir-pikir dulu XD, tapi thanks atas reviewnya ya XD, dan kapan update cerita anda yang Lass dan Arme (karena kepanjangan jadi saya panggil begini saja, maaf ya)? saya gaka sabar melihat lass marah besar, saya tunggu updatenya (kok jadi curhat disini?)
~happy reading~
Di atas penyangga sirkus itu terdapat 9 orang.
"oi, Soul. mana lolipop gua!?" terdengar teriakan marah dari seorang lelaki berambut ponytail (mirip kyle di suikoden 5 termasuk ikat rambutnya) dan bermata jade eh atau emerlad ya? tau ah, udah lupa jadiin aja emerlad *author di hajar reader* (reader : masa lupa OC nya sendiri sih?!/ chalice07 : hiiii DX ampun, apaboleh buat, 4 buku yang di penuhi OC ku hilang TT^TT/ Reader : sarap... ).
"jah mana gua tau?! Diamlah, gua juga kehilangan popcorn gua!" teriak soul kesal.
"emang lu aja?!, gua juga kehilangan makanan seafood gua" ucap death sambil nengok kanan dan kiri kaya seorang ibu kehilangan anak *di cincang* (death : sialan lu author! Gua masih remaja dan Virgin tau! / chalice : ampun ndoro DX *sujud-sujud* saya cuman bercanda)
"es krim gua hilang~~~!" terdengar tangisan seorang gadis berambut Violet dan bermata crimson "yang ketahuan makan bakal gua bunuh!" lanjutnya dengan over rage.
"hmm... dimana ya kolak kesukaan gua (hah? Kolak? Emang masih lebaran ya? baru tahu...)" ucap Evil sambil membongkar-bongkar peti mati (?).
"oi! Kok komik gua hilang sekaligus wafer coklat kesukaan gua lenyap?!" tanya cynthia dengan muka over angry karena wafer dan komik kesukaannya hilang.
"mana ku tahu, daging kesukaan ku juga hilang tau!" ucap S kesal.
Dan diatas tiang penyangga yang pasti diatas tali yang merenggang itu (kok gak jatuh, apalagi taruh peti mati, rice cooker, penggorengan, gas, karpet, oven, dan yang buat goreng BBQ kok gak jatuh ya?) terjadi kehilangan makanan secara massal.
KRAUK! KRAUS! NYEM! NYEM! SLURP!
7 orang itu menengok arah suara itu (caranya?)
Terlihat chalice07 yang asik nonton dengan muka innocent sambil makan 10 buah kolak, 15 eskrim, 12 buah lollipop, 12 wafer coklat, 21 berbagai daging, 5 popcorn, dan 5 piring makanan seafood (kerang, ikan bandeng presto, ikan hiu (?),lobster super jumbo dan belut) sambil membaca komik hasil rampokan dari Cynthia (buset, ini perut gentong atau perut naga?)
"afa apha? (arti : ada apa?)" tanya chalice07 dengan muka se innocentnya.
Chalica yang disebelah chalice07 hanya mempersiapkan peti mati buat chalice07 (dapet dari mana?)
Dan diatas penyangga itu terdengar suara gebukan, tebasan, dll.
"GARA-GARA ELU, KITA JADI GAK MENIKMATI NONTON KARENA GAK ADA MAKANAN KESUKAAN KAMI!" teriak mereka kesal.
Chalice07 yang sudah di dalam peti mati... ralat... maksudku sudah ada di ranjang darurat (hah? Kok bisa taruh di atas tali?) dengan muka hancur.
Dibanding kebanyakan cerita di bagian ini mending kita pindah ke tempat yang lagi tegang-tegangnya.
"Arme!" teriak lass dengan gerakan cepat dia menuju arah arme yang tergeletak dengan berlumuran darah.
"LUNA!" akito langsung teleport dengan dark magicnya yang dapat berpindah tempat asalkan tempat yang dituju ada bayangan dan harus konsentrasi penuh. Badan luna sangat banyak darah, sampai-sampai, Raven atau reicy atau envy pun walau berganti tetap gak bisa bergerak.
Azusa juga demikian, dia mendekatin Flea yang badannya berlumuran darah.
"HAHAHAHA! Bagus! Mereka bertiga mati, hebat sekali kalian haruna twins!" tawa zidler bahagia.
"*sigh* ini juga bukan keinginan kami" keluh Aoki.
"Aoi ingin makan lollipop dan Mochi... TT^TT" keluh Aoi.
Dua kembar ini bajunya kembali keasal.
"Nah sehabis ini Lass yang menyedihkan itu berubah apa yang kuinginkan dari dulu" seringai Ziddler.
"tapi ada masalahnya disini" ucap duo kembar haruna itu.
"?"
"masalahnya adalah sikembar kurosaki itu" ucap Aoki sambil menunjuk akito yang memeluk Luna sambil memedamkan kepalanya kepala luna (caranya?)
Azusa yang menaruh bunga yang entah dapat dari mana di tangan flea yang dilipat di dada 'rest in peace' ucap pelan azusa dengan muka datar.
"nah kelihatannya kalian semua harus serius nih" ucap Aoi masa bodo sambil membalikkan badannya.
"misi selesai, nah saatnya lapor ke chalice07" balas Aoki sambil mengikutin kakak kembarnya yang cengeng itu.
SWING!
Pipi kiri Aoi tergores sesuatu yang pasti tajam
"!"
Begitu pula aoki.
Mereka berdua membalikan badannya ke arah yang melempar mereka seusatu yang tajam. Dan melihat lass yang sudah berubah.
Mata lass bersinar putih kebiruan, telinganya runcing, terlihat asap keluar dari mulutnya dan kulitnya, suasana disana menjadi panas.
"HAHAHAAHA!" ziddler ketawa lebar
"kelihatannya ini yang anda inginkan , ziddler" ucap mereka kearah ziddler yang ketawa senang.
"tentu saja" seringai ziddler.
"tapi masalahnya kau harus melawan juga 2 orang itu" ucap mereka dan menunjuk akito dan azusa.
Entah kapan dan bagaimana.
Rambut akito yang semula coklat menjadi hitam pekat dan gelap, matanya berwarna hitam, tatapannya sangat kosong. Aura hitam menyelubungin di sekitar tubuhnya, pedangnya yang hanya sebuah pedang menjadi bigsword berwarna hitam pekat dan terdapat mata ditengah-tengahnya, mata pedangnya merah crimson, dan suasana disana sangat berat karena nafsu membunuh akito sangat besar malah melebihi azusa.
Seddangkan azusa kelihatannya dia masih mendingan dari pada akito.
Rambutnya berwarna hitam keperakan (caranya?), matanya hitam tapi tatapannya tidak kosong, kelihatannya dia bisa mengendalikan dirinya dibanding akito yang overover rage, pedangnya menjadi dua dan warnanya ada yang hitam pekat dan satunya lagi hitam keperakan, dua pedang itu terdapat mata di tengah-tengahnya, warna mata crimson dan scarlet (?), badannya di kelilingin aura gelap dan suasana disana semakin berat karena nafsu membunuh azusa sangat berat di karenakan nafsu membunuh azusa sangat besar tapi masih kalah dengan akito (kalau pakai perbandingan ya... asal bolehkan? Mungkin...99% dibanding dengan 100 %).
"*bersiul*" malah Aoi bersiul.
"kelihatannya suasana disini berbahaya deh" ucap Aoki sambil mengelap mukannya dengan saputangan berbentuk teh hijau (?).
"iya,ya" balas Aoi sambil mengelap mukanya dengan saputangan bergambar mochi sakura (?)
Akito dengan sigap menyerang Aoi dengan cepat walau dia memakai big sword.
"wuaaaa" Aoi dengan cekatan menghindarinnya.
"Aoi!" Aoki yang ingin menolong Aoi tapi digagalin Azusa yang menyerangnya tiba-tiba.
Mereka ingin mengubah bajunya menjadi mirip kucing di chap sebelumnya (kenapa dia memilih baju black cat karena gerakannya bisa leluasa dan cepat), tapi sayangnya waktunya gak cukup akhirnya dia memegang headsetnya dan entah apa yang ia tarik dari head set tersebut yang pasti head set tersebut keluar pedang besar berwarna biru laut dan langsung menyerang azusa.
Aoi juga sama, dia langsung memegang headsetnya dan entah apa yang ia tarik tapi yang pasti muncul dua shotgun (?).
DEEER! DEER! (suara pistol secara beruntun)
TRANG! TRANG! TRING! CRANG! (?).
Sedangkan ziddler,penjinak hewan dan badut itu sedang melawan Lass.
CRAT!
Aoi dan Aoki dalam bersamaan terkena serangan.
"UKH!"
"Aoi... kau baik-baik saja?"tanya aoki menanyakan lebih dahulu keadaan aoi.
"ya..."
"bagaimana ini, kita gak ada waktu dalam bentuk khusus membunuh" ucap Aoki khawatir.
"i don't know..."
"Die..." ucap akito sinis pada Aoi dan siap membelahnya.
"sial! Andaikan kakiku gak diserangnya tadi!" ucap kesal Aoi.
"aku juga sama kali" ucap Aoki sambil di siap-siap di bunuh azusa.
CRANG!
Diatas penyangga sirkus
"hahaahha!" death malah ketawa-ketawa sendiri sambil memegangin perutnya.
Semua yang disana sweadropped berjamaah.
"oi, death. Kau sudah gila karena eksperimen mu selalu gagal melulu ya?"tanya Chalice07 sambil sweadropped.
"hahaha... oh soal... si kembar kurosaki" ucap death (maaf gak bakal saya kasih tahu di chapter ini, soal duo kembar kurosaki itu)
"?"semuanya ingin mendengar alasannya kecuali soul dan evil.
"soal..."
di suatu tempat.
Terlihat seorang lelaki bermata scarlet dan berambut coklat hampir sampai di tempat sirkus itu.
"sebentar lagi sampai..." ucap lelaki itu sambil memegangin eyetoothnya.
"ada masalah gak beres di tempat lass, sampai-sampai dia mengeluarkan blue flamenya" ucap lelaki itu sambil mempercepat larinya.
Chalice07 : bersambung dulu!
Akito : huf... cape *tidur*
Luna : *menyelimutinnya*
Chalice07 : /shock/ sejak kapan... kau... suka dengan akito?!
Luna : ?
Chalice : lu,lupakan perkataan ku tadi...
Azusa : *sambil membaca buku*
Chalice07 : oi, azusa. Minta review ke reader gih.
Azusa : *death glare*
Chalice07 : Flea~
Flea : oke.., tolong reviewnya ya ^.^
Note : dengan pemikiran yang matang, akhirnya author akan menghapus beberapa OC yang jarang muncul :
-chalice.
- Mizuki.
-mizuna.
-resa.
- K (alias karin)
-rena.
-vaine.
-yuka.
-xeina
-pokoknya yang di kurogane kecuali 2 orang misterius (ini salah satu 8 OC baru yang kubilang), chain.
-R ( alias Rin)
- gadis berbaju seksi, akh... saya lupa namanya #gaploked
-cynlie yang awalnya mau saya masukin.
-dean.
Yang diatas sana gak usah anda ingat tapi mungkin bakal saya masukin beberapa OC pas mau tamat alias mau lawan Bos terakhir ( wedeeeh~ gayanya~)
